BAB III. METODE PENELITIAN
4.2 Deskripsi Hasil Penelitian
angkatan tahun 2008, dengan jumlah responden sebanyak 59 orang. Berikut ini akan dideskripsikan jawaban responden pada masing-masing variabel penelitian yang meliputi motivasi karir, motivasi kualitas, motivasi ekonomi dan minat untuk mengikuti PPAk.
4.2.1 Motivasi Karir (X1)
Berikut adalah deskripsi jawaban responden mengenai motivasi karir:
Tabel 4.1
Deskripsi Jawaban Responden Mengenai Motivasi Karir
1 2 3 4 5 0 0 20 36 3 219 0% 0% 34% 61% 5% 100% 0 0 13 40 6 229 0% 0% 22% 68% 10% 100% 0 0 13 44 2 225 0% 0% 22% 75% 3% 100% 0 0 10 36 13 239 0% 0% 17% 61% 22% 100% Total 0 0 56 156 24 912 3,86 Item Skor Jawaban
Total Nilai skor Mean
3,71 3,88 3,81 X1.1 X1.2 X1.3 X1.4 4,05 S umber : Lampiran 2
Berdasarkan Tabel 4.1 diketahui bahwa rata-rata jawaban responden pada empat item pertanyaan variabel motivasi karir berada pada selang 3 hingga 5. Hal ini berarti mahasiswa akuntansi Universitas Pembangunan Nasional “Veteran” Jawa Timur yang menjadi responden penelitian mempunyai motivasi yang tinggi
dalam hal meningkatkan kesempatan promosi jabatan, mendapatkan pekerjaan
yang diberikan dengan baik, meningkatkan kemampuan berprestasi di dalam pekerjaan, serta mendapatkan perlakuan professional dari atasan, rekan, dan bawahan di lingkungan pekerjaan.
Secara keseluruhan bisa dikatakan bahwa motivasi karir yang dimiliki oleh mahasiswa akuntansi Universitas Pembangunan Nasional “Veteran” Jawa Timur
yang menjadi responden penelitian tergolong tinggi, hal ini didukung oleh
rata-rata total jawaban responden sebesar 3.86. Motivasi karir paling tinggi adalah dalam hal kemampuan dan ketrampilan yang dimiliki menunjang dalam jenjang karir dengan nilai rata-rata jawaban responden sebesar 4.05, sedangkan motivasi karir paling rendah adalah dalam hal prestasi yang tinggi akan menjamin dapat pekerjaan yang diinginkan dengan rata-rata jawaban responden sebesar 3.71.
4.2.2 Motivasi Ekonomi (X2)
Berikut adalah deskripsi jawaban responden mengenai motivasi ekonomi:
Deskripsi Jawaban Responden Mengenai Motivasi Ekonomi 1 2 3 4 5 0 0 10 31 18 244 0% 0% 17% 53% 31% 100% 0 0 11 44 4 229 0% 0% 19% 75% 7% 100% 0 0 11 43 5 230 0% 0% 19% 73% 8% 100% 0 0 10 31 18 244 0% 0% 17% 53% 31% 100% Total 0 0 42 149 45 947 4,01 Item Skor Jawaban
Total Nilai Skor Mean
4,14 3,88 3,90 X1.1 X1.2 X1.3 X1.4 4,14 Sumber : Lampiran 2
Berdasarkan Tabel 4.2 diketahui bahwa rata-rata jawaban responden pada empat item pertanyaan variabel motivasi ekonomi berada pada selang 3 hingga 5.
Hal ini berarti mahasiswa akuntansi Universitas Pembangunan Nasional
“Veteran” Jawa Timur yang menjadi responden penelitian mempunyai motivasi
yang tinggi dalam hal memperoleh pekerjaan dengan gaji jangka panjang yang
besar, memperoleh pekerjaan dengan fasilitas yang memadai, mendapatkan pekerjaan yang memberikan tunjangan keluarga, mendapatkan pekerjaan yang memberikan gaji tambahan yang tinggi, serta mendapatkan pekerjaan yang memberikan kenaikan gaji setiap periode tertentu
. Secara keseluruhan bisa dikatakan bahwa motivasi ekonomi yang
dimiliki oleh mahasiswa akuntansi Universitas Pembangunan Nasional “Veteran”
Jawa Timur yang menjadi responden penelitian tergolong tinggi, hal ini didukung
tinggi adalah dalam hal untuk memperoleh pekerjaan dengan gaji jangka panjang yang besar dan untuk mendapatkan pekerjaan yang memberikan gaji tambahan atau diluar gaji pokok yang tinggi dengan nilai rata-rata jawaban responden sebesar 4.14, sedangkan motivasi ekonomi paling rendah adalah dalam hal memperoleh pekerjaan dengan fasilitas yang memadai seperti mobil dinas dan rumah dinas dengan rata-rata jawaban responden sebesar 3.88.
