TINJAUAN PUSTAKA
HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN
A. Hasil Penelitian
1. Deskripsi Hasil Penelitian
Data dari hasil penelitian ini didapatkan melalui wawancara dan observasi langsung yang dilakukan oleh peneliti pada kurun waktu 2 (dua) bulan yakni pada bulan April sampai Mei 2017. Dan informan yang menjadi sasaran wawancara pada penelitian ini adalah kepala tukang (Punggawa) pada proses produksi perahu phinisi di Kecamatan Bontobahari Kabupaten Bulukumba. Adapun deskripsi wawancara yang peneliti lakukan dengan pihak kepala tukang (Punggawa) pada proses produksi perahu phinisi di Kecamatan Bontobahari Kabupaten Bulukumba adalah sebagai berikut :
Gambar. 4 Skema Pengendalian Proses Produksi Perahu Phinisi Pengendalian
Proses Produksi Perahu Phinisi
Tahap 1 Pembuatan Lunas
Tahap 6 Pengecatan
Tahap 5 Pembuatan Layar
Tahap 4 PembuatanTiang
Layar Tahap 3 Pembuatan Kamar
Tahap 2 Pembuatan Lambung
Tahap 7 Pemasangan Mesin
Tahap 9 Uji Coba
Tahap 8 Pemasangan Kemudi
Berdasarkan gambar. 4 maka peneliti mendeskripsikan hasil wawancara dengan kepala tukang (Punggawa) sebagai berikut:
a. Pengendalian proses produksi pada tahapan pengerjaan lunas perahu phinisi
Adapun pengendalian proses yang dilakuakan oleh kepala tukang (Punggawa) yakni sebgai berikut :
Pertama peneliti menanyakan apakah ada pengawasan yang dilakukan pada tahap pembuatan lunas ini ?. Informan menjawab sebagai berikut :
“Tentu ada....yang perlu saya awasi adalah ketika pekerja (tukang) melakukan pengukuran, pemotongan dan pemasangan bahan baku pada tiap bagian-bagian lunas perahu”. (Wawancara pada tanggal 26 April 2017).
Kemudian peneliti lanjut menggali tentang hal-hal apa sajakah yang perlu bapak perhatikan saat pengerjaan lunas ?. Informan menjawab sebagai berikut :
“Yah... tentu yang perlu saya perhatikan pada tahapan pengerjaan lunas ini penggunaan bahan baku utama dan bahan baku pembantunya, kemudian penggunaan alat-alat produksi yang digunakan oleh para pekerja dan target waktu pengerjaan dapat terselesaikan selama 1 minggu”. (Wawancara pada tanggal 26 April 2017).
Selanjutnya peneliti lanjut menanyakan tentang hal-hal apa saja yang perlu dievaluasi pada tahap pengerjaan lunas ini ?. Informan kembali menjawab sebagai berikut :
“Hal-hal yang perlu dievaluasi pada tahap pengerjaan lunas ini yaitu meninjau kembali pekerjaan para pekerja (tukang) seperti pemasangan komponen-komponen lunas yang terdiri dari, kobi depan belakang dan depan dan batang lunas”. (Wawancara pada tanggal 26 April 2017).
b. Pengendalian proses produksi pada tahapan pengerjaan lambung perahu phinisi
Pada tahapan pengerjaan lambung perahu, bentuk pengendalian proses yang dilakukan oleh kepala tukang menurut hasil wawancara adalah sebagai berikut :
Pertama peneliti menanyakan tentang bagaimana pengawasan yang dilakukan pada tahap pengerjaan lambung perahu ?. Informan menjawab sebagai berikut :
“Hal-hal yang perlu saya awasi pada tahapan ini ada beberapa yakni diantaranya, pemasangan dinding dan tulang lambung yang benar-benar harus diperhatikan kerapatannya untuk menghindari kebocoran. Pengolahan bahan baku baik itu saat pengoboran, pemahatan pemotongan dan serta pemasangan pasa bagian-bagian lambung perahu”. (Wawancara pada tanggal 26 April 2017).
