• Tidak ada hasil yang ditemukan

Direktorat Keuangan

Dalam dokumen UNIVERSITAS AIRLANGGA (Halaman 30-82)

Pasal 69

(1) Direktorat Keuangan merupakan unsur penunjang yang menyelenggarakan perencanaan, pengembangan, pembinaan, pengelolaan dan pelayanan administrasi di bidang keuangan UNAIR yang berada di bawah dan bertanggung jawab kepada Rektor.

31

(2) Direktorat Keuangan dipimpin oleh seorang Direktur.

Pasal 70

Direktorat Keuangan mempunyai tugas melaksanakan perencanaan, pengembangan, pembinaan, pengelolaan dan pelayanan administrasi di bidang keuangan di lingkungan UNAIR.

Pasal 71

Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 70, Direktorat Keuangan mempunyai fungsi :

a. penyusunan dan evaluasi rencana kerja dan anggaran;

b. memeriksa dan meneliti rancangan penerimaan penggunaan anggaran;

c. pelaksanaan urusan penerimaan dan pembayaran;

d. penyusunan laporan pelaksanaan anggaran dan kegiatan di bidang keuangan; dan

e. penyusunan laporan keuangan UNAIR.

Pasal 72

Direktorat Keuangan terdiri atas : a. Subdirektorat Anggaran;

b. Subdirektorat Perbendaharaan; dan c. Subdirektorat Akuntansi.

Pasal 73

(1) Subdirektorat Anggaran melaksanakan urusan administrasi dan pengelolaan keuangan, mulai dari persiapan penyusunan anggaran sampai dengan pemantauan penggunaan anggaran UNAIR yang telah diterbitkan secara resmi berdasar peraturan perundangan yang berlaku.

(2) Subdirektorat Perbendaharaan melaksanakan urusan administrasi dan pengelolaan keuangan mulai dari penerimaan, penyimpanan,

32

pengeluaran, pembukuan dan pertanggungjawaban pelaksanaan anggaran.

(3) Subdirektorat Akuntansi melaksanakan urusan memeriksa, meneliti rancangan penerimaan dan realisasi penggunaan anggaran serta menyusun laporan pelaksanaan anggaran dan laporan keuangan UNAIR.

Pasal 74

Subdirektorat Anggaran terdiri atas : a. Seksi Anggaran Pendapatan; dan b. Seksi Anggaran Belanja.

Pasal 75

(1) Seksi Anggaran Pendapatan melaksanakan urusan administrasi anggaran pendapatan Universitas.

(2) Seksi Anggaran Belanja melaksanakan urusan administrasi anggaran belanja Universitas.

Pasal 76

Subdirektorat Perbendaharaan terdiri atas : a. Seksi Pendapatan;

b. Seksi Pembelanjaan; dan c. Seksi Perpajakan.

Pasal 77

(1) Seksi Pendapatan melaksanakan urusan administrasi pendapatan baik dana masyarakat maupun pemerintah.

(2) Seksi Pembelanjaan melaksanakan urusan administrasi pembelanjaan baik dana masyarakat maupun pemerintah.

33

(3) Seksi perpajakan melaksanakan urusan administrasi perpajakan termasuk proses pelaporan perpajakan Universitas Airlangga.

Pasal 78

Subdirektorat Akuntansi terdiri atas : a. Seksi Verifikasi;

b. Seksi Akuntansi Belanja atau Pengeluaran Kas;

c. Seksi Akuntansi Aktiva Tetap dan Akuntansi Pemerintahan; dan d. Seksi Sistem Informasi & Pelaporan Keuangan.

Pasal 79

(1) Seksi Verifikasi melaksanakan verifikasi administrasi akuntansi.

(2) Seksi Akuntasi Belanja atau Pengeluaran Kas melaksanakan urusan administrasi akuntansi belanja atau pengeluaran kas.

(3) Seksi Akuntansi Aktiva Tetap dan Akuntansi Pemerintahan melaksanakan urusan administrasi akuntansi aktiva tetap dan akuntansi pemerintahan.

(4) Seksi Sistem Informasi & Pelaporan Keuangan melaksanakan urusan pemeliharaan, back up data dan pengembangan aplikasi sistem keuangan dan pelaporan keuangan.

