BAB IV. ANALISIS DATA DAN PEMBAHASAN HASIL
A. Diskripsi Data
2. Deskripsi Jawaban Responden terhadap Kuisioner
Berikut ini merupakan deskripsi jawaban responden yang menggambarkan tanggapan dan pendapat responden terhadap kuisioner yang telah diberikan
mengenai pelaksanaan program pemasaran langsung sekolahnya. Dari data hasil penyebaran kuisioner, deskripsi jawaban responden sebagai berikut
a. Variabel Ukuran Organisasi
Untuk variabel ukuran organisasi hanya memiliki 1 item pertanyaan. Berikut deskripsi jawaban responden untuk variabel ukuran organisasi.
Tabel 4.4
Tabulasi Perhitungan Jawaban Responden Variabel Ukuran Organisasi
No. Pertanyaan Jumlah Jawaban Responden Jumlah
Per Siswa
<50 51 - 100 101 - 150 >151
1 2 3 4
1. Berapa rata-rata daya tampung sekolah per tahun ajaran baru?
46 32 41 36 155
Sumber: Data primer yang diolah, 2008
Dari pertanyaan “Berapa rata-rata daya tampung sekolah per tahun ajaran baru?” sekolah dasar dan menengah swasta di Kota Surakarta pada rentang tahun ajaran 2006/2007 – 2007/2008 yang berdaya tampung <50 sebesar 46 siswa (29,68%), daya tampung sekolah antara 51 – 100 sebesar 32 siswa (20,65%), daya tampung sekolah 101 – 150 sebesar 41 siswa (26,45%) dan daya tampung 151< mencapai 36 siswa (23,23%). Melihat besaran nilainya tidak mempunyai nilai sangat dominant. Tetapi daya tampung rata-rata di bawah mempunyai nilai tertinggi yaitu 46 siswa (29,68%). Hal ini berarti sekolah dasar dan menengah swasta di Kota Surakarta mempunyai daya tampung rendah masih lebih banyak.
b. Variabel Integrasi Eksternal
Variabel integrasi eksternal juga memiliki 1 item pertanyaan. Berikut deskripsi jawaban responden untuk variabel integrasi eksternal.
Tabel 4.5
Tabulasi Perhitungan Jawaban Responden Variabel Integrasi Eksternal
No. Pertanyaan Jumlah Jawaban Responden Jumlah
Tdk. Ada
Sedikit Cukup Banyak
1 2 3 4
1. Apakah dalam struktur manajemen sekolah anda menyediakan orang-orang dari latar belakang
bisnis?(dan membantu dalam perencanaan pemasaran)
77 48 27 3 155
Sumber: Data primer yang diolah, 2008
Dari pertanyaan “Apakah dalam struktur manajemen sekolah anda menyediakan orang-orang dari latar belakang bisnis?(dan membantu dalam prencanaan pemasaran)”, responden yang menjawab tidak ada sebanyak 77 orang (49,68%), sedikit sebanyak 48 orang (30,97%), cukup sebanyak 27 orang (17,4%) dan responden yang menjawab banyak sebanyak 3 orang (1,94%). Hal ini berarti sebagian besar sekolah dasar dan menengah swasta di Kota Surakarta tidak menyediakan orang-orang dari latar belakang bisnis dalam struktur lembaganya. c. Variabel Kepercayaan Diri Manajerial
Variabel integrasi eksternal memiliki 3 item pertanyaan. Berikut deskripsi jawaban responden untuk variabel kepercayaan diri manajerial.
