BAB II LANDASAN TEORI
3.2 Metodologi Penelitian
3.2.2 Desain Penelitian
Desain penelitian yang digunakan adalah Penelitian Kausal (Causal Research) yang merupakan metode penelitian untuk mengetahui hubungan satu atau lebih variabel bebas (independent variable) terhadap variabel terikat (dependent variable). Variabel bebas (independent variable) adalah kualitas layanan, sanksi pajak, dan kesadaran wajib pajak dan variabel terikat (dependent variable) adalah kepatuhan wajib pajak.
3.2.3. Hipotesis Penelitian
a. Pengaruh Kualitas Pelayanan Terhadap Kepatuhan Wajib Pajak.
Salah satu upaya dalam meningkatkan kepatuhan wajib pajak yaitu dengan memberikan pelayanan yang baik kepada wajib pajak. Dengan ditingkatkannya kualitas pelayanan diharapkan dapat meningkatkan kepatuhan wajib pajak dalam membayar pajak. Sesuai dengan penelitian yang dilakukan oleh Fuadi dan Mangoting (2013), Rajif (2012), Putri
45
(2013) dan Siti (2013) menyebutkan bahwa kualitas pelayanan mempunyai pengaruh yang signifikan terhadap kepatuhan wajib pajak, maka hipotesis pertama sebagai berikut:
H1 : Kualitas pelayanan berpengaruh terhadap kepatuhan wajib pajak.
b. Pengaruh Sanksi Pajak Terhadap Kepatuha Wajib Pajak.
Wajib pajak harus mengetahui tentang sanksi-sanksi pajak supaya ia tidak melanggar undang-undang perpajakan dan memenuhi ketentuan perpajakan sehingga wajib pajak akan patuh dalam membayar pajak.
Sesuai dengan penelitian yang dilakukan oleh Arum (2012) dan Febriyanto dan Siwi (2012) sanksi pajak mempunyai pengaruh yang signifikan terhadap kepatuhan wajib pajak, maka hipotesis kedua sebagai berikut : H2 : sanksi perpajakan berpengaruh terhadap kepatuhan wajib pajak.
c. Pengaruh Kesadaran Wajib Pajak Terhadap Kepatuhan Wajib Pajak.
Semakin tinggi kesadaran wajib pajak maka pemahaman dan pelaksanaan kewajiban melaksanakan perpajakan semakin baik sehingga dapat meningkatkan kepatuhan. Kesadaran wajib pajak atas prpajakan sangatlah diperlukan guna meningkatkan kepatuhan wajib pajak. Sesuai dengan penelitian yang dilakukan oleh Jatmiko (2006) menyebutkan bahwa kesadaran wajib pajak mempunyai pengaruh yang signifikan terhadap kepatuhan wajib pajak, maka rumusan hipotesis yang ke tiga yaitu :
H3 : Kesadaran wajib pajak berpengaruh terhadap kepatuhan wajib pajak.
46 H1
H2
H3
Sumber : Dari berbagai referensi
Gambar 3.2
Kerangka Teoritis Penelitian
Keterangan :
X1 = Kualitas layanan X2 = Sanksi Pajak
X3 = Kesadaran Wajib Pajak Y = Kepatuhan Wajib Pajak 3.2.4. Variabel dan Skala Pengukuran
a. Variabel
Variabel merupakan segala sesuatu yang akan menjadi objek pengamatan dalam penelitian. Dalam penelitian ini peneliti menggunakan dua variabel yang akan ditelit, yaitu :
1. Variabel Bebas (Independent Variable)
Variabel bebas merupakan variabel yang mempengaruhi atau yang menjadi sebab perubahannya atau timbulnya variabel dependen (terikat). Dlam penelitian ini yang menjadi variabel bebas adalah “X”
Kepatuhan wajib pajak orang pribadi (Y) Kualitas Pelayanan (X1)
Sanksi Pajak (X2) Kesadaran Wajib Pajak (X3)
47
adalah Kualitas Layanan (X1), Sanksi Pajak (X2), dan Kesadaran Wajib Pajak (X3).