Kemudian peneliti melanjutkan bertanya tentang hal-hal apa sajakah yang perlu bapak perhatikan pada tahapan ini ?. Informan kembali menjawab sebagai berikut :
“Yang perlu saya perhatikan pada tahapan ini yakni bahan baku dan alat-alat produksi yang digunakan oleh pekerja dan tentunya estimasi waktu pengerjaan ditargetkan selama 2 bulan”. (Wawancara pada tanggal 26 April 2017).
Setelah itu peneliti kembali menanyakan tentang hal-hal apa sajakah yang perlu di evaluasi pada tahapan ini ?.
“Hal-hal yang perlu saya evaluasi pada tahapan ini diantaranya, jumlah bahan baku utama yang dipergunakan, pemasangan setiap komponen lambung perahu apa sesuai ataukah masih ada hal-hal yang perlu diperbaharui”. (Wawancara pada tanggal 26 April 2017).
c. Pengendalian proses produksi pada tahapan pengerjaan kamar perahu phinisi
Adapun bentuk pengendalian proses pada tahapn pengerjaan lunas berdasarkan hasil wawancara peneliti dengan Informan adalah sebagai berikut :
Pertama-tama peneliti menanyakan tentang bagaimanakah bentuk pengawasan yang dilakukanpada tahap pengerjaan kamar perahu ?.
Informan pun menjawab sebagai berikut :
“Bentuk pengawasan yang saya lakukan pada tahapan ini yakni menyesuaikan bentuk kamar perahu dengan yang didesain sebelumnya yang dilihat dari segi ukuran bentuk dan ketepatan pemasangan pada setiap komponen kamar-kamar perahu”.
(Wawancara pada tanggal 26 April 2017).
Kemudian peneliti lebih lanjut menanyakan tentang hal-hal apa sajakan yang mejadi perhatian saat pengerjaan kamar perahu ?. Informan pun kembali mejawab sebagai berikut :
“Hal-hal yang perlu saya perhatikan pada proses pengerjaan kamar ini yakni, penggunaan jenisbahan baku kayu pada setiap komponen-komponen karena jenis kayu yang digunakan pada tahap pengerjaan kamar perahu ini berbeda-beda seperti halnya tulang dinding harus menggunakan kayu besi dan sedangkan pada bagian dinding perahu harus menggunakan kayu jati biasa atau kayu kandole”. (Wawancara pada tanggal 26 April 2017).
Lebih lanjut lagi peneliti menanyakan tentang hal-hal apa sajakah yang perlu dievaluasi pada tahapan pengerjaan kamar ini ?. Informan kembali menjawab sebagai berikut :
“Hal-hal yang perlu dievaluasi pada tahapan ini yakni melakukan peninjauan kembali pada setiap pekerjaan yang dilakukan oleh para pekerja pada tahapan pengerjaan kamar perahu yakni kesesuaian penggunaan bahan baku pada setiap pemasangan komponen kamar
perahu dan estimasi waktu yang ditergetkan selama 1 bulan”.
(Wawancara pada tanggal 26 April 2017).
d. Pengendalian proses produksi pada tahapan pengerjaan tiang layar perahu phinisi
Adapun bentuk pengendalian proses yang dilakukan berdasarkan hasil wawancara peneliti dengan kepala tukang (Punggawa) pada tahapan ini yakni sebagai berikut :
Pertama peneliti menanyakan hal-hal apa sajakah yang perlu diawasi pada tahap pengerjaan tiang layar perahu phinisi ini ?. Informan pun menjawab sebagai berikut :
“Saat pengejaan tiang layar perahu hal-hal yang perlu saya awasi yakni saat para pekerja saya mengolah bahan baku utama tang layar perahu ini seperti halnya saat pekerja melakukan pengukuran, pemberian tanda pada kayu untuk pemahatan dan lain-lain sebagainya”. (Wawancara pada tanggal 26 April 2017).
