• Tidak ada hasil yang ditemukan

HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

2. Deskriptif Penelitian

Penelitian ini menggunakan analisis deskriptif kuantitatif. Data diperoleh dari jawaban atas pernyataan atau kuesioner yang diajukan pada responden penelitian. Data dideskripsikan, digambarkan, diuraikan, dengan menggunakan angka, mulai dari pengumpulan data, penanfsiran terhadap angka tersebut, serta penampilan dari hasil yang diteliti, dalam hal ini mengenai Program keejahteraan ekonomi karyawan, Progran hiburan atau rekreasi, dan Program tambahan

(variabel dependent) pada PTPN IV Unit Kebun Pabatu. Penelitian yang dilakukan menggunakan bantuan program SPSS (Statistical Product and Service Solution) versi 18.00. Jumlah responden penelitian sebanyak 187 orang dari karyawan. Analisis deskriptif pada data penelitian ini dapat dilihat pada Tabel 4.3.

Tabel 4.3

Hasil Analisis Instrumen Metode Deskriptif Descriptive Statistics

N Minimum Maximum Mean Std. Deviation

P.Ksjahtraan.E.K 187 20,00 30,00 25,1711 2,52144 P.Hiburan 187 22,00 30,00 26,6898 1,77499 P.T.Fasilitas 187 25,00 30,00 28,1337 1,24792 Smangat.K.K 187 21,00 25,00 23,1497 1,52013 Valid N (listwise) 187

Sumber: Pengolahan Data Primer (kuesioner) dengan SPSS 18.00, 2013

Tabel 4.3 menyatakan bahwa ada sebanyak 187 sampel. Nilai minimum (paling kecil) adalah 20,00 pada variabel Program kesejahteraan ekonomi karyawan. Nilai maksimum (paling besar) adalah 30,00 terdapat pada tiga variabel Program kesejahteraan ekonomi karyawan, Program hiburan, Program tambahan fasilitas. Nilai mean (tengah) pada variabel Semangat kerja karyawan dengan nilai 23,1497. Nilai mean (tengah) pada variabel Program keselamatan kerja dengan nilai sebesar 25,1711. Nilai mean (tengah) pada Program hiburan dengan nilai sebesar 26,6898 dan Nilai mean (tengah) pada variabel Program tambahan fasilitas dengan nilai sebesar 28,1337. Ketiga nilai ini termasuk kategori sedang untuk item pernyataan pada kuesioner penelitian ini. Standar Deviasi terendah, terdapat pada variabel Program tambahan fasilitas dengan nilai sebesar 1,24792 dan Standar Deviasi tertinggi terdapat pada variabel Program kesejahteraan ekonomi karyawan dengan nilai sebesar 2,52144.

Penelitian ini dilakukan dengan cara membagi kuesioner kepada responden dan studi dokumentasi kepada 187 sampel pada PTPN IV Unit Kebun Pabatu. Jumlah pernyataan seluruhnya adalah 15 butir, yang terdiri dari 6 butir pernyataan untuk variabel X1 pada Program kesejahteraan ekonomi karyawan, 6 butir pernyataan untuk variabel X2 pada Program hiburan, 6 butir pernyataan untuk variabel X3 pada Program tambahan fasilitas karyawan dan 5 butir pernyataan untuk variabel Y pada Semangat kerja karyawan. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui dan menganalisis mengenai adanya pengaruh Pelaksanaan Program Pelayanan Kesejahteraan Karyawan terhadap Semangat kerja karyawan. Karakteristik responden pada penelitian ini dibagi berdasarkan jenis kelamin, usia, status karyawan, dan lama kerja

a. Karateristik Berdasarkan Jenis Kelamin Responden Tabel 4.4

Jenis Kelamin Responden

Sumber: PTPN IV Unit Kebun Pabatu, 2013 (Data Diolah)

Tabel 4.4 dapat dilihat bahwa mayoritas responden yang menjawab pernyataan mengenai pengaruh pelaksanaan program pelayanan kesejahteraan karyawan terhadap peningkatan semangat kerja karyawan adalah laki-laki, dengan nilai persentase sebesar 100,00 %. Dalam hal ini program kesejahteraan karyawan sangat diperlukan dalam meningkatkan semangat kerja karyawan, sebagai suatu

Jenis Kelamin Jumlah Persentase

(%)

Laki-Laki 187 Orang 100,00

Perempuan 0 Orang 0,00

bentuk motivasi karyawan, yang pada akhirnya nanti secara langsung dapat meningkatkan produktivitas perusahaan.

b. Karakteristik Responden Berdasarkan Usia Responden Tabel 4.5

Usia Responden

Umur Frekuensi Persentase

< 20 Tahun 34 Orang 18,18 20 – 30 Tahun 58 Orang 31,02 31 – 40 Tahun 42 Orang 22,46 41 – 50 Tahun 28 Orang 14,97 > 51 Tahun 25 Orang 13,37 Jumlah 187 Orang 100,00

Sumber: PT. Inalum, 2013 (Data Diolah)

