• Tidak ada hasil yang ditemukan

Dukungan SDM, Sarana-Prasarana dan Anggaran

Dalam dokumen LAPORAN KINERJA INSTANSI PEMERINTAH (Halaman 15-0)

BAB I PENDAHULUAN

1.5 Dukungan SDM, Sarana-Prasarana dan Anggaran

Dukungan sumber daya manusia, sarana-prasarana dan anggaran pada tahun 2020 sebagaimana tabel berikut:

Tabel I.1 Jumlah Pegawai Menurut Kualifikasi Jabatan, Jenis Kelamin dan Kompetensi

No Jabatan Formasi Pegawai yang ada Jenis Kelamin

Jml Kualifikasi Jml Kualifikasi Laki Peremp

1 2 3 4 5 6 7 8

A. Jabatan Struktural

1 Kepala Dinas 1 S2, S1 1 S2 - 1

2 Sekretaris Dinas 1 S1 1 S2 1 -

3 Kepala Subbag Program 1 S1 1 S2 - 1

15

No Jabatan Formasi Pegawai yang ada Jenis Kelamin

Jml Kualifikasi Jml Kualifikasi Laki Peremp

1 2 3 4 5 6 7 8 Koperasi, Usaha Kecil dan Menengah

1 S1 1 S2 1

13

Kepala Seksi Layanan Kewirausahaan Baru Koperasi, Usaha Kecil dan Menengah

1 S1 1 S1 1

14

Kepala Seksi Layanan Usaha Terpadu Koperasi Usaha Kecil dan Menengah

B. Jabatan Pelaksana

Fungsional

18 Penyusun Program Anggaran dan

Pelaporan 3 S1 2 S1,STM 1 1

16

No Jabatan Formasi Pegawai yang ada Jenis Kelamin

Jml Kualifikasi Jml Kualifikasi Laki Peremp

1 2 3 4 5 6 7 8

C. Jabatan Pelaksana

Subtantif

19 Pengelola Kebijakan

Kelembagaan 3 S1 1 S2 1

20 Penyuluh Koperasi 3 S1 1 SMA 1

21 Pengadministrasi

Umum (Bid Koperasi) 1 D3 1 SMA 1

22 Analisis Bimbingan

Usaha 3 S1 1 SMA 1

23 Pengadministrasi

Umum (Bid. UKM) 1 D3 1 SMP 1

24 Fasilitator Sarana

pemasaran 3 S1

25 Fasilitator

Kewirausahaan 3 S1

26 Pengadministrasi

Umum (Bid. Lay. Kewir) 1 D3 1 SMA 1

27 Penelaah

Pengembangan Usaha 3 S1 1 S2 1

28 Pengadministrasi Umum (Bid.

Pembiayaan) 1 -

29 Pengelola Permodalan Koperasi dan UKM (Sie

Pembiayaan Koperasi) 3 S1 3 S1,S2 1 2

30 Pengelola Permodalan Koperasi dan UKM (Sie

Pembiayaan UKM) 3 S1 2 SMA, S1 1 1

D. Jabatan Pelaksana Pendukung/

Administratif

31 Pengelola Sistem dan

Jaringan 1 - -

32 Bendahara 1 S1 1 SMA - 1

33 Pengadministrasi

Keuangan 3 -

34 Verifikator Data

Laporan Keuangan 1 -

17

No Jabatan Formasi Pegawai yang ada Jenis Kelamin

Jml Kualifikasi Jml Kualifikasi Laki Peremp

1 2 3 4 5 6 7 8

35 Pengelola Akuntansi 1 D3

36 Pengelola Barang Milik

Negara 2 D3 2 S1, SMA 2

37 Pengelola Gaji 1 D3 1 SMA 1

38 Pengadministrasi

Kepegawaian 1 D3 1 SMEA TB 1

39 Pengadministrasi

Umum (Subbag Umum) 1 D3 1 SMP 1 -

40 Pengadministrasi

Persuratan 1 D3 1 D3 1

41 Pranata Kearsipan 1 D3

42 Pengemudi 1 SMA 1 SMA 1

43 Teknisi Sarana

Prasarana 1 D3 1 KPA 1

Jumlah 64 39 20 19

Sumber: Data Kepegawaian Dinas Koperasi dan UKM DIY Desember 2020

