• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB II TINJUAN PUSTAKA

F. DeskripsiFokusPenelitian

Aspek kelembagaan sangat penting dalam pembangunan desa. Selama aspek kelembagaan belum diperhatikan denganbaik, maka akan sulit untuk merumuskan dan melaksanakan aktivitas pembangunan yang mendukung terwujudnya pemerataan sosial, pengurangan kemiskinan, dan usaha-usaha peningkatan kualitas hidup lainnya. Aspek kelembagaan ini berperan penting dalam meningkatkan kesempatan yang ada.

Dalam hal ini Kondisi ini membuat kehadiran LPM sangat penting bagi peningkatan pembangunan di Desa Patani berjalan lancar.

1. Menampung dan menyalurkan aspirasi masyarakat, dimana lembaga ini berperan penting sebagai perantara antara pemerintah dengan masyarakat.

Misalnya masyarakat yang memiliki usulan, keinginan atau kehendak yang ingin disampaikan kepada pemerintah, peran dari lembaga inilah yang nantinya menyampaikan aspirasi dari masyrakat tersebut.

2. Meningkatkan partisipasi masyarakat, untuk membina dan meningkatkan partisipasi masyarakat dalam pembangunan diperlukan usaha-usaha nyata dengan berbagai jalan, dengan harapan lama-kelamaan partisipasi aktif masyarakat akan tumbuh dengan sendirinya. Berikut beberapa peran dan fungsi dari lembaga pemberdayaanmasyarakatsebagai fasilitator dan dinamisator bagi pembangunan desa.

3. Faktor pendukung dan faktor penghambat dalam Pembangunan Desa di Desa Patani Kecamatan Mappakasunggu Kabupaten Takalar.

23 BAB III

METODE PENELITIAN

A. LokasiPenelitian

Adapun waktu dan lokasi penelitian ini dilaksanakan selama 2 (dua) bulans etelah seminar proposal dilaksanakanya itu mulai pada tanggal 01 Juni – 01 Agustus. Dan lokasi penelitian ini dilakukan pada Desa Patani Kecamatan Mappakasunggu Kabupaten Takalar. Dimana lokasi ini tedapat lembaga kemasyarakatannya yaitu Lembaga Pemberdayaan Masyarakat (LPM).

B. Jenis Dan TipePenelitian 1. JenisPenelitian

Jenis penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah jenis penelitian studi kasus. Studi kasus merupakan suatu penelitian kualitatif yang berusaha menemukan makna, menyelidiki proses dan memperoleh pengertian dan pemahaman yang mendalam dari invidu, kelompok, atau situasi. Penelitian ini menggunakan jenis penelitian studi kasus karena berusaha untuk mengetahuiperandariLembagaPemberdayaanMasyarakat

(LPM)dalampembangunan yang ada di DesaPatani.

2. TipePenelitian

Penelitian ini menggunakan tipepenelitiandeskriptif dengan pendekatan kualitatif, tipe penelitian ini bertujuan untuk memberikan gambaran secarah jelas mengenai Peran Lembaga Pemberdayaan Masyarakat (LPM) dalam pembangunan

Desa dengan berusaha melihat fenomena yang terjadi dalam peran Lembaga Pemberdayaan masyarakat dalam pembangunan di Desa Patani. Berikut jenis-jenis penelitian kualitatif yang biasa digunakan dalam penelitian, yaitu:

1. Studi Kasus, yaitu dalam meneliti suatu kasus atau fenomena tertentu dalam masyarakat yang dilakukan secara mendalam untuk mempelajaril atarbelakang, keadaan dani nteraksi yang terjadi.

2. Fenomenologi, yaitu menggali data untuk menemukan makna dari hal-hal mendasar dan sesensial dari febomena atau pengalaman yang dialami oleh objek penelitian. Penggalian data dilakukan dengan wawancara mendalam kepada objek atau informan dalam penelitian.

3. Metode Teori Dasar merupakan penelitian yang dilakukan untuk menemukan suatu teori atau menguatkan teori yang sudah ada dengan mengkaji prinsip dan kaidah dasar lalu dibuat kesimpulan dasar yang membentuk prinsip dasardari suatu teori.

