• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

4.2 Deskripsi Temuan

Pada BAB I, BAB II Dan BAB III telah menjelaskan mengenai latar belakang, kajian teoritik, serta metode penelitian sebagai penunjang utama pada proses penelitian. Pada BAB IV akan disajikan hasil penelitian mengenai analisis pelaksanaan pembelajaran daring pada masa pandemi Covid-19 di sekolah dasar.

Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif yang bertujuan untuk mengetahui dan menjelaskan data-data mengenai pelaksanaan pembelajaran daring pada masa pandemi Covid-19. Penelitian ini dilaksanakan pada semester ganjil 2020 dengan subjek penelitian satu orang guru wali kelas V A dan 3 orang siswa kelas V A. Data analisis pelaksanaan pembelajaran daring pada masa pandemi

Covid-19 di sekolah dasar diperoleh berdasarkan observasi, wawancara, dan

dokumentasi dengan hasil temuan sebagai berikut.

4.2.1 Perencanaan Pembelajaran Daring

Berdasarkan hasil observasi terlihat guru dalam pembelajaran daring melakukan perencanaan pembelajaran agar dalam proses belajar mengajar menjadi lebih terarah. Perencanaan pembelajaran daring dibuat dengan guru mempersiapkan RPP daring, membuat media pembelajaran yang disesuaikan dengan materi yang

akan dipelajari dan mempersiapkan bahan ajar yang akan disampaikan dalam proses pembelajaran.

a. Membuat rancangan pelaksanaan pembelajaran daring (RPP Daring)

Berdasarkan hasil temuan observasi yang penulis temukan terlihat guru M sudah membuat RPP daring yang digunakan untuk mengajar. Guru M membuat RPP daring dengan melihat internet, dan berdiskusi dengan guru lain, RPP daring yang dibuat guru terdiri dari pembukaan atau pendahuluan, kegiatan inti dan penutup. Penulis melakukan wawancara dengan subjek penelitian guru M untuk menggali lebih dalam mengenai data yang telah diperoleh. Berikut merupakan jawaban dari pertanyaan yang diajukan penulis mengenai perencanaan pembelajaran daring beliau mengatakan:

“Dalam pembelajaran secara daring ini, ibu selalu membuat rpp daring yang biasanya rpp dibuat dari awal semester. Untuk rpp daring ini ibu buat dalam bentuk satu lembar yang terdiri dari kegiatan pendahuluan, kegiatan inti dan kegiatan penutup, untuk isi dari komponen rppnya ibu buat berdasarkan contoh rpp daring yang ibu liat dari internet”.

Selama pembelajaran dilakukan secara daring guru M selalu membuat

RPP daring satu lembar. Guru M membuat RPP daring sebagai pedoman untuk mengajar sehingga pembelajaran menjadi lebih terarah dan sistematis. Sebagai guru yang profesional maka guru harus melaksanakan kewajibannya dengan membuat perencanaan pembelajaran dengan baik, karena itu sangat penting sehingga proses pembelajaran akan lebih terarah dan dapat berjalan dengan baik.

b. Mempersiapkan media pembelajaran

Perencanaan pembelajaran selanjutnya yaitu membuat media pembelajaran, dari hasil observasi guru terlihat sudah mempersiapkan dan membuat media pembelajaran berupa video pembelajaran yang di uploud ke youtobe. Video pembelajaran dibuat berdasarkan materi yang akan dipelajari, namun jika guru

tidak membuat video pembelajaran guru tetap akan mencari video lain di

Youtobe yang sesuai dengan materi yang akan diajarkan. Biasanya guru akan

mengirimkan link video pembelajaran tersebut ke grup Whatsapp wali murid dua hari sebelum pembelajaran dilaksanakan. Hal itu dilakukan agar peserta didik dapat mempelajari video tersebut sebelum pembelajaran berlangsung.

Berdasarkan wawancara dengan subjek penelitian Ibu M diperoleh data sebagai berikut:

“Dalam pembelajaran daring ini ibu membuat media pembelajaran berbasis online karena memang pelaksanaan pembelajaran dilakukan secara online menggunakan Zoom jadi media pembelajaran yang ibu buat pun berbasis online yaitu video pembelajaran yang ibu uploud ke youtobe ibu dan kemudian ibu bagikan linknya di grup wali murud kelas V A, biasanya jika ibu tidak membuat video pembelajaran sendiri ibu akan mencari video pembelajaran di Youtobe yang kira-kira sesuai dengan materi Ibu, kemudian ibu bagikan linknya”.