Berdasarkan data pada tabel I.1, tingkat pendidikan SDM Dinas Koperasi dan UKM DIY relatif tinggi dan merata antara laki-laki dan perempuan, didominasi oleh jenjang pendidikan S2 14 orang (%) dan S1 sebanyak 10 orang (%) , disusul oleh jenjang pendidikan SLTA sebanyak 12 orang (%), disusul jenjang SMP sebanyak 2 orang ( %), jenjang pendidikan D3 sebanyak 1 orang (%). Komposisi pegawai Laki laki sedikit lebih banyak dibanding pegawai perempuan; bahkan untuk jabatan struktural pun lebih banyak dijabat perempuan. Hal ini menunjukkan adanya sistem merit dan kesetaraan gender dalam manajemen SDM aparatur.

Masih terdapat kekurangan pegawai sebanyak 25 orang, terdiri dari 1 orang jabatan struktural, 16 orang pejabat pelaksana substantif, 1 orang jabatan fungsional umum dan 7 pejabat pelaksana administratif. Tidak terdapat pegawai yang tidak memenuhi kualifikasi jabatan pada jabatan pelaksana substantif, namun terdapat 8 orang tidak kompeten melaksanakan tugas dalam jabatan pelaksana substantif.

18

Tabel I.2 Sarana-Prasarana

No Klasifikasi Jumlah Barang Nilai Aset (Rp) *

I Aset Tetap

1 Tanah 2 84,735,000

2 Alat-alat Besar 2 631,600,000

3 Alat-alat Angkutan 23 1,115,132,500

4 Alat kantor dan rumah tangga 850 2,861,615,800 5 Alat studio dan alat komunikasi 26 266,589,800

6 Alat Laboratorium 0

-

7 Bangunan Gedung 10 16,969,930,610

8 Monumen 0

-

9 Bangunan air/irigasi 3 21,000,000

10 Instalasi 1 12,000,000

11 Jaringan 3 186,614,400

12 Buku Perpustakaan 74 5,700,000

II Aset Tidak berwujud lainnya

1 Kajian 0

-

2 Kajian 0

-

3 DED 0

-

JUMLAH 22,154,918,110

*Nilai aset belum memperhitungkan penyusutan di tahun 2020

Kendaraan dinas terdiri dari yakni 1 (satu) unit kendaraan dinas jabatan, 4 (empat) unit kendaraan operasional, dan 8 (delapan) Kebutuhan ruangan kantor umum relatif sudah tersedia meliputi ruang rapat, ruang pengelola keuangan, ruang arsip, ruang mushola, ruang baca, ruang gudang, ruang tunggu, ruang laktasi, dan toilet. Adapun perlengkapan kantor berupa meja, kursi, lemari, filling cabinet, pendingin ruangan, alat pemadam kebakaran dan lain-lain sudah tersedia dalam

19

kondisi baik. Rasio personal computer/laptop dibanding jumlah pegawai mendekati 1 : 1. Dengan demikian ketersediaan sarana dan prasarana sudah memadai.

Tabel I.3 Perbandingan Anggaran Tahun 2019 dan 2020

Tahun Belanja Tidak Langsung Belanja Langsung Jumlah

2019 Rp. 2.876.494.624,00 Rp. 14.673.263.208,00 Rp. 17.549.757.832,00 2020 Rp. 3.415.093.450,00 Rp. 19.797.065.578,00 Rp. 23.212.159.028,00

Dukungan anggaran untuk melaksanakan tugas dan fungsi Dinas Koperasi dan UKM DIY berasal dari APBD Daerah Istimewa Yogyakarta dan Dana Keistimewaan. Terlihat pada tabel I.3, untuk tahun 2020 dibanding tahun 2019 terdapat kenaikan anggaran belanja langsung yang cukup signifikan sebesar Rp.5.662.401.196,00. Hal ini menunjukkan tidak ada kendala anggaran untuk membiayai program/kegiatan Dinas Koperasi dan UKM DIY.

