• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB II : TINJAUAN PUSTAKA

K. Desain Sarana Rak File

Tabel 2.1 Desain Sarana Rak File No Dimensi Kesesuaian sarana

1 Panjang rak Ergonomis jika Panjang rak < Panjang Depa (persentil 5%)

2 Lebar rak Ergonomis jika Lebar Rak < Jangkauan Tangan Kedepan (persentil 5%)

Ergonomis jika lebar rak > panjang DRM ( jika posisi penyimpanan landscape kesamping ) Ergonomis jika lebar rak > lebar DRM ( jika posisi penyimpanan portrait kesamping )

3 Tinggi rak Ergonomis jika Tinggi rak <Jangkauan Tangan ke Atas (persentil 5%)

4 Tinggi Sub Rak Ergonomis jika Tinggi Sub Rak > Lebar DRM (

jika posisi penyimpanan landscape )

Ergonomis jika Tinggi sub rak > Panjang DRM (jika posisi penyimpanan portrait )

5 Jarak antar rak Ergonomis jika lebih lebar dari 2x lebar bahu petugas (persentil 95%)

Menurut Huffman jarak antar rak minimal (76.2 cm) untuk area sempit atau paling ideal (91.44 cm)

6 Sudut Rak Ergonomis jika Sudut Rak Tidak Tajam 7 Permukaan Ergonomis jika Permukaan Rata.[10]

Kerangka Teori

- TDF (Terminal Digit Filing) - MDF (middle Digit Filing) - SNF (Straight Numerical

Filing) Dimensi DRM

- Panjang DRM - Lebar DRM

- Posisi penyimpanan DRM

Antropometri

- Jangkauan tangan keatas - Panjang depa

- SNS (Serial Numbering System)

- SUNS (Serial Unit Numbering System)

L. Kerangka Konsep

BAB III

METODOLOGI PENELITIAN

A. Jenis Penelitian

Dalam penelitian ini, jenis penelitian yang digunakan adalah jenis penelitian deskriptif yaitu penelitian yang digunakan untuk menjelaskan suatu variabel tanpa membuat perbandingan atau hubungan. Metode yang digunakan adalah observasi yaitu penelitian yang diamati secara langsung terhadap sumber penelitian.

Sedangkan pengambilan data dilakukan secara observasi dan wawancara dengan pendekatan cross sectional yaitu pada saat penelitian.

B. Variabel Penelitian

1. Antropometri petugas unit rekam medis 2. Dimensi Rak file

3. Dimensi berkas DRM

4. Dimensi ruang unit rekam medis 5. Tata letak rak unit rekam medis

C. Definisi Operasional

Tabel 3.1 : Definisi Operasional

NO VARIABEL DEFINISI OPERASIONAL

1 Dimensi rak file Ukuran rak file yang terdiri dari panjang rak (cm), lebar rak (cm), tinggi rak (cm), tinggi sub rak (cm) lebar sub rak (cm) dan luas alas rak (cm2).

2 Antropometri petugas Ukuran petugas unit rekam medis meliputi : jangkauan tangan ke atas (cm), jangkauan tangan ke depan (cm), lebar bahu (cm) dan panjang depa (cm).

3 Dimensi DRM Dimensi DRM yaitu panjang DRM (cm), lebar DRM (cm), dan posisi penyimpanan DRM pada rak file

4 Dimensi ruang Filing Dimensi ruang filing terdiri dari panjang ruangan (cm), lebar ruangan (cm), tinggi ruangan (cm) dan luas ruangan (cm2) 5 Tata letak rak pada

unit RM

Penempatan rak file, meja dan sarana di unit rekam medis.

D. Populasi dan Sampel 1. Populasi

Populasi dalam penelitian ini adalah rak file rawat inap RSB Kusuma Semarang yang berjumlah dua buah rak file dan dua petugas filing rawat inap.