2. Variabel Terikat ( Dependent Variable)
Variabel terikat merupakan variabel yang dipengaruhi atau yang menjadi akibat karena adanya variabel bebas. Dalam penelitian ini yang menjadi variabel terikat “Y” adalah Kepatuhan Wajib Pajak.
b. Skala Pengukuran
Sakala yang digunakan adalah sekala Likert 5 point dengan rentang 1-5 yang memberikan gambaran sampai seberapa jauh responden melaksanakan fungsi sesuai dengan pertanyaan yang diberikan. Skala Likert menurut Jusuf Soewadji dalam buku Pengantar Metodologi Penelitian (2012) “Skala likert digunakan dalam pengukuran ordinal untuk membedakan intensitas sikap atau perasaan seseorang terhadap sesuatu hal tertentu”. Untuk setiap pilihan jawaban diberi skor dari yang paling kecil sampai yang paling besar. Skor atas pilihan jawaban untuk kuesioner yang diajukan sebagai berikut :
1 = Sangat Tidak Setuju (STS) 2 = Tidak setuju (TS)
3 = Netral (N) 4 = Setuju (S)
5 = Sangat Setuju (SS)
48 3.3. Definisi Operasionalisasi Variabel
Untuk memudahkan peneliti untuk melakukan observasi atau pengukuran terhadap suatu objek penelitian maka digunakan operasionalisasi variabel untuk mengukur variabel-variabel yang terkait dalam penelitian.
Adapun variabel-variabel tersebut dapat dilihat pada tabel 3.1 Tabel 3.1
Variabel-Variabel Penelitian
Variabel Sub Variabel Indikator Skala
Kualitas
1. Petugas pajak dapat dipercaya
2. Menciptakan rasa aman bagi wajib pajak 1. Kesopanan dari
petugas pajak 2. Petugas pajak ramah 3. Kemudahan dalam
49 1. Denda administrasi 2. Bunga 2% per Bulan
1. Formulir pajak diisi dengan lengkap.
2. Melakukan pelaporan SPT
3. Tepat waktu membayar pajak.
Ordinal
50 Sumber : Diolah dari berbagai referensi
Definisi Operasional a. Kualitas Pelayanan
Pelayanan yang berkualitas adalah pelayanan yang dapat memberikan kepuasan kepada Wajib Pajak dan tetap dalam batas memenuhi standar pelayanan yang dapat dipertangungjawabkan serta harus dilakukan secara terus-menerus (Supadmi, 2009).
b. Sanksi Pajak
Sanksi Pajak merupakan jaminan bahwa ketentuan peraturan perundang-undangan perpajakan (norma perpajakan) akan dituruti/ditaati/dipatuhi atau dengan kata lain sanksi perpajakan merupakan alat (preventif) agar wajib pajak tidak melanggar norma perpajakan Mardiasmo (2011: 39).
c. Kesadaran Wajib Pajak
Kesadarn wajib pajak adalah kondisi wajib pajak mengetahui, mengakui, menghargai dan mentaati ketentuan perpajakan yang berlaku serta memiliki kesungguhan dan keinginan
3. Kepatuhan
51
untuk memenuhi kewajiban pajaknya sesuai dengan sistem pepajakan yang baru Jatmiko (2006).
d. Kepatuhan Wajib Pajak
kepatuhan wajib pajak adalah ketaatan, tunduk, dan patuh serta melaksankan ketentuan perpajakan yang dilakukan oleh wajib pajak. Jadi, wajib pajak pribadi yang patuh adalah wajib pajak pribadi yang taat dan memenuhi serta melaksankan kewajiban perpajakan sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan perpajakan, Nurmantu (2006)
3.4. Metode Pengumpulan Data
3.4.1. Metode pengumpulan data ada 2 (dua) cara, yaitu :
1. Metode Penilaian Lapangan (field research) adalah metode dengan Mengunjungi objek penelitian guna memperoleh data-data yang diperlukan untuk menyusun penelitian tersebut.
2. Metode Penelitian Kepustakaan (library research) adalah penelitian dengan cara mengumpulkan data dengan cara membaca dan mempelajari buku-buku yang ada dan sumber data yang lainnya berkaitan dengan pembahasan masalah yang dibutuhkan.
3.4.2 Teknik Pengumpulan Data
Tekhnik pengumpulan data dilakukan dengan metode angket, yaitu tekhnik pengumpulan data dengan cara menyebarkan instrument (kuisioner) yang berisi daftar pertanyaan kepada responden. Angket yang digunakan
52
adalah angket tertutup, sehingga responden tinggal memilih pilihan jawaban yang dianggap paling sesuai.
