Distribusi Jawaban Responden Terhadap Variabel Penempatan (X2) Tabel 4

Dalam dokumen Pengaruh Seleksi, Penempatan, dan Pelatihan Terhadap Human Error Paramedis di RSIA. Stella Maris kota Medan (Halaman 112-118)

HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

11. Staf Piutang Korporasi dan Asurans

4.2.2 Metode Analisis Statistik

4.2.2.2 Distribusi Jawaban Responden Terhadap Variabel Penempatan (X2) Tabel 4

Distribusi Jawaban Responden Terhadap Variabel Penempatan (X2) No 1 STSS 2 3 4 5 6 7 SSS Total Rata- rata F % F % F % F % F % F % F % F % 1 0 0 0 0 1 0,7 6 4,3 32 23,2 48 34,8 51 37,0 138 100 6,03 2 0 0 0 0 10 7,2 26 18,8 54 39,1 43 31,2 5 3,6 138 100 5,05 3 0 0 1 0,7 3 2,2 26 18,8 38 27,5 52 37,7 18 13,0 138 100 5,38 4 0 0 0 0 9 6,5 31 22,5 45 32,6 39 28,3 14 10,1 138 100 5,13 5 0 0 0 0 0 0 0 0 32 23,2 73 52,9 33 23,9 138 100 6,01 6 0 0 0 0 0 0 2 1,4 31 22,5 54 39,1 51 37,0 138 100 6,12 7 0 0 0 0 7 5,1 21 15,2 48 34,8 38 27,5 24 17,4 138 100 5,37 8 0 0 0 0 8 5,8 29 21,0 57 41,3 37 26,8 7 5,1 138 100 5,04 9 0 0 0 0 4 2,9 16 11,6 41 29,7 61 44,2 16 11,6 138 100 5,50 10 0 0 0 0 2 1,4 14 10,1 35 25,4 71 51,4 16 11,6 138 100 5,62 Total Rata-rata 5,52

Sumber: Hasil Pengolahan data primer (kuesioner), data diolah 2016.

Berdasarkan data pada Tabel 4.7 dapat diketahui bahwa:

1. Pada pernyataan, “penempatan saya sesuai dengan pendidikan yang disyaratakan”, sebagian besar responden sebanyak 51 orang setuju dengan pernyataan tersebut, dapat dilihat dari pendidikan yang disyaratkan untuk seorang paramedis yaitu minimal berpendidikan Akademi/Diploma. Sementara, 1 orang menyatakan kurang setuju karena penempatan seseorang tidak hanya dilihat dari pendidikan saja, namun banyak faktor lain yang dapat dilihat.

2. Pada pernyataan “penempatan pekerjaan saya mempertimbangkan pendidikan dan pelatihan yang pernah diikuti”, sebagian besar responden sebanyak 54 orang setuju dengan pernyataan tersebut, karena keahlian-keahlian seseorang dalam bekerja tidak hanya diperoleh dari pendidikan saja, tapi dengan seringnya mengikuti pelatihan seperti pelatihan manajemen asuhan

keperawatan maternitas dan manajemen asuhan keperawatan anak, maka keahlian seseorang dalam bekerja akan semakin tinggi lagi. Sementara, 10 orang menyatakan kurang setuju dengan pernyataan tersebut karena justru sering kali rumah sakit yang menyelenggarakan pelatihan-pelatihan kepada calon paramedisnya sebelum ditempatkan.

3. Pada pernyataan “posisi dan pekerjaan yang dibebankan pada saya dilihat dari pengalaman kerja sebelumnya”, sebagian besar responden sebanyak 52 orang setuju dengan pernyataan tersebut, karena cukup banyak paramedis yang sudah pernah menjadi paramedis juga sebelum bekerja di rumah sakit tersebut. Sementara, 1 orang tidak setuju dengan pernyataan tersebut karena masih ada beberapa paramedis yang diterima bekerja namun belum memiliki pengalaman bekerja sebelumnya.

4. Pada pernyataan “lamanya masa kerja sebelumnya menjadi salah satu syarat penempatan” sebagian besar responden sebanyak 45 orang setuju dengan pernyataan tersebut, dapat dilihat dari masa kerja yang disyaratkan untuk bagian keperawatan dan kebidanan minimal 1 tahun. Sementara, 9 orang kurang setuju dengan pernyataan tersebut karena pada bagian farmasi dan laboratorium pelamar yang belum memiliki pengalaman (fresh graduate) dapat diterima bekerja.

