• Tidak ada hasil yang ditemukan

DAFTAR NILAI SKK

DISKRIPSI WAWANCARA

A. Nama Responden : Drs. Untoro, M.Pd (U)

Profesi : Guru Pendidikan Agama Islam Tanggal Wawancara : 03 Juni 2015

Pukul : 10.04 WIB

1. Assalamu’alaikum Pak? Jawab: Wa’alaikum salam

2. Begini Pak, saya mahasiswa IAIN Salatiga ingin mengadakan penelitian di SMK ini terkait peran guru pendidikan agama Islam dalam menumbuhkan karakter anti korupsi pada peserta didik?

Jawab: Iya

3. Mohon maaf Pak, mengganggu waktunya sebentar untuk wawancara? Jawab: Iya, silahkan mbak

4. Sebelumnya mohon maaf Pak, siapa nama lengkap Bapak? Jawab: Nama lengkap saya Untoro

5. Di Smk ini Bapak sebagai guru pendidikan agam Islam? Jawab: Iya

6. Apakah saya dapat langsung wawancara terkait judul penelitian saya? Jawab: Silahkan mbak, Insyaallah kalau saya bisa jawab saya akan menjawab

7. Apakah pendidikan anti korupsi itu penting untuk diajarkan di sekolah? Jawab:Pendidikan anti korupsi itu penting untuk diajarkan, namun tidak perlu menjadi kurikulum tersendiri, karena dalam kurikulum pada KI-1 dan KI-2 sudah memuat sikap religius dan sosial yang didalamnya memuat tentang kejujuran dan tanggungjawab.

8. Apakah kurikulum Pendidikan Agama Islam yang ada saat ini sudah memuat pendidikan anti korupsi?

Jawab: Tentu sudah ada kurikulum pendidikan anti korupsi dalam kurikulum pendidikan agama Islam. Dalam KI 1 dan KI 2 didalamnya memuat tentang sikap religius dan sikap sosial, yang salah satunya ada

kejujuran dan tanggungjawab, sedangkan untuk KI 3 berkaitan dengan pengetahuan, dan untuk KI 4 itu tentang ketrampilan.

9. Apakah peran guru Pendidikan Agama Islam sama dengan guru pada mata pelajaran lain dalam hal menumbuhkan karakter anti korupsi?

Jawab: Peran guru agama Islam tidak ada bedanya dengan guru pada mata pelajaran lain, karena sama-sama mempunyai peran dan tanggungjawab dalam hal mendidik akhlak peserta didik. Hal itu tercantum dalam Ki 1 dan Ki 2 tadi yang menjuru kepada anti korupsi, humanisme, pluralisme dll. Peran-peran itu seperti, memberi informasi, memberikan nasihat, guru juga harus bisa menjadi teladan.

10.Bagaimana cara anda dalam menumbuhkan karakter anti korupsi baik di dalam kelas maupun di luar kelas?

Jawab: Anak-anak dilatih kejujuran dengan melakukan shalat lima waktu secara tepat waktu, peserta didik diberikan buku mentor sebagai pengendali yang diisi setiap kali shalat sebagai bukti ketaatan peserta didik dalam beribadah dan buku itu diisi baik di sekolah maupun di rumah.Guru sebagai teladan harus bisa mengajarkan peserta didik melalui tindakan langsung, bukan hanya sekedar bicara saja. Dalam mengajarkan kepada mereka tentang kedisplinan, saya sendiri harus memberi contoh kepada mereka dengan tepat waktu dalam memulai pembelajaran, dan selesai pembelajaran pun juga harus tepat waktu. Terus setiap pagi jam tujuh tepat semua anak wajib sudah berada di sekolah, bagi anak yang terlambat kita beri pengarahan dan kita suruh bersih-bersih. Hal itu sebagai salah satu cara pendidikan karakter agar anak displin waktu, karena ketika anak terlambat berarti dia sudah melakukan korupsi waktu.

