• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB III METODOLOGI PENELITIAN

G. Definisi Operasional

1. Pengelolaan adalah proses yang memberikan pengawasan pada semua hal yang terlibat dalam pelaksanaan kebijakan dan pencapaian tujuan.

2. Badan usaha milik Desa merupakan usaha Desa yang sifatnya berbadan hukum dimana pengelolaannya Pemerintah Desa, dan pendiriannya sesuai dengan kebutuhan dan potensi Desa. Selanjutnya Pembentukan BUMDes ditetapkan dengan Peraturan Desa.

3. Meningkatkan berarti menaikan (derajat, taraf, dan sebagainya).

Meningkatkan juga berarti juga mempertinggi. Meningkatkan juga berarti memperhebat (produksi dan sebagainya).

40 4. Kesejahteraan atau sejahtera dalam istilah umum, sejahtera menunjuk

ke keadaan yang baik, kondisi manusia di mana orang-orangnya dalam keadaan makmur, dalam keadaan sehat dan damai.

Masyarakat adalah sekelompok orang yang membentuk sebuah sistem semi tertutup atau semi terbuka yang sebagian besar interaksinya adalah antara individu-individu yang berada dalam kelompok tersebut.

Kata society berasal dari bahasa latin, societas, yang berarti hubungan persahabatan dengan yang lain.

41 BAB IV

HASIL DAN PEMBAHASAN A. Gambaran Umum Lokasi Penelitian

1. Profil Desa Rompegading

Secara geografis Desa ROMPEGADING terletak diantara 4°06‟00 - 4°32‟0” Lintang Selatan dan 119° 4,2‟ 18‟‟ – 120° 06‟ 13” Bujur Timur, terletak sekitar 198 Km disebelah utara Kota Makassar ibukota Provinsi Sulawesi Selatan. Desa Rompegading memiliki temperatur udara antara 25° - 33° C, keadaan angin berada pada kecapatan lemah sampai sedang dan curah hujan rata - rata 177 mm dan 125 hari hujan pertahun.

Geomorfologi Desa Romegading terdiri dari daratan dan perbukitan, dimana sebagian besar wilayah Desa rompegading adalah Daratan yang mayoritas lahannya digunakan untuk persawahan.

Desa Rompegading terletak di Wilayah Kecamatan Liliriaja yang dengan Luas Wilayah Desa Rompegading adalah 1300 Ha , dengan batas wilayah sebagai berikut :

a. Sebelah Utara : Kelurahan Galung b. Sebelah Timur : Kelurahan Jennae c. Sebelah barat : Desa Pattojo d. Sebelah Selatan : Desa Timusu

Wilayah Administrasi Desa Rompegading terdiri dari 2 (dua) Dusun yaitu Dusun Rompegading dan Dusun Polewali dimana Dusun Rompegading terdiri dari kampung Paleppong, Maccini Selatan,

42 Paddeppung, Anranga Selatan, Anranga Utara, Tessiabeng, Jalan Lawara, kemudian Dususn Polewali terdiri dari kampung Lawara, Messangaeng, Tae. Desa Rompegading terdiri dari 5 RW dan 12 RT.

Tabel 1. Daftar Nama Dusun dan RW/RT

No Nama Dusun Jumlah RW Jumlah RT

(Sumber: Kantor Desa Rompegading, Tahun 2017)

Jumlah Penduduk Desa Rompegading akhir Tahun 2017 berjumlah 2.915 Jiwa terdiri dari: Laki – laki 1211 orang dan Perempuan 11393 orang.

Sedangkan untuk jumlah kepala keluarga mencapai 700 KK. Untuk tingkat kesejahteraan penduduk Desa Rompegading yakni Pra sejahtera 253 KK, dan Sejahtera 447 KK. Mata Pencaharian di Desa Rompegading mayoritas pertanian dimana sebagian besar mata pencaharian penduduk adalah petani / pekebun, buruh tani dan sebagaian kecil adalah pegawai Negeri dan Wiraswasta. Pada beberapa rumah tangga usaha pemeliharaan ternak juga menjadi mata pencaharian.