3.5. Instrumen Penelitian
Instrumen yang digunakan dalam penelitian ini berupa kuisioner yang akan diberikan kepada wajib pajak orang pribadi yang terdaftar di Kantor Pelayanan Pajak Pratama Jakarta Kebayoran Baru Tiga.
3.6. Jenis Data
Dalam penelitian ini peneliti menggunakan data primer untuk mengukur variabel independen (Kualitas Pelayanan, Sanksi Pajak, dan Kesadaran Wajib Pajak) dan variabel dependen (Kepatuhan Wajib Pajak) yang diambil dari individu atau perseorangan, seperti hasil wawancara atau hasil dari pengisian kuisioner.
3.7. Populasi dan Sampel
a. Dalam penelitian ini populasinya adalah Wajib Pajak Orang Pribadi yang terdaftar di Kantor Pajak Pratama Jakarta Kebayoran Baru Tiga.
b. Pengambilan sample dalam penelitian ini dilakukan dengan menggunakan rumus slovin yaitu:
n = �
1 + � �2
Keterangan : N = Populasi n = Sampel e = Error
53 3.8. Metode Analisis Data
3.8.1 Analisis Statistik Deskriptif
Analisis statistik deskriptif digunakan untuk memberikan gambaran mengenai variabel yang diteliti. Uji statistik deskriptif mencakup nilai rata-rata (mean), nilai minimum, nilai maksimum dan nilai standar deviasi dari data penelitian.
3.8.2 Analisis Instrumen Penelitian
Analisis instrumen penelitian dilakukan untuk menguji apakah instrumen yang digunakan memenuhi syarat-syarat sebagai alat ukur yang baik atau tidak, instrumen dikatakan baik apabila instrumen tersebut memenuhi beberapa sifat valid (tepat) da reliabel (handal)
3.8.2.1 Uji Reliabilitas Data
Uji reliabilitas adalah alat untuk mengukur suatu kuesioner yang merupakan indikator dari variabel atau konstruk. Suatu kuesioner dikatakan reliabel atau handal jika jawaban seseorang terhadap penyataan tersebut konsisten atau stabil dari waktu ke waktu.
Pengukuran reliabilitas dilakukan dengan dua cara yaitu: 1) Repeted Measure atau pengukuran ulang; seseorang akan disodori pertanyaan yang sama pada waktu yang berbeda dan kemudian dilihat apakah ini tetap konsisten dengan jawabannya. 2) One Shot atau pengukuran sekali saja; pengukurannya hanya sekali dan kemungkinan hasilnya akan dibandingkan dengan pertanyaan. SPPS memberikan fasilitas untuk mengukuran Realibilitis dengan uji statistik Cronbach Alpha
54
(α). Suatu konstruk atau variabel dikatakan reliable jika memberikan nilai Cronbach Alpha > 0.70. sedangkan jika sebaliknya data tersebut dikatakan tidak reliable (Imam Ghozali, 2013:47).
Dasar pengambilan keputusannya adalah sebagai berikut :
a) Jika nilai Cronbach Alpha > 0.70 maka dapat dikatakan reliable b) Jika nilai Cronbach Alpha < 0.70 maka dapat dikatakan tidak reliable
3.8.2.2 Uji Validasi Data
Uji validitas digunakan untuk mengukur sah atau valid tidaknya suatu kuesioner . Suatu kuesioner dikatakan valid jika pertanyaan pada kuesioner mampu untuk mengungkapkan sesuatu yang akan diukur oleh kuesioner tersebut (Ghozali, 2013:52). Pengujian ini menggunakan metode pearson correlation. Pedoman suatu model dikatakan valid jika tingkat signifikan < 0,05. Maka butir pernyataan tersebut dikatakan valid.
