BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN
4.1 Hasil Penelitian
4.1.4 Deskripsi Proses Pembelajaran
Pembelajaran merupakan proses komunikasi antara siswa dengan pendidik, atau antar siswa melalui upaya sistematis dan syarat-syarat pembelajaran efektif untuk memperoleh informasi nyata dalam rangka mencapai tujuan yang telah ditetapkan, sehingga memperoleh kemudahan dalam berinteraksi dengan lingkungannya. Pembelajaran tidak semata-mata menyampaiakan materi sesuai dengan target kurikulum, tanpa juga memperhatikan kondisi siswa yang terkait dengan unsur manusiawi, material, fasilitas, perlengkapan, dan prosedur yang saling mempengaruhi demi mencapai tujuan pembelajaran. Sehubungan dengan hal tersebut, maka pada proses pembelajaran IPA materi cahaya saling terkait satu sama lain, baik antara aktivitas
siswa, keterampilan guru, maupun kemampuan siswa dalam mencapai pembelajaran yang efektif.
Jenis penelitian yang dilakukan yaitu penelitian eksperimen. Tujuan utama pelaksanaan penelitian ini adalah untuk mengetahui keefektifan penggunaan model pembelajaran Group Investigation terhadap hasil belajar siswa kelas V. Untuk mengetahui keefektifan model tersebut, maka dibutuhkan kelas kontrol yang menerapkan model yang biasa dilaksanakan sebagai pembanding.
Pada penelitian eksperimen ini ada dua kelas yang dijadikan sampel yaitu kelas eksperimen (SDN Karangayu 02) dan kelas kontrol (SDN Tawang Mas 02). Berhubung kelas eksperimen dan kelas kontrol berbeda lokasi namun masih dalam satu lingkup gugus, sehingga guru pengajar adalah guru yang berbeda tetapi dengan spesifikasi kemampuan yang hampir sama, selain itu juga telah dilakukan uji homogenitas populasi pada semua sekolah yang ada di gugus tersebut, dan dinyatakan homogen, sehingga SDN Karangayu 02 dan SDN Tawang Mas 02 dijadikan sebagai sampel penelitian.
Kegiatan pembelajaran pada penelitian ini yaitu empat kali pertemuan baik di kelas eksperimen maupun kelas kontrol. Kegiatan pembelajaran dilakukan sesuai dengan jadwal yang telah ditetapkan guru kelas dan peneliti pada jam mata pelajaran IPA. Perlakuan yang diberikan pada kelas eksperimen berbeda dengan perlakuan yang diberikan pada kelas kontrol. Perbedaan tersebut terletak pada penerapan model Group Investigation pada kelas eksperimen dan model konvensional pada kelas kontrol. Pelaksanaan pretest dan posttest dilaksanakan pada waktu di luar jam mata pelajaran IPA dengan tujuan agar alokasi waktu
siswa tidak terganggu dan siswa lebih fokus dalam pengerjaan soal pretest dan posttest
Berikut ini jadwal pelaksanaan penelitian yang telah terlaksana.
Tabel 4.11
Jadwal Kegiatan Penelitian
No Tanggal
Penelitian Kegiatan Waktu pelaksanaan
1 18 April 2016 Pretest kelas eksperimen Pukul 12.30-13.30 WIB 2 19 April 2016 Pretest kelas kontrol Pukul 12.30-13.30 WIB 3 25 April 2016 Pertemuan 1 kelas eksperimen Pukul 07.00-08.45 WIB 4 26 April 2016 Pertemuan 1 kelas kontrol Pukul 07.00-08.45 WIB 5 27 April 2016 Pertemuan 2 kelas ekaperimen Pukul 07.00-08.45 WIB 6 29 April 2016 Pertemuan 2 kelas kontrol Pukul 07.00-08.45 WIB 7 3 Mei 2016 Pertemuan 3 kelas kontrol Pukul 07.00-08.45 WIB 8 7 Mei 2016 Pertemuan 4 kelas kontrol Pukul 07.00-08.45 WIB 9 9 Mei 2016 Pertemuan 3 kelas eksperimen Pukul 07.00-08.45 WIB 10 12 Mei 2016 Pertemuan 4 kelas eksperimen Pukul 07.00-08.45 WIB 11 13 Mei 2016 Posttest kelas eksperimen Pukul 11.00-12.00 WIB 12 14 Mei 2016 Posttest kelas kontrol Pukul 10.00-11.00 WIB
Berikut ini akan dideskripsikan tentang proses kegiatan pembelajaran secara umum dan dilampirkan juga lembar observasi model pembelajaran Group Investigation35, catatan lapangan36, serta dokumentasi37.
