• Tidak ada hasil yang ditemukan

Diagnosa & Asuhan Keperawatan

Dalam dokumen Askep Katarak (Halaman 45-54)

DAFTAR PUSTAKA

2) Diagnosa & Asuhan Keperawatan

askep bag 1, askep bag 2, askep bag 3

Perawatan pra pembedahan :

- Fungsi retina harus baik yang diperiksa dengan tes proyeksi sinar

- Tidak boleh ada infeksi pada mata/jaringan sekitar

- Tidak boleh ada glaucoma. Pada keadaan glaucoma, pembuluh darah retina telah menyesuaikan diri dengan TIO yang tinggi. Jika dilakukan operasi, pada waktu kornea dipotong, TIO menurun, pembuluh darah pecah dan menimbulkan perdarahan hebat. Juga dapat menyebabkan prolaps dari isi bulbus okuli seperti iris, badan kaca, dan lensa

- Periksa visus

- Keadaan umum harus baik : tidak ada hipertensi, tidak ada diabetes mellitus, tidak ada batuk menahun dan penyakit jantung seperti dekompensasi kordis

- 2-3 hari sebelum operasi, mata diberi salep

- 1 hari sebelum operasi, mata ditetesi homatropin 3×1 tetes untuk dilatasi pupil

- Sore hari bulu mata dicukur, yakinkan klien bahwa bulu mata akan tumbuh lagi.

- Kerjakan transchanal spoeling (Uni Anel). Uji Anel negative merupakan kontraindikasi mutlak untuk operasi intraokuler karena kuman dapat masuk ke mata

- Beri salep antibiotic, jika perlu luminal tablet

- Anjurkan mandi dan keramas sebelum operasi

- Injeksi luminal dan mata ditetesi pantokain tiap menit selema 5 menit

Perawatan pasca pembedahan :

- Pascaoperasi hanya boleh minum saja, 2 jam pascaoperasi makan makanan lunak

- Pertahankan posisi semi fowler atau sesuai advis

- 6 jam pascaoperasi kepala baru boleh bergerak dan tidur miring ke arah mata yang tidak dioperasi

- Lakukan kompres dingin jika mata gatal

- Kurangi/batasi klien untuk batuk, membungkuk, bersin, mengangkat benda berat lebih dari 7,5 kg dan tidur/berbaring pada sisi operatif (karena akan meningkatkan TIO)

- Rekomendasikan kacamata pada siang hari dan pelindung mata pada malam hari

3) Kolaboratif

Pada klien katarak ini, perlu diindikasikan untuk dilakukan pembedahan.Pembedahan diindikasikan bila :

- Koreksi tajam penglihatan yang terbaika dapat dicapai 20/50

- Ketajaman pandang mempengaruhi keamanan/kualitas hidup

- Visualisasi segmen posterior sangat perlu untuk mengevaluasi perkembangan berbagai penyakit retina atau saraf optikus, seperti diabetes dan glaucoma

- Katarak sudah sampai tahap matur

Jenis pembedahan Katarak mencakup 3 cara :

1. ECCE ( Extracapsular Cataract Extractie ) : korteks dan nucleus diangkat melalui pemecahan/perobekan kapsul lensa anterior. Kapsul posterior ditinggalkan untuk mencegah prolaps vitreus, untuk melindungi retina dari sinar ultraviolet dan memberikan sokongan untuk implantasi IOL.

2. ICCE ( Intracapsular Cataract Extractie ) : seluruh lensa bersama kapsul diangkat. Salah satu tekniknya, menggunakan cryosurgery, lensa dibekukan dengan probe super dingin, lalu diangkat.

3. ECCE dengan fakoemulsifikasi : fragmentasi nucleus lensa dengan gelombang ultrasonic. Jaringan dihancurkan dan debris diangkat melalui penghisapan (suction).

Dari penjelasan di atas, kelompok menyimpulkan bahwa jenis operasi yang digunakan klien adalah fakoemulsifikasi.

