• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN`

A. Hasil Penelitian

2. Deskripsi Hasil Penelitian

a. Implementasi Pendidikan Karakter dalam Pembentukan Sosial Emosional Anak Usia Dini di TK IT Wahdatul Ummah Metro 1) Kurikulum TK IT Wahdatul Ummah Metro

Kurikulum yang digunakan TK IT Wahdatul Ummah Metro yaitu Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP) dengan

Toilet Kelas AI

TPA Toilet

Jl. Am. Bangsawan No. 7, Imopuro, Metro Pusat

Pagar Depan Gerbang Depan Pagar Depan

Kelas A2

mengimplementasikan konsep pendidikan Islam yang berlandaskan Al-Quran dan As-sunah serta dilandasi oleh Undang-undang Sistem Pendidikan Nasional (UU SISDIKNAS) berdasarkan dengan kurikulum Jaringan Sekolah Islam Terpadu (JSIT) Indonesiadan kurikulum pendidikan nasional berdasarkan Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia (PERMENDIKBUD RI) No. 46 Tahun 2014 tentang Pendidikan Khusus, Pendidikan Layanan Khusus dan/atau Pembelajaran Layanan Khusus Pada Pendidikan Tinggi dan Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia (PERMENDIKBUD RI) 137 Tahun 2014) tentang Standar Nasional Pendidikan Anak Usia Dini. Dengan pemahaman bahwa kurikulum yang diterapkan di Taman Kanak-kanak formal harus senantiasa terbaharui, dapat mengikuti perkembangan zaman dan kebutuhan masyarakat maka TK IT Wahdatul Ummah Metro membuat Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP) dengan mengadaptasi dari panduan yang disusun oleh Badan Standar Nasional Pendidikan (BSNP) dan kurikulum sebelumnya yang disesuaikan dengan perkembangan peserta didik, kemampuan sekolah serta kebutuhan masyarakat pengguna jasaTK IT Wahdatul Ummah Metro.

Muatan Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP) yang diterapkan di TK IT Wahdatul Ummah Metro melalui 6

(enam) lingkup perkembangan sesuai dengan standar tingkat pencapaian perkembangan anak.

Berikut ini 6 (Enam) lingkup perkembangan anak mulai dari usia 4-6 tahun:

a. Nilai Agama dan Moral

Nilai Agama dan Moral bertujuan untuk meningkatkan keimanan dan katakwaan kepada Tuhan dan pembentukan perilaku pembiasaan yang baik.

b. Fisik Motorik

Fisik Motorik bertujuan untuk memperkenalkan dan melatih gerakan kasar dan halus dalam meningkatkan pertumbuhan jasmani yang kuat, sehat, dan terampil.

c. Kognitif

Kognitif bertujuan untuk mengembangkan kemampuan berfikir anak dalam memecahkan masalah dalam memahami kemampuan dasar seperti mengenal bentuk, warna, ukuran, lambang bilangan dan huruf.

d. Bahasa

Bahasa bertujuan agar anak mampu mengungkapkan pikiran melalui bahasa sederhana secara tepat, mampu berkomunikasi secara efektif.

e. Sosial Emosional

Sosial Emosional bertujuan untuk membina sikap perilaku anak agar dapat mengendalikan emosional secara wajar dan memiliki perilaku kesadaran diri, rasa tanggung jawab untuk dirinya sendiri dan orang lain serta perilaku prososial

f. Seni

Seni bertujuan untuk merangsang saraf motorik anak untuk berkreasi tanpa batas, membentuk pola pikir kreatif serta memberikan keterampilan seni yang sangat diperlukan dalam kehidupannya.53

Berdasarkan penjelasan di atas dapat dipahami bahwa kurikulum yang digunakan di TK IT Wahdatul Ummah Metro menggunakan Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP) dengan memperhatikan kegiatan pembelajaran yang dikembangkan oleh pendidik sesuai dengan tahapan perkembangan anak. Proses pembelajaran pastinya memiliki jadwal kegiatan pembelajaran.