Pembuatan media pembelajaran berupa video ini dilakukan agar peserta didik lebih mudah memahami materi pembelajaran yang akan disampaikan guru nantinya melalui Zoom.

c. Mempersiapkan bahan ajar

Perencanaan pembelajaran selanjutnya yaitu mempersiapkan bahan ajar berupa video pembelajaran yang telah dibuat atau di download dari

Youtube dan mempersiapkan materi pelajaran yang akan dijarkan kepada

peserta didik dengan membaca buku dan mempelajari video yang sudah dibagikan ke peserta didik, hal itu dilakukan agar saat proses pembelajaran berlangsung guru dapat menguasai semua materi pelajaran. dari hasil wawancara guru telah mempersiapkan bahan ajar yang disiapkan sebelum proses pembelajaran berlangsung.

Berdasarkan wawancara dengan subjek penelitian M diperoleh data sebagai berikut:

“Biasanya ibu mempersiapkan bahan ajar yang akan ibu sampaikan pada proses pembelajaran itu dimalam hari, persiapannya dengan membaca buku dan mempersiapkan apa saja yang akan diajarkan besok dipagi harinya, seperti mempersiapkan materi pembelajaran, serta media pembelajaran yang ibu bagikan sehari sebelum proses pembelajaran berlangsung supaya sebelum pembelajaran berlangsung mereka sudah melihat dan belajar melalui video yang saya buat jadi waktu proses pembelajaran berlangsung mereka akan lebih mudah mengerti materi yang saya sampaikan”.

4.2.2 Pelaksanaan proses pembelajaran daring oleh guru a. Aplikasi yang digunakan dalam pembelajaran daring

Berdasarkan hasil observasi yang telah dilakukan penulis dalam pelaksanaan pembelajaran daring terlihat guru menggunakan Whatsapp dan Zoom dalam pembelajaran daring. Whatsapp digunakan untuk berkomunikasi dengan wali murid dan pesera didik. Melalui Whatsapp guru memberikan arahan dan informasi mengenai pelaksanaan pembelajaran daring. Whatsaap digunakan karena semua wali murid dan juga peserta didik sudah terbiasa dan mampu menggunakannya, melalui

Whatsapp peserta didik atau wali murid dapat mengirimkan kembali tugas

yang telah dikerjakan oleh anaknya. Sedangkan Zoom digunakan untuk proses pembelajaran daring, sehingga guru dapat menjelaskan materi kepada peserta didik dengan mudah. Meskipun awalnya ada beberapa peserta didik yang tidak paham menggunakan Zoom, namun lama kelamaan mereka terbiasa dengan diajari oleh orang tua mereka. Karena rata-rata orang tua di kelas tersebut masih muda dan tidak gagap teknologi sehingga mereka mampu mengajari anaknya.

Berdasarkan hasil wawancara dengan subjek penelitian yakni Ibu M diperoleh data sebagai berikut:

“Dalam pembelajaran daring ini Ibu menggunakan Whatsapp dan Zoom nak, Whatsapp digunakan untuk berkomunikasi dengan peserta didik dan orang tuanya. Melalui Whatsapp juga ibu memberikan informasi tentang

pelaksanaan pembelajaran daring, dan ibu mengirimkan link video pembelajaran dan segala informasi yang dibutuhkan peserta didik. Kalau Zoom Ibu biasanya menggunakan untuk menjelaskan materi pembelajaran”.

b. Metode yang digunakan dalam pembelajaran daring

Berdasarkan hasil observasi yang dilakukan penulis dalam pelaksanaan pembelajaran daring terlihat guru banyak menggunakan metode ceramah dan penugasan disaat melakukan pembelajaran melalui Zoom ataupun

Videocall. Metode ceramah digunakan untuk menjelaskan materi yang

akan dipelajari oleh peserta didik sehingga peserta didik akan lebih mudah memahami materi pembelajaran, diakhir pembelajaran biasanya guru akan memberikan tugas sebagai latihan dari materi yang sudah dipelajari, namun tugas yang diberikan tidak seperti pada pembelajaran tatap muka. Dalam pembelajaran daring ini peserta didik diberi tugas hanya beberapa soal saja, karena dalam pelaksanaan pembelajaran daring ini guru tidak boleh memberikan tugas terlalu banyak kepada peserta didik, biasanya guru hanya memberikan tugas berjumlah lima soal.

