HARBASTIAN NIP : 9618018FBY
B. HASIL PENELITIAN
2. Deskriptif Hasil Penelitian
Data dari hasil yang saya dapatkan pada penelitian saya menggunakan proses wawancara yang saya lakukan terhadap pihak yang terkait.
Berdasarkan wawancara yang saya lakukan terhadap Manajer Unit Layanan Pelanggan serta supervisor pada bidang yang berbeda dan salah satu staff pada Unit Layanan Pelanggan Takalar, maka saya mendeskripsikan hasil wawancara yang telah saya lakukan sebagai berikut:
Pertama meneliti melakukan proses wawancara Senin, 30 Agustus 2021 kepada Supervisor Unit Layanan Pelanggan Takalar terkait bentuk tanggung jawab Bapak kepada Pekerja yang ada bahwa:
Apa yang sudah menjadi list pekerjaan yang di tujukan oleh saya, yah itu lah yang harus saya laksanakan. Dimana target yang sudah di tentukan oleh perusahaan yang harus saya capai inilah menjadi tanggung jawab saya sebagai supervisor yang harus saya laksanakan sebagaimana pekerjaan yang sudah saya geluti sekarang (Wawancara dengan Bapak Rahmatullah Dahlan)
Selanjutnya informan berikutnya menjelaskan terkait kondisi lingkungan kerja pada kantor Unit Layanan Pelanggan Takalar
Lingkungan kerja di kantor ulp takalar Alhamdulillah untuk sistem SDM kompeten semua pada saat kita memberikan atau menginstruksikan suatu pekerjaan sudah tidak perlu lagi memberikan suatu bimbingan karena sudah termaksud pegawai yang kompeten semua. Terkait dengan team work bila rekan – rekan kerja kita disini itu sudah pada kompeten semua dan dapat berkoraborasi khusus sdm, dan untuk disisi milenal – milineal lainnya termaksud aman juga (Wawancara dengan Bapak Rahmatullah Dahlan)
Selanjutnya salah satu pegawai atau supervisor yang dapat memberikan contoh dalam sistem disiplin waktu dan dalam bekerja selalu tepat waktu hadirnya dalam bekerja selalu tepat waktu bahwa:
Kalau menurut saya sih, Alhamdulillah persentase kehadiran saya sangat minim untuk data terlambat, karena selalu saya tanamkan dalam hati saya kisaran 10 menit – 15 menit sebelum jam kerja masuk saya sudah harus berada di kantor. Dan sebagai tanda bukti ade dapat melihat di dalam aplikasi PLN DAILY tentang presentase atau daftar kehadiran saya (Wawancara dengan Bapak Rahmatullah Dahlan)
Sikap yang di tunjukkan oleh staff pegawai saat memberikan pelayanan sudah sesuai atau masih terdapat hal yang perlu dimaksimalkan kemudian dijelaskan kembali oleh informan bahwa:
Menurut saya sudah sesuai, cuman tetap kita harus memaksimalkan kembali tapi sudah sesuai dengan SOP (standar operasional prosedur) yang berlaku di perusahaan tetapi kembali lagi seperti perkataanku yang tadi harus terus di maksimalkan kembali tingkat mutu pelayanan dari teman – teman pegawai dalam melayani pelanggan, baik di lingkungan kantor mau pun di ljuar lingkungan kantor (Wawancara dengan Bapak Rahmatullah Dahlan)
Selanjutnya ketepatan pegawai yang ada sudah tepat waktu saat memberikan pelayanan dijelaskan Kembali bahwa:
Yah saya rasa sudah tepat waktu. Karena ini semua sudah terukur apa bila ada teman – teman apa lagi yang namanya pegawai yang tidak maksimal dan tepat waktu dalam memberikan pelayanan pada pelanggan nah ini kita akan memberikan sanksi seperti itu, jadi teman – teman karena adanya sanksi ini yang diterapkan tidak berani tidak tepat waktu dalam memberikan pelayanan kepada pelanggan.
Pegawai yang ada sudah berperilaku sesuai dengan kewenangannya sebagai pihak yang memberikan pelayanan kepada public atau masyarakat, dijelaskan kembali oleh informan bahwa:
Menurut saya sudah sesuaikarena sudah diberikan pemahaman sebelum masuk di perusahaan PLN itu sudah semuanya kita memberikan pemahaman bahwa bekerja ini betul – betul yang kita junjung tinggi ini adalah kepuasan pelanggan.
