• Tidak ada hasil yang ditemukan

SD PLUS TAHFIZHUL QUR’AN AN NIDA SALATIGA TAHUN PELAJARAN 2018/2019 ”

HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

A. Deskripsi Hasil Penelitian 1. Pra Siklus

Untuk mengetahui hasil belajar dan kemampuan siswa dan kemampuan siswa dalam menguasai materi yang diperoleh sebelum penerapan metode brainwriting materi menulis puisi bebas pada siswa kelas V SD Plus Tahfizul Qur’an An Nida Salatiga tahun pelajaran 2018/2019, karena itu diperoleh data-data sebagai berikut:

Tabel 4.1 Daftar Nilai Hasil Belajar Pra Siklus Materi Menulis Puisi Bebas

No. NISN Nama Siswa Nilai Keterangan 1. 0087043761 Hanin syarifatul afifah 75 Tuntas

2. 0072327732 Diandra galeh pangestu 75 Tuntas

3. 0086146543 Laila rahma astriani 50 Tidak Tuntas

4. 0075562333 Daud yusuf nasrullah 49 TidakTuntas

67

5. 0079474576 Helmy fauzy 50 Tidak Tuntas

6. 0086876474 Rajni candraning tiyas 75 Tuntas

7. 0086644802 Zahra nafisa 80 Tuntas

8. 0081228241 Nadhia amalia putri 75 Tuntas

9. 0073359196 Bimbing projo raharjo 40 Tidak Tuntas

10. 0082232661 Salma nabila Ali 56 Tidak Tuntas

11. 0082632061 Aqela danys naura R. 75 Tuntas

12. 0072073364 Skydhiyazqa 65 Tidak Tuntas

13. 0071011345 M. Faiq ataka birri 30 Tidak Tuntas

14. 0071684813 Kaffa jihan jauza 40 Tidak Tuntas

15. 0071339221 Hilda aisya nurinasyari 50 Tidak Tuntas

16. 0078743156 Rizqy alfin choirus S. 30 Tidak Tuntas

Jumlah 1.014

Rata-rata 63,37

Nilai Tertinggi 80

Nilai Terendah 30

Dari data nilai di atas dapat disimpulkan bahwa siswa yang tuntas sebanyak 6 siswa dengan nilai rata-rata 63,37 atau 37,5% , sedangkan

68

siswa yang tidak tuntas sebanyak 10 siswa atau 62,5%. Hasil ini membuktikan bahwa masih banyak siswa yang yang belum tuntas KKM. Data dia atas dijadikan sebagai dasar dalam menerapkan pembelajaran dengan menggunakan metode brainwriting di SD Plus Tahfizhul Qur’an Salatiga.

Perolehan nilai materi menulis puisi sebelum penggunaan metode dari peneliti dan guru masih menggunakan metode ceramah yang digunakan sehari-hari, sehingga pemahaman siswa kurang dalam proses pembelajaran. dari nilai di atas dijadikan sebagai pembanding antara sebelum dan sesudah diterapkannya metode brainwriting. sehingga pemahaman siswa kurang dalam proses pembelajaran, dari kondisi awal siswa memperoleh nilai murni dari mata pelajaran bahasa Indonesia sebagai pembanding antara sebelum dan sesudah diterapkannya metode brainwriting. Nilai ketuntasan Kriteria Minimum (KKM) kelas V SD Plus Tahfizhul Qur’an Salatiga pada mata pelajaran bahasa Indonesia adalah 75. Nilai siswa yang diperoleh dapat disusun menggunakan tabel data nilai perolehan KKM pra siklus, sebagai berikut:

Tabel 4.2 Data Nilai KKM Pra Siklus

No.

