• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB IV PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

C. Deskripsi Data Hubungan Sosial Anak Usia Dini

Peneliti melakukan pengamatan awal sebelum dilaksanakan penelitian tindakan kelas.Pengamatan awal merupakan kegiatan pra tindakan yang dilaksanakan untuk mengetahui keadaan awal hubungan sosial anak menggunakan lembar observasi untuk mengungkap kemampuan hubungan sosial anak.

Hubungan sosial yang diamati oleh peneliti di fokuskan pada unsur menyesuaikan diri dengan situasi, mengantri sesuai urutan atau menuggu giliran, senang melakukan kegiatan bersama teman, serta senang berbagi, berdasarkan hasil observasi sebelum tindakan diperoleh hasil rata-rata 49,72%. Berikut merupakan tabel hasil observasi kemampuan hubungan social anak

Tabel.4.1 Hasil observasi kemampuan awal / pratindakan hubungan sosial anak

No Indikator Jumlah

Presentase (%)

Kriteria

1 Menyesuaikan diri dengan situasi 11,88%

Kurang

2 Mengantri / menunggu giliran 15,62%

3 Melakukan kegiatan bersama 13,75%

4 Berbagi 14,37%

Jumlah presentasi 55,62%

Presentasi Rata-rata 39,72%

Adapun hasil observasi kemampuan hubungan sosial anak sebelum tindakan yaitu pada indikator menyesuaikan diri memiliki jumlah presentase 11,88%, Pada indikator mengantri memiliki jumlah presentase 15,62 %, pada indikator bekerjasama memiliki jumlah presentase 12,86%, pada indikator berbagi yang memiliki jumlah presentase 13,75%. Berdasarkan data hasil observasi diketahui bahwa rata-rata kemampuan hubungan social anak sebelum tindakan/ pra tindakan berjumlah 14,37% dengan kriteria kurang, Masih jauh dari rata-rata yang di tentukan yaitu 80% dengan kriteria baik.

38

Dengan begitu perlu adanya tindakan selanjutnya yang akan meningkatkan hubungan sosial anak yang akan dilakukan pada siklus I. Maka peneliti melakukan tindakan untuk meningkatkan hubungan sosial anak, upaya yang dapat ditempuh sebagai acuan peneliti bersama pendidik kelompok A Di RA Gerhana Alauddin dalam merancang tindakan untuk kegiatan pada siklus I yang telah disepakati bahwa tindakan yang akan dilakukan untuk meningkatkan hubungan social anak yaitu melalui model pembelajaran (Make A Match). Pembelajaran Make A Matchyaitu kegiatan pembelajaran yang dilakukan secara berkelompok dengan menggunakan kartu yang terdiri dari kartu pertanyaan dan kartu jawaban. Anak dibagi menjadi tiga kelompok yaitu kelompok yang memegang kartu pertanyaan dan kelompok yang memegang kartu jawaban serta kelompok penilai atau tim penilai.

Dengan menggunakan model pembelajaran make a match ini diharapkan mampu meningkatkan hubungan social anak diantranya: menyesuaikan diri dengan situasi, mengantri sesuai urutan atau menunggu giliran, bekerjasama dengan teman, dan berbagi.

11,88% 15,62% 13,75% 14,37% 0 2 4 6 8 10 12 14 16 menyesuaikan diri mengantri kerjasama berbagi Presentasi hasil observasi pra tindakan kemampuan hubungan sosial anak

4.1 Gambar grafik pra tindakan

2. Data hasil tindakan siklus I

Penelitian dalam siklus I terdiri dari 4 tahap yaitu perencanaan, pelaksanaan, pengamatan dan refleksi, dimana pada siklus ini dilaksanakan tiga kali pertemuan, pertemuan pertama dilaksanakan pada tanggal 21 Oktober 2019, pertemuan kedua 22 Oktober 2019, pertemuan ketiga 28 Oktober 2019. Berikut merupakan deskripsi pelaksanaan penelitian siklus 1.

a. Tahap Perencanaan

1. Menentukan tema

Peneliti dalam menentukan tema yang akan digunakan dengan menyesuaikan tema yang ada di RA Gerhana Alauddin. Tema yang digunakan adalah binatang dengan sub tema serangga dan tema tanaman dengan sub tema bunga

40

Rencana Pelaksanaan Pembelajaran Harian ini di susun oleh peneliti yang bekerjasama dengan pendidik. Peneliti dan pendidik berdiskusi tentang model pembelajaran Make A Match .

