BAB V KESIMPULAN DAN SARAN
Bagan 3.1 Desain Penelitian Tindakan
Bagan. 3.1 Desain Penelitian Tindakan
Refleksi Pelaksanaan Pengamatan Perencanaan Refleksi Perencanaan Pelaksanaan Pengamatan
B.Seting Penelitian
a) Subyek Penelitian
Subyek dari penelitian ini adalah siswa-siswi kelas VIII B SMP Taman Dewasa Ibu Pawiyatan Yogyakarta, semester ganjil tahun pelajaran 2013/2014. Dengan total jumlah siswa sebanyak 21 orang.
b) Waktu dan Lokasi Penelitian
Penelitian ini dilakukan pada bulan Agustus tahun 2013 dan lokasi yang digunakan dalam penelitian ini adalah SMP Taman Dewasa Ibu Pawiyatan Yogyakarta, yang beralamat di Jl. Taman Siswa No.25 F, Kelurahan Wirogunan, Kecamatan Mergangsan, Yogyakarta.
c) Obyek Penelitian
Obyek dari penelitian ini adalah minat dan hasil belajar siswa, pada materi sistem gerak pada manusia.
C.Rancangan Tindakan
Penelitian ini dilakukan dalam dua ( 2 ) siklus yang tiap-tiap siklus terdiri atas 2 sampai 3 kali pertemuan dengan beberapa tahap yaitu : tahap perencanaan, tahap observasi, tahap pelaksanaan, dan tahap evaluasi.
a. Siklus I
1) Observasi Awal
Observasi awal ini dilakukan dengan tujuan untuk mengetahui situasi dan kondisi kelas yang akan digunakan untuk proses kegiatan penelitian ini.
2) Perencanaan
Adapun kegiatan yang dilakukan oleh peneliti pada tahap ini adalah; a) Analisis studi pustaka dan lapangan untuk menyusun rencana
tindakan.
b) Melakukan persiapan yang berkaitan dengan instrument penelitian, pembelajaran dan pengumpulan data.
3) Pelaksanaan Tindakan
Hal-hal yang dilakukan pada tahap pelaksanaan tindakan adalah :
a) Guru memperkenalkan media audiovisual yang akan digunakan dalam pembelajaran.
b) Guru melakukan apersepsi dengan menyajikan materi biologi yang sudah disiapkan sebelumnya.
c) Guru menjelaskan tujuan pembelajaran yang akan dilaksanakan. d) Siswa dan guru bertanya jawab mengenai materi yang akan
disampaikan.
e) Siswa dibagi dalam kelompok, tiap kelompok terdiri dari 5 orang. f) Guru memberi penjelasan tentang materi yang akan disampaikan. g) Guru membagi LKS dan menjelaskan langkah-langkah dalam
mengerjakan LKS.
h) Guru memutarkan video tentang materi yang akan disampaikan. i) Siswa mengamati video dan selanjutnya berdiskusi.
j) Siswa menjawab LKS.
k) Guru menunjuk 2 perwakilan kelompok untuk mempresentasikan hasil diskusi tentang LKS.
l) Guru menjelaskan tentang hal yang belum jelas pada materi yang sedang dipelajari.
m) Guru dan siswa bersama-sama membuat kesimpulan dari materi yang sudah dibahas.
n) Memberikan soal berupa tes evaluasi sebagai aplikasi sejauh mana siswa memahami konsep-kosep yang telah diajarkan melalui media audio visual dengan tujuan untuk mengetahui peningkatakan hasil belajar siswa.
4) Observasi Tindakan Siklus I
Tahap ini adalah tahap mengobservasi kegiatan siswa dan mendokumentasikan kegiatan siswa saat proses pembelajaran sedang berlangsung.
5) Refleksi
Tahap refleksi adalah tahap merefleksi hasil yang diperoleh dari observasi selama proses belajar mengajar, kuisioner, hasil tes, dan hasil lembar observasi. Semua hasil yang diperoleh diidentifikasi kelemahan dan kelebihan selama proses pembelajaran pada siklus I. Tujuan dari refleksi ini adalah untuk persiapan perbaikan rencana pembelajaran untuk tindak lanjut pada siklus II.
b.Siklus II
1) Perencanaan
a) Mengidentifikasi masalah dan merumusan masalah berdasarkan hasil refleksi pada siklus I.
b) Peneliti dan guru melihat data hasil dari refleksi siklus I mengenai karakteristik siswa.
c) Menyiapkan kembali seluruh instrumen pembelajaran dan pengumpulan data yang akan digunakan pada siklus II ini.
