BAB 4 HASIL DAN PEMBAHASAN
4.2. Deskripsi Hasil Penelitian
4. 2. 1. Kebijakan Akuntansi Perusahaan
Dalam pembuatan laporan keuangan perusahaan memiliki kebijakan – kebijakan akuntansi yang ditentukan sebagai berikut:
1. Laporan Keuangan
Laporan keuangan disusun perusahaan dengan menggunakan dasar harga perolehan dan prinsip akrual. Kecuali untuk akun tertentu dinyatakan berdasarkan pengukuran lain sesuai dengan kebijakan akuntansi masing - masing akun tersebut.
2. Piutang Usaha
Piutang dinyatakan berdasarkan nilai nominal piutang yang timbul dikurangi dengan taksiran jumlah yang tidak dapat ditagih. Pembentukan penyisihan piutang usaha didasarkan pada metode analisa umur piutang.
3. Persediaan
Persediaan dinyatakan menurut nilai yang terendah antara harga perolehan atau nilai bersih yang dapat direalisasikan. Akun ini diakui pada saat terjadi transaksi pembelian atau perolehan persediaan. Selanjutnya secara berkala dilakukan inspeksi jumlah persediaan dengan nilai bukunya untuk menentukan besarnya nilai persediaan.
4. Pekerjaan Kontrak Konstruksi Dalam Pelaksanaan
Akun ini mencatat prestasi konstruksi berdasarkan progress pekerjaan yang telah diselesaikan. Akun ini dinilai sebesar nilai penyelesaian pekerjaan yang terdapat laporan prestasi fisik yang dibuat dan disetujui oleh manajer proyek dan pihak yang terkait.
5. Aktiva Tetap
Aktiva tetap dicatat berdasarkan harga perolehan dikurangi akumulasi penyusutan. Penyusutan aktiva tetap bangunan menggunakan metode garis lurus (straight line method), sedangkan untuk aktiva tetap lainnya menggunakan persentase tetap dari nilai buku (declining method).
6. Pendapatan
Pendapatan atas jasa konstruksi diakui berdasarkan tingkat persentase penyelesaian pekerjaan. Persentase penyelesaian pekerjaan konstruksi ditetapkan berdasarkan kemajuan fisik proyek yang dituangkan dalam Laporan Prestasi Proyek (LPP). Dalam kondisi tertentu, pendapatan dapat ditambah dengan nilai
yang terdapat dalam penyimpangan pekerjaan kontrak, klaim dan pembayaran insentif yang telah disetujui dan dinegosiasikan.
7. Beban
Beban atas jasa konstruksi dan beban usaha diakui pada saat terjadinya (accrual
basis). Beban / biaya usaha yang berhubungan dengan pencapaian tingkat
penyelesaian pekerjaan harus dilaporkan / diakui sebagai beban / biaya usaha pada periode pendapatan diakui.
4. 2. 2. Metode Pengumpulan Biaya
Metode pengumpulan biaya yang digunakan oleh perusahaan dalam menghitung harga pokok konstruksi adalah berdasarkan pada metode harga pokok pesanan (job order costing). Metode ini digunakan karena biaya produksi diakumulasikan ke dalam harga pokok untuk setiap kontrak proyek konstruksi dan dibebankan ke dalam masing – masing proyek yang bersangkutan.
Pengumpulan biaya yang dilakukan oleh perusahaan dilaksanakan di proyek maupun di kantor cabang. Pengumpulan biaya di proyek dilakukan oleh bagian staf akuntansi proyek dengan persetujuan Site Administration Manager (SAM) proyek. Selanjutnya bagian operasional konstruksi proyek juga melakukan pengumpulan biaya dengan mencatat dan menghitung biaya yang diperlukan dalam pengerjaan suatu proyek.
Bagian staf akuntansi proyek dengan persetujuan Site Administration Manajer (SAM) melakukan pengumpulan biaya dimulai dari pembebanan biaya upah tenaga
kerja langsung proyek, biaya subkontraktor, asuransi pekerja, pembelian peralatan serta akomodasi yang berhubungan dengan kegiatan proyek. Sedangkan bagian operasional konstruksi melakukan pembebanan biaya dengan menghitung, mencatat dan melakukan pembelian bahan – bahan material yang dibutuhkan dalam pelaksanaan proyek.
