BAGIAN PERTAMA
KETIDAK-SEMPURNAAN DUNIA SAMSARA
II. PENDERITAAN KHUSUS YANG DIALAMI MAKHLUK DI ENAM ALAM
1. Delapan belas neraka
1.1 Delapan Neraka Panas
Kedelapan neraka ini terletak di atas satu sama lain seperti bangunan bertingkat. Mulai dari Neraka Hidup Berulang di puncaknya, sampai pada Neraka Tanpa Jeda di dasarnya. Di tiap neraka ini, lantai dan batas pinggirnya adalah besi membara yang putih memijar – tidak ada tempat sama sekali di mana anda dapat menginjakkan kaki dengan aman.
Semuanya merupakan nyala api yang berkobar-kobar, menghanguskan dan sangat luas.
81 Matahari dan bulan adalah juga dewa-dewa, jadi mereka bisa saja jatuh ke alam yang lebih rendah sesudah kehidupan mereka berakhir.
70
Neraka Hidup Berulang82
Disini, ditengah-tengah bara api yang menutupi lantai logam yang berpijar, makhluk sebanyak kepingan badai salju yang tak terhitung jumlahnya berkumpul bersama akibat karma mereka. Karena perbuatan yang membawa mereka ke sana dimotivasi oleh kebencian, hasil serupa dengan penyebabnya menyebabkan mereka melihat orang lain seperti musuh mereka, sehingga mereka berkelahi dengan sengitnya. Sambil mengacungkan senjata khayal yang timbul dari karma, mereka saling menyerang sampai semuanya terbunuh. Pada saat itu, suara dari angkasa berkata: “Hidup lagi!” Dengan segera mereka hidup lagi dan mulai berkelahi satu sama lainnya. Begitulah mereka menderita, terus menerus mati dan hidup lagi.
Berapa lamakah mereka hidup di sana? Lima puluh tahun di alam manusia adalah setara dengan satu hari di alam Surga Empat Maharaja.83 Satu tahun yang demikian terdiri dari dua belas bulan dan satu bulan terdiri dari tiga puluh hari. Lima ratus tahun yang demikian adalah sama dengan satu hari di Neraka Hidup Berulang, yang mana, satu tahunnya juga terdiri dari dua belas bulan dan satu bulan terdiri dari tiga puluh hari.
Mereka menderita disana selama lima ratus tahun yang demikian lamanya.
Neraka Tali Hitam84
Disini, kaki-tangan Yama membaringkan korban mereka pada lantai logam yang memijar seperti api unggun, lalu membuat tanda silang pada tubuh mereka dengan tali-tali hitam – empat, delapan, enam belas, tiga puluh dua garis dan seterusnya – yang dipergunakan sebagai garis pedoman untuk memotong mereka dengan gergaji yang panas menyala.
Tidak lama setelah tubuh mereka terpotong, segera juga tubuh mereka tergabung lagi, hanya untuk dipotong dan dipotong lagi.
Seratus tahun di dunia manusia setara dengan satu hari di Surga Tiga Puluh Tiga. Seribu tahun di Surga Tiga Puluh Tiga sama dengan satu hari di neraka ini. Makhluk-makhluk disana hidup selama seribu tahun dalam skala tersebut.
Neraka Peremukan85
82 Skt. Sañjīva.
83 Skt. Caturmahārājakāyika; surga alam kamadhatu yang paling dekat dengan dunia.
Empat Maha Raja beserta pengiringnya tinggal di teras keempat Maha Meru. Puncak-puncak dari Tujuh Jajaran Pegunungan Emas, matahari, bulan, dan semua bintang adalah termasuk kawasan kediaman Empat Maha Raja.
84 Skt. Kālasūtra.
85 Skt. Saṃghāta.
71
Dalam neraka ini, makhluk-makhluk dalam jumlah jutaan terkurung dalam lumpang besi seukuran sebuah lembah. Kaki-tangan Dewa Kematian Yama mengacungkan palu logam merah menyala sebesar Maha Meru ke atas kepala mereka dan menumbuk mereka dengan alat tersebut. Makhluk-makhluk tersebut ditumbuk sampai mati sambil menjerit-jerit dan menangis dalam kesakitan dan kengerian. Ketika palu itu diangkat, mereka hidup lagi, dan hanya untuk mengalami siksaan tersebut berulang-ulang.
Kadang-kadang gunung-gunung di kedua belah lembah berubah menjadi kepala rusa, kijang, kambing, biri-biri dan binatang lainnya yang dibunuh makhluk-makhluk neraka tersebut pada kehidupan mereka yang lalu. Binatang-binatang tersebut menanduk satu sama lain dengan tanduk mereka yang memuntahkan api, dan tak terhitung banyaknya makhluk-makhluk neraka yang terdorong oleh kekuatan perbuatan mereka, semuanya mati terhimpit. Kemudian, ketika gunung-gunung tersebut berpisah, mereka akan hidup lagi, hanya untuk digencet berulang kali.
Dua ratus tahun di dunia manusia setara dengan satu hari di Surga Bebas Perang,86 dan dua ribu tahun di alam tersebut sama dengan satu hari di Neraka Peremukan. Makhluk-makhluk di neraka tersebut hidup selama dua ribu tahun lamanya.