2) Pelaksanaan
a. Guru bertanya kepada siswa tentang materi yang akan diajarkan. b. Guru melakukan apersepsi dengan menyajikan materi biologi yang
sudah disiapkan sebelumnya.
c. Guru menjelaskan tujuan pembelajaran yang akan dilaksanakan. d. Menggali kembali secara singkat mengenai materi yang sudah
dipelajari sebelumnya.
e. Siswa dibagi dalam kelompok, setiap kelompok terdiri dari 3-4 orang. f. Memutar video tentang materi yang akan disampaikan dan siswa
mengamati video.
g. Guru membagi LKS dan menjelaskan langkah-langkah dalam mengerjakan LKS.
h. Siswa berdiskusi sambil mengerjakan LKS.
i. Guru menunjuk 2 perwakilan kelompok untuk mempresentasikan hasil diskusi tentang LKS.
j. Membahas LKS dan Guru menjelaskan hal-hal yang belum di pahami siswa.
k. Guru bersama siswa membuat kesimpulan tentang materi yang sudah dibahas.
l. Evaluasi pada siklus II ini dilakukan yaitu untuk mengukur ketercapaian proses pembelajaran yang dilakukan yaitu dalam bentuk tes evaluasi dan untuk mengukur ketercapaian pemecahan masalah yang terdapat pada siklus
3) Observasi Tindakan Siklus II
Tahap ini dilaksanakan seperti pada siklus I. Pengamatan dilakukan agar dapat mengetahui pelaksanaan proses pembelajaran biologi. Pengamatan dilaksanakan oleh peneliti dengan menggunakan kamera foto dan alat rekam video camcorder. Dari hasil dokumentasi dan proses pembelajaran yang telah dilakukan, peneliti dapat mengamati hal –hal yang menjadi masalah selama proses tindakan kelas berlangsung. 4) Refleksi
Tahap ini merupakan tahap refleksi atas hasil yang diperoleh dari observasi selama KBM, kuisioner, hasil tes, dan lembar observasi yang kemudian dibahas dan selanjutnya ditarik kesimpulan apakah tindakan berhasil atau tidak.
D.Instrumen Penelitian
Instrumen penelitian adalah alat pada waktu peneliti menggunakan suatu metode (Suharsimi, 1998). Adapun instrumen yang digunakan dalam penelitian ini adalah :
a) Instrumen Pembelajaran
1) Rencana Program Pembelajaran
Rencana program pembelajaran biasanya lebih efektif dan efisien dalam menyampaikan materi yang akan disampaikan di dalam kelas di mana rencana ini berisi gambaran global dari materi yang akan disampaikan.
2) Silabus
Silabus disusun berdasarkan standar isi, kelompok mata pelajaran/tema tertentu yang mencakup standar kompetensi, kompetensi dasar, materi pokok/pembelajaran, kegiatan pembelajaran, indikator pencapaian kompetensi untuk penilaian, penilaian, alokasi waktu dan sumber belajar.
3) Lembar Kerja Siswa (LKS)
LKS merupakan salah satu sarana untuk membantu dan mempermudah kegiatan belajar mengajar sehingga akan terbentuk interaksi yang efektif antara siswa dengan guru, sehingga dapat meningkatkan aktifitas siswa dalam peningkatan hasil belajar.
Lembar Kerja Siswa (LKS) dimaksud untuk mengetahui nilai siswa dalam kerjasama kelompok. LKS dikerjakan secara berkelompok.
b) Instrumen Pengumpulan Data
Instrumen pengumpulan data terdiri dari dua bentuk yaitu non tes dan tes. Instrumen non tes berupa lembar pengamatan dan kusisioner sedangkan yang tes berupa tes evaluasi.
1. Non tes yaitu :
a. Lembar pengamatan
Pengamatan adalah salah satu cara mengumpulkan data di lapangan. Pengamatan dilakukan langsung oleh observer i dan observer ii. Teknik ini digunakan untuk mengetahui minat siswa selama kegiatan pembelajaran berlangsung. Untuk mengetahuinya peneliti menggunakan lembar pengamatan. Lembar pengamatan yang digunakan disunting dari Nugrahaningtyas, (2012).
