H. Uji Coba Instrumen 1. Uji Validitas Instrumen
I. Teknik Analisis Data
2. Deskripsi Data
Untuk mendiskripsikan dan menguji pengaruh antara variabel bebas dan variabel terikat, maka bagian ini akan disajikan deskripsi masing-masing variabel berdasarkan data yang diperoleh di lapangan. Deskripsi data yang akan disajikan adalah mean (M), median (Me), modus (Mo) dan tabel distribusi frekuensi.
a. Deskripsi Variabel Penggunaan Media Pembelajaran pada Mata Pelajaran Kewirausahaan (X)
Dari hasil analisis diketahui skor terendah adalah 52 skor tertinggi 76, rata-rata (mean) = 62,66 nilai tengah (median) = 63,00 modus (mode) = 65,00, dan standar deviasi sebesar 5,26. Selain itu data tentang penggunaan media pembelajaran pada mata pelajaran kewirausahaan berdasarkan tanggapan responden diperoleh angket sebanyak 16 butir dengan jumlah responden 47 siswa. Berikut tabel dan diagram distribusi frekuensi variabel penggunaan media pembelajaran pada mata pelajaran kewirausahaan.
Tabel 9. Distribusi Frekuensi Variabel Penggunaan Media Pembelajaran pada Mata Pelajaran Kewirausahaan
No Interval Frekuensi Frekuensi (%) Kumulatif (%)
1 52-55 5 10,64 10,64 2 56-59 8 17,02 27,66 3 60-63 11 23,40 51,06 4 64-67 16 34,04 85,1 5 68-71 6 12,77 97,87 6 72-75 0 0,00 97,87 7 76-79 1 2,13 100,00 Jumlah 47 100,0 100,00
Gambar 2. Diagram Batang Distribusi Frekuensi Variabel Penggunaan Media Pembelajaran pada Mata Pelajaran Kewirausahaan
Berdasarkan Tabel 9 dan gambar 2 menunjukkan bahwa frekuensi variabel penggunaan media pembelajaran pada mata pelajaran kewirausahaan paling banyak berada pada interval 64-67 sebanyak 16 orang (34,04%). Sementara frekuensi variabel penggunaan media pembelajaran pada mata pelajaran kewirausahaan paling sedikit pada interval 76-79 sebanyak 1 orang (2,13%).
Penentuan kecenderungan variabel, setelah nilai minimum (Xmin) dan nilai maksimum (Xmax) diketahui yaitu 16 dan 80, maka selanjutnya mencari nilai rata-rata ideal (Mi) dengan rumus Mi = ½ (Xmax+Xmin), mencari standar deviasi ideal (SDi) dengan rumus Sdi = 1/6 (Xmax-Xmin). Berdasarkan acuan norma di atas, mean ideal
variabel penggunaan media pembelajaran kewirausahaan adalah 48.Standar deviasi ideal
Berdasarkan perhitungan tersebut dapat dibuat tabel distribusi kecenderungan, adapun distribusi kecenderungan variabel penggunaan media pembelajaran pada mata pelajaran kewirausahaan sebagai berikut.
Tabel 10. Distribusi Kecenderungan Penggunaan Media Pembelajaran pada Mata Pelajaran Kewirausahaan
No Skor Frekuensi Relatif (%)Frekuensi
Frekuensi Kumulatif (%) Kategori 1 X > 64,1 21 44,7 44,7 Sangat Tinggi 2 53,4 < X ≤ 64,0 22 46,8 91.5 Tinggi 3 42,8 < X ≤ 53,3 4 8,5 100 Cukup 4 32,1 < X ≤ 42,7 0 0 Rendah 5 X ≤ 32,0 0 0 RendahSangat Jumlah 47 100,00 100,0
Tabel di atas menunjukkan bahwa frekuensi penggunaan media pembelajaran pada mata pelajaran kewirausahaan pada kategori sangat tinggi sebesar 21 responden, tinggi sebesar 22 responden, pada kategori cukup sebesar 4 responden, dan pada kategori rendah, serta sangat rendah tidak ada. Frekuensi responden paling banyak dalam variabel penggunaan media pembelajaran pada mata pelajaran kewirausahaan dalam kategori tinggi yakni sebesar 22 responden (46,8%).
