• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB III METODOLOGI PENELITIAN

A. Desain Penelitian

Pada penelitian ini menggunakan desain observasional analitik dengan pendekatan Cross Sectional.

B. Lokasi dan Waktu Penelitian

Penelitian ini dilakukan di Fakultas Kedokteran Universitas Sebelas Maret Surakarta pada bulan Januari 2012 sampai dengan bulan Juli 2012.

C. Populasi dan Teknik Pengambilan Subyek

Populasi pada penelitian ini yaitu mahasiswa program studi kebidanan yang mengikuti organisasi Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) dan Himpunan Mahasiswa Jurusan (HMJ) di Fakultas Kedokteran Universitas Sebelas Maret Surakarta.

Penetapan besar subyek dalam penelitian ini didasarkan atas kesalahan 5 % dengan taraf kepercayaaan 95 % terhadap populasi. Penetapan jumlah subyek menggunakan rumus dari Nursalam (2003) sebagai berikut :

n = N 1+N (d) 2

Keterangan :

n = perkiraan jumlah subyek N = jumlah populasi

d = tingkat kemaknaan n = 47

1 + 47 (0.05)2

n = 42. 06 dibulatkan menjadi 42 orang

D. Variabel Penelitian dan Definisi Operasional 1. Variabel Penelitian

a. Variabel bebas : keaktifan mahasiswa b. Variabel terikat 1 : kecerdasan emosional c. Variabel terikat 2 : prestasi belajar 2. Definisi operasional dan skala pengukuran

a. Keaktifan Mahasiswa

1) Definisi : Mahasiswa yang aktif dalam kegiatan-kegiatan maupun presentasi kehadiran dalam organisasi

2) Skala Pengukuran : Interval b. Kecerdasan Emosional

1) Definisi : kemampuan yang dimiliki seseorang dalam memotivasi diri dalam menghadapi kegagalan, mengetahui secara sadar saat mengambil keputusan, mengendalikan emosi saat berinteraksi dengan orang lain, memahami perasaan orang lain, serta mampu

commit to user

mengaktualisasikan diri dengan mengembangkan potensi yang dimiliki.

2) Skala Pengukuran : Interval c. Prestasi Belajar

1) Definisi : hasil belajar mahasiswa atas penguasaan suatu pengetahuan dan ketrampilan dalam mencapai tujuan pembelajaran

2) Skala Pengukuran : Interval

E. Instrumentasi Penelitian 1. Keaktifan Mahasiswa

Alat ukur yang digunakan untuk variabel ini berupa pertanyaan pada kuesioner keaktifan mahasiswa dalam organisasi ekstrakurikuler.

Soal disusun berdasarkan kisi-kisi alat penelitian. Bentuk pertanyaan dengan rating scale.

a. Cara menentukan score adalah : Pilihan jawaban a skornya 1 Pilihan jawaban b skornya 2 Pilihan jawaban c skornya 3 Pilihan jawaban d skornya 4

b. Standart penilaian dari pengurus ditentukan berdasarkan :

1) Keaktifan dalam kegiatan yang diselenggarakan oleh organisasi 2) Keaktifan dalam mengikuti kegiatan internal departemen/bidang

commit to user

3) Keaktifan dalam mengikuti pleno, sidang umum, dan acara sejenisnya

4) Penilaian mengenai peran dalam kegiatan secara keseluruhan Beberapa item dalam kuesioner keaktifan diadaptasi dari penelitian Kumalasari (2010) dengan modifikasi dari penulis.

2. Kecerdasan Emosional

Dalam penelitian ini digunakan skala Likert yang telah dimodifikasi, yaitu menghilangkan pilihan ragu-ragu sehingga subjek akan memilih jawaban yang pasti ke arah yang sesuai atau tidak sesuai dengan dirinya. Penyusunan item-item dalam skala ini dikelompokkan menjadi item favorabel dan item unfavorabel dibuat dalam empat alternatif jawaban.

Tabel 3.1 Penilaian item favorabel dan unfavorabel

Kategori Jawaban Favorabel Unfavorabel

Sangat Sesuai (SS) 4 1

Sesuai (S) 3 2

Tidak Sesuai (TS) 2 3

Sangat Tidak Sesuai (STS) 1 4

Beberapa item dalam kuesioner kecerdasan emosional diadaptasi dan dimodifikasi dari beberapa sumber yaitu Syaiful dkk (2010), Cooper dan Sawaf (2002), Asrori (2009), serta Arkers dan Porter (2003).