C. Sumber Data

Data yang digunakandalampenelitianiniadalah data primer dansekunderantaralainsebagaiberikut:

1. Data primer adalah data yang

diperolehsecaralangsungdarinarasumberatauinforman yang sebenarnyadilapanganuntukmendapatkan data yang diperlukanmelaluiwawancara.

2. DaraSekunderyaitu data yang mendukung data primer

dariliteraturdandokumenserta data yang

diambildarisuatuorganisasidenganpermasalahandilapangan yang terdapatpadalokasipenelitianberupabacaan, bahanpustaka, danlaporan-laporanpenelitian.

D. InformanPenelitian

Dalam penelitian ini, pengambilan informan secara purposive sampling.

Purposive sampling adalah teknik pengambilan informan yang memiliki pengetahuan yang luas serta mampu menjelaskan sebenarnya tentang objek penelitian.Penelititelahmenetapkaninformandalampelaksaanpenelitianiniyaitu:

Table: 3.1 InformanPenelitian

NO Nama Inisial Jabatan/Instansi Jumlah

1. Jaharuddin JH KepalaDesa 1

2. Abd. LatiefRowa AL Ketua LPM 1

3. NurShintaRahman NR SekertarisDesa 1

4. Muh. HarunSila MH KadusMangulabbe 1

5. MansyurPata MP KadusBontomanai 1

6. Jumakking JM AparatDesa 1

7. Sallatang SL BABINSA 1

8. Satira ST Masyarakat 1

9. Dg. Siriwa DS Masyarakat 1

Sumber: Hasil Wawancara Dengan Informan Di Desa Patani

E. Teknik Pengumpulan Data

1. Observasi (Pengamatanlangsung), yaitu pengumpulan data yang didapatkan dengan cara pengamatan dan pencatatan terhadap masalah yang berkaitan PeranLembagaPemberdayaanMasyarakat (LPM) dalam Pembangunandi Desa Patani Kec. Mappasunggu KabupatenTakalar.

2. Interview (wawancara),dimana peneliti akan berkomunikasi dengan informan sehingga mendapatkan informasi-informasi sesuai dengan

penelitian yang berkaitan dengan obyek

penelitiandenganmenyusunpedomanwawancara.

3. Dokumentasi merupakan teknik untuk mengumpulkan data yang di ambil dari beberapa buku bacaan maupun dokumen dan yang lainnya berhubungan dengan objek penelitian di lokasi penelitian untuk melengkapi data tentang PeranLembagaPemberdayaanMasyarakat (LPM) dalam PembangunanDesa di Desa Patani KecematanMappasunggu Kabupaten Takalar.

F. Teknik Analisa Data

Menurut Miles dan Huberman dalam Sugiyono (2012) penelitian kualitatif dilakukan secara interaktif dan berlangsung secara terus menerus sampai tuntas, sehingga datanya sudah jenuh. Hal-hal yang dilakukan dalam analisis data, yaitu data reducation, data display, dan conclusion drawing/verification.

a. Reduksi data (data reduction), dalam tahap ini peneliti melakukan pemilihan, dan pemusatan perhatian untuk penyederhanaan, abstraksi, dan transformasi data kasar yang diperoleh.

b. Penyajian data (data display). Peneliti mengembangkan sebuah deskripsi informasi tersusun untuk menarik kesimpulan dan pengambilan tindakan. Display data atau penyajian data yang lazim digunakan pada langkah ini adalah dalam bentuk teks naratif.

c. Penarikan kesimpulan dan verifikasi (conclusion drawing and verification). Peneliti berusaha menarik kesimpulan dan melakukan verifikasi dengan mencari makna setiap gejala yang diperolehnya dari lapangan, mencatat keteraturan dan konfigurasi yang mungkin ada, alur kausalitas dari fenomena, dan proposisi.

