• Tidak ada hasil yang ditemukan

DRAINASE PASANGAN BATU Lingkup Pekerjaan

A. Pekerjaan ini terdiri dari pasangan tepi dasar selokan dan saluaran air, dan pembuatan lantai olak, kantong lumpur dan bangunan saluran air kecil lainnya dengan pasangan batu adukan semen yang dibangun diatas suatu dasar yang dipersiapkan untuk menjamin aliran air yang bebas dan tanpa genangan, sesuai dengan spesifikasi ini dan sesuai dengan garis, kelandaian dan ukuran yang terlihat pada gambar atau sebagaimana diarahkan oleh Konsultan Pengawas dan Direksi Teknis.

B. Pekerjaan tersebut juga meliputi pembangunan lubang saluran air, termasuk penyediaan dan pemasangan acuan lubang air atau pipa.

C. Pada umumnya batu adukan tidak akan digunakan untuk bangunan-bangunan yang menahan beban seperti gorong-gorong plat, tembok penahan tanah sepanjang jalur lalu lintas, atau tembok kepala gorong pada gorong-gorong.

45 KAK Drainase Kendari 2015

A. Permukaan setiap pasangan batu tidak akan berbeda lebih dari 30 mm terhadap profil permukaan rata-rata pasangan batu disekitarnya.

B. Untuk pasangan selokan dan saluran air, profile permukaan rata-rata yang dibentuk dengan pasangan batu tidak boleh berbeda lebih dari 20 mm terhadap profile lantai dasar saluran yang ditentukan atau disetujui. Juga tidak berbeda lebih dari 50 mm terhadap profil penampang melintang yang ditentukan atau disetujui.

C. Ketebalan minimum setiap pasangan batu adukan harus ≥ 100 mm.

D. Profil akhir untuk bangunan kecil yang tidak menahan beban seperti kantong lumpur dan lantai olak tidak boleh berbeda lebih dari 20 mm terhadap yang ditentukan atau disetujui.

1.3. Pengajuan Persetujuan

A. Sebelum memulai pekerjaan, Penyedia Barang dan Jasa harus mengajukan kepada Pelaksana Kegiatan dua contoh seberat 50 kg yang masing-masing mewakili batu yang diusulkan untuk digunakan. Salah satu dari contoh ini akan ditahan oleh Pelaksana Kegiatan untuk rujukan selama perioda kontrak. Hanya batu yang disetujui oleh Pelaksana Kegiatan akan digunakan didalam pekerjaan.

B. Pekerjaan pasangan batu adukan tidak boleh dimulai sampai pelaksana Kegaiatan telah menyetujui penyiapan pembentukan dimana pekerjaan tersebut ditempatkan.

1.4. Penjadwalan Kerja

A. Jumlah pasangan batu adukan yang dilaksanakan pada suatu waktu tertentu harus dibatasi sesuai dengan kecepatan pemasangan untuk menjamin agar semua batu ditempatkan dengan adukan.

B. Bila pasangan batu adukan akan dipasang pada lereng atau sebagai pasangan selokan, maka pembentukan harus dipersiapkan dalam tahap pertama seperti tidak akan ada pasangan. Pembentukan terakhir sampai garis yang diperlukan harus dibuat segera sebelum pemasangan pasangan batu.

1.5. Kondisi Tempat Kerja

A. Mempertahankan suatu tempat kerja secara terus menerus kering dan menjamin fasilitas sanitasi yang layak, dengan menyediakan peralatan dan tenaga kerja untuk pengeringan pengalihan saluran air dan pembangunan saluran sementara, menjamin tidak ada gangguan dalam kontinuitas prosedur pengeringan.

B. Bila pekerjaan sedang dilaksanakan pada saluran yang ada atau daerah lain dimana aliran bawah tanah dapat tercemar, maka Penyedia Barang dan Jasa harus memelihara sepanjang waktu pada tempat pekerjaan yang sebenarnya suatu persediaan air dari kualitas air minum untuk digunakan oleh para pekerjaan untuk mencuci, bersama dengan persediaan secukupnya dari sabun dan disinfektan.

46 KAK Drainase Kendari 2015 A. Batu

B. Adukan Mortar

Campuran antara semen dengan pasir harus mempunyai kuat tekan paling sedikit 50 kg/cm² pada umur 28 hari dan material sesuai dengan persyaratan dari spesifikasi ini.

1.7. Konstruksi Pasangan Batu Adukan A. Persiapan Pembentukan atau Pondasi

Pembentukan untuk lapisan pasangan adukan harus dipersiapkan sesuai dengan ketentuan seksi selokan dan saluran air.