3.8.3 Uji Asumsi Klasik
3.8.3.1 Uji Multikolonieritas
Uji multikolonieritas bertujuan untuk menguji apakah model regresi ditemukan adanya korelasi antar variabel bebas (Independent Variabel). Model regresi yang baik seharusnya tidak terjadi korelasi di antar variabel independen (Ghozali, 2013:105). Mendeteksi ada atau tidaknya multikolonieritas di dalam model regresi dapat dilihat dari besaran VIF (variance inflation factor) dan tolerance. Tolerance
55
mengukur variabilitas variabel independen yang terpilih yang tidak dijelaskan oleh variabel independen lainnya. Nilai tolerance yang rendah sama dengan nilai VIF tinggi (karena VIF = 1/tolerance).
Nilai cut off yang umumnya dipakai untuk menunjukkan adanya multikolonieritas adalah nilai tolerance < 0,10 atau sama dengan nilai VIF > 10.
3.8.3.2 Uji Heteroskedastisitas
Uji Heteroskedastisitas bertujuan menguji apakah dalam model regresi terjadi ketidaksamaan variance dari residual satu pengamatan ke pengamatan yang lain. Jika variance dari residual satu pengamatan ke pengamatan lain tetap, maka disebut Homoskedastistas dan jika berbeda disebut Heteroskedastistas.
Model regresi yang baik adalah yang Homoskesdatistas atau tidak terjadi Heteroskesdastisitas (Ghozali, 2013:139).
Untuk mellihat ada tidaknya heteroskedastisitas adalah dengan melihat grafik scatterplot antara nilai prediksi variabel terikat (Dependen) yaitu ZPRED dengan residualnya SRESID. Jika ada pola tertentu maka mengidentifikasi telah terjadi Heteroskedastisitas.
Tetapi jika tidak ada pola yang jelas serta titik-titik menyebar di atas dan di bawah angka 0 pada sumbu Y, maka tidak terjadi Heteroskesdastisitas (Ghozali, 2013:139-141).
56
Dasar pengambilan keputusannya adalah sebagai berikut :
1) Jika titik-titik (point-point) yang ada membentuk suatu pola tertentu yang teratur (bergelombang), maka terjadi heteroskedastisitas.
2) Jika tidak ada pola yang jelas, titik titik menyebar di atas dan di bawah angka 0 pada sumbu Y, maka tidak terjadi heteroskedastisitas.
3.8.3.3 Uji Normalitas
Uji Normalitas bertujuan untuk menguji apakah dalam model regresi, variabel pengganggu atau residual memiliki disteribusi normal (Ghozali, 2013:160). Model regresi yang baik adalah memiliki distribusi data normal atau mendekati normal. Normalitas dapat diketahui dengan melihat table One - Sample Kolmogorov – Smirnov Test pada kolom Asymp Sig (2-tailed). Adapun kriteria pengujian adalah
Ho = Data residual berdistribusi normal Ha = Data residual tidak berdistribusi normal
Apabila nilai signifikasi Kolmogrov – Smirnov adalah lebih kecil dari 0,05 maka Ha diterima, sehingga data residual tidak berdistribusi normal. Sebaliknya apabila nilai signifikasi Kolmogorov – Smirnor adalah lebih besar dari 0,05 maka Ha ditolak, sehingga dari residual berdistribusi normal (Imam Ghozali, 2013 : 164).
57 3.8.4 Analisis Korelasi
Analisis korelasi digunakan untuk mengetahui hubungan antara dua variabel. Dalam perhitungan korelasi akan didapat koefisien korelasi yang menunjuikan keeratan hubungan antar dua variabel tersebut. Nilai koefisien korelasi berkisar antara -1 sampai 0 atau 0 sampai 1. Jika nilai koefisien korelasinya semakin mendekati 1 atau -1, maka hubungan antara dua variabelnya akan semakin erat. Tetapi jika mendekati 0, maka hubungannya semakin lemah (Duwi Priyatno, 2012:59).