3. Prestasi Belajar

Pengukuran prestasi belajar mahasiswa menggunakan hasil belajar

commit to user

Tabel 3.2 Perbandingan nilai angka dan huruf Rentang skor

(skala 100)

Nilai dalam skala 5

Lambang huruf Bobot nilai Arti lambang 80-100 Sumber : Peraturan Rektor UNS No.553/H27/PP/2009

F. Uji Instrumen Penelitian

Validitas dan reliabilitas merupakan dua hal yang mempunyai peran penting dalam menentukan baik atau tidaknya hasil penelitian. Oleh karena itu alat ukur yang digunakan harus memenuhi syarat valid dan reliabel.

Penelitian ini akan dilakukan dengan pengujian validitas dan reliabilitas untuk menguji kesungguhan jawaban responden.

1. Uji validitas

Menurut Azwar (2009) validitas digunakan untuk mengetahui sejauh mana instrumen mampu mengukur atribut yang seharusnya diukur.

Uji validitas didasarkan pada validitas isi, yakni telaah dan revisi butir pernyataan berdasarkan pendapat profesional (professional judgment) dan mencari korelasi antara tiap-tiap item skor total itemnya yang disebut dengan model uji validitas internal validity (Suryabrata, 2005).

Untuk menguji validitas internal digunakan teknik korelasi product moment dari Pearson dengan rumus :

commit to user

rix : indeks korelasi item skor item dengan skor total item n : banyaknya responden keseluruhan

X : jumlah skor tiap-tiap item i : jumlah skor total item

X2 : jumlah kuadrat nilai tiap-tiap item i2 : jumlah kuadrat total item

Pernyataan dapat dinyatakan valid apabila dalam pengujian validitas diperoleh nilai korelasi tiap-tiap pernyataan di atas 0.30 (Azwar, 2009).

Hasil indeks korelasi item skor item dengan skor total item (rix) dinyatakan dalam corrected item total correlation dengan bantuan komputer program SPSS 17 for windows.

2. Uji reliabilitas

Uji reliabilitas digunakan untuk menguji tingkat sejauh mana kestabilan hasil suatu pengukuran dapat dipercaya. Hasil pengukuran dapat dipercaya apabila dalam beberapa kali pelaksanaan pengukuran terhadap kelompok subjek yang sama diperoleh hasil yang relatif sama selama aspek yang diukur dalam diri subjek belum berubah (Azwar, 2009).

Teknik Alpha yang dikembangkan Cronbach dipilih untuk mengukur reliabilitas antar item yang paling populer dan menunjukkan indeks konsistensi yang cukup sempurna. Rumus formula Alpha adalah sebagai

commit to user

r11 : reliabilitas instrumen K : banyaknya butir pertanyaan

∑δ.b2 : jumlah varians butir δ.t2 : varians total

Uji reliabilitas dalam penelitian ini dilakukan dengan menghitung koefisien Cronbach’s Alpha dari tiap-tiap instrumen suatu variabel. Skala dapat dinyatakan andal apabila dalam pengujian reliabilitas diperoleh nilai Cronbach’s alpha di atas 0.60 (Azwar, 2009). Perhitungan uji validitas

dan reliabilitas skala dihitung dengan menggunakan bantuan program komputer SPSS 17 for windows.

G. Teknik Analisis Data

1. Pengaruh keaktifan dalam organisasi badan eksekutif mahasiswa dan himpunan mahasiswa jurusan dengan kecerdasan emosional dan prestasi belajar akan dianalisis dengan model analisis “Regresi Linier Sederhana”.

Paradigma ganda dengan satu variabel independen dan dua variable dependen menggunakan teknik korelasi sederhana (Sugiono, 2010).

Analisis regresi sederhana digunakan untuk mengetahui pengaruh antara variabel independen dengan variabel dependen secara parsial (sendiri-sendiri). Analisis data menggunakan program komputer SPSS 17 for windows.

r1

r2

X : Keaktifan dalam organisasi Y1 : Kecerdasan emosional Y2 : Prestasi belajar

Bentuk regresi linier sederhana yang digunakan adalah Y = a + bX Kekuatan hubungan ditunjukkan oleh koefisien regresi (b).

Kemaknaan selektif dari b diuji dengan Uji t.

2. Untuk mengetahui perbedaan keaktifan dalam organisasi, kecerdasan emosional, dan prestasi belajar antara organisasi badan eksekutif mahasiswa dan himpunan mahasiswa jurusan akan digunakan uji t.

X1

Y2

Y1

commit to user 32 BAB IV

HASIL DAN PEMBAHASAN

Dokumen terkait