• Tidak ada hasil yang ditemukan

ٱ Manajemen dipadang sebagai seni, kiat dan ilmu. 25 Seni karena

PAPARAN DATA DAN TEMUAN PENELITIAN

A. Paparan Data Dan Temuan Situs I di MTsN Model Praya

2) Desain Standar Proses

Desain perencanaan inovasi pembelajaran dimulai dari rancangan kurikulum yang disusun berdasarkan standar Nasional atau penyusunan dan pengembangan Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP) mengacu pada UndangUndang Nomor 20 tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional. Pasal 36 Ayat (2) menegaskan bahwa kurikulum pada semua jenjang dan jenis pendidikan dikembangkan dengan prinsip diversifikasi sesuai dengan satuan pendidikan, potensi daerah, dan peserta didik. Serta mengacu pada standar nasional pendidikan terdiri atas standar isi, proses, kompetensi lulusan, tenaga kependidikan, sarana dan prasarana, pengelolaan, pembiayaan dan penilaian pendidikan. Dua dari delapan standar nasional pendidikan tersebut, yaitu Standar Isi (SI) danStandar Kompetensi Lulusan (SKL) merupakan acuan utamabagi satuan pendidikan dalam mengembangkan kurikulum.46

Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP) adalah kurikulum operasional yang disusun oleh dan dilaksanakan di

masing satuan pendidikan. Sesuai dengan amanat Peraturan Pemerintah Republik Indonesia nomor 19 tahun 2005 bahwa Kurikulum Satuan pada jenjang Pendidikan Dasar dan Menengah pada standar isi dan standar kompetensi lulusan serta berpedoman pada panduan dari Badan Standar Nasional Pendidikan. Penyusunan KTSP didasarkan pada perundangan dan yang ditetapkan pemerintah, yang secara hirarkis antara lain : 1) UU Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional, 2) PP Nomor 19 Tahun 2005 tentang Standar Nasional Pendidikan, 3) Permendiknas Nomor 22 Tahun 2006 tentang Standar Isi, 4) Permendiknas Nomor 23 Tahun 2006 tantang Standar Kompetensi Lulusan, dan 5) Permendiknas Nomor 24 Tahun 2006 tentang pelaksanaan Permendiknas nomor 22 Tahun 2006 dan Nomor 23 Tahun 2006.

Sumargianto47 mengatakan, struktur kurikulum yang dikembangkan di MTsN Model Praya mengacu kepada Peraturan Pemerintah Nomor 19 Tahun tentang Standar Nasional Pendidikan pasal 6 ayat (1) menyatakan bahwa kurikulum untuk jenis pendidikan umum, dan khusus pada jenjang pendidikan dasar dan terdiri atas komponen mata pelajaran, komponen lokal dan komponen pengembangan diri. Komponen-komponen tersebut dapat dijabarkan sebagai berikut:

Komponen mata pelajaran terdiri dari lima kelompok mata

pelajaran, yaitu : 1) Kelompok mata pelajaran agama dan akhlak mulia, dimaksudkan untuk membentuk peserta didik menjadi manusia yang beriman dan bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa serta berakhlak mulia. Akhlak mulia mencakup etika, budi pekerti, atau moral sebagai perwujudan dari pendidikan agama, 2) Kelompok mata pelajaran kewarganegaraan dan kepribadian, dimaksudkan untuk peningkatan kesadaran dan wawasan peserta didik akan status, hak, dan kewajibannya dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara, serta peningkatan kualitas dirinya sebagai manusia, 3) Kelompok mata pelajaran ilmu pengetahuan dan teknologi,dimaksudkan untuk mengenal, menyikapi, dan mengapresiasi ilmu pengetahuan dan teknologi, serta menanamkan kebiasaan berpikir dan berperilaku ilmiah yang kritis, kreatif dan mandiri, 4) Kelompok mata pelajaran estetika, dimaksudkan untuk meningkatkan sensitivitas, kemampuan mengekspresikan dan kemampuan mengapresiasi keindahan dan harmoni, dan 5) Kelompok mata pelajaran jasmani, olahraga dan kesehatan, dimaksudkan untuk meningkatkan potensi fisik serta mcnanamkan sportivitas dan kesadaran hidup sehat.48

Komponen muatan lokal dimaksudkan untuk mengembangkan kompetensi yang disesuaikan dengan ciri khas madrasah dan potensi daerah, termasuk keunggulan daerah. Muatan lokal yang

diselenggarakan di MTs.N Model Praya adalah muatan lokal yang mengacu pada potensi daerah dan potensi madrasah.