Selanjutnya pada bagian akuntansi kantor cabang perusahaan akan menghitung dan mengakumulasi biaya konstruksi untuk masing – masing proyek berdasarkan seluruh laporan biaya yang diterima dari bagian operasional proyek dan bagian akuntansi proyek ditambah dengan biaya operasional dan biaya overhead yang terjadi yang berhubungan dengan pelaksanaan proyek berjalan. Setelah melakukan akumulasi biaya untuk masing – masing proyek, bagian akuntansi kantor cabang akan membuat laporan harga pokok konstruksi untuk masing – masing proyek dalam rangka pengendalian biaya.
4. 2. 3. Klasifikasi Biaya
Dalam menyajikan laporan keuangan setiap akhir periode akuntansi, perusahaan mengelompokkan dan mencatat biaya – biaya yang terjadi ke dalam klasifikasi sebagai berikut:
1. Biaya Proyek, yang terdiri dari: a. Biaya Material langsung
Biaya material langsung adalah semua biaya yang dikeluarkan oleh perusahaan untuk pembelian material yang digunakan secara langsung dalam
pelaksanaan suatu proyek. Termasuk di dalam biaya material langsung adalah biaya bahan pokok maupun biaya bahan pembantu.
b. Biaya Tenaga Kerja Langsung
Biaya tenaga kerja langsung adalah biaya yang dikeluarkan oleh perusahaan untuk membayar tenaga kerja atau karyawan yang berhubungan secara langsung dengan pelaksanaan proyek. Biaya ini terdiri dari:
1. Biaya tenaga kerja lepas, adalah upah untuk tenaga kerja yang berasal dari luar perusahaan, yang masa kerjanya berdasarkan kontrak yang telah ditetapkan oleh perusahaan.
2. Biaya tenaga kerja borongan, adalah upah yang diberikan kepada tenaga kerja yang berasal dari luar perusahaan, yang dipekerjakan untuk membantu perusahaan dalam pelaksanaan pekerjaan atau proyek tertentu dimana masa kerjanya tidak terkait dengan kontrak.
3. Biaya tenaga kerja / karyawan harian tetap adalah upah / gaji karyawan tetap perusahaan, yang bekerja pada proyek perusahaan yang upah / gajinya berdasarkan harian atau tarif jam kerja yang ditetapkan.
c. Biaya Sub Kontraktor
Biaya sub kontraktor adalah biaya yang dikeluarkan perusahaan untuk pembayaran atas progress atau prestasi penyelesaian pekerjaan sub kontraktor yang membantu pelaksanaan pekerjaan proyek perusahaan untuk menjamin kualitas dan jadwal penyelesaian suatu kontrak.
d. Biaya Overhead
Adalah biaya lain- lain yang dikeluarkan oleh perusahaan yang tidak dapat diklasifikasikan ke dalam kelompok biaya material langsung maupun biaya tenaga kerja langsung. Biaya ini termasuk biaya transportasi, biaya jasa yang dikeluarkan untuk proses kelancaran pelaksanaan proyek.
2. Biaya Operasional
Adalah biaya yang dikeluarkan perusahaan yang berhubungan dengan kegiatan operasional. Biaya operasional ini dikelompokkan menjadi:
a. Biaya gaji karyawan
b. Biaya administrasi dan umum c. Biaya depresiasi
d. Biaya penjualan e. Biaya pemeliharaan 3. Biaya lain-lain
Adalah biaya yang dikeluarkan oleh perusahaan yang tidak termasuk didalam biaya operasional maupun biaya proyek diantaranya biaya pajak atas bunga bank.
4. 2. 4. Proses Akuntansi
Dalam menghasilkan laporan keuangan, perusahaan memproses data akuntansinya berdasarkan prosedur yang sudah ditetapkan, keseluruhan kegiatan mulai dari pencatatan hingga penyajian laporan keuangan disebut sebagai proses
akuntansi. Data akuntansi yang ada diolah mulai dari mencatat bukti transaksi, mengklasifikasikan, meringkas hingga menyajikan dalam bentuk laporan keuangan.
Perusahaan dalam menyusun laporan keuangan dan melakukan pencatatan transaksi keuangan untuk mengakui pendapatan menggunakan metode accrual basis. Metode ini mengakui dan mencatat terlebih dahulu pendapatan dan biaya pada saat terjadinya transaksi atau saat penyerahan jasa konstruksi meskipun pembayaran belum terjadi atau pendapatan belum diterima secara tunai (per kas) atau pendapatan hanya diterima sebagian.