Berikut ini jadwal kegiatan pembelajaran di Taman Kanak-kanak Islam Terpadu Wahdatul Ummah Metro:

Tabel 4

Jadwal Kegiatan Pembelajaran TK IT Wahdatul Ummah Metro

Waktu Mata Pelajaran

06.30-07.20 Penyambutan Anak-anak 07.20-07.35 Baris dan Kegiatan Jasmani 07.35-08.00 Muroja`ah dan Hafalan (Doa dan

Hadis Sehari-hari)

53Hasil Dokumentasi TK IT Wahdatul Ummah Metro.

08.00-08.30 Sholat Dhuha 08.30-10.00 PMB Formal 10.00-10.30 Makan dan Istirahat 10.30-11.30 TPA dan Mengaji 11.30-12.00 Penjemputan Anak Sumber: Data TK IT Wahdatul Ummah Metro

Berdasarkan jadwal kegiatan pembelajaran yang ada di TK IT Wahdatul Ummah Metro dapat dipahami bahwa kegiatan pembelajaran dilakukan secara sistematis mulai dari masuk sekolah sampai pulang sekolah. Pertama, mulai dari pukul 06.30-07.20 yaitu penyambutan anak-anak dengan menerapkan pendidikan karakter berupa pendidik mengajarkan sikap mandiri anak dengan mempersilahkan anak menuju ke kelas untuk melatakkan tasnya.

Kedua, pukul 07.20-07.35 yaitu baris dan kegiatan jasmani dengan menerapkan pendidikan karakter berupa mengajarkan sikap disiplin dengan cara pendidik mengajak anak untuk berikrar (mengucap dua kalimat syahadat) dengan terlebih dahulu meminta salah satu anak untuk menjadi pemimpin barisan. Ketiga, 07.35-08.00 yaitu muroja`ah dan hafalan (doa dan hadis sehari-hari) dengan menerapkan pendidikan karakter dengan cara pendidik mengajak anak duduk melingkar di atas karpet (menanamkan sikap disiplin). Keempat, 08.00-08.30 yaitu Sholat Dhuha dengan menerapkan pendidikan karakter berupa mengajarkan sikap disiplin mengantri ketika berwudhu.Kelima, yaitu PMB formal dengan menerapkan pendidikan karakter berupa pendidik menanyakan keadaan hari ini dengan bertanya kepada satu persatu

anak (melatih sikap percaya diri anak). Keenam, 10.00-10.30 yaitu makan dan istirahat dengan menerapkan pendidikan karakter berupa pendidik membiasakan anak untuk berbaris antri saat mencuci tangan, dilanjutkan dengan menyiapkan bekalnya masing-masing dan mengarahkan anak-anak untuk bekalnya dan duduk dengan rapi dan tertib (menerapkan sikap disiplin dan mandiri).

Ketujuh, 10.30-11.30 yaitu kegiatan TPA dan mengaji dengan menerapkan pendidikan karakter berupa sikap disiplin duduk dengan rapi. Dan terakhir pukul 11.30-12.00 yaitu pulang.

Selain jadwal kegiatan pembelajaran di atas, ada juga SOP yang digunakan di TK IT Wahdatul Ummah Metro. Standar Operasional Pelayanan (SOP) bertujuan untuk memandu pembelajaran mulai dari awal pembelajaran sampai akhir pembelajaran, sehingga proses pembelajaran yang dilaksanakan oleh pendidik dari awal hingga akhir dapat dijalankan secara sistematis.