Sangat Tinggi : X > M + 1,5 SD
Tinggi : M + 0,5 SD < X ≤ M + 1,5 SD
Cukup : M – 0,5 SD < X ≤ M + 0,5 SD
Rendah : M – 1,5 SD < X ≤ M – 0,5 SD
Berdasarkan distribusi kecenderungan variabel penggunaan media pembelajaran pada mata pelajaran kewirausahaan di atas dapat digambarkan diagram pie pada gambar berikut.
Gambar 3. Diagram Pie Penggunaan Media Pembelajaran pada Mata Pelajaran Kewirausahaan
b. Deskripsi Variabel Keaktifan Siswa (Y1)
Dari hasil analisis diperoleh skor terendah adalah 40 skor tertinggi 62, rata-rata (mean) = 53,66 nilai tengah (median) = 54,00 modus (mode) = 53,00, dan standar deviasi sebesar 4,05. Selain itu data tentang keaktifan siswa berdasarkan tanggapan responden diperoleh angket sebanyak 13 butir dengan jumlah responden 47 siswa. Berikut tabel dan diagram distribusi frekuensi variabel keaktifan siswa.
Tabel 11. Distribusi Frekuensi Variabel Keaktifan Siswa
No Interval Frekuensi Frekuensi (%) Kumulatif (%)
1 40-43 1 2,13 2,13 2 44-47 1 2,13 4,26 3 48-51 10 21,28 25,54 4 52-55 18 38,30 63,84 5 56-59 14 29,79 93,63 6 60-63 3 6,37 100,00 Jumlah 47 100,0 100,00
Gambar 4. Diagram Batang Distribusi Frekuensi Variabel Keaktifan Siswa Berdasarkan Tabel 11 dan gambar 4 menunjukkan bahwa frekuensi variabel keaktifan siswa paling banyak berada pada interval 52-55 sebanyak 18 orang (38,30%). Sementara frekuensi variabel keaktifan siswa paling sedikit pada interval 40-43 dan 44-47 masing-masing sebanyak 1 orang (2,13%).
Penentuan kecenderungan variabel, setelah nilai minimum (Xmin) dan nilai maksimum (Xmax) diketahui yaitu 13 dan 65, maka selanjutnya mencari nilai rata-rata ideal (Mi) dengan rumus Mi = ½ (Xmax+Xmin), mencari standar deviasi ideal (SDi) dengan rumus Sdi = 1/6 (Xmax-Xmin). Berdasarkan acuan norma di atas, mean ideal
variabel keaktifan siswa adalah 39.Standar deviasi idealadalah 8,7. Dari perhitungan di atas dapat dikategorikan dalam 5 kelas sebagai berikut:
Berdasarkan perhitungan tersebut dapat dibuat tabel distribusi kecenderungan, adapun distribusi kecenderungan variabel keaktifan siswa sebagai berikut.
Tabel 12. Distribusi Kecenderungan Keaktifan Siswa
No Skor Frekuensi Relatif (%)Frekuensi Kumulatif (%)Frekuensi Kategori
1 X > 52,1 31 66,0 66,0 Sangat Tinggi 2 43,4 < X ≤ 52,0 15 31,9 97,9 Tinggi 3 34,8 < X ≤ 43,3 1 2,1 100 Cukup 4 26,1 < X ≤ 34,7 0 0 Rendah 5 X ≤ 26,0 0 0 Sangat Rendah Jumlah 47 100,00 100,0
Tabel di atas menunjukkan bahwa frekuensi keaktifan siswa pada kategori sangat tinggi sebesar 31 responden, tinggi sebesar 15 responden, cukup sebesar 1 responden, dan pada kategori rendah, serta sangat rendah tidak ada. Frekuensi responden paling
Sangat Tinggi : X > M + 1,5 SD
Tinggi : M + 0,5 SD < X ≤ M + 1,5 SD
Cukup : M – 0,5 SD < X ≤ M + 0,5 SD
Rendah : M – 1,5 SD < X ≤ M – 0,5 SD
banyak dalam variabel keaktifan siswa dalam kategori sangat tinggi yakni sebesar 31 responden (66,0%).
