• Tidak ada hasil yang ditemukan

ANALISIS DATA DAN PEMBAHASAN

A. Hasil Penelitian

2. Deskripsi Variabel

Deskripsi variabel bertujuan untuk menggambarkan masing-masing variabel yang terdapat dalam sebuah penelitian. Dalam penelitian ini variabel-variabel tersebut meliputi kepemimpinan transformasional kepala sekolah dan efikasi kolektif guru. Berikut hasil deskripsi variabel kepemimpinan transformasional yang dihitung per dimensinya dan efikasi kolektif guru.

a. Kepemimpinan Transformasional Kepala Sekolah 1) Dimensi Visi Bersama

Tabel di bawah menunjukan bahwa guru menilai kepemimpinan kepala sekolah pada dimensi visi bersama bersifat transformatif.

Artinya kepala sekolah mampu untuk mengembangkan dan menyalurkan visi kepada guru maupun karyawan serta mampu membuat mereka memahami dan terinspirasi untuk melakukan visi tersebut.Berikut ini di sajikan tabel dimensi visi bersama

Tabel 5.4 Kategori Dimensi Visi Bersama

Kategori Interval Kelas Frekuensi Persentase (%)

Sangat Transformatif 21-25 18 22,5%

Transformatif 16-20 59 73,75%

Cukup transformatif 11-15 3 3,75%

Tidak Transformatif 6-10 0 0

Sangat tidak Transformatif 1-5 0 0

Jumlah 80 100

2) Dimensi Membangun Konsensus Sekolah

Tabel di bawah menunjukan bahwa guru menilai kepemimpinan kepala sekolah pada dimensi membangun konsensus sekolah bersifat transformatif.

Artinya kepemimpinan kepala sekolah sudah berupaya mendorong supaya para guru dan staf dapat bersatu dan bekerjasama untuk mencapai tujuan. Berikut ini di sajikan tabel membangun konsensus sekolah.

Tabel 5.5 Kategori Dimensi Membangun Konsensus Sekolah Kategori Interval Kelas Frekuensi Persentase (%)

Sangat Transformatif 13-15 5 6,25%

Transformatif 10-12 68 85%

Cukup transformatif 7-9 7 8,75%

Tidak Transformatif 4-6 0 0

Sangat tidak Transformatif 1-3 0 0

Jumlah 80 100

Sumber: Data Primer, diolah 2015

3) Dimensi Ekspektasi Kinerja yang Tinggi

Tabel di bawah menunjukan bahwa guru menilai kepemimpinan kepala sekolah pada dimensi ekspektasi kinerja yang tinggi bersifat transformatif.

Artinya kepemimpinan kepala sekolah menunjukan ekspektasi kinerja yang tinggi terhadap guru dan karyawan agar guru bekerja secara inovatif, pekerja keras serta profesional.

Berikut ini disajikan tabel ekspektasi kinerja yang tinggi SMP di Kecamatan Tempel.

Tabel 5.6 Kategori Dimensi Ekspektasi Kinerja yang Tinggi Kategori Interval Kelas Frekuensi Persentase (%)

Sangat Transformatif 17-20 12 15%

Transformatif 13-16 61 76,25%

Tidak Transformatif 5-8 0 0

Sangat tidak Transformatif 1-4 0 0

Jumlah 80 100

Sumber: Data Primer, diolah 2015

4) Dimensi Menjadi Model

Tabel di bawah menunjukan bahwa guru menilai kepemimpinan kepala sekolah pada dimensi menjadi model bersifat transformatif.

Artinya kepemimpinan kepala sekolah sudah memberikan contoh yang baik baik bagi para guru, karyawan dan siswa. Berikut ini di sajikan tabel dimensi menjadi model SMP di Kecamatan Tempel.

Tabel 5.7 Kategori Dimensi Menjadi Model

Kategori Interval Kelas Frekuensi Persentase (%)

Sangat Transformatif 38-45 24 30%

Transformatif 30-37 42 52,5%

Cukup transformatif 22-29 14 17,5%

Tidak Transformatif 14-21 0 0

Sangat tidak Transformatif 6-13 0 0

Jumlah 80 100

Sumber: Data Primer, diolah 2015

5) Dimensi Dukungan Sosial

Tabel di bawah menunjukan bahwa guru menilai kepemimpinan kepala sekolah pada dimensi dukungan sosial bersifat transformatif.

