BAB 4 METODOLOGI PENELITIAN
5.3 Analisa Kualitatif
5.3.4 Reduksi Data
5.3.4.6 Domain Kinerja
Kinerjamengukur tingkat dimana penggunaan e -procurement dipersepsikan lebih baik dari metode konvensional. Peningkatan kinerja diukur dengan item diketahuinya kegiatan lelang yang telah dilaksanakan, diperoleh pemenang lelang untuk setiap tender yang dilakukan, meningkatnya kompetisi dalam perolehan tender, menurunnya jumlah sanggah dalam setiap tender yang dilakukan, diperoleh harga terbaik(termurah) dalam lelang.E -procurement dapat digunakan sebagai sarana untuk monitoring karena seluruh proses pengadaan, mulai dari pengumuman sampai dengan penetapan pemenang tercatat dalam system. Sehingga, auditor dapat menggunakan system ini untuk dapat mengetahui
128
jumlah kegiatan yang telah dilaksanakan, sedang dalam proses pelaksanaan maupun yang akan dilaksanakan. Berikut pernyataan informan terkait indicator monitoring kegiatan dalam pengadaan barang dan jasa.
Kinerja (Knj) monitoring kegiatan (01) informan
Knj.01.1 E proc memudahkan sekali untuk mengetahui semua kegiatan lelang
yang telah, sedang dan akan dilaksanakan.
Knj.01.2 Salah satu tujuan e proc itu khan memang untuk mempermudah kegiatan
monitoring. Jadi semua kegiatan dalam pengadaan barang dan jasa pasti dapat dilihat disana.
Knj.01.3 Untuk monitoring, dan auditor punya akun untuk mengakses dokumen
semua penawar. Jadi untuk main-main lebih kecil kemungkinannya
Salah satu faktor dikatakan kinerja pada pengadaan barang dan jasa secara elektronik itu berhasil adalah diperolehnya pemenang dalam setiap tender yang dilakukan. Kenyataannya terkadang terdapat pekerjaan yang harus lelang ulang dan hal ini disebabkan oleh munculnya sanggah, nilai hps yang terlalu tinggi dan tidak ada penyedia yang memasukkan dokumen penawaran. Peneliti memaknai bahwa masih diperlukan sumber daya manusia yang memadai terkait kompetensi yang dimiliki sehingga memiliki komitmen yang lebih baik terhadap kegiatan pengadaan barang dan jasa. Hal ini dimaksudkan agar keputusan-keputusan yang telah ditetapkan memiliki dasar yang kuat yang pada akhirnya menghindari terjadinya sanggah dan kegiatan lelang pun diperoleh pemenang.
Kinerja (Knj) diperolehnya pemenang tender (02) informan
Knj.02.1 Itulah kenapa kita sebagai panitia lebih berhati-hati dalam menjalankan
tugas terutama terkait persyaratan, agar tidak terjadi sanggah dan gagal lelang. Ya kalo ditanya diperoleh pemenang untuk setiap tender, iya mbak. Jika harus lelang ulangpun nanti pasti diperoleh pemenang selama masih dalam waktu pelaksanaan dalam tahun anggaran tersebut.
Knj.02.2 Secara keseluruhan ya memang ada pemenang untuk setiap tender yang
dilakukan. Kalaupun ada kasus yang tidak ada pemenang penyebabnya bisa karena nilai hps nya terlalu tinggi, sehingga tidak ada penyedia yang berminat. Bisa juga karena penyedia yang belum siap dalam melakukan penawaran.
129
Knj.02.3 Ya. Dalam setiap pekerjaan pasti ada pemenang, tetapi ada juga memang
yang harus lelang ulang. Itu karena ada sanggah oleh peserta lelang yang tidak puas dengan persyaratan dalam pengajuan penawaran.
Meningkatnya kompetisi dalam perolehan tender menjadi indicator kinerja e -procurement. Dalam sebuah kegiatan tender pengadaan barang dan jasa penawaran terendah akan dinyatakan sebagai pemenang. Hal ini berdampak pada peserta tender yang mengajukan penawarannya dengan nilai yang serendah-rendahnya agar dapat memenangkan tender dan memperoleh kontrak. Jumlah kompetitor akan menjadi ukuran yang menunjukkan besar tidaknya kompetisi yang ada. Semakin besar jumlah kompetitor maka semakin kompetitif tender yang dilakukan, demikian juga sebaliknya. Hasil wawancara dengan informan pada penelitian ini menunjukkan bahwa e -procurement meningkatkan kompetisi terhadap perolehan tender.