Kemudian peneliti lebih lanjut menanyak pada tahapan ini tentang hal-hal apa sajakah yang perlu diperhatikan pada tahapan ini ?. Informan pun menjawab sabagai berikut :
“Hal-hal yang perlu diperhatiakan pada tahapan ini yakni saat pekerja melakukan penggunaan bahan baku, melihat keseimbangan pada tiap-tiap tiang layar yang akan dipasang”. (Wawancara pada tanggal 26 April 2017).
Lebih lanjut lagi peneliti menanyakan tentang hal-hal apa sajakah yang dievaluasi pada tahapan ini ?. Informan kembali menjawab sebagai berikut :
“Hal-hal yang perlu dievaluasi pada tahapan ini yakni meihat kembali pemasangan tiang layar yang telah dikerjakan oleh pekerja baik tiang layar utama ataupun tiang layar bantu perahu”.
(Wawancara pada tanggal 26 April 2017).
e. Pengendalian proses produksi pada tahapan pengerjaan layar perahu Pada tahapan ini adapun bentuk pengendalian yang dilakuakn oleh kepal tukang (Punggawa) berdasarkan wawancara yang dilakukan adalah sebagai berikut :
Pertama peneliti menanyakan tentang bagaimana bentuk pengawasan yang dilakukan pada tahap pengerjaan layar perahu ini ?. Informan pun menjawab sebagai berikut :
“Yaaa... tentunya yang perlu saya awasi yakni saat pemasangn layar perahu baik dari segi jenis ikatan dan simpul yang digunakan maupun letak simpul dan ikatan yang digunakan oleh para pekerja”.
(Wawancara pada tanggal 26 April 2017).
Lebih lanjut lagi peneliti menanyakan tentang hal-hal apa sajakah yang perlu diperhatikan dalam pengerjaan layar perahu ini ?. Informan pun kembali menjawab sebagai berikut :
“Tentu yang perlu saya perhatikan adalah pekerja yang saya gunakan saat layar perahu dibuat yakni teknisi khusus (tukang jahit) dan penggunaan bahan baku layar perahu baik jadi segi jenis kainnya maupun jumlah bahan baku yang digunakan”. (Wawancara pada tanggal 26 April 2017).
Kemudian peneliti lanjut bertanya tentang hal-hal apa sajakah yang perlu evaluasi pada tahapan ini ?. Informan pun menjawab sebgai berikut :
“Yah... tentu cara pemasangan layar pada tiap-tiap tiang layar perahu, baik itu pada tiang layar utama maupun tiang layar pembantu ditinjau dari segi simpul dan ikatan yang digunakan saat pemasangan layar perahu”. (Wawancara pada tanggal 26 April 2017).
f. Pengendalian proses produksi pada tahapan pengecatan perahu phinisi
Adapun bentuk pengendalian pada tahapan ini berdasarkan hasil wawancara peneliti dengan Informan adalah sebagai berikut :
Pertama peneliti menanyakan pada tahapan ini tentang bagaimana bentuk pengawasan yang dilakukan pada tahapan ini ?. Informan pun menjawab sebagai berikut :
“Pengawasan yang saya lakukan pada tahapan ini yakni saat pekerja melakukan pengecatan pada setiap baigian perahu seperi halnya bagian lunas, lambung, kamar dan tiang layar perahu.” (Wawancara pada tanggal 26 April 2017).
Selanjutnya peneliti menanyakan tentang hal-hal apa sajakah yang perlu diperhatikan pada tahapan ini ?. Informan pun menjawab sebagai berikut :
“Hal-hal yang perlu saya perhatikan pada tahapan ini yakni penggunaan bahan baku utama yang ditinjau dari segii jenis, jumlah, dan kualitasnya, alat-alat yang digunakan pekerja pada setiap bagian-bagian perahu yang perlu di cat seperti kuas dan alat duco dan Begitupun dengan kondisi cuaca yang mendukung yakni cuaca dalam keadaan panas matahari”. (Wawancara pada tanggal 26 April 2017).