69

2. ≥ 75 Tuntas 6 37,5%

2. Siklus I

Pada siklus I peneliti telah menerapkan pembelajaran dengan menggunakan metode brainwriting untuk mata pelajaran bahasa Indonesia kelas V menulis puisi.

a. Data Hasil Pengamatan

Dari instrumen soal tes didapatkan nilai sebagai berikut:

4.3 Hasil belajar Siswa Siklus I

No. NISN Nama Nilai Keterangan

1. 0087043761 Hanin syarifatul afifah 80 Tuntas

2. 0072327732 Diandra galeh pangestu 75 Tuntas

3. 0086146543 Laila rahma astriani 50 Tidak Tuntas

4. 0075562333 Daud yusuf nasrullah 80 Tuntas

5. 0079474576 Helmy fauzy 60 Tidak Tuntas

6. 0086876474 Rajni candraning tiyas 75 Tuntas

7. 0086644802 Zahra nafisa 80 Tuntas

8. 0081228241 Nadhia amalia putri 80 Tuntas

70

9. 0073359196 Bimbing projo raharjo 60 Tidak Tuntas

10. 0082232661 Salma nabila Ali 80 Tuntas

11. 0082632061 Aqela danys naura R. 75 Tuntas

12. 0072073364 Skydhiyazqa 75 Tuntas

13. 0071011345 M. Faiq ataka birri 50 Tidak Tuntas

14. 0071684813 Kaffa jihan jauza 75 Tuntas

15. 0071339221 Hilda aisya nurinasyari 60 Tidak tuntas

16. 0078743156 Rizqy alfin choirus S. 60 Tidak Tuntas

Jumlah 1.115

Rata-rata 69,68

Nilai Tertinggi 80

Nilai Terendah 50

Dari data nilai di atas dapat disimpulkan bahwa nilai siswa telah meningkat jika dibandingkan dengan pra siklus. Siswa yang tuntas pada nilai awal adalah sebanyak 10 siswa dengan nilai rata-rata 69,68 atau 62,5%, sedangkan siswa yang tidak tuntas sebanyak 6 siswa siswa atau 37,5%. Siswa yang tuntas pada saat siklus I sebanyak 6 siswa atau 37,5% meningkat 4 siswa atau 25% jika dibandingkan

71

dengan nilai awal siswa. Nilai rata-rata pada siklus I adalah 69,68 atau 62,5%.

Perolehan nilai siswa dapat disusun menggunakan tabel data nilai KKM siklus I, sebagai berikut:

4.4 Data Perolehan Nilai KKM Siklus I

No.

Pada siklus I ini peneliti menggunakan lembar observasi bagi guru dan siswa untuk mengamati guru saat pembelajaran berlangsung menggunakan metode brainwriting materi menulis puisi bebas kelas V SD Plus Tahfizhul Qur’an Salatiga. Berikut ini tabel observasi guru, sebagai berikut:

Tabel 4.5 Lembar Observasi Guru Siklus I

No. Aspek yang diamati

Skala penilaian

A B C

1. Memberi salam 

72

2. Memeriksa kehadiran 

3. Memberi motivasi awal 

4. Memberikan apersepsi 

5. Menyampaikan tujuan pembelajaran 

6.

Bahan belajar disajikan sesuai dengan langkah-langkah dalam RPP

7. Kejelasan dalam menyampaikan materi 

8.

Guru menyampaikan dan menjelaskan terkait tentang model/strategi atau metode pembelajaran yang akan diterapkan

9.

Guru membagi siswa menjadi beberapa kelompok

10.

Guru meminta siswa untuk membuat puisi bebas sesuai dengan arahan guru

11.

Penilaian yang relevan dengan tujuan yang ditetapkan

12.

Penilaian yang diberikan sesuai dengan RPP

73 13.

Guru memberi kesempatan siswa untuk bertanya

14. Guru menyimpulkan materi pembelajaran 

Jumlah 20 18

Selain pengamatan yang dilakukan pada guru, peneliti juga melakukan pengamatan terhadap siswa, gunanya untuk mengetahui keaktivan siswa dalam pembelajaran bahasa Indonesia materi menulis puisi bebas menggunakan metode brainwriting. Berikut ini tabel observasi terhadap siswa sebagai berikut:

Tabel 4.6 Lembar observasi siswa siklus I

No. Aspek yang diamati

Skala penilaian

A B C

1. Siswa menjawab salam dari guru 

74 2.

Siswa mendengarkan absensi dari guru

3.

Siswa mempersiapkan diri dalam menerima materi pelajaran

4.