Berikut ini Standar Operasional Pelayanan (SOP) yang disusun berdasarkan Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP) di TK IT Wahdatul Ummah Metro:

1) SOP Ahlan Wa Sahlan

Berikut ini SOP yang dilakukan ketika penyambutan anak ketika datang ke sekolah:

a) Pendidik berbaris di halaman depan menunggu kedatangan anak

b) Pendidik menyapa anak dengan senyum, salam, sapa

c) Pendidik mempersilahkan anak menuju ke kelas untuk melatakkan tasnya

d) Anak dipersilahkan bermain di halaman dengan ditemani guru piket

e) Pendidik menyiapkan alat bermain sesuai dengan RPPH 2) SOP Persiapan Kegiatan

Berikut ini SOP yang dilakukan sebelum kegiatan pembelajaran (sebelum jam masuk kelas) dimulai:

a) Pendidik membunyikan bel pada jam 07.30 WIB

b) Pendidik mengajak anak untuk berbaris sambil bernyanyi c) Pendidik mengajak anak untuk berikrar (mengucap dua

kalimat syahadat) dengan terlebih dahulu meminta salah satu anak untuk menjadi pemimpin barisan

d) Pendidik mengajak anak untuk menggerakkan badan, tangan, dan kaki sambil bernyanyi

e) Pendidik mengajak anak masuk ke kelas sambil disebut namanya satu persatu oleh pemimpin barisan.

3) SOP (Tahfidz Pagi)

Berikut ini SOP yang dilakukan sebelum kegiatan pembukaan kegiatan pembelajaran dimulai:

a) Pendidik mengajak anak duduk melingkar di atas karpet b) Pendidik menyapa anak menggunakan tiga bahasa (Arab

dan Inggris)

c) Pendidik meminta salah satu anak menjadi pemimpin dengan mengajak teman-temannya berdoa bersama

d) Pendidik mengajak bernyanyi bersama

e) Pendidik bersama anak mengulang hafalan-hafalan suratan pendek dan hadis sekaligus menambah hafalan.

4) SOP Kegiatan Pembukaan

Berikut ini SOP yang dilakukan dalam kegiatan pembukaan pembelajaran:

a) Anak dan pendidik duduk melingkar di atas karpet

b) Pendidik menanyakan keadaan hari ini dengan bertanya kepada satu persatu anak

c) Pendidik dan anak bercakap-cakap tentang kegiatan atau tema hari itu

d) Pendidik mengajak anak bernyanyi sesuai tema

e) Mengabsen anak sambil bernyanyi ―siapa anak sholeh‖

f) Pendidik menanyakan siapa anak yang belum hadir

g) Pendidik menjelaskan kegiatan yang akan dilaksanakan pada hari itu.

5) SOP Thaharah

Berikut ini SOP yang dilakukan untuk melatih kemandirian anak dalam buang air kecil dan baung air besar:

a) Pendidik menyiapkan alat-alat di kamar mandi (gayung, air, sabun, dan sikat lantai)

b) Pendidik menyiapkan sandal

c) Pendidik mengenalkan adab masuk dan keluar kamar mandi (berdoa masuk kamar mandi, duduk saat buang air kecil/besar, dan mendahulukan kaki kiri ketika masuk kamar mandi)

d) Anak dilatih untuk membuka dan memakai celana sendiri guru membantu jika diperlukan

e) Setelah buang air kecil/besar anak dilatih untuk membersihkan toilet dan beristinja dengan benar menggunakan sabun

f) Pendidik memeriksa kebersihan istinja anak dan membantu beristinja kembali jika belum bersih

g) Anak dipuji setelah dilakukan MCK sendiri dan pendidik membimbing anak untuk berdoa setelah bauang air dan berdoa ketika keluar kamar mandi.

6) SOP Istirahat dan Makan

Berikut ini SOP yang dilakukan ketika waktu istirahat dan makan:

a) Pendidik membiasakan anak untuk berbaris antri saat mencuci tangan

b) Anak-anak mencuci tangan menggunakan sabun dilanjutkan dengan menyiapkan bekalnya masing-masing c) Pendidik mengarahkan anak-anak untuk bekalnya dan

duduk dengan rapi dan tertib

d) Pendidik yang lain mengkondisikan anak dengan menyanyikan lagu ―doa sebelum makan‖ selama meunggu teman yang lain selesai mencuci tangan

e) Pendidik mengingatkan adab makan dan berdoa bersama-sama anak dan mempersilahkan anak untuk mulai makan bekalnya masing-masing

f) Pendidik mengingatkan anak-anak untuk saling berbagi bersama teman yang membutuhkan

g) Setelah selesai makan pendidik mengarahkan anak-anak untuk merapikan alat-alat makan masing-masing lalu membaca doa setelah makan

h) Pendidik mengajak berdoa sebelum bermain dan mempersilahkan anak-anak bermain di luar kelas (out door).