Pengembangan potensi daerah diwujudkan dengan memaksukkan Bahasa Sasak sebagai mata pelajaran muatan lokal, sedangkan untuk membangkan potensi madrasah, MTs.N Model Praya menyelenggarakan pelajaran Nahwu Shorof yang masing- masing dengan alokasi waktu 2 jam pelajaran.

Komponen Pengembangan Diri (PD) dimaksudkan untuk memberikan kesempatan kepada peserta didik untuk mengembangkan dan mengekspresikan diri sesuai dengan kebutuhan, bakat, dan minat setiap peserta didik sesuai dengan kondisi madrasah. Pengembangan diri di MTsN Model Praya diwujudkan dalam bentuk program-program sebagai berikut:

1) Bimbingan dan Konseling meliputi kegiatan bimbingan karir, bimbingan sosial, bimbingan pribadi dan bimbingan belajar.

2) Pembinaan bilingual bahasa (bahasa Inggris, bahasaArab).

3) Pembinaan pidato empat bahasa (bahasa Inggris, bahasa Arab, bahasa Indonesia dan bahasa Sasak).

4) Pembinaan bidang seni yang meliputi seni Baca Alqur'an, Qasidah, Marawis, dan seni Kaligrafi.

5) Pembinaan dan Bimbingan Persiapan Olimpiade MIPA.

6) Pembinaan Olahraga (Sepak Bola, Bolavolly, Badminton, Bola Basket).

7) Pembinaan Bahasa Inggris dan Bahasa Arab. 8) Teather dan Mading.49

Komponen pendidikan kecakapan hidup dimaksudkan untuk memberikan bekal kepada para peserta didik setelah mereka menyelesaikan jenjang pendidikan di MTsN Model Praya. Pendidikan Kecakapan Hidup ini dikembangkan melalui kegiatan ekstra-kurikuler meliputi : 1) kegiatan Palang Merah Remaja dan UKS, 2) Kepramukaan, bertujuan untuk melatih keterampilan personal, dan 3) Keterampilan sosial dan keterampilan vokasional sederhana peserta didik. Sementara komponen pendidikan berbasis keunggulan lokal dan global dikembangkan sebagai upaya untuk menggali potensi lokal yang dimiliki oleh MTsN Model Praya sehingga mampu menunjukkan ekstensi secara lokal maupun secara global.

Ruang lingkup pendidikan berbasis keunggulan lokal dan global ini melalui kegiatan :

1) Kegiatan Seni Beladiri (Karate Doo Joo) bertujuan untuk menggali potensi peserta didik dalam bidang olahraga beladiri supaya mampu bersaing di tingkat yang lebih tinggi sampai tingkat nasional.

2) Membentuk English Conversation Club (ESC) bertujuan untuk memberikan wadah bagi para peserta didik untuk lebih mempraktekkan bahasa Inggris dalam berkomunikasi yang diwujudkan dengan menyelenggarakan English zone dan Arabic

zone di lingkungan madrasah.

3) Kegiatan Drumb Band untuk memberikan wadah kepada para peserta didik untuk mengapresiasikan sumber daya dan kemampuannya dalam bidang seni.50

Komponen kegiatan pembiasaan meliputi: 1) Apel pagi Senin

2) Muhadharah dengan membaca iqrar, doa, pidato 3 bahasa (Indonesia, Inggeris dan Arab).

3) Setiap pagi Jumat Sholat sunnat Duha, pembacaan surat Yasin, Al-Waqiah, Al-Mulk dan Surat pendek Juz Amma, Zikir dan Doa. 4) Di dalam kelas; setiap awal masuk (pagi) membaca Al Qur'an. 5) Membuka pelajaran dengan membaca Basmalah dan iqrar dan

mengakhiri pelajaran dengan membaca doa kafaratulmajlis. 6) Shalat Dhuha dan Sholat Zuhur berjamaah51

Distribusi jam pelajaran dilihat dari beban belajar satuan pendidikan MTsN Model Praya dilaksanakan dengan menggunakan sistem paket. Sistem paket ini adalah sistim penyelenggaraan program pendidikan yang pesertanya diwajibkan mengikuti seluruh program pembelajaran dan yang sudah ditetapkan untuk setiap kelas sesuai dengan struktur kurikulum tingkat satuan pendidikan tersebut.52

Beban pelajaran setiap mata pelajaran dinyatakan dalam satuan pembelajaran. Beban belajar dirumuskan dalam bentuk satuan waktu 50Dokumentasi, Buku Profil MTsN 1 Model Praya

51Dokumentasi, Buku Profil MTsN 1 Model Praya