Tabulasi Perhitungan Jawaban Responden Variabel Kepercayaan Diri Manajerial
No. Pertanyaan Jumlah Jawaban Responden Jumlah
Tidak Setuju Kurang Setuju Cukup Setuju Setuju 1 2 3 4
1. Saya merasa mampu untuk mengevaluasi teknik promosi baru.
18 27 55 56 155
2. Saya tahu kepada siapa meminta pertolongan untuk mengevaluasi keefektifan promosi
8 16 57 73 155
3. Saya mempunyai keahlian untuk mengevaluasi kegunaan teknik pemasaran
20 45 52 40 155
Sumber: Data primer yang diolah, 2008
Data tabel 4.6 menunjukkan deskripsi jawaban responden sebagai berikut. 1) Dari pertanyaan “Saya merasa mampu untuk mengevaluasi teknik promosi
baru”, responden yang menjawab tidak setuju sebanyak 18 orang (11,61%), kurang setuju sebanyak 27 orang (17,42%), cukup setuju sebanyak 55 orang (35,48 %) dan responden yang menjawab setuju sebanyak 56 orang (36,13%). Hal ini berarti sebagian besar responden nyatakan bahwa mereka merasa mampu untuk mengevaluasi teknik promosi baru.
2) Dari pertanyaan “Saya tahu kepada siapa meminta pertolongan untuk mengevaluasi keefektifan promosi”, responden yang menjawab tidak setuju sebanyak 8 orang (5,16%), kurang setuju sebanyak 16 orang (10,32%), cukup setuju sebanyak 57 orang (36,77%) dan responden yang menjawab setuju sebanyak 73 orang (47,1%). Hal ini berarti sebagian besar responden nyatakan
bahwa mereka mengetahui kepada siapa meminta pertolongan untuk mengevaluasi keefektifan promosi.
3) Dari pernyataan “Saya mempunyai keahlian untuk mengevaluasi kegunaan teknik pemasaran”, responden yang menjawab tidak setuju sebanyak 20 orang (12,9%), kurang setuju sebanyak 45 orang (29,03%), cukup setuju sebanyak 52 orang (33,55%) dan responden yang menjawab setuju sebanyak 40 orang (25,81%). Hal ini berarti sebagian besar responden nyatakan bahwa cukup mempunyai keahlian untuk mengevaluasi kegunaan teknik pemasaran.
d. Variabel Formalitas
Variabel formalitas memiliki 4 item pertanyaan. Berikut deskripsi jawaban responden untuk variabel formalitas.
Tabel 4.7
Tabulasi Perhitungan Jawaban Responden Variabel Formalitas
No. Pertanyaan Jumlah Jawaban Responden Jumlah
Tdk. Pernah Kurang Kadang- kadang Selalu 1 2 3 4
Apakah anda membuat tujuan untuk:
1. Menambah daya tampung 10 4 30 111 155
2. Pengumpulan dana 4 8 33 110 155
3. Penganggaran dana 3 7 16 129 155
4. Sosialisasi pendanaan 4 5 31 115 155
Sumber: Data primer yang diolah, 2008
Data tabel 4.7 menunjukkan deskripsi jawaban responden sebagai berikut. 1) Dari pertanyaan “Apakah anda membuat tujuan menambah daya tampung?”,
responden yang menjawab tidak pernah sebanyak 10 orang (6,45%), kurang sebanyak 4 orang (2,58%), kadang-kadang sebanyak 30 orang (19,35%) dan
responden yang menjawab selalu sebanyak 111 orang (71,61%). Hal ini berarti bahwa responden secara dominan menyatakan bahwa mereka selalu membuat tujuan untuk menambah daya tampung sekolahnya.
2) Dari pertanyaan “Apakah anda membuat tujuan untuk program pengumpulan dana?”, responden yang menjawab tidak pernah sebanyak 4 orang (2,58%), kurang sebanyak 8 orang (5,16%), kadang-kadang sebanyak 33 orang (21,29%) dan responden yang menjawab selalu sebanyak 110 orang (70,97%). Hal ini berarti bahwa responden secara dominan menyatakan bahwa mereka selalu membuat tujuan untuk program pengumpulan dana sekolah.
3) Dari pernyataan “Apakah anda membuat tujuan untuk program penganggaran dana?”, responden yang menjawab tidak pernah sebanyak 3 orang (1,94%), kurang sebanyak 7 orang (4,52%), kadang-kadang sebanyak 16 orang (10,32%) dan responden yang menjawab selalu sebanyak 129 orang (88,23%). Hal ini berarti bahwa responden secara dominan menyatakan bahwa mereka selalu membuat tujuan untuk program penganggaran dana.