4.2.3 Motivasi Peningkatan Kualitas Kemampuan (X3)
Berikut adalah deskripsi jawaban responden mengenai motivasi kualitas:
Tabel 4.3
Deskripsi Jawaban Responden Mengenai Motivasi Peningkatan Kualitas Kemampuan 1 2 3 4 5 0 0 17 26 16 235 0% 0% 29% 44% 27% 100% 0 0 19 36 4 221 0% 0% 32% 61% 7% 100% 0 0 19 29 11 228 0% 0% 32% 49% 19% 100% 0 0 21 35 3 218 0% 0% 36% 59% 5% 100% Total 0 0 76 126 34 902 3,82 Item Skor Jawaban
Total Nilai Skor Mean
3,98 3,75 3,86 X1.1 X1.2 X1.3 X1.4 3,69 Sumber : Lampiran 2
Berdasarkan Tabel 4.3 diketahui bahwa rata-rata jawaban responden pada empat item pertanyaan variabel motivasi peningkatan kualitas kemampuan berada pada selang 3 hingga 5. Hal ini berarti mahasiswa akuntansi Universitas Pembangunan Nasional “Veteran” Jawa Timur yang menjadi responden penelitian
mempunyai motivasi yang tinggi dalam hal meningkatkan pengetahuan organisasional dan lingkungan bisnis, meningkatkan pengetahuan dalam bidang keuangan, meningkatkan pengetahuan dalam akuntansi manajemen, meningkatkan keahlian dalam praktik audit, serta meningkatkan kemampuan berkomunikasi baik verbal maupun tertulis.
Secara keseluruhan bisa dikatakan bahwa motivasi kualitas yang dimiliki oleh mahasiswa akuntansi Universitas Pembangunan Nasional “Veteran” Jawa
Timur yang menjadi responden penelitian tergolong tinggi, hal ini didukung oleh
rata-rata total jawaban responden sebesar 3.82.
Motivasi Peningkatan kualitas kemampuan paling tinggi adalah dalam hal meningkatkan pengetahuan organisasional dan lingkungan di bidang akuntansi dengan nilai rata-rata jawaban responden sebesar 3.98, sedangkan motivasi kualitas paling rendah adalah dalam hal untuk meningkatkan keahlian dalam bidang audit dengan rata-rata jawaban responden sebesar 3.69.
4.2.4 Minat Untuk Mengikuti PPAk (Y)
Berikut adalah deskripsi jawaban responden mengenai minat untuk mengikuti PPAk.
