• Tidak ada hasil yang ditemukan

Penyusunan Dokumen AMDAL Bidang Jalan

3.3. Format Dokumen AMDAL

3.3.3. Dokumen RKL-RPL

RKL-RPL harus memuat mengenai upaya untuk menangani dampak dan memantau komponen lingkungan hidup yang terkena dampak terhadap keseluruhan dampak, bukan hanya dampak yang disimpulkan sebagai dampak penting dari hasil proses evaluasi holistik dalam Andal. Sehingga untuk beberapa dampak yang disimpulkan sebagai bukan dampak penting, namun tetap memerlukan dan direncanakan untuk dikelola dan dipantau (dampak lingkungan hidup lainnya), maka tetap perlu disertakan rencana pengelolaan dan pemantauannya dalam RKL-RPL.

Contoh penentuan dampak penting suatu kegiatan ditunjukkan pada Gambar 3.5, sedangkan untuk contoh matriks RKL-RPL ditunjukkan pada Tabel 3.3, Tabel 3.4, Tabel 3.5 dan Tabel 3.6.

Pada contoh penentuan dampak penting dalam gambar 3.5., dideskripsikan beberapa hal sebagai berikut :

1. Rencana kegiatan pada tahap pra konstruksi, konstruksi dan pasca konstruksi.

2. Komponen lingkungan yang terdiri dari fisik kimia, biologi, sosial ekonomi budaya, dan kesehatan masyarakat.

3. Kegiatan yang ada di sekitar lokasi rencana kegiatan yang diusulkan beserta dampak yang ditimbulkannya terhadap lingkungan hidup

4. Informasi hasil proses pelibatan masyarakat berupa saran, pendapat, tanggapan dari masyarakat yang diperoleh ketika

konsultasi publik.

SALINAN

3-18 Petunjuk Praktis Pengelolaan Lingkungan Hidup Bidang Jalan

Dampak Potensial : Pra Konstruksi

1. Peningkatan pendapatan masyarakat 2. Perubahan penggunaan lahan 3. Timbulnya keresahan sosial 4. Perubahan hubungan sosial 5. Perubahan persepsi masyarakat 6. Perubahan sikap masyarakat Konstruksi 1. Penurunan kualitas udara 2.Peningkatan kebisingan 3. Peningkatan air larian (run off) 4. Longsoran dan erosi 5. Penurunan kualitas air permukaan 6. Hilangnya vegetasi 7. Terganggunya satwa 8. Terganggunya biota air 9. Peningkatan kesempatan kerja 10.Peningkatan peluang usaha 17.Kemacetan & kecelakaan lalu lintas 18.Meningkatnya penyebaran penyakit menular 19.Penurunan sanitasi lingkungan

Pasca Konstruksi (OM) 1. Penurunan kualitas udara 2. Peningkatan kebisingan 3. Hilangnya vegetasi 4. Terganggunya satwa 5. Peningkatan kesempatan kerja 6. Peningkatan peluang usaha 7. Peningkatan pendapatan masyarakat 8. Perubahan penggunaan lahan 9. Perubahan hubungan sosial 10.Terganggunya kamtibmas 11.Perubahan persepsi masyarakat 12.Perubahan sikap masyarakat 13.Kemacetan & kecelakaan lalu lintas 14.Meningkatnya penyebaran penyakit menular 15.Peningkatan pelayanan kesehatan Komponen Rencana Kegiatan :

Pra Konstruksi 1. Survey & pengukuran 2. Sosialisasi rencana kegiatan 2. Pengadaan lahan Konstruksi 1. Mobilisasi tenaga kerja 2. Mobilisasi peralatan berat 3. Pembangunan dan pengoperasian basecamp 4. Pembersihan lahan dan pembongkaran 5. Pengangkutan material 6. Pekerjaan tanah

7. Konstruksi badan jalan dan perkerasan 8. Pekerjaan drainase jalan 9. Pekerjaan struktur bangunan pelengkap 10. Pekerjaan jembatan

11. Pekerjaan pemasangan perlengkapan jalan 12. Pembuangan sisa bahan bangunan 13. Demobilisasi alat berat 14. Demobilisasi tenaga kerja Pasca Konstruksi (OM) 1. Pengoperasian jalan 2. Pemeliharaan jalan

Komponen Lingkungan Hidup : 1. Fisik-Kimia 3. Sosial ekonomi budaya a. Kesempatan kerja b. Kesempatan berusaha c. Pendapatan masyarakat d. Penguasaan & pemilikan lahan e. Penggunaan & pemanfaatan lahan f. Nilai lahan & bangunan g. Gangguan kenyamanan h. Keresahan sosial i. Hubungan sosial

j. Kamtibmas (pertahanan & keamanan) k. Persepsi masyarakat

Kegiatan lain di sekitarnya

Saran, Pendapat dan Tanggapan (SPT) Masyarakat

Dampak Penting Hipotetik : Pra Konstruksi 1. Perubahan penggunaan lahan 2. Perubahan hubungan sosial 3. Perubahan persepsi masyarakat 4. Perubahan sikap masyarakat Konstruksi 1. Penurunan kualitas udara 2.Peningkatan kebisingan 3. Peningkatan air larian (run off) 4. Penurunan kualitas air permukaan 5. Hilangnya vegetasi 6. Terganggunya satwa 7. Terganggunya biota air 8. Peningkatan kesempatan kerja 9. Peningkatan peluang usaha 10.Peningkatan pendapatan masyarakat 1. Penurunan kualitas udara 2. Peningkatan kebisingan 3. Hilangnya vegetasi 4. Terganggunya satwa 5. Peningkatan kesempatan kerja 6. Peningkatan peluang usaha 7. Peningkatan pendapatan masyarakat 8. Perubahan penggunaan lahan 9. Perubahan hubungan sosial 10..Terganggunya kamtibmas 11.Perubahan persepsi masyarakat 12.Perubahan sikap masyarakat 13.Kemacetan & kecelakaan lalu lintas 14.Meningkatnya penyebaran penyakit menular 15.Peningkatan pelayanan kesehatan

