DESAIN STASIUN KERJA
9.5. Desain Stasiun Kerja dan Sikap Kerja Duduk
Posisi tubuh dalam kerja sama ditentukan oleh jenis pekerjaan yang dilakukan. Masing-masing posisi kerj mempunyai pengaruh yang berbeda-beda terhadap tubuh. Grandjean (1993) berpendapat bahwa bekerja pada posisi duduk mempunyai keuntungan antara lain : pembebanan pada kaki, pemakaian energy dan keperluan untuk sirkulasi darah dapat dikurangi.
Namun demikian kerja dengan sikap duduk terlalu lama dapat menyebankan otot perut melembek atau tukang belakang yang melengkung sehingga cepat lelah. Sedangkan Clark (1995), menyatakan bahwa desain stasiun kerja dengan posisi dudk mempunyai derajat stbulitas tubuh yang tinggi, mengurangi kelelahan dan keluhan subjektif bila bekerja lebih dari dua jam. Di samping itu tenaga kerja juga dapat mengendalikan kaki untuk melakukan gerakan.
Mengingat posisi duduk mempunyai keuntungan maupun kerugian, maka untuk mendapatkan hasil kerja yang lebih baik tanpa pengaruh buruk pada tubuh, perlu dipertimbangkan pada jenis pekerjaan apa saja yang sesuia dilakukan dengan posisi duduk. Untuk maksud tertentu, Pulat (1992) memberikan pertimbangan tentang pekerjaan yang paling baik dilakukan dengan posisi duduk adalah sebagai berikut :
1. Pekerjaan yang memerlukan control dengan teliti pada kaki 2. Pekerjaan utaman adalah menulis atau memerlukan
katelitian pada tangan
3. Tidak diperluka tenaga dorong atau besar
4. Objek yang dipegang tidak memerlukan tangan bekerja pada ketinggian lebih dari 15 cm dari landasan kerja
5. Diperlukan tingkat kestabilan tubuh yang tinggi 6. Pekerjaan dilakukan pada waktu yang lama
7. Seluruh objek yang dikerjakan atau disuplai amsih dalam jangkauan dengan posisi duduk
Pada pekerjaan yang dilakukan dengan posisi duduk, tempat dudu yang dipakai harus memungkinkan untuk melakukan variasi perubahan tubuh. Ukuran tempat duduk disesuai dengan dimensi ukuran ontropometri pemakainya. Fleksi lutut membentuk sudut 90º dengan telapak kaki bertumpu pada kaki atau injakan kaki (Pheasant 1988). Jika landasan kerja terlalu rendah, tulang belakang akan membentuk kedepan, dan jika terlalu tinggi bahu akan terangkat dari posisi rileks, sehingga menyebabkan bahu dan leher menjadi tidak nyaman. Sanders dan McCormick (1987) memberikan pedoman untuk mengatur ketinggian landasan kerja pada posisi kerja sebagai berikut :
1. Jika memungkinkan menyediakan meja dan dapat diatur turun dan naik
2. Landasan kerja harus memungkinkan lengan menggantung pada posisi rileks pada bahu, dengan lengan bawah mendekati posisi horizontal atau sedikit menurun (sloping dwon slightly)
3. Ketinggian landasan kerja tidak memerlukan fleksi tulang belakang yang berlebihan
Gambar.9.5. Desain Stasiun Kerja dan Sikap Kerja Duduk 9.6. Desain Stasiun Kerja dan Sikap Kerja Berdiri
Selain posisi kerja duduk, posisi berdiri juga banyak ditemukan diperusahaan. Sperti halnya posisi duduk, posisi kerja
berdiri juga mempunyai keuntungan maupun kerugian. Menurut Sutalaksana (2000), bahwa sikap berdiri merupakan sikap siaga baik fisik maupun mental, sehingga kativitas kerja yang dilakukan lebih cepat kuat dan teliti. Namun demikian, posisi duduk keberdiri dengan masih menggunakan alat kerja yang sama akan melelahkan. Pada dasarnya berdiri itu sendiri lebih melelahkan dari pada duduk dan energy yang dikeluarkan untuk berdiri lebih banyak 10-15% dibandingkan dengan duduk.
Pada desain stasiun kerja berdiri, apa bila tenaga kerja harus bekerja untuk periode yang lama, maka factor kelelahan menjadi utama. Untuk meminimalkan pengaruh kelelahan dan keluhan subjektif maka pekerjaan harus di desain agar tidak terlalu banyak menjangkau, menbungkuk, atau melakukan gerakan dengan posisi kepala yang tidak alamiah. Untuk maksud tersebut Pulat (1992) dan Clark (1996) memberikan pertimbangan tentang pekerjaan yang paling baik di lakukan dengan posisi berdiri adalah sebagai berikut;
1. Tidak tersedia tempat untuk kaki dan lutut
2. Harus memegang objek yang berat (lebih dari 4,5 kg) 3. Sering menjangkau ke atas, kebawah, dan ke samping 4. Sering di lakukan pekerjaan dengan menekan ke bawah 5. Di perlukan mobilitas tinggi
Dalam mendesain ketinggian landasan kerja untuk posisi berdiri, secara perinsip hamper sama dengan desain ketinggian landasan kerja posisi duduk. Manuaba (1986), Sanders dan McCormick (1987) Grandjean (1993) memberikan rekomendasi ergonomis tentang ketinggian landasan kerja posisi berdiri di dasarkan pada ketinggian siku berdiri sebagai berikut
1. Untuk pekerjaan memerlukan ketelitian dengan maksud untuk mengurangi pembebanan statis pada otot bagian belakang, tinggi landasan kerja adlah 5-10 cm diatas tinggi siku berdiri.
2. Selama kerja manual, di mna pekerja sering memerlukan ruangan untuk peralatan, material dan konteiner dengan berbagai jenis, tinggi landasan kerja adalah 10-15 cm di bawah tinggi siku berdiri.
3. Untuk pekerjaan yang memerlukan penekanan dengan kuat, tinggi landasan kerja adalah 15-40 cm di bawah tinggi siku berdiri.
Gambar.9.6. Desain Stasiun kerja kerja dan sikap kerja berdiri. 9.7. Desain Stasiun Kerja dan Sikap Kerja Dinamis
Desain stasiun kerja sangat di tentukan oleh jenis dan sifat pekerjaan yang dilakukan baik desain stasiun kerja untuk posisi duduk maupun berdiri keduanya menpunyai kerugian dan keuntungan. Clark (1996) mecoba menganbil keuntungan dari kedua posisi tersebut dan mengkombinasikan desain stasiun kerja untuk posisi duduk dan berdiri menjadi suatu desain dengan batasan sebagai berikut :
1. Pekerjaan di kakukan dengan duduk pada suatu saat dan pada saat lainnya du lakukan dengan berdiri saling bergantian
2. Perlu menjangkau sesuatu lebih dari 40 cm kedepan dan atau 15 cm di atas landasan kerja
3. Tinggi landasan kerja dengan kisaran antara 90-120 cm, merupakan ketinggian yang paling terpat baik untuk posisi duduk maupun berdiri
Sedangkan Das (1991) dan Pulat (1992) menyatakan bahwa posisi duduk-berdiri merupakan posisi terbaik dan lebih di kehendaki daripada hanya posisi duduk saja atai berdiri saja. Hal tersebut di sebabkan karena memungkinkan pekerja berganti posisi kerja untuk mengurangi kelelahan otot karena sikap paksa dalam sati posisi kerja.
Gambar. 9.7. Desain Stasiun kerja dan sikap kerja Dinamais.