Deskripsi Jawaban Responden Mengenai Minat Untuk Mengikuti PPAk 1 2 3 4 5 0 0 0 31 28 264 0% 0% 0% 53% 47% 100% 0 0 0 31 28 264 0% 0% 0% 53% 47% 100% 0 0 17 26 16 235 0% 0% 29% 44% 27% 100% 0 0 19 36 4 221 0% 0% 32% 61% 7% 100% 0 0 19 29 11 228 0% 0% 32% 49% 19% 100% 0 0 0 28 31 267 0% 0% 0% 47% 53% 100% 0 0 0 25 34 270 0% 0% 0% 42% 58% 100% Total 0 0 55 152206 1749 4,23 3,98 Y1.1 Y1.2 Y1.3 Y1.4 3,75 Item Skor Jawaban
Total Nilai Skor Mean
4,47 4,47 Y1.5 Y1.6 Y1.7 3,86 4,53 4,58 Sumber : Lampiran 2
Berdasarkan Tabel 4.4 diketahui bahwa rata-rata jawaban responden pada tujuh item pertanyaan variabel minat untuk mengikuti PPAk berada pada selang
4hingga 5. Hal ini berarti mahasiswa akuntansi Universitas Pembangunan
Nasional “Veteran” Jawa Timur yang menjadi responden penelitian tertarik
mengikuti PPAk karena PPAk dapat membantu kesuksesan karir dalam profesi akuntansi, tertarik untuk mengikuti PPAk karena PPAk merupakan sarana untuk mendapatkan pekerjaan yang memberikan pembayaran financial yang besar, tertarik mengikuti PPAk karena PPAk dapat meningkatkan profesi akuntansi. Mahasiswa akuntansi Universitas Pembangunan Nasional “Veteran” Jawa Timur
yang menjadi responden penelitian juga akan mengikuti pendidikan profesi
akuntansi setelah studi mereka selesai, selain itu mereka tertarik untuk mengikuti PPAk karena PPAk dapat meningkatkan kualitas calon akuntan. Secara keseluruhan bisa dikatakan bahwa minat untuk mengikuti PPAk dari mahasiswa
akuntansi Universitas Pembangunan Nasional “Veteran” Jawa Timur yang
menjadi responden penelitian tergolong tinggi, hal ini didukung oleh rata-rata
total jawaban responden sebesar 4.23. Minat paling tinggi adalah karena cenderung akan mengikuti Pendidikan Profesi Akuntansi agar dapat memberi kemampuan dan pengetahuan yang lebih terhadap profesi akuntansi dengan nilai rata-rata jawaban responden sebesar 4.58. Sedangkan minat paling rendah adalah karena ingin mengikuti studi PPAk setelah memperoleh gelar sarjana dengan nilai rata-rata jawaban responden sebesar 3,75.
4.3 Uji Validitas, Reliabilitas dan Normalitas 4.3.1 Validitas
Validitas digunakan untuk mengukur sejauh mana kuisoner mengukur yang diinginkan. Suatu kuisoner dinyatakan valid apabila pertanyaan pada kuisoner mampu untuk mengungkapkan sesuatu yang akan diukur oleh kuisoner tersebut.
Uji validitas dilakukan terhadap masing-masing item pertanyaan yang membentuk variabel penelitian. Untuk mengukur validitas digunakan metode corrected item total correlation. Jika hasil corrected item total correlation (r hitung) > 0.25 (r tabel), maka item pertanyaan dinyatakan valid. Berikut adalah hasil pengujian validitas untuk masing-masing item pertanyaan pada variabel motivasi karir (X1):
Tabel 4.5
Hasil Uji Validitas Variabel Motivasi Karir
r hitung Nilai Kritis (r tabel) Keterangan X1.1 0.505 0.25 Valid X1.2 0.627 0.25 Valid X1.3 0.693 0.25 Valid X1.4 0.565 0.25 Valid Sumber : Lampiran 3
Berdasarkan Tabel 4.5 diketahui bahwa empat item pertanyaan pada variabel motivasi karir menghasilkan nilai r hitung lebih besar dari nilai kritis 0.25, dengan demikian semua pertanyaan yang mengukur variabel motivasi karir dinyatakan valid.
Berikut adalah hasil pengujian validitas untuk masing-masing item pertanyaan pada variabel motivasi ekonomi (X2):
Tabel 4.6
Hasil Uji Validitas Variabel Motivasi Ekonomi. Item r hitung Nilai Kritis ( r tabel ) Keterangan
X2.1 0.801 0.25 Valid
X2.2 0.457 0.25 Valid
X2.3 0.674 0.25 Valid
X2.4 0.801 0.25 Valid
Sumber : Lampiran 3
Berdasarkan Tabel 4.6 diketahui bahwa empat item pertanyaan pada variabel motivasi kualitas menghasilkan nilai r hitung lebih besar dari nilai kritis ekonomi dinyatakan valid.
Berikut adalah hasil pengujian validitas untuk masing-masing item pertanyaan pada variabel motivasi peningkatan kualitas kemampuan (X3):
Tabel 4.7
Hasil Uji Validitas Variabel Motivasi Peningkatan Kualitas Kemampuan Item r hitung Nilai Kritis ( r tabel ) Keterangan
X3.1 0.680 0.25 Valid
X3.2 0.661 0.25 Valid
X3.3 0.656 0.25 Valid
X3.4 0.596 0.25 Valid
Sumber : Lampiran 3
Berdasarkan Tabel 4.7 diketahui bahwa empat item pertanyaan pada variabel motivasi ekonomi menghasilkan nilai r hitung lebih besar dari nilai kritis 0.25, dengan demikian semua pertanyaan yang mengukur variabel motivasi peningkatan kualitas kemampuan dinyatakan valid.