1.6 Tindak Lanjut atas Laporan Hasil Evaluasi SAKIP Tahun 2020

Pada tahun 2020 Dinas Koperasi telah menerima Laporan Hasil Evaluasi SAKIP dan telah menindaklanjuti saran / rekomendasi sebagai berikut :

Tabel I.4. Tabel Tindak Lanjut Saran/ Rekomendasi Hasil Evaluasi SAKIP Tahun 2020

No Saran/Rekomendasi Tindak lanjut

1. Surat Inspektur DIY

Nomor : 700/00869 tanggal 13 Maret 2020, perihal Laporan Hasil Evaluasi Implementasi Sistem AKIP Dinas Koperasi dan UKM DIY

Rekomendasi:

1. Mempertahankan/meningkatkan kinerja yang telah dicapai, yaitu pada aspek Perencanaan Kinerja, Perencanaan Kinerja, Pengukuran Kinerja, Pelaporan Kinerja, dan Evaluasi Internal;

2. Pencapaian Sasaran / Kinerja Organisasi, Kinerja Output yang telah dicapai telah melebihi target, agar tetap dipertahankan dan untuk prestasi penilaian kinerja berupa penghargaan diharapkan meningkat di tahun yang akan datang.

Upaya untuk mempertahankan dan meningkatkan kinerja dilakukan dengan langkah-langkah berikut:

a. Monitoring dan evaluasi terhadap pelaksanaan program dan kegiatan yang dilaksanakan secara rutin baik mingguan, bulanan, dan triwulanan berdasarkan Nota Dinas yang ditandatangani oleh Kepala Dinas Koperasi dan UKM DIY;

b. Dilakukan inovasi proses bisnis dalam pelaksanaan program dan kegiatan agar capaian Sasaran / Kinerja Organisasi, Kinerja Output di tahun yang akan datang dapat ditingkatkan dan mencapai target.

20

BAB 2

Perencanaan

dan Perjanjian Kinerja

Perencanaan dan penganggaran pada tahun 2020 diwarnai agenda refocusing dan realokasi anggaran untuk penanganan darurat serta dampak pandemic COVID-19. Hal ini membawa dampak pada perumusan Perjanjian Kinerja perangkat Daerah di lingkungan Pemerintah Daerah DIY melalui reviu/perubahan Perjanjian Kinerja Tahun 2020.

Refocusing dan realokasi anggaran dilakukan sebagai bentuk konsolidasi fiskal menjamin ketersediaan dukungan bidang Kesehatan, bantuan sosial dan upaya pemulihan ekonomi dari dampak pandemic COVID-19. Meskipun demikian, sebagai jajaran Perangkat Daerah di lingkungan Pemerintah Daerah DIY, Dinas Koperasi dan UKM DIY tetap mengupayakan optimalisasi capaian target kinerja sebagaimana tertuang dalam RPJMD DIY Tahun 2017-2022.

Renstra Dinas Koperasi dan UKM DIY yang merupakan penjabaran operasional RPJMD 2017 - 2022 telah mengakomodasi dinamika program/kegiatan selama kurun waktu 2017 – 2022. Renstra ditetapkan dengan Peraturan Gubernur Daerah Istimewa Yogyakarta Nomor 20 Tahun 2018 tentang Rencana Strategis Perangkat Daerah Tahun 2017 – 2018 sebagaimana diubah terakhir dengan Peraturan Gubernur Daerah Istimewa Yogyakarta Nomor 109 Tahun 2018.

2.1. Tujuan, Sasaran dan Indikator Kinerja OPD

Sesuai cascade kinerja, Dinas Koperasi dan UKM DIY mendukung pencapaian sasaran Pemerintah Daerah meningkatnya kapasitas tata kelola pemerintahan yang didukung oleh program sinergitas tata kelola pemerintahan.