3. Menyiapkan media

Sebelum melakukan penelitian, peneliti mempersiapkan media untuk kegiatan pembelajaran yaitu gambar binatang serangga dan kartu gambar serangga, Gambar bunga dengan kartu warna dan gambar binatang dengan kartu gambar buah.Media yang dibuat peneliti di kreasikan agar menarik minat anak misalnya menambahkan stik eskrim pada kartu gambar agar menarik perhatian anak untuk menggunakan media tersebut. Untuk lebih jelasnya dapat dilihat pada gambar berikut ini:

4.2.Media gambar binatang dan kartu gambar

Setelah menggunakan media gambar binatang dan kartu gambar binatang selanjutnya dilakuan pembuatan media yang disesuaikan dengan tema yang sedang berlangsung yaitu tema tanaman sub tema bunga dengan media gambar bunga dan kartu warna seperti gambar berikut ini.

4.3.Media gambar bunga, kartu gambar dan kartu warna

Setelah menggunakan media gambar binatang dan kartu gambar binatang selanjutnya dilakuan pembuatan media yang disesuaikan dengan tema yang sedang berlangsung yaitu tema tanaman sub tema buah dengan media gambar buah dan kartu gambar buah seperti gambar berikut ini.

4.4.Media gambar binatang memakan buah dan kartu gambar

5. Mempersiapkan instrument

Penelitian ini menggunakan lembar observasi berbentuk ceklist. Lembar observasi digunakan untuk mengukur kemampuan hubungan social anak pada proses pembelajaran.

42

b. Tahap tindakan

Proses tindakan siklus I terdiri dari pertemuan 1, pertemuan 2, dan pertemuan 3 yang terdiri dari kegiatan awal, inti, dan akhir. Siklus I menggunakan tema binatang dengan sub tema serangga dan tema tanaman dengan sub tema bunga .deskripsi tiap pertemuan sebagai berikut :

1. Pertemuan 1

Pertemuan 1 siklus 1 dilaksanakan pada hari senin tanggal 21 oktober 2019.Kegiatan yang dilakukan pada siklus 1 pertemuan 1 sebagai berikut :

a) kegiatan awal

kegiatan awal dimulai dengan anak di ajarkan menulis dan membaca kemudian setelah lonceng dibunyikan anak berbaris di depan kelas digabung kelompok A, kelompok B1 dan kelompok B2 menyanyikan lagu-lagu anak, membaca doa-doa pendek, membaca surah-surah pendek, dan membaca hadist. Setelah itu siswa berbaris masuk di kelasnya masing-masing. Sebelum melakukan kegiatan proses belajar mengajar guru menggambarkan terlebih dahulu dengan menggunakan metode bercakap-cakap, Tanya jawab tentang materi apayang akan dipelajari pada hari itu.Kegiatan pada pertemuan inidilakukan di luar kelas

b) Kegiatan inti

Pada kegiatan inti dilakukan sesuai dengan Rencana Kegiatan Harian yang dilakukan oleh pendidik dengan cara pendidik menjelaskan terlebih dahulu kegiatan belajar dengan menggunakan lembar kerja anak yaitu mewarnai gambar kupu-kupu.