G. Keabsahan Data

BerdasarkanpendapatSugiyono (2012) Data penelitian yang dikumpulkan diharapkan dapat menghasilkan penelitian yang bermutu atau data yang kredibel, oleh karena itu peneliti melakukan pengabsahan data dengan berbagai hal sebagai berikut :

1. Perpanjangan Masa Penelitian

Peneliti akan melakukan perpanjangan masa pengamatan jika data yang dikumpulkan dianggap belum cukup, maka dari itu peneliti dengan melakukan pengumpulan data, pengamatan dan wawancara kepada informan baik dalam bentuk pengecekan data maupun mendapatkan data

yang belum diperoleh sebelumnya. Oleh karena itu, peneliti menghubungi kembali para informan dan mengumpulkan data sekunder yang masih diperlukan.

2. Meningkatkan ketekunan: melakukan pengamatan secara lebihcermat dan berkesinambungan.

3. Triangulasi: pengecekan data dari berbagai sumber dengan berbagai cara dan banyak waktu.

29 BAB IV

HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN A. Hasil Penelitian

1. Gambaran umum Kabupaten Takalar a. Keadaan Geografis Kabupaten Takalar

Kabupaten Takalar berada antara 5.3-5.33 derajat Lintang Selatan dan antara 119.22-118.39 derajatBujur Timur. Kabupaten Takalar dengan ibukota Pattalasang terletak 29 Km arah selatan dari Kota Makassar ibukota Provinsi Sulawesi Selatan. Luas wilayah Kabupaten Takalar adalah sekitar 566,51Km2, dimana 240,88 Km2 diantaranya merupakan wilayah pesisir dengan panjang garis pantai sekitar 74 Km.

Berdasarkan letaknya geografisnya, Kabupaten Takalar dapat dibagi menjadi 3 (tiga) bagian yaitu:

1) KabupatenTakalar bagianTimur(meliputi wilayah Palombangkeng Utara dan Palombangkeng Selatan) adalah merupakan sebagian dataran rendah yang cukup subur dan sebagian merupakan daerah bukit-bukit (Gunung Bawakaraeng). Wilayah ini merupakan daerah yang cocok untuk pertanian dan perkebunan.

2) KabupatenTakalar bagianTengah(wilayah Pattalassang;ibukota Takalar) merupakan dataran rendah dengan tanah relatif subur sehingga diwilayah ini merupakan daerah yang cocok untuk pertanian, perkebunan dan pertambakan.

3) KabupatenTakalar bagianBarat (meliputi Mangarabombang, Galesong Utara, Galesong Selatan, Galesong Kota, Mappakasunggu dan Sanrobone)

adalah merupakan sebagian dataran rendah yang cukup subur untuk pertanian dan perkebunan, sebagian merupakan daerah pesisir pantai yang cocok untuk pertambakan dan perikanan laut. Potensi ikan terbang, telur ikan terbang, dan rumput laut di wilayah ini diduga cukup potensial untuk dikembangkan.

Topologi wilayah Kabupaten Takalar terdiri dari daerah pantai, daratan dan perbukitan. Bagian barat adalah daerah pantai dan dataran rendah dengan kemiringan antara 3 derajat sedang ketinggian ruang bervariasi antara 0-25,derajat sedang ketinggian ruang bervariasi antara 0-25, dengan batuan penyusun geomorfologi dataran didominasi pantai, batu gemping, terumbu dan tula serta beberapa tempat batuan lelehan basal.

Dengan batas wilayah Kabupaten Takalar sebagai berikut :

Bagian Utara Kabupaten Takalar berbatasan dengan Kota Makassar dan Kabupaten Gowa, bagian Timur berbatasan dengan KabupatenJeneponto dan Kabupaten Gowa, bagian Selatan dibatasi oleh Laut Flores,bagian Barat dibatasi oleh Selat Makassar.