Penelitian kedua dengan cara wawancara Selasa, 7 september 2021 kepada Supervisor Pelayanan Dan Administrasi (pad) pada Unit Layanan Pelanggan Takalar Ibu Nita Permatasari, banyak kendala atau masalah yang dihadapi dalam melakukan sistem penilaian dengan menggunakan aplikasi SIMKP dan PLN DAILY dijelaskan kembali oleh informan bahwa:
Mdk banyak masalah, cuman terkadang jika ada kesalahan tak dapat di revisi dikarenakan Aplikasi SIMKP itu terpusat, jadi kalau ada kesalahan mengisi realisasi harus menunggu jadwal selanjutnya. Sedangkan untuk Aplikasi PLN DAILY itukan tentang absensi kehadiran pegawai jadi kalau misalkan absen itu jarang aplikasinya di pake karena memang aplikasi tersebut hanya di pake untuk check in atau lock out saja atau bisa kita sebut dengan absensi kehadiran dan absensi pulang.
Keputusan yang diambil jika aplikasi tersebut eror atau mengalami gangguan jaringan dijelaskan kembali oleh informan bahwa:
Kalau Aplikasi di SIMKP harus memakai jaringan jalan jadi kalau misalkan gangguan jaringan berarti data yang telah diisi tidak dapat di input, tetapi setau saya jika terjadi gangguan jaringan dikantor biasanya mdk terlalu lama. Sedangkan Aplikasi PLN DAILY dia mdk ofline yah, kalau misalkan offline dia masuk di back lock jadi begitu ada jaringan masuk dia bisa langsung di input.
Adapun kriteria – kriteria pegawai untuk mendapatkan penilaian penilaian yang baik dijelaskan kembali oleh informan bahwa:
Masalah penilaian dibantu juga dengan UP3, cuman kalau untuk di SIMKP itu kita Cuma mengisi separuhnya saja selebihnya di isi dari PLN pusat tetapi kalau masalah kriteria – kriteria pegawai sih yang jelasnya dari individunya sendiri dia punya visi dan misi yang sejalan dengan PLN.
Kemudian saya menanyakan apakah ada pertimbangan untuk mendapatkan nilai yang baik jika sewaktu – waktu staff ibu mengalami masalah contoh steres kerja, atau sakit sehingga tidak dapat hadir tidak dapat menjalankan pekerjaan dalam waktu yang lama, dijelaskan kembali oleh informan bahwa:
Selama dia sakit seperti apa? Apakah sakitnya satu semester atau termaksud penyakit keras atau berbahaya atau penyakitnya ringan bisa dihitung hana beberapa hari. Cuman jika penyakitnya serius akan di berikan kesempatan untuk istirahat total sampai benar – benar sembuh dan dilengkapi surat keterangan dari dokter yang terkait, tetapi jika sakitnya tidak begitu parah akan di berikan pertimbangan izin hanya 2-5 hari saja
Selanjutnya Tindakan yang lakukan sebagai Supervisor jika sewaktu – waktu staff ibu tidak dapat mencapai target sesuai dengan yang telah ditentukan oleh perusahaan dijelaskan oleh Ibu Nita Permatasari., S.E bahwa:
Di CMC (coching, mentoring,conseling). Coaching adalah proses interaktif yang digunakan para pimpinan untuk mengatasi masalah kinerja kerja dan meningkatkanketerampilan/kecakapan staf/karyawan, sedangkan Mentoring adalah proses berbagi pengalaman dan pengetahuan dari seorang yang sudah berpengalaman (been there done that) kepada seseorang yang ingin belajar di bidang tersebut, counseling adalah pemberian dukungan oleh atasan untuk membantu karyawan dalam mengatasi masalah pribadinya atau perubahan dalam organisasi yang mempengaruhi kinerjanya.