Siswa memperhatikan guru ketika menjelaskan materi pelajaran

5.

Pemahaman mengenai penugasan yang diberikan guru

6.

Siswa tidak melakukan aktivitas seperti: (mengantuk, gaduh)

7.

Siswa memperhatikan guru ketika menerangkan langkah-langkah metode brainwriting

8.

Siswa menanyakan tentang penyampaian metode

9.

Siswa menulis puisi berdasarkan ide/gasasan

10.

Siswa mengungkapkan informasi yang telah diketahui

75 11.

Siswa aktif dan semangat selama proses pembelajaran bahasa Indonesia keberhasilan yang dicapai, diantaranya sebagian besar siswa antusias mengikuti pembelajaran, sebagian besar siswa mendengarkan dan memperhatikan penjelasan yang diberikan oleh guru. Meskipun terdapat keberhasilan dengan meningkatnya jumlah siswa tuntas. Namus selama proses pembelajaran masih mengalami beberapa kekurangan yang menghambat dalam pembelajaran, diantaranya terdapat siswa yang masih bermain dengan teman sebangkunya, dan gaduh, ada beberapa siswa yang masih kebingungan ketika diberi tugas membuat puisi, guru belum mampu menggunakan waktu lebih efektif dan efien, dan belum

76

semua tahap di RPP di laksanakan oleh guru, seperti memberi motivasi di awal pembelajaran.

Dalam siklus ini masih banyak kekurangan yang harus diperbaiki. Selain itu, meskipun ketuntasan belajar siswa telah

77

mengalami peningkatan, namu belum mencapai target yaitu 85%.

Oleh karena itu, peneliti akan dilanjutkan pada siklus II.

3. Siklus II

Tabel 4.7 Hasil belajar siswa siklus II

No. NISN Nama Siswa Nilai Keterangan

1. 0087043761 Hanin syarifatul afifah 100 Tuntas

2. 0072327732 Diandra galeh pengestu 80 Tuntas

3. 0086146543 Laila rahma astriani 90 Tuntas

4. 0075562333 Daud yusuf nasrullah 80 Tuntas

5. 0079474576 Helmy fauzy 90 Tuntas

6. 0086876474 Rajni candraning tiyas 80 Tuntas

7. 0086644802 Zahra nafisa 100 Tuntas

8. 0081228241 Nadhia amalia putri 100 Tuntas

9. 0073359196 Bimbing projo raharjo 85 Tuntas

10. 0082232661 Salma nabila ali 80 Tuntas

11. 0082632061 Aqela danys naura R. 85 Tuntas

12. 0072073364 Skydhiyazqa 75 Tuntas

78

13. 0071011345 M. Faiq ataka birri 70 Tidak Tuntas

14. 0071684813 Kaffa jihan jauza 80 Tuntas

15. 0071339221 Hilda aisya nurinasyari 90 Tuntas

16. 0078743156 Rizqy alfin choirus S. 80 Tuntas

Jumlah 1.365

Rata-rata 85,31

Nilai tertinggi 100

Nilai terendah 70

Dari data di atas, dapat disimpulkan bahwa siswa mengikuti proses pembelajaran dengan baik dan jauh lebih meningkat. Nilai rata-rata mengalami peningkatan yaitu 69,68 dan 62,5% menjadi 85,31 atau 93,75%. Dalam siklus II ini, ada juga siswa yang mendapatkan nilai 100.

Peningkatan ketuntasan nilai pada siklus II sebanyak 5 siswa. Namun masih ada siswa yang belum tuntas dengan nilai KKM 70. Yaitu 1 siswa.

Berdasarkan pada lembar hasil penelitian yang diperoleh, nilai pada siklus II lebih meningkat jika dibandingkan dengan siklus I, pada siklus II ini mengalami peningkatan dengan jumlah 5 siswa. Jadi dalam siklus ini hanya 1 siswa yang belum dapat mencapai ketuntasan KKM.

79

Penelitian pada siklus I dan siklus II telah cukup untuk memperlihatkan adanya peningkatan hasil belajar, sehingga peneliti tidak perlu

80

melanjutkan ke siklus berikutnya. Pada siklus II ini, peneliti telah berhasil dalam meningkatkan hasil belajar bahasa Indonesia menulis puisi bebas melalui metode brainwriting pada siswa kelas V SD Plus Tahfizhul Qur’an Salatiga.