Berikut adalah hasil pengujian validitas untuk masing-masing item pertanyaan pada variabel minat untuk mengikuti PPAk (Y).
Tabel 4.8
Hasil Uji Validitas Variabel Minat Untuk Mengikuti PPAk
Item r hitung Nilai Kritis Keterangan Y1.1 0.540 0.25 Valid Y1.2 0.410 0.25 Valid Y1.3 0.600 0.25 Valid Y1.4 0.465 0.25 Valid Y1.5 0.431 0.25 Valid Y1.6 0.525 0.25 Valid Y1.7 0.358 0.25 Valid Sumber : Lampiran 3
Berdasarkan Tabel 4.8 diketahui bahwa tujuh item pertanyaan pada variabel minat untuk mengikuti PPAk menghasilkan nilai r hitung lebih besar dari nilai kritis 0.25, dengan demikian semua pertanyaan yang mengukur variabel minat untuk mengikuti PPAk dinyatakan valid.
4.3.2 Reliabilitas
Reliabilitas menunjukkan sejauh mana kuesioner dapat dipercaya dan diandalkan. Untuk mengukur reliabilitas digunakan nilai cronbach alpha. Jika
nilai cronbach alpha > 0.60, maka item-item pertanyaan yang membentuk
variabel penelitian dinyatakan reliabel.
Berikut adalah hasil pengujian reliabilitas pada masing-masing variabel penelitian:
Tabel 4.9
Hasil Uji Reliabilitas Variabel Penelitian
Variabel Cronbach
Alpha Keterangan
Motivasi Karir (X1) 0.783 Reliabel
Motivasi Ekonomi(X2) 0.839 Reliabel
Motivasi Peningkatan Kualitas Kemampuan (X3)
0.819
Reliabel
Minat Untuk Mengikuti PPAk (Y) 0.753 Reliabel
Sumber : Lampiran 3
Tabel 4.9 menunjukkan bahwa besarnya nilai cronbach alpha pada variabel motivasi karir, motivasi ekonomi, motivasi peningkatan kualitas kemampuan dan minat untuk mengikuti PPAk lebih besar dari nilai kritis 0.60, dengan demikian item-item pertanyaan yang membentuk variabel penelitian dinyatakan reliabel.
4.3.3 Uji Normalitas
Uji F dan uji t pada analisis regresi mengansumsikan bahwa nilai residual mengikuti distribusi normal. Oleh karena itu dilakukan pengujian normalitas pada residual yang dihasilkan model regresi. Prosedur uji normalitas dilakukan dengan uji kolmogorov smirnov. Jika nilai signifikansi uji kolmogorov smirnov > 0.05 (α=5%), maka residual model regresi berdistribusi normal.
Tabel 4.10 Hasil Uji Normalitas
Unstandardized Residual
Keterangan
Nilai Signifikansi
Kolmogorov Smirnov Z 0.562 Normal
Sumber : Lampiran 4
Berdasarkan Tabel 4.10 dapat diketahui bahwa nilai signifikan uji kolmogorov smirnov lebih besar dari 0.05 yaitu 0.562, maka disimpulkan bahwa residual model regresi berdistribusi normal.
4.4 Teknik Analisis dan Uji Hipotesis 4.4.1 Uji Asumsi Klasik
Untuk mengetahui apakah model regresi yang dihasilkan merupakan model regresi yang baik, maka perlu dilakukan pengujian gejala penyimpangan asumsi model klasik. Asumsi klasik yang harus dipenuhi untuk mendapatkan model regresi yang baik adalah tidak ada autokorelasi, tidak ada multikolinieritas, dan tidak ada heteroskedastisitas. Pada penelitian ini tidak dilakukan pengujian autokorelasi karena data yang digunakan bukan merupakan data times series. Berikut akan dijelaskan hasil pengujian asumsi klasik.