7) SOP Ila Liqo` (Penutup)

Berikut ini SOP yang dilakukan ketika kegiatan penutupan pembelajaran:

a) Pendidik mengumpulkan anak untuk duduk dalam lingkaran dengan menyanyikan lagu ―ila Liqo‖

b) Pendidik dan guru bercakap-cakap, mengulas kegiatan-kegiatan yang dilakukan pada hari ini

c) Pendidik memberikan penguatan pada anak-anak yang telah mampu mengerjakan tugas sesuai dengan perkembangan yang diharapkan

d) Pendidik memberikan motivasi kepada anak yang belum mampu mengerjakan tugas sesuai dengan perkembangan yang diharapkan

e) Pendidik dan anak-anak bersiap untuk membaca doa untuk kedua orangtua, doa berpergian, dan doa naik kendaraan f) Pendidik dan anak bersama-sama berdoa untuk pulang dan

mengucapkan janji pulang sekolah

g) Pendidik mengingatkan anak-anak untuk tidak lupa menggosok gigi sebelum tidur dan belajar sholat bersama ayah/ibu di rumah

h) Anak-anak mengucap salam bersama-sama kepada pendidik

i) Pendidik menjawab salam dan mempersilahkan untuk pulang.

8) SOP Jumat Barokah dan Sehat

Berikut ini SOP yang dilakukan setiap hari jumat yang dilakukan oleh semua peserta didik mulai dari kelas A1-A4 dan B1-B4 bersama pendidik:

a) Pendidik bernyanyi untuk mengajak anak berbaris bersama di halaman

b) Pendidik meminta salah satu anak untuk menjadi pemimpin barisan

c) Pemimpin menyiapkan barisan dan mengucapkan ikrar bersama-sama

d) Pendidik memeriksa kuku anak satu persatu

e) Pendidik mengajak anak-anak untuk untuk Sholat Dhuha berjamaah di halaman depan kelas/di mushola bersama-sama

f) Pendidik membiasakan anak-anak berinfaq dihari jumat g) Pendidik dan anak-anak berkumpul di halaman untuk

melaksanakan senam bersama

h) Setelah selesai senam pendidik mengajak anak-anak untuk bersama-sama membersihkan lingkungan sekolah (mencabut rumput dan membuang sampah pada tempat sampah)

i) Selanjutnya anak-anak dipersilahkan bermain di luar kelas (out door).54

Berdasarkan penjelasan di atas dapat dipahami bahwa Standar Operasional Pelayanan (SOP) di TK IT Wahdatul Ummah Metro disusun secara sistematis mulai dari awal pembelajaran sampai akhir pembelajaran, sehingga proses pembelajaran yang dilaksanakan oleh pendidik dapat terlaksana dengan baik.

2) Hakikat Pendidikan Karakter dalam Pembentukan Sosial Emosional Anak Usia Dini di TK IT Wahdatul Ummah Metro

Pendidikan bukan hanya mengembangkan kemampuan intelektual anak namun juga membentuk karakter anak agar menjadi pribadi yang beriman dan bertakwa kepada Tuhan yang Maha Esa dengan memiliki karakter berakhlak mulia, mandiri, dan bertanggung jawab.

Hal ini sesuai dengan hasil wawancara kepada Ibu Miswati S.Pd selaku Kepala TK IT Wahdatul Ummah Metro yang menyatakan bahwa:

―Penerapan pendidikan karakter dalam pembentukan sosial emosional sudah dilakukan sejak berdirinya sekolah tersebut. Penerapan dilakukan melalui kegiatan pembelajaran disetiap harinya baik di dalam kelas maupun di luar kelas.Pentingnya pendidikan karakter bagi anak usia dini yaitu pendidikan karakter dapat membentuk penyempurnaan diri peserta didik secara seimbang, terus menerus dan melatih kemampuan diri menuju pembiasaan

54Hasil Dokumentasi TK IT Wahdatul Ummah Metro.

kearah hidup yang lebih baik pada masa yang akan datang.