Paragraf 4

Direktorat Sistem Informasi

Pasal 80

(1) Direktorat Sistem Informasi merupakan unsur penunjang yang menyelenggarakan perencanaan, pengembangan, pembinaan, pengelolaan dan pelayanan sistem dan teknologi informasi yang berada di bawah dan bertanggung jawab kepada Rektor.

(2) Direktorat Sistem Informasi dipimpin oleh seorang Direktur.

34 Pasal 81

Direktorat Sistem Informasi mempunyai tugas melaksanakan perencanaan, pengembangan, pembinaan, pengelolaan, dan pelayanan sistem dan teknologi informasi di lingkungan UNAIR.

Pasal 82

Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 81, Direktorat Sistem Informasi mempunyai fungsi :

a. pengelolaan sistem jaringan.

b. pelaksanaan pencitraan informatika;

c. pelaksanaan sistem pengamanan data; dan d. pelaksanaan pengembangan sistem integrasi.

Pasal 83

Direktorat Sistem Informasi terdiri atas :

a. Subdirektorat Operasional Sistem Informasi; dan b. Subdirektorat Pengembangan Sistem.

Pasal 84

(1) Subdirektorat Operasional Sistem Informasi melaksanakan pengumpulan, pengelolaan, dan pemberian layanan data dan teknologi informasi.

(2) Subdirektorat Pengembangan Sistem melaksanakan pengembangan sistem informasi.

Pasal 85

Subdirektorat Operasional Sistem Informasi terdiri atas : a. Seksi Jaringan; dan

b. Seksi Pencitraan Informatika.

35 Pasal 86

(1) Seksi Jaringan melaksanakan pengelolaan keamanan dan stabilitas koneksi jaringan dan penataan serta monitoring koneksi jaringan.

(2) Seksi Pencitraan Informatika melaksanakan pengembangan pencitraan UNAIR melalui layanan sistem informasi baik bersifat internal maupun eksternal.

Pasal 87

Subdirektorat Pengembangan Sistem terdiri atas : a. Seksi sistem Keamanan Data; dan

b. Seksi Integrasi Sistem dan Pengembangan Aplikasi.

Pasal 88

(1) Seksi Sistem Keamanan Data melaksanakan pengembangan, monitoring dan tindakan adaptif yang berhubungan dengan keamanan data sistem.

(2) Seksi Integrasi Sistem dan Pengembangan Aplikasi melaksanakan penyelenggaraan aplikasi sistem cyber campus dan pengembangan sistem aplikasi.

Paragraf 5

Direktorat Sumber Daya Manusia

Pasal 89

(1) Direktorat Sumberdaya Manusia merupakan unsur penunjang yang menyelenggarakan perencanaan, pengembangan, pembinaan, pengelolaan dan pelayanan administrasi di bidang sumberdaya manusia yang berada di bawah dan bertanggung jawab kepada Rektor.

(2) Direktorat Sumberdaya manusia dipimpin oleh seorang Direktur.

36 Pasal 90

Direktorat Sumberdaya Manusia mempunyai tugas melaksanakan perencanaan, pengembangan, pembinaan, pengelolaan, dan pelayanan administrasi di bidang sumberdaya manusia di lingkungan UNAIR.

Pasal 91

Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud pada Pasal 90, Direktorat Sumberdaya Manusia mempunyai fungsi :

a. Pengelolaan dan administrasi kepegawaian; dan

b. Pengelolaan dan administrasi pengembangan sumberdaya manusia dan organisasi.

Pasal 92

Direktorat Sumberdaya Manusia terdiri atas : a. Subdirektorat Kepegawaian; dan

b. Subdirektorat Pengembangan Sumberdaya Manusia dan Organisasi.

Pasal 93

(1) Subdirektorat Kepegawaian melaksanakan urusan administrasi dan pengelolaan kepegawaian mulai dari perencanaan sampai dengan pemutusan hubungan kerja.

(2) Subdirektorat Pengembangan Sumberdaya Manusia dan Organisasi melaksanakan urusan administrasi dan pengelolaan pengembangan sumberdaya manusia dan organisasi mulai dari perencanaan dan pelaksanaan pelatihan, pemetaan kompetensi, analisis jabatan, perancangan sistem rekruitmen, perancangan sistem karir, perancangan sistem remunerasi, perancangan sistem reward & penalti.

37 Pasal 94

Subdirektorat Kepegawaian terdiri atas : a. Seksi Tenaga Akademik; dan

b. Seksi Tenaga Kependidikan.