Neraka Lolongan87
Makhluk-makhluk disini menderita dipanggang dalam bangunan yang terbuat dari logam merah membara di mana tidak ada pintu keluarnya. Mereka menjerit dan menangis sambil berpikir bahwa mereka tidak pernah akan lolos dari sana.
Empat ratus tahun di dunia manusia setara dengan satu hari di Surga Alam Gembira.88 Empat ribu tahun di surga tersebut sama dengan satu hari di Neraka Lolongan, di mana kehidupan makhluk-makhluk di sana berlangsung selama empat ribu tahun lamanya.
Neraka Lolongan Besar89
Kaki tangan Yama dalam jumlah yang sangat banyak, dengan meme-gang senjata dan dalam bentuk yang mengerikan, mendorong jutaan
86 Skt. Suyāma, surga alam kamadhatu yang terletak di ruang di atas Maha Meru, di atas Surga Tiga Puluh Tiga, yang dengan demikian tidak lagi terpengaruh oleh serangan Asura.
87 Skt. Raurava.
88 Skt. Tuṣita, salah satu surga di alam kamadhatu, tempat tinggal calon Buddha yang akan terlahir di dunia.
89 Skt. Mahāraurava.
72
korban ke dalam dinding rangkap yang membara, dan memukul mereka dengan palu dan senjata lainnya. Pintu dalam dan luar keduanya disegel dengan logam lebur. Makhluk neraka di sana melolong dalam kesakitan yang amat berat, sambil berpikir sekalipun mereka berhasil melewati pintu yang pertama, mereka tidak pernah akan dapat mencapai pintu yang kedua.
Delapan ratus tahun di dunia manusia setara dengan satu hari di Surga Penikmatan Ciptaan,90 dan delapan ribu tahun di alam tersebut sama dengan satu hari di Neraka Lolongan Besar. Makhluk-makhluk neraka ini hidup selama delapan ribu tahun lamanya.
Neraka Godok91
Disini, makhluk-makhluk yang tak terhitung banyaknya dimasak dalam kuali besi yang besarnya seukuran jagat raya yang terdiri dari ribuan juta dunia. Mereka direbus dengan perunggu cair. Begitu mereka timbul ke permukaan, mereka segera disambut oleh pekerja dengan kait logam dan kepalanya dipukul dengan palu. Selain waktu yang jarang ketika mereka kehilangan kesadaran dan tidak merasa sakit, mereka terus menerus mengalami penderitaan yang amat berat.
Seribu enam ratus tahun di dunia manusia setara dengan satu hari di alam Surga Penikmatan Ciptaan Dari Yang Lain.92 Enam belas ribu tahun di alam dewa-dewa ini sama dengan satu hari di Neraka Godok ini.
Makhluk-makhluk disana tinggal selama enam belas ribu tahun yang demikian.
Neraka Panggang93
Makhluk-makhluk disini terperangkap dalam rumah-rumah logam yang berpijar. Kaki-tangan Yama menikam mereka lewat telapak kaki dan dubur mereka dengan tombak garpu berkepala tiga yang terbuat dari besi panas yang membara sampai gigi garpu tersebut menonjol keluar dari bahu dan puncak kepala mereka. Pada waktu yang bersamaan, badan mereka dibalut dengan lembaran logam yang berkobar. Bukan kepalang rasa sakit yang mereka derita! Keadaan ini berlanjut selama setengah kalpa menengah, suatu masa yang tak terhitung lamanya dalam ukuran tahun manusia.
90 Skt. Nirmāṇarati, salah satu surga di alam kamadhatu. Dewa di alam ini menciptakan dan menikmati objek kesenangan mereka sendiri.
91 Skt. Tapana.
92 Skt. Paranirmitavaśavartin, salah satu surga di alam kamadhatu. Dewa-dewa di surga ini menikmati kesenangan yang diciptakan secara ajaib oleh dewa-dewa alam lain.
93 Skt. Pratāpana.
73
Neraka Tanpa Jeda94
Neraka ini merupakan bangunan yang besar sekali dengan logam yang berpijar, dikelilingi oleh enam belas Neraka Samping. Didalamnya, kaki-tangan Yama melempar makhluk-makhluk yang tak terhitung banyaknya ini ke tengah gunung yang terdiri dari tumpukan pecahan besi panas membara yang berpijar seperti batu bara yang sedang menyala.
Mereka menghembus nyala api tersebut dengan embusan yang terbuat dari kulit harimau dan macan tutul, sampai tubuh korban dan nyala api menjadi tidak bisa dibedakan. Penderitaan mereka begitu dahsyat. Sela-in jeritan tangis yang memilukan, tidak terlihat tanda adanya tubuh nyata.
Mereka terus menerus ingin melarikan diri, namun hal itu tidak pernah terjadi. Kadang-kadang ada celah kecil di antara api dan mereka pikir mereka bisa kabur, tetapi pekerja-pekerja memukul mereka dengan tombak, pentung dan senjata lainnya, dan mereka menjadi sasaran semua penderitaan yang dialami ketujuh neraka sebelumnya, antara lain misalnya harus menelan cairan perunggu.
Umur mereka disini adalah satu kalpa menengah penuh. Neraka ini disebut Neraka Siksaan Terberat sebab tidak ada siksaan yang lebih berat dari neraka ini. Hanya orang-orang yang melakukan lima kejahatan besar dengan akibat langsung, dan praktisi Mantrayana yang mencela Guru Vajra-nya terlahir di neraka ini.