Kemudian peneliti lebih lanjut menanyakn tentang hal-hal apa sajakah yang perlu dievaluasi pada tahapan in ?. Informan pun menjawab sebagai berikut :
“Yang perlu dievaluasi pada tahapan ini ada beberapa seperti halnya hasil pengecatan yang telah dilakuakan oleh pekerja pada setiap bagian perahu apakah sudah sesuai atau tidak baik dan kemerataan cat”. (Wawancara pada tanggal 26 April 2017).
g. Pengendalian proses produksi pada tahap pemasangan mesin perhau phinisi
Adapun bentuk pengendalian proses yang dilakuakn oleh kepala tukang (Punggawa) perahu phinisi berdasarkan hasil wawancara yakni sebagai berikut :
Pertama peneliti menanyakan tentang bagaimana pengawasan yang dilakuakan pada tahapan ini ?. Informan pun menjawab sebagai berikut:
“Bentuk pengawasan yang saya lakukan pada tahapan ini yakni saat pekerja memasang komponen-komponen mesin perahu seperti knalpot mesin, balik-baling, dan mesin perahu”. (Wawancara pada tanggal 26 April 2017).
Kemudian pekerja lanjut menanyakan tentang hal-hal apa sajakah yang perlu diperhatikan pada tahapan ini ?. Informan pun menjawab sebagai berikut:
“Hal-hal yang perlu saya perhatikan pada tahapan ini seperti pekerja yang saya pekerjakan harus teknisi khusus yakni orang yang ahli dalam pengerjaan mesin (spesialis mesin}.(Wawancara pada tanggal 26 April 2017).
Selanjutnya peneliti lebih lanjut menanyakan tentang hal-hal apa sajakah yang perlu dievaluasi pada tahapan ini ?. Informan pun menjawab sebagai berikut:
“Hal-hal yang perlu dievaluasi pada tahapan ini yakni pemasangan bagian-bagian mesin seperti baling-baling, kenalpot, gas dan lain-lain sebagainya, kemudian dilakukan pengujian mesin perahu”.
(Wawancara pada tanggal 26 April 2017).
h. Pengendalian proses produksi pada tahap pemasangan kemudi perahu phinisi
Adapun bentuk pengendalian yang dilakukan pada tahapan ini berdasarkan hasil wawancara sebagai berikut :
Pertama peneliti menanyakan tentang bagaimana pengawasan yang dilakukan pada tahan ini ?. Informan pun menjawab sebagai berikut :
“Bentuk pengawasan yang saya lakukan pada tahapan ini yakni saat pekerja melakuan pemasangan tali kemudi yang akan disambung antara setir dan selaput kemudi dan cara pemasangannnya tersebut hasus seimbang dan pemasangan tiang penyagga selaput kemudi harus kuat dan berdiri tegak”. (Wawancara pada tanggal 26 April 2017).
Lebih lanjut peneliti menanyakan tentang hal-hal apa sajakah yang perlu diperhatikan pada tahapan ini ?. Informan pun menjawab sebagai berikut:
“Ha-hal yang perlu saya perhatikan pada tahapan ini yakni pekerja yang dipekerjakan adalah spesiali mesin dan pengerjaan pada setiap bagian kemudi yang dikerjakan oleh pekerja”. (Wawancara pada tanggal 26 April 2017).
Selanjutnya peneliti lebih lanjut menanyakan tentang apa-apa sajakah yang perlu dievaluasi pada tahapan ini ?. Informan pun menjawab sebagai berikut :
“Yang perlu dievaluasi pada tahapan ini yakni meninjau kembali setiap komponen-komponen kemudi yang telah terpasang, melakukan uji coba kinerja kemudi”. (Wawancara pada tanggal 26 April 2017).
i. Pengendalian proses produksi pada tahap uji coba perahu phinisi Adapun pengendalian proses yang dilakukan oleh kepala tukang (Punggawa) berdasarkan hasil wawancara yakni sebagai berikut :
Pertama peneliti menanyakan tentang hal-hal apa saja yang perlu diawasi pada tahapan ini ?. Informan pun menjawab sebagai berikut :
“Bentuk pengawasan yang saya lakukan pada tahap uji coba ini yakni saat pekerja mempersiapakan perlengkapan berlaya untuk uji coba seperti bahan bakar, perbekalan, pelumas, oli dan lain-lain sebagainya”. (Wawancara pada tanggal 26 April 2017).