4) Pendidikan Kesehatan

Pada klien katarak baik sebelum pembedahan maupun setelah pembedahan, perlu diberikan pendidikan kesehatan dalam merawat matanya, antara lain :

- Diberikan pengetahuan mengenai perawatan diri setelah dioperasi

- Menginformasikan pada klien bahwa bila dilakukan pembedahan, 90% pasien pasca bedah dapat mempergunakan matanya seperti sediakala

- Diinformasikan pada klien, pasca bedah pasien dikontrol kembali sehari kemudian dan kemudian setiap minggu bila diperlukan. Pasien kembali 6 minggu kemudian untuk pemeriksaan yang lengkap pasca bedah. Pasien akan mendapatkan kaca mata 6-8 minggu pasca bedah

- Sewaktu pasien pulang pasca pembedahan diberikan penerangan secukupnya apa yang boleh dan apa yang tidak boleh dilakukan

1. 4. Pengaturan Nutrisi :

Karena klien Ny. K memiliki riwayat diabetes mellitus, maka nutrisi harus dijaga sesuai pengontrolan gula darahnya. Hal-hal yang harus diperhatikan, antara lain :

- Menghindari makanan yang banyak mengandung kolestrol : kuning telor, otak, jeroan, daging berlemak, keju, kerang.

- Menghindari makanan yang banyak mengandung lemak jenuh : gorengan, minyak kelapa, santan.

- Menghindari gula murni : permen, gula< 5% kebutuhan kalori, garam 1 sendok teh/hari.

- Makan buah-buahan yang banyak mengandung vit.C

- Konsumsi minyak sayuran, sayuran, buncis kecambah, kacang-kacangan, dll.

- Vit C dan E dapat memperjelas penglihatan karena merupakan antioksida yang dapat menurunkan oksidatif mata

- Hindari obat penurun koletrol karena meningkatkan kekeruhan lensa

- Pasien dapat menggunakan aldose rductase inhibitor untuk menghambat glukosa menjadi sorbitol agar sorbitol tidak semakin berakumulasi.

-

1. 5. Farmakologi :

- Obat tetes mata keben : mengobati seluruh penyakit mata & terapi pengobatan pascaoperasi

- Asetazolamid/metazolamid, untuk menurunkan TIO

- Parasimpatolitik untuk menyebabkan paralisis dan menyebabkan otot siliaris tidak dapat menggerakkan lensa

- Asetaminopen & aksicodon : pasca operasi

- Jangan mengkonsumsi aspirin

- Antiemetik, menghindari mual muntah karena dapat menurunkan TIO

- Analgesic, digunakan untuk ketidaknyamanan ringan, meningkatkan istirahat atau mencegah gelisah yang dapat mempengaruhi TIO

- Antibiotik (steroid), digunakan untuk menurunkan inflamasi 1. Konsep Legal Etik :

- Autonomi : maksudnya adalah memberikan pilihan yang terbaik untuk pain tanpa harus memaksakan kehendak kita. Segala keputusan ada di pihak pasien. Perawat hanya menjelaskan baik dan buruk untuk pasien.

- Nonmaleficience : Menghindari segala bahaya yang nantinya akan terjadi kepada pasien.

- Keadilan : Perawat harus memperlakukan pasien dengan adil tanpa melihat pangkat atau jabatan dari si pasien. Semua pasen diperlakukan sama.

- Kesetiaan : Memegang janji maksudnya menjaga kerahasiaan pasien.

- Kerahasiaan : Menghormati informasi tertentu maksudnya perawat memberikan setiap informasi untuk pasien. Namun jika informasi itu ada yang harus dirahasiakan perawat harus mampu menyimpan informasi itu sebaik mungkin.

- Tanggung jawab : Perawat harus mampu melaksanaan tugas yang diberikan sebaik mungkin.

- Tanggung gugat : Selain tanggung jawab perawat juga memiliki rasa tanggung gugat maksudnya perawat harus mampu memberikan alasan atas tindakan yang ia lakukan ketika nanti jika ada pasien yang merasa bahwa tindakan perawat itu masih jauh dari maksimal.

- Inform consent : Meminta persetujuan dari pasien ketika perawat akan melakukan setiap tindakan. Perawat juga harus mampu memberikan resiko potensial, keuntungan , alternatif dan keburukan yang akan terjadi kepada pasien. Serta perawat juga harus memberikan kebebasan untuk memilih kepada pasien.

