• Tidak ada hasil yang ditemukan

DESKRIPSI PUTUSAN WARIS ISLAM

1. Duduk Perkaranya

Perkara yang diajukan oleh saudari Raden Ajeng Laksmiani Rahayu binti Setiarto yang merupakan anak kandung dari Almarhumah Raden Ayu Sri Neuli Rahayu binti Agung Dumadio, agama Islam, yang wafat pada tanggal 7 juni 1990 di Jakarta sebagaimana dalam surat laporan kematian No. 99/1.755.03/90, tanggal 11 juni 1990 dikeluarkan Kelurahan Cipinang Cempedak, Jatinegara, Jakarta Timur. Dan Raden Agung Dumadio bin Dumadio yang wafat pada tanggal 28 Februari 1981 di Magetan.3

Gugatan ini diajukan guna mengurus harta benda Almh. dari warisan pernikahan dengan Alm. Raden Setiarto (suami ke 2) dan Alm. Raden Dicky Djatmiko Prawira Soepradja (suami ke 3) yang tidak ada hubungan dengan harta Almh (harta gono gini dan harta bawaan) dari pernikahan dengan almarhum Raden Kiswari Soeryokusumo yang menjadi tergugat I, II, dan Tergugat III.

3

Almarhumah selama hidupnya menikah 3 x, dengan penjelasan adalah:

Pernikahan pertama almarhumah, beragama Islam dengan almarhum Raden Kiswari Soeryokusumo, beragama Islam dan mempunyai 3 anak kandung yang semuanya beragama Katolik dan ketika perceraian mereka tinggal bersama almarhum tanpa almarhumah mempersoalkan harta yang tidak diberikan pada almarhumah, juga mereka masing-masing menikah lagi, yaitu:

a. M.C. Retno Ambarwati binti Kiswari Soeryokusumo, Katolik, 65 tahun, Pekerjaan pengarang cerita, Alamat Jalan Jatibening I Block AI Nomor 205 RT. 013 RW. 05, Kelurahan Jatibening Baru, Pondok Gede, Bekasi, Tergugat I.4

b. E.M. Retno Pudjiastuti binti Kiswari Soeryokusumo, Katolik, 64 tahun, pekerjaan Notaris PPAT, Alamat Jalan Sunan Drajat Block C Nomor 4 RT. 01 RW. 05, Kelurahan Jati, Pulogadung, Jakarta Timur, Tergugat II.

c. M.N. Retno Murtiningsih binti Kiswari Soeryokusumo, Katolik, 62 tahu, pekerjaan wiraswasta, alamat Jalan Sadewa Raya Block C Nomor 247 RT. 04 RW. 07, Kelurahan Jakasetia, Bekasi Selatan, Bekasi 17147, Tergugat III.

Selanjutnya, almarhumah menikah kedua dengan almarhum Raden Setiarto, mempunyai 3 anak kandung, setelah almarhum wafat, 3

4

anak kandung tersebut tinggal dengan almarhumah yang menikah lagi, yaitu:

1. Anak pertamanya bernama Raden Didy Laksmono Rahadi bin Setiarto, Islam, 53 tahun, pekerjaan karyawan, Alamat Jalan Birah I Nomor 2 RT. 04 RW. 06, Kelurahan Rawabarat, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan (Komplek Perumahan Bank Indonesia).5

2. Raden Ajeng Laksmi Yuningsih binti Setiarto, Islam, 52 Tahun, Pekerjaan Karyawan, Alamat Jalan Complex DMC Raya Block B Nomor 76 RT. 04 RW. 07, Kelurahan Jatiwaringin, Pondok Gede, Bekasi.

3. Raden Ajeng Laksmiani Rahayu binti Setiarto, umur 54 tahun, agama Islam, pekerjaan karyawan, beralamat domisili di Jalan Otista III No. 31B atau 76 RT.01 RW.05, kelurahan Cipinang, Cempedak, kecamatan Jatinegara, Jakarta Timur.

