• Tidak ada hasil yang ditemukan

HASIL DAN PEMBAHASAN

4.2 Deskripsi Data Hasil Penelitian

Wawancara yang peneliti laksanakan pada tgl 15, 19 dan 27 November 2018 di Perpustakaan UIN-SU yang terdiri dari 3 informan, informan pertama selaku kepala pepustakaan UIN-SU dan dua informan selaku staf pengelola bahan pustaka dan yang bertugas dalam mendigitalisasi bahan pustaka. Peneliti berhasil untuk melakukan wawancara dengan informan yang sesuai karakteristik informan dalam penelitian ini, yang berlatar belakang pendidikan Ilmu perpustakaan.

Wawancara berlangsung secara informal, wawancara dilakukan dengan pedoman wawancara yang sesuai dengan teori judul skripsi peneliti yang terdiri dari 7 bagian dan terdapat butir-butir di dalam bagian tersebut dan dengan wawancara mendalam (depth interview). Pelaksanaan wawancara dilakukan secara substantif, artinya tidak diharuskan pada suatu tempat. Pelaksanaan wawancara dilakukan

pada pagi hari tepatnya berada di ruang pengadaan, pengolahan dan pemeliharaan yang berada di lanta 1 gedung Perpustakaan UIN-SU. Suasana dan kondisi wawancara bersifat latar alamiah, artinya kondisi dan suasana yang apa adanya dan tidak diatur sedemikian rupa untuk tujuan tertentu.

Begitu juga dengan bahasa yang digunakan. Bahasa yang digunakan selama percakapan adalah bahasa informal, meskipun terkadang penulis menggunakan istilah bidang Ilmu Perpustakaan. Bahasa informal juga digunakan untuk memancing percakapan awal kepada informan, kemudian menggunakan pedoman wawancara. Percakapan berkembang sesuai dengan jawaban yang diberikan informan. Wawancara dilakukan berulang jika peneliti merasa masih ada yang perlu ditambahi atau kurang jelas dari wawancara sebelumnya.

Untuk mengukur kompetensi pustakawan dalam proses digitalisasi bahan pustaka digunakan kompetensi akses (acces) yang meliputi pelayanan yang responsif dan mendesain proses digitalisasi. Untuk mengetahui bagaimana Proses Digitalisasi. Untuk mengetahui bagaimana pustakawan mengunggah bahan pustaka ke repository, dapat dilihat dari hasil wawancara berikut ini:

Pustakawan bagian pengolaan bahan pustaka pada Perpustakaan UIN-SU sudah menerapkan panduan untuk kinerja dalam proses digitalisasi bahan pustaka.

Hal ini sesuai dengan informasi yang diberikan oleh ketiga informan sebagai berikut dan informan pertama menyamakan semua jabawannya berdasarkan informan ke dua.

Inilah prosedur wawancara pertama yang peneliti laksanakan pada Haari Selasa dan Tanggal 15 November 2018. Prosedur wawancara bagian pertama tentang Sumber Daya Manusia (SDM) yang terdiri dari beberapa butir.

Pertanyaan : Apa latar belakang pendidikan petugas dalam proses digitalisasi bahan pustaka?

Jawaban : Latar belakang pendidikan saya S1 Sarjana Agama (S.Ag), S2 Sarjana Sastra (SS), dan S3 Magister Manajemen (MM).

Jawaban : Latar belakang pendidikan saya, S1 ilmu perpustakaan Sarjana Sosial, S2 Manajemen.

Jawaban : Latar belakang pendidikan saya S1 Sarjana Sosial.

Staf pengelola perpustakaan UIN-SU semuanya berlatar belakang pendidikan sebagai Pustakawan.

Pertanyaan: Apakah latar belakang pendidikan petugas berpengaruh dalam melakukan proses digitalisasi bahan pustaka?

Jawaban : Untuk digitalisasi sebenarnya tidak berpengaruh, kalau digitalisasi itu pekerjaan teknis tidak hanya berpendidikan ilmu perpustakaankan kalau di ajari cara pemindaian dan teknis-teknis yang berhubungan dengan teknologi, tidak ada kaitannya dengan latar belakang pendidikan.

Jawaban : Untuk digitalisasi sebenarnya tidak berpengaruh, kalau digitalisasi itu pekerjaan teknis tidak hanya berpendidikan ilmu perpustakaankan kalau di ajari cara pemindaian dan teknis-teknis yang berhubungan dengan teknologi, tidak ada kaitannya dengan latar belakang pendidikan.