Artinya kepemimpinan kepala sekolah sudah mau mendegarkan ide dari para guru, memahami betul kemampuan dan ketertarikan mereka serta mencari tahu pemahaman para guru terhadap suatu masalah serta memberikan pujian atas kerja keras yang baik. Berikut ini di sajikan tabel dimensi dukungan sosial.

Tabel 5.8 Kategori Dimensi Dukungan Individual

Kategori Interval Kelas Frekuensi Persentase (%)

Sangat Transformatif 29-35 26 32,5%

Transformatif 22-28 48 60%

Cukup transformatif 15-21 6 7,5%

Tidak Transformatif 8-14 0 0

Sangat tidak Transformatif 1-7 0 0

Jumlah 80 100

Sumber: Data Primer,diolah 2015

6) Dimensi Memberi Stimulasi Intelektual

Tabel di bawah menunjukan bahwa guru menilai kepemimpinan kepala sekolah pada dimensi memberi stimulasi intelektual bersifat transformatif.

Artinya kepemimpinan kepala sekolah sudah mendorong staf dan guru untuk mencoba sesuatu yang baru serta mengajak guru dan staf untuk memikirkan dan mempertimbangkan asumsi-asumsi mengenai pekerjaan supaya asumsi itu bisa diwujudkan. Berikut ini di sajikan tabel dimensi memberi stimulasi intelektual.

Tabel 5.9 Kategori Dimensi Memberi Stimulasi Intelektual Kategori Interval Kelas Frekuensi Persentase (%)

Sangat Transformatif 29-35 22 27,5%

Transformatif 22-28 54 67,5%

Cukup transformatif 15-21 4 5%

Tidak Transformatif 8-14 0 0

Sangat tidak Transformatif 1-7 0 0

Jumlah 80 100

Sumber: Data primer, diolah 2015

7) Dimensi Membangun Kultur Sekolah

Tabel di bawah menunjukan bahwa guru menilai kepemimpinan kepala sekolah pada dimensi membangun kultur sekolah bersifat transformatif.

Artinya kepemimpinan kepala sekolah sudah mampu membangun nilai, keyakinan dan norma sekolah serta menciptakan suasana saling percaya dan perhatian satu dengan yang lain untuk mencapai tujuan yang ingin dicapai bersama. Berikut ini di sajikan tabel dimensi membangun kultur sekolah.

Tabel 5.10 Kategori Dimensi Membangun Kultur Sekolah

Kategori Interval Kelas Frekuensi Persentase (%)

Sangat Transformatif 34-40 21 26,25%

Transformatif 27-33 43 53,75%

Cukup transformatif 20-26 14 17,5%

Tidak Transformatif 13-19 2 2,5%

Sangat tidak Transformatif 6-12 0 0

Jumlah 80 100

Sumber: Data Primer, diolah 2015

8) Dimensi Menciptakan Struktur Kolaboratif

Tabel di bawah menunjukan bahwa guru menilai kepemimpinan kepala sekolah pada dimensi menciptakan struktur kolaboratif bersifat transformatif.

Artinya kepemimpinan kepala sekolah sudah memberikan kesempatan kepada para guru dan staf untuk ikut serta dalam pengambilan keputusan yang membuat guru merasa bahwa diri mereka sangat dibutuhkan dalam pengambilan keputusan untuk kebaikan bersama. Berikut di sajikan tabel dimensi menciptakan struktur kolaboratif.

Tabel 5.11 Kategori Dimensi Menciptakan Struktur Kolaboratif Kategori Interval Kelas Frekuensi Persentase (%)

Sangat Transformatif 29-35 13 16,25%

Transformatif 22-28 63 78,75%

Cukup transformatif 15-21 4 5%

Tidak Transformatif 8-14 0 0

Sangat tidak Transformatif 1-7 0 0

Jumlah 80 100

b. Efikasi Kolektif

Tabel di bawah menunjukan bahwa guru menilai efikasi kolektif masuk kategori tinggi.