Kemudian Almarhumah menikah ketiga dengan almarhum Raden Dicky Djatmiko Prawira Soepradja, mempunyai 3 anak kandung , setelah almarhum meninggal, almarhumah tidak menikah lagi dan tinggal bersama 6 anak kandung, yaitu:

1. Reden Ajeng Laksmi Kusuma Wardhani binti Dicky Djatmiko, Islam, 46 Tahun, Pekerjaan IRT, Alamat Cempaka Putih Timur Raya Nomor 47 RT. 04 RW. 07, Kelurahan Cempaka Putih Timur, Cempaka Putih, Jakarta Pusat.

5

2. Raden Dendy Wahyu Kusuma Wardhana bin Dicky Djatmiko, Islam, 44 tahun, pekerjaan karyawan, alamat Jalan Slamet Riadi Raya Nomor 4 A RT. 05 RW. 04, Kelurahan Kebon Manggis, Matraman, Jakarta Timur.6

3. Raden Dirgawardhana bin Dicky Djatmiko, Islam, 42 tahun, pekerjaan karyawan, alamat Jalan Mampang Prapatan 8 Nomor 23 C RT. 02 RW. 02 Kelurahan Tegal Parang, Mampang Prapatan, Jakarta Selatan.

Dari penjelasan di atas, bahwa kemudian Penggugat melanjutkan gugatannya, sebagai berikut:

Suami-suami beliau adalah almarhumah Raden Kiswari Soeryokusumo wafat tahun 1981 di Jakarta, dan almarhum Raden Setiarto meninggal tahun 1961di Bandung. Juga almarhum Raden Dicky Djatmiko Prawira Soepradja wafat tahun 1982 di Jakarta;

Kemudian almarhumah membuat Fatwa Ahli Waris almahum Raden Dicky Djatmiko Prawira Soerpradja bin Prawira Soepradja No. 315/C/1983, tanggal 10 September 1983 di Pengadilan Agama Jakarta Timur atas perrmintaan almarhum Raden Dicky yang menunjukan pewaris tunduk pda Hukum Islam (ketentuan dalam surat Al-Baqarah: 180);

Pewaris yang beragama Islam, dasar pernikahan pewaris dan obyek warisan adalah Islam juga, maka sesuai kaidah Islam pewaris muslim tidak boleh mewarisi pada ahli waris Non Muslim, dimana

6

pengadilan agama berwenang mengurus orang-orang Islam berdasarkan Kompetensi Absolut bagi rakyat agama Islam. Lembaga Peradilan yang berhak memutuskan perkara waris yaitu Pengadilan Agama,7 walaupun pewaris mempunyai anak kandung agama katolik atas keinginan sediri.8

Selanjutnya Penggugat mengajukan gugatan ahli waris almarhumah di Pengadilan Agama, karena Penggugat anak kandung almarhumah tertua agama Islam tunduk pada hukum waris Islam, dan pewaris beragama Islam tunduk pada hukum waris Islam, Penggugat janji kepada almarhumah akan menjalankan amanah beliau sebelum meninggal dunia yang meminta pengurusan warisan dilakukan di Pengadilan Agama, sebab Penggugat tiap hari menjaga dan mengurus almarhumah, serta Penggugat tanggung jawab pada Allah, agama dan orang tua yang tunduk pada hukum Islam (ketentuan QS. An-Nisa’: 33);

Sebagaimana Tergugat I, II, dan Tergugat III anak kandung almarhumah dengan almarhum Raden Kiswari Soeryokusumo tidak sebagai ahli waris almarhumah dari warisan hasil almarhum Raden Setiarto dan Almarhum Raden Dicky Djatmiko, berhubung:

Almarhumah tidak mau memberikan warisan almarhumah pada anak kandung dari penikahan almarhumah Raden Kiswari Soeryokusumo, karena kelakuan mereka yang tidak pernah perduli terhadap almarhumah dan selalu menuntut macam-macam;

7

Undang-Undang No. 7 tahun 1989 Tentang Kekuasaan Kehakiman, Pasal 49 Ayat 2 huruf b.