Pasal 95

(1) Seksi Tenaga Akademik melaksanakan urusan administrasi dan pengelolaan tenaga akademik mulai dari perencanaan sampai dengan pemutusan hubungan kerja.

(2) Seksi Tenaga Kependidikan melaksanakan urusan administrasi pengelolaan tenaga kependidikan dan tenaga fungsional lainnya mulai dari perencanaan sampai dengan pemutusan hubungan kerja.

Pasal 96

Subdirektorat Pengembangan Sumberdaya Manusia dan Organisasi terdiri atas:

a. Seksi Pengembangan Sumber Daya Manusia; dan b. Seksi Pengembangan Organisasi.

Pasal 97

(1) Seksi Pengembangan Sumber Daya Manusia melaksanakan urusan administrasi dan pengelolaan pengembangan sumberdaya manusia mulai dari perencanaan, pelaksanaan, dan evaluasi pelatihan, beasiswa studi lanjut bagi dosen dan tenaga kependidikan, serta perencanaan karir tenaga kependidikan.

(2) Seksi Pengembangan Organisasi melaksanakan urusan administrasi pengelolaan pengembangan organisasi mulai dari pemetaan kompetensi, analisis jabatan, perancangan sistem rekruitmen, perancangan sistem

38

karir, perancangan sistem remunerasi, perancangan sistem reward and penalty dan evaluasi sistem.

Paragraf 6

Direktorat Sarana, Prasarana, dan Lingkungan

Pasal 98

(1) Direktorat Sarana, Prasarana, dan Lingkungan merupakan unsur penunjang yang menyelenggarakan pengelolaan dan administrasi bidang sarana prasarana, keselamatan dan kesehatan kerja dan lingkungan dan melaksanakan urusan perencanaan, pengembangan, pemantauan, pelayanan sarana prasarana, keselamatan dan kesehatan kerja dan lingkungan yang berada di bawah dan bertanggung jawab kepada Rektor.

(2) Direktorat Sarana, Prasarana dan Lingkungan dipimpin oleh seorang Direktur.

Pasal 99

Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 98, Direktorat Sarana, Prasarana, dan Lingkungan mempunyai fungsi :

a. Pengelolaan dan administrasi sarana prasarana; dan

b. Pengelolaan dan administrasi keselamatan, kesehatan kerja, sarana, prasarana dan lingkungan.

Pasal 100

Direktorat Sarana, Prasarana dan Lingkungan terdiri atas : a. Subdirektorat Sarana dan Prasarana; dan

b. Subdirektorat Keselamatan, Kesehatan Kerja dan Lingkungan (K3L).

39 Pasal 101

(1) Subdirektorat Sarana dan Prasarana melaksanakan urusan perencanaan, pengembangan, pemantauan dan pelayanan dalam bidang sarana dan prasarana.

(2) Subdirektorat Keselamatan, Kesehatan Kerja dan Lingkungan (K3L) melaksanakan urusan perencanaan, pengembangan, pemantauan dan pelayanan dalam bidang Keselamatan, Kesehatan Kerja dan Lingkungan (K3L).

Pasal 102

Subdirektorat Sarana dan Prasarana terdiri terdiri atas : a. Seksi Rumah Tangga; dan

b. Seksi Perlengkapan.

Pasal 103

(1) Seksi Rumah Tangga melaksanakan urusan administrasi dan pengelolaan kerumahtanggaan yang meliputi perencanaan, penerimaan barang/jasa, pemanfaatan, pemeliharaan, penyimpanan, pendistribusian, dan pengawasan serta evaluasi dan penghapusan perlengkapan, barang bergerak, atau aset lancar seperti persediaan, kendaraan bermotor, peralatan dan perlengkapan gedung dan kantor, serta pengaturan penggunaan seluruh sarana dan prasarana UNAIR.

(2) Seksi Perlengkapan melaksanakan urusan administrasi dan pengelolaan barang tidak bergerak yang meliputi perencanaan, penerimaan barang/jasa, pemanfaatan, pemeliharaan, penyimpanan, pendistribusian, dan pengawasan serta evaluasi dan penghapusan barang tidak bergerak atau aset tetap seperti gedung, bangunan, jalan, tanah, dan sejenisnya.