Multikolinieritas menunjukkan adanya hubungan linier sempurna antara variabel bebas dalam model regresi. Pendeteksian ada atau tidaknya multikolinieritas dilakukan dengan melihat nilai tolerance dan VIF. Apabila nilai tolerance > 0.10 dan nilai VIF < 10, maka model regresi bebas dari multikolinieritas. Berikut adalah hasil uji multikolinieritas:
Tabel 4.11
Hasil Uji Multikolinieritas
Colinierity Statistics Variabel
Tolerance VIF
Keterangan
Motivasi Karir (X1) 0.891 1.122 tidak ada multikolinieritas
Motivasi Ekonomi(X2) 0.908 1.102 tidak ada multikolinieritas
Motivasi peningkatan Kualitas Kemampuan(X3)
0.960 1.042
tidak ada multikolinieritas
Sumber : Lampiran 6
Tabel 4.11 menunjukkan bahwa nilai tolerance variabel motivasi karir, motivasi ekonomi dan motivasi peningkatan kualitas kemampuan di atas angka 0.10, demikian pula nilai VIF ketiganya di bawah angka 10, sehingga dapat dikatakan model regresi bebas dari multikolinieritas, dengan demikian asumsi tidak ada multikolinieritas terpenuhi.
Heteroskedastisitas menunjukkan adanya ketidaksamaan varians dari residual atas suatu pengamatan ke pengamatan yang lain. Pendeteksian ada atau tidaknya heteroskedastisitas dilakukan dengan metode korelasi rank spearman yaitu mengkorelasikan variabel bebas terhadap nilai residual. Jika korelasi rank spearman menghasilkan nilai signifikansi > 0.05 (α=5%), maka disimpulkan dalam model regresi tidak terjadi heteroskedastisitas. Berikut adalah hasil uji heteroskedastisitas:
Tabel 4.12
Hasil Uji Heteroskedastisitas
Variabel Bebas
Nilai Signifikansi Korelasi
Rank Spearman
Keterangan
Motivasi Karir (X1) 0.820 tidak ada heteroskedastisitas
Motivasi Ekonomi (X2) 0.775 tidak ada heteroskedastisitas
Motivasi Peningkatan
Kualitas Kemampuan (X3) 0.544 tidak ada heteroskedastisitas
Sumber : Lampiran 5
Tabel 4.12 menunjukkan bahwa nilai signifikansi korelasi rank spearman variabel motivasi karir, motivasi kualitas dan motivasi ekonomi lebih besar dari 0.05 (α=5%), sehingga disimpulkan tidak terjadi heteroskedastisitas pada model regresi, dengan demikian asumsi tidak ada heteroskedastisitas telah terpenuhi.
4.4.2 Analisis Regresi Linier Berganda
Pada penelitian ini analisis regresi linier berganda dilakukan untuk
mengetahui dan menganalisis serta membuktikan secara empiris apakah faktor motivasi karir, motivasi ekonomi dan motivasi peningkatan kualitas kemampuan berpengaruh terhadap minat mahasiswa akuntansi Universitas Pembangunan Nasional “Veteran” Jawa Timur untuk mengikuti Pendidikan Profesi Akuntansi
(PPAk).
Berikut ini akan dijelaskan hasil regresi antara variabel motivasi karir, motivasi ekonomi dan motivasi peningkatan kualitas kemampuan terhadap variabel minat untuk mengikuti PPAk
4.4.2.1 Persamaan Regresi
Tabel 4.13
Hasil Estimasi Koefisien Regresi
Variabel Bebas Unstandardized Coefficients (B) Konstanta 2.068 Motivasi Karir (X1) -0.152 Motivasi Ekonomi (X2) 0.123
Motivasi Peningkatan Kualitas Kemampuan(X3)
0.591
Sumber : Lampiran 6
Berdasarkan Tabel 4.13 dapat dibuat persamaan regresi sebagai berikut: Y = 2.068 - 0.152 X1 + 0.123 X2 + 0.591 X3
Penjelasan masing-masing koefisien regresi adalah sebagai berikut: b 0 = Konstanta = 2.068
Menunjukkan besarnya minat mahasiswa akuntansi Universitas
Pembangunan Nasional “Veteran” Jawa Timur untuk mengikuti
PPAk. Artinya apabila motivasi karir, motivasi kualitas dan
motivasi ekonomi sama dengan nol atau konstan, maka minat
mahasiswa akuntansi Universitas Pembangunan Nasional
“Veteran” Jawa Timur untuk mengikuti PPAk adalah sebesar
2.068.