Data dari pengamatan tersebut berupa skor dari instrumen pengamatan siswa. Dalam melakukan pengamatan diharapkan observer dapat memberikan penilaian yang objektif terhadap setiap siswa agar diperoleh hasil yang benar menggambarkan keadaan proses belajar.
Untuk kepentingan pengamatan, peneliti menggunakan teman sejawat untuk membantu mengobservasi. Dalam mengamati observer ikut ambil bagian dengan menggunakan lembar pedoman pengamatan.
Prosedur pengamatan kelompok siswa pada siklus I dan II, menuntut observer mengamati kelompok yang berbeda pada setiap pertemuannya.
Siklus I Pertemuan pertama : Observer 1 Observer 2 Pertemuan kedua : Observer 2 Observer 1 Siklus II Pertemuan pertama : Observer 2 Observer 1 b. Kuisioner
Kuisioner diberikan kepada para siswa untuk mengetahui berbagai hal yang berkaitan dengan minat yang diteliti. Kuisioner ini akan diberikan dua kali, yaitu diberikan pada awal sebelum tindakan dilakukan dan akhir siklus II. Berikut ini kisi-kisi kuisioner minat belajar siswa :
Kelompok 1 dan 2 Kelompok 3, 4 dan 5 Kelompok 1 dan 2 Kelompok 3, 4 dan 5 Kelompok 1,2 dan 3 Kelompok 4,5 dan 6
Tabel. 3.1 Kisi-Kisi Kuisioner Minat
NO Indikator Jumlah Soal
Item soal positif
Item soal negatif 1 Sikap ketertarikan 5, 12, 15 1, 8, 20 2 Perhatian untuk melakukan
sesuatu dengan tekun
3, 10, 19 7 3 Terlibat dengan suatu
kegiatan karena menyadari pentingnya atau bernilainya pelajaran
2, 9, 18 4, 14, 16
4 Rasa ketertarikan pada suatu hal atau aktivitas tanpa ada yang menyuruh
6, 13, 17 11
Jumlah soal 12 Soal 8 Soal
2. Tes yaitu :
Tes Evaluasi
Tes digunakan untuk memperoleh data hasil belajar pada materi sistem gerak pada manusia. Tes ini diberikan setiap akhir siklus, yang terdiri dari serentetan pertanyaan atau latihan yang digunakan untuk mengukur keterampilan, pengetahuan, intelegensi dan kemampuan yang dimiliki individu atau kelompok (Suharsimi, 2002). Data tes inilah yang dijadikan acuan untuk menarik kesimpulan pada akhir penelitian.
Validitas suatu tes adalah taraf sampai di mana suatu tes mampu mengukur apa yang seharusnya di ukur, Masidjo (1995) dalam Kristiawan (2012). Perangkat pembelajaran yang telah dibuat oleh peneliti kemudian divalidasi dengan menggunakan expert judgement atau dikonsultasikan dengan orang yang sudah berpengalamanan di
bidang ini, yaitu dengan berkonsultasi pada Dosen pembimbing dan Guru Biologi yang mengajar di SMP Taman Dewasa Ibu Pawiyatan Yogyakarta.
c) Analisis Data
1)Pengamatan
Berikut instrument lembar pengamatan aktivitas siswa di dalam kelas berdasarkan indikator dan kriteria penskoran :
Tabel. 3.2 Instrumen Lembar Observasi Minat
NO Aspek yang diamati Skor I Kesiapan Belajar
1 Berdoa sebelum pelajaran dimulai 1 2 3 4
2 Mempersiapkan diri dengan datang tepat waktu di kelas
1 2 3 4 3 Mempersiapkan alat tulis sebelum pelajaran dimulai 1 2 3 4 4 Merapikan kelas atau tempat duduk sebelum pelajaran 1 2 3 4
II Keaktifan Siswa dan Kelas
1 Mendengarkan guru dengan baik saat ada penjelasan 1 2 3 4 2 Mencatat hal-hal penting yang disampaikan oleh guru 1 2 3 4 3 Mengerjakan LKS sesuai dengan perintah 1 2 3 4 4 Mempresentasikan hasil diskusi kelompok di depan
kelas dengan serius dan percaya diri.