Ketika anak diajarkan pendidikan karakter yang baik sejakdini maka secara tidak langsung juga membentuk perkembangan sosial emosional ke arah yang lebih baik juga. Misalnya ketika anak diajarkan bersabar ketika menunggu antrian untuk berwudhu. Pendidikan karakter yang diterapkan adalah mengajarkan pembiasaan berwudhu ketika akan sholat dan sikap sabar adalah pembentukan emosional kepada anak. Jadi antara pendidikan karakter dan pembentukan sosial emosional saling mempengaruhi.

Implementasi pendidikan karakter dalam pembentukan sosial emosional anak usia dini di TK IT Wahdatul Ummah Metro dilakukan dengan melakukan kegiatan-kegiatan dalam membentuk karakter anak menjadi baik. Seperti halnya menerapkan sikap disiplin ketika berangkat sekolah dengan tepat waktu dan memakai seragam sekolah sesuai harinya. Selain itu juga diterapkan sikap mandiri yaitu belajar membereskan wadah bekal makanan setelah selesai makan dan juga menerapkan sikap toleransi sejak dini dengan cara berinfaq setiap hari Jumat yang nantinya uang infaq tersebut bisa digunakan untuk membantu orang yang terkena musibah. Dari pendidikan karakter yang diterapkan tersebut diharapkan kepribadian anak akan terbentuk menjadi pribadi yang baik sejak dini‖.55

Hal tersebut juga ditegaskan oleh Ibu Marfalinda, S.Pd.AUD selaku pendidik di kelompok B1 bahwa:

―Pendidikan karakter memegang peran penting dalam pembentukan sosial emosional anak usia dini karena pada hakikatnya manusia adalah mahluk sosial yang membutuhkan orang lain. Penanaman pendidikan karakter yang baik akan berdampak pada masa depan anak. Sebagai contoh ketika anak diajarkan disiplin tepat waktu berangkat sekolah, maka anak akan terbiasa hidup teratur dan disiplin dari pembiasaan yang dilakukan. Pendidikan karakter di TK IT Wahdatul Ummah Metro juga diterapkan oleh pendidik dengan cara memberikan teladan yang baik bagi anak-anak ketika di sekolah. Seperti disiplin waktu dengan datang lebih awal dibanding anak-anak ketika berangkat sekolah dan menyambutnya di halaman sekolah, selain itu juga

55Hasil Wawancara kepada Ibu Miswati, S.Pd selaku Kepala Sekolah TK IT Wahdatul Ummah Metro, Tanggal 2 September 2020.

pendidik memberikan contoh kepada anak dengan berbagi makanan ketika waktu makan pada jam istirahat‖. 56

Hal tersebut juga disampaikan oleh Ibu Nurkhalifatin, S.Pd.I selaku pendidik di kelompok B3 bahwa:

―Penerapan pendidikan karakter dalam pembentukan sosial emosional yang dilakukan melalui kegiatan pembelajaran di dalam kelas yaitu misalnya ketika pembelajaran berlangsung anak diajarkan untuk bersikap percaya diri ketika maju di depan kelas, mengajarkan sikap kerjasama dalam kelompok ketika belajar, dan melatih kemandirian yaitu dengan cara anak-anak dilatih untuk meletakan alat tulisnya di loker masing-masing setelah selesai menggunakan. Begitu juga ketika pembelajaran di luar kelas anak diajarkan untuk berkeliling dilingkungan masyarakat dekat sekolah yang secara tidak langsung mengajarkan sosial anak mengenal lingkungan masyarakat dan sesuatu yang ada dilingkungan sekitarnya, mengajarkan berbagi kepada sesama. Misalnya berbagi makanan ketika jam istirahat. Hal tersebut dapat menumbuhkan sikap berbagi sejak dini bahwa sebagai manusia harus saling berbagi‖.57

Hal tersebut juga di sampaikan oleh Ibu Siti Mudmainah selaku orangtua salah satu peserta didik di TK IT Wahdatul Ummah Metro bahwa:

―Pendidikan karakter sangat berperan penting dalam pembentukan sosial emosional anak saya Jalil ketika di rumah. Contohnya ketika Jalil membereskan piring setelah selesai makan dan meletakkannya di dapur tanpa disuruh.