2. Sampel

Sampel dalam penelitian ini adalah satu rak file rawat inap karena dari kedua rak file yang ada memiliki desain dan ukuran yang sama, dan juga petugas filing rawat inap yaitu dua petugas.

E. Instrumen penelitian

Alat dan bahan yang digunakan untuk mendukung dilakukannya penelitian ini antara lain :

1. Meteran untuk mengukur rak filing yaitu panjang rak filing, lebar rak file, dan tinggi rak file serta mengukur antropometri petugas filing dan untuk mengukur dimensi ruang filing.

2. Penggaris untuk mengukur panjang dan lebar dokumen rekam medis.

3. Buku pedoman dan lembar observasi untuk di jadikan sebagai panduan dalam melakukan penelitian.

4. Kalkulator untuk menghitung ukuran persentil 5% dan 95%

antropometri petugas

5. Kamera untuk mengamati kegiatan pengambilan dan pengembalian DRM ke rak file.

F. Cara Pengumpulan Data

Pengumpulan data dilakukan secara observasi yaitu peneliti melakukan pengamatan langsung terhadap objek yang diteliti antara lain: desain rak file, dimensi ruang, dimensi berkas, dan antropometri petugas. Data yang di ambil yaitu :

a. Dimensi rak meliputi :

1) Panjang rak file : Diukur dari sisi kanan rak sampai ke sisi kiri rak file.

2) Lebar rak file : Diukur dari sisi depan rak hingga sisi belakang rak file.

3) Tinggi rak file : Diukur dari sisi atas rak hingga sisi bawah rak ( lantai ).

4) Tinggi sub rak : Diukur dari tinggi setiap sub rak yang ada.

5) Lebar sub rak : diukur dari sisi depan rak file hingga bagian dalam rak diukur secara horizontal.

6) Luas alas rak file : didapatkan dari hasil perhitungan panjang rak file x lebar rak file

b. Dimensi berkas :

1) Panjang DRM : Diukur dari sisi kanan ke sisi kiri DRM (sisi terpanjang DRM / landscape)

2) Lebar DRM : Diukur dari sisi atas DRM sampai ke sisi bawah DRM ( posisi penyompanan landscape )

3) Posisi penyimpanan DRM adalah landscape (mendatar).

c. Dimensi Ruang :

1) Lebar ruangan : Diukur dari sudut kanan ruangan sampai sudut kiri ruangan.

2) Panjang ruangan : Diukur dari sudut kanan ruangan sampai sudut kiri ruangan Sisi terpanjang ruangan.

3) Tinggi ruangan : Diukur dari sisi atas ruangan (langit – langit) sampai sisi bawah ruangan ( lantai).

4) Luas ruangan (cm2): hasil dari perhitungan panjang kali lebar ruangan.

d. Antropometri petugas unit rekam medis meliputi :

1) Jangkauan tangan ke atas : dengan cara mengukur jarak dari siku sampai pergelangan tangan. Subjek berdiri tegak dengan tangan disamping.

2) Jangkauan tangan kedepan : ukur jarak horizontal dari punggung sampai ujung jari tengah. Subjek berdiri tegak dengan betis, pantat, punggung merapat ke dinding tangan di rentangkan secara horizontal ke depan.

3) Panjang depa : diukur mulai dari ujung jari terpanjang tangan kiri sampai ujung jari tangan kanan. Subjek bediri tegak dengan tangan kanan direntangkan sejauh mungkin.

4) Lebar bahu : ukur jarak horizontal antara kedua lengan atas.

Subjek duduk tegak dengan lengan atas merapat ke badan dan lengan bawah direntangkan kedepan.

e. Melakukan wawancara langsung

Dilakukan untuk memperoleh data hambatan – hambatan yang mungkin ditemui dalam proses pengambilan dan pengembalian DRM.

G. Pengolahan Data

1. Editing

Memeriksa dan memperbaiki data apakah terdapat kekeliruan – kekeliruan pengisian, tidak lengkap, tidak sesuai, dan sebagainya. Dengan demikian diharapkan diperoleh data yang valid sehingga informasi yang disajikan dapat dipertanggung jawabkan.