Dalam pembelajaran PAI saya dan teman-teman yang lain menerapkan beebrapa metode pembelajaran, sehingga pembelajaran tidak hanya monoton guru ceramah di depan. Salah satu metode yang saya pakai yaitu belanja informasi. Belanja informasi yaitu anak-anak menggali informasi sendiri, kemudian temannya berbelanja informasi di situ, setelah itu informasi yang didapat disampaikan kepada teman-temannya.

Informasi tersebut apakah untuk dirinya sendiri atau disampaikan kepada orang lain, apakah informasi tadi ditambahi atau dikurangi, hal itu juga bisa melatih kejujuran pada anak. Melalui metode pembelajaran tersebut mampu mengajarkan anak menjadi mandiri, tanggungjawab, kretif dalam menggali informasi, dan yang paling penting anak berani mengungkapkan apa yang sudah dia peroleh.

Sebagai seorang guru kita harus mampu menjadi role model, dengan tidak meninggalkan mengajar, kecuali ketika mendapat tugas dari sekolah. Seperti siang ini saya harus ke semarang sampai hari sabtu, tetapi saya mempunyai surat tugas dari sekolah. Saya setiap hari selalu masuk sekolah, meskipun saya tidak ada jadwal mengajar. Saya juga mengajarkan mereka tentang berpegang teguh pada pendirian, ketika saya bilang A ya A, dan ketika saya bicara B Ya B jadi mereka selalu takut dengan saya dan tidak berani macam-macam. Itu merupakan cara saya mengajarkan kepada mereka bahwa orang itu yang dipegang adalah omongannya.

Kalau di luar kelas, kita selalu menyuruh anak malaksanakan kegiatan majelis doa mawar Allah di MDA setiap hari minggu pada awal bulan dan kita sediakan absen di situ. Bagi anak yang ketahuan bohong

maka kita mengambil tindakan tegas untuk menulis ayat al Qur’an yang

ditandatangani orang tua dan RT, karena banyak anak yang suka menyuruh temannya mengabsenkan. Selain itu, ketika PHBI anak-anak selalu dimintai iuran untuk acara tersebut, infak jum’at itu melatih

kejujuran, dan kegiatan jum’at bersih dapat melatih tanggungjwab.

Setiap ada kegiatan anak-anak SKI itu selalu saya beri tanggungjawab sepenuhnya untuk mengatur sendiri kegiatan itu, saya hanya menyetujui asalkan tidak menyimpang dari aturan yang sudah digariskan sekolah. Mereka harus saya latih untuk mandiri, tanggungjawab, mampu memanage sendiri kegiatan yang ada. Saya rasa itu mampu menumbuhkan sikap mandiri dan tanggungjawab pada anak- anak, dan hal itu sangat bagus untuk masa depan mereka sebagai calon

pemimpin.

11.Apakah yang menjadi pendukung dan penghambat dalam menumbuhkan karakter anti korupsi pada peserta didik?

Jawab: Dukungan dari sekolah hanya sebatas dukungan, untuk kegiatan begitulah sebagai sekolah negeri kita mempunyai anak didik ada sekitar 25% yang non muslim itulah yang menjadi masalah. Ketika

ada jum’at, acara PHBI, kajian anisa, mereka yang non muslim

yang tidak berkewajiban mengikuti acara tersebut seringkali mempengaruhi temannya yang mempunyai kewajiban untuk mengikuti kegiatan tersebut. Adanya sebagian guru yang cuek, dan tidak mau peduli sama siswanya yang penting mereka mengajar di kelas, itu merupakan hambatan bagi saya dalam menumbuhkan karakter-karekter anti korupsi tersebut. Faktor keluarga siswa yang berbeda-beda juga merupakan hambatan bagi menanamkan sikap terpuji bagi saya sebagai guru agama Islam. Misalnya, ada anak yang di rumah dia baik, namun prilaku di sekolah dia sering melanggar peraturan. Adanya kerjasama beberapa guru dalam mengajarakan kejujuran dan kedisplinan pada peserta didik tentu menjadi dukungan dalam hal korupsi itu tadi, karena anak didik harus mempunyai jiwa yang jujur dan displin agar mereka kelak tidak mudah melakukan tindakan korupsi.