Pencatatan secara rutin setiap transaksi keuangan perusahaan diproses berdasarkan bukti transaksi yang diterima dari proyek. Adapun pencatatan proses akuntansi perusahaan didokumentasikan dalam catatan akuntansi berikut ini:
1. Jurnal
Bukti – bukti transaksi yang berhubungan dengan proyek diklasifikasikan dan diposting ke dalam jurnal. Jurnal yang dibuat oleh perusahaan untuk mencatat transaksi atas usaha konstruksi adalah: jurnal pengeluaran kas/bank, jurnal penerimaan kas/bank, jurnal pembelian, jurnal penjualan, dan jurnal memorial. Jurnal memorial dalam perusahaan digunakan untuk mencatat transaksi selain penerimaan / pengeluaran kas dan pembelian / penjualan. Jurnal memorial merupakan jurnal yang digunakan untuk pencatatan pengakuan pendapatan berdasarkan progress fisik, pencatatan harga pokok proyek, pencatatan pembebanan biaya.
2. Buku catatan pembukuan kas kecil
Buku kas kecil digunakan untuk mencatat semua transaksi yang berhubungan dengan penerimaan dan pengeluaran kas dengan nominal kecil yang bersifat memenuhi kebutuhan rutin dan dilakukan secara tunai. Jenis transaksi yang dicatat ke dalam buku kas kecil meliputi pengeluaran biaya administrasi rutin, biaya umum, dan penerimaan bonus dari supplier.
3. Catatan pembukuan bank
Digunakan untuk mencatat semua penerimaan dan pengeluaran melalui bank meliputi pendapatan tunai maupun pembayaran biaya operasional rutin. Catatan pembukuan ini digunakan untuk pencocokan atau rekonsiliasi dengan saldo rekening koran yang dimiliki perusahaan.
4. Buku Pembantu
Buku pembantu merupakan buku tambahan untuk mendukung saldo – saldo dalam buku besar, buku pembantu perusahaan digunakan untuk mencatat piutang dan hutang perusahaan.
5. Buku Besar
Setelah bukti transaksi diklasifikasikan dan dicatat ke dalam jurnal selanjutnya dilakukan posting ke dalam buku besar. Buku besar terdiri dari beberapa pos atau rekening yang menunjukkan saldo akhir pada tiap – tiap rekening.
6. Laporan Keuangan
Laporan keuangan yang disusun perusahaan meliputi neraca, laporan laba rugi, laporan arus kas, laporan perubahan ekuitas, dan catatan atas laporan keuangan.
Setelah dilakukan posting jurnal ke dalam buku besar, selanjutnya secara berkala melalui sistem komputerisasi data dari buku besar diproses sehingga dapat dihasilkan neraca, laporan laba rugi, laporan arus kas, dan laporan keuangan lainnya yang dibutuhkan perusahaan.
4. 2. 5. Metode Pengakuan Pendapatan Yang Diterapkan Perusahaan
Metode yang digunakan perusahaan dalam mengakui pendapatannya adalah metode persentase penyelesaian dengan menggunakan pendekatan kemajuan fisik (progress). Pendekatan kemajuan fisik (progress) didasarkan pada hasil unit keluaran (output measures) atau kemajuan fisik yang telah dicapai di lapangan atas pelaksanaan suatu proyek.
Pada PT. PP (Persero), persentase penyelesaian konstruksi didasarkan atas tingkat kemajuan fisik proyek. Penilaian persentase bobot setiap kemajuan fisik merupakan hasil opname pekerjaan lapangan (proyek) yang dilakukan oleh pengawas lapangan bersama Site Engineering Manager (SEM). Petugas pengawas lapangan membuat laporan progress fisik harian berdasarkan penyelesaian fisik yang telah dicapai dan selanjutnya membuat laporan progress fisik mingguan yang kemudian dituangkan ke dalam Laporan Prestasi Proyek. Setelah bagian site engineering
manajer (SEM) melakukan opname lapangan dan menyetujui, maka Laporan Prestasi
Proyek dilaporkan dalam laporan perkembangan pekerjaan yang telah diketahui dan disetujui oleh manager proyek dan pihak yang terkait.
Perusahaan melakukan perhitungan pendapatan yang diakui pada periode yang bersangkutan dengan cara mengalikan persentase penyelesaian fisik yang sudah disetujui dengan nilai kontrak bersih, kemudian hasilnya akan dicatat sebagai pendapatan atau penjualan konstruksi. Pada PT. PP (Persero) pendapatan atau penjualan konstruksi diakui pada saat diterbitkan invoice penagihan atas pekerjaan kontrak kepada pemberi kerja.