2. Tabulasi

Hasil penelitian nantinya akan ditempatkan dalam bentuk tabel agar dapat dibaca dengan teliti dan dinilai kesesuaiannya secara deskriptif.

3. Penyajian data

Data disajikan dalam bentuk yang informatif dengan analisa deskriptif tanpa uji statistik.

H. Analisis Data

Analisis data secara deskriptif, yaitu dengan membandingkan dengan desain rak file dengan antropometri petugas, dan dimensi berkas DRM yang kemudian disimpulkan tanpa uji statistik, analisis data antropometri dalam desain rak file dengan tabel sebagai berikut :

Tabel 3.2 : Analisis Data dimensi rak antropometri dan dimensi DRM

No

Dimensi Rak

Antropometri Dimensi DRM Keterangan

1 Tinggi rak

Tabel 3.3 : Analisis Data Dimensi Rak Dengan Dimensi Ruang No Dimensi Rak Dimensi Ruang Keterangan 2 Panjang rak

file

Panjang depa Sesuai jika panjang

rak < panjang depa 3 Lebar rak file Jangkauan tangan

kedepan

panjang DRM 1. Sesuai jika lebar rak <JTD

2. Sesuai jika lebar rak > panjang DRM

4 Tinggi sub rak file

lebar DRM Sesuai jika tinggi sub rak < lebar DRM 5 Jarak antar

rak file

Lebar bahu Sesuai jika jarak

antar rak > 2x lebar bahu

1 Tinggi rak file Tinggi ruang Sesuai jika tinggi rak file < tinggi ruang

2 Luas alas rak file

Luas ruangan Sesuai jika luas alas rak file < luas ruangan

BAB IV

HASIL DAN PEMBAHASAN

A. Gambaran Umum Rumah Sakit

Rumah Sakit Bersalin Kusuma didirikan oleh Yayasan Warendra.

Tujuan dari pembangunan Rumah Sakit Bersalin Kusuma adalah membantu pemerintah Republik Indonesia untuk menyediakan pelayanan kesehatan maternal ibu dan bayi bagi segenap lapisan yang memerlukan mengingat masih sangat terbatasnya institusi yang menyelenggarakan pelayanan kesehatan maternal. Rumah Sakit Bersalin Kusuma kemudian dibuka secara resmi pada tanggal 16 Agustus tahun 1987.

Status akreditasi yang diperoleh Rumah Sakit Bersalin Kusuma Semarang adalah tingkat ”B”. Rumah Sakit Bersalin Kusuma mempunyai bagian pelayanan yang menangani pendokumentasian berkas pasien yaitu berkas rekam medis, dan yang tidak kalah pentingnya yaitu bagian penyimpanan dokumen rekam medis pasien yaitu bagian Filing, yang diamati penulis disini adalah menganalisa desain tempat penyimpanan dokumen rekam medis ( rak file ) terhadap bentuk dan ukuran DRM, antropometri petugas dan ukuran luas ruang filing yang diharapkan nantinya dapat meningkatkatkan kinerja dan produktifitas petugas.

Rak file rawat inap Rumah Sakit Bersalin Kusuma Semarang dapat digambarkan sebagai berikut :

1. Rak file rawat inap yang terletak menjadi satu dengan ruang rekam medis yang berada dilantai 2 Rumah Sakit Bersalin Kusuma Semarang.

2. Jumlah rak file rawat inap terdapat dua rak dengan ukuran dan desain rak yang sama.

3. Desain rak file berupa satu sisi dengan sisi depan terdapat kaca sebagai penutup.

4. Rak file diletakkan di sudut ruang rekam medis dengan posisi leter L hal ini dimaksutkan agar tidak terlalu memakan tempat mengingat unit rekam medis yang sempit dan masih terdapat meja petugas.