Jawaban : Iya, karna dalam mengerjakan karya ilmiah jika tidak dimegerti maka hasilnya tidak akan bagus, latar belakang berpengaruh dalam proses digitalisasi karya ilmiah.

Latar belakang dalam mendigitalisasi karya ilmiah tidaklah harus berlatar belakang sebagai pustakwan, karena menurut dua informan bisa di kerjakan siapa saja tergantung teknis yang di ajarkan.

Pertanyaan : Apakah tanggung jawab petugass dalam proses ddigitalisasi bahan pustaka?

Jawaban : Tanggung jawab pustakawan menyelesaikan semua proses digitalisasi sampai selesai.

Jawaban : Tanggung jawab pustakawan menyelesaikan semua proses digitalisasi sampai selesai.

Jawaban : Tanggung jawab mengerjakan semua proses digitalisasi.

Tanggung staf pengelola karya ilmiah digitalisasi adalah menyelesaikan prosesnya.

Pertanyaan : Bagaimana jika terjadi keruskan pada beberapa alat, apakah petugas memperbaiki alat tersebut sendiri ?

Jawaban : Kalau bisa saya perbaiki saya perbaiki tapi kalau sudah yang lebih berat-berat biasanya kita panggil teknisi yang lebih asli.

Jawaban : Kalau bisa saya perbaiki saya perbaiki tapi kalau sudah yang lebih berat-berat biasanya kita panggil teknisi yang lebih asli.

Jawaban : Kalau bisa di perbaiki di perbaiki.

Jika terjadi kerusakan pada alat untuk mendigitalisasi karya ilmiah, pustakawan akan memperbaiki semampu mungkin jika kerusakannya parah makan pustakawan akan memanggil teknisi yang lebih ahli dalam memperrbaiki alat tersebut.

Pertanyaan : Adakah upaya tuntutan perkerjaan dalam melakukan pekerjaan proses digitalisasi karya ilmiah?

Jawaban : Iya, misalnya kurang bagus, kurang rapi, scannya tidak jelas, di tegur.

Jawaban : Iya, misalnya kurang bagus, kurang rapi, scannya tidak jelas, di tegur.

Jawaban : Upaya tuntutannya kurang rapi di tegur dari pimpinan.

Jika terdapat pekerjaan yang tidak bagus akan di perbaiki kalau tidak dapat teguran dari pemimpin atau kepala perpustakaan UIN-SU.

Prosedur wawancara bagian kedua tentang perisapan dokumen yang terdiri dari beberapa butir.

Pertanyaan : Bagaimana persiapa karya ilmiah untuk digitaliasi?

Jawaban : Menyiapkan scanner beserta karya ilmiah, scanner yang sudah terhubung ke komputer.

Jawaban : menyiapkan scanner beserta karya ilmiah, scanner yang sudah terhubung ke komputer.

Jawaban : Persiapannya yaitu komputer, alat scanner.

Persiapan dalam mendigitalisasi karya ilmiah harus menyiapkan karya ilmiah terlebih dahulu dan alat-alatnya.

Pertanyaan : Kalau karya ilmiah berbentuk cetak, apakah perlu di seleksi terdahulu buk? dan Bagaimana proses seleksi karya ilmiah ?

Jawaban : Iya, di dalam repositori masih karya –karya dosen, tidak semua buku-buku di scan, adapun proses seleksi seperti CD jika tidak sesuai biodatanya akan di pulangkan, dan akan dikembalikan lagi ke perpustakaan.

Jawaban : Iya, di dalam repositori masih karya –karya dosen, tidak semua buku-buku di scan, adapun proses seleksi seperti CD jika tidak sesuai biodatanya akan di pulangkan, dan akan dikembalikan lagi ke perpustakaan.

Jawaban : Karya ilmiah yang digitalisasi di perpustakaan UIN-SU masih dari karya dosen dan skripsi mahasiswa, seleksi tergantung dari karya ilmiah yang di berikan.

Karya ilmiah dari dosen tidak di perlukan penyeleksian tetapi dari mahasiswa CD yang di berikan kalau biodatanya kurang lengkap bisa di perbaiki dulu.

Pertanyaan : Apakah di perlukan pencatatan data bibliografi?

Jawaban : Biografi belum lakukan, namun jika di tanya pasti perlukan.

Jawaban : Biografi belum lakukan, namun jika di tanya pasti perlukan.