2. VISI & MISI DESA ROMPEGADING a. Visi

Berdasarkan perkembangan situasi dan kondisi Desa Rompegding saat ini, dan terkait dengan Rencana Pembangunan

43 Jangka Menengah Desa (RPJM-Desa), maka untuk pembangunan Desa Rompegading pada periode 5 (lima) tahun ke depan (Tahun 2020-2026), disusun visi sebagai berikut : “Pemerintahan Desa Yang Melayani dan Masyarakat Yang Produktif Untuk Mewujudkan Tata kelolah Pemerintahan Desa yang lebih baik dan Masyarakat yang Religius, Mandiri dan Sejahtera”

b. Misi

Pemerintahan Desa Yang Melayani mengandung pengertian bahwa Perananan pemerintah desa dalam melaksankan pelayanannannya untuk mencapai Pemerintahan yang Good Governance, Good Governance adalah pelaksanaan dari tugas, fungsi, kewenangan, hak, dan kewajiban yang dimiliki pemerintah desa dalam hal pelayanan, perencanaan, pelaksanaan pembangunan di desa, khususnya yang berkaitan dengan tata kelola kepemerintahan desa.

Dalam rangka membangun good governance, dalam era reformasi sekarang ini mewujudkan pemerintahan yang baik (good governance) menjadi sesuatu hal yang tidak dapat ditawar lagi keberadaanya dan mutlak terpenuhi. Prinsip-prinsip pemerintahan yang baik meliputi antara lain : (1) akuntabilitas (accountability) yang di artikan sebagai kewajiban untuk mempertanggung jawabkan kinerjanya; (2) keterbukaan dan transparansi (openness and transparency) dalam arti masyarakat tidak hanya dapat mengakses suatu kebijakan tetepi juga ikut berperan dalam proses perumusannya; (4) partisipasi masyarakat

44 dalam berbagai kegiatan pemerintahan umum dan pembangunan.

Adapun yang dimaksud Masyarakat Yang Produktif adalah masyarakat yang memiliki jiwa untuk selalu meningkatan pendapatan untuk kesejahteraan. Tata kelolah Pemerintahan Desa yang lebih baik mengandung arti bahwa Pemerintah Desa Mengupayakan untuk pencapaian Pemerintahan yang Good Governance. Sedangkan yang dimaksud dengan Masyarakat Yang Religius adalah masyarakat yang mampu menguasai ilmu pengetahuan dan teknologi (IPTEK) dan memiliki Iman Taqwa (IMTAQ) serta memgapilkasikan keilmuan yang diimiliki untuk pengembangan Masyarakat di Desa . Yang dimaksud Masyarakat yang Mandiri dan Sejahtera adalah bahwa diupayakan agar tercapai ketercukupan kebutuhan masyarakat secara lahir dan batin (sandang, pangan, papan, agama, pendidikan, kesehatan, rasa aman dan tentram).

45 3. Struktur Organisasi Pemerintah Desa Rompegading

Gambar 2. Struktur Organisasi Pemerintah Desa Rompegading

KEPALA DESA

46 4. Profil BUMDes Rompegading

a) STRUKTUR ORGANISASI BUMDES ROMPEGADING

Gambar 3. Struktur Organisasi BUMDES Rompegading.

PENASEHAT

47 b) VISI DAN MISI BUMDES ROMPEGADING

1) Visi : Terwujudnya Desa Rompegading Sebagai Desa Mandiri Dengan Mengoptimalkan Potensi Desa Melalui Pemberdayaan Masyarakat Khususnya Perempuan.

2) Misi :

 Meningkatkan PAD Melalui Pengelolaan Dan Pengembangan Potensi Desa.

 Meningkatkan Peran Perempuan Dalam Mengembangkan Potensi Dirinya.