12.Bagaimana kontribusi lembaga (sekolah) tentang pendidikan anti korupsi? Jawab: Adanya kantin kejujuran sekolah menjadi salah satu cara pihak

sekolah dalam mengajarkan sikap anti korupsi. Meskipun, pada kenyataannya masih sering terjadi kehilangan, atau terkadang uang yang ada di kantin itu kurang dibandingkan barang yang keluar, tetapi kadang juga terjadi kelebihan pemasukan keuangan. Penyebabnya mungkin ada anak yang jajan di kantin tetapi sengaja tidak membayar, atau lupa membayar, ataupun mungkin mengambil kembaliananya terlalu banyak. Namun, dilain hari ada kelebihan pemasukan, mungkin dia sadar atau gimana kita tidak

tahu. Selain itu, dalam menumbuhkan karakter anti korupsi sekolah lebih menekankan pada kedisplinan dan tanggungjawab dalam menaati peraturan sekolah. Ekstrakulikuler juga mengajarkan sikap anti korupsi pada anak- anak karena mereka diajarkan tentang tanggungjawab, dan yang pasti ada rasa kemandirian dalam diri anak-anak, dan menurut saya itu masuk pada poin-poin penananman sikap anti korupsi.

13.Saya rasa penjelasan Bapak cukup menjawab pertannyaan dalam

penelitian saya. Terimakasih atas bantuan Bapak, Assalamu’alaikum.

Jawab: Iya sama-sama. Wa’alaikum salam B. Nama Responden : Muhammad Syafi’i (MS)

Profesi : Pendidikan Agama Islam Tanggal Wawancara : 8 Juni 2015

Pukul : 13.00 WIB

1. Assalamu’alaikum Pak? Jawab: Wa’alaikum salam

2. Saya mahasiswa IAIN Salatiga ingin mengadakan penelitian di sini terkait peran guru pendidikan agama Islam dalam menumbuhkan karakter anti korupsi pada peserta didik, dan saya mohon bantuan Bapak untuk menjadi nara sumber dalam penelitian saya?

Jawab: Silahkan mbak, Insyaallah kalau saya bisa bantu saya akan membantu

3. Sebelumnya, mohon maaf Pak nama lengkap Bapak siapa?

Jawab: Muhammad Syafi’i

4. Apakah Bapak sebagai guru pendidikan agama Islam?

Jawab: Iya saya sebagai guru mata pelajaran pendidikan gama Islam 5. Apakah pendidikan anti korupsi itu penting untuk diajarkan di sekolah?

Jawab: Cukup penting karena dalam rangka untuk meningkatkan iman kepada Allah dengan cara melatih kejujuran agar siswa menjadi

generasi penerus yang benar-benar tangguh dalam menegakkan syariat Islam.

6. Apakah kurikulum Pendidikan Agama Islam yang ada saat ini sudah memuat tentang pendidikan anti korupsi?

Jawab: Secara tidak langsung pendidikan nilai-nilai anti korupsi sudah masuk dalam kurikulum pendidikan agama Islam

7. Apakah peran guru Pendidikan Agama Islam sama dengan guru pada mata pelajaran lain dalam hal menumbuhkan karakter anti korupsi?

Jawab:Pada prinsipnya peran semua guru itu sama. Apalagi dalam menumbuhkan karakter anti korupsi karena korupsi merupakan

musuh kita bersama dalam menegakkan hukum. Guru sebagai pemberi informasi dan mediator.