8

Kemudian Tergugat I, II, dan Tergugat III menguasai harta almarhumah (harta gono-gini dan harta bawaan) dari pernikahan dengan almarhumah Raden Kiswari Soeryokusumo yang belum diterima almarhumah ketika terjadi perceraian, tetapi telah dibagikan, dijual dan dipakai 3 anak kandung almarhumah dengan almarhum Raden Kiswari Soeryokusumo tanpa melibatkan 6 ahli waris Islam;9

Oleh karenanya, Tergugat I, II, dan Tergugat III menyatakan menolak warisan almarhumah dan membuat surat pernyataan penolakan warisan almarhumah di Notaris yang berarti mereka tidak berhak lagi disebut ahli waris almarhumah menurut hukum yang berlaku;

Dari situlah Tergugat I, II, dan Tergugat III yang jelas notabennya berbeda agama dengan pewaris yang beragama Islam, menurut kaidah dalam Islam pewaris Muslim tidak boleh mewaris pada ahli waris non Muslim. Kemudian anak kandung almarhumah dengan almarhum Raden Kiswari Soeryokusumo tidak mau menjalankan kewajiban ahli waris almarhumah, mereka tidak mau membiayai kesehatan almarhumah, tidak mau membayar-bayar hutang-hutang almarhumah, dan tidak mau membiayai pemakaman almarhumah dll;

Dengan agama dan dasar pernikahan pewaris merupakaan suatu yang penting untuk mementukan pengadilan yang berhak menetapkan ahli waris, dimana pengadilan menetapkan ahli waris bukan berdasarkan kesepakatan atau permintan semua ahli waris, biarpun ada perbedaan

9

agama antara pewaris dengan anak kandung, maka Penggugat mengajukan penetapan Fatwa Waris almarhumah di pengadilan berdasarkan hukum Islam, karena pengadilan agama merupakan pangadilan yang tepat sesuai agama dan dasar pernikahan pewaris adalah Islam (ketentuan Hadis dan QS. Al-Ma’idah: 5);

Dalam hal ini Tergugat I, II, dan Tergugat III anak kandung almarhumah dengan almarhum Raden Kiswari Soeryokusumo menyatakan menolak warisan, dan membuat surat pernyataan penolaan warisan di Notaris yang menunjukan mereka tidak berhak lagi sebagai ahli waris almarhumah menurut hukum yang berlaku;10

Kemudian Tergugat I, II, dan Tergugat III yang merupakan anak kandung almarhumah dengan almarhum Raden Kiswari Soeryokusumo tidak tinggal bersama almarhumah sejak perceraian, juga mereka tidak pernah peduli saat almarhmah menderita atau sakit keras, dan mereka tidak mau membiayai pemakaman almarhumah, tiak mau membayar hutang-hutang almarhumah dan membiayai kesehatan amarhumah selama sakit 9 tahun, padahal mereka hidup mapan, tapi waktu almarhuamh menikah dengan almarhum Raden Dicky mereka selalu menuntut macam-macam, termasuk warisan yang ditolak alarhumah dan lamrahum Raden Dicky, karena kelakuan mereka yang dianggap anak durhaka, apalagi mereka sering mencuri warisan kelaurga tanpa ijin seluruh anak kandung almarhumah di Otista rumah almarhum Raden

10

Dicky dan magetan tempat tinggal eyang alamarhum Raden Agung Dumadio (ketentuan QS. Al-Baqarah: 233 dan Kompilasi Hukum Islam Pasal 175 ayat 1);

Selama ini almarhum Raden Dicky menganggap Penggugat, Tergugat IV dan Tergugat V anak kandung almarhumah dengan almarhum Raden Setiarto seperti anak kandung tanpa dibedakan segalanya dengan anak kandung sebenarnya, juag almarhumah membuat surat wasiat menyatakan memberikan warisan kepada anak kandung almarhumah dari pernikahan dengan almarhum Raden Setiarto dan almarhum Raden Dicky, dimana surat wasiat itu sekarang tidak jelas kemana, karena mula-mula dipegang Raden Didy Laksmono Rahadi yang mengurus surta-surat almarhumah dan diberikan pada Tergugat II Notaris tahu hukum yang mengatur semua, dan merupakan anak kandung almarhumah dengan almarhum Raden Kiswari Soeryokusumo;11