Wilayah Kabupaten Takalar terdiri dari 9 (sembilan) Kecamatan yaitu:

1) Kecamatan Manggarabombang 2) Kecamatan Mappakasunggu

3) Kecamatan Polombangkeng Selatan 4) Kecamatan Polombangkeng Utara 5) Kecamatan Galesong Selatan 6) Kecamatan Galesong Utara

7) Kecamatan Pattalassang 8) Kecamatan Galesong 9) Kecamatan Sanrobone

Gambar 4.2

Luas Wilayah Perkecamatam

Sumber :http://www.takalarkab.go.id/assets/document/selpa/geografi-takalar.pdf

b. Kondisi Cuaca Dan Iklim

Kabupaten Takalar beriklim tropis dengan dua musim, yaitu musim hujan dan musim kemarau. Musim hujan biasa terjadi antara bulan Oktober sampai bulan Maret. Rata-rata curah hujan bulanan pada musim hujan berkisar

antara 122,7 mm hingga 653,6 mm dengan curah tertinggi rata-rata harian adalah 27,9 C (Oktober) dan terendah 26,5 C (Januari –Februari) temperatur udara terendah rata-rata 22,2 hingga 20,4 C pada bulan Februari-Agustus dan tertinggi 30,5 hingga 33,9 C pada bulan September -Januari.

Potensi sumber daya alam Kabupaten Takalar meliputi perikanan laut, pertanian, perkebunan dan peternakan.Luas areal budidaya ikan pada tahun 2006 sekitar 4.856 ha, budidaya tambak dengan luas 4.343 ha yang tersebar di hampir setiap kecamatan Produksi ikan laut di Kabupaten Takalar pada tahun 2006 mencapai 26.776 ton.Selain itu Kabupaten Takalar dikenal sebagai penghasil ikan terbang dan rumput laut.Dalam Program Gerbang Emas Kabupaten Takalar sangat potensial dijadikan sebagai pusat inkubator pengembangan rumput laut.

Kabupaten Takalar adalah salah satu dari wilayah penyanggahkota Makassar.Dimana Kota Makassar adalahibu kota sekaligus pusat ekonomi Sulawesi Selatan dan kawasan Indonesia Timur. Bidang wilayah penyanggah bagi Kabupaten Takalar dapat bernilai positif secara ekonomis, jika Kabupaten Takalar dapat mengantisipasi dengan baik kejenuhan perkembangankegiatan industri Kota Makassar.Yaitu dengan menyediakan lahan alternatif pembangunan kawasan industri yang representatif, kondusif, dan strategis.

Sebagian dari wilayah KabupatenTakalarmerupakan daerah pesisir pantai, yaitu sepanjang74Km meliputi KecamatanMangarabombang, KecamatanMappakasunggu, Kecamatan Sandrobone, KecamatanGalesong Selatan, Kecamatan Galesong Kotadan KecamatanGalesong Utara. Sebagai wilayah pesisir yang juga telah difasilitasi dengan pelabuhan walaupun masih

pelabuhan sederhana makaKabupaten Takalar memiliki akses perdagangan regional, nasional bahkan internasional.Keunggulan geografis ini menjadikan Takalar sebagai alternatif terbaik untuk investasi atau penanaman modal.Dengan fasilitas pelabuhan yang ada, Takalar memiliki potensi akses regional maupun nasional sebagai pintu masuk baru untuk kegiatan industri dan perdagangan untuk kawasan Indonesia Timur setelah Makassar mengalami kejenuhan.

Demikian pula dengan dukungan sarana dan prasarana transportasi darat, seperti; akses jalan menuju kota Makassar, jarak yang relatif tidak jauh dari pelabuhan Soekarno-Hatta Makassar, jalan beraspal dan sarana transportasi laut yangmemadai berupa pelabuhan atau dermaga, Takalar siap menunjang aktivitas berdagangan dalam taraf internasional.

2. Profil Desa Patani Kecamatan Mappakasunggu a. Kondisi Desa

1) Sejarah Singkat Desa Patani

Desa Patani adalah merupakan salah satu Desa dari 9 (Sembilan) Desa yang berada dalam lingkup wilayah Kecamatan Mappakasunggu Kabupaten Takalar.Yang terdiri dari 5 (lima) Dusun yakni Dusun Patani, Dusun Pattekerang, Dusun Mangulabbe, Dusun Bontomanai dan Dusun Bontolanra, yang letaknyasangat strategis karena dekat dengan Ibu Kota Kabupaten Takalar dengan jarak tempuh sekitar 1 km.