Berdasarkan hasil wawancara dengan subjek penelitian yakni Ibu M diperoleh data sebagai berikut:

“Metode dalam pembelajaran daring ini lebih banyak menggunakan metode ceramah karena lebih memudahkan peserta didik untuk memahami materi pembelajaran, mereka bisa bertanya apapun yang mereka belum mengerti. Biasanya di akhir pembelajaran ibu memberikan tugas tentang materi yang telah dipelajari, namun tugas yang diberikan tidaklah banyak paling hanya lima soal karena sekarang ini kan daring jadi guru tidak boleh memberikan tugas terlalu banyak”.

Metode digunakan guru sebagai suatu langkah untuk menyampaikan materi pembelajaran kepada peserta didik agar dalam pelaksanaan pembelajaran peserta didik dapat dengan mudah memahami materi pembelajaran.

c. Menggunakan media pembelajaran dalam pembelajaran daring

Dari hasil observasi yang telah penulis lakukan terlihat guru sudah menggunakan media pembelajaran berupa video pembelajaran yang telah dibuat atau di download dari Youtobe sebelum proses pembelajaran berlangsung, video pembelajaran yang digunakan dalam pembelajaran selalu disesuaikan dengan materi pembelajaran. Meskipun pembelajaran dilakukan secara daring tetap dibutuhkan media pembelajaran untuk mempermudah peserta didik memahami materi yang disampaikan.

Berdasarkan hasil wawancara dengan subjek penelitian yakni Ibu M diperoleh data sebagai berikut:

“Ibu selalu menggunakan media pembelajaran dalam pelaksanaan pembelajaran daring ini, media yang ibu gunakan berupa video pembelajaran baik yang ibu cari di youtobe kemudian ibu bagikan linknya ataupun yang ibu buat sendiri berdasarkan materi yang akan diajarkan kemudian ibu bagikan video itu melalui Whatsapp grup.

Video pembelajaran digunakan sebagai media pembelajaran karena guru merasa akan lebih mudah dipahami oleh peserta didik, karena dalam video pembelajaran tersebut sudah ada penjelasan lengkap disertai latihan soal yang bisa dipelajari oleh peserta didik secara rinci.

d. Kesiapan peserta didik dalam pembelajaran secara daring

Dari hasil observasi dan wawancara yang telah penulis lakukan terlihat bahwa kesiapan peserta didik dalam pelaksanaan pembelajaran daring sudah cukup baik, lima menit sebelum pembelajaran dimulai semua peserta didik sudah masuk link Zoom yang telah dibuat oleh guru. Mereka telah menyiapkan buku dan segala macam yang diperlukan dalam proses pembelajaran dengan dibantu oleh orang tua.

Berdasarkan hasil wawancara yang telah penulis lakukan dengan Ibu M diperoleh data berikut:

“Kesiapan peserta didik dalam pembelajaran daring ini menurut ibu cukup baik, mereka sudah mempersiapkan segala macam yang diperlukan dalam proses pembelajaran dibantu oleh orang tua mereka. Karena memang ibu malam harinya sudah menyampaikan digrup walimurid kelas V A jika besok akan dilakukan pembelajaran melalui Zoom, sehingga mereka sudah mempersiapkan segala sesuatunya.

e. Kesiapan Guru dalam melaksanakan pembelajaran secara daring

Dari hasil observasi yang telah penulis lakukan terlihat bahwa kesiapan guru dalam melaksanakan pembelajaran daring sudah cukup mempersiapkan segala sesuatunya dengan baik. Guru mempersiapkan sarana dan prasarana yang dibutuhkan dalam pelaksanaan pembelajaran daring selain itu sekolah juga telah memfasilitasi guru untuk melakukan pembelajaran secara daring. Bahkan sekolah memberikan pelatihan tentang penggunaan media elektronik untuk membekali guru dalam melaksanakan pembelajaran daring.

