• Tidak ada hasil yang ditemukan

WP Tidak bayar

F. DEFINISI OPERASIONAL

Definisi operasional adalah suatu definisi yang memberikan penjelasan atas suatu bentuk yang dapat diukur. Definisi ini memberikan informasi yang diperlukan untuk mengukur variabel yang akan diteliti.

F.1. Variabel Struktur Organisasi

Variabel struktur organisasi merupakan pembenahan fungsi pelayanan, penelitian SPTPD, pemeriksaan pajak, pengawasan internal, pendelegasian otoritas kegiatan pelayanan dan pemeriksaan, sistem pelaporan secara rutin, jalur pengawasan tugas pelayanan, serta penelitian SPTPD dan pemeriksaan. Variabel tersebut diukur dengan menggunakan indikator sebagai berikut.

1. Pembenahan fungsi pelayanan, penelitian SPTPD, pemeriksaan pajak, serta pengawasan internal.

 Prosedur kerja pelayanan pajak diakomodir dan terintegrasi dalam suatu workflow dan dapat dimonitor;

 Permasalahan Wajib Pajak dapat segera ditangani melalui satu pintu tanpa membutuhkan banyak meja;

 Penyusunan organisasi memberikan kemudahan jalur penyelesaian pelayanan;

 Penyusunan organisasi memberikan kemudahan dalam menindaklanjuti adanya kekurangan pembayaran pajak sebagaimana dilaporkan dalam SPTPD.

2. Pendelegasian otoritas kegiatan pelayanan dan pemeriksaan

 Dalam organisasi terdapat bagian/otoritas yang menangani kewenangan melakukan penelitian SPTPD, baik penelitian kantor maupun penelitian lapangan;

 Penyusunan organisasi memberikan kemudahan jalur pemeriksaan pajak, sehingga jalur pemeriksaan pajak dapat dilaksanakan dengan cepat, namun tetap berorientasi pada hasil.

3. Sistem pelaporan secara rutin

 Informasi menyangkut Wajib Pajak, baik mengenai kewajiban yang telah dipenuhi, maupun hak-hak Wajib Pajak yang belum diproses dapat dengan mudah dikumpulkan dan dikelola dalam suatu akun khusus Wajib Pajak (tax payer account), baik dilakukan secara manual maupun dengan menggunakan sistem informasi;

Terdapat instrument untuk menjamin bahwa case management serta workflow sebagaimana diatur dalam SOP dan penyelesaiannya dapat dimonitor secara transparan.

4. Jalur pengawasan tugas pelayanan, penelitian SPTPD dan pemeriksaan

Terdapat system workflow yang dapat memudahkan pengawasan kegiatan administrasi yang dilakukan pegawai dalam memberikan pelayanan, dalam melakukan penelitian SPTPD maupun dalam melakukan pemeriksaan;

 Terdapat acuan pemberian sanksi atas kesalahan yang dilakukan pegawai;

 Terdapat divisi khusus yang secara aktif mengawasi pelaksanaan kinerja pegawai.

F.2. Variabel Prosedur Organisasi

Aktivitas organisasi yang dilakukan secara teratur perlu dilakukan suatu pembaharuan berkaitan dengan prosesnya untuk meningkatkan kinerja serta dapat mencapai tujuan efisiensi dan efektifitas. Perubahan tersebut dapat dilakukan melalui perubahan metode pelayanan dan pengawasan kepatuhan Wajib Pajak, inovasi proses, serta perubahan metode organisasi. Variabel prosudur organisasi dapat diukur dengan indikator sebagai berikut:

1. Perubahan metode pelayanan dan pengawasan kepatuhan Wajib Pajak.

 Penyederhanaan prosedur dalam melakukan pendaftaran sebagai Wajib Pajak, permohonan keberatan pajak serta mempercepat pelayanan pajak lainnya;

Terdapat petugas costumer service yang bertugas melayani Wajib Pajak sehingga Wajib Pajak tidak perlu mendatangi masing-masing bagian ketika mengajukan suatu permohonan tertentu;

 Terdapat petugas yang ditunjuk untuk mengawasi kepatuhan Wajib Pajak (dengan melakukan pengawasan pembayaran, penelitian kantor ataupun penelitian lapangan) serta menangani konseling atas beberapa Wajib Pajak yang berada dalam pengawasannya.