40 Pasal 104

Subdirektorat Keselamatan, Kesehatan Kerja dan Lingkungan (K3L) terdiri atas:

a. Seksi Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3); dan b. Seksi Lingkungan.

Pasal 105

(1) Seksi Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) melaksanakan urusan administrasi dan membantu menyusun perencanaan, pelaksanaan, pengawasan, keselamatan kerja setiap kegiatan dilingkungan UNAIR agar sesuai dengan peraturan perundangan K3 yang berlaku serta membantu mengidentifikasi, mengevaluasi dan mengendalikan potensi bahaya yang ada di lingkungan UNAIR.

(2) Seksi Lingkungan melaksanakan urusan administrasi dan pengelolaan keamanan lingkungan, pengelolaan perparkiran, pengelolaan sampah/limbah domestik, pengelolaan penempatan poster/spanduk, pemeliharaan pohon/taman, kebersihan lingkungan UNAIR.

Bagian Kelima Perpustakaan

Pasal 106

(1) Perpustakaan merupakan unsur penunjang UNAIR yang membantu Rektor dalam melaksanakan pemberian layanan sumber belajar untuk keperluan pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat di lingkungan UNAIR.

(2) Perpustakaan dipimpin oleh seorang Kepala yang diangkat dan diberhentikan oleh Rektor diantara pustakawan atau orang yang menguasai bidang manajemen dan dibantu oleh seorang sekretaris.

41 Pasal 107

Perpustakaan mempunyai tugas melaksanakan pemberian layanan sumber belajar untuk keperluan pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat di Lingkungan UNAIR.

Pasal 108

Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 107, Perpustakaan mempunyai fungsi :

a. pengadaan dan pengolahan bahan pustaka;

b. pemberian layanan dan pendayagunaan bahan pustaka;

c. pelestarian bahan pustaka; dan

d. pelaksanaan urusan tata usaha perpustakaan.

Pasal 109

Organ Perpustakaan terdiri dari : a. Kepala;

b. Sekretaris;

c. Subbagian Tata Usaha;

d. Kelompok Jabatan Fungsional;

e. organ lain sesuai dengan kebutuhan Perpustakaan yang ditetapkan oleh Kepala berdasarkan persetujuan Rektor.

Pasal 110

Subbagian Tata Usaha melakukan urusan persuratan, kepegawaian, keuangan, perlengkapan, dan kerumahtanggaan.

42 Pasal 111

Kelompok Jabatan Fungsional melaksanakan kegiatan sesuai dengan tugas jabatan fungsional masing-masing berdasarkan ketentuan peraturan perundang-undangan.

Pasal 112

(1) Kelompok Jabatan Fungsional terdiri atas Jabatan Fungsional Pustakawan, Pranata Komputer, dan atau jabatan fungsional lainnya yang diatur berdasarkan ketentuan peraturan perundang-undangan.

(2) Jumlah, jenis, dan jenjang jabatan fungsional sebagaimana dimaksud pada ayat (1) ditentukan berdasarkan kebutuhan dan beban kerja.

(3) Tugas jabatan fungsional sebagaimana dimaksud pada ayat (1) diatur berdasarkan ketentuan peraturan perundang-undangan.

(4) Hal-hal lain yang berkaitan dengan pengaturan jabatan fungsional di lingkungan Perpustakaan akan ditetapkan oleh Rektor.

Bagian Keenam Lembaga Pasal 113

(1) Lembaga merupakan unsur penunjang UNAIR yang membantu Rektor dalam menyelenggarakan program lintas bidang.

(2) Lembaga mempunyai tugas :

a. melaksanakan program yang bersifat lintas bidang;

b. melaksanakan program kerja sama kelembagaan; dan c. menyampaikan hasil pelaksanaan tugas kepada Rektor.

(3) Lembaga dibentuk oleh Rektor setelah mendapat persetujuan MWA.

(4) Lembaga dipimpin oleh seorang Ketua dan dibantu seorang Sekretaris.

(5) Ketua dan Sekretaris Lembaga diangkat dan diberhentikan oleh Rektor.

(6) Ketua Lembaga bertanggung jawab kepada Rektor.

(7) Sekretaris Lembaga bertanggung jawab kepada Ketua.

