• Tidak ada hasil yang ditemukan

HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

B. Deskripsi Data Penelitian

Untuk mendapatkan data gambaran secara umum tentang data kecerdasan spiritual pecandu alkohol dan mantan pecandu alkohol dianalisis secara deskriptif guna mengetahui skor maksimum, dan untuk mendapatkan nilai kecenderungan sentral (mean), dan standar deviasi.Berikut hasil SPSS deskriptif statistik.

78 Analisis deskriptif data kecerdasan spiritual pecandu minuman beralkohol dan mantan pecandu minuman beralkohol. Analisis deskriptif bertujuan untuk memberikan deskriptif subjek penelitian berdasarkan data variabel yang diperoleh dari kelompok subjek yang diteliti dan tidak dimaksud kan untuk pengujian hipotesis.

a. Nilai batas minimum dengan mengandaikan responden atau seluruh responden menjawab seluruh pertanyaan pada item yang mempunyai skor terendah atau 1 dengan jumlah item 30. Sehingga nilai batas minimum adalah jumlah responden dikalikan bobot pertanyaan dikalikan bobot jawaban = 1x30 = 30.

b. Nilai batas maksimum dengan mengandaikan responden atau seluruh responden menjawab seluruh pertanyaan pada item yang mempunyai skor tertinggi atau 4 dengan jumlah item 30. Sehingga nilai batas maksimum adalah jumlah responden dikalikan bobot pertanyaan dikalikan bobot jawaban = 30x4 = 120.

c. Jarak antara batas maksimum dan batas minimum = 120-30 = 90.

d. Jarak interval merupakan hasil dari jarak keseluruhan dibagi jumlah kategori = 90 : 4 = 22,5

79 Dengan perhitungan di atas akan diperoleh realitas seperti berikut: 30 52,5 75 97,5 120

Gambar tersebut dibaca: Interval 30 – 52,5 = Rendah 52,5– 75 = Sedang 75 – 97,5 = Tinggi 97,5– 120 = Sangat Tinggi

Hasil olahan data pecandu alkohol dapat dibagi menjadi empat yaitu:

a) 2 remaja (dengan interval skor berkisar antara 30-52,5) masuk kategori rendah

b) 18 remaja (dengan interval nilai skor berkisar antara 52,5- 75 ) masuk dalam sedang.

c) 10 remaja (dengan interval 75-97,5) masuk dalam kategori tinggi.

d) 2 remaja (dengan interval 97,5-120) masuk dalam kategori sangat tinggi.

Interval Prosentase Kriteria

30-52,5 6,6%

Sedang

52,5-75 60%

75-97,5 3,3%

80 Hasil olahan data mantan pecandu alkohol dapat dikategorikan menjadi dua yaitu:

a) 19 remaja (dengan interval nilai skor berkisar antara 75-97,5) masuk kategori tinggi

b) 12 remaja (dengan interval nilai skor berkosar antara 97,5-120) masuk kategori sangat tinggi

Interval Prosentase Kriteria

30-52,5 - Tinggi 52,5-75 - 75-97,5 60% 97,5-120 40% C. Uji Prasyarat 1. Uji Normalitas

Sebelum dilakukan pengujian hipotesis, terlebih dahulu pengujian normalitas.Uji normalitas dilakukan untuk mengetahui normal atau tidaknya distribusi data.Data yang normal berarti mempunyai sebaran yang normal pula. Dengan demikian, data tersebut dianggap pendapat mewakili populasi. Uji ini dilakukan sebagai syarat dalam uji independent sampel t-test, uji paired sampel t-test dan uji anova.

81 Kriteria pengujian :

a. Angka signifikansi uji Shapiro Wilk Sig. > 0.05 menunjukan data berdistribusi normal.

b. Angka signifikansi uji Shapiro Wilk Sig. < 0.05 menunjukan data tidak berdistribusi normal.

Hasil Uji Normalitas Kecerdasan Spiritual

Berdasarkan uji normalitas diatas nilai Shapiro Wilk pecandu alkohol memiliki skor 0.596 dengan (p>0,05), sedangkan mantan pecandu alkohol memiliki skor 0.166 dengan (p>0,05). Dapat ditarik kesimpulan jika nilai signifikansi pecandu alkohol dan mantan pecandu alkohol berdistribusi normal.

