• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB V ANALISIS DAN PEMBAHASAN

A. Deskripsi Data

2. Deskripsi Variabel

Deskripsi variabel bertujuan untuk menggambarkan masing-masing variabel yang terdapat dalam sebuah penelitian. Dalam penelitian ini variabel-variabel tersebut meliput konsep diri, dukungan sosial orang tua, fasilitas belajar di kampus dan motivasi belajar. Hasil deskripsi masing-masing variabel adalah sebagai berikut:

48 (52%) 38 (41%) 4 (4%) 3 (3%)

1. Variabel Konsep Diri (X1)

Berikut ini akan disajikan statistik variabel konsep diri dengan cara membandingan skor hitung dengan skor ideal.

Tabel 5.1 Analisis Deskripsi Variabel Konsep Diri

Harga Statistik Skor

Skor Hitung Skor Ideal

Mean 205,12 165 Median 203 - Modus 200 - Simpangan Baku 17,011 36,7 Skor Minimal 164 55 Skor Maksimal 254 275

Sumber: data primer, diolah 2019 Tabel 5.1 di atas menunjukkan bahwa skor minimal hitung sebesar 164 lebih tinggi dari skor minimal ideal sebesar 55 dan skor maksimal hitung sebesar 254 lebih rendah dari skor maksimal ideal sebesar 275. Jadi dapat disimpulkan bahwa skor mahasiswa di atas skor minimal ideal dan di bawah skor maksimal ideal.

Rata-rata hitung sebesar 205,12 berada di atas rata-rata ideal sebesar 165. Maka, rata-rata nilai konsep diri dari mahasiswa penerima Bidikmisi angkatan 2015 dan 2016 berada di atas rata-rata ideal. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa konsep diri mahasiswa penerima Bidikmisi angkatan 2015 dan 2016 dapat dikategorikan positif.

Deskripsi variabel konsep diri mahasiswa penerima Bidikmisi angkatan 2015 dan 2016 yang menjadi responden sampel penelitian dapat dilihat pada tabel berikut ini:

Tabel 5.2 Distribusi Variabel Konsep Diri

Kriteria Interval Frekuensi Persentase Sangat Positif 232 - 275 6 6%

Positif 188 - 231 76 82%

Cukup Positif 144 - 187 11 12%

Negatif 100 - 143 0 0%

Sangat Negatif 55 - 99 0 0%

Sumber: data primer, diolah 2019 Tabel 5.2 di atas menunjukkan bahwa hanya sedikit mahasiswa yang mempunyai konsep diri sangat positif (6%), namun 82% mempunyai konsep diri positif, sedangkan 12% mempunyai konsep diri cukup positif. Tidak ada mahasiswa yang mempunyai konsep diri negatif dan sangat negatif. Secara umum responden yaitu mahasiswa penerima Bidikmisi angkatan 2015 dan 2016 mempunyai konsep diri yang positif. Berikut ini disajikan deskripsi konsep diri mahasiswa penerima Bidikmisi dalam diagram pie berikut:

Gambar 5.6 Distribusi Frekuensi Konsep Diri 6%

82% 12%

Dengan demikian mahasiswa penerima Bidikmisi angkatan 2015 dan 2016 memiliki konsep diri positif artinya mahasiswa memiliki gambaran, perasaan, atau penilaian yang baik terhadap dirinya sendiri, artinya mahasiswa menghargai dirinya dan melakukan hal-hal positif dalam mencapai keberhasilannya, namun usahanya dilakukan tidak selalu konsisten.

2. Variabel Dukungan Sosial Orang Tua

Berikut ini akan disajikan analisis statistik variabel dukungan sosial orang tua dengan cara membandingan skor hitung dengan skor ideal.

Tabel 5.3 Analisis Deskripsi Variabel Dukungan Sosial Orang Tua

Harga Statistik Skor

Skor Hitung Skor Ideal

Mean 101,55 81 Median 103 - Modus 103 - Simpangan Baku 17,011 18 Skor Minimal 61 27 Skor Maksimal 131 135

Sumber: data primer, diolah 2019 Tabel 5.3 di atas menunjukkan bahwa skor minimal hitung sebesar 61 lebih tinggi dari skor minimal ideal sebesar 27 dan skor maksimal hitung sebesar 131 lebih rendah dari skor maksimal ideal sebesar 135. Jadi dapat disimpulkan bahwa skor mahasiswa di atas skor minimal ideal dan di bawah skor maksimal ideal.