Kemudian informan menjelaskan bahwa dengan menggunakan sistem penilaian dengan menggunakan sistem penilaian aplikasi yakni Aplikasi SIMKP dan PLN DAILY sudah mencapai visi dan misi PLN sesuai dengan prosedur yang telah di tentukan bahwa:
Yah jadi penilaian PLN menggunakan KPI Key Performance Indikator yang dimana semua itu tertuang dalam proses penilaian SIMKP, Target – targetnya karyawan di tuangkan semua dalam aplikasi SIMKP. Jadi SIMKP itu di susun satu tahun sekali di klik dwoun setiap bulan dalam satu semester hampir Selama satu tahun, jadi KPI - nya tadi itu ikut di dalam aplikasi SIMKP tersebut. Nah di dalam aplikasi SIMKP tersebut itu nanti muncul sebuah pernyataan apa sih yang dikerjakan para pegawai – pegawai tersebut selama ini, dia terukur antara kualitas dan kuantitas jadi sangat – sangat terukur sekali. Nah di aplikasi SIMKP tersebut juga tidak hanya mengukur masalah kompetensi seseorang, target – target seseorang tapi disitu juga ada sistem penilaian kompetensi atasan menilai bawahan yang bukan hanya dinilai dari nilainya saja tetapi dinilai juga dari perilakunya, akhlaknya, dan masalah sikap – sikapnya dalam melakukan sesuatu pekerjaan. Dan PLN DAILY
itu adalah aplikasi absensi pegawai yang dimana kita menggunakan aplikasi sehingga pegawai mudah di ketahui keberadaan atau posisinya.
Kemudian menurut bapak apakah penilaian menggunakan SIMKP dan PLN DAILY dapat menjadikan ULP TAKALAR menjadi kantor ULP terbaik se – Makassar selatan? Informan Manajer ULP Takalar Bapak Agus Wahyu Setiawan., S.T menjawab:
Dengan target tadi, jika kita memenuhi semua target yang telah di tentukan dari pusat, memenuhi harapan pemberi tugas, melebihi targetnya insyaallah kita dapat mencapai predikat ULP TAKALAR terbaik se kantor ULP di Area Makassar Selatan.
Kemudian menurut informan menjelaskan terkait tindakan bapak sehingga staff – staff bapak dapat menjalankan pekerjaan dengan baik dan mencapai target yang telah di tentukan? Informan Manajer ULP Takalar Bapak Agus Wahyu Setiawan., S.T menjawab:
Yah jadi dalam melaksanakan tugas itu ada namanya CMC (controlling, mentoring, conseling) jadi setiap kita ngasih tugas kepada bawahan kita, kita harus melakukan proses controlling atau untuk mengontrol pekerjaannya sampai dimana mementoring jadi kita memanggil staff – staff kita untuk berdiskusi dan conseling menanyakan apa bila ada hambatan. Sehingga adanya proses CMC ini semua masalah akan terpecahkan kita bisa memenuhi target kita
Kemudian menurut informan menjelaskan terkait tindakan bapak jika sewaktu – waktu mendapatkan staff yang kurang koefisien dalam melakukan pekerjaan sehingga dapat mempengaruhi sistem penilaian dan nama baik kantor ULP TAKALAR? Informan Manajer ULP Takalar Bapak Agus Wahyu Setiawan., S.T menjawab:
Jadi perusahaan itu sudah mengatur anatara rewards dan mekanismenya kalau kita bagus akan mendapatkan penghargaan kalau kita melanggar mencoreng nama baik kantor pasti kami dapat teguran itu sudah ada dalam peraturan pada perusahaan. Tetapi sebagai atasan kita harus mencelens atau merubah karyawan kita agar bisa menjadi lebih produktif tidak ada karyawan itu yang tidak bisa, artinya kemungkinan dia berada di tempat yang kurang tepat. Jadi tugas kita sebagai atasan itu melakukan CMC tadi kepada setiap karyawan kita
agar kita tau bahwa mereka nyaman dalam bekerja, dan sukses dalam bekerja.
Kemudian menurut informan menjelaskan terkait pernah meninggalkan pekerjaan sebelum jam kerja berakhir? Informan Saiful menjawab:
Tidak, karena kita harus loyalitas dalam melakukan pekerjaan. Karena dalam perusahaan kita sudah menerima upah, maka justru itu kita harus mempertanggung jawabkan jam kerja kita yang telah di tentukan oleh perusahaan.
Kemudian saya menanyakan apa saja prestasi kerja yang telah anda peroleh ketika bekerja di dalam perusahaan PLN? Informan Saiful menjawab:
Pernah, dalam menyelesaikan target dengan cepat dalam pekerjaan penebangan pohon yang telah di tentukan oleh PLN pusat serta prestasi menurunkan jumlah trip penyulang listrik pada satu semester.
