• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB IV HASIL PENELITIAN

1. Deskripsi KPRI GUPER Perdagangan

a. Sejarah Singkat KPRI GUPER Perdagangan

KPRI GUPER Perdagangan didirikan pada tanggal 18 November 1972 dengan jumlah anggota awal sebanyak 50 orang yang terdiri dari guru-guru SD,SMP,Pegawai P dan K Kecamatan Bandar. Dasar pemikiran anggota untuk mendirikan KPRI GUPER Perdagangan ini adalah untuk menolong dan membantu sesama anggota agar jangan sampai terjerat oleh rentenir. Prinsip tersebutlah yang melatarbelakangi berdirinya KPRI GUPER Perdagangan dengan badan hukum No.3221/BH/III, tanggal 10 Juni 1974 dan terakhir menjadi Badan Hukum No. 335/PAD/KWK.2/VI/96 tanggal 10 Juni 1996, dengan jumlah anggota sampai pada saat itu adalah sebanyak 960 orang, dan berkantor di Jl.Merdeka No.1210 Kel. Perdagangan I, terdiri dari ruko berlantai 4.

Adanya pengelolaan yang mantap dengan penuh kehati- hatian sehingga dari tahun ke tahun membuat KPRI GUPER Perdagangan dapat melangkah semakin maju, sampai akan diprogramkan menjadi Koperasi inti di Kabupaten Simalungun.

1) Mengembangkan ideologi kehidupan perkoperasian.

2) Mengembangkan kesejahteraan anggota khususnya dan masyarakat pada umumnya dan menciptakan masyarakat adil dan makmur.

3) Untuk membantu dan menolong sesama anggota agar jangan sampai terjerat oleh rentenir atau yang lainnya. 4) Meningkatkan taraf hidup anggota dan masyarakat

sekitarnya.

Sedangkan agar dapat menjadi anggota pada KPRI GUPER Perdagangan, syarat-syarat yang harus dipenuhi adalah sebagai berikut:

1) Mata pencaharian/ pekerjaan adalah guru-guru SD, pensiunan dilingkungan Kantor Inspeksi dan Seksi Dinas P dan K Kecamatan Bandar, Pematang Bandar dan Bandar Masilam.

2) Mempunyai kemampuan penuh dan tidak melakukan tindakan hukum (dewasa dan tidak dalam perwalian).

3) Mempunyai kesamaan kepentingan ekonomi dalam lingkup usaha koperasi.

4) Telah menyetujui isi Anggaran Dasar, Anggaran Rumah Tangga dan ketentuan- ketentuan yang berlaku.

5) Membayar simpanan pokok.

7) Seseorang yang akan masuk menjadi anggota koperasi harus mengajukan surat permintaan / permohonan kepada pengurus dengan mengisi dan menandatangani formulir yang disediakan oleh pengurus.

8) Pengurus mempertimbangkan permohonan tersebut dan keputusannya harus diberikan paling lama 2 (dua) minggu sejak permohonan diterima.

9) Permohonan yang diterima segera didaftarkan dengan membubuhkan tandatangan atau cap jempolnya dalam buku daftar anggota tersebut dihadapan ketua/ pengurus. 10) Bilamana pengurus menolak permintaan untuk menjadi

pertimbangan untuk menjadi anggota maka, yang bersangkutan dapat meminta pertimbangan pada Rapat Anggota Tahunan berikutnya.

11) Keanggotaan koperasi mulai berlaku dan hanya dapat dibuktikan dengan catatan dalam buku daftar anggota. 12) Keanggotaan berakhir jika anggota meninggal dunia,

minta berhenti atas permintaan sendiri, diberhentikan pengurus karena tidak memenuhi syarat keanggotaan, dan dipecat oleh pengurus karena sudah tidak lagi mengindahkan kewajibannya sebagai anggota koperasi, terutama masalah keuangan atau karena perbuatan yang

b. Struktur Organisasi

Organisasi merupakan wadah bagi sekelompok orang yang bekerjasama dalam usaha untuk mencapai suatu tujuan tertentu. Struktur organisasi mempunyai peranan penting dalam memperlancar jalannya operasi atau kegiatan usaha. Untuk menjalankan suatu operasi atau kegiatan usaha diperlukan personil atau individu yang memegang jabatan tertentu dimana masing-masing personil diberi tugas, wewenang dan tanggung jawab sesuai dengan jabatannya. Struktur organisasi merupakan gambaran sistematis tentang hubungan kerja dari orang-orang yang menggerakkan organisasi pada koperasi dalam usaha untuk mencapai tujuan.