8. Bagaimana cara anda dalam menumbuhkan karakter anti korupsi baik di dalam kelas maupun di luar kelas?

Jawab: Selalu memberikan nasihat agar selalu berbuat jujur dalam segala aspek kehidupan karena Allah mengetahui segala yang dilakukan manusia.

9. Apakah yang menjadi pendukung dan penghambat dalam menumbuhkan karakter anti korupsi pada peserta didik?

Jawab: Pendukung, segala media selalu menginformasikan tentang akibat berlaku korupsi. Penghambat kurang adanya kesepakatan.

10.Bagaimana kontribusi lembaga (sekolah) tentang pendidikan anti korupsi? Jawab:Kantin kejujuran sebagai kontribusi lembaga SMK N 1 dalam

mencegah korupsi, karena dalam kantin kejujuran anak diajarkan praktik langsung untuk berbuat jujur.

7. Dalam wawancara kali ini cukup sekian, terima kasih sudah berkenan meluangkan waktu Bapak. Assalamu’alaikum.

Jawab: Iya sama-sama mbak, Wa’alaikum salam

C.Nama Responden : Siti Mutmainah (SM)

Profesi : Guru Pendidikan Agama Islam Tanggal Wawancara : 03 Juni 2015

Pukul : 10.35 WIB 1. Assalamu’alaikum ?

Jawab: Wa’alaikum salam

2. Begini Bu, saya mahasiswa IAIN Salatiga ingin mengadakan penelitian di SMK ini terkait peran guru pendidikan agama Islam dalam menumbuhkan karakter anti korupsi pada peserta didik.

Jawab: Iya mbak, apa yang bisa saya bantu

3. Sebelumnya mohon maaf, mengganggu waktu ibu sebentar untuk wawancara?

Jawab: Iya, silahkan mbak

4. Sebelumnya siapa nama lengkap Ibu? Jawab: Siti Mutmainah

5. Apakah ibu mengajar meteri pendidikan agama Islam? Jawab: Iya

6. Apakah saya dapat langsung wawancara terkait peran guru dalam menumbuhkan karakter anti korupsi pada peserta didik?

Jawab: Silahkan mbak, Insyaallah kalau saya bisa jawab saya akan menjawab

7. Apakah pendidikan anti korupsi itu penting untuk diajarkan di sekolah? Jawab: Sangat penting, kalau tidak ada pendidikan tentang itu bagaimana

dengan keadaan negara ini, sekarang saja para koruptor juga sudah banyak di negara ini, malah kalau menurut saya seharusnya pendidikan anti korupsi perlu dibuat kurikulum sendiri.

8. Apakah kurikulum Pendidikan Agama Islam yang ada saat ini sudah memuat pendidikan anti korupsi?

Jawab: Sudah, karna Dalam pembelajaran agama ada materi tentang kejujuran, rukun iman, rukun Islam dan ibadah. Menurut saya pendidikan nilai-nilai anti korupsi dapat dimasukkan dalam materi tersebut. Misalnya dengan mempelajari tentang rukun iman, di situ ada iman kepada malaikat berserta tugas-tugasnya. Salah Satu tugas malaikat yaitu mencatat perbutan baik dan buruk yang

dilakukan manusia, yaitu malaikat Raqib dan Atid. Dengan begitu, anak menjadi merasa selalu ada yang mengawasi sehingga ketika melakukan pencurian atau perampokan, karena korupsi juga termasuk pencurian bahkan korupsi itu merupakan perampokan secara besar-besarankan, mereka akan merasa takut. Oleh karena itu, secara tidak langsung kurikulum PAI sudah memuat tentang pendidikan anti korupsi.

9. Apakah peran guru Pendidikan Agama Islam sama dengan guru pada mata pelajaran lain dalam hal menumbuhkan karakter anti korupsi?