43 Pasal 114

(1) Lembaga sebagaimana dimaksud dalam Pasal 113 ayat (1) terdiri dari : a. Lembaga Pengembangan Produk Akademik dan Hak Kekayaan

Intelektual (LPPA-HKI) ;

b. Lembaga Pengabdian, Pendidikan, Pelatihan, dan Pengembangan Masyarakat (LP4M);

c. Lembaga Penelitian dan Inovasi (LPI);

d. Lembaga Penyakit Tropis (LPT)-(Institute of Tropical Disease);

e. Lembaga Pengkajian dan Pengembangan Pendidikan (LP3);

f. Lembaga Sertifikasi Profesi (LSP).

(2) Rektor dapat membentuk lembaga selain sebagaimana dimaksud pada ayat (1) yang ditetapkan dengan Keputusan Rektor setelah memenuhi syarat dalam pasal 113 ayat (3).

Paragraf 1

Lembaga Pengembangan Produk Akademik dan Hak Kekayaan Intelektual

Pasal 115

(1) Lembaga Pengembangan Produk Akademik dan Hak Kekayaan Intelektual, selanjutnya disebut LPPA-HKI merupakan unsur penunjang akademik yang melaksanakan sebagian tugas dan fungsi UNAIR di bidang pengembangkan produk akademik dan Ilmu Pengetahuan, Teknologi dan Seni (IPTEKS) yang berada di bawah Rektor.

(2) LPPA-HKI dipimpin oleh seorang Ketua yang diangkat dan diberhentikan oleh Rektor serta bertanggung jawab kepada Rektor.

(3) Ketua dalam melaksanakan tugasnya dibantu oleh seorang Sekretaris yang diangkat dan diberhentikan oleh Rektor.

(4) Sekretaris sebagaimana dimaksud pada ayat (3) mempunyai tugas membantu Ketua dalam menyelenggarakan tugas dan fungsinya serta melaksanakan kegiatan administrasi.

44 Pasal 116

LPPA-HKI mempunyai tugas memfasilitasi dan mengembangkan produk akademik dan IPTEKS yang unggul, melalui capaian akademik yang inovatif dan berdaya saing di tingkat nasional dan internasional.

Pasal 117

Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 116, LPPA-HKI mempunyai fungsi :

a. melakukan koordinasi dengan lembaga terkait di lingkungan UNAIR terhadap pelaksanaan kegiatan pengembangan produk akademik;

b. melakukan inventarisasi/dokumentasi pelaksanaan kegiatan pengembangan produk akademik dan HKI, serta ikut mengusahakan pengendalian administrasi sumberdaya yang diperlukan;

c. mendorong capaian publikasi internasional berindeks dan publikasi terakreditasi dalam setiap pengembangan produk akademik dan HKI;

d. mendorong hilirisasi teknologi guna mengembangan produk akademik dan HKI; dan

e. menjalin kerjasama dengan lembaga terkait dengan lembaga nasional dan internasional untuk pengembangan produk akademik dan HKI.

Pasal 118

(1) Organ LPPA-HKI terdiri atas : a. Ketua;

b. Sekretaris;

c. Bidang Layanan dan Pengembangan Produk Akademik; dan d. Bidang Layanan dan Pengembangan HKI.

(2) Bidang sebagaimana dimaksud pada ayat (1) diangkat dan diberhentikan oleh Rektor.

(3) Bidang sebagaimana dimaksud pada ayat (1) bertanggungjawab kepada Ketua.

45 Pasal 119

Ketua sebagaimana dimaksud dalam Pasal 118 huruf a mempunyai tugas sebagai berikut :

a. menjalankan program kerja lembaga;

b. melakukan koordinasi dengan instansi di lingkungan dan di luar UNAIR terkait tupoksi lembaga;

c. melakukan koordinasi dan pembinaan pegawai lembaga; dan d. melakukan evaluasi dan monitoring kegiatan lembaga.

Pasal 120

Sekretaris sebagaimana dimaksud dalam Pasal 118 huruf b mempunyai tugas sebagai berikut :

a. membantu ketua dalam menjalankan program kerja lembaga;

b. membantu ketua dalam mengkordinasikan dan membina pegawai lembaga;

c. membantu ketua dalam mengkordinasikan pelaksanaan kegiatan pada bidang-bidang lembaga;

d. membantu ketua dalam melakukan evaluasi dan pengendalian kegiatan lembaga; dan

e. membantu ketua dalam menyusun laporan tahunan kegiatan dan keuangan lembaga.