Jawaban : DiPerlukan

Pencatatn data biografi di perlukan namun belum di terapkan di perpustakaan UIN-SU.

Pertanyaan: Apa karya ilmiah yang khas digitalisasikan di Perpustakaan UIN-SU

?

Jawaban : yang khas yaitu berupa karya dosen, laporan penelitian, buku-buku yang di karang khurus dosen Uin-su, laporan penelitian Uin-su, kemudian diktat.

Jawaban : yang khas yaitu berupa karya dosen, laporan penelitian, buku-buku yang di karang khurus dosen Uin-su, laporan penelitian Uin-su, kemudian diktat.

Jawaban : karya ilmiah dari karya dosen.

Karya ilmiah yang khas digitalisasikan di perpustakaan UIN-SU yaitu karya dosen dari Perpustakaan UIN-SU berupa laporan penelitian, diktat dan lain-lain yang berhubungan dari karya Dosen.

Prosedur wawancara bagian ketiga tentang Persiapan Alat yang terdiri dari beberapa butir.

Pertanyaan: Bagaimana persiapan alat untuk digitalisasi karya ilmiah?

Jawaban : komputer sama mesin scanner.

Jawaban :komputer sama mesin scanner.

Jawaban : Persiapan alatnya yaitu komputer, mesin scanner.

Alat yang di gunakan untuk mendigitalisasi karya ilmiah berupa komputer dan mesin scanner.

Pertanyaan : Apa alat yang digunakan untuk mendigitalisasi karya ilmiah?

Jawaban : Alatnya scanner dan repositori yang di gunakan di Perpustakaan UIN-SU.

Jawaban : Alatnya scanner dan repositori yang di gunakan oleh perpustakaan UIN-SU.

Jawaban : Alat yang digunakan berupa scanner untuk men-scan.

Alatnya hanya scanner dan komputer yang di gunakan untuk pemindaian.

Pertanyaan: Berapa jumlah mesin scanner yang ada di Perpustakaan UIN-SU?

Apakah dengan jumlah tersebut sudah cukup untuk melakukan proses digitalisasi karya ilmiah?

Jawaban : alat yang digunakan ada 2 dan masih mencukupi dalam melakukan proses digitalisasi karya ilmiah.

Jawaban : alat yang digunakan ada 2 dan masih mencukupi dalam melakukan proses digitalisasi karya ilmiah.

Jawaban : Ada 2 , kurang mencukupi.

Scanner yang diunakan di Perpustakaan UIN-SU hanya 2 .

Pertanyaan: Apakah mesin scanner yang sedang di gunakan sudah memadai dalam melakukan proses digitalisasi karya ilmiah? Baik dri kualitasnya?

Jawaban : Untuk saat ini masih memadai, untuk skripsi mahasiswa sama tesis mahasiswa juga digitalisasi dan selama ini meminta mereka mmberikan CD saja supaya tidak perlu di scan lagi namun skripsi yang sudah lama di berikan ke perpustakaan dalam bentuk cetak masih di scan terdahulu.

Jawaban : Untuk saat ini masih memadai, untuk skripsi mahasiswa sama tesis mahasiswa juga digitalisasi dan selama ini meminta mereka mmberikan CD saja supaya tidak perlu di scan lagi namun skripsi yang sudah lama di berikan ke perpustakaan dalam bentuk cetak masih di scan terdahulu

Jawaban : Belum memadai, di karenakan sering rusak

Untuk saat ini mesin secanner yang di pakai masih memadai dalam melakukan proses digitalisasi karya ilmiah.

Prosedur wawancara bagian keempat tentang proses pemindaian yang terdiri dari beberapa butir.

Pertanyaan: Apa langkah-langkah dalam melakukan proses pemindaian karya ilmiah?

Jawaban : Langkah-langkah dalam men-scan pertama menghidupkan mesin scanner yang sudah terhubun g ke komputer.

Jawaban : Langkah-langkah dalam men-scan pertama menghidupkan mesin scanner yang sudah terhubun g ke komputer.

Jawaban : hidupkan komputer dan meletakkan buku di atas mesin scanner

Langkaha- langkah proses pemindaian yaitu menghidupkan komputer dan mesin scanner yang sudah terhubung ke komputer.

Pertannyaan : Karya ilmiah yang sudah di jilid bagaimana proses pemindaiannya?

Jawaban : proses pemindaiannya tidak semua karya ilmiah yg di jilid di bongkar, hanya yang tebal yang perlu di bongar dan yang lainnya bisa terscan sendiri jika sudah di letakkan di mesin scanner.