Pencatatan pengakuan pendapatan perusahaan dilakukan berdasarkan penyelesaian proyek yang dilaporkan dalam laporan perkembangan pekerjaan yang telah diketahui dan disetujui oleh manajer proyek dan pihak terkait. Pencatatan pengakuan pendapatan dilakukan pada saat diterbitkan invoice dan laporan prestasi proyek atas pekerjaan kontrak dan ditandatangani oleh pihak pemberi kerja, sedangkan untuk pengakuan dan pencatatan beban - beban yang berkaitan dengan proyek konstruksi dilakukan pada saat terjadinya atau saat terutang atas masing-masing beban tersebut.
Sebagai gambaran mengenai perhitungan pengakuan pendapatan konstruksi dan laba kotor konstruksi yang dilakukan perusahaan untuk periode tahun 2008, berikut ini penulis akan menyampaikan data – data yang diperoleh selama penelitian. Data berikut ini adalah daftar proyek yang menunjukkan kinerja perusahaan sampai dengan tahun 2008.
NO NAMA PROYEK NILAI KONTRAK MASA PELAKSANAAN PROYEK
SBLM PPN
1 Pemecah Gelombang Glagah Thp IV 60.746.620.000,00 14 Agust 2008 s/d 16 Des 2009
2 Gedung Indosat 35.454.500.000,00 17 Sept 2008 s/d 17 Sept 2009
3 Gedung BPK Surabaya 29.322.727.000,00 9 Okt 2008 s/d 8 Okt 2009
4 Stadion Kutai Kertanegara 206.326.700.000,00 6 Des 2006 s/d 31 Mei 2009
5 Dermaga Palaran 228.500.000.000,00 19 Mei 2008 s/d 19 Nov 2009
6 Berau Coal 31.032.405.000,00 18 Sept 2008 s/d 17 Okt 2009
7 Kolam Renang Berau 60.230.838.152,00 27 April 2007 s/d 30 Juni 2008
8 Dermaga Penajam 72.727.272.000,00 13 Okt 2008 s/d 20 Juli 2009
9 Pantai Kuta Paket IV 103.191.514.000,00 12 April 2006 s/d 6 Des 2008
10 UIN Makassar 254.900.000.000,00 15 Des 2008 s/d 12 Feb 2010
11 Rating School Tahap II 45.391.818.000,00 6 Juni 2008 s/d 17 Des 2008
12 Tower Bosowa 94.827.272.726,00 9 Agust 2007 s/d 31 Mar 2009
13 Hotel Sultan Raja 126.090.000.000,00 16 April 2008 s/d 10 Feb 2009
14 Teaching Hospital UNHAS Makassar 27.748.571.000,00 15 Sept 2008 s/d 3 Des 2008
15 RS. Wahidin Makassar Tahap III 15.290.636.000,00 28 Agust 2008 s/d 15 Des 2008
16 Dermaga Bahaur Tahap II 17.583.354.000,00 24 Juli 2008 s/d 13 Des 2008
17 Stadion Sleman 85.354.545.000,00 22 Agust 2003 s/d 30 Maret 2008
18 Finishing Pasar Square BLP 15.501.672.000,00 27 Juli 2006 s/d 7 Jan 2008
19 Pusat Pemerintahan Badung 115.900.070.909,00 12 Juni 2007 s/d 17 Maret 2008
PERHITUNGAN PENDAPATAN KONSTRUKSI TAHUN 2008
( dalam rupiah )
NO NAMA PROYEK NILAI KONTRAK PROGRESS FISIK PENDAPATAN
SBLM PPN TAHUN 2008 YANG DIAKUI
1 Pemecah Gelombang Glagah Thp IV 60.746.620.000,00 37,15% 22.567.369.330,00
2 Gedung Indosat 35.454.500.000,00 20,12% 7.133.445.400,00
3 Gedung BPK Surabaya 29.322.727.000,00 34,15% 10.013.711.270,50
4 Stadion Kutai Kertanegara 206.326.700.000,00 37,14% 76.629.736.380,00
5 Dermaga Palaran 228.500.000.000,00 29,76% 68.001.600.000,00
6 Berau Coal 31.032.405.000,00 3,81% 1.182.334.630,50
7 Kolam Renang Berau 60.230.838.152,00 61,49% 37.035.942.379,66
8 Dermaga Penajam 72.727.272.000,00 10,19% 7.410.909.016,80
9 Pantai Kuta Paket IV 103.191.514.000,00 56,77% 58.581.822.497,80