Artinya nilai koefisien yang negatife menunjukan bahwa variabel motivasi karir terhadap jumlah minat mahasiswa akuntansi Universitas Pembangunan Nasional “Veteran” Jawa Timur untuk mengikuti PPAk berpengaruh negatife. Hal ini menggambarkan bahwa jika terjadi kenaikan nilai variabel motivasi karir sebanyak satu persen maka akan menyebabkan penurunan nilai minat mahasiswa akuntansi Universitas Pembangunan Nasional “Veteran” Jawa Timur mengikuti PPAk sebesar 0.152, dengan asumsi variabel yang lain dianggap konstan.
b 2 = Koefisien regresi motivasi ekonomi (X2) = 0.123
Artinya motivasi ekonomi bpengaruh positif maka minat
mahasiswa akuntansi Universitas Pembangunan Nasional
“Veteran” Jawa Timur untuk mengikuti PPAk sebesar 0.123
satuan, dengan asumsi pengaruh dari motivasi karir dan motivasi peningkatan kualitas kemampuan adalah konstan/tidak berubah.
b 3 = Koefisien regresi motivasi peningkatan kualitas kemampuan (X3) = 0.591
Artinya apabila motivasi ekonomi naik 1 satuan, maka minat
mahasiswa akuntansi Universitas Pembangunan Nasional
“Veteran” Jawa Timur untuk mengikuti PPAk akan naik sebesar
0.591 satuan, dengan asumsi pengaruh dari motivasi karir dan motivasi ekonomi adalah konstan/tidak berubah.
4.4.3 Uji Hipotesis
4.4.3.1 Uji Kecocokan Model (Uji F)
Uji F digunakan untuk menguji cocok atau tidaknya model regresi yang dihasilkan guna melihat pengaruh variabel bebas terhadap variabel terikat. Jika uji F menghasilkan nilai signifikansi < 0.05 (α=5%), maka H0 ditolak dan H1
diterima, artinya model regresi yang dihasilkan cocok guna melihat pengaruh variabel bebas terhadap variabel terikat.
Berikut ini adalah uji F antara variabel motivasi karir, motivasi ekonomi dan motivasi peningkatan kualitas kemampuan terhadap variabel minat untuk mengikuti PPAk: Tabel 4.14 Hasil Uji F Model Sum of Squares Df Mean Square F Sig. Keterangan Regression Residual Total 5.524 2.503 8.027 3 55 58 1.841 .046 40.458 0.000 model cocok Sumber : Lampiran 6
Berdasarkan Tabel 4.14 diperoleh F hitung sebesar 40.458 dengan nilai signifikansi sebesar 0.000 kurang dari 0.05 (α=5%), maka diputuskan untuk
menolak H0 dan menerima H1. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa model regresi yang dihasilkan cocok guna melihat pengaruh motivasi karir, motivasi ekonomi dan motivasi peningkatan kualitas kemampuan terhadap minat mahasiswa akuntansi Universitas Pembangunan Nasional “Veteran” Jawa Timur
untuk mengikuti PPAk.Berikut adalah nilai koefisien determinasi (R Square) yang dihasilkan dari model regresi :
Tabel 4.15
Nilai Koefisien Determinasi (R Square)
R R Square
Adjusted R Square
0.830 0.688 0.671 Sumber : Lampiran 6
Berdasarkan Tabel 4.15 diketahui nilai koefisien determinasi (R Square) yang dihasilkan sebesar 0.688 hasil ini menunjukkan bahwa perubahan minat mahasiswa akuntansi Universitas Pembangunan Nasional “Veteran” Jawa Timur
untuk mengikuti PPAk mampu dijelaskan secara bersama-sama oleh perubahan motivasi karir, motivasi ekonomi dan motivasi peningkatan kualitas kemampuan sebesar 68.8%, sedangkan sisanya 31.2% dijelaskan oleh faktor lain. Dengan kata lain, minat mahasiswa akuntansi Universitas Pembangunan Nasional “Veteran”
kualitas dan motivasi ekonomi sebesar 68.8% dan sisanya 31.2% dipengaruhi oleh faktor lain selain motivasi karir, motivasi kualitas dan motivasi ekonomi.