Berikut gambaran singattentang sejarah perkembangan Desa Patani Kecamatan Mappakasunggu Kabupaten Takalar dari tahun 1991- 2019 sebagai berikut:

a) Tahun 1991-1992

Desa Patani lahir dari hasil Pemekaran Desa Takalar, dengan nama Desa Persiapan Patani. Terdiri dari 5 (lima) Dusun yaitu Dusun Pa’batangan, Dusun Patani, Dusun Lembo, Dusun Soreang dan Dusun

Taipa, sebagai sebuah desa pada saat itu Bupati Takalar memberikan mandat kepada Bapak Manniriang Dg. Tompo untuk menjadi Kepala DesaPatani.

b) Tahun 1992-2000

Setelah melalui proses panjang Pemerintah di Desa Patani yang diawali dengan terbentuknya beberapa Lembaga di Desa sebagai Mitra Pemerintah Desa dalam mengelola Pelaksanaan Pelayanan Pemerintahan, Pembangunan dan Kemasyarakatan (LKMD, LMD, LPM, Karang Taruna,dll). Aplikasi dari terbentuknya lembaga-lembaga tersebut telah melahirkan panitia P4KD Desa Patani pada bulan Oktober dan pada sekitar bulan Desember tahun 1992 berlangsung Pemilihan Kepala Desa Patani yang pertama, dalam pemilihan tersebut terpilih Bapak Gangga Ra’gasebagai Kepala Desa Patani, didalam kepemimpinan Kepala Desa

Patani yang baru terjadi beberapa perubahan dalam struktur pemerintahan Desa Patani sebagai upaya pendekatan pelayanan kepada Masyarakat, yaitu terjadinya beberapapemekaran dusun adapun jumlah dusun setelah pemekaran sebanyak 9 (Sembilan) Dusun yaituDusun Pa’batangan, Dusun Bontobaddo, Dusun Pattekerang, Dusun Patani,

Dusun Mangulabbe, Dusun Bontomanai, Dusun Lempong, Dusun Soreang dan Dusun Taipa.

c) Tahun 2000-2001

Pada tahun ini mengingat bahwa masa jabatan Kepala Desa berakhir(Bapak Gangga Ra’ga), oleh Pemerintah Kabupaten Takalar untuk mengisi lowongnya jabatan Kepala Desa dengan menunjuk Bapak Kopranong Dg Tarang, sebagai Pejabat Kepala Desa Patani untuk menjalankan roda Pemerintahan di Desa Patani sekaligus mengawal proses Pemilihan Kepala Desa Patani.Dengan terangkatnya Kepala Desa baru diharapkan mampu memberikan inovasi baru di Desa Patani.

d) Tahun 2001-2006

Bahwa mengingat masa jabatan Kepala Desa berakhir(Bapak Gangga Ra’ga), oleh Pemerintah Kabupaten Takalar untuk mengisi

lowongnya jabatan Kepala Desadengan menunjuk Bapak Kopranong Dg Tarang,sebagai Pejabat Kepala Desa Patani untuk menjalan roda Pemerintahan di Desa Patani sekaligus mengawal proses Pemilihan Kepala Desa Patani.

e) Tahun 2006-2013

Tepatnya pada tanggal 25 Desember 2006, atas keinginan masyarakat Desa Patani sebagai Pemegang Hak untuk menentukan siapa Kepala Desa selanjutnya maka kembali terpilih Bapak Abd. Latief Rowasebagai Kepala Desa Patani yang kedua kalinya.Menyikapi aspirasi yang berkembang dimasyarakat dalam upaya pendekatan pelayanan

makaterjadi beberapa pemekaran Dusun yang diikuti oleh pemekaran Desa Patani, selanjutnya pada tanggal 18 Oktober 2008 telah dilaksanakan MusyawarahPemekaran Desa Patanimenjadi 3 (tiga) Desa yaitu :

