• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB 3. TINJAUAN KHUSUS PT. INDOFARMA (Persero) Tbk

3.10 Direktorat Keuangan dan Sumber Daya Manusia

Pada Direktorat Umum dan Sumber Daya Manusia, terdapat 5 bidang yang masing – masing bidang dipimpin oleh seorang manager, yaitu:

1. Bidang Keuangan

Bidang Keuangan bertanggung jawab dalam pengendalian likuiditas perusahaan, penempatan investasi, collection, dan perpajakan dan asuransi.

2. Bidang Akuntansi

Bidang Akuntasi bertugas dalam hal verifikasi pengeluaran, pencatatan transaksi keuangan, perhitungan harga pokok produksi, dan budgeting.

3. Bidang SDM

Berdasarkan data bidang SDM, karyawan PT. Indofarma (Persero) Tbk. baik karyawan tetap maupun karyawan ikatan kerja waktu tertentu (IKWT) jumlahnya adalah lebih dari 1200 orang. Perusahaan mempunyai program pelatihan kerja yang teratur dalam bentuk seminar, kursus, pengiriman karyawan berprestasi ke perguruan tinggi terbaik di dalam maupun di luar negeri. Program pelatihan yang dilakukan di PT. Indofarma (Persero) Tbk. terbagi menjadi dua, yaitu:

1) Terjadwal, yang direncanakan apada akhir tahun, diambil dari kebutuhan- kebutuhan tiap produksi, serta direncanakan oleh bidang SDM yang disesuaikan dengan visi dan misi dari Indofarma. Contoh Pelatihan adalah pelatihan personal mastery (gaya kepemimpinan), business mastery

(strategic planning).

2) Bersifat insidentil, dilakukan sewaktu - waktu jika diperlukan. 4. Bidang Umum

Bidang Umum bertanggung jawab dalam pelayanan operasional, pelayanan rumah tangga serta keselamatan dan kesehatan kerja dan analisis mengenai dampak lingkungan (K3 dan Amdal). Bagian pelayanan operasional dan pelayanan rumah tangga meliputi: kopama, poliklinik dan apotek, serta program kemitraan dan bina lingkungan (PKBL). Diperlukan kewaspadaan terhadap keselamatan kerja dan kesehatan kerja serta menganalisis dampak lingkungan di lingkungan kerja, sehingga kecelakaan dalam kerja bias dihindarkan atau diminimalkan. Dalam upaya untuk mewujudkan hal tersebut maka dibutuhkan suatu tindakan-tindakan nyata untuk menciptakan kondisi kerja yang aman dan sehat yang jauh dari kemungkinan-kemungkinan buruk yang terjadi.

Limbah yang dihasilkan oleh PT. Indofarma (Persero) Tbk. berupa limbah cair, padat, dan gas. Untuk menjaga kelestarian lingkungan maka limbah tersebut harus ditangani dengan sebaik-baiknya. IPAL berfungsi untuk mencegah pencemaran lingkungan oleh produksi. Berikut penanganan limbah berdasarkan jenisnya:

1) Limbah Padat

Limbah padat berupa drum-drum kosong, tong-tong plastik, kertas, karton bekas, kayu-kayu bekas, powder hasil tangkapan dust collector engine, filter yang kotor, botol-botol pecah dan lain-lain. Sebelum dimasukkan dalam proses selanjutnya limbah tersebut di pilah-pilah, sebagian dibakar di insenerator dan didaur ulang oleh pihak kedua diluar pabrik. Sedangkan yang dibakar adalah semua jenis limbah padat yang sudah terkontaminasi dengan bahan baku atau proses produksi, seperti plastik, karton, kemasan primer dan sebagainya. Limbah padat yang masih dapat didaur ulang diserahkan penanganannya pada koperasi pegawai Indofarma.