Berdasarkan hasil wawancara yang dilakukan dengan Ibu M diperoleh data berikut:

“Dalam pelaksanaan pembelajaran daring ibu sudah melakukan persiapan. Karena kami para guru sudah mengikuti pelatihan guru kreatif dimasa pandemi yang diadakan sekolah. Biasanya ada perwakilan guru yang mengikuti pelatihan guru kreatif, yang kemudian perwakilan guru tersebut mengajari guru-guru lain yang tidak mengikuti pelatihan. Jadi kami sudah memiliki bekal untuk melaksanakan pembelajaran daring karena kami sudah belajar tentang teknologi memanfaatkan media elektronik dalam pembelajaran daring”.

f. Ketersediaan Jaringan Internet

Dari hasil observasi yang telah penulis lakukan penulis memperoleh data bahwa ketersediaan jaringan internet di sekolah tersebut sudah cukup menunjang pelaksanaan pembelajaran daring. Dari pihak sekolah sudah memfasilitasi para guru untuk melaksanakan pembelajaran daring dengan memberikan kuota kepada setiap guru. Begitu juga ketersediaan jaringan internet di rumah sudah mumpuni untuk melaksanakan pembelajaran daring dan di sekolah pun sudah disediakan Wifi untuk melakukan pembelajaran daring.

Berdasarkan hasil wawancara yang dilakukan dengan Ibu M diperoleh data berikut:

“Kebetulan di sekolah ini disediakan Wifi sehingga guru dalam melaksanakan pembelajaran daring di sekolah bisa menggunakan Wifi sekolah. Selain itu guru juga diberikan kuota oleh sekolah sehingga saat melakukan pembelajaran dimanapun kita tetap bisa. Sejauh ini untuk jaringan internet baik di sekolah ataupun di rumah guru sudah tersedia dan cukup mendukung untuk melaksanakan pembelajaran daring”.

g. Ketersediaan media untuk melaksanakan pembelajaran daring Dari hasil observasi yang telah penulis lakukan penulis memperoleh

data bahwa ketersediaan media untuk belajar seperti Laptop,

Handphone, dan sumber belajar lainnya di sekolah tersebut sudah

tersedia dan cukup menunjang pelaksanaan pembelajaran daring. Karena semua guru sudah memiliki Handphone Android dan Laptop untuk melaksanakan pembelajaran daring. Begitu juga ketersediaan sumber belajar lainnya seperti buku paket juga sudah tersedia dan memang sekolah sudah memfasilitasi segala sesuatu yang dibutuhkan untuk melaksanakan pembelajaran daring.

Berdasarkan hasil wawancara yang dilakukan dengan Ibu M diperoleh data berikut:

“Kebetulan sekolah sudah menyediakan dan memfasilitasi sarana dan prasarana dalam pembelajaran daring. Sumber belajar seperti buku paket baik dari pemerintah ataupun dari Yayasan sudah tersedia di sekolah. Selain itu kami para guru juga sudah memiliki Handphone dan Laptop untuk menunjang pelaksanaan pembelajaran daring.

h. Kesulitan dalam pembelajaran daring

Dari hasil observasi yang telah penulis lakukan terlihat bahwa dalam pelaksanaan dalam pembelajaran daring guru sudah mulai terbiasa dalam melaksanakan pembelajaran daring. Guru sudah terbiasa menggunakan media elektronik dalam pembelajaran, meskipun awalnya guru merasa kesulitan seiring berjalannya waktu guru sudah mulai terbiasa. Selain itu sekolah juga memberikan pelatihan guru kreatif untuk membekali guru dalam melaksanakan pembelajaran daring, sehingga guru dapat melaksanakan pembelajaran daring dengan baik .

Berdasarkan hasil wawancara yang dilakukan dengan Ibu M diperoleh data berikut:

“Untuk awal pelaksanaan pembelajaran daring iya ibu merasa kesulitan nak, karena belum terbiasa menggunakan media elektronik dalam pembelajaran daring namun lama kelamaan ibu sudah terbiasa, karena kami para guru mengikuti pelatihan guru kreatif dalam menggunakan media elektronik yang diadakan oleh sekolah disitu guru diajari bagaimana cara mengajar dalam pembelajaran daring, sehingga itu dapat membekali para guru dalam melaksanakan pembelajaran daring”.

i. Kemampuan Peserta didik dalam menggunakan media pembelajaran online

Dari hasil observasi dengan mengikuti proses pembelaajran melalui Zoom terlihat bahwa peserta didik di kelas tersebut sudah mampu

Handphone dan Laptop. Namun kebanyakan dari mereka lebih suka

menggunakan Handhone dari pada Laptop. Dari segi peserta didiknya sudah mampu melaksanakan pembelajaran secara daring.