1. Desa Patani terdiri dari 4 (empat) Dusun : a. Dusun Patani

b. Dusun Pattekerang c. Dusun Mangulabbe d. Dusun Bontomanai

2. Desa Soreang terdiri dari 4 (empat) Dusun : a. Dusun Soreang

b. Dusun Lampang c. Dusun Lempong d. Dusun Taipa

3. Desa Pa’batangan terdiri dari 4 (empat) Dusun : a. Dusun Pa’batangan

b. Dusun Bontobaddo c. Dusun Camba-Camba d. Dusun Soreang Caddi

Selanjutnya pada tanggal 11 Mei 2009, Desa Soreang dan Desa Pa’batangan sudah resmi sebagai Desa Defenitif, yang dibarengi dengan Pelantikan Pejabat Kepala Desa oleh BapakDr. H. Ibrahim Rewa, Mm.(Bupati Takalar)adapun pejabat Desa Soreang : Bapak H. Abu Bakar

Dg. Rala dan Pejabat Kepala Desa Pa’batangan yaitu Bapak Hasbullah,

Se. Dg. Buang f) Tahun 2013

Pada Tanggal 17 Januari 2013, masa jabatan kepala Desa Patani berakhir sehingga Bupati Takalar telah menetapkan Pejabat Kepala Desa yaitu Bapak H.Syafaruddin,S.IPuntuk menjalankan pemerintahan dan sekaligus mengawal pelaksanaan Pemilihan Kepala Desa Patani.

g) Tahun 2013-2019

Pada tanggal 31 Maret 2013 berlangsung pesta Demokrasi di Desa Patani, Kemudian pada pemilihan Kepala Desa tersebut telah terpilih Bapak Hamsah Ronrong sebagai kepala Desa Patani, selanjutnya pada tanggal 21 April 2013 Bupati Takalar (Bapak Dr. H.

Burhanuddin,Se.M.Si). Telah melantik Kepala Desa Terpilih untuk 6 (enam) tahun kedepan.

Seiring berjalannya pemerintahan Kepala Desa Patani diakhir tahun 2015, berdasarkan Musyawarah Desa. Terjadi Pemekaran Dusun menjadi 5 (Lima) Dusun yakni : Dusun Patani, Pattekerang, Mangulabbe, Bontomanai, Bontolanra.

h) Tahun 2019

Pada bulan 10 juni 2019, masa jabatan kepala Desa Patani berakhir sehingga Bupati Takalar(Bapak Dr. H. Burhanuddin,Se.M.Si)telah menetapkan Pejabat Kepala Desa yaitu Bapak Jaharuddin, S.SOS untuk

menjalankan pemerintahan dan sekaligus mengawal pelaksanaan Pemilihan Kepala Desa Patani.Di Desa Patani tediri 5 (lima) Dusun.

2) Keadaan Geografis Desa

a) Batas Desa Dan Luas Wilayah, sebagai berikut:

Batas Desa Ptani, Utara : Kelurahan Pattalassang dan Desa Pa’batangan

Timur : Kelurahan Pallantikang Selatan : Kelurahan Takalar

Barat : Desa Soreang dan Desa Salajo ( Kab. Gowa)

Luas Wilayah Desa Patani Sekitar 100,26 Ha dan pada umumnya masyarakat bermata pencaharian sebagai petani

b) Pemanfaatan Lahan

Berdasarkan luas wilayah Desa Patani sebanyak 100,26 Ha diperuntukkan atau penggunaannya sebagai berikut:

1. Pemukiman Penduduk/Masyarakat : 29,51 Ha 2. Untuk bangunan sebagai berikut:

Sekolah/perkantoran : 4,45 Ha

Tempat peribadahan (Mesjid) : 2,00 Ha

Makan/kuburan : 4,25 Ha

3. Pertanian/sawah : 46,00 Ha

4. Tambak/empang : 12,05 Ha

5. Lapangan olahraga : 3,00 Ha

3) Keadaan Topografi

Secara umum keadaan topografi Desa Patani Kecamatan Mappakasunggu Kabupaten Takalar adalah dataran rendah dan datar. Wilayah Dusun Pattekerang, Dusun Patani, Dusun Mangulabbe dan Dusun Bontamanai sebagian besar masyarakat bermata pencaharian sebagai Petani sawah tadah hujan walaupun dibeberapa Dusun menonjol kegiatan yang digeluti oleh seperti di Dusun Pattekerang banyak masyarakat yang bekerja jual beli kambing, sementara di Dusun Patani dan Bontomanai juga ada pekerjaan yang dilakoni oleh masyarakat sebagai pembuat Batu Bata.

4) Iklim

Iklim di Desa Patani Kecamatan Mappakasunggu Kabupaten Takalar pada dasarnya sama dengan Desa lainnya di Indonesia yang beriiklim tropis dengan 2 (dua) musim yakni musim kemarau dan musim hujan.

5) Kondisi Sosial Ekonomi Masyarakat a) Jumlah Penduduk Berdasarkan Dusun

Berdasarkan Dusun jumlah penduduk Desa Patani Kecamatan Mappakasunggu Kabupaten Takalar adalah berjumlah 1.763 jiwa, dengan Jumlah Laki-Laki: 788 jiwa dan Jumlah Perempuan: 975 jiwa, atau sebanyak 436 Kepala Keluarga (KK) dan jumlah penduduk tiap Dusun terlihat pada matriks berikut:

Table: 4.1

Sumber Data: Profil Desa Patani 2018

b) Jumah Penduduk Berdasarkan Kepercayaan Table: 4.2

Jumah Penduduk Berdasarkan Kepercayaan

No Agama Jumlah Orang

Sumber Data: Profil Desa Patani 2018 c) Tingkat Kesejahteraan

Perbandingan jumlah Rumah Tangga Miskin dan Sejahtera di Desa Patani:

Table: 4.3

Jumlah Rumah Tangga Miskin dan Sejahtera di Desa Patani

RTM Sejahtera Jumlah

74 735 809

Sumber Data: Profil Desa Patani 2018 d) Mata Pencaharian

Desa Patani pada umumnya adalah areal persawahan yang paling dominan masih bersifat tadah hujan oleh karena irigasi masih sangat minim.Selain itu juga terdapat areal tambak di sepanjang bibir Sungai di Dusun Pattekerang.Masyarakat masih kekurangan modal karena kurangnya akses ke perbankan sehingga masyarakat cenderung menggunakan jasa usaha simpan pinjam dan rentenir walaupun memberatkan.Dan juga terdapat mata pencaharian atau usaha penunjang bagi masyarakat sangat menonjol seperti jual beli kambing di Dusun Pattekerang juga sangat dominan dan banyak masyarakat yang juga berprofesi sebagai pengrajin Batu Bata di Dusun Patani dan Dusun Bontomanai.

6) Sarana dan Prasarana

Berikut ini gambaran sarana dan prasarana yang ada di Desa Patani Kecamatan Mappakasunggu Kabupaten Takalar, diantaranya sebagai berikut:

a) Sarana Umum

Tabel: 4.4

Sumber Data: Profil Desa Patani 2018 b) Sarana Pendidikan

Sumber Data: Profil Desa Patani 2018

c) Sarana Agama

Sumber Data: Profil Desa Patani 2018 d) Sarana Transfortasi Sumber Data: Profil Desa Patani 2018

b. Kondisi Pemerintahan Desa

1) Pembagian Wilayah Pemerintahan Desa

a) Wilayah administrasi Desa Patani Kecamatan Mappakasunggu Kabupaten Takalar terdiri dari 5 (Lima) Dusun yakni :

Dusun Patani, Dusun Pattekerang, Dusun Mangulabbe, Dusun Bontomanai dan Dusun Bontolanra.

Table 4.8

Sumber Data: Profil Desa Patani 2018 b) Kelembagaan Desa

Lembaga-lembag pemerintahan desa diselenggarakan oleh pemerintahan desa dan Badan Permusyawaratan desa (BPD).Bagaimanakah kedua lembaga tersebut menyelenggarakan pemerintahan desa.