Artinya tingkat kepercayaan atau tingkat efikasi terhadapa sesama rekan kerja sangat baik. Mereka saling percaya dan bergantung satu dengan yang lain untuk mencapai tujuan bersama. Berikut di sajikan tabel efikasi kolektif guru.

Tabel 5.12 Kategori Efikasi kolektif Guru

Kategori Interval Kelas Frekuensi Persentase (%)

Sangat Tinggi 88-105 17 21,25% Tinggi 70-87 61 76,25% Cukup 52-69 2 2,5% Rendah 34-51 0 0 Sangat Rendah 16-33 0 0 Jumlah 80 100%

Sumber: Data Primer, diolah 2015

3. Analisis Uji Prasyarat a. Uji Normalitas

Dalam penelitian ini, uji normalitas data digunakan untuk mengetahui apakah data yang terkumpul berdistribusi normal atau tidak. Normalitas dari distribusi data yang terkumpul perlu diuji untu menentukan langkah selanjutnya dalam analisis data. Uji normalitas yang digunakan dalam penelitian ini adalah uji sample Kolmogorrov-Smirnov dengan tingkat kepercayaan 5%. Untuk mengetahui apakah distribusi frekuensi normal atau tidak dapat ditentukan dengan:

1) Jika nilai probabilitas (asym sig) > 0,05 maka distribusi dapat dikatakan normal

2) Jika nilai probabilitasnya (asym sig) < 0,05 maka distribusi tersebut tidak normal.

3) Output dari hasil olah data normalitas menggunakan SPSS dapat dilihat dalam tabel dibawah ini:

Tabel 5.13 Hasil Uji Normalitas

One-Sample Kolmogorov-Smirnov Test

KT EKG

N 80 80

Normal Parametersa Mean 0.019088 76.4625

Std. Deviation 0.208663 4.69026

Most Extreme Differences Absolute .126 .102

Positive .093 .102

Negative -.126 -.096

Kolmogorov-Smirnov Z 1.130 .910

Asymp. Sig. (2-tailed) .155 .379

Sumber: Data diolah 2015

Berdasarkan output normalitas diatas dapat dilihat bahwa nilai asym. Sig (2-tailed) pada variabel kepemimpinan transformasional kepala sekolah sebesar 0,155 dan efikasi kolektif guru sebesar 0,379. Berdasarkan ketentuan bahwa dikatakan normal jika nilai asym. Sig (2-tailed) > 0,05, maka dapat ditarik kesimpulan bahwa data kepemimpinan transformasional kepala sekolah dengan efikasi kolektif guru berdistribusi normal.

b. Uji Homogenitas Varians

Uji homogenitas varians dilakukan untuk membuktikan data yang akan dianalisis berasal dari populasi yang tidak jauh berbeda keragamannya.

Tabel 5.14 Uji Homogenitas Varians

Test of Homogeneity of Variances

TOTALEKG

Levene Statistic df1 df2 Sig.

.961 16 41 .513

Sumber: Data diolah 2015

Dari data di atas menunjukkan bahwa nilai sig sebesar 0,513 > 0,05, maka dapat disimpulkan bahwa variabel kepemimpinan transformasional kepala sekolah dengan variabel efikasi kolektif guru memiliki varians yang tidak jauh berbeda keragamannya.

c. Uji Linearitas

Uji linearitas digunakan untuk mengetahui apakah variabel kepemimpinan transformasional kepala sekolah memiliki hubungan yang linear atau tidak dengan efikasi kolektif guru.

Tabel 5.15 Hasil Uji Linearitas

Variabel Df F hitung F tabel Kesimpulan

Kepemimpinan transformasional*Efikasi kolektif guru 1;37 0,029 4,10 Linear, karena nilai signifikansi 0,029 < 4,10 Sumber: Data primer, diolah 2015

Data dinyatakan linear apabila nilai F hitung < F tabel. Berdasarkan tabel Anova di atas menunjukkan bahwa nilai F hitung sebesar 0,029 < F tabel sebesar 4,10. Maka dapat disimpulkan bahwa hubungan kepemimpinan transformasional dengan efikasi kolektif guru dinyatakan linear.