Kemudian menurut informan menjelaskan terkait pegawai yang disiplin dalam melakukan sebuah pekerjaan? Informan Saiful menjawab:
Alhamdulillah iya, karena saya menyimpan dalam hati bahwa diri saya mempunyai sebuah tanggung jawab besar dalam menyelesaikan sebuah pekerjaan dengan cepat dan kompeten.
Kemudian menurut informan menjelaskan terkait bentuk tanggung jawab bapak dalam melakukan sebuah pekerjaan atau memimpin tim untuk melakukan pekerjaan dengan baik dan cepat (kompoten)? Informan Saiful menjawab:
Melakukan pekerjaan dengan penuh tanggung jawab, kita harus sesuai dengan SOP pekerjaan tersebut dan kita sebagai pengawas pekerjaan harus mempunyai sertifikasi jenis pekerjaan contohnya pekerjaan pemeliharaan kubikel 20KV.
Bentuk tanggungjawab yang dilakukan oleh pegawai didasarkan pada SOP yang sudah ada. pegawai yang memenuhi tanggungjawabnya dalam bekerja sudah pasti memiiki kompenteis yang baik, dengan menunjukkan kemampuannay dalam menyelesaikan pekerjaan. Karena sistem di PLN Daily ini menugtamakan kinerja, maka kompensasi untuk setiap kinerja yang baik
juga menjadi hal yang menjanjika. Dimana hal ini dijelasan oleh salah seorang informan XX terkait bentuk-bentuk kompensasi di PT PLN persero unit layanan pelanggan pangkalan bentuk-bentuk kompensasi di unit layanan PLN Takalar bahwa:
“kalau sebenarnya yang harus menjawab lebih wajib menjawab bagian SDM tapi saya jawab sepengetahuan saya saja yang saya terima per bulan biasanya kompensasinya itu pertama secara perbulan ada kemudian ada yang namanya insentif kinerja per semester semester 1 sampai semester 2”
Informan diatas telah menjelaskan bahwa sistem pemberian kompensasi terbagi menjadi dua yakni kompensasi perbulan dan kompensasi persemester atau per6 bulan. Selanjutnya terkait besaran kompensasi yang diberikan dijelaskan Kembali oleh informan bahwa:
“Faktor yang menyebabkan besar kecilnya penerimaan kompensasi tiap bulan biasanya pertama itu dari kinerja-kinerja per unit ataupun kinerja perseorangan jadi ada yang namanya penilaian akhir semester Jadi kalau misalkan penilaian akhir semester nya itu bagus ya nanti akan berdampak bagus juga sama kompensasi yang akan didapatkan atau yang saya. Sebutkan tadi intensif per semester itu jadi saling berhubungan antara kinerja para individu sama kinerja yang akan didapatkan orang sama juga dengan absen Jadi kalau di sini ke PLN namanya Vallen diri jadi konsultan absennya bolong-bolong atau tidak sesuai tujuan akan berpengaruh”
Sistem di LN Persero menetapkan besar kecilnya kompensasi bergantung pada penilaian kinerja pegawai. Kinerja yang telah dilaksanakan selanjutnya akan divaluasi oleh pimpinan untuk menentukan besaran kompensasi yang akan diterima. Adapun mekanisme yang digunakan dalam melakukan evaluasi kinerja pegawai di PT PLN persero unit layanan pelanggan Takalar yang digunakan dalam melakukan evaluasi kinerja pegawai diuraikan oleh informan bahwa:
“Mekanisme evaluasi yang dikerjakan unit layanan PLN Takalar ada yang namanya sistem aplikasi tuh Simpati sistem manajemen penilaian individu jadi disitu sebelum awal semester kita ada target yang
ditentukan dari terus apa-apa saja target yang harus dilakukan pada semester itu nanti kita lihat evaluasinya akhir untuk datanya bisa diinput ke sync apa itu sendiri kalau penilaiannya ya. Oke penilaian simkape jadi ada target dibuat dulu kemudian nanti di akhir semester juga kita isi di SIM ke HP nya itu apakah targetnya tercapai atau tidak misalkan kalau dia tercapai nanti berpengaruh juga sama temen saya Penilaiannya nanti di akhir semester kalau misalkan bagus-bagus kalau tidak ya mungkin disesuaikan sama kinerja yang kita dapatkan juga sesuai target kalau misalkan tidak tercapai target gitu”
Mekanisme evaluasi yang diterapkan oleh PLN Persero yakni dengan menyesuaikan target yang dibuat dengan hasil yang dikerjakan. Jikakeduanya sama dan memenuhi maka akan terhitung sebagai bonus tamahan kompensasi yang akan diberikan baik secara perbulan maupun persemester.