 Meningkatkan Kemampuan Ekonomi Masyarakat Melalui

Bumdes.

B. Analisis Penerapan Prinsip Pengelolaan Bumdes Rompegading Menggunakan Prinsip Manajemen Strategi Dalam Meningkatkan Kesejahteraan Masyarakat Desa Rompegading

1. Pengelolaan BUMDes Rompegading Berdasarkan Prinsip Buku Panduan BUMDes yang di keluarkan Departemen Pendidikan Nasional (2007:13).

Hakikat pengertian strategi adalah penyesuaian institusi, organisasi, atau badan pemerintahan terhadap penyesuaian lingkungan eksternalnya.

Institusi atau organisasi yang tidak dapat menyesuaikan diri dengan perubahan yang terjadi pada lingkungan eksternal akan mengalami kemunduran atau kegagalan. Apabila ditinjau dari perspektif manajemen, maka strategi adalah upaya mengembangkan keunggulan-keunggulan atau institusi dalam lingkungan eksternal yang kompetitif untuk pencapaian

48 tujuan dan sasaran organisasi. Rumusan strategi menyinggung masalah bagaimana penggunaan atau pengelolaan sumber daya organisasi dan masalah interaksi organisasi dengan lingkungan eksternalnya.

Manajemen strategi adalah seni dan pengetahuan dalam merumuskan, mengimplementasikan, serta mengevaluasi keputusan- keputusan lintas fungsinal yang memampukan sebuah organisasi mencapai tujuannya.

Tujuan manajemen strategis adalah untuk mengeksploitasi serta menciptakan berbagai peluang baru dan berbeda untuk esok. Perencanaan jangka panjang sebaliknya berusaha untuk mengoptimalkan tren-tren dewasa ini untuk esok. Menerapkan manajemen strategi tentu tidak hanya memikirkan apa yang dibutuhkan saat ini, namun memikirkan apa yang akan terjadi dimasa yang akan datang. Untuk itu dalam menerapkan manajemen strategi menghasilkan startegi yang berguna menyukseskan tujuan organisasi. Strategi haruslah dibuat oleh penyusun yang ahli dalam bidangnya. Penyusun strategis adalah individu-individu yang paling bertanggung jawab bagi keberhasilan atau kegagalan sebuah organisasi.

Penyusunan organisasi membantu organisasi mengumpulkan, menganalisis, serta mengorganisasi informasi. Mereka melacak kecenderungan-kecenderungan industri dan kompetitif, mengembangkan model peramalan dan analisis skenario, mengevaluasi kinerja korporat dan ndividual, mencari peluang-peluang, mengidentifikasi ancaman dan mengembangkan rancangan aksi yang kreatif (ahmad.2016).

49 Agar berjalannya BUMDes dengan baik terdapat beberapa prinsip pengelolaan BUMDes:

a. Kooperatif.

Prinsip pengelolaan kooperatif diartikan sebagai sebuah komponen yang terlibat didalam BUMDes harus mampu melakukan kerja sama yang baik demi pengembangan dan kelangsungan hidup usahanya. Komponen yang dimaksud ialah pemerintah Desa, BPD, pemerintah Kabupaten dan masyarakat (afifa.2018). dalam prinsip kooperatif sangat menentukan keterlibatan masyarakat sebagai suatu hal yang penting dalam pengelolaan BUMDes, begitupula pada BUMDes yang ada di Desa Rompegading, Kec. Liliriaja, Kabupaten Soppeng. Berikut wawancara peneliti dengan pengurus BUMDes tentang prinsip kooperatif, mengatakan bahwa:

“kerjasama team sangat dibutuhkan dalam pengelolaan BUMDes ini, terutama dalam pengelolaan managemen baik dalam faktor keuangan ataupun non keuangan (sistem)”

(Qashirah, S.Pd. - Direktur BUMDes Rompegading pada tanggal 9 Februari 2021)

Dari hasil wawancara diatas menjelaskan bahwa kerjasama tim merupakan sesuatu yang sangat penting dalam suatu organisasi ataupun perusahaan, dalam hal ini BUMDes di desa Rompegading.