1 2 3 4
III Interaksi Siswa dan Guru
1 Mengajukan pertanyaan kepada guru bila tidak memahami
1 2 3 4 2 Memberikan balikan atau menjawab pertanyaan yang
diajukan.
1 2 3 4 3 Melaksanakan perintah dari guru tanpa mengeluh 1 2 3 4 4 Antusias dalam menjawab pertanyaan tanpa diminta 1 2 3 4
IV Interaksi Siswa dengan Siswa Lain
1 Menerima teman dalam kelompok dengan baik 1 2 3 4 2 Melakukan diskusi dengan baik sesuai dengan perintah 1 2 3 4 3 Mencatat hasil diskusi kelompok dengan baik 1 2 3 4
4 Memasukan hasil diskusi kelompok ke dalam tabel pada LKS
NO Aspek yang diamati Skor V Pengerjaan Tugas
1 Menyelesaikan LKS dengan tepat waktu 1 2 3 4 2 Mengerjakan LKS dengan penulisan yang rapi dan
bersih
1 2 3 4 3 Melakukan diskusi aktif dengan teman untuk
mengerjakan LKS
1 2 3 4
4 Mengumpulkan LKS tepat waktu 1 2 3 4
Untuk menghitung nilai aktivitas siswa melalui pengamatan dengan rumus :
=ℎ ℎ
100
2)Kuisioner
Kuisioner yang akan diberikan merupakan kuisioner tertutup untuk mempermudah siswa dalam mengisi kuisioner. Kuisioner akan diberikan dua kali, yaitu sebelum siklus I dan setelah siklus II. Kuisioner diberikan untuk mengetahui minat siswa dalam belajar.
Tabel. 3.3 Penetapan skor kuisioner minat
Pilihan Jawaban Skor
Pernyataan Positif Pernyataan Negatif
Sangat Setuju 4 1
Setuju 3 2
Tidak Setuju 2 3
Sangat Tidak Setuju 1 4
Untuk menghitung perolehan nilai minat siswa yang diperoleh melalui kuisioner dengan rumus :
= ℎ ℎ
Setelah nilai aktivitas dan nilai minat diperoleh, maka selanjutnya akan dilakukan perhitungan nilai minat setiap siswa. Untuk menghitung nilai minat setiap siswa dengan rumus :
ℎ
= +
2
Setelah nilai minat setiap siswa diperoleh, makan selanjutnya akan ditentukan kategori nilai minat setiap siswa dengan melihat tabel kategori nilai minat dibawah ini :
Tabel. 3.4 Kategori nilai minat siswa
Rentang skor minat Keterangan
≥ 80 Sangat baik
60 – 79 Baik
31 – 59 Tidak baik
≤ 30 Sanagat tidak baik
Setelah selesai menentukan kategori minat setiap siswa, selanjutnya menghitung persentase jumlah siswa berkriteria baik keatas dengan rumus :
ℎ
= ℎ ℎ
ℎ 100%
Tabel. 3.5 Kategori persentase minat siswa
% Minat Keterangan
70 - 100 % Tinggi
50 - 69 % Sedang
3) Analisis Tes Evaluasi
a) Ketuntasan individu
Setiap siswa dalam proses belajar mengajar dikatakan tuntas apabila memperoleh nilai ≥ 68. Nilai Kriteria Ketuntasan Minimal (KKM) 68 dipilih karena merupakan target KKM, mata pelajaran IPA Biologi pada SMP Taman Dewasa Ibu Pawiyatan Yogyakarta kususnya untuk kelas VIII. Untuk menganalisis ketuntasan individual maka dapat menggunakan rumus sebagai berikut: = ∑ ∑ x100 Keterangan : Ki = Ketuntasan Individual ∑x = Jumlah skor
∑xi = Jumlah nilai maksimum
Tabel. 3.6 Kriteria Skor Ketuntasan Individu Nilai Individu Keterangan ≤ 67 dari KKM Tidak Tuntas
≥ 68 dari KKM Tuntas
Untuk mengetahui skor rata-rata kelas menggunakan rumus sebagai berikut:
−=∑ ℎ ℎ
KK =
భ
x 100%
b) Ketuntasan klasikal
Ketuntasan klasikal dikatakan telah dicapai apabila target pencapaian ideal 80 % dari jumlah siswa dalam kelas.