Hasil pembelajaran ini sudah memenuhi standar ideal ketuntasan belajar karena sudah mencapai nilai rata-rata 85,31 atau 93,75%. Adapun 1 siswa yang belum tuntas, menurut pengamatan guru siswa tersebut memang kurang memiliki motivasi untuk untu belajar, banyak main-main dalam proses pembelajaran, dan kurang aktif pada saat pembelajaran berlangsung. Perolehan nilai siswa dapat disusun menggunakan tabel data nilai KKM Siklus II, sebagai berikut:

Tabel 4.8 Data perolehan nilai KKM siklus II

No.

Perolehan data tersebut menunjukkan bahwa siklus II mata pelajaran bahasa Indonesia materi menulis puisi bebas dengan menggunakan metode brainwriting mengalami peningkatan dimana siswa sudah mulai aktif dalam proses pembelajaran. Peneliti

81

menyediakan lembar observasi guru dan siswa pada siklus II. Berikut ini tabel observasi siklus II sebagai berikut:

82

Tabel 4. 9 Lembar observasi kinerja guru siklus II

No. Aspek yang diamati

Skala penilaian

5. Menyampaikan tujuan pembelajaran 

6.

Bahan belajar disajikan sesuai dengan langkah-langkah dalam RPP

7.

Kejelasan dalam menyampaikan materi

8.

Guru menyampaikan dan

menjelaskan terkait tentang model/strategi atau metode pembelajaran yang akan diterapkan

9.

Guru membagi siswa menjadi beberapa kelompok

83 10.

Guru meminta siswa untuk membuat puisi bebas sesuai dengan arahan guru

11.

Penilaian yang relevan dengan tujuan yang ditetapkan

12.

Penilaian yang diberikan sesuai dengan RPP

13.

Guru memberi kesempatan siswa untuk bertanya

14.

Guru menyimpulkan materi pembelajaran

Selain pengamatan yang dilakukan pada guru, peneliti juga melakukan pengamatan terhadap siswa, gunanya untuk mengetahui

84

keaktivan siswa dalam pembelajaran bahasa indonesia materi menulis puisi bebas menggunakan metode brainwriting. Berikut ini tabel observasi terhadap siswa sebagai berikut:

Tabel 4.10 Lembar observasi siswa siklus II

No. Aspek yang diamati

Skala penilaian

4. Siswa memperhatiakan guru ketika menjelaskan materi pelajaran

5. Pemahaman mengenai penugasan yang diberikan guru

85

10. Siswa mengungkapkan informasi yang telah diketahui

11. Siswa aktif dan semangat selama proses pembelajaran bahasa Indonesia

Berdasarkan pada lembar hasil penelitian yang diperoleh, nilai pada siklus II lebih meningkat jika dibandingkan dengan siklus I. Pada siklus II ini hanya 1 siswa yang belum dapat mencapai ketuntasan KKM. Penelitian pada siklus I dan siklus II

86

telah cukup untuk memperlihatkan adanya peningkatan hasil belajar, sehingga peneliti tidak perlu melanjutkan ke siklus berikutnya. Pada siklus II ini peneliti telah berhasil dalam meningkatkan hasil belajar bahasa Indonesia menulis puisi bebas melalui metode brainwriting pada siswa kelas V SD Plus Tahfizhul Qur’an Salatiga.