Pada kegiatan selanjutnya guru memberikan kesempatan kepada peneliti untuk melaksanakan kegiatan proses belajar mengajar dengan menggunakan model pembelajaran make a matchpembelajaran ini dilakukan di dalam kelas. Peneliti terlebih dahulu menjelaskan aturan pembelajaran make a match yaitu memasangkan kartu gambar serangga dengan gambar tempat serangga, kemudian peneliti membagi 3 kelompok dan di atur berbentuk U, peneliti membagikan kartu gambar pada setiap anak yang yang sudah di tentukan kelompoknya, kemudian pendidik dan peneliti mempraktekkan cara melaksanakan kegiatan memasangkan kartu gambar, selanjutnya anak diminta untuk melakukan kegiatan memasangkan kartu gambar dengan membunyikan peluit sebagai tanda memulai kegiatan, selanjutnya anak yang ada pada kelompok penilai menilai hasil kartu yang telah dipasangkan pada setiap pasangan dan pendidik menilai hasil kartu gambar yang telah dipasangkan serta jawaban dari kelompok penilai.

setelah anak selesai mengerjakannya anak mencuci tangan dan masuk ke dalam kelas berdoa sebelum makan dan minum kemudian makan bersama.

c) Kegiatan akhir

Kegiatan akhir dilakukan setelah proses belajar mengajar telas selesai. Guru besertapeneliti mengajak siswa untuk duduk melingkar di karpet guru menanyakan perasaan anak selama melakukan kegiatan pembelajaran, guru memberikan apresiasi kepada kelompok yang memasangkan kartu gambar dengan cepat dan benar, kemudian guru meberikan pesan-pesan kepada anak dan dilanjutkan dengan membaca doa bersama.

44

2. Pertemuan 2

Pertemuan 2 siklus I dilaksanakan pada hari selasa tanggal 22 Oktober 2019.Adapun kegiatan-kegiatan yang dilakukan dalam siklus 1 pertemuan ke-2 adalah sebagai berikut :

a) Kegiatan awal

kegiatan awal dimulai dengan anak di ajarkan menulis dan membaca kemudian setelah lonceng dibunyikan anak berbaris di depan kelas digabung kelompok A, kelompok B1 dan kelompok B2 menyanyikan lagu-lagu anak, membaca doa-doa pendek, membaca surah-surah pendek, dan membaca hadist. Setelah itu siswa berbaris masuk di kelasnya masing-masing. Sebelum melakukan kegiatan proses belajar mengajar guru menggambarkan terlebih dahulu dengan menggunakan metode bercakap-cakap, Tanya jawab tentang materi apa yang akan dipelajari pada hari itu yaitu binatang serangga. Kegiatan pada pertemuan ini dilakukan diluar kelas.

b) Kegiatan inti

Pada kegiatan inti dilakukan sesuai dengan Rencana Kegiatan Harian yang dilakukan oleh pendidik dengan cara pendidik menjelaskan terlebih dahulu kegiatan belajar dengan menggunakan lembar kerja anak yaitu menggunting dan menempel gambar kupu-kupu.

Pada kegiatan selanjutnya pendidik dibantu oleh peneliti menjelaskan terlebih dahulu aturan pembelajaran make a match yaitu memasangkan kartu gambar serangga dengan gambar tempat serangga misalnya gambar kupu-kupu dipasangkan dengan gambar bunga, kemudian peneliti membagi 3 kelompok dan

di atur berbentuk U, peneliti membagikan kartu gambar pada setiap anak yang yang sudah di tentukan kelompoknya, kemudian pendidik dan peneliti mempraktekkan cara melaksanakan kegiatan memasangkan kartu gambar, selanjutnya anak diminta untuk melakukan kegiatan memasangkan kartu gambar dengan membunyikan peluit sebagai tanda memulai kegiatan, selanjutnya anak yang ada pada kelompok penilai menilai hasil kartu yang telah dipasangkan pada stiap pasangan dan pendidik menilai hasil kartu gambar yang telah dipasangkan serta jawaban dari kelompok penilai.

Setelah anak selesai mengerjakannya anak mencuci tangan dan masuk ke dalam kelas berdoa sebelum makan dan minum kemudian makan bersama.

c) Kegiatan akhir

Kegiatan akhir dilakukan setelah proses belajar mengajar telas selesai. Guru besertapeneliti mengajak siswa untuk duduk melingkar di karpet guru menanyakan perasaan anak selama melakukan kegiatan pembelajaran, guru memberikan apresiasi kepada kelompok yang memasangkan kartu gambar dengan cepat dan benar, kemudian guru meberikan pesan-pesan kepada anak dan dilanjutkan dengan membaca doa bersama.