Berdasarkan hasil wawancara yang dilakukan dengan Ibu M diperoleh data berikut:

“Rata-rata peserta didik sangat mumpuni menggunakan media pembelajaran Online seperti Handphone dan Laptop. Namun kebanyakan dari mereka lebih suka menggunakan Handphone karena dianggap lebih praktis. Dulu pertama kali pembelajaran dilakukan melalui Zoom memang mereka sedikit kebingungan tapi untungnya orang tua mereka bisa dan tidak gaptek teknologi, sehingga bisa membantu anaknya dan lama kelamaan mereka pun terbiasa.

j. Karakteristik peserta didik dalam pembelajaran daring

Dari hasil observasi yang telah penulis lakukan dengan mengikuti proses pembelajaran melalui Zoom, penulis memperoleh data bahwa kharakteristik peserta didik di kelas tersebut sangat bermacam-macam-macam karakter. Ada peserta didik yang belajar dengan kesadaran diri mereka masing-masing, ada juga yang memang karena dibujuk atau disuruh orang tuanya, ada peserta didik yang mudah memahami materi pembelajaran ada juga yang sulit memahami materi pembelajaran selama pembelajaran dilaksanakan secara daring.

Berdasarkan hasil wawancara yang dilakukan dengan Ibu M diperoleh data berikut:

“Bermacam-macam kharakter peserta didik yang ibu temukan dalam pembelajaran daring ini, ada anak yang memang belajar karena kesadaran diri masing-masing, adajuga yang belajar karena disuruh orang tuanya. Karena memang anak itu terkadang malas belajar apalagi jika belajar dilakukan secara online seperti saat ini. Jadi memang kami para guru harus berkomunikasi dengan para orang tua peserta didik untuk mendiskusikan tentang anaknya. terkadang jika mereka terlambat mengikuti pembelajaran melalui Zoom, ibu akan menelfon orang tuanya untuk kembali mengingatkan anaknya”.

k. Pendekatan yang digunakan dalam pembelajaran daring

Berdasarkan hasil observasi yang dilakukan penulis dalam

pelaksanaan pembelajaran daring terlihat guru menggunakan pendekatan pembelajaran dengan memberikan motivasi untuk semangat belajar kepada peserta didik dan memberikan reward bagi peserta didik yang rajin dan disiplin dalam proses pembelajaran daring. Karena dalam pelaksanaan pembelajaran daring ini peserta didik sangat membutuhkan motivasi serta dorongan agar tetap semangat belajar. Berdasarkan hasil wawancara dengan subjek penelitian yakni Ibu M diperoleh data sebagai berikut:

“Dalam proses pembelajaran daring ini ibu selalu memberikan motivasi kepada para peserta didik untuk tetap semangat belajar. Meskipun secara daring, ibu juga memberikan reward bagi siswa yang rajin dan disiplin selama proses pembelajaran daring sehingga mereka akan lebih antusias dalam proses pembelajaran, pendekatan itulah biasanya ibu lakukan dalam proses pembelajaran daring. Akan tetapi terkadang mereka ada yang ribut dan tidak fokus sehingga ibu tegur untuk kembali memperhatikan ketika ibu menjelaskan materi”.

4.2.3 Pelaksanaan proses pembelajaran daring oleh peserta didik a. Tanggapan peserta didik tentang pelaksanaan pembelajaran

daring

Berdasarkan hasil observasi yang telah dilakukan penulis dalam

pelaksanaan pembelajaran daring melalui Zoom terlihat peserta didik sudah terbiasa melakukan pembelajaran secara daring. Meskipun awalnya banyak dari mereka yang mengeluhkan pelaksanaan pembelajaran dilakukan secara daring karena mereka merasa bosan dan kuarang bersemangat mengikuti pembelajaran. Karena mereka terbiasa melakukan pembelajaran tatap muka, namun seiring berjalannya waktu mereka sudah mulai terbiasa dan menikmati pelaksanaan pembelajaran

secara daring. Untuk memperoleh data lebih mendalam mengenai pelaksanaan pembelajaran daring penulis melalukan wawancara dengan tiga orang peserta didik yaitu dengan MF, SC, dan FA.