Terkait hal tersebut tujuan jangka menengah Dinas Koperasi dan UKM DIY selama lima tahun adalah :

Bab 2 Berisi :

1. Tujuan, Sasaran dan Indikator Kinerja OPD 2. Strategi dan Arah

Kebijakan

3. Struktur Program dan Kegiatan Tahun 2020 4. Perjanjian Kinerja Tahun

2020

5. Instrumen Pendukung Capaian Kinerja OPD

21

“Mewujudkan Perekonomian Yang Berkeadilan dan Berkeadaban Melalui Pemberdayaan dan Pengembangan Koperasi dan UMKM Daerah Istimewa

Yogyakarta“

Adapun sasaran Dinas Koperasi dan UKM DIY dalam waktu lima tahun sebagai berikut:

Tabel II.1 Sasaran Strategis Dinas Koperasi dan UKM DIY, 2017-2022

NO SASARAN

STRATEGIS INDIKATOR

KINERJA SATUAN BASELINE 2017

TARGET TAHUNAN TARGET

AKHIR

koperasi Rp. Juta 3,679,342 3,697,739 3,716,227 4,141,478 4,224,308 4,308,794 4,308,794 Omset

2.2. Strategi dan Arah Kebijakan

Strategi dan kebijakan untuk mencapai tujuan dan sasaran jangka menengah, diuraikan dalam tabel sebagai berikut:

Tabel II.2 Strategi dan Arah Kebijakan

SASARAN STRATEGI ARAH KEBIJAKAN

1. Meningkatnya kapasitas usaha koperasi dan UKM

1. Mengoptimalkan komitmen pimpinan untuk meningkatkan dukungan terhadap pembinaan Koperasi

1. Meningkatkan sinergitas dengan stakeholder melalui Forum Pentahelix

2. Menerapkan kurikulum untuk pembinaan

KUMKM dengan optimal 2. Pembinaan dilakukan secara terstruktur dengan sistem Klastering dan kurikulum pada Aplikasi SIBAKULJOGJA

3. Mengembangkan inovasi pada pembinaan Koperasi dan UKM melalui offline maupun online yang mengarah pada digitalisasi bisnis dengan basis data dari aplikasi SIBAKULJOGJA

3. Pembinaan terhadap koperasi dan UKM berdasarkan basis data di SIBAKULJOGJA

4. Menciptakan kemitraan dalam rangka pemenuhan kebutuhan bahan baku dan pemasaran.

4. Melaksanakan Kemitraan antara KUMKM dengan Swasta dan BUMN.

5. Pemberdayaan Koperasi dan UKM dalam rangka mengurangi angka kemiskinan dan ketimpangan wilayah.

5. Penentuan Lokasi / peserta program kegiatan diprioritaskan pada kecamatan di wilayah miskin dan ketimpangan wilayah.

22

SASARAN STRATEGI ARAH KEBIJAKAN 6. Mengoptimalkan regulasi terhadap

pemanfaatan produk lokal 6. Sosialisasi Peraturan / regulasi yang mendukung pengembangan Koperasi dan UMKM.

7. Meningkatkan kualitas dan inovasi produk

UKM agar dapat bersaing dengan produk asing. 7. Melaksanakan pembinaan dan sertifikasi produk UKM agar daya saing meningkat

8. Melakukan promosi dan evaluasi pemanfaatan produk Koperasi dan UKM melalui berbagai media

8. Melaksanakan promosi/pameran produk KUMKM DIY, melalui media yang inovatif.

9. Menyiapkan antisipasi dampak pada KUMKM

yang termasuk kelompok rentan 9. Melaksanakan fasilitasi untuk KUMKM yang terdampak covid 19

2. Meningkatnya kontribusi wirausaha baru terhadap UKM

1. Pemberdayaan Wirausaha Baru dalam rangka mengurangi angka kemiskinan dan ketimpangan wilayah.

1. Pengembangan Enterprenurship pelaku Wirausaha Baru di wilayah miskin dan wilayah dengan ketimpangan pendapatan.

2. Menciptakan kemiteraan dalam rangka

pemenuhan kebutuhan bahan baku dan pemasaran 2. Melaksanakan Kemitraan antara Wirausaha Baru dengan Swasta dan BUMN dalam pemenuhan bahan baku dan pemasaran.

3. Menghubungkan kemiteraan pelaku

Wirausaha Baru dengan penyedia modal. 3. Melaksanakan Kemitraan Wirausaha Baru dengan Koperasi, Perbankan dan BUMN penyedia Modal.