Tambahan

Katarak adalah istilah kedokteran untuk setiap keadaan kekeruhan yang terjadi pada lensa mata yang dapat terjadi akibat hidrasi (penambahan cairan lensa), denaturasi protein lensa atau dapat juga akibat dari kedua-duanya. Biasanya mengenai kedua mata dan berjalan progresif. Katarak menyebabkan penderita tidak bisa melihat dengan jelas karena dengan lensa yang keruh cahaya sulit mencapai retina dan akan menghasilkan bayangan yang kabur pada retina. Jumlah dan bentuk kekeruhan pada setiap lensa mata dapat bervariasi.

Katarak merupakan keadaan dimana terjadi kekeruhan pada serabut atau bahan lensa di dalam kapsul mata. Kekeruhan ini terjadi akibat gangguan metabolisme normal lensa yang dapat timbul pada berbagai usia tertentu. Katarak dapat terjadi pada saat perkembangan serat lensa masih berlangsung atau sesudah serat lensa berhenti dalam perkembangannya dan telah memulai proses degenerasi.

Katarak merupakan penyakit mata yang dicirikan dengan adanya kabut pada lensa mata. Lensa mata normal transparan dan mengandung banyak air, sehingga cahaya dapat menembusnya dengan mudah. Walaupun sel-sel baru pada lensa akan selalu terbentuk, banyak faktor yang dapat menyebabkan daerah di dalam lensa menjadi buram, keras, dan pejal. Lensa yang tidak bening tersebut tidak akan bisa meneruskan cahaya ke retina untuk diproses dan dikirim melalui saraf optik ke otak.

Klasifikasi

Katarak dapat diklasifikasikan menjadi :

Berdasarkan penyebab terjadinya kekeruhan lensa ini dapat :

1.Primer, berdasarkan gangguan perkembangan dan metabolisme dasar

2.Sekunder, akibat tindakan Pembedahan lensa. katarak yang disebabkan oleh konsumsi obat seperti prednisone dan kortikosteroid, serta penderita diabetes. Katarak diderita 10 kali lebih umum oleh penderita diabetes daripada oleh populasi secara umum.

3.Komplikasi penyakit lokal ataupun umum

Berdasarkan usia pasien, katarak dapat dibagi dalam :

Katarak congenital, katarak yang terlihat pada usia dibawah 1 tahun

Katarak juvenil, katarak yang terlihat pada usia di atas 1 tahun dan di bawah 40 tahun.

Katarak presenil, yaitu katarak sesudah usia 30-40 tahun

Katarak senile, yaitu katarak yang mulai terjadi pada usia lebih dari 40 tahun

dan posterior subcapsular. Nuclear sclerosis merupakan perubahan lensa secara perlahan sehingga menjadi keras dan berwarna kekuningan. Pandangan jauh lebih dipengaruhi daripada pandangan dekat (pandangan baca), bahkan pandangan baca dapat menjadi lebih baik. Penderita juga mengalami kesulitan membedakan warna, terutama warna birru. Katarak jenis cortical terjadi bila serat-serat lensa menjadi keruh, dapat menyebabkan silau terutama bila menyetir pada malam hari. Posterior subcapsular merupakan terjadinya kekeruhan di sisi belakang lensa. Katarak ini menyebabkan silau, pandangan kabur pada kondisi cahaya terang, serta pandangan baca menurun.

Etiologi

Sebagian besar katarak terjadi karena proses degeneratif atau bertambahnya usia seseorang. Usia rata-rata terjadinya katarak adalah pada umur 60 tahun keatas. Akan tetapi, katarak dapat pula terjadi pada bayi karena sang ibu terinfeksi virus pada saat hamil muda.

Penyebab katarak lainnya meliputi :

Faktor keturunan.

Cacat bawaan sejak lahir.

Masalah kesehatan, misalnya diabetes.

Penggunaan obat tertentu, khususnya steroid.

gangguan metabolisme seperti DM (Diabetus Melitus)

gangguan pertumbuhan,

Mata tanpa pelindung terkena sinar matahari dalam waktu yang cukup lama.

Rokok dan Alkohol

Operasi mata sebelumnya.

Trauma (kecelakaan) pada mata.

Faktor-faktor lainya yang belum diketahui.

Penyebab utama katarak adalah proses penuaan . Anak dapat menderita katarak yang biasanya merupakan penyakit yng diturunkan, peradangan di dalam kehamilan, keadaan ini disebut sebagai katarak congenital.

