• Tidak ada hasil yang ditemukan

KeTeranGan 30 april 2020 2019 31 Desember 2018 2017 raSIO KeUanGan (%)

C. rISIKO UmUm

1. Dewan Komisaris

Sampai dengan Prospektus ini diterbitkan, Perseroan telah memiliki seorang Komisaris Utama, seorang Komisaris Independen, dan seorang Komisaris. Hal tersebut telah memenuhi ketentuan atas pemenuhan Persyaratan sebagaimana diatur dalam Peraturan OJK No. 33/2014 dan Peraturan Pencatatan BEI No. I.A, yaitu memiliki Komisaris Independen sekurang-kurangnya 30% (tiga puluh persen) dari jajaran anggota Dewan Komisaris yang dapat dipilih terlebih dahulu melalui RUPS sebelum Pencatatan dan mulai efektif bertindak sebagai Komisaris Independen setelah saham perusahaan tersebut tercatat.

Berdasarkan Peraturan OJK No. 33/2014 dan Anggaran Dasar Perseroan sebagaimana dimuat dalam Akta Berita Acara Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa PT Pinago Utama No. 7 tanggal 04 Juni 2020 yang dibuat di hadapan Fathiah Helmi, S.H., Notaris di Jakarta Selatan, yang telah memperoleh persetujuan dari Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia sesuai dengan Surat Keputusan Menteri Hukum

dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia Nomor AHU-0038685.AH.01.02.Tahun 2020 tanggal 05 Juni 2020 dan telah didaftarkan dalam Daftar Perseroan Nomor AHU-0089227.AH.01.11.Tahun 2020 tanggal 05 Juni 2020, berikut merupakan tugas, tanggung jawab dan wewenang dari Dewan Komisaris:

i. Dewan Komisaris bertugas melakukan pengawasan terhadap kebijakan pengurusan, jalannya pengurusan pada umumnya baik mengenai Perseroan maupun usaha Perseroan yang dilakukan oleh DIreksi, serta memberikan nasihat kepada Direksi termasuk pengawasan terhadap pelaksanaan Rencana Jangka Panjang Perseroan, Rencana Kerja dan Anggaran Perseroan serta ketentuan Anggaran Dasar dan Keputusan RUPS, serta peraturan perundang-undangan yang berlaku, kepentingan Perseroan dan sesuai dengan maksud dan tujuan Perseroan.

ii. Dalam melaksanakan tugasnya setiap anggota Dewan Komisaris harus:

a. Mematuhi Anggaran Dasar dan peraturan perundang-undangan, serta prinsip-prinsip profesionalisme, efisiensi, transparansi, kemandirian, akuntabilitas, pertanggungjawaban, serta kewajaran.

b. Beritikad baik, penuh kehati-hatian dan bertanggung jawab dalam menjalankan tugas pengawasan dan pemberian nasihat kepada Direksi untuk kepentingan Perseroan dan sesuai dengan maksud dan tujuan Perseroan.

iii. Setiap anggota Dewan Komisaris bertanggung jawab penuh secara tanggung renteng atas kerugian Perseroan yang disebabkan oleh kesalahan atau kelalaian anggota Dewan Komisaris dalam menjalankan tugasnya, Anggota Dewan Komisaris tidak dapat dipertanggungjawabkan atas kerugian Perseroan, apabila dapat membuktikan:

a. Kerugian tersebut bukan karena kesalahan atau kelalaian anggota Dewan Komisaris.

b. Telah melakukan pengurusan dengan itikad baik, penuh tanggung jawab dan kehati-hatian untuk kepentingan dan sesuai dengan maksud dan tujuan Perseroan.

c. Tidak mempunyai benturan kepentingan baik langsung maupun tidak langsung atas tindakan pengurusan yang mengakibatkan kerugian.

d. Telah mengambil tindakan untuk mencegah timbul atau berlanjutnya kerugian tersebut.

Dalam 1 tahun terakhir Dewan komisaris telah melaksanakan tugas dan tanggung jawabnya sesuai dengan ketentuan dalam anggaran dasar. Untuk kedepannya, Dewan Komisaris termasuk Komisaris Independen akan terus melaksanakan dan mengembangkan tugas-tugasnya selaku organ pengawas Perseroan sesuai dengan tercantum diatas dan dengan tetap memperhatikan ketentuan UUPT, Peraturan OJK No. 30/2014 dan peraturan-peraturan terkait lainnya.