B. Pembahasan 1. Hasil Rekapitulasi

Berdasarkan dari hasil penelitian yang dilakukan peneliti pada pra siklus menunjukkan bahwa hasil belajar siswa masih rendah terhadap mata pelajaran bahasa Indonesia. Peneliti tindakan kelas ini dilakukan dalam dua siklus, bahwa pengunaan metode brainwriting pada mata pelajaran bahasa Indonesia materi menulis puisi bebas ada peningakatan yang relatif baik. Dapat diketahui dari rata-rata antar siklus sebagai berikut:

Tabel 4.11 Hasil rekapitulasi ketuntasan siswa

No. Ketuntasan Pra Siklus Siklus I Siklus II

1. Tuntas 6 siswa (37,5%) 10 siswa (62,5%) 15 siswa (93,7%)

2. Tidak Tuntas 10 siswa (62,5%) 6 siswa (37,5%) 1 siswa (6,25%)

3. Rata-rata 63,37 69,68 93,75

Dapat disajikan dalam bentuk diagram batang, sebagai berikut:

87

Gambar 4.1 Diagram peningkatan hasil belajar yang tuntas KKM

Berdasarkan data tersebut dapat diketahui bahwa dari pra siklus, siklus I, dan siklus II hasil belajar siswa yang tuntas KKM terus meningkat. Pada pra siklus yang tuntas hanya 6 siswa (37,5%), siklus I hanya 10 siswa (62,5%) , siklus II ada 15 siswa (93,7%) yang telah mencapai KKM.

88

Gambar 4.2 Diagram penurunan hasil belajar yang tidak tuntas KKM

Berdasarkan data di atas dapat diketahui bahwa nilai pra siklus, siklus I. Dan siklus II hasil belajar siswa yang tidak tuntas KKM terus menurun. Pada pra siklus siswa yang belum tuntas ada 10 siswa (62,5%), siklus I yang belum tuntas ada 6 siswa (37,5%), dan siklus II yang belum tuntas ada 1 siswa (6,25%).untuk siswa yang belum tuntas perlu dilakukan penanganan lebih lanjut agar siswa tersebut mengalami peningkatan.

Dengan cara guru memberikan pendampingan khusus bagi siswa tersebut, seperti, penambahan jam bimbingan belajar setelah pulang sekolah, maupun di hari libur sekolah. Dalam grafik di atas menggambarkan bahwasanya presentase setiap siklus mengalami penurunan siswa yang belum tuntas.

89

Jadi dapat ditarik kesimpulan bahwa metode brainwriting dapat meningkatkan hasil belajar siswa kelas V SD Plus Tahfizhul Qur’an An Nida Salatiga pada mata pelajaran bahasa Indonesia materi menulis puisi bebas.

90 BAB V PENUTUP A. Kesimpulan

1. Berdasarkan hasil penelitian dan pembahasan pada bab IV dapat ditarik kesimpulan bahwa peningkatan ang terjadi dikarenakan dalam proses pembelajaran telah menggunakan metode brainwriting. Adapun langkah-langkah pembelajaran menulis puisi bebas dengan menggunakan metode brainwriting pada penelitian. Tahap pertama yang dilakukan guru adalah menjelaskan konsep, siswa dibagi dalam kelompok kecil, masing-masing kelompok beranggotakan 3-4 orang.

Selanjutnya tahap kedua yang dilakukan oleh guru adalah membagikan kertas kerja brainwriting pada setiap siswa dan menentukan tema puisi yang akan mereka tulis sesuai dengan masing-masing kelompok. Tahap ketiga adalah selanjutnya lembar kertas kerja siswa ditukarkan dengan lembar kerja siswa lain dalam satu kelompok. Tahap keempat adalah Proses penukaran berlangsung selama 4 kali (sesuai dengan jumlah anggota kelompok). Setiap sekali penukaran, siswa memberikan ide atau gagasan yang harus ditulis berdasarkan judul yang tersedia dalam lembar kerja temannya. Waktu yang diberikan untuk satu ide atau gagasan kurang lebih 2 menit. Tahap kelima adalah Setelah proses penukaran selesai dan lembar kerja telah kembali kepada pemiliknya.

Setiap siswa telah empat sumbangan ide atau gagasan dari teman sekelompoknya. Tahap keenam Kemudian ide atau gagasan yang sudah

91

terkumpul diseleksi dan dikembangkan menjadi sebuah puisi yang akan mereka tulis berdasarkan ide yang telah mereka bayangkan. Dari sinilah proses kreatif menulis puisi berawal. Tahap ketujuh adalah Selanjutnya, siswa mengecek hasil puisi ciptaan mereka sendiri, dan puisi siap untuk dibacakan di depan kelas. Melalui tahap-tahap yang telah dilakukan tersebut siswa dapat lebih mudah memunculkan ide atau gagasan untuk menulis puisi bebas.

