BAB IV. HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN
C. Hasil Penelitian
1. Deskripsi Informan Penelitian
Dari hasil wawancara dengan 5 orang informan, diperoleh dua tema untuk menjawab pertanyaan pada penelitian ini, yaitu bagaimana pengalaman kekerasan dalam pacaran pada perempuan. Untuk menjawab pertanyaan tersebut proses analisis yang dilakukan adalah mengetahui apa
yang dialami oleh perempuan korban kekerasan dalam pacaran dan bagaimana kekerasan dalam pacaran tersebut mereka alami, serta makna dari setiap pengalaman kekerasan yang mereka alami. Sebelum masuk dalam proses analisis, di bawah ini merupakan deskripsi singkat dari informan penelitian.
a. D
Jenis kelamin : perempuan Usia : 22 tahun Pendidikan : S1
Pekerjaan : karyawan swasta Agama : Kristen Katolik Suku bangsa : Jawa
D merupakan karyawati di sebuah perusahaan swasta di Yogyakarta. Saat ini D berusia 22 tahun dan baru saja lulus dari sebuah universitas swasta fakultas farmasi di Yogyakarta. D merupakan salah satu perempuan yang pernah mengalami kekerasan dalam pacaran. Bentuk kekerasan dalam pacaran yang dialami oleh D antara lain kekerasan emosional berupa pemaksaan hubungan seksual dan pemukulan. Kekerasan ini terjadi saat hubungan pacaran mereka memasuki usia dua tahun.
D mulai berpacaran dengan pacarnya yang melakukan kekerasan, G, sejak kelas 2 SMA. Awalnya D dan G bersahabat, mereka memutuskan untuk berpacaran setelah satu tahun bersahabat dekat. D
melihat sosok G sebagai seorang laki-laki yang baik, tulus, rela berkorban dan sebagai calon suami yang ideal. Pandangan ini bahkan tidak berubah setelah D mendapat kekerasan dari G, hal ini juga yang membuat D kembali menjalin hubungan setelah putus berkali-kali.
D menjalin hubungan pacaran putus sambung dengan G selama enam tahun. Keputusan untuk menyudahi hubungan diambil D karena kekerasan berupa pemaksaan hubungan seksual yang berkali-kali dilakukan G, selain itu D merasa tidak nyaman dengan budaya keluarga G yang menuntut perempuan harus mampu melayani.
Setelah lulus kuliah D mulai berjauhan dengan G dan ini dipandang D sebagai kesempatan untuk memutuskan hubungan. Keputusan yang diambil D ini ternyata tidak dapat diterima oleh G. Hingga saat ini, setelah D menjalin hubungan pacaran dengan laki-laki lain, G masih mengejar bahkan mengancam akan membunuh D dan pacar barunya apabila suatu hari nanti mereka menikah.
b. DL
Jenis kelamin : perempuan Usia : 23 tahun Pendidikan : SMA Pekerjaan : mahasiswa Agama : Kristen Protestan Suku bangsa : Jawa
DL merupakan mahasiswi tingkat akhir di perguruan tinggi swasta fakultas Psikologi di Yogyakarta. Saat ini DL berusia 23 tahun dan berjenis kelamin perempuan. DL mengalami kekerasan dalam pacaran dari pacarnya yang pertama saat duduk di kelas 1 SMA. Selama satu setengah tahun menjalin hubungan pacaran, DL pernah mengalami kekerasan emosional dalam bentuk pemaksaan hubungan seksual serta pengekangan dari pacar dan kekerasan yang berbasis pada perbedaan jenis kelamin laki-laki dan perempuan.
Awalnya DL memutuskan untuk berpacaran karena melihat pacarnya ini sebagai orang yang berani. Yang dimaksud berani dalam hal ini adalah berani menyatakan cinta pada DL, tidak seperti laki-laki lain yang hanya berani berbicara di belakang. Hubungan pacaran ini pada awalnya berjalan lancar, namun lama kelamaan sifat asli pacarnya terungkap.