Jawab: Perannya sama dengan guru yang lain, hanya saja lebih dominan kalau sebagai guru agama, karena guru agama itu dalam menyampaikan segala sesutu mempunyai dalil, hadist, kaidah dll. Peran itu seperti memberi informasi, motovasi dan pengarahan disela-sela pembelajaran. Agar mereka mempunyai akhlak yang terpuji, termasuk jiwa yang anti korupsi. Saya selalu menyampaiakn meteri pelajaran dengan mencontohkan kondisi yang terjadi. Begitu halnya ketika menyampaikan materi tentang perbuatan tecela, seperti mencuri saya mengaitkan dengan perbuatan korupsi. Korupsi itu kan sama saja merampok uang rakyat, jadi sebagai guru agama juga harus mengaitkan dengan hukum-hukum Islam maka kita menjelaskan kepada anak-anak jika hukum Islam kalau mengambil barang yang bukan miliknya itu sangat berat hukamannya bahkan samapai dibunuh apalagi perbutan korupsi.

10. Bagaimana cara anda dalam menumbuhkan karakter anti korupsi baik di dalam kelas maupun di luar kelas?

Jawab: Kita harus menanamkan sikap yang jujur pada anak didik,

meskipun hal kecil seperti mencotek. Saya selalu menekankan pada anak-anak untuk selalu jujur dan percaya diri pada jawaban mereka. Saya lebih menghargai anak yang mendapat nilai sedang tetapi jujur, daripada mendapat nilai bagus dengan hasil mencontek

atau hasil kerja sama dengan teman.

Kalau di luar kelas lebih keteladanan, terutama orang tua karena guru hanya bisa mengawasi mereka sabatas di sekolah saja. Ketika anak-anak di luar kelas apalagi sudah di luar sekolah orang tualah yang menjadi teladan. Kalau menurut saya guru kalau di tingkat SMK guru itu tidak terlalu berperan dalam menumbuhkan karakter atau kebiasaan dalam diri peserta didik, yang lebih berperan itu sebanarnya teman. Perkataan guru bahkan orang tua mereka sendiri terkadang tidak dianggap, anak usia segitu biasanya lebih sering mendengar perkataan teman sebayanya. Jadi saya selalu menasehati anak-anak untuk pandai memilih teman. Kalau mereka salah memilih teman, prilaku mereka juga kan mengikuti teman sebayanya. Misalnya jika mereka berteman sama orang yang suka mencuri, mencontek, sering bolos sekolah atau melanggar peraturan sekolah maka anak itu akan ikut-ikut berperilaku menyimpang. Hal itu bisa mempengaruhi kepribadian anak ketika dia dewasa dan bahkan ketika mereka sudah tidak menjalin

hubungan dengan temannya tadi”

Ketika pembelajaran anak tidak hanya menjadi pendengar saja, saya sering menyuruh mereka untuk mencari materi sendiri, kemudian mendiskusikan dan memperesentasikan hasil diskusi. Dalam proses pembelajaran tersebut anak selain belajar tanggungjawab juga dilatih mandiri, pecaya diri untuk menyampai hasil karnyanya, anak juga lebih kreatif dan yang lebih penting akan berlatih kuat dengan pendirian yang ada serta anak itu akan lebih menghargai orang lain, karena dalam presentasi anak tentu akan memperoleh sanggahan ataupun usulan dari kelompok lain. . Dalam mengajarkan tanggung jawab itu biasanya saya

sering menyuruh siswa meminjam dan mengembalikan barang- barang kepenggandaan, hla itu sacara tidak langsung mengajarkan mereka rasa tanggungjawab apakah segera dikembalikan atau tidak

dan biasanya kalau telat mengembalikan barang yang dipinjam maka pihak penggandaan akan menanyakan ke guru yang menyuruh tadi, sehingga guru jadi tahu anak bertanggung jawab apa tidak.Siswa itu harus tepat waktu ketika masuk kelas, mengumpulkan tugas pun juga harus tepat waktu. Ketika ada siswa yang terlambat maka ada saknsi tersendiri.