Kemudian peneliti lebih lanjut menanyakan tentang hal-hal apa sajakah yang perlu diperhatikan pada tahapan ini ?. Informan pun menjawab sebgai berikut :
“Hal-hal yang perlu saya perhatikan pada tahapan ini yakni sebelum melaut melihat kondisi cuaca terlebih dahulu,melakukan kembali pengecekan kelayakan mesin untuk melaut dan memperhatikan kinerja mesin, kemudani, keseimbangan tali setir kemudani ke daun kemudi, kelistrikan dan lain-lainnya saat melaut”. (Wawancara pada tanggal 26 April 2017).
Selanjutnya peneliti bertanya tentang hal-hal apa sajakah yang perlu dievaluasi pada tahap uji coba ini ?. Informan pun menjawab sebagai berikut :
“Hal-hal yang perlu dievaluasi pada tahapan ini yakni melakukan penegecekan pada bagian perahu yang masih perlu disempurnakan yang paling utama yakni mesin, kemudi dan lambung perahu”.
(Wawancara pada tanggal 26 April 2017).
B. Pembahasan
Hasil penelitian diatas merupakan proses penelitian lapangan yang telah dilakukan peneliti dengan pemenuhan persyaratan administrasi penelitian.
Penelitian ini menggunakan motede deskriptif kualitatif tentang bagaimana pengendalian proses produksi perahu phinisi di Kecamatan Bontobahari Kabupaten Bulukumba.
1. Pengendalian Proses Produksi
Pada proses produksi perahu phinisi terdapat sebuah upacara adat yakni upacara seremonia yaitu sebuah upacara adat yang dilaksanakan sebelum melakukan tahapan pertama pada proses produksi perahu phinisi dan upacara yang kedua adalah upacara keselamatan atau syukuran (songkobala). Upacara ini dilakukan setelah perahu phinisi telah selesai masa pengerjaannya. Adapun beberapa tahapan pada proses produksi perahu phinisi yaitu :
a. Tahap pembuatan lunas perahu b. Tahap pembuatan lambung perahu c. Tahap pembuatan kamar perahu d. Tahap pembuatan Tiang layar perahu e. Tahap pembuatan layar perahu f. Tahap pengecatan perahu
g. Tahap pemasangan mesin perahu h. Tahap pemasangan alat kemudi perahu i. Pemasangan aksesoris perahu (pelengkap) j. Tahap uji coba perahu
2. Kegiatan Pengendalian Proses Produksi
Adapun kegiatan pengendalian proses produksi yang diterapkan pada proses produksi perahu phinisi seperti yang digambarkan pada gambar berikut ini :
a. Pengendalian proses produksi pada tahapan pengerjaan lunas perahu phinisi.
Adapun pengendalian proses produksi pada tahapan pengerjaan lunas perahu phinisi adalah sebagai berikut :
Gambar. 6 pengendalian proses pada tahapan pengerjaan lunas perahu phinisi.
Dari gambar diatas terlihat bahwa pada proses produksi perahu phinisi telah menerapkan pengendalian proses pada tahapan pengerjaan lunas yakni berupa pengawasan seperti saat pekerja melakukan pengukuran, pemotongan dan pemasangan bahan baku, kemudian memperhatikan pekerja saat menggunakan bahan baku baik bahan baku utama maupun bahan baku pembantu begitupun dengan peralatan yang digunakan oleh pekerja dan selanjutnya dilakukan evaluasi pada setiap proses pengerjaan lunas perahu phinisi ini.
Pengendalian Proses produksi pada tahapan pengerjaan lunas perahu phinisi
b. Pengendalian proses produksi pada tahapan pengerjaan lambung perahu phinisi.
Adapun pengendalian proses produksi pada tahapan pengerjaan lambung perahu phinisi adalah sebagai berikut :
Gambar. 7 pengendalian proses pada tahapan pengerjaan lambung perahu phinisi.