B. Hasil Pengamatan

1. Desain dan ukuran Rak File Unit Rekam Medis

Desain rak file rawat inap Rumah Sakit Bersalin Kusuma Semarang berupa rak yang terbuat dari bahan alumunium dengan penutup kaca didepannya. Terdapat 2 buah rak file, setiap 1 rak file terdiri dari 6 sub rak. Ukuran rak file rawat inap RSB Kusuma Semarang dapat dilihat pada tabel dibawah ini :

Tabel 4.1 : Ukuran Rak File Rawat Inap Rumah Sakit Bersalin Kusuma Semarang.

No Variabel Ukuran (cm)

1 Panjang rak file 225 cm

2 Lebar rak file 50 cm

3 Tinggi rak file 300 cm

4 Lebar sub rak 50 cm

5 Tinggi sub rak 38 cm

6 Luas alas rak 11,250 cm2

Sumber : data primer tahun 2013

Dari tabel diatas didapatkan panjang rak file 225 cm, lebar rak file dan lebar sub rak memiliki ukuran yang sama yaitu 50 cm, tinggi rak file 300 cm, tinggi sub rak 38 cm dan luas alas rak file 11,250 cm2 didapatkan dari panjang rak × lebar rak.

2. Tata Letak Rak File di Unit Rekam Medis Gambar 4.1 : tata letak ruang rekam medis

Skala 1 :

Sumber : sumber data primer

288 cm

Keterangan : Skala : 1 : 25 cm 1 = Analising / Reporting a = pintu ke meja assmbling

2 = Koding b = meja assembling ke meja koding 310cm. Di unit rekam medis ini terdapat 2 rak file dimana tiap raknya terdiri dari 2 rak yang ditumpuk menjadi satu.

3. Antropometri Petugas Unit Rekam Medis

Antropometri petugas unit rekam medis Rumah Sakit Bersalin Kusuma Semarang dapat dilihat pada tabel berikut :

Tabel 4.2 : Ukuran Antropometri Petugas unit rekam medis

No Jenis ukuran

Sumber : data primer tahun 2013

Keterangan :

X = nilai rata – rata dari perbandingan ukuran antropometri kedua petugas filing

5% = persentil 5 95% = persentil 95

SD = Standart Devisiasi

Dari data tabel antropometri diatas yang digunakan untuk menilai kesesuaian rak file dengan antropometri adalah ukuran persentil 5%.

Didapatkan jangkauan tangan ke atas 178,7 cm, panjang depa 146,02 cm, jangkauan tangan kedepan 63,02 cm, dan lebar bahu 45,7 cm.

4. Dimensi berkas Rekam Medis di Bagian Filing Unit Rekam Medis Dimensi berkas rekam medis Rumah Sakit Bersalin Kusuma Semarang dapat dilihat pada tabel dibawah ini :

Tabel 4.3 Ukuran Berkas Rekam Medis Rawat Inap No Variabel Ukuran ( cm )

1 Panjang berkas 40

2 Lebar berkas 25

Sumber : data primer tahun 2013

Dari tabel pengamatan di atas didapatkan panjang berkas 40 cm dan lebar berkas 25 cm. Posisi penyimpanan DRM rawat inap adalah landscape (horizontal), dimana panjang DRM sejajar dengan lebar rak file dan lebar DRM sejajar dengan tinggi sub rak.

5. Dimensi Ruang Unit Rekam Medis RSB Kusuma Semarang

Dimensi ruang unit rekam medis Rumah Sakit Bersalin Kusuma Semarang dapat dilihat pada tabel berikut :

Tabel 4.4 : Ukuran Ruang Filing

No Variabel Ukuran

1 Panjang Ruangan 383 cm

2 Lebar ruangan 288 cm

3 Tinggi ruangan 310 cm

4 Luas ruangan 110,301 cm2 Sumber : data primer tahun 2013

Ukuran luas ruangan didapatkan dari hasil perhitungan (panjang ruangan × lebar ruangan).