Prinsip kooperatif dimana mengharapkan adanya partisipasi dari keseluruhan komponen yang terlibat dalam pengelolaan suatu BUMDes tentunya mengharapkan kerja sama yang baik agar dapat mencapai suatu tujuan yang telah ditetapkan. Hasil wawancara

50 membuktikan bahwa selaku pengurus BUMDes, mereka mengakui bahwa prinsip kooperatif atau kerjasama adalah prinsip yang dibutuhkan, terutama yang terkait pada keuangan maupun non-keuangan. Dari informasi tersebut peneliti dapat menyimpulkan bahwa pada BUMDes di Desa Rompegading Kec.Liliriaja Kabupaten Soppeng itu telah memperhatikan prinsip pengelolaan BUMDes dengan memperhatikan adanya kerjasama dalam pelaksanaannya, terutama yang terkait pada masalah keuangan maupun non keuangan.

b. Partisipatif

Semua komponen yang terlibat di dalam BUMDes harus bersedia secara sukarela atau diminta memberikan dukungan dan kontribusi yang dapat mendorong kemajuan usaha BUMDes (afifa.2018). pada BUMDes di Desa Rompegading juga menerapkan prinsip partisipatif dalam pengelolaan BUMDesnya, hal tersebut dibuktikan dengan keterbukaan BUMDes menerima segala masukan atau ide-ide dalam pengelolaan BUMDes, terkait hal itu Berikut wawancara peneliti dengan Pengurus BUMDes tentang prinsip partisipatif, mengatakan bahwa:

“Partisipasi Masyarakat dalam bentuk gagasan-gagasan dan ide-ide perencanaan program BUMDes kedepan, mereka terminate dalam pengupayaan kemajuan BUMDes”

(Qashirah, S.Pd. - Direktur BUMDes Rompegading pada tanggal 9 Februari 2021)

Hasil wawancara membuktikan bahwa, ide gagasan terkait perencanaan BUMDes kedepan juga didapatkan dari masyarakat

51 merupakan bentuk partisipasi terkait kontribusi secara sukarela kepada BUMDes. Prinsip Partisipastif merupakan semua atau keseluruhan komponen yang ikut terlibat dalam pengelolaan BUMDes diharapkan dapat memberikan kontribusi baik masukan-masukan atau ide-ide secara sukarela atau tanpa diminta demi meningkatkan usaha BUMDes, berdasarkan pengertian tersebut dan berdasarkan hasil wawancara dengan informan peneliti dapat menyimpulkan bahwa BUMDes yang ada di Desa Rompegading Kec,Liliriaja Kabupaten Soppeng telah memenuhi prinsip partisipatif dalam pengelolaannya, dengan begitu usaha BUMDes diharapkan bisa meningkat berdasarkan dengan ide-ide dari masyarakat ataupun pihak-pihak yang terlibat.

c. Emansipatif

Emansipatif adalah Semua komponen yang terlibat di dalam BUMDes harus diperlakukan sama tanpa memandang golongan, suku, dan agama. Dalam pengelolaan BUMDes dengan adanya prinsip emansipatif memberikan kesempatan kepada siapa saja untuk terlibat tanpa perbedaan. Pada BUMDes di Desa Rompegading Kec.Liliriaja kabupaten Soppeng sendiri berdasarkan pengamatan peneliti melihat perempuan banyak terlibat didalamnya, mengenai hal tersebut berikut wawancara peneliti Berikut wawancara peneliti dengan pengurus BUMDes tentang prinsip emansipatif, mengatakan bahwa:

“dari awal pembentukan BUMDes Rompegading, prioritas dan sasaran utama adalah perempuan , agar supaya mereka berdaya guna dan tidak dianggap sebelah mata, dan mendapatkan perlakuan yang sama.”