Rata-rata hitung sebesar 101,55 berada di atas rata-rata ideal sebesar 81. Maka, rata-rata nilai dukungan sosial orang tua dari mahasiswa penerima Bidikmisi angkatan 2015 dan 2016 berada di atas

rata-rata ideal. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa dukungan sosial orang tua mahasiswa penerima Bidikmisi angkatan 2015 dan 2016 dapat dikategorikan tinggi.

Deskripsi variabel dukungan sosial orang tua mahasiswa penerima Bidikmisi angkatan 2015 dan 2016 yang menjadi responden sampel penelitian dapat dilihat pada tabel berikut ini:

Tabel 5.4 Distribusi Variabel Dukungan Sosial Orang Tua Kriteria Interval Frekuensi Persentase Sangat Tinggi 114 - 135 24 26%

Tinggi 92-113 45 48%

Sedang 70-91 21 23%

Rendah 48-69 3 3%

Sangat Rendah 27-49 0 0%

Sumber: data primer, diolah 2019 Tabel 5.4 di atas menunjukkan bahwa 26% mahasiswa mempunyai dukungan sosial orang tua sangat tinggi, namun 48% mahasiswa mempunyai dukungan sosial orang tua tinggi, sedangkan 23% mahasiswa mempunyai dukungan sosial orang tua sedang dan hanya sedikit mahasiswa mempunyai dukungan sosial orang tua rendah (3%). Tidak ada mahasiswa yang mempunyai dukungan sosial orang tua yang sangat rendah. Secara umum responden yaitu mahasiswa penerima Bidikmisi angkatan 2015 dan 2016 mempunyai dukungan sosial orang tua yang tinggi. Berikut ini disajikan deskripsi dukungan sosial orang tua mahasiswa penerima Bidikmisi dalam diagram pie berikut:

Gambar 5.7 Distribusi Frekuensi Dukungan Sosial Orang Tua Dengan demikian mahasiswa penerima Bidikmisi angkatan 2015 dan 2016 memiliki dukungan sosial orang tua tinggi artinya mahasiswa sering mendapatkan dukungan dari orang tuanya, seperti diperhatikan namun kurang diikuti dengan nasihat, mendapat bantuan berupa barang dan tindakan, sehingga ia menunjukkan performa akademik yang baik.

3. Variabel Fasilitas Belajar di Kampus

Berikut ini akan disajikan analisis statistik variabel fasilitas belajar di kampus dengan cara membandingan skor hitung dengan skor ideal.

Tabel 5.5 Analisis Deskripsi Variabel Fasilitas Belajar di Kampus

Harga Statistik Skor

Skor Hitung Skor Ideal

Mean 66,32 48 24 (26%) 45 (48%) 21 (23%) 3 (3%)

Harga Statistik Skor

Skor Hitung Skor Ideal

Median 67 -

Modus 67 -

Simpangan Baku 6,551 10,7

Skor Minimal 45 16

Skor Maksimal 78 80

Sumber: data primer, diolah 2019 Tabel 5.5 di atas menunjukkan bahwa skor minimal hitung sebesar 45 lebih tinggi dari skor minimal ideal sebesar 16 dan skor maksimal hitung sebesar 78 lebih rendah dari skor maksimal ideal sebesar 80. Jadi dapat disimpulkan bahwa skor mahasiswa di atas skor minimal ideal dan di bawah skor maksimal ideal.

Rata-rata hitung sebesar 66,32 berada di atas rata-rata ideal sebesar 48. Maka, rata-rata nilai fasilitas belajar di kampus dari mahasiswa penerima Bidikmisi angkatan 2015 dan 2016 berada di atas rata-rata ideal. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa fasilitas belajar di kampus mahasiswa penerima Bidikmisi angkatan 2015 dan 2016 dapat dikategorikan memadai.

