Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Pancasila www.fepfebup.com
Jl. Srengseng Sawah Jagakarsa, Jakarta 12640 ekonomi.univpancasila.ac.id Phone: 021-7873710
Universitas Pancasila
Fakultas Ekonomi dan Bisnis
Festival Entrepreneurshi p Pancasila 13 - 15 Agustus 01 8
2. Dimensi Praktik keagamaan (Religious practice). Praktik keagamaan mencakup dua bentuk, yaitu ritual dan ketaatan. Ritual ditunjukkan khusus dengan tindakan keagamaan yang formal, penganut agama diharapkan taat untuk melakukannya. 3. Dimensi Pengalaman (The experience). Dimensi ini berhubungan dengan
pengalaman keagamaan subjektif yang pernah dialami seseorang. Seperti perasaan akan keberadaan Ilahi.
4. Dimensi Pengetahuan (The Knowledge). Dimensi ini merupakan pengetahuan dimana orang yang religius diharapkan memiliki pengetahuan mengenai ajaran agama yang dogmatis, ritual dan bacaan-bacaan keagamaan.
5. Dimensi Penghayatan (The Consequential). Dimensi ini mengacu pada dampak dari agama yang dianut oleh seseorang pada perilaku individu dalam kehidupannya.
Purnawan (2011) mengungkapkan dalam penelitiannnya bahwa ada pengaruh keagamaan terhadap tingkat kedisiplinan guru dalam mengajar. Oktaviani (2011) menunjukkan ada hubungan positif signifikan antara keagamaan dan kedisiplinan anggota polisi. Keagamaan memengaruhi ketaatan dalam membayar pajak (Pope dan Mohdali, 2010). Tu et al. (2011) melakukan penelitian di Tibet dan hasil penelitiannya menunjukkan keagamaan berpengaruh terhadap kinerja.
2.2 Tanggungjawab Pengembalian Kredit
Tanggungjawab dalam bahasa Inggris dikenal dengan istilah responsibility. Menurut Bertens, (2007:133) responsibility adalah keharusan seseorang sebagai mahluk rasional dan bebas untuk tidak mengelak serta memberikan penjelasan mengenai
perbuatannya, secara retrosfektif atau prosfektif. Berdasarkan pengertian di atas tanggung jawab pengembalian kredit dapat diartikan sebagai kesiapan melunasi kredit yang tertera dalam kontrak. Tanggungjawab pengembalian kredit dalam tulisan ini dibagi dua dimensi yaitu ketepatan dan kecukupan. Orang yang bertanggungjawab dalam pengembalian kredit tentu akan membayar kreditnya dengan tepat waktu dan atau membayar dengan jumlah yang
cukup. Berdasarkan hal tersebut hipotesa penelitian adalah
H1 : Keagamaan berpengaruh terhadap Tanggungjawab Pengembalian Kredit UMKM
2.3 Model Penelitian
Model Penelitian dapat dilihat pada gambar berikut
Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Pancasila www.fepfebup.com
Jl. Srengseng Sawah Jagakarsa, Jakarta 12640 ekonomi.univpancasila.ac.id Phone: 021-7873710
Universitas Pancasila
Fakultas Ekonomi dan Bisnis
Festival Entrepreneurshi p Pancasila 13 - 15 Agustus 01 8 3.
Metode penelitian yang digunakan adalah kuantitatif. Tipe investigasi yang digunakan dalam penelitian ini adalah kausalitas dan komperatif, karena menyatakan keterkaitan hubungan sebab akibat antara variabel independen dengan variabel dependen. Dimensi waktu yang digunakan adalah cross sectional yang mencerminkan gambaran dari keadaan pada waktu tertentu yaitu tahun 2016.
3.2 Teknik Penentuan Sampel
Metode penentuan sampel yang digunakan dalam penelitian ini teknik
purposive sampling. Purposive sampling adalah metode pemilihan sampel
berdasarkan pertimbangan tertentu (Sugiono, 2010). Sampel di ambil berdasarkan pertimbangan lokasi yaitu 174 pelaku UMKM yang berlokasi di Jabodetabek.
3.3 Metode yTeknik Pengumpulan data Gambar 1 Model Penelitian
Metode Penelitian 3.1 Metode yang Digunakan
Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Pancasila www.fepfebup.com
Jl. Srengseng Sawah Jagakarsa, Jakarta 12640 ekonomi.univpancasila.ac.id Phone: 021-7873710
Universitas Pancasila
Fakultas Ekonomi dan Bisnis
Festival Entrepreneurshi p Pancasila 13 - 15 Agustus 01 8
Data dalam penelitian merupakan data primer yang dikumpulkan melalui kuesioner. Kuesioner untuk orientasi entrepreneur dan kompetensi entrepeneur menggunakan skala linkert yaitu 1 = sangat tidak setuju, 2 = tidak setuju, 3 = netral, 4= setuju, dan 5 = sangat setuju.
3.4 Operasionalisasi Variabel
Operasionalisasi variable adalah sebagai berikut :
3.5 Teknik Analisis data
Suatu konsep dan model penelitian tidak dapat diuji dalam suatu model prediksi hubungan relasional dan kausal jika belum melewati tahap purifikasi dalam model pengukuran. Model pengukuran dalam PLS disebut dengan outer
model dan inner model.