Keterangan :
KK = Ketuntasan Klasikal
n1 = Jumlah siswa yang memperoleh nilai ≥ 68 n = Jumlah siswa yang ikut tes (banyaknya siswa)
E. Jadwal Penelitian
Tempat dan Waktu
Penelitian ini dilakukan di SMP Taman Dewasa Ibu Pawiyatan Yogyakarta. Pelaksaan penelitian ini diawali setelah mendapatkan ijin dari pihak yang berwenang tempat pelaksaan penelitian. Adapun rincian waktu tertera dalam tabel sebagai berikut :
Tabel. 3.7 Kegiatan Penelitian
No Kegiatan Bulan
Juni Juli Agustus – September
1 Penyusunan Proposal √
2 Observasi √
3 Pengumpulan data √
5 Pembuatan Laporan √
F. Personalia Penelitian
Ki Trisno Sugiyanto, S.Pd : Sebagai Pengajar /Guru Biologi SMP Taman Dewasa Ibu Pawiyatan Yogyakarta.
Yulius Trikurniawan : Observer I / Peneliti (Mahasiswa Universitas Sanata Dharma Yogyakarta)
Antonius Adtiya. K : Observer II / (Mahasiswa Universitas Sanata Dharma Yogyakarta)
44
BAB IV
ANALISIS DATA DAN PEMBAHASAN
A. Pelaksanaan Penelitian
Pelaksanaan penelitian tindakan kelas ini dilakukan dari bulan Agustus sampai dengan September 2013 yang bertempat di SMP Taman Dewasa Ibu Pawiyatan Yogyakarta. Subyek pada penelitian ini adalah siswa-siswi kelas VIII B dengan total jumlah siswa 26 siswa, tetapi pada saat pengambilan data terdapat 5 orang siswa yang tidak hadir, sehingga subyek pada penelitian ini hanya berjumlah 21 siswa. Penelitian ini dilakukan untuk mengukur dan memecahkan masalah tentang minat dan hasil belajar siswa pada materi sistem gerak pada manusia yang terjadi di SMP Taman Dewasa Ibu Pawiyatan Yogyakarta khususnya kelas VIII B. Penelitian ini dilaksanakan dalam dua siklus, siklus pertama dilakukan dengan 3 kali pertemuan dan siklus kedua dilakukan dengan 2 kali pertemuan. Penelitian ini dilaksanakan setelah semua perangkat pembelajaran selesai dibuat dan mendapat persetujuan dari pihak sekolah dan dosen pembimbing.
B. Hasil Penelitian
1. Siklus Pertama
Siklus pertama dimulai tanggal 27 Agustus sampai 3 September 2013. Siklus pertama berlangsung selama 3 kali pertemuan, di mana pada pertemuan pertama dan kedua itu merupakan penyampaian materi menggunakan media pembelajaran audiovisual berupa video beserta pengerjaan LKS dan presentasi hasil dikusi di depan kelas, sedangkan pada
pertemuan ketiga dilakukan tes evaluasi siklus pertama. Pada siklus pertama soal tes evaluasi berjumlah 15 soal pilihan ganda dan 5 soal uraian. Berikut adalah uraian penerapan media audiovisual berupa video dalam pembelajaran :
a. Perencanaan
Tahap awal sebelum tindakan siklus pertama dimulai, peneliti mempersiapakan terlebih dahulu semua keperluan dan perangkat pembelajaran yang akan digunakan selama pelaksaan penelitian berlangsung. Keperluan dan perangkat pembelajaran mencakup : RPP, silabus, LKS, lembar observasi, kuisioner, viewer dan video tentang rangka manusia, tulang beserta sendi.
b. Kuisioner Minat Belajar Siswa Skilus Pertama
Sebelum tindakan dilakukan, peneliti dibantu teman sejawat yang bertindak sebagai observer dalam penelitian ini membagikan lembar kuisioner minat belajar kepada setiap siswa dan meminta siswa untuk mengisi kuisioner minat belajar tersebut terlebih dahulu. Tabel di bawah ini merupakan data hasil dari pengisian kuisioner minat belajar siswa siklus pertama.