4) Dari pernyataan “Apakah anda membuat tujuan untuk program sosialisasi pendanaan?”, responden yang menjawab tidak pernah sebanyak 4 orang (2,58%), kurang sebanyak 5 orang (3,23%), kadang-kadang sebanyak 31 orang (20%) dan responden yang menjawab selalu sebanyak 115 orang (74,19%). Hal ini berarti bahwa responden secara dominan menyatakan bahwa mereka selalu membuat tujuan untuk program sosialisasi pendanaan.
Variabel usaha pemasaran memiliki 2 item pertanyaan. Berikut deskripsi jawaban responden untuk variabel usaha pemasaran.
Tabel 4.8
Tabulasi Perhitungan Jawaban Responden Variabel Usaha Pemasaran
No. Pertanyaan Jumlah Jawaban Responden Jumlah
<0,5 Jt 0,6 – 2,5 Jt 2,6 – 5 Jt >5,1 Jt
1 2 3 4
Berapa rata-rata pengeluaran untuk program berikut:
1. Program Penggalangan Dana
51 63 20 21 155
2. Program Promosi Sekolah 33 69 24 29 155
Sumber: Data primer yang diolah, 2008
Data tabel 4.8 menunjukkan deskripsi jawaban responden sebagai berikut. 1) Dari pertanyaan “Berapa rata-rata pengeluaran untuk program penggalangan
dana?”, responden yang menjawab rangedana di bawah 0,5 juta sebanyak 51 orang (32,9%), antara 0,6 – 2,5 juta sebanyak 63 orang (17,42%), antara 2,6 – 5 juta sebanyak 20 orang (12,9 %) dan responden yang menjawab di atas 5,1 juta sebanyak 21 orang (13,55%). Hal ini berarti sebagian besar responden menyatakan bahwa mereka rata-rata mengeluarkan dana untuk program penggalangan dana antara 0,6 – 2,5 juta.
2) Dari pertanyaan “Berapa rata-rata pengeluaran untuk program promosi sekolah?”, responden yang menjawab rangedana di bawah 0,5 juta sebanyak 33 orang (21,29%), antara 0,6 – 2,5 juta sebanyak 69 orang (44,52%), antara 2,6 – 5 juta sebanyak 24 orang (15,48 %) dan responden yang menjawab di atas 5,1 juta sebanyak 29 orang (18,71%). Hal ini berarti sebagian besar
responden menyatakan bahwa mereka rata-rata mengeluarkan dana untuk program promosi sekolah antara 0,6 – 2,5 juta.
f. Variabel Kinerja Pemasaran
Variabel kinerja pemasaran memiliki 1 item pertanyaan. Berikut deskripsi jawaban responden untuk variabel kinerja pemasaran.
Tabel 4.9
Tabulasi Perhitungan Jawaban Responden Variabel Kinerja Pemasaran
No. Pertanyaan Jumlah Jawaban Responden Jumlah
<10 Jt 11– 50 Jt 51 – 100 Jt >101 Jt
1 2 3 4
1. Berapa pendapatan pertahun dari jumlah siswa?
23 42 21 69 155
Sumber: Data primer yang diolah, 2008
Dari pertanyaan “Berapa pendapatan pertahun dari jumlah siswa?”, responden yang menjawab range dana di bawah 10 juta sebanyak 23 orang (14,84%), antara 11 – 50 juta sebanyak 42 orang (27,1%), antara 51 – 100 juta sebanyak 21 orang (13,55 %) dan responden yang menjawab di atas 101 juta sebanyak 69 orang (44,52%). Hal ini berarti sebagian besar responden menyatakan bahwa pendapatan pertahun dari jumlah siswa di atas 101 juta.
g. Variabel Kinerja Penggalangan Dana
Variabel kinerja penggalangan dana memiliki 6 item pertanyaan. Berikut deskripsi jawaban responden untuk variabel kinerja pemasaran.