1. Pemerintahan Desa

Pemerintahan desa terdiri dari kepala desa dan perangkat desa.

a. Kepala Desa

Sebuah desa dipimpin oleh kepala desa.Seorang kepala desa dipilih secara langsung oleh rakyat melalui sebuah pemilihan kepala desa (pilkades).Masa jabatan kepala desa adalah 5 tahun.Sedangkan seorang lurah biasanya berstatus pegawai negeri, sedangkan kepala desa tidak.Untuk mencapai kebutuhan hidupnya, kepala desa diberih tanah desa yang biasa di sebut tanah carik atau tanah bengkok. Kepala desa dapat menggarap tanah tersebut selama ia menjabat sebagai kepala

desa. Namun sekarang ini kepala desa juga menerimah gaji dari pemerintah.Dalam menajalankan tugasnya, kepala desa menyampaikan laporan kepada Badan Permusyawaratan Desa. Setiap Tahun, kepala desa juga menyampaikan laporan kepada Bupati. Sebab, bupatilah berwenang mengangkat dan memberhentikan kepala desa.Kepala desa mempunyai tugas menyelenggarakan urusan pemerintahan, pembangunan, dan kemasyarakatan. Kerena tugasnya tersebut kepala desa memiliki wewenang, antara lain:

a) Menyusun dan mengajukan Rencana Anggaran Pendapatan dan Belanja Desa (RAPB Desa) kepada BPD.

b) Memimpin penyelenggaraan pemerintahan desa berdasarkan kebijakan yang ditetapkan bersama BPD.

c) Mengajukan rancangan peraturan desa

d) Menetapkan peraturan desa yang telah mendapat persetujuan besama BPD.

e) Membina kehidupan masyarakat desa.

b. Perangkat Desa

Dalam menyelenggarakan pemerintahan desa, kepala desa dibantuh oleh perangkat desa.Perangkat desa disertai oleh sekertaris desa dan perangkat desa lainnya, adalah sekertariat desa, pelaksana teknis, serta unsur kewilayahan.Bagi kepala desa, perangkat desa seperti mentri bagi presiden.Perangkat desa membantu tugas-tugas kepala desa untuk melayani warga desa.Perangkat desa berasal dari desa

setempat.Mereka diangkat oleh kepala desa.Namun, ada juga perangkat desa yang ditunujuk oleh pemerintah.Di beberapa tempat, ada pula perangkat desa di pilih langsung oleh warga desa. Perangkat-perangkat desa dan tugas-tugasnya sebagai berikut:

a) Unsur staf

Perangkat desa dari unsur staf terdiri dari sekertaris desa dan Kaur.Dalam pemerintahan desa, sekertaris desa menempati posisi yang sangat penting.Sekertaris desa membantu kepala desa dalam menjalankan pemerintahan desa.Tugas utama kepala desa adalah mengurusi administrasi desa.Dalam menjalankan tugasnya, sekertaris desa dibantu oleh unsur pelayanan ini dipimpin oleh kepala urusan atau disebut kaur.Kaur bertugas melayani warga desa dalam berbagai urusan.Paling banyak ada enam urusan yang ditangani oleh kaur.

Pada kaur tersebut terdiri dari kepala urusan pemerintahan, pembangunan,kesejahtraan rakyat, dan keagamaan, umum, perekonomian, dan keuangan. Diantara tugas-tugas mereka adalah sebagia berikut:

1. Bersama-sama kepala desa dan sekertaris desa menjalankan pemerintahan desa.

2. Merumuskan dan melaksanakan program pembangunan desa dan kemasyarakatan.

3. Melayani masyarakat di setiap bidang.

b) Unsur pelaksanaan, yaitu unsur pelaksanaan teknis lapangan seperti urusan pamong tani desa dan urusan keamanan atau

b) Unsur pelaksanaan, yaitu unsur pelaksanaan teknis lapangan seperti urusan pamong tani desa dan urusan keamanan atau

Dokumen terkait