Akan tetapi ke 3 anak kandung almarhumah dengan almarhum Raden Kiswari Soeryokusumo, mereka bergama Katolik dan tidak pernah menganut agama Islam, termasuk suami-suami mereka pindah agama dari Islam menjadi Katolik, maka mereka tidak berhak sebagai ahli waris almarhumah, karena Tergugat I, II, dan tergugat III berbeda agama dengan pewaris agama Islam;

Mengetahui hal itu, warisan almarhumah berasal dari pernikahan dengan almarhum Raden Setiarto dan almarhum Raden Dicky tidak ada

11

hubungan warisan dengan harta almarhumah (harta gono gini dan harta bawaan) dari pernikahan dengan almarhum Raden Ksiwari yang belum diterima almarhumah ketika terjadi perceraian dan telah lama dibagikan, dijual, dan dipakai Tergugat I, II dan Tergugat III tanpa melibatkan 6 anak kandung almarhumah beragama Islam;

Kemudian oleh Tergugat II yang merupakan Notaris tahu hukum, pengertian ahli waris dikaburkan, dengan membodohi, mempengaruhi dan menipu ahli waris Islam yang mengatakan tidak ada hubungan ahli waris dengan pewaris agar semua anak kandung almarhumah membuat penetapan ahli waris almarhumah di Pengadilan Negeri dan melarang membuat fatwa ahli waris almarhumah di Pengadilan Agama, dengan alasan setiap anak kandung adalah ahli waris, sedangkan ahli waris menurut hukum Islam yang berlaku adalah anak kandung yang tidak terlarang faktor-faktor tertentu (antara lain agama), termasuk orang lain yang yang diberikan warisan oleh pewaris, dimana Pengadilan Agama mempunyai kewenangan absolut mengadili orang-orang Islam dan bukan pengadilan Negeri, apalagi ada perbedaan agama antara pewaris dan 3 anak kandung almarhumah dari pernikahan dengan almarhum Raden Kiswari. Jadi, ahli waris yang beragama Islam yang tidak tahu Hukum waris, dihasut Tergugat I, II, dan Tergugat III yang bertentangan dengan hukum Islam, dan harus tunduk pada hukum barat yang tidak sesuai

agama dan dasar pernikahan pewaris, maka pengertian anak kandung dan ahli waris berbeda, meskipun masing-masing saling berhubungan;12

Dari semua duduk perkara di atas, Penggugat mohon pengadilan Agama Jakarta Timur menetapkan ahli waris almarhumah sesuai dengan hukum Islam yang berlaku, karena 3 anak kandung almarhumah dengan almarhm Raden Kiswari Soeyokusumo agama katolik, sedangkan 6 anak kandung almarhuah dengan almarhum Raden Setiarto dan almarhum Raden Dicky Djatmiko Prawira Soepradja agama Islam, dimana pewaris dan amsing-masing suami almarhumah beragama Islam, maka kami tunduk pada hukum waris Islam sesuai agama dan dasar pernikahan orang-orang tua kami adalah Islam yang dalam Al-Qur’an menyatakan

pewaris muslim tidak boleh mewaris pada ahli waris Non Muslim, jadi Penggugat tunduk pada hukum Islam;

2. Petitum

Berdasarkan posita di atas, Penggugat memohon agar Pengdilan Agama Jakarta Timur berkenan mengadili perkara ini yang amarnya sebagai berikut:

a. Mengabulkan gugatan dari Peggugat seluruhnya;

b. Menetapkan almarhumah sudah meninggal dunia pada tanggal 7 Juni 1990 Jakarta, juga orang Tua kandung almarhumah telah wafat lebih dulu sebelum almarhumah adalah Raden Agung Dumadio bin Dumadio tanggal 28 Februari 1981 di Magetan, jawa timur dan Raden

12

Ayu Woeryati bin Agung Hadi Sapoetra tanggal 17 Juli 1930 di Solo, jawa tengah;

c. Menyatakan 3 anak kandung almarhumah dengan almarhum Raden Kiswari Soeryokusumo tidak berhak sebagai ahli waris almarhumah yang sah sebagaimana disebutkan diketerangan di atas, mengingat Tergugat I, II, dan tergugat III beragama Katolik, berbeda Agama dengan pewaris yaitu beragama Islam yang berdasarkan Kompilasi Dalam Hukum Islam bahwa pewaris tidak berhak mewaris non muslim atau orang yang berbeda agama tidak saling waris-mewarisi, juga mereka menyatakan bahwa menolak warisan almarhumah, dan membuat surat pernyataan penolakan warisan almarhumah di Notaris, maka sesuai dengan hukum Islam yang berlaku mereka bukan ahli waris almarhumah, adalah:

(1)M.C. Retno Ambarwati binti Kiswari Soeryokusumo (2)E.M. Retno Pudjiastuti binti Kiswari Soeryokusumo (3)M.N. Retno Murtiningsih binti Kiswari Soeryokusumo.

d. Menetapkan Pengugat dan Tergugat IV, Tergugat V, Tergugat VI, Tergugat VII, Tergugat VIII adalah berhak sebagai ahli waris almarhumah yang sah dari pernikahan dengan almarhum Raden Setiarto dan almarhum Raden Dicky Djatmiko Prawira Soepradja sebagai berikut:

1) Raden Ajeng Laksmini Binti Setiarto; 2) Raden Didy Laksmono Bin Setiarto;

3) Raden Ajeng Laksmi Yuningsih Binti Setiarto;

4) Raden Ajeng Agustina Laksmi Kusuma Wardhani Binti Dicky Djatmiko;

5) Raden Dendy Wahyu Kusuma Wardhana Bin Dicky Djatmiko; 6) Raden Dirghawardhana Bin Dicky Djatmiko;

e. Memerintahkan Tergugat tunduk pada isi putusan perkara;

f. Menyatakan sah dan berharga semua alat-alat bukti yang diajukan Penggugat dalam perkara;

g. Menghukum Tergugat untuk membayar biaya yang ditimbulkan dalam perkara;13

Mohon Majelis Hakim Pengadilan Agama Jakarta Timur memberikan keputusan yang seadil-adilnya dan menetapkan ahli waris almarhumah yang sah berdasarkan hukum waris Islam yang sesuai dengan agama dan dasar pernikahan pewaris adalah Agama Islam;

3. Pembuktian

Setelah dibacakannya surat gugatan Penggugat, Tergugat IV sampai Tergugat VIII dalam jawabannya telah mengajukan eksepsi tentang kewenangan mengadili perkara ini, karena Tergugat I sampai III beragama Katolik. Untuk memperkuat dalil-dalil eksepsinya, Para Tergugat mengajukan bukti-bukti yakni:

a. Foto copy surat pembaptisan atas nama M.C. Retno Ambarwati telah diberi materai cukup, stempel pos dan telah dilegalisir oleh panitera.

13

Setelah dicocokan dengan aslinya, selanjutnya oleh Majelis Hakim diberi kode T VI-1;

b. Foto copy surat pembaptisan atas nama M.C. Retno Ambarwati telah diberi materai cukup, stempel pos dan telah dilegalisir oleh panitera. Setelah dicocokan dengan aslinya, selanjutnya oleh Majelis Hakim diberi kode T VI-2;

c. Foto copy surat pembaptisan atas nama M.C. Retno Ambarwati telah diberi materai cukup, stempel pos dan telah dilegalisir oleh panitera. Setelah dicocokan dengan aslinya, selanjutnya oleh Majelis Hakim diberi kode T VI-3;

d. Foto copy salinan putusan Nomor: 373/Pdt.G/2009/PN.jt yang dikeluarkan oleh Pengadilan Negeri Jakarta Timur tanggal 19 Mei 2009, telah diberi materai cukup, stempel pos dan telah dilegalisir oleh panitera. Setelah dicocokan dengan aslinya, selanjutnya oleh Majelis Hakim diberi kode T VI-4;

e. Foto copy salinan penetapan Nomor: 384/Pdt.P/1990/PN.JT yang dikeluarkan oleh Pengadilan Negeri Jakarta Timur tanggal 14 Juni 1990, telah diberi materai cukup, stempel pos dan telah dilegalisir oleh panitera. Setelah dicocokan dengan aslinya, selanjutnya oleh Majelis Hakim diberi kode T VI-5;14

14

Dokumen terkait