2) Limbah Cair

Untuk menangani limbah cair di Indofarma dipisah atas 3 bagian, yaitu: a. Sewer System Instalation

Upaya pengelolaan limbah cair yang telah dilakukan ialah dengan memisahkan saluran pembuangan, antara buangan produksi dengan limbah cair dari sanitasi/domestik dan air hujan, sehingga masing-masing menempati satu saluran khusus. Untuk limbah cair yang berasal dari pencucian alat-alat dan ruang produksi obat, sisa produksi dan sisa pereaksi kimia pada kegiatan QC yang mengandung zat-zat yang bersifat toksik dan mengandung antibiotik dialirkan melalui saluran khusus sebelum diolah pada satu unit IPAL. Khusus untuk produksi β-laktam sebelum dialirkan ke IPAL, dilakukan pre-treatment terlebih dahulu yang meliputi:

a) Air cucian mesin dari proses produksi β-laktam dikumpulkan pada drum yang telah disediakan.

b) Dilakukan penambahan NaOH sambil diaduk sampai diaduk sampai diperoleh pH 12-13.

c) Larutan tersebut didiamkan selama 2x24 jam.

d) Kemudian pada larutan diatas ditambahkan HCL sambil dikocok sampai diperoleh pH netral.

e) Larutan dengan pH netral tersebut dialirkan ke saluran limbah yang telah disediakan menuju IPAL.

b. Sanitary System Instalation (Saluran Air Limbah Rumah Tangga)

Air yang berasal dari kamar mandi termasuk kloset dimasukkan kedalam septic tank untuk mengendapkan kotoran yang berupa partikel padat dan airnya dialirkan kerembesan yang terletak dibelakang pabrik.

c. Drainase System Instalation (Saluran Air Hujan)

Air hujan yang turun dilokasi pabrik dialirkan melalui inspection fit agar partikel padatnya, seperti tanah, pasir dan Lumpur dapat tertampung, sebelum air tersebut dialirkan ke sungai kebelakang pabrik.

3) Limbah Gas

Upaya pengelolaan yang dilakukan untuk menangani limbah gas dan partikulat dari hasil pembakaran solar di boiler ialah dengan menyalurkan melalui cerobong asap sebanyak 2 buah. Untuk gas buang dan partikel hasil pembakaran sebuah obat dilakukan upaya pengelolaan pada incenerator menggunakan satu buah burner (alat pembakar). Temperatur pembakaran dikontrol dengan pengaturan laju limbah konstan dan diatur melalui satu buah mesin pengontrol. Udara proses pembakaran diatur berdasarkan laju alir limbah kemudian aliran gas diemisikan ke udara luar melalui cerobong gas yang mempunyai ketinggian 7 m dari permukaan tanah, dengan suhu burner 500-600º C dan suhu cerobong sekitar 300º C. Suhu pembakaran dapat mencapai 900º C. Pengelolaan debu yang timbul pada pembuatan obat jadi dilakukan melalui sistem AHU. Pada prinsipnya sistem ini mengatur sirkulasi udara di setiap ruangan produksi melalui fan-fan yang dapat menyedot debu-debu yang berterbangan untuk dipisahkan atau disaring dalam beberapa konteplar dust box yang terletak diruangan teratas dari berbagai macam serbuk obat ditampung dalam kantong-kantong plastik sebelum dibakar pada unit insenerator. Khusus untuk debu yang berasal dari β-laktam dilakukan penyaringan debu dalam ruangan tersendiri. Udara hasil penyedotan dibuang ke udara bebas melalui cerobong dengan ketinggian 2 m dari atap.

Tekanan udara di ruang produksi PT. Indofarma diatur dengan katup

dumper. Tekanan udara tersebut dapat dibedakan menjadi 3 macam:

a. Tekanan udara normal, yaitu untuk ruangan produksi di luar produksi β-laktam dan produksi steril. Tekanan udara di dalam ruangan produksi sama dengan tekanan udara luar.

b. Tekanan udara positif, yaitu untuk ruang produksi steril (ruang aseptis). Tekanan udara di luar ruangan produksi lebih besar dari pada tekanan udara di dalam ruangan, diatur dengan menutup katup dumper. Tekanan udara positif bertujuan agar obat-obat yang diproduksi tidak tercemar oleh debu atau jasad renik dari ruangan produksi.

c. Tekanan udara negatif, yaitu untuk ruangan produksi β-laktam. Tekanan udara di dalam ruangan produksi lebih kecil dari tekanan udara di luar ruangan, yang diatur dengan membuka katub dumper.

Dokumen terkait