Pasal 121

Bidang Layanan dan Pengembangan Produk Akademik sebagaimana dimaksud dalam Pasal 118 huruf c mempunyai tugas sebagai berikut :

a. melaksanakan inventarisasi dan dokumentasi produk akademik;

b. melaksanakan sosialisasi dan pelatihan tentang pengembangan produk Akademik;

c. menyelenggarakan ekspo produk akademik hasil dan pemanfaatan ilmu pengetahuan, teknologi dan seni;

46

d. menyelenggarakan forum-forum diskusi terarah pemangku kepentingan akademisi, dunia usaha/bisnis dan pemerintah; dan

e. menyusun Rencana Kegiatan Anggaran Tahunan (RKAT) dan Laporan Tahunan kinerja bidang.

Pasal 122

Bidang Layanan dan Pengembangan HKI sebagaimana dimaksud dalam pasal 118 huruf d mempunyai tugas sebagai berikut:

a. melaksanakan sosialisasi dan pelatihan pengajuan HKI;

b. mengelola klinik HKI;

c. mengupayakan perlindungan HKI hasil penelitian dan pemanfaatan IPTEKS;

d. memberikan layanan penyelesaian sengketa HKI;

e. menyusun dan melaksanakan program penelusuran kepemilikan intelektual tradisional dan pendaftaran HKI bagi Pemerintah Daerah dan UKM; dan

f. menyusun Rencana Kegiatan Anggaran Tahunan (RKAT) dan Laporan Tahunan kinerja bidang.

Paragraf 2

Lembaga Pengabdian, Pendidikan, Pelatihan, dan Pengembangan Masyarakat

Pasal 123

(1) Lembaga Pengabdian, Pendidikan, Pelatihan, dan Pengembangan Masyarakat, yang selanjutnya disebut LP4M merupakan unsur penunjang akademik yang melaksanakan sebagian tugas dan fungsi UNAIR di bidang pengabdian, pendidikan, pelatihan, dan pengembangan masyarakat yang berada di bawah Rektor.

47

(2) LP4M dipimpin oleh seorang Ketua yang diangkat dan diberhentikan oleh Rektor serta bertanggung jawab kepada Rektor.

(3) Ketua dalam melaksanakan tugasnya dibantu oleh seorang Sekretaris yang diangkat dan diberhentikan oleh Rektor.

(4) Sekretaris sebagaimana dimaksud pada ayat (3) mempunyai tugas membantu Ketua dalam menyelenggarakan tugas dan fungsinya serta melaksanakan kegiatan administrasi Lembaga Pengabdian, Pendidikan, Pelatihan, dan Pengembangan Masyarakat .

Pasal 124

LP4M mempunyai tugas untuk merencanakan, menyelenggarakan, dan mengendalikan kegiatan pengabdian, pendidikan, pelatihan, dan pengembangan masyarakat, serta ikut mengusahakan administrasi sumber daya yang diperlukan.

Pasal 125

(1) Organ Lembaga Pengabdian, Pendidikan, Pelatihan, Dan Pengembangan Masyarakat terdiri atas :

a. Ketua;

b. Sekretaris; dan

c. Pusat Studi atau Pusat Kajian.

(2) Pusat Studi atau Pusat kajian sebagaimana dimaksud pada ayat (1) huruf c dibentuk,diangkat dan diberhentikan oleh Rektor.

(3) Pusat Studi atau Pusat kajian sebagaimana dimaksud pada ayat (1) huruf c bertanggungjawab kepada Ketua.

Pasal 126

Ketua sebagaimana dimaksud dalam pasal 125 huruf a mempunyai tugas sebagai berikut :

48

a. menyusun rencana kerja dan anggaran Lembaga Pengabdian, Pendidikan, Pelatihan, dan Pengembangan Masyarakat yang merupakan kegiatan dari Rencana Kegiatan Anggaran Tahunan(RKAT) lembaga serta pengendalian pelaksanaannya;

b. melaksanakan proses pemasaran dan konsultatif pengabdian, pendidikan, pelatihan,dan pengembangan masyarakat dengan pihak internal dan eksternal;

c. mengkoordinasikan kerjasama dengan pihak internal dan eksternal ; d. mengkoordinasikan penyelenggaraan pengabdian kepada masyarakat;

e. mengkoordinasikan penyelenggaraan pengembangan dan pengelolaan Sumber Daya Manusia;

f. mengkoordinasikan evaluasi dan pengembangan kelembagaan; dan

g. melaksanakan tugas dinas lain yang diberikan oleh Rektor yang relevan dengan tugas LP4M;