52 (Qashirah, S.Pd. - Direktur BUMDes Rompegading pada tanggal 9 Februari 2021)

Berdasarkan pernyataan informan, informan menjelaskan keadaan di lapangan pada BUMDes di Desa Rompegading mereka mempunyai pandangan tersendiri dengan memprioritaskan perempuan dalam keterlibatan pada pengelolaan BUMDes, hal tersebut agar perempuan dapat menyalurkan dan mengembangkan kemampuannya dan tidak dipandang sebelah mata atau bahasa lainnya diremehkan. Dengan memperiotitaskan perempuan dengan alasan pemberdayaan tentu sudah tidak mengikuti prinsip emansipatif karena pada dasarnya emansipatif menyatakan bahwa semua komponen yang terlibat harus seimbang tanpa membedakan gender, golongan, suku, dan agama.

Berdasarkan hal tersebut peneliti menyimpulkan bahwa pada BUMDes di Desa Rompegading tidak memenuhi prinsip emnasipatif karena memprioritaskan golongan tertentu yaitu perempuan dalam pelaksanaan pengelolaannya.

d. Transparan

Aktivitas yang berpengaruh terhadap kepentingan masyarakat umum harus dapat diketahui oleh segenap lapisan masyarakat dengan mudah dan terbuka. Dalam melaksanakan kegiatan usahanya, BUMDes harus mau memberikan informasi tentang BUMDes dan tidak mempersulit dalam perolehan informasi tersebut, sehingga diperlukan desain sistem pemberian informasi dan aktivitas lain yang memiliki hubungan dengan kepentingan masyarakat umum

53 (afifa.2018). pada BUMDes di Desa Rampogading keterbukaan tentu menjadi salah salu faktor yang diperhatikan, mengenai hal tersebut, Berikut wawancara peneliti dengan pengurus BUMDes tentang prinsip transparan, mengatakan bahwa:

“model transparansi setiap tahun diadakan laporan pertanggungjawaban dengan melibatkan, pemerintah setempat dan masyarakat”

(Qashirah, S.Pd. - Direktur BUMDes Rompegading pada tanggal 9 Februari 2021)

Informan menyampaikan bahwa dalam tiap tahunnya diadakan kegiatan laporan pertanggung jawaban sebagai bentuk keterbukaan kepada masyarakat terkait pegelolaan BUMDes, adapun dalam pelaksanaan pelaporan pertanggung jawaban itu menghadirkan masyarakat dan melibatkan pemerintah setempat dan pihak-pihak terkait. Dengan begitu segala bentuk kegitan atau usaha juga hasil dari usaha dan kegetiana tersebut akan tersampaikan secara jelas melalui kegiatan laporan pertanggung jawaban tersebut.

Transparansi adalah proses keterbukaan kepada publik atas informasi dan hal-hal lain terhadap suatu kegiatan atau program. Oleh karena itu seluruh kegiatan yang diadakan oleh BUMDes dalam pengelolaan BUMDes dan memiliki pengaruh terhadap kepentingan umum harus terbuka agar segala lapisan masyarakat dapat mengetahui informasi atau kegitatan tersebut. Hasil wawancara membuktikan bahwa BUMDes melaksanakan laporan pertanggungjawaban dimana BUMDes melibatkan birokrasi pemerintah desa setempat bersama

54 dengan masyarakat terkait pelaporan tahunannya. Berdasarkan ha tersebut peneliti dapat menyimpulkan bahwa BUMDes di Desa Rampogading Kec.Liliriaja Kabupaten Soppeng sudah memperhatikan prinsip transparansi dalam pelaksanaan pengelolaannya.