Tabel 4.10
Tabulasi Perhitungan Jawaban Responden Variabel Kinerja Penggalangan Dana
No. Pertanyaan Jumlah Jawaban Responden Jumlah
Tdk. Ada <10 Jt 11– 50 Jt 51 – 100 Jt >101 Jt
0 1 2 3 4
Berapa rata-rata dana yang diperoleh dalam 1 tahun dari
155 1. Pemerintah Pusat? 18 36 58 30 17 155 2. Organisasi (Yayasan)? 18 60 33 17 24 155 3. Pemerintah Daerah? 27 72 44 13 1 155 4. Donatur Sekolah? 40 81 27 9 5 155 5. Kontribusi Individu? 67 74 12 5 3 155 6. Yang lain? 72 67 12 1 3 155
Sumber: Data primer yang diolah, 2008
Data tabel 4.10 menunjukkan deskripsi jawaban responden sebagai berikut.
1) Dari pertanyaan “Berapa rata-rata dana yang diperoleh dalam 1 tahun dari pemerintah pusat?”, responden yang menjawab tidak memperoleh dana dari 6 item sumber dana sebanyak 18 (11,61%), responden yang menjawab perolehan rangedana di bawah 10 juta sebanyak 36 orang (23,23%), antara 11 – 50 juta sebanyak 58 orang (37,42%), antara 51 – 100 juta sebanyak 30 orang (19,36%) dan responden yang menjawab di atas 101 juta sebanyak 17 orang (10,97%). Hal ini berarti sebagian besar responden menyatakan bahwa dana yang diperolah sekolah dasar dan menengah swasta di Kota Surakarta dari pemerintah pusat pertahun antara 11 – 50 juta.
2) Dari pertanyaan “Berapa rata-rata dana yang diperoleh dalam 1 tahun dari organisasi (yayasan)?”, responden yang menjawab tidak memperoleh dana dari 6 item sumber dana sebanyak 18 (11,61%), responden yang menjawab
perolehan rangedana di bawah 10 juta sebanyak 60 orang (23,23%), antara 11 – 50 juta sebanyak 33 orang (21,29%), antara 51 – 100 juta sebanyak 17 orang (10,97%) dan responden yang menjawab di atas 101 juta sebanyak 24 orang (15,48%). Hal ini berarti sebagian besar responden menyatakan bahwa dana yang diperolah sekolah dasar dan menengah swasta di Kota Surakarta dari organisasi (yayasan) pertahun di bawah 10 juta.
3) Dari pertanyaan “Berapa rata-rata dana yang diperoleh dalam 1 tahun dari pemerintah daerah?”, responden yang menjawab tidak memperoleh dana dari 6 item sumber dana sebanyak 27 (17,42%), responden yang menjawab perolehan rangedana di bawah 10 juta sebanyak 72 orang (23,23%), antara 11 – 50 juta sebanyak 44 orang (38,39%), antara 51 – 100 juta sebanyak 13 orang (8,39%) dan responden yang menjawab di atas 101 juta sebanyak 1 orang (0,65%). Hal ini berarti sebagian besar responden menyatakan bahwa dana yang diperolah sekolah dasar dan menengah swasta di Kota Surakarta dari pemerintah daerah pertahun di bawah 10 juta.
4) Dari pertanyaan “Berapa rata-rata dana yang diperoleh dalam 1 tahun dari donatur sekolah?”, responden yang menjawab tidak memperoleh dana dari 6 item sumber dana sebanyak 40 (25,81), responden yang menjawab perolehan range dana di bawah 10 juta sebanyak 81 orang (52,26%), antara 11 – 50 juta sebanyak 27 orang (17,42%), antara 51 – 100 juta sebanyak 9 orang (5,81%) dan responden yang menjawab di atas 101 juta sebanyak 5 orang (3,23%). Hal ini berarti sebagian besar responden menyatakan bahwa dana yang diperolah
sekolah dasar dan menengah swasta di Kota Surakarta dari donatur sekolah pertahun di bawah 10 juta.