Gambar 3.5. Bagan Alir Contoh Penentuan Dampak Penting

SALINAN

3-19 Petunjuk Praktis Pengelolaan Lingkungan Hidup Bidang Jalan

Tabel 3.3. Matriks RKL

No Dampak Lingkungan yang dikelola

Sumber Dampak

Indikator keberhasilan pengelolaan lingkungan hidup

Bentuk pengelolaan Dampak Penting Yang Dikelola (Hasil Arahan Pengelolaan pada ANDAL)

Tuliskan dampak yang mungkin terjadi

Tuliskan

Tuliskan target batasan pengelolaan lingkungan hidup

Tuliskan bentuk/jenis yang terkait dengan pengelolaan lingkungan hidup

Dampak Lingkungan Lainnya yang Dikelola (pengelolaan lingkungannnya telah direncanakan sejak awal sebagai bagian dari rencana kegiatan, atau mengacu pada SOP, panduan teknis pemerintah, standar internasional, dll)

Tuliskan dampak yang mungkin terjadi

Tuliskan

Tuliskan target batasan pengelolaan lingkungan hidup

Tuliskan bentuk/jenis SOP, panduan teknis pemerintah, standar yang terkait dengan pengelolaan lingkungan hidup

SALINAN

3-20 Petunjuk Praktis Pengelolaan Lingkungan Hidup Bidang Jalan

Tabel 3.4. Contoh Pengisian Matriks RKL untuk Ruas Jalan Nasional

No Dampak Lingkungan yang dikelola

Sumber Dampak

Indikator keberhasilan pengelolaan lingkungan hidup

Bentuk pengelolaan Dampak Penting Yang Dikelola (Hasil Arahan Pengelolaan pada ANDAL)

1. Penurunan kualitas udara

Pekerjaan tanah

Konsentrasi debu yang timbul tidak melebihi baku mutu udara ambien sesuai Peraturan Pemerintah Nomor 41 tahun 1999 tentang Pengendalian Pencemaran c. Lokasi rinci dapat dilihat pada peta di gambar …

minimal sehari dua kali

a. Instansi Pelaksana : Satker/ PPK PJN di

b. Instansi Pengawas : Satker/ PPK P2JN di B(B)PJN dan/atau konsultan supervisi c. Instansi Penerima Laporan : BLHD, B(B)PJN, Direktorat Bina Pelaksanaan Wilayah Dampak Lingkungan Lainnya yang Dikelola (pengelolaan lingkungannnya telah direncanakan sejak awal sebagai bagian dari rencana kegiatan, atau mengacu pada SOP, panduan teknis pemerintah, standar internasional, dll)

1. Timbulnya sampah domestik

Pengoperas ian basecamp

Sampah domestik dikelola sesuai dengan peraturan perundangan

Di lokasi basecamp sehari satu kali a. Instansi Pelaksana : Satker/ PPK PJN di

3-21 Petunjuk Praktis Pengelolaan Lingkungan Hidup Bidang Jalan

SOP nomor ….

b. Bekerjasama dengan Dinas Kebersihan Kab X untuk

b. Instansi Pengawas : Satker/ PPK P2JN di B(B)PJN dan/atau konsultan supervisi c. Instansi Penerima Laporan : BLHD, B(B)PJN, Direktorat Bina Pelaksanaan Wilayah

Tabel 3.5. Matriks RPL

No Dampak Lingkungan yang Dipantau Bentuk Pemantauan Lingkungan Hidup Institusi Pemantauan Lingkungan Hidup

Jenis Dampak yang Timbul

Indikator/

Parameter

Sumber Dampak Metode Pengumpulan

& Analisis Data

Lokasi Pantau Waktu &

Frekuensi

Pelaksana Pengawas Penerima

Laporan

3-22 Petunjuk Praktis Pengelolaan Lingkungan Hidup Bidang Jalan

hidup yang

Tabel 3.6. Contoh Pengisian Matriks RPL untuk Ruas Jalan Nasional

No Dampak Lingkungan yang Dipantau Bentuk Pemantauan Lingkungan Hidup Institusi Pemantauan Lingkungan Hidup

Jenis Dampak yang Timbul

Indikator/

Parameter

Sumber Dampak Metode Pengumpulan

& Analisis Data

Lokasi Pantau Waktu &

Frekuensi

Pelaksana Pengawas Penerima

Laporan

Pekerjaan tanah Pemantauan langsung c. Lokasi rinci dapat dilihat

3-23 Petunjuk Praktis Pengelolaan Lingkungan Hidup Bidang Jalan

Dokumen terkait