• Tidak ada hasil yang ditemukan

Deskripsi Data Aspek-aspek Resiliensi

BAB IV. HASIL PENELITIAN

A. Deskripsi Data

2. Deskripsi Data Aspek-aspek Resiliensi

Dipaparkan data-data yang sudah didapat selama penelitian bersama dengan masing-masing subjek mengenai aspek-aspek dalam resiliensi. Deskripsi data berupa jawaban subjek yang dituliskan dalam pernyataan tidak langsung, yang merupakan percakapan dalam verbatim serta telah direduksi. Peneliti juga akan memaparkan hasil observasi yang telah peneliti dapatkan saat melakukan observasi mengenai masing-masing subjek terkait aspek-aspek resiliensi. Berikut adalah deskripsi data pada aspek-aspek resiliensi pada masing-masing subjek:

a. Bu Sri

1) Aspek Regulasi Emosi

Berdasarkan hasil wawancara, bu Sri mengatakan bahwa, bu Sri sanggup mengolah emosi-emosi dalam dirinya dengan melakukan meditasi dan mengikuti doa ignasian. Hal ini diperkuat oleh significant other dari bu Sri mengatakan bahwa, bu Sri memiliki pengaturan emosi yang baik dengan melihat segala sesuatu dari sudut positif.

2) Aspek Pengendalian Impuls

Berdasarkan hasil wawancara, bu Sri mengatakan bahwa, bu Sri mengikuti apa yang dokter katakan, karena menurutnya dokter lebih tahu

mana yang terbaik untuk kesehatannya. Significant other dari bu Sri mengatakan hal yang serupa bahwa bu Sri cenderung taat pada saran dokter dan sungguh menjaga pola makan. Kemudian data observasi memaparkan bahwa bu Sri selalu meminum jus 1 jam sebelum makan dan tidak memakai penyedap rasa saat makan, karena bu Sri ingin menjaga pola makan dan belajar hidup sehat.

3) Aspek Optimisme

Berdasarkan hasil wawancara, bu Sri mengatakan bahwa dirinya memiliki keyakinan Tuhan pasti menyembuhkannya apalagi ditambah dengan melakukan pengobatan dengan benar. Significant other dari bu Sri mengatakan hal yang serupa bahwa bu Sri sangat optimis, berjuang untuk kesembuhan penyakitnya. Data observasi juga memaparkan bahwa bu Sri tetap berobat meskipun beliau harus mengantri lama dan harus bangun pagi-pagi bahkan bolak-balik tempat kerja-rumah sakit hanya untuk berobat.

4) Aspek Kemampuan Menganalisis Masalah

Berdasarkan hasil wawancara, bu Sri mengungkapkan bahwa dirinya terkena kanker payudara pada usia 45 tahun dan saat itu sedang berada di puncak karir karena obat untuk menghentikan ASI disertai pola hidup yang kurang sehat. Hal serupa juga diungkapkan oleh significant other dari bu Sri bahwa bu Sri menderita kanker pada saat subjek berada di puncak karir.

5) Aspek Empati

Berdasarkan hasil wawancara, bu Sri mengungkapkan bahwa dirinya berusaha memberikan motivasi kepada orang yang menderita penyakit sama dengannya. Kemudian data dari significant other dari bu Sri juga mengungkapkan hal yang sama bahwa, bu Sri menginspirasi banyak orang dan menemukan Tuhan dalam proses hidup subjek.

6) Aspek Efikasi Diri

Berdasarkan hasil wawancara, bu Sri menunjukkan bahwa dia yakin Tuhan akan menolongnya dalam segala masalah yang dihadapi baik dari segi ekonomi, sosial dan juga psikologis. Data dari significant other dari bu Sri juga mengatakan bahwa bu Sri adalah orang yang pantang menyerah dan memiliki keyakinan yang tinggi kepada Tuhan.

7) Aspek Pencapaian

Berdasarkan hasil wawancara, bu Sri mengatakan bahwa hal yang perlu ditingkatkan adalah menjaga kesehatan dan terus berpikir negatif supaya mempercepat proses penyembuhan dan menyehatkan psikologis ataupun fisik. Hal ini diperkuatkan oleh pernyataan significant other dari bu Sri yang mengatakan bahwa bu Sri sangat menjaga kesehatannya sehingga melakukan diet ketat terhadap apa yang bu Sri konsumsi.

b. Bu Tutik

1) Aspek Regulasi Emosi

Berdasarkan hasil wawancara, bu Tutik mengatakan bahwa menyalurkan emosi itu bisa melalui kegiatan mengajar, karena dengan

bertemu dengan orang lain menjadi semakin mampu mengelola emosi. Pernyataan yang serupa diungkap oleh significant other dari bu Tutik yang mengatakan bahwa, bu Tutik menyalurkan emosinya melalui mengajar, meskipun terkadang terjadi “bias” pada mahasiswa dan membuat materi tidak fokus.

2) Aspek Pengendalian Impuls

Berdasarkan hasil wawancara, bu Tutik mengatakan bahwa, bu Tutik berusaha mengatur dan mengimbangi dengan sesuatu yang sehat, supaya segalanya tetap seimbang. Kemudian significant other dari bu Tutik memperkuat bahwa bu Tutik meskipun sakit tetap sibuk di kegiatan prodi meskipun sedang mengonsumsi obat. Data observasi memaparkan bahwa bu Tutik tetap taat mengonsumsi obat dari rumah sakit dan tetap beraktivitas seperti biasa, tanpa mengurangi jadwalnya.