5) Dari pertanyaan “Berapa rata-rata dana yang diperoleh dalam 1 tahun dari kontribusi individu?”, responden yang menjawab tidak memperoleh dana dari 6 item sumber dana sebanyak 67 (43,23%), responden yang menjawab perolehan rangedana di bawah 10 juta sebanyak 74 orang (47,75%), antara 11 – 50 juta sebanyak 12 orang (7,74%), antara 51 – 100 juta sebanyak 5 orang (3,23%) dan responden yang menjawab di atas 101 juta sebanyak 3 orang (1,94%). Hal ini berarti sebagian besar responden menyatakan bahwa dana yang diperolah sekolah dasar dan menengah swasta di Kota Surakarta dari kontribusi individu pertahun di bawah 10 juta.
6) Dari pertanyaan “Berapa rata-rata dana yang diperoleh dalam 1 tahun dari sumber dana yang lain)?”, responden yang menjawab tidak memperoleh dana dari 6 item sumber dana sebanyak 72 (46,45%), responden yang menjawab perolehan rangedana di bawah 10 juta sebanyak 67 orang (43,23%), antara 11 – 50 juta sebanyak 12 orang (7,74%), antara 51 – 100 juta sebanyak 1 orang (0,65%) dan responden yang menjawab di atas 101 juta sebanyak 3 orang (1,94%). Hal ini berarti sebagian besar responden menyatakan bahwa tidak pernah menerima dana dari selain 5 item sumber dana di atas.
h. Variabel Implementasi Pemasaran Langsung (Direct Marketing)
Variabel kinerja implementasi pemasaran langsung (Direct Marketing) memiliki 4 item pertanyaan tentang program komunikasi yang per itemnya dijumlahkan dari impementasi 12 teknik direct marketing. Dari 12 item teknik
yang dipilih kemudian dibagi dengan 12 menjadi data scoring. Range data scoring 0 – 1, semakin mendekati satu berarti sekolah telah melaksanakan implementasi teknik pemasaran langsung dengan baik. Berikut deskripsi jawaban responden untuk variabel implementasi pemasaran langsung (direct marketing).
Tabel 4.11a
Tabulasi Perhitungan Jawaban Responden (Nilai Scoring) Variabel Impementasi Pemasaran Langsung (Direct Marketing) No. Program
Komunikasi
Nilai Scoring Jumlah
0.00 0.08 0.17 0.25 0.33 0.42 0.50 0.58 0.67 0.75 0.83 0.91 1 1. Penggalangan Dana Umum 91* 29 19 9 3 3 1 0 0 0 0 0 0 155 2. Penggalangan Dana Untuk Tujuan Khusus 72* 44 21 2 9 0 4 0 1 0 0 0 0 155 3. Promosi Untuk Even Khusus 45* 28 27 20 13 9 3 3 1 3 1 1 0 155 4. Promosi Penerimaan Siswa Baru 0 9 32 36* 23 17 9 10 7 9 2 0 1 155
Keterangan: *) = nilai tertinggi
Sumber: Data primer yang diolah, 2008
Data tabel 4.11a menunjukkan deskripsi jawaban responden sebagai berikut.
1) Dari pertanyaan program komunikasi penggalangan dana umum, scoring untuk implementasi teknik direct marketing0,00 sebanyak 91 orang (58,71%); 0,08 sebanyak 29 orang (18,71%); 0,17 sebanyak 19 orang (12,26%); 0,25 sebanyak 9 orang (5,81%); 0,33 sebanyak 3 orang (1,94%); 0,42 sebanyak 3 orang (1,94%); 0,50 sebanyak 1 orang (0,65%); sedangkan 0,58 sampai 1 responden tidak menjawab. Nilai scoring untuk implementasi teknik direct marketing0,00 sebanyak 91 orang (58,71%) menjadi jumlah range terbanyak untuk jawaban responden pada program komunikasi penggalangan dana umum. Hal ini berarti bahwa sekolah dasar dan menengah swasta di Kota
Surakarta sebagian besar tidak mengimplementasikan teknik pemasaran langsung dalam program komunikasi penggalangan dana umumnya.