Jadi sedikit demi sedikit kemandirian yang ditanamkan di sekolah ditiru oleh Jalil di rumah dengan baik‖.58

56Hasil Wawancara kepada Ibu Marfalinda, S.Pd.AUD selaku Pendidik TK IT Wahdatul Ummah Metro,Tanggal 3 September 2020.

57Hasil Wawancara kepada Ibu Nurkhalifatin, S.Pd.I selaku Pendidik TK IT Wahdatul Ummah Metro, Tanggal 3 September 2020.

58Hasil Wawancara kepada Ibu Siti Mudmainah selaku Orangtua Peserta Didik TK IT Wahdatul Ummah Metro, Tanggal 4 September 2020.

Hal lain juga disampaikan oleh Ibu Khoirul Farida selaku orangtua salah satu peserta didik di TK IT Wahdatul Ummah Metro bahwa:

―Pendidikan karakter memegang peran penting dalam pembentukan sosial emosional anak saya Hafidz di rumah, hal itu dilihat ketika anak saya Hafidz sedang belajar mewarnai dan ketika saya mencoba membantu mewarnai gambarnya dengan spontan Hafidz mengatakan ―aku bisa sendiri, jangan bantuin aku‖. Jadi menurut saya pendidikan karakter yang diterapkan di sekolah memiliki dampak yang baik bagi anak saya terutama perkembangan sosial emosionalnya yaitu mulai berkembangnya sikap mandiri‖.59 Berdasarkan uraian di atas dapat disimpulkan bahwa penerapan pendidikan karakter sangat berperan penting dalam pembentukan sosial emosional anak usia dini. Karena pada hakikatnya manusia adalah mahluk sosial yang membutuhkan orang lain. Hal yang paling penting adalah seorang pendidik harus terlebih dahulu memberikan teladan yang baik untuk peserta didik.

Penerapan karakter pada anak usia dini dapat dimulai dari hal-hal kecil seperti menerapkan sikap bersabar menunggu antrian ketika berwudhu, melatih kemandirian dengan cara diajarkan meletakkan alat tulis di loker masing-masing, ditanamkan sikap percaya diri ketika maju di depan kelas dan menanamkan sikap berbagi kepada sesama teman dengan cara berbagi makanan ketika waktu istirahat.

Ditambah lagi ketika di rumah anak mulai terbiasa melakukan hal-hal baik sesuai dengan pendidikan karakter yang

59 Hasil Wawancara kepada Ibu Khoirul Farida selaku Orangtua Peserta Didik TK IT Wahdatul Ummah Metro, Tanggal 4 September 2020.

diterapkan di sekolah yaitu berkembangnya sikap mandiri. Dari pendidikan karakter itulah anak terbiasa berbuat baik, sekaligus dapat membentuk sosial emosional yang baik bagi anak usia dini dan bermanfaat dimasa yang akan datang.

3) Nilai-Nilai Pendidikan Karakter di TK IT Wahdatul Ummah Metro Adapun nilai-nilai pendidikan karakter yang dikembangkan dalam pembentukan sosial emosional anak usia dini di Taman TK IT Wahdatul Ummah Metro adalah sebagai berikut:

a) Kedisiplinan

Peserta didik di TK IT Wahdatul Ummah Metro diajarkan mengenai kedisiplinan melalui hal-hal yang dilakukan secara berkelanjutan yaitu anak-anak diajarkan disiplin dari hal-hal kecil.Hal tersebut sesuai dengan wawancara kepada Ibu Marfalinda, S.Pd.AUD selaku salah satu pendidik di TK IT Wahdatul Ummah Metro bahwa:

―Kedisiplinan yang diajarkan sejak dini yaitu anak diajarkan disiplin dari hal-hal yang dilakukan sehari-hari ketika di sekolah mulai dari diajarkan disiplin tepat waktu ketika berangkat sekolah, disiplin ketika waktunya belajar, waktunya jam istirahat sampai dengan pulang sekolah dan juga disiplin ketika memakai seragam sesuai dengan hari.