5. Pada pernyataan “tingkat kecerdasan saya sesuai dengan posisi yang diberikan pada saya”, hampir seluruh responden setuju dengan pernyataan tersebut karena sebagai seorang paramedis sangat diharuskan memiliki banyak kecerdasan seperti kecerdasan mengolah kata yaitu kecerdasan dalam

menggunakan bahasa lisan maupun tulisan dan kemampuan berbahasa dengan baik dan efektif, kecerdasan logika yaitu kecerdasan yang mengacu pada penalaran, logika, dan mengolah angka dengan baik, kecerdasan intrapersonal yaitu kecerdasan dalam memahami perasaan orang lain, kecerdasan interpersonal yaitu keceradasan dalam mengenali emosi diri sendiri, dan kecerdasan intuitif yaitu keceradasan yang dimiliki seseorang dengan tingkat insting yang baik.

6. Pada pernyataan “kemampuan saya dalam melaksanakan pekerjaan sesuai dengan posisi saya saat ini”, sebagian besar responden sebanyak 54 orang menyatakan setuju dengan pernyataan tersebut, dapat dilihat dari efektivitas pekerjaan yang selalu mereka capai, sangat jarang terjadi kelalaian atau keterlambatan dalam melaksanakan pekerjaan. Sementara, 2 orang menyatakan netral pada pernyataan tersebut karena mereka merasa bahwa antara tugas, waktu, target, dan realisasi pekerjaan mereka sudah sangat sesuai sehingga sangat jarang ada pekerjaan yang tidak terselesaikan dengan baik. 7. Pada pernyataan “saya ditempatkan di posisi sekarang karena sesuai dengan

kemampuan berkomunikasi saya yang baik”, sebagian besar responden sebanyak 48 orang menyatakan setuju dengan pernyataan tersebut, dapat dilihat dari paramedis yang sangat ramah dan sopan dalam berkomunikasi dengan para pasiennya. Sementara, 7 orang menyatakan kurang setuju karena mereka berpendapat bahwa ada faktor-faktor lain yang lebih dipertimbangkan dalam penempatan selain kemampuan dalam berkomunikasi.

8. Pada pernyataan “jabatan saya sekarang didasarkan pada riwayat kesehatan yang saya miliki”, sebagian besar responden sebanyak 57 orang menyatakan setuju dengan pernyataan tersebut karena sebelum paramedis ditempatkan di posisi masing-masing, mereka akan dicek kesehatannya sehingga posisi yang diberikan pada mereka juga akan sesuai dengan riwayat kesehatan mereka. Sementara, 8 orang menyatakan kurang setuju dengan pernyataan tersebut karena persyaratan riwayat kesehatan yang diberikan pihak rumah sakit kepada paramedisnya hampir sama dengan persyaratan-persyaratan kesehatan dimanapun sehingga persyaratan tersebut tidak terlalu berperan dalam menggagalkan pelamarnya untuk ditempatkan di posisi masing-masing.

9. Pada pernyataan “jabatan saya saat ini sesuai dengan kepribadian yang saya miliki”, sebagian besar responden sebanyak 61 orang setuju dengan pernyataan tersebut, dapat dilihat dari paramedis-paramedis yang baru ditempatkan selalu cepat beradaptasi baik dengan rekan kerjanya maupun dengan lingkungan sekitar. Sementara, 4 orang menyatakan kurang setuju dengan pernyataan tersebut karena sebelum bekerja sering kali kepribadian asli seseorang tidak terlihat, jadi pada saat proses penempatan kepribadian tidak dapat dinilai atau dilihat dengan jelas.

10.Pada pernyataan “usia saya yang sekarang sesuai dengan kriteria jabatan saya”, sebagian besar responden sebanyak 71 orang setuju dengan pernyataan tersebut, dapat dilihat dari lebih banyaknya paramedis yang beusia produktif antara 20 sampai 30 tahun yaitu sebanyak 106 orang. Sementara, 2 orang menyatakan kurang setuju dengan pernyataan tersebut karena masih

terdapatnya paramedis yang memiliki usia diatas usia produktif namun masih memiliki keahlian dan keterampilan yang sangat baik saat bekerja.