2. Uji Homogenitas

Uji homogenitas adalah pengujian mengenai sama tidaknya variansi-variansi dua buah distribusi atau lebih. Uji

82 homogenitas biasanya digunakan sebagai dalam analisis indepentent sampel t-test dan anova.Uji Homogenitas bertujuan untuk menguji perbedaan antara kedua kelompok atau beberapa kelompok yang berbeda subjeknya atau sumber datanya.

Dasar pengambilan keputusan:

a) Jika nilai signifikansi >0,05 maka distribusi data adalah homogen.

b) Jika nilai signifikasi <0,05 maka distribusi data adalah tidak homogen.

Berdasarkan hasil pengujian diatas nilai F = 1.105 dan diketahui nilai signifikansi sebesar .413 lebih besar dari 0.05 sehingga dapat disimpilkan bahwa yang diujikan memiliki varian yang sama dan homogen.

83 3. Uji Hipotesis

Pengujian hipotesis penelitian bertujuan untuk membuktikan kebenaran dari hipotesis yang diajukan.Adapun hipotesis yang diajukan dalam penelitian ini adalah “Ada perbedaan Kecerdasan spiritual antara Pecandu Minuman Beralkohol dan Mantan Pecandu Minuman Beralkohol. Uji hipotesis dalam penelitian ini menggunakan teknik uji T Independent dengan bantuan program SPSS 16.0 for windows. Berikut tabel yang berisi hasil uji hipotesis.

1. Pengambilan keputusan

Jika nilai probabilitas > 0,05 maka H0 ditolak Jika nilai probabilitas < 0,05 maka H0 diterima

2. Hipotesis dalam penelitian ini adalah: Ada perbedaan kecerdasan spiritual antara pecandu minuman beralkohol dan mantan pecandu minuman beralkohol remaja kecamatan Gringsing kabupaten Batang (HA). Hasil dari analisis

84 independent t-test di atas dapat diketahui nilai pada probabilitas (sig. 2-tailed) diperoleh nilai taraf signifikan sebesar 0,000 (ρ < 0,05). Dari hasil penghitungan maka dapat diketahui bahwa hipotesis diterima karena nilai probabilitas lebih kecil dari 0,05. Maka dapat disimpulkan bahwa ada perbedaan kecerdasan spiritual antara pecandu minuman beralkohol dan mantan pecandu minuman beralkohol remaja kecamatan Gringsing kabupaten Batang.

C. Pembahasan

Berdasarkan hasil analisis data dapat dijelaskan dan diketahui bahwa dalam penelitian terdapat dua variabel, yaitu variabel independen (pecandu alkohol dan mantan pecandu alkohol) dan variabel dependen (kecerdasan spiritual). Variabel yang dijadikan instrument adalah teori Kecerdasan spiritual Danah Zohar dan Ian Marshall dengan aspek-aspek kemampuan bersikap fleksibel, tingkat kesadaran diri yang tinggi, kemampuan menghadapi dan memanfaatkan penderitaan, kemampuan menghadapi rasa takut, enggan menyebabkan kerugian yang tidak perlu, berpandangan holistik. Variabel tersebut telah memenuhi uji validitas dan realibitas instrument. Dari hasil validitas dan realibilitas menunjukkan bahwa variabel dan indikator variabel-variabel dalam penelitian dinyatakan tidak semuannya valid.

85 Hasil analisis data tentang perbedaan kecerdasan

spiritual pada pecandu minuman beralkohol dan mantan pecandu minuman beralkohol , didapatkan hasil perhitungan Independen Sampel T-test sebesar -6.378 Berdasarkan hasil uji hipotesis, dapat disimpulkan bahwa hipotesis diterima karena nilai signifikansi lebih kecil daripada 0,05 (0,000 < 0,05). Hal itu menunjukan bahwa ada perbedaan tingkat kecerdasan spiritual pecandu minuman beralkohol dan mantan pecandu minuman beralkohol remaja kecamatan Gringsing kabupaten Batang Dengan nilai rata-rata (mean) pecandu minuman beralkohol 73 sedangkan nilai (mean) mantan pecandu alkohol 92, dan diketahui pula bahwa tingkat mantan pecandu minuman beralkohol lebih tinggi daripada pecandu minuman beralkohol.