3) Aspek Optimisme

Berdasarkan hasil wawancara, bu Tutik mengungkapkan bahwa dirinya menikmati dan menerima penyakit ini karena itu yang membuat dia kuat hingga sekarang. Hal ini diperkuat oleh pendapat significant other dari bu Tutik yang mengatakan bahwa dalam kegiatan sehari-hari bu Tutik terlihat optimis dan menunjukkan adanya semangat dalam dirinya. Data yang serupa juga didapati dalam observasi yang memaparkan bahwa saat mengajar, bu Tutik terlihat semangat bahkan selalu datang lebih awal dari mahasiswanya.

4) Aspek Kemampuan Menganalisis Masalah

Berdasarkan hasil wawancara, bu Tutik mengungkapkan bahwa dirinya terkena kanker payudara dikarenakan ketidakseimbangan hormonal. Significant other dari bu Tutik juga mengatakan bahwa bu Tutik mengetahui dengan jelas penyebab terkena kanker payudara dan memiliki kemampuan untuk menganalisis setiap masalah dalam dirnya.

5) Aspek Empati

Berdasarkan hasil wawancara, bu Tutik juga mengungkapkan hal yang hampir sama bahwa dirinya merasa senang jika bertemu dengan orang yang memiliki penyakit sama dengannya karena dapat sharing berbagi pengalaman serta dapat menguatkan orang tersebut. Hal ini diperkuat oleh data significant other dari bu Tutik yang mengatakan bahwa bu Tutik adalah orang yang terbuka dan suka membantu orang lain.

6) Aspek Efikasi Diri

Senada dengan pernyataan di atas, hasil wawancara bu Tutik juga menunjukkan hal yang sama, bahwa dia yakin percaya kepada Tuhan dan berusaha terbuka kepada orang lain. Pernyataan ini diperkuat oleh significant other dari bu Tutik bahwa bu Tutik memang orang yang terbuka, dan memiliki keyakinan yang tinggi pada Tuhan.

7) Aspek Pencapaian

Berdasarkan hasil wawancara bu Tutik, yang mengatakan bahwa keterbukaan orangnyalah yang mendukung pencapaian seseorang. Hal ini juga dipaparkan significant other dari bu Tutik yang mengatakan bahwa subjek memiliki semangat yang kuat sehingga menginspirasi orang lain, dan bu Tutik dikenal sebagai orang yag terbuka kepada orang lain.

c. Bu Asih

1) Aspek Regulasi Emosi

Berdasarkan hasil wawancara bu Asih mengatakan bahwa, merenung adalah penyaluran emosi yang sering subjek lakukan bersama dengan anak-anaknya. Senada dengan itu, significant others dari bu Asih mengatakan bahwa bu Asih adalah orang yang pendiam, tertutup dan apa-apa dipikirkan sendiri.

2) Aspek Pengendalian Impuls

Berdasarkan hasil wawancara, bu Asih mengungkapkan bahwa selalu mengikuti apa kata dokter, takut dengan akibatnya juga jika dilanggar. Sama dengan hal itu, significant others dari bu Asih juga mengatakan bahwa bu Asih adalah orang yang penurut dan menyadari kondisi kesehatannya. Data observasi memaparkan bahwa bu Asih meminum obat dengan taat, dan selalu mencatat jadwal kontrol agar tidak lupa.

3) Aspek Optimisme

Berdasarkan hasil wawancara, bu Asih mengungkapkan bahwa ada sedikit keraguan dalam dirinya karena keadaan yang seakan tidak mungkin untuk sembuh. Hal ini juga diungkap oleh significant others dari bu Asih bahwa bu Asih tidak yakin sepenuhnya, karena kondisi kesehatannya yang fluktuatif. Sama halnya dengan data observasi yang memaparkan bahwa bu Asih sering terlihat putus asa ketika kembali merasakan sakit di bagian payudaranya.

d) Aspek Kemampuan Menganalisis Masalah

Berdasarkan hasil wawancara, bu Asih menuturkan bahwa dirinya tidak tahu apa yang menjadi penyebab dirinya terkena kanker payudara. Lalu data penelitian significant others dari bu Asih mengungkapkan bahwa bu Asih terkena kanker payudara mungkin dikarenakan karena ketidakseimbangan hormon, dan sudah menjanda cukup lama.

e) Aspek Empati

berdasarkan hasil wawancara, bu Asih justru mengungkap bahwa ketika dia bertemu dengan orang yang menderita penyakit yang sama dengannya justru dia meminta dukungan atau saran-saran dari orang tersebut, dan terkadang menjadi “parno” sendiri. Hal ini juga diungkapan oleh significant others dari bu Asih bahwa bu Asih senang ketika bertemu dengan orang lain yang memiliki penyakit sama dengannya namun disatu sisi setelah itu subjek menjadi takut akan apa yang akan terjadi.

f) Aspek Efikasi Diri

Berdasarkan hasil wawancara, bu Asih juga menunjukkan hal yang sama, bahwa dia merasa yakin Tuhan sanggup menyelesaikan setiap permasalahan dalam hidupnya dan menyembuhkannya. Tetapi, data dari significant others bu Asih menunjukkan bahwa bu Asih kurang memiliki keyakinan pada keadaan yang terjadi biasa berubah menjadi lebih baik.

g) Aspek Pencapaian

berdasarkan hasil wawancara dengan significant others dari bu Asih, pencapaian bu Asih adalah bisa tabah dalam berjuang melawan kanker payudara yang dialaminya.

Dokumen terkait