3. Pertemuan 3

Pertemuan 3 siklul I dilaksanakan pada hari selasa tanggal 28 Oktober 2019 dengan Tema tanaman sub tema bunga. Adapun kegiatan-kegiatan yang dilakukan dalam siklus I pertemuan ke-3 adalah sebagai berikut :

46

kegiatan awal dimulai dengan anak di ajarkan menulis dan membaca kemudian setelah lonceng dibunyikan anak berbaris di depan kelas digabung kelompok A, kelompok B1 dan kelompok B2 menyanyikan lagu-lagu anak, membaca doa-doa pendek, membaca surah-surah pendek, dan membaca hadist. Setelah itu siswa berbaris masuk di kelasnya masing-masing. Sebelum melakukan kegiatan proses belajar mengajar guru menggambarkan terlebih dahulu dengan menggunakan metode bercakap-cakap, Tanya jawab tentang materi apa yang akan dipelajari pada hari itu yaitu binatang serangga.

b) Kegiatan inti

Pada kegiatan inti dilakukan sesuai dengan Rencana Kegiatan Harian yang dilakukan oleh pendidik dengan cara pendidik menjelaskan terlebih dahulu kegiatan belajar dengan menggunakan lembar kerja anak yaitu mewarnai gambar bunga. kegiatan selanjutnya pendidik dibantu oleh peneliti menjelaskan terlebih dahulu aturan pembelajaran kooperatif make a match yaitu memasangkan kartu gambar bunga dengan kartu wana misalnya bunga mawar merah dipasangkan dengan kartu wrna merah, kemudian peneliti membagi 3 kelompok dan di atur berbentuk U, peneliti membagikan kartu gambar pada setiap anak yang yang sudah di tentukan kelompoknya, kemudian pendidik dan peneliti mempraktekkan cara melaksanakan kegiatan memasangkan kartu gambar, selanjutnya anak diminta untuk melakukan kegiatan memasangkan kartu gambar dengan membunyikan peluit sebagai tanda memulai kegiatan, selanjutnya anak yang ada pada kelompok penilai menilai hasil kartu yang telah dipasangkan pada stiap

pasangan dan pendidik menilai hasil kartu gambar yang telah dipasangkan serta jawaban dari kelompok penilai.

Setelah anak selesai mengerjakannya anak mencuci tangan dan masuk ke dalam kelas berdoa sebelum makan dan minum kemudian makan bersama.

c) Kegiatan akhir

Kegiatan akhir dilakukan setelah proses belajar mengajar telas selesai. Guru besertapeneliti mengajak siswa untuk duduk melingkar di karpet guru menanyakan perasaan anak selama melakukan kegiatan pembelajaran, guru memberikan apresiasi kepada kelompok yang memasangkan kartu gambar dengan cepat dan benar, kemudian guru meberikan pesan-pesan kepada anak dan dilanjutkan dengan membaca doa bersama.

c. Tahap observasi dan evaluasi

1) Observasi Guru

Observasi dilaksanakan selama proses kegiatan berlangsung. Pada pertemuan pertama pendidik belum terlalu paham tentang model pembelajaran make a match pendidik hanya menjelaskan secara lisan gambar yang akan di pasangkan serta hanya menjalankan beberapa langkah pembelajaran yaitu 3 langkah pembelajaran yang masih berada pada kriteria kurang. Langkah pembelajaran yang tidak dijalankan pendidik pada pertemuan pertama diantaranya: pada saat pelaksanaan yaitu membunyikan peluit sebgai tanda mulainya mencari pasangan kartu, guru masih menggunakan aba-aba 123. Pedidik juga belum memberikan kesempatan kepada anak untuk berdiskusi terlebih dahulu dan lagsung diarahkan untuk mencari pasangan kartu. Pendidik juga belum

48

mengarahkan anak untuk memperlihatkan hasil kartu yang telah dipasangkan ke tim penilai. Dan pada tahap tindak lanjut dan evaluasi pendidik tidak menilai jawaban pasangan-pasangan yang telah terbentuk.