3.8.5 Analisis Regresi Linier Berganda
Penelitian ini menggunakan analisis regresi Linier berganda karena memiliki tiga variabel independen. Analisis regresi pada dasarnya adalah studi mengenai ketergantungan variabel dependen (terikat) dengan satu atau lebih variabel independen (variabel penjelas/bebas), dengan tujuan untuk mengestimasi atau memprediksi rata-rata populasi atau nilai-nilai variabel dependen berdasarkan nilai variabel independen yang diketahui (Imam Ghozali, 2013). Dalam penelitian ini dinggunakan regresi Linier berganda untuk mencari pengaruh antar variabel, dengan rumus:
Y = α + β1 X1+ β2 X2+ β3 X3+ ε Keterangan :
Y : Kepatuhan Wajib pajak
α : Nilai konstanta nilai Y jika X = 0
β : Nilai arah sebagai penentu ramalan (prediksi) yang menunjukan nilai peningkatan (+) atau penurunan (-) Y
58 X1 :Kualitas Pelayanan X2 : Sanksi Pajak
X3 : Kesadaran Wajib Pajak ε : Error
3.8.5.1 Koefisien Determinasi (Uji Adjusted R2)
Koefisien determinasi (Adjusted R2) bertujuan untuk mengukur seberapa jauh kemampuan model dapat menjelaskan variasi variabel dependen. Nilai koefisien determinasi adalah antara 0 dan 1. Nilai R2 yang kecil berarti kemampuan variabel-variabel independen dalam menjelaskan variasi variabel dependen yang amat terbatas. Nilai yang mendekati 1 berarti variabel-variabel independen memberikan hampir semua informasi yang dibutuhkan untuk memprediksi variasi variabel dependen. Secara umum koefisien determinasi untuk data silang (crossection) relative rendah karena adanya variasi yang besar antara masing – masing pengamatan, sedangkan untuk data kurun waktu (times series) biasanya mempunyai nilai koefisien determanasi yang tinggi. Dalam output SPSS, koefisien determinasi terletak pada table model summaryb dan tertulis Adjusted R square.
3.8.5.2 Uji Signifikan Secara Simultan (uji F)
Pengujian ini bertujuan untuk membuktikan apakah variabel-variabel independen secara silmutan ( bersama-sama ) mempunyai pengaruh terhadap variabel dependen. Dengan Tingkat signifikan menggunakan α = 5%. Uji f dilihat pada tabel ANOVA output SPSS
59
dalam kolom sig, jika nilai signifikan < 0,05, maka dapat dikatakan terdapat pengaruh yang signifikan secara bersama-sama variabel bebas terhadap variabel terikat dan model regresi bisa dipakai untuk memprediksi variabel terikat. Atau jika nilai signifikan > 0,05 maka tidak terdapat pengaruh signifikan secara bersama-sama antara variabel bebas terhadap variabel terikat.
1. Jika Sig. < 0,05 maka Ho ditolak dan Ha diterima (Signifikan) 2. Jika Sig. > 0,05 maka Ho diterima dan Ha ditolak (Tidak Signifikan)
3.8.5.3 Uji Signifikan Secara Persial (Uji t).
Uji T yaitu suatu uji untuk mengetahui signifikansi pengaruh variabel bebas (Kualitas Pelayanan, Sanksi Pajak dan Kesadaran) secara parsial atau individual menerangkan terhadap variabel terikat (Kepatuhan Wajib Pajak). Pengujian ini dinilai dengan taraf signifikansi α = 5 %. Selanjutnya untuk mengetahui signifikan pengaruh atau hubungan antara variabel dilakukan dengan criteria pengujian sebagai berikut :
Jika Sig < 0.05, maka Ho ditolak dan Ha diterima Jika Sig > 0.05, maka Ho diterima dan Ha ditolak
60
BAB 1V
HASIL PENELITIAN DAN ANALISA DATA
4.1. Gambaran Umum Objek Penelitian
Penelitian ini merupakan penelitian survey dengan menggunakan kuesioner. Penyebaran kuesioner dilakukan kepada wajib pajak Orang Pribadi yang terdaftar di KPP Pratama Jakarta Kebayoran Baru Tiga.
Penyebaran kuesioner dilaksanakan pada tanggal 5-8 Januari dan berlanjut pada tanggal 27 januari 2016.
Pada KPP Pratama Jakarta Kebayoran Baru Tiga, periode Juni 2015, tercatat 15.030 Wajib Pajak Orang Pribadi yang terdaftar. Oleh karena itu perhitungan penentuan sampel dengan rumus Slovin adalah sebagai berikut:
n = 15. 3
1 + 15. 3 ,1 2
=
99,34Jadi kuesioner yang disebar kepada responden sebanyak 100 kuesioner.