10 UIN Makassar 254.900.000.000,00 6,67% 17.001.830.000,00
11 Rating School Tahap II 45.391.818.000,00 100,00% 45.391.818.000,00
12 Tower Bosowa 94.827.272.726,00 43,63% 41.373.139.090,35
13 Hotel Sultan Raja 126.090.000.000,00 70,97% 89.486.073.000,00
14 Teaching Hospital UNHAS Makassar 27.748.571.000,00 100,00% 27.748.571.000,00
15 RS. Wahidin Makassar Tahap III 15.290.636.000,00 100,00% 15.290.636.000,00
16 Dermaga Bahaur Tahap II 17.583.354.000,00 100,00% 17.583.354.000,00
17 Stadion Sleman 85.354.545.000,00 1,85% 1.579.059.082,50
TABEL 4. 3
LABA KOTOR KONSTRUKSI TAHUN 2008
( dalam rupiah )
NO NAMA PROYEK PENDAPATAN BIAYA PROYEK LABA KOTOR
YANG DIAKUI BERJALAN KONSTRUKSI
1 Pemecah Gelombang Glagah Thp IV 22.567.369.330,00 20.311.298.410,00 2.256.070.920,00
2 Gedung Indosat 7.133.445.400,00 6.478.820.404,00 654.624.996,00
3 Gedung BPK Surabaya 10.013.711.270,50 8.993.141.570,00 1.020.569.700,50
4 Stadion Kutai Kertanegara 76.629.736.380,00 70.599.627.756,00 6.030.108.624,00
5 Dermaga Palaran 68.001.600.000,00 61.173.372.907,00 6.828.227.093,00
6 Berau Coal 1.182.334.630,50 1.041.082.738,00 141.251.892,50
7 Kolam Renang Berau 37.035.942.379,66 35.035.992.945,00 1.999.949.434,66
8 Dermaga Penajam 7.410.909.016,80 6.560.382.648,00 850.526.368,80
9 Pantai Kuta Paket IV 58.581.822.497,80 48.300.755.916,00 10.281.066.581,80
10 UIN Makassar 17.001.830.000,00 14.822.829.498,00 2.179.000.502,00
11 Rating School Tahap II 45.391.818.000,00 41.432.732.971,00 3.959.085.029,00
12 Tower Bosowa 41.373.139.090,35 45.464.424.553,00 (4.091.285.462,65)
13 Hotel Sultan Raja 89.486.073.000,00 82.347.391.882,00 7.138.681.118,00
14 Teaching Hospital UNHAS Makassar 27.748.571.000,00 24.546.107.873,00 3.202.463.127,00
15 RS. Wahidin Makassar Tahap III 15.290.636.000,00 13.757.605.954,00 1.533.030.046,00
JUMLAH 575.368.580.500,73 527.069.485.433,00 48.299.095.067,73 Sumber: Data Intern Perusahaan Diolah
Berdasarkan perhitungan pendapatan konstruksi pada tabel 4.2 dan perhitungan laba kotor konstruksi pada tabel 4.3 untuk tahun 2008, dapat dijelaskan sebagai berikut: 1. Nilai kontrak sebelum PPN adalah nilai kontrak yang diperoleh perusahaan dalam
surat perjanjian kontrak kerja yang sudah disepakati oleh kedua belah pihak. Nilai kontrak yang tercantum merupakan nilai bersih setelah dikurangi oleh PPN (Pajak Pertambahan Nilai).
2. Progress fisik tahun 2008 merupakan hasil opname penyelesaian pekerjaan di lapangan yang ditentukan dalam bentuk persentase kemajuan fisik.
3. Pendapatan yang diakui perusahaan dihitung berdasarkan persentase penyelesaian fisik yang berasal dari perhitungan perkalian antara nilai kontrak sebelum PPN dengan persentase progress fisik tahun 2008.
4. Biaya proyek berjalan adalah total biaya aktual selama pelaksanaan proyek untuk tahun 2008 yang berasal dari proyek maupun kantor cabang yang dicatat dan dikumpulkan oleh bagian akuntansi.
5. Laba kotor yang diakui perusahaan merupakan hasil perhitungan pengurangan dari pendapatan yang diakui dengan biaya proyek berjalan.