Berdasarkan gambar diatas telah terlihat bahwa pada proses produksi perahu phinisi telah menerapkan pengendalian proses pada tahapan pengerjaan lambung perahu yakni berupa pengawasan saat pekerja melakukan pemasangan bagian-bagian lambung perahu baik saat dilakukan pengukuran, pemotongan dan pengoboran, kemudian memperhatikan pekerja saat menggunakan bahan baku baik bahan baku utama maupun bahan baku pembantu begitupun dengan peralatan yang digunakan oleh pekerja dan selanjutnya dilakukan evaluasi pada setiap
Pengendalian Proses produksi pada tahapan pengerjaan lambung perahu phinisi
tahapan seperti halnya saat pemasangan dinding dan tulang lambung perahu.
c. Pengendalian proses produksi pada tahapan pengerjaan kamar-kamar perahu phinisi.
Adapun pengendalian proses produksi pada tahapan pengerjaan kamar-kamar perahu phinisi adalah sebagai berikut :
Gambar. 8 pengendalian proses pada tahapan pengerjaan kamar-kamar perahu phinisi.
Berdasarkan gambar diatas telah terlihat bahwa pada proses produksi perahu phinisi telah menerapkan pengendalian proses pada tahapan pengerjaan lambung perahu yakni berupa pengawasan saat saat melakukan pemasangan bagian-bagian kamar-kamar perahu baik itu pada
Pengendalian Proses produksi pada tahapan pengerjaan kamar perahu phinisi
bagian toilet, kamar peristirahatan, dapur dan lain-lain sebagainya, kemudian memperhatikan pekerja saat menggunakan bahan baku baik bahan baku utama maupun bahan baku pembantu baik ditinjau dari segi jenis kayu dan kualitas kayu dan begitupun dengan peralatan-peralatan yang digunakan oleh pekerja seperti gergaji mesin, palu kayu, palu besi, mesin pahat, ketan, mesin profil dan lain-lain sebagainya dan selanjutnya dilakukan evaluasi berupa penyesuaian rancangan dan hasil kerja yang telah dikerjakan.
d. Pengendalian proses produksi pada tahapan pengerjaan tiang layar perahu phinisi.
Adapun pengendalian proses produksi pada tahapan pengerjaan tiang layar perahu phinisi adalah sebagai berikut :
Gambar. 9 pengendalian proses pada tahapan pengerjaan tiang layar perahu phinisi.
Pengendalian Proses produksi pada tahapan pengerjaan tiang layar perahu phinisi
Mengawasi pekerja
Berdasarkan gambar diatas telah terlihat bahwa pada proses produksi perahu phinisi telah menerapkan pengendalian proses pada tahapan pengerjaan lambung perahu yakni berupa pengawasan pekerja saat melakukan pengolahan bahan baku utama dan bahan baku pembantu, kemudian Memperhatikan pekerja saat menggunakan bahan baku utama dan pembantu dan alat-alat produksi seperti pahat, ketan, katrol (takal), dan lain-lain sebagainya dan selanjutnya dilakukan evaluasi Mengevaluasi kinerja pekerja seperti pemasangan tiang layar perahu yang harus seimbang , kuat dan lurus baik itu tiang layar utama dan tiang layar pembantu.
e. Pengendalian proses produksi pada tahapan pengerjaan layar perahu phinisi.
Adapun pengendalian proses produksi pada tahapan pengerjaan layar perahu phinisi adalah sebagai berikut :
Gambar. 10 pengendalian proses pada tahapan pengerjaan layar perahu phinisi.
Berdasarkan gambar diatas telah terlihat bahwa pada proses produksi perahu phinisi telah menerapkan pengendalian proses pada tahapan pengerjaan layar perahu phinisi yakni Mengawasi pekerja saat pembuatan layar perahu dengan cara menjahit dan pemasangan layar perahu dan saat dipasang pada tiap-tiap tiang layar perahu phinisi, kemudian Memperhatikan Memperhatikan penggunaan jenis dan kualitas bahan baku dan alat-alat yang digunakan oleh para pekerja dan selanjutnya dilakukan evaluasi kinerja pekerja seperti pemasangan layar perahu yang harus seimbang, kuat dan lurus baik itu pada tiang layar utama dan tiang layar bantu.