Rincian distribusi kuesioner dalam penelitian disajikan dalam tabel 4.1 berikut ini:
Tabel 4.1
Distribusi Kuesioner Penelitian
Keterangan Jumlah Persentase
Jumlah penyebaran kuesioner 100 100%
Jumlah kuesioner yang tidak dapat diolah 7 7%
Jumlah kuesioner yang dapat diolah 93 93%%
Sumber: Data diolah 2016
61
Berdasarkan tabel 4.1, bahwa, jumlah kuesioner yang disebar sebanyak 100 kuesioner, yang tidak dapat diolah sebanyak 7 kuesioner atau sebesar 7%, hal ini dikarenakan tidak lengkap dalam pengisiannya. Dan kuesioner yang dapat diolah adalah sebanyak 93 kuesioner atau sebesar 93%.
4.2. Analisis Karakteristik Responden
Identifikasi responden memberikan gambaran mengenai karakteristik responden yang diukur dengan skala yang menunjukkan besarnya frekuensi dan persentase dari jenis kelamin, usia, status martial, pendidikan, pekerjaan, lama bekerja pada Kantor Pelayanan Pajak Pratama Jakarta Kebayoran Baru Tiga.
4.2.1. Profil Responden Berdasarkan Jenis Kelamin
Karakteristik responden berdasarkan jenis kelamin dibagi menjadi dua kategori, yaitu laki-laki dan perempuan. Pada tabel 4.2, dapat diketahui persentase responden laki-laki dan perempuan, yaitu sebagai berikut :
Tabel 4.2
Data Frekuensi Responden Berdasarkan Jenis Kelamin
JenisKelamin
Frequency Percent Valid Percent Cumulative Percent
Valid
Laki-Laki 60 64,5 64,5 64,5
Perempuan 33 35,5 35,5 100,0
Total 93 100,0 100,0
Sumber: Data output SPSS 21, 2016.
Berdasarkan tabel 4.2, dapat diketahui bahwa 60 responden atau sebesar 64,5% adalah laki-laki, dan sisanya 33 responden atau 35,5%
adalah perempuan. Secara keseluruhan wajib pajak orang pribadi yang
62
menjadi responden dalam kuesioner adalah berjenis kelamin laki-laki yang memiliki presentase 64,5%. Hal ini mungkin terjadi karena banyaknya wajib pajak laki-laki yang terdaftar di KPP Pratama Jakarta Kebayoran Baru Tiga yang sedang melaporkan SPT nya.
4.2.2. Profil Responden Berdasarkan Usia
Karakteristik responden berdasarkan usia dibagi menjadi empat kategori yaitu, kurang dari 25 tahun, antara 26 sampai 35 tahun, antara 36 sampai 45 tahun, dan diatas 45 tahun. Pada tabel 4.3 akan diketahui rata-rata usia responden yaitu sebagai berikut :
Tabel 4.3
Data Frekuensi Responden Berdasarkan Usia
Usia
Frequency Percent Valid Percent Cumulative Percent
Valid
≤ 25 Tahun 22 23,7 23,7 23,7
26-35 Tahun 31 33,3 33,3 57,0
36-45 Tahun 28 30,1 30,1 87,1
≥ 45 Tahun 12 12,9 12,9 100,0
Total 93 100,0 100,0
Sumber: Data output SPSS 21, 2016.
Berdasarkan tabel 4.3, bahwa 22 responden atau sebesar 23,7%
berusia dibawah 25 tahun, 31 responden atau sebesar 33,3% berusia antara 26 sampai 35 tahun, 28 responden atau sebesar 30,1% berusia antara 36 sampai 45 tahun dan 12 responden atau sebesar 12,9% berusia diatas 45 tahun. Sehingga dapat dikatakan sebagian besar responden didominasi dengan responden yang berusia 26-35 tahun dan responden yang berusia 26-35 tahun.
63
4.2.3. Profil Responden Berdasarkan Status Martial
Karakteristik responden berdasarkan status martial dibagi menjadi dua kategori yaitu menikah dan belum menikah. Pada tabel 4.4 dapat diketahui persentase dari responden menikah dan belum menikah, yaitu sebagai berikut :
Tabel 4.4
Data Frekuensi Responden Berdasarkan Status Martial
StatusMartial
Frequency Percent Valid Percent Cumulative Percent
Valid
Menikah 55 59,1 59,1 59,1
Belum Menikah 38 40,9 40,9 100,0
Total 93 100,0 100,0
Sumber: Data output SPSS 21, 2016.