Kinerja (Knj) meningkatnya kompetisi (03) informan
Knj.03.1 E proc itu luar biasa dampaknya, kemudahan orang untuk dapat
mengakses dan terbukanya informasi membuat semua berkesempatan untuk ikut dalam kegiatan pengadaan. Ini pasti meningkatkan kompetisi sesama penyedia.
Knj.03.2 Kompetisi oleh penyedia pasti terjadi. Apalagi dengan e proc, semua bisa
melakukan penawaran.
Knj.03.3 Dari luar boleh masuk. Contoh; kemaren kelautan ada yang kerja orang
jember. Bisa saja, mau gimana lagi, Situbondo juga sudah banyak yang ikut ke luar kota. Prosentasenya sekarang lebih banyak dari dulu untuk penawar dari luar.
Sanggah terjadi disaat peserta lelang berkeberatan atas penetapan pemenang lelang. Hal ini bisa saja terjadi karena kemungkinan terjadinya persengkongkolan, adanya persyaratan diskriminatif, spesifikasi teknis terlalu tinggi, kecurangan dalam pengumuman ataupun nilai dan /atau ruang lingkup pekerjaan terlalu besar (Perka LKPP 14/2012). Hasil wawancara dengan informan menunjukkan bahwa dengan adanya e -procurement jumlah sanggah bertambah. Hal ini mengindikasikan bahwa masih terdapat kinerja yang kurang baik terkait
130
proses kegiatan lelang sehingga menyebabkan ketidakpuasan peserta lelang terhadap hasil penetapan pemenang tender.
Kinerja (Knj) menurunnya jumlah sanggah (04) informan
Knj.04.1 Saya rasa justru dengan e proc jumlah sanggah bertambah, karena peserta
yang tidak puas lebih mudah mengajukan keberatan terhadap hasil lelang.
Knj.04.2 Idealnya begitu mbak. E proc dapat mengurangi sanggah, kalaupun ada
ya jumlahnya tidak signifikan.
Knj.04.3 Iya, e proc dapat mengurangi sanggah, karena akhirnya panitia menjadi
lebih hati-hati untuk melakukan kesalahan agar tidak terjadi sanggah. Tapi secara jumlah lebih banyak sekarang jumlah sanggahnya karena sekarang tidak bisa dikondisikan tapi sekarang yang bisa nyanggah hanya yang menawar.
Diperoleh harga terbaik dari setiap lelang yang dilakukan, artinya harga penawaran yang diberikan oleh para peserta merupakan harga penawaran terendah yang mendekati harga perkiraan sendiri dan tidak melebihi pagu yang ditetapkan. Harga terbaik juga dipengaruhi oleh bertambahnya jumlah peserta dalam tender sehingga harga penawaran yang masuk semakin beragam, dan panitia menjadi lebih selektif dalam mengevaluasi harga penawaran yang masuk tersebut. Hasil wawancara menunjukkan bahwa informan setuju bahwasannya dengan e -procurement kinerja -procurement dalam perolehan harga terbaik menjadi lebih baik.
Kinerja (Knj) diperoleh harga terbaik (05) informan
Knj.05.1 Penyedia harus kompeten dalam menentukan harga penawaran dalam
memenangkan tender. Semakin mendekati hps maka kemungkinan untuk memenangkan tender semakin besar. Terkait jumlah penawar yang semakin banyak maka nilai penawaran pun semakin bersaing.
Knj.05.2 Harga terbaik sudah pasti. Semua pada akhirnya mengacu pada
penawaran terendah. Jika terdapat penawaran terendah dibawah 80 % hps, maka perlu dilakukan klarifikasi dengan menilai kewajaran harga. Ini bisa saja terjadi, misalkan ada satu penyedia memiliki stok semen yang melimpah, sehingga menurunkan harga spesifikasi untuk semen, yang pada akhirnya berdampak
131
signifikan terhadap nilai penawaran. Hal ini diperkenankan selama benar-benar ada semen yang dimaksud.
Knj.05.3 Prinsip pengadaan itu penawaran yang paling murah dan
responsive/sesuai dengan aturan yang ditentukan. Jika dikatakan mendapat harga terbaik iya, betul.