2) Dari pertanyaan program komunikasi penggalangan dana untuk tujuan khusus, nilai scoring untuk implementasi teknik direct marketing 0,00 sebanyak 73 orang (47,1%); 0,08 sebanyak 45 orang (29,03%); 0,17 sebanyak 21 orang (13,55%); 0,25 sebanyak 2 orang (1,29%); 0,33 sebanyak 9 orang (5,81%); 0,42 tidak ada (0%); 0,50 sebanyak 4 orang (2,58%); 0,58 tidak ada (0%); 0,67 sebanyak 1 orang (0,65%); dan 0,75 sampai 1 responden tidak menjawab. Nilai scoring untuk implementasi teknik direct marketing 0,00 sebanyak 73 orang (47, 1%) menjadi jumlah range terbanyak untuk jawaban responden pada program komunikasi penggalangan dana untuk tujuan khusus. Hal ini berarti bahwa sekolah dasar dan menengah swasta di Kota Surakarta sebagian besar tidak mengimplementasikan teknik pemasaran langsung dalam program komunikasi penggalangan dana untuk tujuan khususnya.
3) Dari pertanyaan program komunikasi promosi untuk even khusus, nilai scoring untuk implementasi teknik direct marketing 0,00 sebanyak 45 orang (29,03%); 0,08 sebanyak 28 orang (18,06%); 0,17 sebanyak 27 orang (17,42%); 0,25 sebanyak 21 orang (13,55%); 0,33 sebanyak 13 orang (8,39%); 0,42 sebanyak 9 orang (5,81%); 0,50 sebanyak 3 orang (1,94%); 0,58 sebanyak 3 orang (1,94%); 0,67 sebanyak 1 orang (0,65%); dan 0,75 sebanyak 3 orang (1,94%); 0,83 sebanyak 1 orang (0,65%); 0,92 sebanyak 1 orang (0,65%), sedangkan nilai scoring 1 tidak ada. Nilai scoring untuk implementasi teknik direct marketing 0,00 sebanyak 45 orang (29,03%)
menjadi jumlah range terbanyak untuk jawaban responden pada program komunikasi promosi untuk even khusus. Hal ini berarti bahwa sekolah dasar dan menengah swasta di Kota Surakarta sebagian besar tidak mengimplementasikan teknik pemasaran langsung dalam program komunikasi promosi untuk even khususnya.
4) Dari pertanyaan program komunikasi promosi penerimaan siswa baru, nilai scoring untuk implementasi teknik direct marketing 0,00 tidak ada; 0,08 sebanyak 9 orang (5,81%); 0,17 sebanyak 31 orang (20%); 0,25 sebanyak 36 orang (23,23%); 0,33 sebanyak 23 orang (14,84%); 0,42 sebanyak 17 orang (10,97%); 0,50 sebanyak 9 orang (5,81%); 0,58 sebanyak 9 orang (5,81%); 0,67 sebanyak 7 orang (4,52%); dan 0,75 sebanyak 9 orang (5,81%); 0,83 sebanyak 3 orang (1,94%); 0,92 tidak ada (0%) dan nilai scoring1 responden hanya 1 responden (0,65%). Nilai scoring untuk implementasi teknik direct marketing0,25 sebanyak 36 orang (23,23%) menjadi jumlah range terbanyak untuk jawaban responden pada program komunikasi promosi penerimaan siswa baru. Hal ini berarti bahwa sekolah dasar dan menengah swasta di Kota Surakarta sudah mengimplementasikan teknik pemasaran langsung dalam program komunikasi promosi penerimaan siswa barunya, walaupun nilainya tidak signifikan. Karena rata-rata hanya sekitar 3 macam teknik yang digunakan.