Pada pertemuan pertama, pelaksanaan kegiatan pembelajaran dilaksanakan di kelas eksperimen. Kegiatan pembelajaran pada kelas eksperimen diawali dengan pengkondisian siswa dengan berbaris di depan kelas. Setelah itu, guru mengucapkan salam dan meminta petugas dirigen untuk memimpin di depan kelas dalam menyanyikan lagu Indonesia Raya. Hal ini bertujuan agar siswa memilki sikap cinta tanah air dan disiplin. Sebelum pembelajaran dimulai, siswa dan guru
35
Lampiran 3.2 Lembar Observasi Model Pembelajaran GI 36
Lampiran 4.9 Catatan Lpangan
37
melakukan doa bersama yang dipimpin ketua kelas. Selanjutnya guru meminta siswa untuk mempersiapkan diri dalam mengikuti pembelajaran dan melakukan presensi siswa.
Guru memberikan apersepsi dengan mengaitkan peristiwa atau pengalaman yang sesuai dengan materi yang akan diajarkan. Namun sebelumnya, guru mengajak siswa menyanyikan sebuah lagu yang dapat memotivasi siswa untuk lebih semangat belajar dengan mengaitkan pula materi pembelajaran yang akan diajarkan melalui tanya jawab antara guru dan siswa. Setelah melakukan apersepsi, kegiatan pembelajaran dilanjutkan dengan penyampaian tujuan pembelajaran yang hendak dicapai. Selanjutnya guru menyiapkan sumber belajar penunjang dan memberikan penjelasan kepada siswa mengenai prosedur pelaksanaan model Group Investigation yang akan digunakan pada proses pembelajaran. Guru menyampaikan materi mengenai sifat-sifat cahaya sebagai pengantar pembelajaran, dan memberiken kesempatan kepada siswa untuk bertanya atau menanggapi materi yang disampaikan oleh guru. Setelah itu, guru menyiapkan beberapa topik permasalahan yang akan diselidiki dan siswa diminta untuk memilih topik tersebut sesuai dengan minatnya.
Pembagian topik disesuaikan dengan minat siswa, dan guru membagi kelas menjadi beberapa kelompok. Selanjutnya guru menyampaikan prosedur percobaan. Sementara itu, siswa diminta untuk menyiapkan sumber dan bahan yang dibutuhkan dalam percobaan dengan bimbingan dari guru. Setelah terbentuk kelompok, lalu setiap kelompok membagi tugas pada masing-masing anggota kelompok dengan tujuan agar semua anggota bekerja sama dan aktif.
Setiap kelompok mengumpulkan informasi dari sumber yang telah didapatkan, dan melakukan percobaan untuk membuktikan sifat-sifat cahaya berdasarkan perencanaan yang telah dibuat sebelumnya. Kemudian, setiap kelompok mendiskusikan hasil percobaan dengan melakukan pengamatan, mencatat hal-hal penting yang terjadi saat proses pembelajaran dan mengerjakan lembar kerja siswa (LKS). Guru bertugas sebagai fasilitator dengan membimbing proses pembelajaran yang berlangsung. Setelah selesai berdiskusi, selanjutnya setiap kelompok membuat laporan penyelidikan dan mempersiapkan cara memperesentasikan laporannya. Perwakilan setiap kelompok diminta untuk menyampaikan hasil temuannya di depan kelas, dan guru memberikan kesempatan kepada kelompok lain untuk menanggapi atau menanyakan hal-hal yang belum dipahami dari hasil presentasi kelompok.