e. Akuntabilitas

Seluruh kegiatan usaha harus dapat dipertanggungjawabkan secara teknis maupun administratif. Setiap kegiatan usaha yang dijalankan oleh BUMDes harus bisa dipertanggungjawabkan untuk tetap dapat menjaga prinsip akuntabel. Biasanya dalam bentuk laporan pertanggung jawaban yang disampaikan setiap periode oleh pengelola BUMDes. Seperti yang telah dijelaskan sebelumnya bahwa BUMDes yang ada di Desa Rompegading mengadakan laporan pertanggung jawaban setiap tahunnya dengan melibatkan masyarakat, pemerintah, dan pihak-pihak yang dianggap perlu. Lebih jauh mengenai itu berikut wawancara peneliti dengan pengurus BUMDes tentang prinsip akuntabilitas, mengatakan bahwa:

“akuntabilitas adalah prinsip yg dipegang oleh kami para pengurus agar kami dapat dipercaya dan bumdes kami dapat dipertanggungjawabkan”

(Qashirah, S.Pd. - Direktur BUMDes Rompegading pada tanggal 9 Februari 2021)

Hasil wawancara membuktikan bahwa selaku pengurus BUMDes, mereka menjunjung tinggi akuntablitas agar dapat dipercaya oleh masyarakat dimana segala aktifitas BUMDes dapat dipertanggungjawabkan keseluruhannya. Jika dikaitkan dengan teori

55 yang menyebutkan bahwa prinsip akuntabilitas merupakan keseluruhan kegiatan secara teknis dan administrasi dapat dipertanggung jawabkan maka BUMDes yang ada di Desa Rompegading Kec.Liliriaja Kabupaten Soppeng bisa disimpulkan sudah memenuhi prinsip akuntabilitas berdasarkan data dan informasi yang peneliti himpun lalu dianalisis.

f. Sustainable

Kegiatan usaha harus dapat dikembangkan dan dilestarikan oleh masyarakat dalam wadah BUMDes. Untuk dapat bertahan dalam persaingan usaha, BUMDes harus terus berinovasi dan mempertahankan kualitas usahanya yang dibantu oleh seluruh komponen BUMDes. Hal ini berkaitan dengan perkembangan omzet, perolehan laba/rugi, kondisi barang/jasa, sistem pelayanan, upaya promosi, lokasi dan ekspansi usaha BUMDes.

Berikut wawancara peneliti Berikut wawancara peneliti dengan Pengurus BUMDes tentang prinsip sustainable, mengatakan bahwa:

“kami melakukan juga program yang berkelanjutan untuk nantinya berguna bagi ekonomi desa secara terus menerus. Ini tentu merupakan salah satu upaya untuk bisa meningkatkan pendapatan BUMDes dan menjaga Kualitas usaha BUMDes”.

(Qashirah, S.Pd. - Direktur BUMDes Rompegading pada tanggal 9 Februari 2021)

Dalam upaya merawat keberlangsungan BUMDes dengan harapan mampu meningkatkan pendapatan agar tujuan mensejahterakan masyarakat bisa docapai, maka BUMDes juga memikirkan program

56 yang berkelanjutan agar nantinya dapat dirasakan manfaatnya secara terus menerus.

Hasil wawancara membuktikan bahwa program yang dilakukan oleh BUMDes bersifat berkelanjutan dimana dengan program tersebut perekonomian desa bisa berputar dengan baik. Berdasarkan teori Sustainable yang menyebutkan bahwa masyarakat diharapkan dapat mengemabangkan dan melestarikan kegiatan usaha dalam BUMDes maka peneliti dapat menyimpulkan bahwa BUMDes yang ada di Desa Rampogading telah memikirkan program berkelanjutan artinya telah memenuhi prinsip sustainable agar tujuan bisa dicapai dengan baik.