11. Apakah yang menjadi pendukung dan penghambat dalam menumbuhkan karakter anti korupsi pada peserta didik?

Jawab: Kalau dukungan lebih kepada kerjasama semua guru dalam

menumbuhkan sikap-sikap terpuji seperti kejujuran, disiplin, tanggungjawa, sikap-sikap itu bisa melatih anak untuk mempunyai sikap anti korupsi. Kalau hambatannya itu, guru agama tidak bisa mengawasi siswanya selama 24 jam, sehingga guru hanya mampu memberi motivasi, dorongan dan arahan agar anak menghindari prilaku pencurian atau bahkan korupsi itu tadi, sebagai guru agama dalam memberikan nasehat dan arahan tentu tidak lepas dari dalil- dalil dan kaidah-kaidah yang ada dalam agama Islam. Setelah anak keluar dari sekolah yang lebih berperan itu orang tua dan lingkungan masyarakat

12. Bagaimana kontribusi lembaga (sekolah) tentang pendidikan anti korupsi? Jawab: Kantin kejujuran, hukuman bagi siswa yang melanggar peraturan,

pihak sekolah mengambil kebijakan bagi siswa yang mendapat beasiswa uangnya itu tidak diberikan kepada siswa ataupun orang tua tetapi langsung digunakan untuk boasaya pendidikan seperti membayar spp dll. Seperti pengalaman yang sudah-sudah ada anak yang sudah diberikan uang SPP oleh orang tuanya, tetapi tidak dibayarkan ke sekolah, sehingga sekolah mengambil keputusan seperti itu. Jadi peringatan sekolah dalam hal pembayaran SPP saya rasa termasuk kontribusi sekolah dalam hal tanggungjawab dan kejujuran.

13. Penjelasan yang Ibu paparkan sangat membantu dalam penelitian saya, terima kasih Bu?

Jawab: Iya sama-sama Mbak

D. Nama Responden : Nur Farida (NF)

Kelas : X

Jurusan Wawancara : Tata Boga Tanggal : 08 Juni 2015 Pukul : 07.00 WIB 1. Assalamu’alaikum?

Jawab: Wa’alaikum Salam

2. Saya mahasiswa Iain Salatiga ingin bertanya-tanya sebentar kepada Adik, terkait penelitian skripsi saya yang berjudul peran guru pendidikan agama Islam dalam menumbuhkan karakter anti korupsi peserta didik?

Jawab: Iya Kak

3. Sebelunya, nama lengkapnya siapa? Jawab: Nur Farida

4. Sekarang kelas berapa? Jawab: X

5. Ambil jurusan Apa? Jawab: Tata Boga

6. Siapa yang mengajar pelajaran pendidikan agama Islam? Jawab: Pak Untoro mbak

7. Apakah dalam materi pelajaran PAI terdapat meteri tentang kejujuran, tanggungjawab, kedisiplinan dan percaya diri?

Jawab: Iya ada tentang kejujuran dan tanggungjawab.

8. Apakah guru agama Islam sudah mampu memberi teladan dalam hal mencegah atau menanamkan sikap anti korupsi?

Jawab: Sudah, dengan selalu mengiatkan untuk berbuat jujur

9. Bagaimana metode yang digunakan guru PAI saat ingin memberi pelajaran tentang pentingnya karakter anti korupsi?

Jawab: Diberi informasi mengenai kejujuran dan menyruh untuk tidak curang dalam tes.

10.Apakah guru PAI telah berkonsisten dengan ketepatan waktu mengajar (memulai dan mengakhiri pelajaran)?

Jawab: Salama ini sudah

11.Bagaimana sikap guru PAI ketika melihat ada siswa yang melakukan tindakan mencontek, mencuri dan melanggar peraturan sekolah?