Dalam 1 (satu) tahun terakhir, Dewan Komisaris Perseroan telah mengadakan 4 (empat) kali rapat dan dihadiri oleh seluruh anggota Dewan Komisaris dan seluruh anggota Direksi.

Dewan Komisaris Perseroan akan melakukan rapat paling sedikit 1 (satu) kali dalam 2 (dua) bulan sesuai dengan Peraturan OJK No. 33/2014.

Saat ini, Perseroan tidak memiliki kontrak dengan Anggota Dewan Komisaris terkait dengan imbalan kerja setelah masa kerja Anggota Dewan Komisaris berakhir.

2. Direksi

Berdasarkan Peraturan OJK No. 33/2014 dan Anggaran Dasar Perseroan sebagaimana dimuat dalam Akta Berita Acara Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa PT Pinago Utama No. 7 tanggal 04 Juni 2020 yang dibuat di hadapan Fathiah Helmi, S.H., Notaris di Jakarta Selatan, yang telah memperoleh persetujuan dari Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia sesuai dengan Surat Keputusan Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia Nomor AHU-0038685.AH.01.02.Tahun 2020 tanggal 05 Juni 2020 dan telah didaftarkan dalam Daftar Perseroan Nomor AHU-0089227.AH.01.11.Tahun 2020 tanggal 05 Juni 2020, berikut merupakan tugas, tanggung jawab dan wewenang dari Direksi:

i. Direksi bertugas menjalankan segala tindakan yang berkaitan dengan pengurusan Perseroan untuk kepentingan Perseroan dan sesuai dengan maksud dan tujuan Perseroan serta mewakili Perseroan baik di dalam maupun di luar Pengadilan tentang segal hal dan segala kejadian dengan pembatasan-pembatasan sebagaimana diatur dalam peraturan perundang-undangan, Anggaran Dasar dan/atau Keputusan RUPS.

ii. Dalam melaksanakan tugasnya, anggota Direksi harus mematuhi Anggaran Dasar Perseroan dan peraturan perundang-undangan serta wajib melaksanakan prinsip-prinsip profesionalisme, efisiensi, transparansi, kemandirian, akuntabilitas, pertanggungjawaban serta kewajaran.

iii. Setiap anggota Direksi bertanggung jawab penuh secara tanggung renteng atas kerugian Perseroan yang disebabkan oleh kesalahan atau kelalaian anggota Direksi dalam menjalankan tugasnya, Direksi tidak dapat dipertanggungjawabkan atas kerugian Perseroan, apabila dapat membuktikan:

a. Kerugian tersebut bukan karena kesalahan atau kelalaian Direksi.

b. Telah melakukan pengurusan dengan itikad baik, penuh tanggung jawab dan kehati-hatian untuk kepentingan dan sesuai dengan maksud dan tujuan Perseroan.

c. Tidak mempunyai benturan kepentingan baik langsung maupun tidak langsung atas tindakan pengurusan yang mengakibatkan kerugian.

d. Telah mengambil tindakan untuk mencegah timbul atau berlanjutnya kerugian tersebut.

iv. Direksi terlebih dahulu harus mendapatkan persetujuan tertulis dari Dewan Komisaris dengan mengindahkan peraturan perundang-undangan yang berlaku dan Anggaran Dasar Perseroan, untuk: a. Meminjam atau meminjamkan uang atas nama Perseroan (tidak termasuk mengambil uang

Perseroan di Bank), dengan nilai melebihi jumlah batas yang ditetapkan oleh Dewan Komisaris. b. Mendirikan suatu usaha baru atau turut serta pada perusahaan lain baik di dalam maupun di luar

negeri dengen melebihi jumlah batas yang ditetapkan oleh Dewan Komisaris.