2. Meningkatkan Kesejahteran Masyarakat Melalui BUMDes Rompegading Badan Usaha Milik Desa yang selanjutnya disebut BUMDes adalah suatu lembaga/badan perekonomian desa yang berbadan hukum dibentuk dan dimiliki oleh Pemerintah Desa, dikelola secara ekonomis mandiri dan profesional dengan modal seluruhnya atau sebagian besar merupakan kekayaan desa yang dipisahkan. Pada akhirnya BUMDes dibentuk dengan tujuan memperoleh keuntungan untuk memperkuat Pendapatan Asli Desa (PADes), memajukan perekonomian desa, serta meningkatkan kesejahteraan masyarakat desa yang kemudian berdasarkan UU DESA Pasal 78 ayat (1) menyebutkan bahwa meningkatkan kesejahteraan masyarakat lewat BUMDes dilakukan melalui beberapa hal berikut :

57 a. Pemenuhan kebutuhan dasar.

BUMDes merupakan suatu lembaga atau badan perekonomian milik Desa yang dikelola oleh pemerintah desa sendiri. Keberadadaan BUMDes tentu diharapkan sebagai badan yang membantu masyarakat untuk banyak hal termasuk pemenuhan kebutuhan. Begitu pula di Desa Rompegading Kec. Liliriaja Kabupaten Soppeng, keberadadaan BUMDes diharapkan dapat membantu masyarakat.

Terkait dengan peran BUMDes terkait pemenuhan kebutuhan dasar, berdasarkan wawancara kepada pengurus BUMDes Rompegading yang diwakili oleh Direktur Bumdes mengatakan bahwa:

“Peran BUMDes dalam Pemenuhan Kebutuhan Dasar dilakukan dengan pengadaan bahan pokok harian yang dibutuhkan masyarakat, seperti bahan dapur berupa beras, gula hingga kepada bahan rempah – rempah.”

(Qashirah, S.Pd. - Direktur BUMDes Rompegading pada tanggal 9 Februari 2021)

Berdasarkan informasi dari hasil wawancara dengan informan dapat dijelaskan bahwa BUMDes yang ada di Desa Rompegading berupaya mengambil peran dalam pemenuhan kebutuhan masyarakat. dengan begitu pula roda perekonomian di Desa Rompegading bisa terjaga sebab kebutuhan-kebutuhan harian salah satunya kebutuhan dapur dan rempah-rempah bisa diperoleh di BUMDes yang ada di Desa Rompegading tersebut.

Hasil wawancara dengan pengurus BUMDes menghasilkan kesimpulan berupa berbagai macan bahan pokok masyarakat turut

58 disediakan juga oleh BUMDes untuk nantinya dapat menjadi penunjang masyarakat dalam memenuhi kebutuhan dasar nya.

b. Pembangunan sarana dan prasarana.

Keberadaan BUMDes tentunya diharapkan manfaatnya oleh masyarakat, selain untuk dapat memenuhi kebutuhan dasar, BUMDes juga diharapkan dapat memberikan pembangunan sarana dan prasarana agar dapat memudahkan dalam proses pelaksanannya.

Terkait dengan peran BUMDes terkait Pembangunan Sarana dan Prasarana, berdasarkan wawancara kepada pengurus BUMDes Rompegading yang diwakili oleh Direktur Bumdes mengatakan bahwa:

“Disini, BUMDes membangun sarana berupa penyediaan stiker yang digunakan untuk penjualan produk lokal masyarakat, dimana prasarana nya kemudian adalah BUMDes memberikan tempat khusus untuk menjual produk yang sebelumnya telah diberikan stiker untuk menjamin kualitas produk lokal”

(Qashirah, S.Pd. - Direktur BUMDes Rompegading pada tanggal 9 Februari 2021)

Berdasarkan informasi yang diperoleh dari wawancara diatas dapat dijelaskan bahwa keberadaan BUMDes di Desa Rompegading telah membantu masyarakat dalam hal penyediaan sarana dan prasarana, dengan adanya BUMDes masyarakat bisa terbantu dalam promosi produknya dengan membuat stiker pada produk, BUMdes di Desa Rompegading juga menyediakan tempat penjualan khusus untuk produk yang sebelumnya telah ditempeli stiker tadi. Dengan begitu

59 bisa dikatakan BUMDes di Desa Rompegading sangat berperan membantu masyarakat.