Pasal 127

Sekretaris sebagaimana dimaksud dalam pasal 125 huruf b mempunyai tugas sebagai berikut:

a. menyusun rencana kerja dan anggaran LP4M;

b. melaksanakan penyelenggaraan administrasi RKAT LP4M;

c. mengevaluasi sistem pengelolaan kegiatan Pengabdian, Pendidikan, Pelatihan, dan Pengembangan Masyarakat yang telah berjalan;

d. menyusun laporan pertanggung jawaban pelaksanaan tugas kepada Ketua Lembaga Pengabdian, Pendidikan, Pelatihan, dan Pengembangan Masyarakat; dan

e. melaksanakan tugas lain dari atasan yang relevan dengan tugas sebagai sekretaris Lembaga Pengabdian, Pendidikan, Pelatihan, Dan Pengembangan Masyarakat.

49 Paragraf 3

Lembaga Penelitian dan Inovasi

Pasal 128

(1) Lembaga Penelitian dan Inovasi yang selanjutnya disebut LPI merupakan unsur penunjang akademik yang melaksanakan sebagian tugas dan fungsi UNAIR di bidang penelitian dan inovasi yang berada di bawah Rektor.

(2) LPI mempunyai mempunyai fungsi berkaitan dengan penelitian terapan dan inovasi pada sains, industri dan penelitian berbasis masyarakat.

(3) LPI dipimpin oleh seorang Ketua yang diangkat dan diberhentikan oleh Rektor serta bertanggung jawab kepada Rektor.

(4) Ketua dalam melaksanakan tugasnya dibantu oleh seorang Sekretaris yang diangkat dan diberhentikan oleh Rektor.

(5) Sekretaris LPI sebagaimana dimaksud pada ayat (4) mempunyai tugas membantu Ketua dalam menyelenggarakan tugas dan fungsinya serta melaksanakan kegiatan administrasi.

Pasal 129

Organ LPI terdiri atas:

a. Ketua;

b. Sekretaris;

c. Pusat studi atau Pusat Kajian

Pasal 130

Ketua sebagaimana dimaksud dalam pasal 129 huruf a mempunyai tugas sebagai berikut :

a. membuat kebijakan umum di bidang penelitian dan inovasi di Universitas Airlangga;

50

b. merumuskan kebijakan jangka pendek dan jangka panjang untuk pengembangan LPI;

c. bertanggung jawab penuh mengenai pengelolaan dan pengembangan Penelitian sesuai kebijakan pusat, MWA dan Senat Akademik;

d. menjalankan Program Kerja LPI sesuai pedoman Kementerian Ristek Dikti, Pedoman PP UNAIR dan renstra UNAIR;

e. menyusun, merencanakan, mengembangkan dan mengendalikan fasilitas dan seluruh sumber daya LPI sesuai pedoman PP UNAIR;

f. menyusun rencana kerja dan anggaran LPI yang merupakan kegiatan dari RKAT LPI serta pengendalian pelaksanaannya;

g. mengkoordinasikan proses pemasaran dan konsultatif penelitian dan inovasi dengan pihak internal dan eksternal;

h. mengkordinasikan kerjasama dengan pihak internal dan eksternal;

i. menyusun program kerja bidang penelitian dan inovasi sejalan dengan renstra UNAIR;

j. menyeleksi, mengendalikan dan mengevaluasi kegiatan penelitian yang akan, sedang, dan telah dilaksanakan;

k. mengkordinasikan kegiatan penelitian pada seluruh pusat, jurusan dan fakultas serta unit lain yang relevan;

l. memimpin rapat rutin dengan para kepala pusat dan para kasubag;

m. mengembangkan manajemen penelitian;

n. mempublikasikan dan melakukan sosialisasi kepada sivitas akademika tentang program LPI;

o. memimpin pelaksanaan tugas penelitian dan inovasi di LPI;

p. melaksanakan pembinaan penelitian, inovasi dan Sumber Daya Manusia di LPI; dan

q. melaksanakan kebijaksanaan operasional LPI.