Pondasi atau parit untuk tembok kepala atau bangunan dari pekerjaan pasangan batu adukan harus dipersiapkan sesuai dengan ketentuan.

B. Persiapan Batu

Batu-batu harus dibersihkan dari cacat dan bahan-bahan yang merusak, yang dapat mengganggu ikatan dengan adukan.

Sebelum pemasangan, maka batu harus dibasahi seluruhnya dan diberikan waktu yang cukup untuk menyerap air sampai jenuh.

C. Penempatan Lapisan Batu

Suatu alas dari adukan baru paling sedikit setebal 30 mm harus ditempatkan pada bentuk yang dipersiapkan. Alas adukan ini harus dibentuk sedikit demi sedikit sedemikian rupa sehingga batu-batu permukaan tersebut selalu tertanam dalam adukan sebelum mengeras.

Batu-batu harus tertanam dengan kuat satu dengan lainnya untuk mendapatkan ketebalan lapisan yang diperlukan, diukur tegak lurus terhadap lereng. Adukan tambahan harus ditempatkan untuk mengisi semua ruang antara batu-batu dan harus diselesaikan hampir sama rata dengan permukaan lapisan tetapi tidak menutupi batu-batu.

Pekerjaan harus dilanjutkan dari dasar lereng menuju ke atas dan permukaan harus diselesaikan segera setelah pengerasan awal dari adukan dan menyapunya dengan sebuah sapu kaku.

D. Permukaan yang diselesaikan harus dirawat.

Lereng dan batu-batu yang berdampingan harus dirapikan dan disempurnakan untuk menjamin pertemuan yang halus dan rata dengan pekerjaan pasangan batu adukan yang memungkinkan drainasi yang lancar dan mencegah penggeseran pada tepi-tepi pasangan.

E. Pembangunan Struktur Pasangan Batu Adukan

Tembok kepala yang akan dibangun dalam parit atau bangunan lainnya dengan menggunakan dukungan tanah atau acuan, harus dibangun dengan pengisian parit atau acuan dengan adukan setebal 60 % dari ukuran maksimum batu-batu dalam adukan yang belum mengeras. Adukan tambahan kemudian harus diberikan dan diproses tersebut diulangi sampai acuan itu terisi penuh. Adukan

47 KAK Drainase Kendari 2015

berikutnya ditambahkan kemudian sampai bagian atas untuk memperoleh suatu permukaan atas yang rata halus.

Bila bentuk batu adalah sedemikian sehingga saluran mengunci dengan cukup kuat, dan bila suatu adukan digunakan maka bangunan pekerjaan pasangan batu adukan dapat juga dibangun tanpa acuan.

1.8. Pengukuran

Pasangan batu harus diukur untuk pembayaran dalam meter kubik sebagai volume pekerjaan yang diselesaikan dan diterima, dihitung sebagai volume teoritis yang ditentukan oleh garis dan penampang yang disyaratkan dan disetujui.

Setiap bahan yang dipasang sampai melebihi volume teoritis yang disetujui harus tidak diukur atau dibayar.

Landasan rembes air (permeable bedding), penimbunan kembali dengan bahan porous atau kantung penyaring harus diukur dan dibayar sebagai Drainase Porous, seperti yang disebutkan dalam Spesifikasi ini. Tidak ada pengukuran atau pembayaran terpisah yang harus dilakukan untuk penyediaan atau pemasangan lubang sulingan atau pipa, juga tidak untuk acuan lainnya atau untuk galian dan penimbunan kembali yang diperlukan.

1.9. Pembayaran

Kuantitas, harus dibayar dengan Harga Kontrak per satuan meter kubik dari pengukuran. Dimana harga dan pembayaran tersebut harus merupakan kompensasi penuh untuk penyediaan dan pemasangan semua bahan, untuk galian yang diperlukan dan penyiapan seluruh formasi atau pondasi, untuk pembuatan lubang sulingan dan sambungan konstruksi, untuk pemompaan air, untuk penimbunan kembali sampai elevasi tanah asli dan pekerjaan akhir dan untuk semua pekerjaan lainnya atau biaya lain yang diperlukan atau lazim untuk penyelesaian yang sebagaimana mestinya dari pekerjaan yang diuraikan dalam seksi ini.

2.7 Studi-studi terdahulu

- Studi Rencana Induk Bandar Udara Haluoleo – Konawe Selatan di Provinsi Sulawesi Tenggara.

2.8 REFERENSI PERATURAN PERUNDANG-UNDANGAN

Dalam kegiatan Pengawasan ini, standar teknis yang digunakan merujuk kepada peraturan nasional dan internasional seperti :

Dokumen terkait