4. Meningkatkan kualitas dan inovasi produk

Wirausaha Baru agar dapat diterima pasar. 4. Peningkatan kualitas dan inovasi produk wirausaha baru

2.3. Struktur Program dan Kegiatan Tahun 2020

Struktur program dan kegiatan yang berkaitan langsung dengan tercapainya sasaran Dinas Koperasi dan UKM DIY tahun 2020 maupun program dan kegiatan pendukung sebagaimana tabel berikut:

Tabel II.3.1. Struktur Program dan Kegiatan terkait Langsung Pencapaian Sasaran Tahun 2020

Sasaran Program/Kegiatan Sebelum

Perubahan (Rp) Setelah

Perubahan (Rp) Bertambah/

Berkurang (Rp)

PENGEMBANGAN UKM 17.372.356.889,00 10.372.657.028,00 (6.999.699.861,00) 1.1.1. Pelatihan Kapasitas

UKM (DAK) 2.118.470.000,00 1.971.370.000,00 (147.100.000,00)

1.1.2. Pelatihan Kelembagaan dan Usaha UKM

2.248.615.500,00 628.623.500,00 (1.619.992.000,00)

23

Sasaran Program/Kegiatan Sebelum

Perubahan (Rp) Setelah

Perubahan (Rp) Bertambah/

Berkurang (Rp) 1.1.3. Pemasaran Produk

UKM 13.005.271.389,00 7.772.663.528,00 (5.232.607.861,00)

1.1.4. PROGRAM

PENINGKATAN AKSES PEMBIAYAAN

320.595.000,00 50.820.000,00 (269.775.000,00)

1.2. Kemitraan Koperasi dengan Lembaga Pembiayaan

154.563.500,00 25.188.500,00 (129.375.000,00)

1.2.1. Kemitraan UKM dengan Lembaga Pembiayaan

166.031.500,00 25.631.500,00 (140.400.000,00)

1.3. PROGRAM PENUMBUHAN DAN PENGEMBANGAN WIRAUSAHA BARU

1.309.224.900,00 968.278.500,00 (340.946.400,00)

1.3.1. Pelatihan

Kewirausahaan 493.395.900,00 58.826.000,00 (434.569.900,00) 1.3.2. Layanan Usaha

Wirausaha baru 815.829.000,00 909.452.500,00 93.623.500,00

1.4. PROGRAM

PENGEMBANGAN PERKOPERASIAN

3.346.431.000,00 1.747.101.000,00 (1.599.330.000,00)

1.4.1. Pengawasan dan

Penilaian Koperasi 247.776.000,00 6.886.000,00 (240.890.000,00)

Pelatihan SDM dan

Kelembagaan Koperasi 805.122.000,00 110.465.000,00 (694.657.000,00) Pemasaran Perkoperasian 512.003.000,00 1.120.000,00 (510.883.000,00)

1.4.2. Pelatihan Kapasitas

Koperasi (DAK) 1.781.530.000,00 1.628.630.000,00 (152.900.000,00)

Total Anggaran yang Berkaitan Langsung

dengan Pencapaian Sasaran 22.348.607.789 13.138.856.528 (9.209.751.261)

Tabel II.3.2. Struktur Program dan Kegiatan Pendukung Pencapaian Sasaran Tahun 2020

No. Program/Kegiatan Sebelum

Perubahan (Rp) Setelah

Perubahan (Rp) Bertambah/

Berkurang (Rp)

1 2 3 4 5

1 1. Program Administrasi Perkantoran 1.491.211.500,00 1.031.519.500,00 (459.692.000,00)

1.1. Penyediaan Jasa, Peralatan dan Perlengkapan

Kantor 535.905.000,00 511.951.000,00 (23.954.000,00)

24

No. Program/Kegiatan Sebelum

Perubahan (Rp) Setelah

Perubahan (Rp) Bertambah/

Berkurang (Rp)

1 2 3 4 5

1.2. Penyediaan Jasa Pengelola Pelayanan

Perkantoran 353.032.500,00 350.932.500,00 (2.100.000,00)