Selain data scoring di atas, pada unit pertanyaan variabel implementasi pemasaran langsung, dapat didiskripsikan pula teknik-teknik pemasaran langsung yang sering dipakai oleh sekolah dasar dan menengah swasta di Kota Surakarta
dari 12 teknik yang disediakan oleh kuisioner (lampiran 1). Hasil tabulasinya, dapat dilihat pada tabel 4.11b berikut.
Tabel 4.11b
Tabulasi Perhitungan Frekuensi Pemakaian Teknik Pemasaran Langsung Variabel Impementasi Pemasaran Langsung (Direct Marketing) No. Teknik Pemasaran
Langsung
Frekuensi Pemakaian Per Program Komunikasi Jumlah Penggalangan Dana Umum Penggalangan Dana Untuk Tujuan Khusus Promosi Even Khusus Promosi Penerimaan Siswa Baru 1. Surat Langsung 39 38 16 15 99 2. Iklan TV 3 4 4 7 18 3. Iklan Radio 4 7 30 28 69 4. Iklan Koran 6 8 25 20 35 5. Iklan Majalah 7 14 34 30 59 6. Buletin 5 11 35 32 83 7. Spanduk - - 56 148 209 8. Billboard/baliho - - 4 85 89 9. Internet - 3 3 10 16 10. Katalog - - 2 14 16 11. Video CD - - 4 30 34 12. Sponshorship - 2 2 6 10 Jumlah 64 87 115 425
Sumber: Data primer yang diolah, 2008
Pada tabel di atas, ditunjukkan frekuensi pemakaian teknik pemasaran langsung untuk 4 program komunikasi sekolah dasar dan menengah swasta di Kota Surakarta.
Untuk program promosi penggalangan dana umum, sekolah dasar dan menengah swasta di Kota Surakarta menggunakan 5 macam teknik, yaitu surat langsung, iklan TV, radio, koran, majalah dan buletin. Dari kelima teknik yang dipakai surat langsung menjadi teknik yang paling banyak dipakai dengan frekuensi pemakaian 30 kali. Sedangkan iklan TV menjadi teknik yang paling jarang digunakan sekolah dasar dan menengah swasta di Kota Surakarta pada program komunikasi penggalangan dana umumnya, karena mempunyai frekuensi pemakaian paling rendah, yaitu 3 kali.
Pada program komunikasi kedua teknik yang digunakan lebih banyak dari program komunikasi yang pertama. Untuk program komunikasi penggalangan dana untuk tujuan khusus, ada sekitar 7 macam teknik pemasaran langsung yang dipakai, yaitu surat langsung, iklan TV, radio, koran, majalah, buletin, internet dan sponshorship. Frekuensi pemakaian tertinggi dan terendah pada program komunikasi ini adalah masing-masing surat langsung dengan frekuensi 32 kali dan sponsorship dengan frekuensi 2 kali.
Berbeda dengan program komunikasi di atas, pada program komunikasi promosi even khusus dan promosi penerimaan siswa baru, cenderung lebih merata disemua teknik pemasaran langsung, walaupun nilai frekuensinya berbeda. Frekuensi pemakaian tertinggi untuk program promosi even khusus dan penerimaan siswa baru, yaitu spanduk dengan frekuensi 56 dan 148 kali. Sedangkan frekuensi terendahnya, yaitu sponshorship dengan frekuensi masing- masing 2 dan 6 kali.
Secara umum, total frekuensi pemakaian teknik pemasaran langsung sekolah dasar dan menengah swasta di Kota Surakarta tertinggi adalah pemakaian teknik spanduk dengan total frekuensi pemakaian sebanyak 209 kali. Pemakaian spanduk terkonsentrasi pada 2 program komunikasi sekolah, yaitu promosi event khusus dan promosi penerimaan siswa baru. Sedangkan yang paling sering dipakai pada 4 program komunikasi adalah surat langsung dengan frekuensi sebanyak 99 kali. Sedangkan total frekuensi terendah adalah sponsorship dengan frekuensi sebanyak 10 kali.