Selama berpacaran, DL merasa seperti dimanfaatkan, direndahkan dan dilecehkan oleh pacarnya bahkan perasaan sakit hati tersebut masih dirasakan DL setelah bertahun-tahun memutuskan hubungan dengan pacarnya. DL merasa bahwa pacarnya hanya menganggap DL sebagai „barang‟ yang bisa dipamerkan bukan sebagai seorang perempuan. Saat ini DL telah menjalin hubungan dengan pria lain dan telah memutuskan hubungan dengan pria yang melakukan kekerasan kepadanya.
c. K
Jenis kelamin : perempuan Usia : 22 tahun Pendidikan : S1
Pekerjaan : karyawan swasta Agama : Kristen Protestan Suku bangsa : Jawa
K merupakan perempuan berusia 22 tahun dan baru saja menyelesaikan studi S1 Teknik Industris di salah satu universitas swasta di Yogyakarta. Saat ini K bekerja di sebuah perusahaan swasta dan berdomisili di Yogyakarta. K mendapatkan kekerasan dari pacarnya yang kedua saat kuliah. Pacarnya ini, W, merupakan teman dekat K pada waktu kuliah. K memutuskan untuk menjalin hubunga pacaran dengan W karena selama proses pertemanan W sering mencari kesempatan untuk dekat dengan K. Selain itu, K melihat W sebagai pribadi yang romantis.
Kekerasan yang dialami oleh K lebih pada kekerasan emosional berupa pengabaian dan perselingkuhan. K mengalami kekerasan tersebut dari awal pacaran, namun K tetap bertahan karena perasaan cinta kepada pacarnya. K mengatakan dari awal proses pacaran pacarnya tidak mau mengakui hubungan mereka di depan orang, hal ini membuat K cukup tertekan dan puncaknya ketika pacarnya menjalin hubungan dengan perempuan lain saat masih berstatus pacaran dengan K.
Saat ini K sudah menjalin hubungan dengan pria lain. K mengatakan bahwa ia sudah dapat melupakan perasaan sakit hati pada mantan pacarnya, namun saat proses wawancara K sempat menangis saat ditanya mengenai mantan pacarnya.
d. A
Jenis kelamin : perempuan Usia : 20 tahun Pendidikan : SMA Pekerjaan : mahasiswa Agama : Kristen Katolik Suku bangsa : Jawa
A merupakan mahasiswa psikologi semester VI perguruan tinggi swasta di Yogyakarta. Saai ini A berusia 20 tahun dan merupakan salah satu perempuan yang mengalami kekerasan dari pacarnya. A pernah berpacaran sebanyak tujuh kali dan mengalami kekerasan dari pacarnya yang terakhir. Saat ini A masih menjalani hubungan dengan pacarnya tersebut walaupun ia sadar telah dan masih mengalami kekerasan dari pacarnya walaupun intensitas kekerasannya berkurang.
Awalnya, A mengambil keputusan untuk menjalin hubungan dengan pacarnya ini karena melihat bahwa ia laki-laki yang memiliki prinsip dan kepribadian walaupun masih sulit untuk mengendalikan emosi. Kekerasan yang dialami oleh A lebih pada kekerasan emosional
dan verbal, namun A juga pernah mengalami kekerasan fisik dari pacarnya. Kekerasan verbal berupa makian paling sering dialami oleh A, terutama saat pacarnya sedang merasa tertekan dengan pekerjaan atau keluarganya.
Hingga saat ini A masih mengalami kekerasan emosional dan verbal walaupun frekuensinya telah berkurang. A mengatakan alasannya bertahan dengan pacarnya karena dia yakin pacarnya bisa berubah dan ia ingat akan perjuangannya agar pacarnya dapat diterima di keluarga A.
e. N
Jenis kelamin : perempuan Usia : 23 tahun Pendidikan : S1
Pekerjaan : karyawan swasta Agama : Kristen Katolik Suku bangsa : Jawa
N merupakan informan terakhir yang diwawancara peneliti. Saat ini N bekerja di sebuah perusahaan yang bergerak di bidang kuliner. N merupakan perempuan berusia 23 tahun yang belum lama ini menyelesaikan studi S1nya di fakultas Psikologi sebuah universitas swasta di Yogyakarta.
Kekerasan dalam pacaran ini dialami N dari pacarnya yang kedua dan ketiga. Bentuk kekerasan yang dialami oleh N adalah
kekerasan sosial berupa perselingkuhan yang dilakukan pacarnya. N mengalami kekerasan karena tidak mengenal dengan baik pacarnya ini saat memutuskan untuk berpacaran. Keputusan untuk berpacaran ini diambil N semata-mata karena dia merasa senang ada yang memperhatikan dan pacarnya pintar memperlakukan perempuan serta secara fisik tidak jelek.
Saat ini N telah menjalin hubungan dengan laki-laki lain dan tidak mendapat kekerasan dari pacarnya yang baru. Pengalaman kekerasan yang ia alami saat berpacaran sebelumnya membuat N menjadi lebih berhati-hati dan berusaha untuk mengenal calon pacarnya sebelum memutuskan untuk menjalin hubungan pacaran.