6. Kesesuaian Antropometri Petugas dengan Rak File

Berikut adalah tabel Kesesuaian dimensi rak file dengan antropometri petugas unit rekam medis Rumah Sakit Bersalin Kusuma Semarang.

Tabel 4.5 : Kesesuaian Rak File dengan Antropometri Petugas unit melebihi dari panjang depa persentil 5%

petugas.

Sumber : data primer tahun 2013 Berdasarkan tabel diatas :

Tinggi rak file Rumah Sakit Bersalin Kusuma Semarang tidak sesuai karena tinggi rak file lebih tinggi dari persentil 5% ukuran antropometri petugas jangkauan tangan keatas, yaitu ukuran rak file (300 cm) lebih tinggi dari pada persentil 5% jangkauan tangan ke atas petugas filing (178,7 cm).

Lebar rak file Rumah Sakit Bersalin Kusuma Semarang sudah sesuai karena lebar rak file kurang dari persentil 5% panjang jangkauan tangan kedepan yaitu lebar rak (50 cm) kurang dari persentil 5% panjang jangkauan tangan kedepan (63,02 cm).

Panjang rak file Rumah Sakit Bersalin Kusuma Semarang tidak sesuai karena panjang rak file lebih dari persentil 5% panjang depa yaitu panjang rak (225 cm) lebih dari persentil 5% panjang depa (146,02 cm).

7. Kesesuaian desain rak file dengan dimensi berkas

Kesesuaian dimensi rak file dengan dimensi berkas rekam medis Rumah Sakit Bersalin Kusuma Semarang.

Tabel 4.6 : Kesesuaian Desain Rak File dengan Dimensi Berkas

No Dimensi Rak

Sumber : data primer tahun 2013

Berdasarkan tabel diatas dapat diketahui bahwa :

Kedalaman sub rak sudah sesuai karena panjang DRM kurang dari panjang kedalaman sub rak, yaitu panjang DRM posisi penyimpanan landscape 40 cm kurang dari kedalaman sub rak 50 cm.

Tinggi sub rak sudah sesuai karena tinggi sub rak lebih tinggi dari tinggi sisi DRM posisi penyimpanan landscape, yaitu tinggi sub rak 38 cm lebih besar dari lebar DRM (posisi penyimpanan landscape) 25cm.

8. Kesesuaian rak file dengan dimensi ruang unit rekam medis Berikut adalah tabel kesesuaian dimensi rak file dengan dimensi ruang unit rekam medis Rumah Sakit Bersalin Kusuma Semarang.

Tabel 4.7 : Kesesuaian Antara Desain Rak File dengan Dimensi Ruang unit rekam medis

No Dimensi rak file Dimensi ruang Penilaian kesesuaian Sumber : data primer tahun 2013

Berdasarkan tabel diatas dapat diketahui bahwa :

Tinggi rak file sudah sesuai dengan tinggi ruangan yaitu tinggi rak file 300 cm kurang dari tinggi ruangan 310 cm. Luas alas rak file sudah sesuai dengan luas ruang filing rawat inap Rumah Sakit Bersalin Kusuma Semarang yaitu luas alas rak file 22,500 cm2 (didapatkan dari 11,250 cm2 × 2) kurang dari luas ruang filing 110,301 cm2.

9. Kesesuaian Tata Letak Rak File Berdasarkan Dimensi Ruang Unit Rekam Medis

Tata letak meja kerja harus sesuai dengan urutan kerja dari unit rekam medis lainnya sehingga dapat meningkatkan kualitas mutu

pelayanan. Tata letak rak file juga harus disesuaikan ruangan yang ada agar tidak menghambat pekerjaan petugas rekam medis.