4.4.3.2 Uji Pengaruh (Uji t)
Uji t digunakan untuk mengetahui ada atau tidaknya pengaruh signifikan variabel bebas terhadap variabel terikat. Jika uji t menghasilkan nilai signifikansi < 0.05 (α=5%), maka H0 ditolak dan H1 diterima, artinya terdapat pengaruh signifikan variabel bebas terhadap variabel terikat.Berikut ini adalah uji t antara variabel motivasi karir, motivasi kualitas dan motivasi ekonomi terhadap variabel minat untuk mengikuti PPAk:
Tabel 4.16 Hasil Uji t Unstandardized Coefficients Model B Std. Error T Sig. Keterangan
Motivasi Karir (X1) -0.152 0.068 -2.224 0.030 Signifikan
Motivasi Ekonomi (X2) 0.123 0.060 2.061 0.044 Signifikan
Motivasi Peningkatan Kualitas Kemampuan (X3) 0.591 0.054 10.910 0.000 Signifikan Sumber : Lampiran 6
Berdasarkan tabel 4.16 diatas, dapat disimpulkan variabel motivasikarir memiliki nilai signifikan sebesar 0.030 lebih kecil dari 0.05 sehingga variabel motivasi berpengaruh nyata terhadap minat untuk mengikuti pendidikan profesi akuntansi. Variabel motivasi ekonomi memiliki nilai signifikan 0.044 lebih kecil dari 0.05 sehingga motivasi ekonomi berpengaruh nyata terhadap minat mahasiswa akuntansi mengikuti pendidikan profesi akuntansi, dan sedangkan motivasi peningkatan kualitas kemampuan memiliki nilai signifikan sebesar 0.000 lebih kecil dari 0.05 sehingga variabel motivasi peningkatan kualitas kemampuanpun berpengaruh nyata terhadap minat mahasiswa akuntansi mengikuti pendidikan profesi akuntansi.
4.5 Pembahasan
Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa motivasi karir berpengaruh negatif dan signifikan sedangkan dan motivasi ekonomi dan motivasi peningkatan kualitas kemampuan berpengaruh positif dan signifikan terhadap minat mahasiswa akuntansi mengikuti PPAk. Berikut ini adalah pembahasan masing-masing variabel :
4.5.1 Pengaruh Motivasi Karir Terhadap Minat Mahasiswa Akuntansi Mengikuti PPAk
Nilai koefisien regresi pada variabel motivasi karir menunjukan variabel motivasi karir memiliki pengaruh terhadap minat mahasiswa
karir yang didapat misalnya seperti jabatan atau posisi yang lebih baik, maka semakin tinggi pula minat mahasiswa dalam mengikuti PPAk. Pengaruh motivasi karir adalah bepengaruh negatif dan signifikan, yang artinya motivasi karir memberikan sumbangan yang nyata terhadap peningkatan minat mahasiswa dalam mengikuti PPAk.Hasil penelitian ini tidak sesuai dengan penelitian Benny dan Yuskar (2006) yang menyatakan bahwa motivasi karir mempunyai pengaruh positf dan signifikan terhadap minat mahasiswa untuk mengikuti PPAk.
Peningkatan motivasi karir berdampak pada peningkatan minat mahasiswa dalam mengikuti PPAk menunjukan mahasiswa sudah memiliki anggapan bahwa karir yang semakin tinggi adalah penting, sehingga mampu mendorong mahasiswa untuk mengikuti PPAk, agar dapat mencapai kedudukan yang lebih tinggi didalam pekerjaannya, memperoleh kesempatan berkembang yang lebih baik, membutuhkan lebih sedikit waktu untuk dipromosikan serta memperoleh pengakuan atas prestasi yang diraih (Benny dan Yuskar, 2006).