Berdasarkan olahan data mengenai karakteristik responden yang berdasar status martial yang ditunjukkan oleh tabel 4.4, bahwa dari 93 responden didominasi oleh responden yang berstatus martial menikah yaitu sebesar 55 responden atau sebesar 59,1%, dan sisanya sebanyak 38 responden berstatus belum menikah dengan persentase sebesar 40,9%.
4.2.4. Profil Responden Berdasarkan Jenjang Pendidikan
Karakteristik responden berdasarkan jenjang pendidikan dibagi menjadi lima kategori yaitu, SLTA, D3, Strata 1, Strata 2 dan Lain-lain.
Table 4.6 akan memberikan gambaran mengenai hal tersebut yaitu, sebagai berikut:
64 Tabel 4.5
Data Frekuensi Responden Berdasarkan Jenjang Pendidikan
Pendidikan
Frequency Percent Valid Percent Cumulative Percent
Valid
SLTA 15 16,1 16,1 16,1
D3 17 18,3 18,3 34,4
S1 45 48,4 48,4 82,8
S2 11 11,8 11,8 94,6
Lain-Lain 5 5,4 5,4 100,0
Total 93 100,0 100,0
Sumber: Data output SPSS 21, 2016.
Berdasarkan tabel 4.5, dapat diketahui bahwa 15 responden atau sebesar 16,1% lulusan SLTA, 17 responden atau sebesar 18,3% memiliki gelar akademik D3, 45 responden atau sebesar 48,4% memiliki gelar akademik Strata 1, 11 responden memiliki gelar akademik Strata 2 atau sebesar 11,8%, dan 5 responden atau sebesar 5,4% jenjang pendidikan lainnya. Sehingga dapat dikatakan sebagian besar yang menjadi responden memiliki gelar akademik Strata1 yaitu sebanyak 45 responden dengan presentase 48,4%.
4.2.5. Profil Responden Berdasarkan Pekerjaan
Karakteristik responden berdasarkan pekerjaan dibagi kedalam lima kategori, yaitu : PNS, Pengusaha, Profesi, Swasta dan Lainnya. Dari kuesioner yang disebarkan, dapat diketahui hasilnya dari tabel 4.6 sebagai berikut:
65 Tabel 4.6
Data Frekuensi Responden Berdasarkan Pekerjaannya
Pekerjaan
Frequency Percent Valid Percent Cumulative Percent
Valid
PNS 6 6,5 6,5 6,5
Pengusaha 12 12,9 12,9 19,4
Profesi 6 6,5 6,5 25,8
Karyawan Swasta 54 58,1 58,1 83,9
Lainnya 15 16,1 16,1 100,0
Total 93 100,0 100,0
Sumber: Data output SPSS 21, 2016.
Berdasarkan tabel 4.6 dapat diketahui bahwa 6 responden atau sebesar 6,5% dengan pekerjaannya sebagai PNS, 12 responden atau sebesar 12,9% bekerja sebagai pengusaha, 6 responden atau sebesar 6,5%
bekerja sebagai profesi, 54 responden atau sebesar 58,1% pekerjaan Karyawan swasta dan 15 responden atau sebesar 16,1% pekerjaan lainnya.
Artinya, responden dalam penelitian ini didominasi oleh wajib pajak orang pribadi yang bekerja sebagai Karyawan swasta yaitu sebesar 58,1%.
4.2.6. Profil Responden Berdasarkan Lama Masa Bekerja
Berdasarkan lama masa kerja yang dimiliki wajib pajak orang pribadi, dibagi kedalam emapat kategori yaitu : kurang dari 5 tahun, antara 5 sampai 10 tahun, antara 11 sampai 15 tahun, dan lebih dari 15 tahun. Dari kuesioner yang disebarkan, dapat diketahui hasilnya dari tabel 4.7 berikut ini:
66
Tabel 4.7
Data Frekuensi Responden Berdasarkan Lama Masa Bekerja
LamaBekerja
Frequency Percent Valid Percent Cumulative Percent
Valid
< 5 Tahun 45 48,4 48,4 48,4
5-10 Tahun 28 30,1 30,1 78,5
11-15 Tahun 10 10,8 10,8 89,2
> 15 Tahun 10 10,8 10,8 100,0
Total 93 100,0 100,0
Sumber: Data output SPSS 21, 2016.