Jawaban : proses pemindaiannya tidak semua karya ilmiah yg di jilid di bongkar, hanya yang tebal yang perlu di bongar dan yang lainnya bisa terscan sendiri jika sudah di letakkan di mesin scanner.

Jawaban : Kalau bahan pustaka yang sudah di jilid, itu tergantung karya ilmiahnya ada yang perlu di bongkar ada tidak.

Pembongakaran tidak semua karya ilmiah di lakukan tergantung ketebalan karya ilmiah tersebut.

Pertanyaan: Apakah hak cipta di perlukan dalam digitalisasi karya ilmiah?

Jawaban : Di perlukan, namun dalam pengurusannya dosen yang ingin menyerahkan karya ilmiahnya ke perpustakaan, dosen tersebut yang akan menguruh hak ciptanya sendiri di kemenkumham.

Jawaban : Di perlukan, namun dalam pengurusannya dosen yang ingin menyerahkan karya ilmiahnya ke perpustakaan, dosen tersebut yang akan menguruh hak ciptanya sendiri di kemenkumham.

Jawaban : Di perlukan

Hak cipta memang di perlukan di Perpustakaan UIN-SU nama pengarang yang mengurusnya sendiri ke kemenkumham.

Pertanyaan: Dalam proses pemindaian karya ilmiah berapa lama waktu yang di gunakan?

Jawaban : Waktu yang di butuhkan tergantung ketebalan karya iilmiah tersebut, tapi bisa di rata-ratakan selama 15 menit.

Jawaban : Waktu yang di butuhkan tergantung ketebalan karya iilmiah tersebut, tapi bisa di rata-ratakan selama 15 menit.

Jawaban : 15 sampai 30 menit

Pemindaian karya ilmiah menggunakan waktu yang begitu lama yaitu 15 menit sama dengan 30 menit.

Pertanyaan : Bagaimana format isi dokumen elektronik yang di layankan kepada pengguna? Apakah dalam bentuk fullteks atau abstrak?

Jawaban : Dalam bentuk full teks Jawaban :Dalam bentuk full teks Jawaban : Bentuk fullteks

Karya ilmiah yang akan di unggah ke repositori berbentuk fullteks..

Pertanyaan : Apa sajakah format file dari dokumen elektronik yang dilayankan kepada pengguna? Apakah berbentuk HTML, PDF, DOC PPT?

Jawaban : format file dari doumen elektronik yang di layankan dalam bentuk Pdf, semua karyanya dalam bentuk Pdf.

Jawaban : format file dari doumen elektronik yang di layankan dalam bentuk Pdf, semua karyanya dalam bentuk Pdf.

Jawaban : Format Pdf

Karya Ilmiah yang di unggah ke repositori berbentuk Pdf. Hal ini sesuai dengan informasi yang di berikan oleh ketiga informan tersebut.

Pertanyaan: Jika karya ilmiah berbentuk softcopy bagaimana konversi dari MS-Word ke format pdf ?

Jawaban : proses konversi karya ilmiah ke dalam bentuk pdf menggunkan aplikasi atau dari print langsung ke pdf.

Jawaban : proses konversi karya ilmiah ke dalam bentuk pdf menggunkan aplikasi atau dari print langsung ke pdf.

Jawaban : karya ilmiah yang sudah di pindai di simpan langsung ke pdf.

Proses konversi MW-Word ke Format Pdf menggunakan banyak aplikasi terutama paling di gunakan dri print langsung ke Pdf.

Prosedur wawancara bagian kelima tentang Proses Editing yang terdiri dari beberapa butir.

Pertanyaan : Bagaimana proses editing karya ilmiah?

Jawaban : Proses edit jika terdapat warna hitam dipotong, flim di rapikan.

Jawaban : Proses edit Proses edit jika terdapat warna hitam dipotong, flim di rapikan.

Jawaban : Proses edit yang di lakukan mengisi semua menu yang sudah di tentukan dan jarang di lakukan dalam proses mengedit.

Jika terjadi karya ilmiah yang di pindai berwarna hitam makan akan di potong , dan jarang ada yang di edit.

Pertanyaan: Bagaimana proses editing metadata ke dalam sistem?

Jawaban : mengisi menu-menu data di dalam repositori.

Jawaban : mengisi menu-menu data di dalam repositori.

Jawaban : Prosesnya mengisi data darikarya ilmiah, apa yang di perlukan dalam karya ilmiah di unggah ke dalam repositori.