2. Inovasi Proses

 Tersedia sistem informasi (atau instrumen lain) yang dapat meningkatkan produktivitas serta ketepatan waktu penyelesaian pekerjaan;

Dalam hal Wajib Pajak sudah menggunakan cash register, terdapat mekanisme untuk membaca data cash register tersebut, baik secara online maupun upload data;

 Komunikasi dengan Wajib Pajak lebih intensif dan terbuka didukung oleh pertemuan rutin dan kunjungan pembinaan.

3. Perubahan Metode Operasional

 Penggunaan sistem informasi dalam menatausahakan SSPD dan SPTPD, sehingga pembayaran dan pelaporan wajib pajak dapat dimonitor secara lebih cepat dan akurat;

Semua petugas dilengkapi dengan Personal Computer yang terkoneksi dalam sistem informasi perpajakan.

3. Saluran Informasi

Dilakukan konsolidasi internal yang meliputi current issue, ketentuan/ peraturan terbaru dan pembinaan mental (attitude).

F.3. Variabel Strategi Organisasi

Siasat, sikap pandangan dan tindakan yang bertujuan memanfaatkan segala keadaan, faktor, peluang, dan sumber daya yang ada sedemikian rupa sehingga tujuan organisasi dapat dicapai dengan berhasil dan selamat. Variabel strategi dapat diukur dari indikator:

1. Kampanye sadar dan peduli pajak. Kampanye dan sosialisasi perpajakan sebagai bagian dari good governance framework melalui berbagai pihak,

seperti perguruan tinggi, tokoh agama, dan juga melalui media massa, portal website, serta pemasangan billboard di tempat-tempat strategis dan meningkatkan kinerja penyuluhan sebagai information service dan public relation;

2. Simplifikasi administrasi perpajakan. Dukungan teknologi informasi mempercepat proses pelayanan dan pemeriksaan dimana basis data dikembangkan dalam jaringan online memungkinkan kecepatan akses informasi dan juga pelayanan pelaporan Surat Pemberitahuan (SPT) dan pembayaran pajak secara online mengurangi administrative cost dan compliance cost.

3. Intensifikasi penerimaan pajak, diantaranya dengan:

 melaksanakan pemeriksaan terhadap sektor industri tertentu yang tingkat kepatuhannya masih rendah dan/atau potensi perpajakannya masih dapat digali;

 meningkatkan kegiatan penyidikan tindak pidana di bidang perpajakan untuk memberikan deterrent effect yang positif;

 melaksanakan kegiatan penagihan pajak melalui pemblokiran rekening Wajib Pajak/Penanggung Pajak, pencegahan dan penyanderaan;

4. Mengembangkan mekanisme internal quality control atas pelaksanaan pelayanan dan penelitian lapangan serta pemeriksaan;

5. Melaksanakan pelatihan tentang metode dan teknik pelayanan prima; 6. Membangun sistem komunikasi yang efektif dalam internal organisasi; 7. Penyempurnaan Manajemen Sumber Daya Manusia (SDM).

F.4. Variabel Budaya Organisasi

Sistem penyebaran kepercayaan dan nilai nilai yang berkembang dalam organisasi dan mengarahkan perilaku anggota-anggotanya. Dimensi budaya organisasi dalam sistem administrasi perpajakan modern mencakup mengenai:

1. Internalisasi nilai-nilai organisasi

2. Norma perilaku sebagaimana tercantum dalam kode etik pegawai menjadi standar perilaku pegawai dalam melaksanakan tugas

3. Iklim organisasi melalui pemberian insentif pemungutan pajak sebagai tambahan penghasilan sangat kondusif untuk terwujudknya good corporate governance.

4. Tingginya komitmen pegawai dalam bekerja, seperti rendahnya tingkat absensi, mangkir pada jam kerja dan indikator lainya.

F.5. Variabel Efektifitas Pemungutan Pajak

Intensitas kegiatan ekstensifikasi dan intensifikasi pajak, penegakan law enforcement melalui penerapan sanksi sebagaimana diatur dalam Perda, serta terpenuhinya pelayanan terhadap hak-hak Wajib Pajak.

F.5.1. Aspek Ekstensifikasi Pajak

Variabel Ekstensifikasi diamati dari indikator:

1. Dilakukannya kegiatan pendataan objek pajak secara berkala;

2. Coverage Ratio yaitu rasio antara jumlah Wajib Pajak yang terdaftar dibandingkan dengan jumlah Wajib Pajak yang seharusnya terdaftar; 3. Perkembangan jumlah Wajib Pajak terdaftar 5 tahun terakhir.