Tabel 4.8 : Kesesuaian Tata Letak rak File dan Sarana Kerja Berdasarkan Dimensi Ruang

No Tata Letak Dimensi Ruang Penilaian Kesesuaian 1. Rak File Dekat dengan

Sumber : data primer tahun 2013

Di dalam ruang Unit Rekam Medis Rumah Sakit Bersalin Kusuma Semarang terdapat 3 meja petugas RM (assembling, koding, dan analising / reporting), pada meja pertama yang terletak di dekat pintu adalah meja petugas analising/ reporting dengan jarak 103 cm dari pintu unit rekam medis, pada kanan meja analising/ reporting terdapat meja koding dengan jarak 25 cm dan sebelah meja koding terdapat meja assembling beserta lemari kecil yang digunakan untuk menyimpan lembar rekam medis dari ketiga meja petugas tersebut meja menghadap ke dinding ruangan. Di ruang unit rekam medis terdapat 2 rak file rawat inap yang memiliki tinggi melebihi antropometri petugas unit rekam medis, rak file tersebut memiliki tinggi keseluruhan 300 cm, panjang 225cm, dan

lebar 50 cm. Tidak ada jarak antara 1 rak dengan rak yang lain. Rak filing di tata pada sisi ruangan menyerupai leter L. Di ruang rekam medis terdapat gang utama dengan ukuran 128 cm. Tata letak meja yang digunakan untuk penerimaan dokumen rekam medis ke meja assembling sangat jauh dari pintu, sehingga mengganggu kenyamanan petugas lain khususnya petugas analising/ reporting yang letaknya dekat dengan pintu masuk. Dikarenakan ruangan yang sepit sehingga jarak antar meja belum sesuai, menurut dengan jarak antar meja yang sesuai yaitu 70-80 cm, khususnya pada meja koding dengan meja assembling yang diletakan sangat berdekatan. Kekurangan dari tata letak ruang tersebut adalah pada tatanan rak file yang ditumpuk ke atas sehingga pengambilan dokumen rekam medis pada rak file mengalami kesulitan selain itu petugas harus menggunakan alat bantu untuk mengambil dokumen rekam medis yang letaknya di sub rak bagian atas. Pada penataan meja petugas assembling kurang tepat karena lebih jauh dari pintu Dengan menggunakan tata letak tersebut memudahkan petugas dalam melaksanakan tugas pekerjaannya, karena banyak ruang di gang utama.

C. Pembahasan

Berdasarkan pengamatan terhadap desain rak file Rawat Inap Rumah Sakit Bersalin Kusuma Semarang dari aspek antropometri petugas, ukuran berkas rekam medis serta dimensi ruang filing, maka didapatkan hal sebagai berikut :

1. Antropometri terhadap desain rak

Panjang rak file 225 cm dibandingkan dengan panjang depa persentil 5% 146,02 cm maka penilaian secara ergonomis tidak sesuai karena panjang depa petugas kurang dari panjang rak file.[10]

Hal ini diperjelas dari hasil wawancara petugas unit rekam medis bahwa petugas merasa kesulitan pada saat pengambilan maupun pengembalian berkas rekam medis. Selain itu petugas akan mudah lelah karena petugas harus berjalan agar dapat menggapai DRM yang terletak di sisi kanan dan sisi kiri rak. Panjang rak juga dapat menentukan jumlah kapasitas berkas yang disimpan supaya pemeliharaan DRM dapat terpelihara dengan baik dan tidak mudah rusak. Perlindungan DRM sangat penting dimana DRM merupakan salah satu bagian yang penting dalam menjalankan organisasi dalam rumah sakit. Pendokumentasian dan perlindungan hukum bagi pasien, tenaga medis atau dokter ataupun rumah sakit.[3]

Lebar rak file 50 cm dibandingkan dengan jangkauan tangan kedepan persentil 5% 63,02 cm maka penilaian secara ergonomis sudah sesuai karena lebar rak file kurang dari jangkauan tangan kedepan persentil 5%.[10] Diperjelas dengan hasil wawancara petugas unit rekam medis petugas dapat mudah mengambil maupun pengembalian DRM ketempat semula. Sehingga pelayanan yang diberikan akan lebih cepat dan dapat menghemat waktu pada saat pencarian DRM.