Berdasarkan tabel 4.7 dapat diketahui bahwa 45 responden atau 48,4% memiliki masa kerja kurang dari 5 tahun, 28 responden atau 30,1%
memiliki masa kerja antara 5 sampai 10 tahun, 10 responden atau 10,8%
memiliki masa kerja antara 11 sampai 15 tahun, dan 10 responden atau 10,8% memiliki masa kerja lebih dari 15 tahun. Secara umum wajib pajak orang pribadi didominan dengan jenjang lamanya bekerja yaitu kurang dari 5 tahun sebesar 45 responden atau 48,4% kemudian disusul dengan jenjang lama bekerja 5-10 tahun yaitu 28 responden atau 30,1%.
4.2.7. Hasil Rangkuman Karakteristik Responden
Rangkuman hasil penelitian yang menggambarkan hasil persentase karakteristik responden terdapat pada tabel 4.8 berikut ini:
67 Tabel 4.8
Hasil Rangkuman Karakteristik Responden
Karakteristik Keterangan Jumlah Presentase
Jenis kelamin Laki-Laki 64,5%
Usia 26-35 tahun 33,3%
Status martial Menikah 59,1%,
Pendidikan S1 48,4%
Pekerjaan Karyawan Swasta 58,1%
Lama bekerja < 5 Tahun 48,4%
Sumber: Data diolah 2016
Berdasarkan tabel 4.8, dapat disimpulkan bahwa wajib pajak orang pribadi yang terdaftar di KPP Pratama Jakarta Kebayoran Baru Tiga yang menjadi responden sebagian besar adalah Laki-laki yang berusia 26-35 tahun, yang berstatus martial menikah , berpendidikan Strata 1, dan sebagian besar pekerjaannya adalah sebagai Karyawan Swasta dengan lama bekerja < 5 Tahun.
4.3. Analisis Statistik Deskriptif
Analisis statistik deskriptif digunakan untuk memberikan gambaran mengenai variabel yang diteliti. Uji statistik deskriptif mencakup nilai rata-rata (mean), nilai minimum, nilai maksimum dan nilai standar deviasi dari data penelitian.
68 Tabel 4.9
Hasil Uji Statistik Deskriptif
Descriptive Statistics
N Range Minimum Maximum Sum Mean Std.
Deviation Statistic Statistic Statistic Statistic Statistic Statistic Std.
Error
Statistic
TotalX_1 93 22,0 28,0 50,0 3942,0 42,387 ,4170 4,0218
TotalX_2 93 14,0 16,0 30,0 2326,0 25,011 ,2866 2,7643
TotalX_3 93 18,0 22,0 40,0 3158,0 33,957 ,3637 3,5075
TotalY 93 17,0 18,0 35,0 2738,0 29,441 ,3274 3,1570
Valid N (listwise)
93
Sumber: Data output SPSS 21, 2016.
Dari tabel 4.9 output SPSS menunjukkan jumlah responden (n) ada 93 Responden. Nilai rata-ratanya untuk variabel Kualitas Pelayanan sebesar 42,387, Nilai minimum adalah 28,0, nilai maksimumnya adalah 50,0 dengan standar deviasi 4,0218. Untuk variabel Sanksi Pajak mempunyainilai rata-rata 25,011, nilai minimum sebesar 16,0, nilai maksimumnya sebesar 30,0 dengan standar deviasi 2,7643. Untuk variabel Kesadaran nilai rata-ratanya adalah 33,957, nilai minimumnya adalah 22,0, nilai maksimumnya sebesar 40,0 dengan standar deviasinya sebesar 3,5075. Dan untuk variabel Kepatuhan Wajib Pajak nilai rata-ratanya sebesar 29,441 nilai minimumnya adalah 18,0, nilai maksimumnya sebesar 35,0 dengan standar deviasinya adalah 3,1570.
69 4.4. Pengujian Instrumen Penelitian
Sebelum melakukan proses analisis data lebih lanjut, terlebih dahulu
Sebelum melakukan proses analisis data lebih lanjut, terlebih dahulu