Berdasarkan wawancara yang telah dilakukan bersama peserta didik MF diperoleh data berikut:

“Saya merasa bosan kak kalau belajar online, karena harus selalu di rumah tidak bisa bertemu dengan teman-teman yang lain. Tapi kadang saya juga suka belajar online karena bisa dilakukan dimana saja kita berada”.

Berbeda dengan peserta didik MF, peserta didik SC dan peserta didik FA justru menyukai pembelajaran dilakukan secara online karena mereka merasa bebas bisa belajar kapan saja mereka mau. Berikut hasil wawancara dengan peserta didik SC:

“Saya suka belajar Online Ustadzah, karena saya bisa belajar dari rumah. Dan bisa di temani kakak atau nenek jika belajar dilakukan secara online. Tapi kadang saya juga bosan ingin bertemu dengan teman-teman”.

Berikut hasil wawancara yang penulis lakukan dengan peserta didik FA:

“Saya senang belajar daring kak, karena waktu belajarnya bebas. tapi terkadang saya ingin ke sekolah bertemu dengan teman-teman kak, karena kalo di rumah saya tidak bisa bermain dengan temanteman”.

b. Kesulitan dalam pembelajaran daring

Berdasarkan hasil observasi yang telah dilakukan penulis dalam

pelaksanaan pembelajaran daring melalui Zoom terlihat peserta didik sudah cukup antusias mengikuti pembelajaran. Meskipun ada beberapa peserta didik yang terkadang kurang memahami materi yang disampaikan oleh guru, namun guru akan menjelaskan ulang materi pembelajaran jika masih ada peserta didik yang belum memahami pembelajaran. Selain itu orang tua peserta didik selalu mendampingi

anaknya ketika proses pembelajaran berlangsung, hal itu bertujuan agar orang tua dapat membantu anaknya ketika mengalami kesulitan.

Berdasarkan wawancara yang telah dilakukan bersama peserta didik MF diperoleh data berikut:

“Terkadang kami kurang paham kalau dijelaskan secara online kak. tapi Ustadzah selalu mengulang penjelasan materi yang disampaikan dan biasanya bunda ngajarin kami lagi mengulang materi yang sudah dijelaskan Ustadzah.

Berbeda dengan peserta didik MF , peserta didik SC dan FA dia merasa pembelajaran tetap mudah meskipun dilakukan secara online. berikut hasil wawancara dengan peserta didik SC:

“Kami merasa senang kak, dan tidak ada kesulitan yang kami temui ketika belajar online, karena Mama selalu bantuin kami belajar. menjelaskan ulang materi yang disampaikan ustadzah kalau kami masih bingung”.

Berdasarkan wawancara dengan peserta didik FA diperoleh data berikut:

“Kami senang kak belajar online, biasanya kami ditemani mama kalau belajar. Tapi kadang kalau belajar matematika secara online merasa kurang paham kak jadi mama kadang jelasin ulang apa yang sudah dijelaskan ustadzah sampai kami paham kak.”

Terlihat bahwa ada peserta didik yang menikmati pembelajaran secara daring dan ada juga peserta didik yang menemukan kesulitan ketika pembelajaran dilakukan secara daring, namun orang tua mereka selalu mengawasi dan mendampingi mereka sehingga mereka dapat mengatasi kesulitan yang mereka temui dalam memahami materi pembelajaran.

c. Kemampuan peserta didik dalam menggunakan media elektronik dalam pembelajaran daring

Berdasarkan observasi yang dilakukan oleh penulis terhadap peserta

didik pada proses pembelajaran daring melalui Zoom,terlihat bahwa peserta didik mampu menggunakan media pembelajaran online seperti

Handphone dan Laptop. Namun kebanyakan dari mereka lebih menyukai Handphone dibandingkan dengan Laptop, karena Handphone dianggap

lebih praktis.

Berdasarkan wawancara dengan peserta didik MF diperoleh data berikut:

“Kami sudah biasa menggunakan Handphone kak, jadi dalam pembelajaran daring ini kami sudah terbiasa mengguanakan Handphone untuk belajar. Kami jarang menggunakan Laptop, karena biasanya Laptopnya dipakek mama”.

Berdasarkan wawancara dengan peserta didik SC diperoleh data berikut:

“Sudah bisa kak, kami biasanya menggunkan Handphone dalam pembelajaran online ini. Kami jarang menggunakan Laptop karena Laptop ayah dipakai untuk kerja”.

Dokumen terkait