Tabel 4.1
Data Hasil Kuisioner Minat Belajar Siswa Siklus I
Kriteria Hasil
∑ Siswa %
Sangat baik 12 57,15
Baik 9 42,85
Tidak baik - -
c. Pelaksanaan Tindakan
Pada tahap ini peneliti terlebih dahulu memperkenalkan media yang akan digunakan dalam pembelajaran dan menjelaskan tujuan dari pembelajaran. Selanjutnya peneliti menerapkan pembejaran dengan menggunakan media audiovisual berupa video sedangkan teman sejawat yang membantu dalam penelitian ini bertindak sebagai observer yang akan mengamati selama proses tindakan berlangsung.
Sebelum pembelajaran dimulai, peneliti menyiapkan alat dan bahan pembelajaran beserta media yang akan digunakan dalam pembelajaran. Peneliti memutar video dan melakukan tindakan sesuai dengan RPP yang telah dibuat sebelum penelitian ini berlangsung.
Gambar 4.1 Siswa Mengamati Video
Setelah siswa mengamati video yang diputar, peneliti membagi siswa ke dalam kelompok di mana masing-masing kelompok terdiri dari 4-5 orang siswa dan mengarahkan siswa untuk mulai mengerjakan LKS, selanjutnya perwakilan kelompok yang dipilih mempresentsikan hasil diskusi di depan kelas.
Gambar 4.2 Siswa Kerja Kelompok dan Presentasi di Depan Kelas
Pada saat kelompok yang dipilih melakukan presentasi, kelompok lain mendengarkan dan menanggapi kelompok yang sedang mempresentasikan hasil diskusi di depan kelas. Selanjutnya peneliti menambahkan konsep-kosep yang belum dipahami pada pembelajaran dan diakhiri dengan merangkum materi serta menginformasikan untuk kegiatan pada pertemuan selanjutnya. d. Observasi Tindakan
Pada tahap observasi ini peneliti dibantu teman sejawat bertindak sebagai observer yang akan melakukan pengamatan atau mengobservasi kegiatan siswa selama mengikuti pembelajaran menggunakan lembar pengamatan. Pada saat pengamatan tiap observer mengamati kelompok yang berbeda. Tabel di bawah ini merupakan data hasil observasi kelompok siswa siklus pertama.
Tabel 4.2
Data Hasil Observasi Kelompok Siswa Siklus I
Kriteria Hasil
∑ Siswa %
Sangat baik - -
Baik 4 19,05
Tidak baik 17 80,95
Sangat tidak baik - -
e. Tes Evaluasi Siklus Pertama
Pada akir pertemuan siklus pertama tepatnya pada pertemuan ketiga diadakan tes evaluasi. Tujuan dari tes evaluasi ini adalah untuk mengukur dan mengetahui tingkat pemahaman siswa tentang materi yang telah dipelajari pada siklus pertama. Berikut adalah data hasil tes evaluasi siswa siklus pertama.
Tabel 4.3
Data Hasil Tes Evaluasi Siklus I
Aspek Pencapaian Hasil belajar
Nilai Tertinggi 81 Nilai Terendah 46 ∑ Tuntas≥ 68 10 ∑ Tidak Tuntas ≤ 67 11 Skor Rata-rata 60,47 % KKM 48%
Dari tabel di atas dapat dilihat skor rata-rata hasil belajar 60,47 dengan presentase KKM 48%, disini terdapat 10 orang siswa yang telah tuntas atau mencapai KKM sedangkan masih ada 11 orang siswa yang belum tuntas atau belum mencapai KKM.
f. Refleksi
Pelaksanaan penelitian siklus pertama ini sudah cukup terlaksana dengan baik dan sudah dilakukan semaksimal mungkin meskipun masih banyak hal-hal yang harus diperbaiki supaya proses pelaksanaan penelitian dapat terlaksana dengan lebih baik lagi. Hasil analisis tes evaluasi yang menunjukan perolehan nilai ketuntasan klasikal siswa hanya sebesar 48%. Persentase tersebut belum mencapai indikator keberhasilan yang menjadi target dalam penelitian ini yaitu 80%. Dari data nilai tes evaluasi terdapat 11 orang siswa dari 21 orang siswa yang belum mencapai nilai KKM yang ditetapkan oleh sekolah sebesar 68. Sementara itu skor rata-rata kelas yang diperoleh dari hasil tes evaluasi hanya sebesar 60,47. Hal tersebut juga belum mencapai indikator keberhasilan yang menjadi target dalam penelitian ini yaitu dengan skor rata-rata kelas sebesar 73, oleh karena itu maka akan diadakan siklus kedua.