Berbagai faktor dapat mengakibatkan tumbuhnya katarak lebih cepat. Faktor lain dapat mempengaruhi kecepatan berkembangnya kekeruhan lensa seperti DM, dan obat tertentu, sinar ultraviolet B dari cahaya matahari, efek racun dari rokok, dan alkoho, gizi kurang vitamin E, dan radang menahan di dalam bola mata. Obat yang dipergunakan untuk penyakit tertentu dapat mempercepat timbulnya katarak seperti betametason, klorokuin, klorpromazin, kortizon, ergotamin, indometasin, medrison, pilokarpin dan beberapa obat lainnya.

Penyakit infeksi tertentu dan penyakit seperti DM, dapat mengakibatkan timbulnya kekeruhan lensa yang akan menimbulkan katarak komplikata.

Cedera mata dapat mengenai semua umur seperti pukulan keras, tusukan benda, terpotong, panas yang tinggi, bahan Kimia, dapat merusak lensa mata dan keadaan ini di sebut sebagai katarak traumatic.

Sebagian besar katarak terjadi karena proses degeneratif atau bertambahnya usia seseorang. Katarak kebanyakan muncul pada usia lanjut. Data statistik menunjukkan bahwa lebih dari 90% orang berusia di atas 65 tahun menderita katarak. Sekitar 550% orang berusia 75— 85 tahun daya penglihatannya berkurang akibat katarak. Walaupun sebenarnya dapat diobati, katarak merupakan penyebab utama kebutaan di dunia.

Seorang penderita katarak mungkin tidak menyadari telah mengalami gangguan katarak. Katarak terjadi secara perlahan-perlahan sehingga penglihatan penderita terganggu secara berangsur. karena umumnya katarak tumbuh sangat lambat dan tidak mempengaruhi daya penglihatan sejak awal. Daya penglihatan baru terpengaruh setelah katarak berkembang sekitar 3—5 tahun. Karena itu, pasien katarak biasanya menyadari penyakitnya setelah memasuki stadium kritis.

Pada awal serangan, penderita katarak merasa gatal-gatal pada mata, air matanya mudah keluar, pada malam hari penglihatan terganggu, dan tidak bisa menahan silau sinar matahari atau sinar lampu. Selanjutnya penderita akan melihat selaput seperti awan di depan penglihatannya. Awan yang menutupi lensa mata tersebut akhirnya semakin merapat dan menutup seluruh bagian mata. Bila sudah sampai tahap ini, penderita akan kehilangan penglihatannya.

Patofisiologi

Lensa mata mengandung tiga komponen anatomis an: nukleus korteks & kapsul.nukleus mengalami perubahan warna coklat kekuningan seiring dengan bertambahnya usia.disekitar opasitas terdapat densitas seperti duri dianterior & posterior nukleus. Opasitas pada kapsul posterior merupakan bentuk katarak yang paling bermakna.perubahan fisik & kimia dalam lensa mengakibatkan hilangnya transparansi.salah satu teori menyebutkan terputusnya protein lensa normal terjadi disertai infulks air kedalam lensa proses ini mematahkan serabut lensa yang tegang & mengganggu transmisi sinar.teori lain

mengatakan bahwa suatu enzim mempunyai peranan dalam melindungi lensa dari degenerasi.jumlah enzim akan menurun dg bertambahnya usia dan tidak ada pada kebanyakan pasien menderita katarak.

Lensa yang normal adalah struktur posterior iris yang jernih, transparan, berbentuk kancing baju, mempunyai kekuatan refraksi yang besar. Lensa mengandung tiga komponen anatomis. Pada zona sentral terdapat nukleuas, di perifer ada korteks, dan yang mengelilingi keduanya adalah kapsul anterior dan posterior. Dengan bertambah usia, nucleus mengalami perubahan warna menjadi coklat kekuningan. Di sekitar opasitas terdapat densitas seperti duri di anterior dan posterior nucleus. Opasitas pada kapsul posterior merupakan bentuk katarak yang paling bermakna namapak seperti kristal salju pada jendela.