Partial Least Quared (PLS) merupakan teknik Structural Equation Modelling
(SEM) yang berbasis varian, yang dikebangkan Ring et al, 2005 sebagai alternatif untuk situasi dasar teori perancangan lemah dan atau indikator yang tidak memenuhi pengukuran reflektif serta membangun hubungan yang belum ada landasan teorinya. Dasar penggunaan PLS dalam penelitian ini yaitu hubungan keagamaan dengan tanggungjawab kredit belum ada landasan teorinya. Uji ketepatan model ada 2 (dua) yaitu (1) uji outer model dan (2) uji inner model. Uji outer model adalah pengujian kesesuaian indikator dengan dengan variabel kontruknya yang digunakan dalam model. Uji ini ada dua yaitu uji validitas model dan uji reliabilitas model, (2) Uji inner model adalah pengujian hubungan
3.5.1 Uji Instrumen Penelitian
3.5.1.1 Pengujian Validitas Instrumen
Pengujian validitas data digunakan untuk mengukur sah atau valid tidaknya suatu kuesioner. Suatu kuesioner dianggap valid jika pertanyaan pada kuesioner mampu mengungkapkan sesuatu yang diukur oleh kuesioner tersebut (Ghozali, 2008). Uji validitas dalam penelitian ini digunakan Korelasi Produk-Moment Pearson. Kuesioner dinyatakan valid jika nilai r – hitung lebih dari nilai r tabel besar 0,235.
3.5.1.2 Pengujian Reliabilitas Instrumen
Reliabilitas adalah alat untuk mengukur suatu kuesioner yang merupakan indikator dari variabel atau konstruk. Suatu kuesioner dikatakan reliabel jika jawaban seseorang konsisten dari waktu ke waktu atau nilai Cronbach`s Alpha lebih besar 0,7
Tabel 3.1
Operasionalisasi Variabel
Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Pancasila www.fepfebup.com
Jl. Srengseng Sawah Jagakarsa, Jakarta 12640 ekonomi.univpancasila.ac.id Phone: 021-7873710
Universitas Pancasila
Fakultas Ekonomi dan Bisnis
Festival Entrepreneurshi p Pancasila 13 - 15 Agustus 01 8 Religiousity
The belief - Tidak berani melakukan kecurangan dalam usaha karena yakin Tuhan mengetahui
Ordinal
-
Tidak berani melakukan
kecurangan/kejahatan dalam usaha karena yakin akan dapat balasan dari Tuhan
Ordinal
- Yakin apapun yang saya kerjakan Tuhan mengetahuinya
Ordinal Religious
practice
- Melaksanakan ritual agama yang saya yakini Ordinal - Mengunjungi rumah peribadatan agama yang
saya yakini
Ordinal - Berdoa untuk kesuksesan usaha kami Ordinal The experience - Ketika saya berdoa kepada Tuhan, saya
merasakan kedamaian
Ordinal - Hati saya menjadi tenang ketika saya mengingat
Tuhan
Ordinal - Beberapa doa yang saya panjatkan
dikabulkan Tuhan
Ordinal The Knowledge - Mengetahui perintah dan larangan dalam agama
saya
Ordinal - Membaca kitab suci agama saya Ordinal The
Consequential
- Jujur dalam setiap kegiatan karena perintah agama yang saya
Ordinal - Bertanggungjawab terhadap semua kewajiban
karena perintah agama saya
Ordinal - Bekerja keras untuk kemajuan usaha karena
perintah agama saya
Ordinal Tanggung jawab Pengembalian kresit
Ketepatan - Jika saya memimjam modal usaha, saya selalu mebayar tepat waktu
Ordinal - Tidak pernah terlambat dalam membayar hutang
usaha kepada rekanan / bank
Ordinal Kecukupan - Membayar hutang usaha sesuai dengan jumlah
hutang
Ordinal - Tidak pernah mengunggak dalam pembayaran
hutang
Ordinal
3.5.2 Uji Validitas Outer Model Pengukuran dalam PLS
Convergent Validity, merupakan pengukuran kesesuaian antara indikator
yang ditentukan dalam model sebagai pembentuk variabel laten yang dibangun dalam penelitian. Convergent Validity dari model pengukuran dengan indikator yang bersifat refleksif dapat dilihat dari outer loading factor dan nilai AVE. Suatu indikator dikatakan valid dari segi outer loading factor bila nilai outer loading
Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Pancasila www.fepfebup.com
Jl. Srengseng Sawah Jagakarsa, Jakarta 12640 ekonomi.univpancasila.ac.id Phone: 021-7873710
Universitas Pancasila
Fakultas Ekonomi dan Bisnis
Festival Entrepreneurshi p Pancasila 13 - 15 Agustus 01 8
factor indikator sebesar 0,60 untuk penelitian exploratory research dan 0,7 untuk
penelitian confirmatory research (Hair et al., 2011). Dalam penelitian ini indikator validitas konstruk dinyatakan valid bila memiliki outer loading factor di atas 0,60.
Suatu indikator dikatakan valid dari nilai Average Variance Extracted (AVE) bila nilai AVE sebesar 0,50 untuk penelitian exploratory research maupun penelitian confirmatory research (Hair et al., 2011). Dalam penelitian ini indikator validitas konstruk dinyatakan valid bila memiliki AVE lebih besar 0,50. Nilai AVE dapat dihitung dengan formula sebagai berikut :
2