2. Metode brainwriting dapat meningkatkan kemampuan belajar bahasa Indonesia melalui menulis puisi bebas pada siswa kelas V SD Plus Tahfizhul Qur’an An Nida Salatiga Tahun Pelajaran 2018/2019. Hal ini dapat dibuktikan dari hasil pra siklus sebelum menerapakan metode brainwriting 37,5% (6 siswa) yang memenuhi Kriteria Ketuntasan Minimal (KKM), sedangkan 62, 5% (10 siswa) belum memenuhi KKM yang ditentukan oleh sekolahan yaitu 75. Pada siklus I mengalami peningkatan yang menunjukkan bahwa siswa mencapai kriteria ketuntasan klasikal 62,5% (10 siswa yang tuntas) dengan nilai rata-rata 69,68 sedangkan pada siklus II kriteria ketuntasan klasikal sebesar 93,7% (15 siswa yang tuntas) dengan nilai rata-rata 85,31. Dengan demikian, hasil belajar yang diperoleh siswa dari siklus I ke siklus II mengalami peningkatan sebesar 31,2%. Oleh karena itu Penelitian Tindakan Kelas (PTK) ini dikatakan berhasil.

92 B. Saran

Berdasarkan penelitian yang dilakukan maka disajikan saran sebagai berikut:

1. Bagi Siswa

a. Sebaiknya siswa selalu aktif dan antusias ketika proses pembelajaran.

b. Sebaiknya siswa dapat lebih memperhatikan guru dan tetap fokus ketika proses pembelajaran berlangsung agar hasilnya maksimal.

2. Bagi Guru

a. Guru sebaiknya lebih sering menggunakan berbagai macam metode pembelajaran yang menarik agar tidak menggunakan metode yang monoton dan menciptakan suasana pembelajaran yang aktif.

b. Guru dapat menggunakan metode brainwriting pada materi lain untuk meningkatkan hasil belajar siswa.

c. Untuk 1 siswa yang belum tuntas diperlukan pendampingan khusus, motivasi serta bimbingan belajar yang lebih khusus dari guru.

3. Bagi sekolah

a. Pihak sekolah seharusnya memberikan motivasi atau dorongan kepada tenaga pendidik bahwa pada saat proses pembelajaran harus menggunakan metode dan media pembelajaran yang efektif sesuai dengan materi yang diajarkan.

93

b. Pihak sekolah seharusnya memberikan masukan kepada pendidik agar mempunyai ide-ide kreatif dan inovatif untuk menciptakan pembelajaran yang aktif dan menyenangkan.

94

Arum, Imam Mas. 2016. Pembelajaran Bahasa Indonesia. Ponorogo: Uwais Inspirasi Indonesia.

Azizah Aida. 2015. Pembelajaran Menulis Puisi Dengan Memanfaatkan Teknik Brainwriting Pada Peserta Didik sd/mi Kelas V. Jurnal Universitas Islam Sultan Agung Semarang.

Daroini Ahmad. 2018. Tafsir ayat pendidikan dalam QS. Al Alaq 1-5 Menurut Quraisy Shihab. Skripsi Universitas Islam Negeri Raden Intan Lampung.

Dimyani, Mudjiono. 2009. Belajar dan Pembelajaran. Jakarta: Rineka Cipta

Fathurrahman, Muhammad dan Sulistyorini. 2012. Belajar dan Pembelajaran.

Yogyakarta: Sukses Offset.

Gunarto. 2013. Model dan Metode Pembelajaran di Sekolah. Semarang: Unissula Press.

Handoko, Edi, dan Zulheddi. 2018. Nilai-Nilai Pendidikan Dalam Al Qur’an Surat Al Alaq. Jurnal Pascasarjana UIN Sumatera Utara.

Kementerian Agama RI. 2007. Al Qur’an Tajwid dan Terjemahnya Dilengkapi dengan Asbabun Nuzul dan Hadist Sahih. Jakarta: PT. Sygma Examedia Arkanleema.

Dokumen terkait