Selanjutnya dalam ekanisme evaluasi tersebut, dijelaskan oleh oelh informan bahwa evaluasi yang dilaksanakan cukup memberikan pengaruh kepada pegawai, seperti yang dijelaskan Kembali oleh informan bahwa:
“sejauh mana evaluasi kinerja berpengaruh terhadap kinerja nya itu kan ada yang ditarget perbulan ada yang ditarget persemester jadi kalau misalkan target perbulannya itu tercapai ya berarti nanti penilaian akhirnya juga akan bagus atau ada pencapaian 100% atau bisa lebih dari 100% dan juga ada yang targetnya tuh per semester itu juga yang perlu diperhatikan antara target perbulan atau target per semesternya harus hati-hati pada saat pengisian simpeg”
Selanjutnya dikemukakn Kembali bahwa sistem penilaian di PLN sangat berpengaruh untuk pengisian evaluasi kinerja tersebut memberikan efek pada sistem yang diterapkan bahwa:
“Hati-hati dan sesuai dan Realisasi memang kita kerjakan Jadi kalau misalkan kita ditargetkan ada beberapa pekerjaan harus ada buktinya bukti lampiran asalkan ada fotonya atau apa saja yang dikerjakan Harus ditampilkan juga biasanya ditanyakan pekerjaannya bagus. Kenapa bisa pekerjaannya dia tercapai dengan baik biasanya ditanyakan Buktinya apa urusannya dengan melampirkan foto atau memang kegiatan yang dilakukan sehari-hari untuk mencapai kinerja itu yang ditargetkan”
Berdasarkan pada penerapan sistem evaluasi pada penentuan esaran kompensasi yang terhitung dari kinerja pegawai dalam daily PLN, informan
mengungkapkan akan harapan penerapan daily PLN mejadi lebih baik, seperti yang dijelaskan bahwa:
“diharapkan untuk kesejahteraan pegawai kita maunya untuk siarannya lebih ditingkatkan lagi tapi untuk sekarang alhamdulillah sudah baik dan itu juga tergantung dari ada monitoringnya yang bisa sama temen-temen SD atau yang lebih atas lagi karena kalau misalkan sudah baik karena sudah ada sistem absen PLN daily jadi kita tahu berapa jam kerja kita selama 1 hari jadi misalkan kita datang pagi pulangnya misalkan malam ya itu juga sudah terangkum mungkin itu juga sudah diperhitungkan dari SDM bentuk kompensasinya mengenai lembur atau bagaimana terkait sistem kalender yang dibentuk dalam kompensasi atau belum kalau misalkan ada yang lebih baik lagi lagi ada monitoringnya evaluasi misalkan untuk teman-teman yang Emang kerjanya lembur dapat menunjukkan bukti dokumentasinya agar dapat menjadi laporan secara tertulis”
Bukti pelaporan kinerja pegawai sangat penting untuk menjadi bukti akan adanya kerja pegawai yang terhitung pada sistem daily PLN, karena jika tidak ada bukti secara riil, sistem daily meskippun terhitung jam kerjanya namun untuk kompensasi tidak akan dimasukkan, sehingga sangat penting bagi pegawai yang bekerja untuk senatiasa melalkukan absensi dan mendokumentasikan dalam laporannya terkait adanya lembur.
C. PEMBAHASAN
Dari hasil penelitian yang saya lakukan, saya sudah mendapatkan informasi bahwa penilaian di perusahaan PLN dengan menggunakan dua aplikasi tersebut yakni SIMKP dan PLN DAILY membuat perusahaan atau atasan tidak terlalu repot dalam melakukan sistem penilaian setiap semesternya.