Proses editing karya ilmiah dengan mengisi semua data di dalam sistem sesuai karya ilmiah.

Pertanyaan : Apakah karya ilmiah digitalisasi harus di berikan password? Jika iya mengapa, jika ttidak kenapa? Dan bagaimana proses edting karya ilmiah dalam memberikan passwor? Dan kenapa harus di berikan password?

Jawaban : Tidak, jika di berikan password bagaimana pengguna membukanya.

Jawaban : Tidak, jika di berikan password bagaimana pengguna membukanya.

Jawaban : tidak di berikan password, adapun password hanya awal dalam membuka repository, dan itu hanya staf pengelola yang mempunyai password.

Karya ilmiah yang di unggah ke dalam sistem tidak menggunakan password.

Pertanyaan : Apakah ada kendala yang di alami selama proses editing? Jika tidak mengapa, jika ada kendala apa yang di alami dalam proses digitalisasikarya ilmiah?

Jawaban : tidak mempunyai kendala dalam proses mengedit.

Jawaban : tidak mempunyai kendala dalam proses mengedit.

Jawaban : Kendalanya terkadang sudah di save tetapi belum tersave dan dalam pdf, terkadang sudah di pdf dan hasil dalam repositori belum pdf.

Kendalanya yang di hadapi tidak ada .

Pertanyaan : Jika sewaktu proses editing berlangsung terjadi listrik padam, apakah yang akan di lakukan petugas dalam proses ini ? dan apakah proses tersebut hilang atau tetap seperti sebelum listrik padam ?

Jawaban : jika terjaddi listrik padam saat melakukan proses digitalisasi , karya ilmiah yang belum di simpan ke repositori akan hilang namun jika suah selesai tidak akan jadi masalah karna sudah tersimpan di dalam repositori.

Jawaban : jika terjaddi listrik padam saat melakukan proses digitalisasi , karya ilmiah yang belum di simpan ke repositori akan hilang namun jika suah selesai tidak akan jadi masalah karna sudah tersimpan di dalam repositori.

Jawaban : Menyiapkan cadangan listrik yaitu gengset, prosesnya hilang dan nomornya itu akan kosong, tapi setelah selesai di unggah , filenya tidak ada masalah.

Jika terjadi listrik pada sewaktu proses editing cadangan listrikberupa gengset akan di ambil, dan pproses yang belum selesai akan mati dan jika sudah selesai tidak akan menjadi masalah.

Pertanyaan : Apa ukuran kertas dalam mendigitalisa karya ilmiah? Apakah ukuran kertas juga di perhatikan dalam mendigitalisasikarya ilmiah?

Jawaban : Ukuran kertas biasanya A4 namun tergantung karya ilmiah yang di berikan oleh dosen apa yang di berikan oleh dosen ke perpustakaan itu yang akan di scan langsung .

Jawaban : Ukuran kertas biasanya A4 namun tergantung karya ilmiah yang di berikan oleh dosen apa yang di berikan oleh dosen ke perpustakaan itu yang akan di scan langsung .

Jawaban : Menggunakan A4

Ukuran kertas tergantung bahan pustaka yang diberikan oleh dosen UIN-SU tetapi biasanya menggunakan A4.

Pertanyaan : Dalam satu karya ilmiah yang di edit berapa lama waktu yang di butuhkan?

Jawaban : Waktunya 5 sampai 15 menit.

Jawaban : Waktunya 5 sampai 15 menit Jawaban : Hanya sebentar, 5 sampai 10 menit

Waktu dalam mengedit karya ilmiah dari 5 manit sampai 15 menit..

Prosedur wawancara bagian ke enam tentang proses pengindeksaan dan pengabstrakann yang terdiri dari beberapa butir.

Pertanyaan : bagaimana proses pengindeksaan dan pengabstrakankarya ilmiah ? Jawaban : sudah ter-scan dri buku yang di scan, kalau soal menentukan

sabjeknya, tinggah di pilih di bagian proses edit.

Jawaban : sudah ter-scan dri buku yang di scan, kalau soal menentukan sabjeknya, tinggah di pilih di bagian proses edit.

Jawaban : terindek sendiri dari karya ilmiah tersebut.

Pengindeksaan bahan pustaka sudah terindek sendiri dari karya ilmiah yang di sacn dan sudah ada menu pilahan karya ilmiah apa yang akan kita unggah ke repositori.