Berdasarkan distribusi kecenderungan variabel keaktifan siswa di atas dapat digambarkan diagram pie pada gambar berikut.
Gambar 5. Diagram Pie Keaktifan Siswa
c. Deskripsi Variabel Minat Berwirausaha (Y2)
Dari hasil analisis diperoleh skor terendah adalah 43 skor tertinggi 66, rata-rata (mean) = 55,47 nilai tengah (median) = 56,00 modus (mode) = 56,00, dan standar deviasi sebesar 5,14. Selain itu data tentang minat berwirausaha berdasarkan tanggapan responden diperoleh angket sebanyak 14 butir dengan jumlah responden 47 siswa. Berikut tabel dan diagram distribusi frekuensi variabel minat berwirausaha.
Tabel 13. Distribusi Frekuensi Variabel Minat Berwirausaha
No Interval Frekuensi Frekuensi (%) Kumulatif (%)
1 43-46 3 6,38 6,38 2 47-50 5 10,64 17,02 3 51-54 9 19,15 36,17 4 55-58 17 36,17 72,34 5 59-62 10 21,28 93,62 6 63-66 3 6,38 100,00 Jumlah 47 100,0 100,00
Gambar 6. Diagram Batang Distribusi Frekuensi Variabel Minat Berwirausaha Berdasarkan Tabel 13 dan gambar 6 menunjukkan bahwa frekuensi variabel minat berwirausaha paling banyak berada pada interval 55-58 sebanyak 17 orang (36,17%). Sementara frekuensi variabel minat berwirausaha paling sedikit pada interval 63-66 dan 43-46 masing-masing sebanyak 3 orang (6,38%).
Penentuan kecenderungan variabel, setelah nilai minimum (Xmin) dan nilai maksimum (Xmax) diketahui yaitu 14 dan 70, maka selanjutnya mencari nilai rata-rata
ideal (Mi) dengan rumus Mi = ½ (Xmax+Xmin), mencari standar deviasi ideal (SDi) dengan rumus Sdi = 1/6 (Xmax-Xmin). Berdasarkan acuan norma di atas, mean ideal
variabel minat berwirausaha adalah 42. Standar deviasi ideal adalah 9,3. Dari perhitungan di atas dapat dikategorikan dalam 5 kelas sebagai berikut:
Berdasarkan perhitungan tersebut dapat dibuat tabel distribusi kecenderungan, adapun distribusi kecenderungan variabel minat berwirausaha sebagai berikut.
Tabel 14. Distribusi Kecenderungan Minat Berwirausaha No Skor Frekuensi Frekuensi
Relatif (%) Frekuensi Kumulatif (%) Kategori 1 X > 56,1 22 46,8 46,8 Sangat Tinggi 2 46,8 < X ≤ 56,0 22 46,8 93,6 Tinggi 3 37,4 < X ≤ 46,7 3 6,4 100 Cukup 4 28,1< X ≤ 37,3 0 0 Rendah 5 X ≤ 28,0 0 0 Sangat Rendah Jumlah 47 100,00 100,0
Tabel di atas menunjukkan bahwa frekuensi minat berwirausaha pada kategori sangat tinggi sebesar 22 responden, tinggi sebesar 22 responden, cukup sebesar 3 responden, dan pada kategori rendah, serta sangat rendah tidak ada. Frekuensi responden paling banyak dalam variabel minat berwirausaha dalam kategori sangat tinggi dan tinggi yakni sebesar 22 responden (46,8%).
Sangat Tinggi : X > M + 1,5 SD
Tinggi : M + 0,5 SD < X ≤ M + 1,5 SD
Cukup : M – 0,5 SD < X ≤ M + 0,5 SD
Rendah : M – 1,5 SD < X ≤ M – 0,5 SD
Berdasarkan distribusi kecenderungan variabel minat berwirausaha di atas dapat digambarkan diagram pie pada gambar berikut.
Gambar 7. Diagram Pie Minat Berwirausaha