Jawab: Ditegur dan diberi hukuman

12.Apakah kantin kejujuran di sekolah sudah tepat sebagai media pembelajaran tentang pendidikan anti korupsi?

Jawab: Sudah bisa melatih kita untuk bersikap jujur, meskipun masih ada yang curang ketika mengambil uang kembalian

13.Terimakasih atas waktunya, selamat belajar. Assalamu’alaikum? Jawab: Walaikum Salam

E.Nama Responden :Amanah Uyun (AU)

Kelas : X

Jurusan : Tata boga

Tanggal Wawancara : 08 Juni 2015

Pukul : 07.08 WIB

1. Assalamu’alaikum?

Jawab: Wa’alaikum Salam

2. Saya mahasiswa Iain Salatiga sedang mengerjakan skripsi yang berjudul peran guru pendidikan agama Islam dalam menumbuhkan karakter anti korupsi pada peserta didik. Saya ingin minta tolong adik untuk dapat diwawancarai terkait penelitian skripsi saya?

Jawab: Iya mbak, silahkan

3. Sebelumnya nama lengkapnya siapa? Jawab: Amanah Uyun

4. Sekarang kelas berapa? Jawab: X tata boga mbak

Jawab: Pak Untoro

6. Langsung saja ke daftar pertannyaan ya? Jawab: Iya silahkan

7. Apakah dalam materi pelajaran PAI terdapat meteri tentang kejujuran, tanggungjawab, kedisiplinan dan percaya diri?

Jawab: Ada

8. Apakah guru agama Islam sudah mampu memberi teladan dalam hal mencegah atau menanamkan sikap anti korupsi?

Jawab: Sudah. Menasehati untuk selalu berbuat jujur dan tanggungjawab atas tugas yang diberikan serta tidak boleh mencontek.

9. Bagaimana metode yang digunakan guru PAI saat ingin memberi pelajaran tentang pentingnya karakter anti korupsi?

Jawab: Mensisipkan disela-sela pelajaran dan dalam mengajar kita di suruh mencari informasi sendiri.

10.Apakah guru PAI telah berkonsisten dengan ketepatan waktu mengajar (memulai dan mengakhiri pelajaran)?

Jawab: Kebanyakan iya, kalau ada keperluan saja keluar kelasnya lebih cepat.

11.Bagaimana sikap guru PAI ketika melihat ada siswa yang melakukan tindakan mencontek, mencuri dan melanggar peraturan sekolah?

Jawab: Dinasehati dan diberi hukuman.

12.Apakah kantin kejujuran di sekolah sudah tepat sebagai media pembelajaran tentang pendidikan anti korupsi?

Jawab: Sudah bisa membuat kita untuk jujur.

14.Terimakasih atas waktunya, selamat belajar. Assalamu’alaikum? Jawab: Walaikum Salam

F. Nama Responden : Aisyah Banu (AB)

Kelas : X

Jurusan : Tata Boga Tanggal : 08 Juni 2015 Pukul : 07.15 WIB 1. Assalamu’alaikum?

Jawab: Wa’alaikum Salam

2. Saya mahasiswa Iain Salatiga ingin bertanya-tanya sebentar kepada Adik, terkait penelitian skripsi saya yang berjudul peran guru pendidikan agama Islam dalam menumbuhkan karakter anti korupsi peserta didik?

Jawab: Iya Kak

3. Sebelunya, nama lengkapnya siapa? Jawab: Aisyah Banu

4. Sekarang kelas berapa? Jawab: X

5. Ambil jurusan Apa? Jawab: Tata Boga

6. Siapa yang mengajar pelajaran pendidikan agama Islam? Jawab: Pak Untoro mbak

7. Apakah dalam materi pelajaran PAI terdapat meteri tentang kejujuran, tanggungjawab, kedisiplinan dan percaya diri?

Jawab: Ada

8. Apakah guru agama Islam sudah mampu memberi teladan dalam hal