Pada pertemuan kedua pelaksanaan pembelajaran make a matchmasih berada pada kriteria kurang karena pendidik hanya menjalalankan 4 langkah pembelajaran. Langkah pembelajaran yang belum dijalankan oleh pendidikpada pertemuan kedua diantaranya: pada saat pelaksanaan yaitu membunyikan peluit sebgai tanda mulainya mencari pasangan kartu, guru masih menggunakan aba-aba 123. Pedidik juga belum memberikan kesempatan kepada anak untuk berdiskusi terlebih dahulu dan langsung diarahkan untuk mencari pasangan kartu. Dan pada tahap tindak lanjut dan evaluasi pendidik tidak menilai jawaban pasangan-pasangan yang telah terbentuk.

Pada pertemuan ketiga pelaksanaan pembelajaran make a matchmasih berada pada kriteria Cukup karena pendidik hanya menjalalankan 5 langkah pembelajaran. Langkah pembelajaran yang belum dijalankan oleh pendidik pada pertemuan ketiga diantaranya: pada saat pelaksanaan yaitu membunyikan peluit sebgai tanda mulainya mencari pasangan kartu, guru masih menggunakan aba-aba 123. Pedidik juga belum memberikan kesempatan kepada anak untuk berdiskusi terlebih dahulu dan langsung diarahkan untuk mencari pasangan kartu.

2) Observasi Anak

Pada saat guru menjelaskan beberapa anak berusaha memahami yang disampaikan oleh pendidik dan terdapat anak yang tidak focus hal ini terbukti beberapa anak yang sibuk mengobrol dengan teman sebangkunya dan menganggu temannya. Berdasarkan hasil observasi pada saat kegiatan pembelajaran

berlangsung beberapa anak mampu mnyesuaikan diri dengan yang lainnya, sebagian anak kurang mampu menyesuaikan diri dengan yang lainnya hal ini terbukti anak yang tidak dapat menyesuaikan diri dengan yang lainnya tidak mau melakukan kegiatan memasangkan kartu gambar.Adapun kemampuan mengantri sesuai urutan atau sabar menunggu giliran terdapat beberapa anak yang tidak dapat mengantri, terbukti ada anak tidak sabar menunggu giliran saat di bagikan kartu gambar.Selain itu ada kemampuan senang melakakukan kegiatan bersama teman terdapat beberapa anak tidak mau melakukan kegiatan bersama teman lainnya.Terbukti saat kegiatan pembelajaran memasangkan kartu gambar ada anak yang memilih pasangannya sediri yaitu teman dekatnya. Dan kemampuan berbagi terdapat beberapa anak tidak mau berbagi dengan temannya terbukti pada saat proses pembelajaran ada anak yang tidak mau berbagi tempat duduk.

Oleh karena itu pendidik lebih menekankan untuk memberikan pengarahan tentang peraturan dalam pelaksanaan pembelajaran make a match. Anak mulai paham dalam setiap aturan pelaksanaan kegiatan pembelajaran meskipun belum seluruhnya optimal. Adapun presentase pencapaian akhir dari ketiga pertemuan dari seluruh peningkatan kemampuan hubungan social anak pada penelitian siklus I disajikan dalam tabel sebagai berikut :

Tabel.4.2. Hasil Kemampuan Hubungan Sosial Anak pada siklus I

No Indikator Jumlah

Presentase (%)

kriteria

1 Menyesuaikan diri dengan situasi 21,25%

Cukup

2 Mengantri / Menunggu Giliran 23,12%

50

4 Berbagi 19,37%

Jumlah Presentase 85,62%

Presentase Rata-rata 61,15%

Berdasarkan tabel 4.2 diatas presentase kemampuan hubungan sosial anak pada siklus I mengalami peningkatan berturut-turut pada jumlah presentasinya dari setiap pertemuan. Peningkatan yang dicapai pada siklus I yaitu 61,15% yang berada di kriteria cukup. Berikut hasil uraian yang di dapat dalam peningkatan kemampuan hubungan social anak pada setiap indikator dalam siklus I sebagai berikut :