Pembelajaran dilanjutkan dengan memberikan umpan balik positif berupa penguatan kepada siswa yang berpartisipasi aktif dan bertugas meluruskan hal-hal yang kurang tepat selama proses diskusi. Pembelajaran diakhiri dengan menyimpulkan materi yang telah dipelajari dan memberikan umpan balik yang ingin bertanya dengan memberikan refleksi hasil pembelajaran. Setelah itu, siswa mengerjakan soal evalusi sebagai bahan pemahaman siswa terhadap materi yang diajarkan. Guru memberikan tindak lanjut terhadap hasil yang diperoleh siswa dan memberikan informasi mengenai materi yang akan dipelajari pada pertemuan selanjutnya. Pembelajaran diakhiri dengan doa dan salam.
Proses pembelajaran pada kelas eksperimen untuk pertemuan kedua, ketiga dan keempat membahas materi yang sama yaitu sifat-sifat cahaya dengan
sub topik yang berbeda setiap pertemuannya. Hasil pertemuan pertama dalam proses pembelajaran, siswa masih kurang aktif dan masih belum percaya diri dalam memperesntaskan hasil diskusinya, namun setelah ada perbaikan dari guru maka hasil belajar pada pertemuan kedua, ketiga, dan keempat jauh lebih baik dan proses pembelajaran berjalan degan lancar, siswa antusias dengan percobaan yang dilakukan, serta sikap kerjasama antar anggota kelompok tercipta dengan baik, begitu juga dengan sikap interpersonal siswa, kemandirian siswa, dan rasa percaya diri serta keberanian siswa mulai tampak setiap pertemuan dalam pembelajaran.
Pembelajatran pada pertemuan pertama di kelas kontrol, guru mengawali dengan mengkondisikan siswa agar siap untuk menerima pembelajaran dilanjutkan dengan mengucapkan salam dan dilanjut dengan presensi siswa. Setelah itu, guru memberikan motivasi siswa dengan menyanyikan sebuah lagu yang berhubungan dengan materi, dan melanjutkan dengan apersepsi untuk mengaitkan materi yang akan diajarkan. Kemudian guru menyampaikan tujuan pembelajaran yang hendak dicapai. Namun sebelumnya guru memberikan pertanyaan sebagai umpan untuk mengaktifkan siswa dan membentuk pengetahuan atau konsep awal bagi siswa. Konsep awal yang telah terbentuk selanjutnya guru menyampaikan materi pembelajaran.
Pada kelas kontrol, guru lebih cenderung menggunakan model konvensional yang didominasi metode ceramah. Setelah selesai dalam penyampaian materi, selanjutnya guru memberikan umpan pertanyaan kepada siswa, dan meminta siswa untuk maju ke depan menunjukkan gambar yang sesuai dengan materi. Selama proses tanya jawab tersebut, guru memberikan apresiasi
kepada siswa yang berani berpendapat dengan memberikan reward baik berupa verbal maupun non verbal. Guru memberikan penguatan dan pembenaran atas jawaban yang dipaparkan siswa jika belum sesuai.
Kegiatan pembelajaran pada kelas kontrol selanjutnya yaitu mengerjakan soal evaluasi sebagai bahan latihan siswa dalam memahami materi yang diajarkan guru, setelah itu lembar evaluasi dikumpulkan dan kegiatan pembelajaran ditutup dengan simpulan pembelajaran yang telah dilaksanakan disertai dengan doa dan salam, namun sebelumnya guru mengingatkan siswa untuk belajar materi selanjutnya. Proses pembelajaran pada kelas kontrol untuk pertemuan kedua, ketiga dan keempat membahas materi yang sama yaitu sifat-sifat cahaya dengan sub topik yang berbeda setiap pertemuannya.