Berdasarkan hasil wawancara dengan pengurus BUMDes selaku informan, peneliti dapat menyimpulkan bahwa sarana dan prasarana disediakan oleh pihak BUMDes untuk menunjang produk lokal agar dapat disediakan dengan kualitas produk yang terjaga dan itu sangat membantu masyarakat.

c. Pengembangan potensi ekonomi lokal.

Keberadaan BUMDes sebagai suatu badan perekonomian milik pemerintah desa tidak hanya untuk dapat memenuhi kebutuhan dasar ataupun sebagai pemanfaatan sarana dan prasarana, akan tetapi keberadaan BUMDes pula diharapkan dapat mengembangkan dan memajukan potensi ekonomi lokal. BUMdes di Desa Rompegading juga tidak lepas dari perhatian atas pengembangan usaha ekonomi lokal, dalam pengelolaan BUMDes ada beberapa usaha yang menawarkan produk hasil kreatifitas ataupun potensi lokal masayarakat.

Terkait dengan peran BUMDes terkait Pengembangan Potensi Ekonomi Lokal, berdasarkan wawancara kepada pengurus BUMDes Rompegading yang diwakili oleh Direktur Bumdes mengatakan bahwa

“BUMDes Rompegading istimewanya menjual produk lokal yang berdasarkan potensi masyarakat desa rompegading.

Produk bernilai ekonomis yang kami jual berupa tape bolong, bolu cukke’, langgoseng. Produk bernilai ekonomis ini kami berikan packaging se kreatif mungkin demi menarik perhatian dan juga menjaga kualitas rasa yang ada”

60 (Qashirah, S.Pd. - Direktur BUMDes Rompegading pada tanggal 9 Februari 2021)

Hasil wawancara membuktikan bahwa pengurus BUMDes menyadari potensi lokal berupa kue khas suku bugis dapat dibuat oleh masyarakat desa yang dimana potensi ekonomi ini bernilai ekonomis bagi masyarakat sekitar dan BUMDes dapat memfasilitasi nya berupa penyediaan sarana dan prasana. Berdasarkan hal tersebut peneliti dapat menyimpulkan bahwa keberadaan BUMDes telah berperan penting terhadap pengembangan potensi ekonomi lokal masyarakat di Desa Rompegading, selain itu pula dengan adanya BUMDes kreatifitas khas masyarakat lokal tetap bisa terawatt dan terjaga.

d. Pemanfaatan sumber daya alam dan lingkungan.

Sudah banyak dijelaskan sebelumnya mengenai BUMDes yang merupakan badan ekonomi milik pemerintah desa. Keberadaan BUMDes juga tentunya diharapkan dapat untuk bagaimana kemudian sumber daya alam dan lingkungan dari suatu tempat tersebut bisa dimanfaatkan sebaik-baiknya untuk menghasilkan nilai ekonomi dari suatu daerah atau tempat tersebut. Begitu pula dengan BUMDes yang ada di Desa Rompegading Kec.Liliriaja Kabupaten Soppeng yang menjadi objek pada penelitian ini. keberadaan BUMdes di Desa Rompegading juga dimanfaatkan untuk menjadi wadah agar sumber

Sudah banyak dijelaskan sebelumnya mengenai BUMDes yang merupakan badan ekonomi milik pemerintah desa. Keberadaan BUMDes juga tentunya diharapkan dapat untuk bagaimana kemudian sumber daya alam dan lingkungan dari suatu tempat tersebut bisa dimanfaatkan sebaik-baiknya untuk menghasilkan nilai ekonomi dari suatu daerah atau tempat tersebut. Begitu pula dengan BUMDes yang ada di Desa Rompegading Kec.Liliriaja Kabupaten Soppeng yang menjadi objek pada penelitian ini. keberadaan BUMdes di Desa Rompegading juga dimanfaatkan untuk menjadi wadah agar sumber

Dokumen terkait