Pada saat masih semester ganjil ada beberapa anak yang perilaku disiplinnya belum berkembang secara maksimal.

Namun demi berjalannya waktu anak-anak mulai terbiasa disiplin. Hal ini terbukti ketika ada seorang anak yang tidak memakai seragam sesuai harinya, lalu anak tersebut melaporkan kepada gurunya dan meminta maaf bahwa

tidak memakai seragam sesuai hari dikarenakan bajunya sedang kotor‖.60

Hal lain juga disampaikan oleh Ibu Nurkhalifatin, S.Pd.I selaku pendidik juga di TK IT Wahdarul Ummah Metro bahwa:

―Perilaku kedisiplinan diajarkan dengan melakukan kegiatan seperti menunggu antrian ketika mencuci tangan sesudah dan sebelum makan, bergantian berwudhu ketika akan melaksanakan sholat, dan bergantian ketika akan mengaji. Jadi ketika kedisiplinan ditanamkan sejak dini maka anak akan mengetahui bahwa ketika melakukan sesuatu ada aturan masing-masing yang perlu dilakukan agar anak nantinya dapat hidup secara teratur dan disiplin sejak kecil‖.61

Berdasarkan hasil wawancara di atas dapat disimpulkan bahwa kedisiplinan sangat penting ditanamkan kepada anak sejak usia dini, dimulai dari disiplin tepat waktu ketika berangkat sekolah, disiplin memakai seragam sekolah sesuai hari, dan disiplin ketika menunggu antrian baik itu ketika akan mencuci tangan sebelum makan maupun berwudhu. Karena dengan diajarkannya disiplin mulai dari hal kecil lama kelamaan anak akan terbiasa hidup sesuai dengan aturan masing-masing.

60Hasil Wawancara kepada Ibu Marfalinda, S.Pd.AUD selaku Pendidik TK IT Wahdatul Ummah Metro, Tanggal 3 September 2020.

61Hasil Wawancara kepada Ibu Nurkhalifatin, S.Pd.I selaku Pendidik TK IT Wahdatul Ummah Metro, Tanggal 3 September 2020.

b) Kemandirian

Kemandirian merupakan sikap yang diperlukan oleh sesorang. Sikap mandiri sangat penting diajarkan sejak dini agar anak tidak mengalami ketergantungan terhadap orang lain.

Hal tersebut sesuai dengan hasil wawancara dengan Ibu Marfalinda, S.Pd.AUD selaku pendidik di TK IT Wahdatul Ummah Metro bahwa:

―Kemandirian yang diajarkan sejak dini kepada peserta didik yaitu ketika waktu makan anak diajarkan membuka wadah bekal sendiri dan menutupnya kembali setelah makan, membereskan wadah bekal makanannya sendiri di dalam tas bahkan diajarkan juga membersihkan sisa-sisa makanan yang tercecer. Dengan begitu anak akan memahami sikap mandiri sejak kecil, apalagi hal tersebut juga ditanamkan di rumah oleh orangtuanya maka akan semakin baik sikap mandiri anak. Ketika masih awal-awal diajarkannya sikap mandiri anak-anak masih belum bisa menerapkan dengan baik. Namun guru selalu mengingatkan anak bahwa kita harus belajar mandiri. Semakin berjalannya waktu anak mampu menerapkan sikap mandiri sedikit demi sedikit‖.62

Hal lain juga disampaikan oleh Ibu Nurkhalifatin, S.Pd.I bahwa:

―Anak diajarakan sikap mandiri agar nanti dimasa depan

―Anak diajarakan sikap mandiri agar nanti dimasa depan

Dokumen terkait