Pengendalian Proses produksi pada tahapan pengerjaan layar perahu phinisi
f. Pengendalian proses produksi pada tahapan pengecatan perahu phinisi.
Adapun pengendalian proses produksi pada tahapan pengecatan perahu phinisi adalah sebagai berikut :
Gambar. 11 pengendalian proses pada tahapan pengecatan perahu phinisi.
Berdasarkan gambar diatas telah terlihat bahwa pada usaha perahu phinisi telah menerapkan pengendalian proses pada tahapan pengerjaan layar perahu phinisi yakni mengawasi pekerja saat melakukan pengecatan pada setiap bagian-bagian perahu yang diantaranya lunas dan lambung perahu yang harus menggunakan cat nippon paint internasional dengan menggunakan alat bantu kuas dan pada bagian kamar-kamar perahu dan tiang layar perahu menggunakan cat pernis atau cat avian dengan menggunakan alat bantu mesin duco, kemudian Memperhatikan pekerja
Pengendalian Proses produksi pada tahapan pengecatan perahu phinisi
dalam melakukan pengecatan yang dilihat dari segia kuantitas, kualitas dan dan kondisi cuaca saat melakukan pengecatan dan selanjutnya dilakukan evaluasi pengecatan yang dilihat dari sejauh mana tingkat melekatnya cat pada bagian yang dicat oleh pekerja dan melihat bagian-bagian yang masih dianggap perlu untuk ditindak lanjuti.
g. Pengendalian proses produksi pada tahap pemasangan mesin perahu phinisi.
Adapun pengendalian proses produksi pada tahap pemasangan mesin perahu phinisi adalah sebagai berikut :
Gambar. 12 pengendalian proses pada tahapan pemasangan mesin perahu phinisi.
Pengendalian Proses produksi pada tahapan pemasangan mesin perahu phinisi
Berdasarkan gambar diatas dapat dilihat bahwa pada tahapan pemasangan mesin telah menerapkan pengendalian proses yakni Mengawasi pekerja yang dipekerjakan dalam melakukan pemasangan komponen-komponen mesin perahu phinisi seperti halnya gas, kenalpot, baling-baling, has dan baling-baling perahu, kemudian mempekerjakan teknisi khusus yakni ahli teknik mesin yang merupakan salah satu hal-hal yang diperhatikan pada tahpan ini dan memperhatikan kualitas komponen-komponen mesin yang akan dipasang pada perahu phinisi dan selanjutnya dilakukan evaluasi pemasangan mesin dengan mengecek fungsi-fungsi pada setiap komponen-komponen mesin perahu yang telah dipasang yakni fungsi gas, fungsi baling-baling dan lain-lainnya.
h. Pengendalian proses produksi pada tahap pemasangan kemudi perahu phinisi.
Adapun pengendalian proses produksi pada tahap pemasangan kemudi perahu phinisi adalah sebagai berikut :
Gambar. 13 pengendalian proses pada tahapan pemasangan kemudi perahu phinisi.
Dari gambar diatas telah terlihat bahwa pada tahapan pemasangan kemudi perahu telah dilakukan pengendalian proses yakni Mengawasi pekerja yang dipekerjakan dalam melakukan pemasangan komponen-komponen kemudi perahu yang terdiri dari setir, tali penghubung setir dan daun kemudi dan daun kemudi, kemudian mempekerjakan teknisi khusus yakni ahli teknik mesin yang merupakan salah satu hal-hal yang diperhatikan pada tahpan ini dan memperhatikan kualitas spare part
Dari gambar diatas telah terlihat bahwa pada tahapan pemasangan kemudi perahu telah dilakukan pengendalian proses yakni Mengawasi pekerja yang dipekerjakan dalam melakukan pemasangan komponen-komponen kemudi perahu yang terdiri dari setir, tali penghubung setir dan daun kemudi dan daun kemudi, kemudian mempekerjakan teknisi khusus yakni ahli teknik mesin yang merupakan salah satu hal-hal yang diperhatikan pada tahpan ini dan memperhatikan kualitas spare part