Berkaitan dengan ditemukan adanya perbedaan tingkat kecerdasan spiritual yang signifikan antara pecandu minuman beralkohol dan mantan pecandu minuman beralkohol remaja kecamatan Gringsing kabupaten Batang, membuktikan bahwa secara teoritik kecerdasan spiritual memang dipengaruhi oleh minuman beralkohol.

Danah Zohar dan Ian Marshall juga menggambarkan seseorang yang mempunyai kecerdasan spiritual adalah orang yang memiliki sifat fleksibel, mudah beradaptasi dengan baik, memiliki kesadaran yang tinggi. Orang yang memiliki

86 kecerdasan spiritual yang tinggi maka akan memiliki pemahaman tentang arah tujuan hidupnya, sehingga mampu melihat dan merasakan berbagai kemungkinan diantara hal-hal biasa. Berkaitan dengan dunia orang yang memiliki kecerdasan spiritual yang tinggi memiliki pandangan yang luas dan mampu melihat potensi diri sendiri.2

Apabila remaja terus menerus mengkonsumsi minuman beralkohol atau dapat dikatakan sebagai pecandu minuman beralkohol maka lambat laun kecerdasan spiritual dalam diri remaja akan menurun. Jelas saja karena pecandu minuman beralkohol telah mengabaikan kewajiban-kewajibanya dalam menjalankan ibadah, hubungan sosial dengan masyarakat sekitar pecandu minuman beralkohol menjadi tidak baik.Masyakat menganggap bahwa seorang pecandu minuman beralkohol sangat menganggu ketertiban sosial.

Sejalan dengan pendapat Pestonjee seorang pecandu alkohol memiliki efek ketergantungan terhadap alkohol tersebut sangat menganggu aktivitas sehari-hari. Tidak jarang pecandu alkohol merasa tertekan, mengalami konflik internal maupun

2

87 eksternal, bahkan menjadi frustasi akibat dari ketergantungan terhadap alkohol.3

Syeikh Ali Ahmad berpendapat seorang pecandu alkohol bisa menjadi pencuri, berzina, dan menindas yang lemah. Terbiasa berucapan kotor menjadi dan bertindakan kasar menjadi perwatakan pecandu minuman beralkohol.4

Berbeda dengan mantan pecandu minuman beralkohol yang sudah tidak lagi mengkonsumsi minuman beralkohol akan melakukan aktifitas-aktifitas yang lebih positif seperti, kembali menjalankan ibadah, memperbaiki hubungan sosial dan mulai mengontrol emosi dalam dirinya sehingga kecerdasan spiritualnya kembali diasah. Sejalan dengan teori Joice yang mengatakan bahwa mantan pecandu alkohol mulai membentuk gaya hidup yang sehat tanpa alkohol. Kemudian menjalankan hidup yang bersih dari alkohol. Dan mulai berperilaku positif salah satu contohnya mulai menjalankan kembali kewajiban beragama. 5

3Vincentinus Awan Hananto, Studi Deskriptif Strategi Coping

Mahasiswa Mantan Pecandu Minuman Beralkohol dalam Menghadapi Masalah...,hlm. 16

4 Syeikh Ali Ahmad Al-Jarawi, Indahnya Syariat Islam, hlm.575 5 Joyce Joyce, D.G. 1999. Apa Itu Alcoholics Anonymous?(www.ycab.org/id/druginfo.asp)

88 Berdasarkan hasil analisis dan pembahasan diatas menunjukkan bahwa minuman beralkohol berpengaruh terhadap kecerdasan spiritual remaja kecamatan Gringsing kabupaten Batang. Sehingga Ho ditolak dan Ha diterima.

89 BAB V

PENUTUP

Dokumen terkait