c. Memperoleh dengan cara apapun barang tidak bergerak, termasuk hak-hak atas tanah atau perusahaan-perusahaan dengan nilai melebihi jumlah batas yang ditetapkan oleh Dewan Komisaris. d. Menjual atau dengan cara lain melepaskan hak-hak atas harta tetap dan perusahaan-perusahaan

atau membebani harta kekayaan Perseroan atau mengikat Perseroan sebagai penjamin dengan nilai melebihi jumlah batas yang ditetapkan oleh Dewan Komisaris.

v. Perbuatan-perbuatan hukum yang dilakukan oleh Direksi harus mendapat persetujuan dari RUPS terlebih dahulu, adalah sebagai berikut:

a. Mengalihkan atau melepaskan hak atau menjadikan jaminan utang seluruh atau sebagian besar harta Perseroan yaitu dengan nilai sebesar lebih dari 50% (lima puluh persen) dari jumlah kekayaan bersih Perseroan dalam 1 (satu) transaksi atau lebih, baik yang berkaitan satu sama lain maupun tidak dan transaksi sebagaimana dimaksud adalah transaksi pengalihan kekayaan bersih Perseroan yang terjadi dalam jangka waktu 1 (satu) tahun buku.

b. Melakukan transaksi material, transaksi afiliasi dan transaksi benturan kepentingan tertentu sebagaimana dimaksud dalam peraturan perundang-undangan di bidang Pasar Modal.

vi. Anggota Direksi tidak berwenang mewakili Perseroan apabila:

a. Terdapat perkara di Pengadilan antara Perseroan dengan anggota Direksi yang bersangkutan. b. Anggota Direksi yang bersangkutan mempunyai kepentingan yang berbenturan dengan kepentingan

Perseroan.

Untuk kedepannya, Direksi akan terus melaksanakan dan mengembangkan tugas-tugasnya selaku organ pengurus Perseroan sesuai dengan tercantum diatas dan dengan tetap memperhatikan ketentuan UUPT, Peraturan OJK No. 30/2014 dan peraturan-peraturan terkait lainnya.

Ruang lingkup pekerjaan dan tanggung jawab anggota Direksi Perseroan adalah sebagai berikut:

nama JaBaTan Dan rUanG LInGKUP PeKerJaan TanGGUnG JawaB

Bambang Palgoenadi Direktur Utama Bertanggung jawab terhadap seluruh aktivitas Perseroan. Meli Tantri Direktur Keuangan Bertanggung jawab atas aktivitas keuangan dan komersial. Raymon Wahab Direktur Processing dan Industri Bertanggung jawab atas operasional processing dan industri. Thomas Valian Christanto Direktur Kebun Bertanggung jawab atas operasional kebun.

Komaruzzaman Direktur Umum Bertanggung jawab atas sumber daya manusia dan umum.

Dalam 1 (satu) tahun terakhir, Direksi telah melaksanakan 21 (dua puluh satu) kali rapat Direksi dengan tingkat kehadiran rata-rata 90% sebagaimana tersaji pada tabel dibawah ini:

nama JaBaTan PerTemUanJUmLaH KeHaDIran TInGKaT KeHaDIran (%) Bambang Palgoenadi Direktur Utama 21 20 95,24

meli Tantri Direktur Keuangan 21 19 90,48 raymon wahab Direktur Processing dan Industri 21 21 100,00 Thomas Valian

Christanto Direktur Kebun 21 18 85,71 Komaruzzaman Direktur Umum 21 17 80,95

Namun, sejak pengangkatan Anggota Direksi Perseroan berdasarkan Akta No. 7 tanggal 4 Juni 2020 sampai dengan saat ini, Direksi telah melakukan 2 (dua) kali Rapat Direksi. Berdasarkan Peraturan OJK No 33/2014, Direksi akan melaksanakan rapat Direksi sekurang-kurangnya 1 (satu) kali dalam setiap bulan sesuai dengan Peraturan OJK No. 33/2014.

Dalam rangka peningkatan kompetensi Direksi Perseroan, kedepannya Perseroan akan mengikutsertakan Direksi Perseroan dalam seminar/workshop yang diadakan oleh berbagai institusi yang kompeten termasuk di antaranya yang diadakan oleh OJK maupun Bursa Efek.

Perseroan tidak memiliki kontrak dengan Anggota Direksi terkait dengan imbalan kerja setelah masa kerja Anggota Direksi berakhir.