Tinggi rak file 300 cm dibandingkan dengan jangkauan tangan ke atas petugas persentil 5% 178,7 cm maka penilaian secara

ergonomis tidak sesuai karena jangkauan tangan ke atas persentil 5% petugas kurang dari tinggi rak file.[10] Dari hasil wawancara petugas unit rekam medis petugas mengalami kesulitan dalam pengambilan maupun pengembalian DRM yang letaknya berada di sub rak paling atas. Hal ini sangat mengganggu petugas pada saat pengambilan maupun pengembalian DRM karena petugas harus menggunakan alat bantu berupa tangga maupun kursi untuk menggapai DRM yang letaknya berada di sub rak paling atas. Selain itu dapat mengurangi kecepatan petugas sehingga petugas akan mudah lelah,di sisi lain penggunaan alat bantu berupa tangga atau kursi dapat menimbulkan kecelakaan kerja petugas (jatuh).

2. Dimensi berkas terhadap desain rak

Dimensi tinggi sub rak 38 cm dengan ukuran dimensi lebar DRM 25 cm (posisi penyimpanan secara landscape) maka penilaiannya secara ergonomis sudah sesuai karena tinggi sub rak kurang dari lebar DRM posisi landscape.[10] Sehingga dokumen yang disimpan akan tertata rapi dan tidak mudah rusak. Terlihat dari DRM yang disimpan pada rak file rawat inap, DRM dapat tertata dengan rapi dan tidak ada DRM yang rusak. Diperjelas dengan hasil wawancara petugas yang menyatakan bahwa dokumen yang disimpan petugas jarang terjadi kerusakan. Melihat perlindungan DRM sangat penting dimana DRM merupakan salah satu bagian yang terpenting dalam menjalankan organisasi dalam suatu rumah sakit karena DRM dapat

di jadikan sebagai bukti hukum bagi pasien, tenaga medis atau dokter ataupun rumah sakit yang bersangkutan.[3]

Dimensi lebar sub rak 50 cm dengan ukuran dimensi panjang DRM 40 cm (posisi penyimpanan landscape) maka penilaiannya secara ergonomis sudah sesuai karena lebar sub rak lebih dari panjang DRM posisi landscape.[10] Sehingga DRM yang disimpan akan lebih aman karena DRM yang disimpan lebih menjorok kedalam dari sisi depan rak. Selain aman DRM yang disimpan akan tertata rapi dan dapat memudahkan petugas pada saat melakukan pencarian maupun pengambilan DRM. Hal ini dapat meminimalisir terjadinya kerusakan DRM pada saat pengambilan maupun pengembalian DRM ke rak file.

3. Dimensi ruang filing terhadap desain rak

Dimensi tinggi ruang filing 300 cm dengan ukuran tinggi rak file 310 cm sudah sesuai karena tinggi ruang filing lebih tinggi dari tinggi rak file. Sehingga sisi atas rak file yang disimpan tidak berhimpitan dengan atap ruang filing.

Dimensi luas ruangan 110.301 cm2 dengan ukuran luas alas rak file 22,500 cm2 (2 rak file) sudah sesuai karena luas ruangan lebih luas dari luas alas rak file. Di tambah lagi rak file yang diletakkan pada sisi ruangan berbentuk leter L sehingga rak file yang disimpan tidak menghabiskan tempat di ruang filing dan tidak mengganggu ruang kerja petugas filing.

4. Tata Letak Rak Filing dan Sarana terhadap Dimensi Ruang

Dalam mengatur tata letak meja kerja perlu diperhatikan bahwa peralatan kerja yang dibutuhkan petugas hendaknya dekat dengan penggunannya. Ruang kerja ditentukan oleh jumlah staf, meja kerja,

Dalam mengatur tata letak meja kerja perlu diperhatikan bahwa peralatan kerja yang dibutuhkan petugas hendaknya dekat dengan penggunannya. Ruang kerja ditentukan oleh jumlah staf, meja kerja,

Dokumen terkait