Adapun struktur organisasi pada KPRI GUPER Perdagangan adalah sebagai berikut:

Gambar: 4.1 Struktur Organisasi Sumber : KPRI GUPER Perdagangan (2009)

RAPAT ANGGOTA

PENASEHAT PENGURUS BAPEM ( BADAN PEMERIKSA)

KTU/ JURU BUKU

K ean ggot aan P erk red it an K on si n yas i P er tok oan Wi sm a/ k u rsi F ot oc op y Kas ir Si m pan an K ar ya w is at a T HR /T HB A N G G O T A P K P R I/ In st an si P em bi na

Adapun susunan kepengurusan pada KPRI GUPER Perdagangan adalah sebagai berikut:

Penasehat : Kacabdis Dikjar Kecamatan Bandar , Kacabdis Dikjar Kecamatan Bandar Masilam

Pengurus

Ketua : W. Limbong

Ketua II : M. Sirait

Sekertaris I : Osmar Sinaga S.Pd

Sekertaris II : RK.Simamora

Bendahara : Drs. S. Simanungkalit

Badan Pengawas

Ketua : Drs. S. Sinaga

Anggota : Eliaden Purba

P.Situmorang

KTU/ Juru Buku : Drs. H. Hutauruk

Kasir : Doris Aritonang

Simpanan : Novri Hasibuan

THR : S.Sitorus

Fotocopy : Henrico / Evi Kristina

Wisma/Kursi : S.Sitorus

Pertokoan : N.Tumanggor / Ida / Darma

Konsinyasi : Osto Limbong

Perkreditan : Dewi Butarbutar

Keanggotaan : Novri Hasibuan

Adapun unsur kelengkapan koperasi antara lain:

1) Rapat anggota 2) Anggota 3) Pengurus 4) Badan Pengawas 5) Dewan Penasihat 1) Rapat Anggota

Rapat anggota merupakan kekuasan tertinggi dalam organisasi koperasi. Rapat anggota merupakan tempat bertemunya para anggota koperasi dan diadakan sekurang-kurangnya satu kali dalam satu tahun.

Rapat angota merupakan suatu forum untuk meminta pertanggungjawaban badan pengurus dan badan pengawas mengenai usaha, keuangan dan kegiatan koperasi selama satu tahun yang lalu. Rapat anggota juga menenetukan anggaran, kebijakan umum, pelaksanaan kegiatan koperasi, pemilihan dan pemberhentian pengurus dan badan pemeriksa dan penasehat.

2) Anggota

Anggota koperasi adalah pemilik dan sekaligus pengguna jasa koperasi. Pada koperasi ini yang menjadi anggota koperasi adalah guru- guru SD pada tiga kecamatan di sekitar kantor KPRI GUPER Perdagangan, yaitu pada Kecamatan Bandar, Pematang Bandar dan Bandar Masilam. Sampai saat ini anggota berjumlah 598 orang dengan keterangan sebagai berikut:

Jumlah anggota Per 31 Des 2008 : 599 orang Jumlah anggota yang masuk Tahun 2008 : 17 orang Jumlah anggota yang keluar Tahun 2008 : 18 orang Jumlah anggota per 31 Des 2009 : 598 orang

Anggota yang keluar tersebut 9 orang pensiun, 5 orang meninggal dunia dan 4 orang lainnya mutasi kerja.

Sebagai pemilik dan pengguna jasa koperasi, anggota koperasi harusnya ikut berpartisipasi aktif dalam kegiatan koperasi. Agar jelas pembagian tugas dan wewenangnya, KPRI GUPER Perdagangan menjelaskan hak dan kewajiban para anggota koperasi,

adapun hak dan kewajiban anggota koperasi adalah tersebut adalah sebagai berikut:

a. Keaggotaan koperasi melekat pada diri anggota sendiri dan tidak dapat dipindahtangankan dengan alasan apapun juga. b. Setiap anggota harus tunduk dalam Anggaran Dasar,

Anggaran Rumah Tangga, Peraturan Khusus dan Keputusan Rapat Anggota.

c. Setiap anggota koperasi berhak :

1. Untuk hadir dan berbicara tentang hal- hal yang dirundingkan dalam rapat anggota.

2. Untuk memilih dan dipilih menjadi pengurus dan pengawas.

3. Untuk melakukan pengawasan atas jalannya organisasi dan usaha koperasi menurut ketentuan dalam Anggaran Dasar/ Anggaran Rumah Tangga.

4. Untuk memberi saran- saran pada Pengurus/ Pengawas baik diminta maupun tidak diminta guna perbaikan koperasi, baik dalam rapat maupun diluar rapat anggota. 5. Meminta diadakannya rapat anggota menurut ketentuan

Anggaran Dasar.

6. Mendapat pelayanan yang sama sesama anggota. 7. Memperoleh SHU, sesuai ketentuan Anggaran Dasar.

9. Anggota yang dipecat/diberhentikan oleh pengurus dapat mengajukan pertimbangan dari Rapat Anggota.

d. Setiap anggota koperasi mempunyai kewajiban sebagai berikut:

1. Membayar simpanan-simpanan pada koperasi (Simpanan Pokok, Simpanan Wajib, maupun simpanan lainnya yang ditetapkan oleh rapat anggota).

2. Mengamalkan landasan-landasan, asas dan prinsip koperasi.

3. Mengamalkan dan tunduk pada Undang-undang Koperasi dan peraturan Rumah Tangga, peraturan khusus dan keputusan rapat anggota.