Pasal 131

Sekretaris sebagaimana dimaksud dalam pasal 129 huruf b mempunyai tugas sebagai berikut:

51

a. membantu mewakili Ketua LPI bila ketua berhalangan menjalankan tugasnya;

b. membantu Ketua dalam menjalankan Program Kerja LPI;

c. mengkoordinasikan dan membina pegawai LPI;

d. mengkoordinasikan pelaksanaan kegiatan pada pusat-pusat di LPI;

e. melakukan evaluasi dan pengendalian kegiatan LPI;

f. menyusun laporan tahunan kegiatan dan keuangan LPI;

g. mengumpulkan rencana kerja dan anggaran LPI yang merupakan kegiatan dari RKAT LPI;

h. melaksanakan penyelenggaraan administrasi RKAT LPI;

i. mengevaluasi sistem pengelolaan LPI yang telah berjalan;

j. menyusun laporan pertanggung jawaban pelaksanaan tugas kepada Ketua LPI;

k. melaksanakan tugas lain dari atasan yang relevan dengan tugas Sekertaris LPI;

l. menilai kinerja dan mengendalikan, membina, mengarahkan para kasubag dan staf LPI dalam melaksanakan tugas rutinnya;

m. menata dan mengkordinaskan manajemen teknis administrasi LPI;

n. menandatangani format kumulatif angka kredit dosen yang telah melaksanakan penelitian;

o. menampung semua surat-surat masuk dan memberi paraf setiap surat keluar yang ditanda tangani ketua LPI;

p. memimpin rapat rutin dengan staf LPI untuk menilai kinerja bulanan;

q. mendampingi Ketua LPI dalam rapat rutin dengan jajaran para kepala pusat;

r. membagi tugas, memberi petunjuk, dan menilai hasil kerja bawahan;

s. mengkoordinasikan perencanaan, pelaksanaan, dan pengembangan penelitian dan inovasi di universitas, serta pelaksanaan administrasi penelitian dan inovasi;

t. menyusun rencana, memberi tugas dan arahan, mengkoordinasikan pimpinan unit kerja di bidang administrasi umum, keuangan, program, data dan informasi di lingkungan LPI serta membuat rumusan kebijakan teknis;

52

u. mengkoordinasikan pelaksanaan penjaminan mutu di LPI;dan

v. mengkoordinasikan program pengembangan LPI dengan memfasilitasi kepentingan bagian dan sub bagian.

Pasal 132

(1) Pusat studi sebagaimana dimaksud dalam pasal 129 huruf c merupakan unsur pelaksana fungsional di lingkungan Lembaga Penelitian dan inovasi yang melaksanakan kegiatan penelitian/pengkajian.

(2) Pusat studi sebagaimana dimaksud pada ayat (1) melaksanakan tugas sebagai berikut :

a. bertugas mengembangkan penelitian terapan dan inovasi pada sains, industri dan penelitian berbasis masyarakat;

b. melakukan kajian tentang model penelitian, standarisasi kualitas produk, teknologi, seni, budaya, politik dan pengembangan keahlian di masyarakat;

c. mengembangkan kajian budaya lokal, dan nasional, pada semua level masyarakat untuk pembangunan pendidikan seni dan sastra serta budaya daerah;

d. menemukan model penerapan penelitian dan inovasi yang relevan dengan kebutuhan industri, institusi dan masyarakat;

e. meningkatkan temuan dalam bidang sains, sosial, budaya, psikologi sesuai dengan Rencana Induk Penelitian UNAIR di tingkat lokal, nasional dan internasional;

f. melakukan kajian sains, kesehatan, matematik, teknologi, linguistik, seni, budaya, politik lokal, nasional dan internasional;

g. pengembangan wilayah, kepariwisataan dan kebijakan publik;

h. melakukan jejaring dengan berbagai kalangan pada tingkat lokal, regional, nasional dan internasional; dan

i. mengembangkan kajian terkait dengan bidang di masing-masing pusat studi.

53 Paragraf 4

Lembaga Penyakit Tropis (Institute Tropical Disease)

Pasal 133

(1) Lembaga Penyakit Tropis merupakan unsur penunjang akademik yang

(1) Lembaga Penyakit Tropis merupakan unsur penunjang akademik yang

Dalam dokumen UNIVERSITAS AIRLANGGA (Halaman 30-82)

Dokumen terkait