Pertanyaan : Di dalam pengindeksaan karya ilmiah apakah berdasarkan sabjet atau abjek?

Jawaban : menggunakan sabjek Jawaban : menggunakan sabjek Jawaban : memakain sabjek.

Pengindeksaan karya ilmiah menggunakan sabjek.

Pertanyaan : Apakah penting digitalisasi karya ilmiah dalam proses pengindeksaan?

Jawaban : penting untuk proses pencarian karya ilmiah Jawaban : penting untuk proses pencarian karya ilmiah Jawaban : penting, untuk call number

Proses pengindeksaan sangat penting dalam digitalisasi karya ilmiah.

Prosedur wawancara bagian ke tujuh tentang Proses Unggah Dokumen Ke Repositori yang terdiri dari beberapa butir.

Pertanyaan : Bagaimana proses unggah dokumen karya ilmiah yang sudah di pindai ?

Jawaban : dengan mengikuti menu-menu di dalam repositori dan nantinya akan terunggah sampai selesai.

Jawaban : dengan mengikuti menu-menu di dalam repositori dan nantinya akan terunggah sampai selesai.

Jawaban : langsung di upload aja ke dalam repositori

Proses unggah dokumen dengan mengikuti prosesnya maka terunggah lah karya ilmiah ke dalam repositori.

Pertanyaan : Apa asajakah yang harus di isi dalam proses unggah karya ilmiah digitalisasi?

Jawaban : Ada judul, pengarang, abstrak, tahun terbit, penrrbit, halaman dan lain-lainnya dapat di lihat di repositori jika sedang mengunggah dokumen itu.

Jawabann :Ada judul, pengarang, abstrak, tahun terbit, penerrbit, halaman dan lain-lainnya dapat di lihat di repositori jika sedang mengunggah dokumen itu.

Jawaban : terdapat menu-menu yang harus di isi.

Yang harus di isi dalam proses unggah dokumen yaitu menu-menu yang sudah terdapat di dalamnya seperti mengisi juddul, pengarang dan lain-lain.

Pertanyaan : Setelah bahan pustaka elektonik di simpan kemana pak?

Jawaban : simpan di repositori, yang sudah di buat dalam format pdf.

Jawaban : simpan di repositori, yang sudah di buat dalam format pdf.

Jawaban : Bahan pustaka yang sudah di edit akan di simpan ke dalam repositori.

Karya ilmiah yang sudah di edit dan sudah di konversi kedalam pdf akan di simpan ke repositori UIN-SU.

Pertanyaan : Dalam proses akses apakah dapat di akses secara offline?

Jawaban : Tidak, harus online Jawaban : Tidak, harus online

Jawaban : Gak dapat, hanya menggunakan jaringan bisa di buka

Dalam proes akses karya ilmiah yang sudah di unggah ke repositori harus dengan online.

Pertanyaan : Apakah semua karya ilmiah yang sudah digitalisasikan dapat di akses dan di print kapan saja?

Jawaban : Iya karna itu open source Jawaban : Iya karna itu open source Jawaban :Iya bisa

Karya ilmiah digital dapat di akses kapan saja.

Pertanyaan : Setelah karya ilmiah tercetak selesai digitalisasikan, karya ilmiah tersebut di simpan dimana?

Jawaban : Ada, di letakkan di lantai ll Jawaban : Ada, di letakkan di lantai ll

Jawaban : karya ilmiah yang sudah digitalisasikan masih ada di lantai ll.

Karya ilmiah yang sudah memalui proses digital akan di letakkan di lantai ll di bagian referensi.

Pertanyaan : Apakah terdapat kendala sewaktu proses unggah karya ilmiah ke repositori?

Jawaban : Kendalanya di jaringan . Jawaban : Kendalanya di jaringan . Jawaban : kendala dalam jaringan.

Jika terdapat kendala dalam proses unggah dokumen itu hanya di akibatkan jaringan yang tidak stabil.

Pada Tanggal 19 November 2018 di Perpustakaan UIN-SU peneliti meminta gambar ke pada informan sewaktu melaksanakan proses digitalisasi bahan pustaka untuk di jadikan sebagai lampiran. informan mengijinkan peneliti membuka situs repositori Perpustakaan UIN-SU, peneliti langsung memprint scan proses demi proses tersebut dan pada tanggal 27 November 2018 di Perpustakaa UIN-SU peneliti melakukan Wawancara terhadap informan karna informan tersebut lebih aktif dalam mendigitalisasi bahan pustaka, dengan

Dokumen terkait