4. Untuk hadir dan secara aktif mengambil bagian dalam rapat-rapat anggota.

5. Berpartisipasi dalam kegiatan usaha yang diselenggarakan oleh koperasi.

6. Mengembangkan dan memelihara kebersamaan berdasarkan aatas asas kekeluargaan.

3) Pengurus

Pengurus mempunyai peranan penting dalam pengelolaan koperasi, dan harus dapat memajukan koperasi demi terciptanya kesejahteraan anggota koperasi serta dapat mengamankan dan

melindungi kepentingan para anggotanya. Pengurus koperasi dipilih oleh anggota koperasi dan di sepakati dalam rapat anggota.

Adapun struktur kepengurusan tahun 2010 telah tercantum dalam struktur organisasi.

Berdasarkan Undang-uandang Perkoperasian No.25 tahun 1992 pasal 30 ayat (1), menyebutkan bahwa tugas pengurus koperasi adalah sebagai berikut :

a. Mengelola Koperasi dan usahanya.

b. Mengajukan rencana-rencana kerja serta rancangan rencana anggaran pendapatan dan belanja Koperasi.

c. Menyelenggarakan Rapat Anggota.

d. Mengajukan laboran keuangan dan pertanggungjawaban pelaksanaan tugas.

e. Menyelenggarakan pembukuan keuangan dan inventaris secara tertib.

f. Memelihara daftar buku anggota dan pengurus.

Sedangkan pada pasal 30 ayat(2) disebutkan pengurus berwenang: a. Mewakili Koperasi di dalam dan di luar pengadilan;

b. Memutuskan penerimaan dan penolakan anggota baru serta pemberhentian anggota sesuai dengan ketentuan dalam Anggaran Dasar;

c. Melakukan tindakan dan upaya bagi kepentingan dan kemanfaatan koperasi sesuai dengan tanggung jawabnya dan keputusan Rapat Anggota.

4) Badan Pengawas

Anggota badan pengawas : - Eliaden Purba - Poltak Simamora

Badan pengawas bertanggung jawab atas pemeriksa jalannya koperasi dibidang organisasi usaha dan keuangan kepada

Tugas umum dari badan pengawas adalah pengawasan dan pemeriksaan jalannya kegiatan koperasi dibidang organisasi, usaha dan keuangan koperasi.

Adapun tugas khusus dari badan pengawas adalah:

a) Melaksanakan pemeriksaan secara rutin minimal 1X3 bulan atas nama pelaksanaan tugas dan perkembangan kegiatan koperasi.

b) Membuat saran-saran perbaikan.

c) Membuat dan menyampaikan laporan hasil-hasil pemeriksaannya kepada anggota.

d) Hasil pemeriksaannya adalah rahasia intern dan tidak boleh disampaikan kepada pihak ketiga.

e) Badan pengawas banyak memberikan saran kepada Pengurus dan mempertanggungjawabkan kepada rapat anggota untuk bahan koreksi.

5) Dewan Penasihat

Dewan Penasehat tidak menerima gaji tapi hanya honor yang diusulkan oleh pengurus dan disetujui oleh Rapat Anggota, selain itu juga tidak mendapat bagian SHU, tanpa hak suara, baik dalam Rapat Anggota maupun Rapat rapat Anggota Tahunan.

c. Unit Usaha

KPRI GUPER Perdagangan memiliki beberapa unit usaha, antara lain :

1) Kredit Simpan Pinjam

Memberikan pinjaman kepada anggota maksimal 40% dari penerimaan gaji setiap bulannya, dengan pelaksanaan pada tahun 2009 adalah sebagai berikut:

a) Setiap peminjam dikenakan potongan sebagai berikut: 1 s/d 2 tahun = 1% adm +1% SWU +2% Ass Kredit 3 tahun = 1% adm +1% SWU +2,5% Ass Kredit 4 tahun = 1% adm +1% SWU +3% Ass Kredit 5 tahun = 1% adm +1% SWU +3,5% Ass Kredit 6 tahun = 1% adm +1% SWU +4% Ass Kredit 7 tahun = 1% adm +1% SWU +4,5% Ass Kredit 8 tahun = 1% adm +1% SWU +5% Ass Kredit 9 tahun = 1% adm +1% SWU +5,5% Ass Kredit 10 tahun = 1% adm +1% SWU +6% Ass Kredit Keterangan : adm = biaya administrasi

SWU = simpanan wajib usaha Ass Kredit = Asuransi Kredit

b) Jangka waktu pinjaman 1 s/d 10 tahun dengan bunga pinjaman sebesar 1,95% perbulan.

c) Pengembalian pinjaman dapat dilakukan dengan sistem anuitas.

Jumlah anggota peminjam selama tahun 2009 adalah sebanyak 176 orang. Dengan jumlah pinjaman sebesar Rp.8.728.727.373,75 yang terdiri dari :

Sisa piutang per 1 Januari 2009 Rp. 12.589.608.583,00

Pinjaman selama tahun 2009 Rp. 8.728.727.373,75 Tunggakan piutang tahun 2009 Rp. - Pelunasan piutang tahun 2009 Rp. 6.542.548.912,75 Sisa piutang per 31 Desember 2009 Rp.

14.775.767.044,00

Dokumen terkait