1) Pada indikator kemampuan anak untuk menyesuaikan diri dengan situasi memperoleh rata-rata 21,25%

2) Pada indicator kemampuan anak mengantri sesuai urutan memperoleh rata-rata 23,12%

3) Pada indikator kemampuan anak untuk melakukan kegiatan bersama memperoleh rata-rata 21,88%

21,25% 23,12% 21,88% 19,37% 0 5 10 15 20 25 menyesuaikan diri mengantri bekerjasama berbagi

Presentasi peningkatan kemampuan hubungan social anak setiap indikator pada penelitian siklus I disajikan dalam gambar sebagai berikut :

Gambar 4.5. Hasil kemampuan Hubungan Sosial Anak Siklus I

Berdasarkan hasil pelaksanaan siklus I menunjukkan adanya peningkatan pada setiap pertemuan yang hendak dicapai.Akan tetapi masih terdapat beberapa indikator yang peningkatannya belum mencapai kriteria yang diharapkan yaitu kriteria baik.Oleh karena itu perlu penelitian dilanjutkan pada siklus II dengan harapan seluruh indikator dapat mencapai peningkatan yang diharapkan dan sesuai dengan indikator keberhasilan yaitu memiliki kriteria sangat baik.

Peningkatan kemampuan hubungan sosial anak dari pra tindakan dan sesudah siklus I dapat dilihat pada tabel di bawah ini yaitu:

Tabel 4.3.peningkatan hubungan social anak dari pra tindakan ke siklus I

No Indikator Presentase Pra

Tindakan

Presentase Siklus I

52 39,72% 61,15% 0 10 20 30 40 50 60 70 Pra Tindakan Siklus I 2 Mengantri / Sabar Menunggu

Giliran

15,62% 23,12%

3 Melakukan kegiatan bersama 13,75% 21,88%

4 Berbagi 14,37% 19,37%

Jumlah 55,62% 85,62%

rata-rata 55,62% 61,15%

Peningkatan 26,79%

Berdasarkan pelaksanaan sebelum tindakan menunjukkan bahwa kemampuan hubungan sosial anak belum seluruhnya optimal karena masih terdapat anak yang memiliki rata-rata yang kurang. Sebelum tindakan memperoleh rata-rata 39,72% yang diperoleh dari keseluruhan rata-rata yang dimiliki anak. sedangkan meningkat pada siklus I dengan memperoleh hasil rata-rata 61,15% yang diperoleh dari hasil evaluasi pada pertemuan terahir.

Berikut ini merupakan grafik rata-rata peningkatan kemampuan hubungan social anak dari pra tindakan ke siklus I.

Gambar.4.6. Hasil Peningkatan Kemampuan Hubungan pada Siklus I Berdasarkan hasil yang diperoleh pada sebelum tindakan memperoleh rata-rata – rata-rata 39,72% dan pada siklus I memperoleh 61,15% . hasil rata-rata-rata-rata tersebut berada dalam kriteria cukup. Namun hal ini belum mencapai kriteria yang diharapkan yaitu kriteria baik, maka peneliti ingin memperbaiki hasil pada pelaksanaan penelitian ke siklus II.

3) Refleksi Siklus I

Refleksi dalam penelitian ini adalah evaluasi yang dilakukan yang terhadap pelaksanaan kegiatan pada siklus I. hasil refleksi selanjutnya dijadikan pedoman untuk pelaksanaan kegiatan pembelajaran make a mathPada siklus II. Hasil evaluasi menunjukkan bahwa proses kegiatan pembelajaran dinilai dapat memberikan stimulasi untuk meningkatkan kemampuan hubungan social anak.

Adapun beberapa permasalahan yang muncul selama proses kegiatan pembelajaran pada siklus I adalah sebagai berikut :

1) Pada saat pendidik membagi kelompok ada anak yang tidak ingin bermain dengan teman yang lain, dia hanya ingin bermain jika satu kelompok dengan teman dekatnya.