Tabel 4.5 dapat dilihat bahwa mayoritas responden yang menjawab pernyataan mengenai pengaruh pelaksanaan program pelayanan kesejahteraan karyawan terhadap peningkatan semangat kerja karyawan adalah karyawan yang berusia < 20 tahun, sebesar 18,18 %, karyawan yang berusia 20 - 30 tahun adalah sebesar 31,02%, karyawan yang berusia 31 – 40 tahun adalah sebesar 22,46 %, karyawan yang berusia 41– 50 tahun adalah sebesar 14,97%, dan berusia > 51 tahun adalah sebesar 13,37%. Karyawan yang bekerja di perusahaan ini merupakan karyawan tetap dengan berbagai klasifikasi tingkat usia. Dapat dilihat karyawan yang berusia antara 20 sampai 30 tahun dan usia 31 sampai 40 tahun merupakan mayoritas pekerja terbesar yang sangat memerlukan program pelayanan kesejahteraan dalam meningkatkan kinerja karyawan. Dalam hal ini bukan berarti karyawan yang berusia < 20 tahun ataupun > 40 tahun tidak memerlukan program kesejahteraan karyawan. Semua karyawan dengan segala usia memerlukan program kesejahteraan karyawan ini untuk meningkatkan kinerja karyawan.

c. Karateristik Responden Berdasarkan Status Responden Tabel 4.6 Status Responden

Sumber: PT. Inalum, 2013, (Data Diolah)

Tabel 4.6 dapat dilihat bahwa mayoritas responden yang menjawab pernyataan mengenai pengaruh pelaksanaan program pelayanan kesejahteraan karyawan terhadap peningkatan semangat kerja karyawan adalah karyawan yang sudah berkeluarga, dengan nilai persentase sebesar 72,19%. Dalam hal ini karyawan yang sudah berkeluarga lebih banyak dari yang masih lajang, sangat penting bagi perusahaan menerapkan program kesejahteraan karyawan yang dapat menunjang kinerja karyawan untuk menciptakan produksi yang jauh lebih baik. Sementara karyawan yang menjawab pertanyaan yang masih lajang adalah sebesar 27,81%, artinya karyawan dengan kategori masih lajang pun tetap membutuhkan program pelayanan kesejahteraan, salah satunya adalah program hiburan atau rekreasi.

Status Karyawan Jumlah Persentase (%) Berkeluarga 135 Orang 72,19 Lajang 52 Orang 27,81 Jumlah 187 Orang 100,00

d. Karateristik Berdasarkan Pendidikan Responden

Tabel 4.7

Pendidikan Responden

Masa Kerja Frekuensi Persentase (%)

SMP 56 Orang 29,95

SMA 96 Orang 51,32

DIII 35 Orang 18,73

Jumlah 187 Orang 100.00

Sumber: PT. Inalum, 2013 (Data Diolah)

Tabel 4.7 dapat dilihat bahwa mayoritas responden yang menjawab pernyataan mengenai pengaruh pelaksanaan program pelayanan kesejahteraan karyawan terhadap peningkatan semangat kerja karyawan adalah karyawan yang memiliki pendidikan SMA, dengan nilai persentase sebesar 51,32 %. Sementara karyawan yang memiliki pendidikan SMP adalah sebanyak 29,95%, dan karyawan yang memiliki pendidikan DIII adalah sebanyak 18,73%, yang menjawab pernyataan tersebut. Latar belakang pendidikan menjadi prioritas yang kedua setelah skill atau keahlian karyawan dalam bekerja diperusahaan ini. Perusahaan lebih memfokuskan peningkatan produktivitas secara umum tanpa mengklasifikasikan karyawannya dari latar belakang pendidikan SMP maupun DIII. Karyawan yang memiliki latar belakang pendidikan DIII lebih cenderung bekerja didalam ruangan daripada dilapangan.

e. Karateristik Berdasarkan Lama Bekerja Responden Tabel 4.8

Lama Bekerja Responden

Masa Kerja Frekuensi Persentase (%)

< 3 Tahun 28 Orang 14,97

5 – 10 Tahun 56 Orang 29,95

>10 Tahun 103 Orang 55,08

Jumlah 187 Orang 100.00

Tabel 4.8 dapat dilihat bahwa mayoritas responden yang menjawab pernyataan mengenai pengaruh pelaksanaan program pelayanan kesejahteraan karyawan terhadap peningkatan semangat kerja karyawan adalah karyawan yang sudah bekerja > 10 tahun, dengan nilai persentase sebesar 55,08 % . Karyawan yang bekerja 5 - 10 tahun adalah sebanyak 29,95%. Sementara karyawan yang bekerja < 3 tahun adalaha sebanyak 14,97%. Artinya karyawan yang bekerja usia > 10 tahun akan ada asumsi akan mengalami kejenuhan akan rutinitas yang terjadi ditempat kerja. Program kesejahteraan karyawan memberikan beberapa fasilitas diantaranya adanya olahraga, rekreasi, dan lain sebagainya, yang merupakan bentuk dari program pelayanan kesejahteraan karyawan di PTPN IV Unit Kebun Pabatu.

Dokumen terkait