4.5.2 Pengaruh Motivasi Ekonomi Terhadap Minat Mahasiswa Akuntansi Mengikuti PPAk
Nilai koefisien regresi pada variabel motivasi ekonomi menunjukan motivasi ekonomi memiliki pengaruh terhadap minat mahasiswa dalam mengikuti PPAk. Dengan semakin tinggi hasil yang
didapat dari motivasi ekonomi misalnya seperti gaji awal yang tinggi maka semakin tinggi pula minat mahasiswa dalam mengikuti PPAk. Pengaruh motivasi ekonomi adalah signifikan , artinya motivasi ekonomi memberikan sumbangan yang nyata terhadap peningkatan minat mahasiswa dalam mengikuti PPAk.
Hasil penelitian sesuai dengan penelitian Benny dan Yuskar (2006) yang menyatakan bahwa motivasi ekonomi tidak mempunyai pengaruh signifikan terhadap minat mahasiswa untuk mengikuti PPAk.
Peningkatan motivasi ekonomi berdampak pada peningkatan minat mahasiswa dalam mengikuti PPAk menunjukkan bahwa mungkin mahasiswa ingin memperoleh penghargaan finansial yang diinginkan, baik penghargaan langsung maupun penghargaan tidak langsung, seperti memperoleh gaji awal yang tinggi, fasilitas yang memadai, adanya bonus-bonus dari perusahaan serta asuransi (Widyastuti, Suryaningsum, dan Juliana, 2004).
4.5.3 Pengaruh Motivasi Peningkatan Kualitas kemampuan Terhadap Minat Mahasiswa Akuntansi Mengikuti PPAk
Nilai koefisien regresi pada variabel motivasi peningkatan kualitas kemampuan menunjukkan motivasi peningkatan kualitas kualitas kemampuan memiliki pengaruh terhadap minat mahasiswa dalam
motivasi peningkatan kualitas misalnya seperti bertambahnya keahlian yang didapat maka semakin tinggi pula minat mahasiswa dalam mengikuti PPAk. Dan motivasi peningkatan kualitas kemampuan memiliki nilai yang signifikan, artinya motivasi peningkatan kualitas kemampuan memberikan sumbangan yang nyata terhadap peningkatan minat mahasiswa dalam mengikuti PPAk.
Hasil penelitian ini sesuai dengan penelitian Benny dan Yuskar (2006) yang menyatakan bahwa motivasi kualitas mempunyai pengaruh signifikan terhadap minat mahasiswa untuk mengikuti PPAk.
Peningkatan motivasi peningkatan kualitas kemampuan berdampak pada peningkatan minat mahasiswa dalam mengikuti PPAk hal ini menunjukan bahwa tidak adanya dorongan dalam diri mahasiswa untuk memiliki kualitas yang lebih baik, ini dapat terjadi apabila faktor lingkungan dan keluarga yang tidak mendukung agar mahasiswa tersebut untuk dapat memiliki kualitas yang lebih baik lagi (Widyastuti, Suryaningsum dan Juliana, 2004).
4.6 Implikasi Penelitian
Hasil penelitian ini memberikan implikasi bagi berbagai pihak yang terkait dengan PPAk. Temuan penelitian ini bermanfaat bagi calon lulusan mahasiswa akuntansi tentang pentingnya PPAk tersebut dan bagi
kepada mahasiswa akuntansi dengan PPAk dimasa yang akan datang supaya lebih baik. Bagi penyelenggara pendidikan akuntansi, dengan adanya PPAk ini dapat menyempurnakan kurikulum pendidikan dan pengembangan program yang telah ada. Serta perlu adanya promosi proyeksi kebutuhan auditor yang lebih besar dimasa datang sehingga diharapkan minat mahasiswa untuk mengikuti PPAk ini akan bertambah.
4.7 Perbedaan Penelitian Sekarang Dengan Penelitian Terdahulu
Berikut ini adalah rangkuman perbedaan penelitian sekarang dengan penelitian terdahulu :
Tabel 4.17 : Rangkuman Perbedaan Penelitian Sekarang Dengan Penelitian Terdahulu No Nama Peneliti Variabel Penelitian Metode Analisis Kesimpulan 1 Benny dan Yuskar (2006) Motivasi karir, motivasi kualitas, motivasi ekonomi, minat mahasiswa akuntansi untuk mengikuti pendidikan profesi akuntansi Regresi linier berganda
Motivasi karir mempunyai pengaruh signifikan terhadap minat mahasiswa untuk mengikuti PPAk, motivasi ekenomi tidak