Berdasarkan Tabel 4.7 dapat diketahui rata-rata jawaban responden terhadap variabel penempatan. Agar lebih mempermudah penilaian dari rata-rata tersebut, maka perlu dibuat interval. Dalam penelitian ini, banyak kelas interval sebesar 7 (tujuh). Rumus yang digunakan menurut Sudjana (2000:47) adalah sebagai berikut:

Panjang Kelas Interval = �������

������ ����� ��������

Berdasarkan rumus di atas maka panjang kelas interval adalah : Panjang Kelas Interval = 7−1

7 = 0,85 Maka kriteria dari penilaian adalah sebagai berikut :

Tabel 4.8

Interpretasi Nilai Rata-Rata Jawaban Responden Terhadap Penempatan (X2)

Nilai Keterangan

1,00 - 1,85 Sangat Rendah Sekali

1,86 – 2,71 Sangat Rendah

2,72 – 3,57 Rendah

3,58 – 4,43 Sedang

4,44 – 5,29 Tinggi

5,30 – 6,14 Sangat Tinggi

6,15 – 7,00 Sangat Tinggi Sekali

Sumber : Sudjana (2000:47), data diolah (2016).

Dari hasil jawaban responden dapat dilihat bahwa rata-rata jawaban responden mengenai seleksi sebesar 5,52 yang artinya bahwa semua paramedis RSIA. Stella Maris menganggap kesesuaian penempatan mereka dengan semua kriteria sudah sangat tinggi, yang dapat dilihat dari tingginya perolehan rata-rata pada kesesuaian pendidikan yang disyaratkan dengan penempatan, yang mana

hampir seluruh paramedis memiliki pendidikan minimal Akademi/Diploma sesuai dengan persyaratan penempatan pihak rumah sakit. Tingginya perolehan rata-rata berikutnya yaitu pada kesesuaian tingkat kecerdasan dengan posisi yang diberikan. Seluruh paramedis diharuskan memiliki banyak kecerdasan agar mampu menempati posisi yang akan diberikan pada mereka nantinya seperti kecerdasan mengolah kata yaitu kecerdasan dalam menggunakan bahasa lisan maupun tulisan dan kemampuan berbahasa dengan baik dan efektif, kecerdasan logika yaitu kecerdasan yang mengacu pada penalaran, logika, dan mengolah angka dengan baik, kecerdasan intrapersonal yaitu kecerdasan dalam memahami perasaan orang lain, kecerdasan interpersonal yaitu keceradasan dalam mengenali emosi diri sendiri, dan kecerdasan intuitif yaitu keceradasan yang dimiliki seseorang dengan tingkat insting yang baik. Kemudian, kesesuain dalam kemampuan dalam melaksanakan pekerjaan dengan posisi mereka juga memperolah rata-rata yang sangat tinggi karena hampir seluruh paramedis dapat melaksanakan pekerjaan mereka secara efektif dan efisien yang dapat dilihat dari sangat jarangnya terjadi kelalaian atau keterlambatan dalam menyelesaikan pekerjaan. Kesesuaian kepribadian dengan jabatan juga memperoleh rata-rata yang cukup tinggi karena setiap paramedis yang ditempatkan hampir selalu mudah dan cepat beradaptasi dengan rekan kerja dan lingkungan sekitarnya. Terakhir, kesesuaian usia dengan jabatan juga memperoleh rata-rata yang cukup tinggi, dapat dilihat dari lebih banyaknya paramedis yang berusia produktif antara 20 sampai 30 tahun yang berarti bahwa rumah sakit lebih memilih calon paramedis yang berusia produktif. Maka dapat diartikan bahwa, semua

kesesuaian dalam penempatan tanaga kerja tersebut dapat mempengaruhi kesalahan-kesalahan saat bekerja yang mungkin terjadi yang disebabkan oleh pekerjanya.

4.2.2.3 Distribusi Jawaban Responden Terhadap Variabel Pelatihan (X3)

Dalam dokumen Pengaruh Seleksi, Penempatan, dan Pelatihan Terhadap Human Error Paramedis di RSIA. Stella Maris kota Medan (Halaman 112-118)