F.5.2. Aspek Intensifikasi Pajak

1. Dapat diketahui secara cepat adanya Wajib Pajak yang tidak melakukan pembayaran dan/atau pelaporan SPTPD setelah tanggal jatuh tempo; 2. Segera diterbitkan Surat Himbauan bagi Wajib Pajak yang terlambat

melakukan pembayaran pajak dan/atau pelaporan SPTPD;

3. Dapat diketahui secara cepat adanya kesalahan tulis dan/atau kesalahan hitung dalam SPTPD;

4. Dapat diketahui indikasi omset Wajib Pajak yang sebenarnya dalam satu masa pajak secara cepat (misalnya dengan menggunakan sistem informasi manajemen, data dari instansi terkait, atau instrument lainnya) sebagai bahan untuk cross check isian Wajib Pajak dalam SPTPD;

5. Dilakukan peninjauan ke lapangan atas Wajib Pajak yang dalam waktu tertentu tidak melaporkan SPTPD;

6. Dilakukanya peninjauan ke lapangan (pemantauan) untuk mengetahui rata-rata omset Wajib Pajak dalam satu masa pajak;

7. Apabila terdapat indikasi bahwa Wajib Pajak yang melaporkan SPTPD tetapi isinya tidak benar, dikirim surat himbauan untuk membetulkan SPTPD atau diterbitkan usulan untuk pemeriksaan pajak.

8. Dilakukannya pemeriksaan secara rutin atas pembukuan/pencatatan Wajib Pajak (Pasal 169) untuk mencocokkannya dengan isian SPTPD;

9. Rata-rata tingkat rasio pencairan tunggakan selama 5 tahun terakhir; 10. Semua petugas melakukan tugasnya sesuai dengan ketentuan yang

berlaku dan tidak melakukan penyimpangan karena terdapat pengawasan dari atasan langsung dan pengawas internal organisasi;

11. Wajib Pajak yang melakukan pembetulan SPTPD (baik karena dihimbau atau karena pembetulan sendiri oleh Wajib Pajak) diterbitkan Surat Tagihan Pajak Daerah (STPD);

12. Diterbitkannya Surat Tagihan Pajak Daerah (STPD) yang berisi pokok pajak dan sanksi pajak atas keterlambatan pembayaran pajak, yaitu berupa:

 Wajib Pajak yang melakukan pembayaran pajak dan/atau pelaporan SPTPD setelah tanggal jatuh tempo diterbitkan Surat Tagihan Pajak Daerah (STPD)

 Dilakukannya Penerbitan STPD atas SKPKBD/ SKPKBDT yang tidak/kurang dibayar (Pasal 100 ayat (3)).

F.5.3. Aspek Law Enforcement

Variabel kepatuhan atas pajak yang menggunakan sistem self assessment dalam pemungutannya diukur dari faktor:

1. Dilakukannya pemeriksaan atas pembukuan/pencatatan WP (Pasal 170); 2. Dilakukannya penerbitan SKPDKB atas hasil pemeriksaan (Pasal 97

ayat(1) huruf a;

3. Dilakukannya penerbitan STPD atas SKPKBD/ SKPKBDT yang tidak/kurang dibayar (Pasal 100 ayat (3));

4. Diterbitkannya Surat Teguran, Surat Paksa serta Surat Perintah Melakukan Penyitaan.

5. Dilakukannya tindakan penyitaan, pemblokiran rekening Wajib Pajak serta pencegahan bepergian ke luar negeri.

F.5.4. Aspek Kepatuhan Pajak

Variabel law enforcement atas pajak yang menggunakan sistem self assessment dalam pemungutannya diukur dari faktor:

1. Penyampaian Surat Pemberitahuan (SPT);

2. Membayar sesuai jumlah pajak yang harus dibayar;

3. Persepsi Wajib Pajak terhadap penyuluhan pelayanan dan pemeriksaan pajak.

4. Aspek Sosiologis, yaitu kepatuhan Wajib Pajak dilihat dari aspek sosial sistem perpajakan, antara lain, kebijakan publik, kebijakan fiskal, kebijakan perpajakan, dan administrasi perpajakan21.

F.6. Variabel Tax Ratio

Merupakan rasio jumlah realisasi penerimaan pajak dengan PDRB Kabupaten/Kota.

G. ANALISIS DATA

Dokumen terkait