4. Uji Hipotesis

Dalam penelitian ini analisis regresi sederhana dilakukan untuk menguji dan menganalisis variabel kepemimpinan transformasional kepala sekolah terhadap efikasi kolektif guru.

Hipotesis dalam variabel kepemimpinan transformasional kepala sekolah dengan efikasi kolektif guru adalah sebagai berikut:

Ho: tidak ada kontribusi positif antara kepemimpinan transformasional kepala sekolah terhadap efikasi kolektif guru.

Ha: ada kontribusi positif antara kepemimpinan transformasional kepala sekolah terhadap efikasi kolektif guru.

Hasil output dari SPSS sebagai berikut:

Tabel 5.16 Hasil Uji Hipotesis

Coefficientsa Model Unstandardized Coefficients Standardized Coefficients t Sig. B Std. Error Beta 1 (Constant) 62.900 6.233 10.092 .000 KT .094 .032 .311 2.895 .005

Sumber: Data primer, diolah 2015

Berdasarkan hasil uji regresi di atas, maka didapatkan rumus sebagai berikut: Y= 0,311X

Berdasarkan persamaan di atas, maka dapat deiketahui bahwa:

Koefisien regresi kepemimpinan transformasional kepala sekolah (b) kontribusi kepemimpinan transformasional kepala sekolah dapat dilihat dari koefisien b 0,311 dengan signifikan sebesar 0,005. Artinya adalah variasi di

dalam kepemimpinan transformasional kepala sekolah berpengaruh terhadap variasi dalam efikasi kolektif guru.

Berdasarkan tabel 5.15, dapat disimpulkan bahwa kontribusi kepemimpinan transformasional kepala sekolah berpengaruh signifikan dengan efikasi kolektif guru (sig= 0,005, sig < 0,05). Oleh karena nilai sig = 0,005 maka dapat disimpulkan bahwa Ho ditolak dan Ha diterima. Artinya, ada kontribusi kepemimpinan transformasional kepala sekolah terhadap efikasi kolektif guru. 5. Uji R2

Uji koefisien determinasi (R2) dilakukan untuk mengetahui kekuatan pengaruh dan hubungan antara variabel penduga (kepemimpinan transformasional kepala sekolah) terhadap variabel bergantung (efikasi kolektif guru). Hasil output R2 dari SPSS dapat dilihat pada tabel sebagai berikut:

Tabel 5.17 Uji R2 Model Summary Model R R Square Adjusted R Square Std. Error of the Estimate 1 .311a .097 .085 6.02040

Sumber: Data diolah 2015

Melihat tabel di atas menunjukkan bahwa nilai R2 sebesar 0,097, atau 9,7% dimana nilai R2 tersebut mendekati 0. Artinya kekuatan kontribusi kepemimpinan transformasional kepala sekolah dengan efikasi kolektif bersifat lemah. Selain itu sisa 90,3% yang artinya adalah efikasi kolektif dipengaruhi oleh faktor lain yang tidak dibahas dalam penelitian ini.

6. Uji F

Uji F digunakan untuk menguji model, maksudnya untuk mengukur kemampuan variabel independen yaitu kepemimpinan transformasional dapat menjadi prediktor variabel dependen yaitu efikasi kolektif guru.

Hasil output dari Uji F dapat dilihat pada tabel 5.18 Tabel 5.18 Uji F

ANOVAb

Model Sum of Squares df Mean Square F Sig.

1 Regression 303.757 1 303.757 8.381 .005a

Residual 2827.131 78 36.245

Total 3130.888 79

Sumber: Data primer, diolah 2015

Dari tabel diatas menunjukkan bahwa nilai sig sebesar 0,005, jadi dapat disimpulkan bahwa variabel kepemimpinan transformasional kepala dapat menjadi prediktor variabel efikasi kolektif

Dokumen terkait