2) Jumlah anak dalam dalam kelompok masih terlalu besar sehingga anak sulit untuk mencari pasangan gambar dari kartu yang dipegang anak.

3) Kurang jelasnya pendidik menjelaskan gambar yang akan di pasangkan karena anak tidak diminta untuk berdiskusi terlebih dahulu sambil sebelum melakukan pembelajaran make amatch

54

4) Pada saat pembelajaran berlangsung pendidik kurang memberikan motivasi dan semangat kepada anak.

5) Adanya pembagian kartu gambar oleh pendidik sehingga anak tidak bebas memilih untuk memilih sendiri.

6) Waktu pelaksanaan pembelajaran make a matchdilaksanakan diakhir pembelajaran sebelum jam makan sehingga anak sudah tidak semangat lagi dan membuat kegiatan pembelajaran tergesa-gesa.

Pelaksanaan kegiatan pembelajaran pada siklus I dinilai masih kurang optimal hal ini ditunjukkan dengan munculnya berbagai masalah diatas. Oleh Karena itu, dilakukan upaya perbaikan dengan melakukan berbagai langkah sebagai berikut:

1) Pendidik membagi kelompok sesuai dengan keinginan anak dengan cara menawarkan kepada anak.

2) Pendidik mengurangi anggota kelompok menjadi 4 anak setiap kelompok 3) Pendidik memberikan penjelasan tentang gambar yang akan di pasangkan dan

memberikan kesempatan kepada anak untuk diskusi terlebih dahulu sambil memperlihatkan gambar yang akan dicari pasangannya

4) Pendidik membelikan motivasi dengan menyemangati semua anak pada waktu pembelajaran kooperatif. Dengan cara guru berkata “ ayo ayo ayo” dan bertepuk tangan

6) Pada kegiatan pembelajaran dilaksanakan di awal waktu agar anak lebih semangat melakukan pembelajaran dan mencapai hasil yang maksimal dalam meningkatkan kemampuan hubungan sosial anak.

Hasil siklus I terdapat kekurangan hal ini terbukti dari datapresentase yang belum mencapai kriteria yang ditentukan sehingga perlu adanya perbaikan dan peningkatan yang akan dilakukan pada siklus II.

3. Data Hasil Tindakan Siklus II

Pada siklus II ini dilaksanakan untuk memperbaiki dan meningkatkan hasil presentase pada siklus I dalam kemampuan hubungan social anak di RA Gerhana Alauddin dilaksanakan dalam 3 kali pertemuan.Adapun tahapan siklus II yaitu perencanaan, tindakan, pengamatan, dan refleksi. Tema yang digunakan pada siklus II yaitu “tanaman” dengan sub tema bunga dan buah berikut deskripsi tiap pertemuan.

a. Perencanaan

Langkah tindakan pada siklus II prinsipnya sama seperti pelaksanaan tindakan siklus I. perbedaan dengan pelaksanaan siklus I terdapat pada jumlah anggota kelompok dan waktu pelaksanaan kegiatan. Jumlah anggota kelompok yang ada pada awalnya terdiri dari 5 anak kemudian dikurangi menjadi 4 anakdan waktu pelaksanaan yang awalnya dilaksanakan di akhir pembelajaran di ubah ke awal pembelajaran.

56

Siklus II terdiri dari tiga kali pertemuan terdiri dari tahap kegiatan awal, inti, dan kegiatan akhir. Tema yang digunakan pada siklus II yaitu tanaman dengan sub tema bunga dan buah.

1) Pertemuan 1

Pertemuan II siklus 1 dilaksanakan pada hari selasa tanggal 29 oktober 2019. Kegiatan yang dilakukan pada siklus II pertemuan 1 sebagai berikut : a) kegiatan awal

kegiatan awal dimulai dengan anak di ajarkan menulis dan membaca kemudian setelah lonceng dibunyikan anak berbaris di depan kelas digabung

Dokumen terkait