Deskripsi variabel fasilitas belajar di kampus mahasiswa penerima Bidikmisi angkatan 2015 dan 2016 yang menjadi responden sampel penelitian dapat dilihat pada tabel berikut ini:

Tabel 5.6 Distribusi Variabel Fasilitas Belajar di Kampus Kriteria Interval Frekuensi Persentase

Sangat Memadai 68 - 80 39 42%

Memadai 55 - 67 51 55%

Cukup Memadai 42 - 54 3 3%

Kurang Memadai 29 - 41 0 0%

Sangat Kurang Memadai 16-28 0 0%

Tabel 5.6 di atas menunjukkan bahwa 42% mahasiswa mempunyai fasilitas belajar di kampus sangat memadai, namun 51% mahasiswa mempunyai fasilitas belajar di kampus memadai, sedangkan hanya sedikit mahasiswa mempunyai fasilitas belajar di kampus cukup memadai (3%). Tidak ada mahasiswa yang mempunyai fasilitas belajar di kampus kurang memadai dan sangat kurang memadai. Secara umum responden yaitu mahasiswa penerima Bidikmisi angkatan 2015 dan 2016 mempunyai fasilitas belajar di kampus memadai. Berikut ini disajikan deskripsi fasilitas belajar di kampus mahasiswa penerima Bidikmisi dalam diagram pie berikut:

Gambar 5.8 Distribusi Frekuensi Fasilitas Belajar di Kampus Dengan demikian mahasiswa penerima Bidikmisi angkatan 2015 dan 2016 mempersepsikan bahwa fasilitas belajar di kampus memadai artinya kampus menyediakan fasilitas belajar lengkap dan

39 (42%) 51 (55%) 3 (3%)

mendukung, seperti fasilitas fisik berupa ruang kelas yang bersih namun kurang nyaman untuk proses belajar, koleksi buku di perpustakaan lengkap namun disusun kurang rapi serta fasilitas nonfisik yang memudahkan dan melancarkan proses belajar dan tercapainya tujuan belajar.

4. Variabel Motivasi Belajar

Berikut ini akan disajikan analisis statistik variabel motivasi belajar dengan cara membandingan skor hitung dengan skor ideal.

Tabel 5.7 Analisis Deskripsi Variabel Motivasi Belajar

Harga Statistik Skor

Skor Hitung Skor Ideal

Mean 90,44 72 Median 91 - Modus 93 - Simpangan Baku 7,320 16 Skor Minimal 64 24 Skor Maksimal 107 120

Sumber: data primer, diolah 2019 Tabel 5.7 di atas menunjukkan bahwa skor minimal hitung sebesar 64 lebih tinggi dari skor minimal ideal sebesar 24 dan skor maksimal hitung sebesar 107 lebih rendah dari skor maksimal ideal sebesar 120. Jadi dapat disimpulkan bahwa skor mahasiswa di atas skor minimal ideal dan di bawah skor maksimal ideal.

Rata-rata hitung sebesar 90,44 berada di atas rata-rata ideal sebesar 72. Maka, rata-rata nilai motivasi belajar dari mahasiswa penerima Bidikmisi angkatan 2015 dan 2016 berada di atas rata-rata ideal. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa motivasi belajar

mahasiswa penerima Bidikmisi angkatan 2015 dan 2016 dapat dikategorikan tinggi.

Deskripsi variabel motivasi belajar mahasiswa penerima Bidikmisi angkatan 2015 dan 2016 yang menjadi responden sampel penelitian dapat dilihat pada tabel berikut ini:

Tabel 5.8 Distribusi Variabel Motivasi Belajar Kriteria Interval Frekuensi Persentase Sangat Tinggi 102 - 120 7 7%

Tinggi 83 - 101 75 81%

Sedang 64 - 82 11 12%

Rendah 45 - 63 0 0%

Sangat Rendah 24 - 44 0 0%

Sumber: data primer, diolah 2019 Tabel 5.8 di atas menunjukkan bahwa hanya sedikit mahasiswa yang mempunyai motivasi belajar sangat tinggi (7%), namun 81% mempunyai motivasi belajar tinggi, sedangkan 12% mempunyai motivasi belajar sedang. Tidak ada mahasiswa yang mempunyai motivasi rendah dan sangat rendah. Secara umum responden yaitu mahasiswa penerima Bidikmisi angkatan 2015 dan 2016 mempunyai motivasi belajar tinggi. Berikut ini disajikan deskripsi motivasi belajar mahasiswa penerima Bidikmisi dalam diagram pie berikut:

Gambar 5.9 Distribusi Frekuensi Motivasi Belajar

Dengan demikian mahasiswa penerima Bidikmisi angkatan 2015 dan 2016 memiliki motivasi belajar tinggi artinya mahasiswa memiliki dorongan dan semangat yang kuat dalam belajar dan diikuti kemauan kuat dalam mengerjakan tugas.

B. Uji Prasyarat

Dokumen terkait