Perubahan fisik dan Kimia dalam lensa mengakibatkan hilangnya transparansi, perubahan pada serabut halus multiple (zunula) yang memanjang daari badan silier ke sekitar daerah di luar lensa Misalnya dapat menyebabkan penglihatan mengalami distorsi. Perubahan Kimia dalam protein lensa dapat menyebabkan koagulasi. Sehingga mengabutkan pandangan dengan menghambat jalannya cahaya ke retina. Salah satu teori menyebutkan terputusnya protein lensa normal terjadi disertai influks air ke dalam lensa. Proses ini mematahkan serabut lensa yang tegang dan mengganggu transmisi sinar. Teori lain mengatakan bahwa suatu enzim mempunyai peran dalam melindungi lensa dari degenerasi. Jumlah enzim akan menurun dengan bertambahnya usia darn tidak ada pada kebanyakan pasien yang menderita katarak.

Katarak biasanya terjadi bilateral, namun mempunyai kecepatan yang berbeda. Dapat disebabkan oleh kejadian trauma maupun sistematis, seperti DM, namun sebenarnya merupakan konsekuensi dari proses penuaan yang normal. Kebanyakan katarak berkembang secara kronik dan matang ketika orang memasuki decade ke tujuh. Katarak dapat bersifat congenital dan harus diidentifikasi awal, karena bila tidak didiagnosa dapat menyebabkan ambliopia dan kehilangan penglihatan permanen. Faktor yang paling sering yang berperan dalam terjadinya katarak meliputi radiasi sinar ultraviolet B, obat-obatan, alcohol, merokok, DM, dan asupan vitamin antioksidan yang kurang dalam jangka waktu lama.

http://kelompok8fkep.files.wordpress.com/2009/10/kasus-1.jpg

http://kelompok8fkep.files.wordpress.com/2009/10/kasus-1-part-2.jpg

Manifestasi Klinik

Gejala umum gangguan katarak meliputi :

Penglihatan tidak jelas, seperti terdapat kabut menghalangi objek.

Peka terhadap sinar atau cahaya.

Dapat melihat dobel pada satu mata.

Memerlukan pencahayaan yang terang untuk dapat membaca.

Lensa mata berubah menjadi buram seperti kaca susu.

Katarak didiagnosisterutama dengan gejala subjektif. Biasanyaaa, pasien melaporkan penurunan ketajaman penglihatan dan silau dan gangguan fungsional sampai derajat tertentu yang diakibatkan karena kehilangan penglihatan tadi. Temuan objektif biasanya meliputi pengembunan seperti mutiara keabuan pada pupil sehingga retina tak akan tampak pada oftalmoskop.

Ketika lensa sudah menjadi opak, cahaya akan dipendarkan dan bukannya ditransmisikan dengan tajam menjadi bayangan terfokus pada retina. Hasilnya adalah pandangan kabur atau redup, menyilaukan yang menjengkelkan dengan distorsi bayangan dan susah melihat di mlam hari. Pupil yang normalnya hitam akan tampak kekuningan abu-abu atau putih. Katarak biasanya terjadi bertahap selama bertahun-tahun dan ketika katarak sudah sangat memburuk lensa koreksi yang lebih kuat pun tak akan mampu memperbaiki penglihatan. Bisa melihat dekat pada pasien rabun dekat (hipermetropia), dan juga penglihatan perlahan-lahan berkurang dan tanpa rasa sakit.

Orang dengan katarak secara khas selalu mengembangkan strategi untuk menghindari silau yang menjengkelkan yang disebabkan oleh cahaya yang salah arah. Misalnya ada yang mengatur ulang perabot rumahnya sehingga sinar tidak akan langsung menyinari mata mereka. Ada yang mengenakan topi berkelapak lebar atau kacamata hitam dan menurunkan pelindung cahaya saat mengendarai mobil pada siang hari.

Seorang dokter mata akan memeriksa mata dengan berbagai alat untuk menentukan tipe, besar dan letaknya kekeruhan pada bagian lensa. Bagian dalam dari mata diperiksa dengan alat oftalmoskop, untuk menentukan apakah ada kelainan lain di mata yang mungkin juga merupakan penyebab berkurangnya pengliahatan.

Bila diketahui adanya gejala di atas sebaiknya segera diminta pendapat seorang dokter mata. Secara umum seseorang yang telah berusia 40 tahun sebaiknya mendapatkan pemeriksaan mata setiap 1 tahun

Dalam dokumen Askep Katarak (Halaman 45-54)

Dokumen terkait