2. Siklus II
a. Perencanaan
Siklus kedua ini dilakukan dalam dua kali pertemuan. Pada pertemuan pertama dilakukan penyampaian materi menggunakan video beserta pengerjaan LKS dan presentasi hasil diskusi, sedangkan pada pertemuan kedua ini dilakukan pemberian tes evaluasi akir siklus kedua.
Sebelum memulai siklus kedua ini, peneliti bersama teman sejawat yang bertindak sebagai observer meninjau terlebih dahulu
permasalahan yang terjadi pada siklus pertama. Pada siklus pertama permasalahannya adalah masih belum berhasilnya pencapaian nilai kognitif siswa di mana hal tersebut dapat dilihat dari perolehan skor rata-rata kelas dan presentase nilai KKM yang belum mencapai target yang ditentukan. Hal ini terjadi karena peneliti belum terlalu mengenal karakter para siswa, suara berisik dari kelas lain yang terdengar sampai ke kelas tempat diadakan penelitian, kondisi kelas yang terlalu terang sehingga menyulitkan siswa dalam mengamati video yang diputar. Pada saat diskusi kelompok hanya sebagian anak saja yang benar–benar serius dalam mengerjakan LKS sehingga hal tersebut sangat mempengaruhi hasil belajar mereka. Maka untuk mencegah dan memperbaiki hasil belajar siswa menjadi lebih baik pada siklus kedua ini, peneliti lebih berhati-hati lagi dalam melakukan pendekatan dengan siswa, mengulang pemutaran video beberapa kali agar siswa lebih memahami dan membagi kelompok diskusi siswa menjadi lebih kecil di mana setiap kelompok terdiri dari 3-4 orang siswa, hal ini dilakukan agar seluruh siswa selalu berperan aktif dalam diskusi kelompok dan pengerjaan LKS.
b. Pelaksanaan Tindakan
Pada pertemuan siklus kedua ini peneliti dibantu teman sejawat yang menjadi observer dalam penelitian ini membagi siswa ke dalam kelompok yang lebih kecil dari pertemuan sebelumnya dan peneliti benar-benar mengkondisikan keadaan kelas yang terkadang
terganggu dengan suara berisik dari kelas lain. Selanjutnya peneliti memutarkan video tentang materi yang akan disampaikan pada siklus kedua ini dan siswa mulai mengamati video tersebut.
Gambar 4.3 Siswa Mengamati Video
Setelah mengamati video, siswa masuk ke dalam kelompok dan mengerjakan LKS. Setelah LKS selesai dikerjakan peneliti menunujuk perwakilan kelompok untuk mempresentasikan hasil diskusi di depan kelas.
Gambar 4.4 Siswa Kerja Kelompok dan Presentasi di Depan Kelas
Pada saat kelompok yang dipilih melakukan presentasi, kelompok lain mendengarkan dan menanggapi hasil presentasi kelompok. Setelah selesai presentasi peneliti bersama siswa
membahas LKS secara bersama-sama dan diakhiri dengan merangkum materi serta menginformasikan bahwa ada tes evaluasi pada pertemuan selanjutnya.
c. Observasi Tindakan
Peneliti bersama teman sejawat yang membantu dalam penelitian ini melakukan observasi terhadap kegiatan siswa di kelas menggunakan lembar observasi yang sudah disiapkan oleh peneliti. Tiap observer mengamati kelompok yang berbeda dari siklus sebelumnya. Tabel di bawah ini merupakan data hasil observasi kelompok siswa siklus kedua.
Tabel 4.4
Data Hasil Observasi Kelompok Siswa Siklus II
Kriteria Hasil
∑ Siswa %
Sangat baik 17 80,95
Baik 4 19,05
Tidak baik - -
Sangat tidak baik - -
d. Tes Evaluasi Siklus II
Proses pembelajaran siklus kedua ini diakhiri dengan tes evaluasi yang dilakukan pada pertemuan kedua. Hal ini dilakukan untuk mengetahui perubahan dan pencapaian indikator yang menjadi target dalam penelitian. Berikut merupakan data hasil tes evaluasi siswa pada siklus kedua.
Tabel 4.5
Data Hasil Tes Evaluasi Siklus II