Dimana poin – poin yang menyangkut penilaian pegawai sudah tercantumkan didalam aplikasi tersebut, yang dimana pegawai tidak dapat merekayasa serta mengubah nilai yang sudah di cantumkan dalam aplikasi tersebut. Variabel dependen dalam penelitian saya ialah efektivitas yang merupakan ukuran
seberapa jauh tingkat output dengan sistem penilaian pegawai yang dipergunakan sebagai input.
Hasil penelitian yang saya lakukan secara deskriptif dapat menunjukkan bahwa efektivitas sistem penilaian kinerja pegawai pada PT. PLN (persero) Unit Pelaksana Pelayanan Pelanggan Unit Layanan Pelanggan Takalar. Didasarkan pada hasil wawancara saya dimana sistem penilaian kinerja pegawai yang dilakukan oleh PT. PLN sangatlah mengikuti perkembangan zaman yang sistem penilaian tersebut dilakukan dengan menggunakan dua aplikasi yakni SIMKP dan PLN DAILY. Yang dimana dua aplikasi tersebut terhubung dan di input setiap 6 bln sekali atau dapat di sebut dengan satu semester.
Dengan demikian sistem penilaian berjalan dengan lancar tanpa adanya rekayasa semata. Dapat meningkatkan kualitas kinerja dan juga kejujuran para staff dalam melakukan proses pekerjaan. Hasil wawancara membuktikan bahwa kedua aplikasi tersebut sangat berperan penting untuk meningkatkan kualitas dan kuantitas setiap kantor ULP dan kualitas kinerja pegawai. Artinya aplikasih ini sangatlah berperan penting untuk karyawan. Sebagai hitungan kenaikan gred atau peringkat pegawai dalam setiap semesternya. Hal ini terbukti bagi pegawai ketika sudah menduduki jabatan terbaru yang lebih tinggi berarti penilaian yang ia dapatkan sangatlah bagus dan sangat memberikan keuntungan bagi perusahaan PLN.
Sebagaimana yang telah dikatakan oleh Manajer ULP Takalar yang dimana penilaian PLN menggunakan KPI Key Performance Indikator yang dimana semua itu tertuang dalam proses penilaian SIMKP, Target – targetnya karyawan di tuangkan semua dalam aplikasi SIMKP. Jadi SIMKP itu di susun satu tahun sekali di klik dwoun setiap bulan dalam satu semester hampir Selama
satu tahun, jadi KPI - nya tadi itu ikut di dalam aplikasi SIMKP tersebut. Nah di dalam aplikasi SIMKP tersebut itu nanti muncul sebuah pernyataan apa sih yang dikerjakan para pegawai – pegawai tersebut selama ini, dia terukur antara kualitas dan kuantitas jadi sangat – sangat terukur sekali. Nah di aplikasi SIMKP tersebut juga tidak hanya mengukur masalah kompetensi seseorang, target – target seseorang tapi disitu juga ada sistem penilaian kompetensi atasan menilai bawahan yang bukan hanya dinilai dari nilainya saja tetapi dinilai juga dari perilakunya, akhlaknya, dan masalah sikap – sikapnya dalam melakukan sesuatu pekerjaan. Dan PLN DAILY itu adalah aplikasi absensi pegawai yang dimana kita menggunakan aplikasi sehingga pegawai mudah di ketahui keberadaan atau posisinya.
Selain itu, juga proses dari tata cara kerja aplikasi tersebut pertama PLN DAILY yang berfungsi sebagai absen pegawai yang diwajibkan pada saat hadir dan pulang atau dapat kita sebut penilaian kedisiplinan waktu kerja setelah itu di input dan dimasukkan ke dalam aplikasi SIMKP untuk melihat semua point – poin yang telab disediakan dalam aplikasi tersbut.
Aplikasi SIMKP juga mempunyai kelemahan yakni jika melakukan kesalahan dalam mengisi atau melakukan keterlambatan untuk mengumpulkan data lengkap dari aplikasi SIMKP tersebut maka pegawai harus menunggu proses penilaian di semester selanjutnya. Sehingga dampak yang mereka dapatkan sangatlah besar dan sangat merugikan pegawai.
Begitu pun aplikasi PLN DAILY yang dimana prosesnya menggunakan titik koordinat yang data tersebut tidak dapat dirakayasa. Dan juga aplikasi tersebut sama halnya SIMKP jika tanda lokasih yang ada di hp kita mdk aktif maka aplikasi tersebut tidak dapat bekerja. Itu pun jauh lokasi dari kantor sudah