1.3. Penyediaan Rapat-rapat

Koordinasi dan Konsultasi 602.274.000,00 168.636.000,00 (433.638.000,00)

2 2. Program Peningkatan Sarana dan Prasarana Aparatur 1.351.102.800,00 1.207.482.800,00 (143.620.000,00)

1.1.Pembangunan/Rehabilitasi

Rumah dan Gedung Kantor 360.000.000,00 372.000.000,00 12.000.000,00

1.2. Pengadaan Peralatan dan

Perlengkapan 747.707.800,00 675.538.800,00 (72.169.000,00)

1.3. Pemeliharaan Kendaraan

Dinas/Operasional 204.045.000,00 134.344.000,00 (69.701.000,00)

1.4. Pemeliharaan Peralatan

dan Perlengkapan 39.350.000,00 25.600.000,00 (13.750.000,00)

3

4. Program Peningkatan Pengembangan Sistem Pelaporan Capaian Kinerja dan Pelaporan Keuangan

148.086.500,00 87.036.500,00 (61.050.000,00)

4.1. Peyusunan Laporan

Kinerja SKPD 5.000.000,00 5.000.000,00 0,00

4.2. Penyusunan Laporan

Keuangan SKPD 9.000.000,00 7.320.000,00 (1.680.000,00)

4.3. Penyusunan Rencana Program Kegiatan SKPD serta Pengembangan Data dan Informasi

119.086.500,00 66.326.500,00 (52.760.000,00)

4.4. Monitoring dan Evaluasi Pelaksanaan

Program/Kegiatan SKPD 15.000.000,00 8.390.000,00 (6.610.000,00) Total Anggaran Pendukung 2.990.400.803 2.326.038.804 664.362.005

25

2.4. Perjanjian Kinerja Tahun 2020

Dokumen Perjanjian Kinerja (PK) merupakan dokumen yang berisikan penugasan dari pimpinan instansi yang lebih tinggi kepada pimpinan instansi yang lebih rendah untuk melaksanakan program/kegiatan yang disertai dengan indikator kinerjanya. Adapun Perjanjian Kinerja Kepala Dinas Koperasi dan UKM DIY yang merepresentasikan kinerja instansi dengan Bapak Gubernur DIY sebagai berikut:

Tabel II.4 Perjanjian Kinerja Kepala Dinas Koperasi dan UKM DIYTahun 2020 No Sasaran

Strategis Indikator

Kinerja Satuan Target

Tahunan Triwulan Target 1 Meningkatnya

kapasitas usaha koperasi dan UKM

Omset

Koperasi Rp. Juta 4.141.478 Triwulan I 3.822.539 Triwulan II 3.928.852 Triwulan III 4.035.164 Triwulan IV 4.141.478 Omset

UKM Rp. Milyar 10,906 Triwulan I 10.799

Triwulan II 10.864 Triwulan III 10.889 Triwulan IV 10.906 2 Meningkatnya

kontribusi

Pada tahun 2020, Dinas Koperasi dan UKM DIY melaksanakan reviu Perjanjian Kinerja Tahun 2020. Reviu dilakukan karena adanya refocusing kegiatan dan realokasi anggaran untuk penangangan pandemi COVID-19 serta telah ditetapkannya Dokumen Pelaksanaan Perubahan Anggaran Tahun 2020.

Perjanjian Kinerja (Reviu) Tahun 2020 adalah sebagai berikut:

Tabel II.5 Perjanjian Kinerja Reviu Kepala Dinas Koperasi dan UKM DIY Tahun 2020 No Sasaran

Strategis Indikator

Kinerja Satuan Target

Tahunan Triwulan Target 1 Meningkatnya

kapasitas usaha koperasi dan UKM

Omset

Koperasi Rp. Juta 4.141.478 Triwulan I 3.822.539 Triwulan II 3.928.852 Triwulan III 4.035.164 Triwulan IV 4.141.478

26

No Sasaran

Strategis Indikator

Kinerja Satuan Target

Tahunan Triwulan Target Omset

UKM Rp. Milyar 10,906 Triwulan I 10.799

Triwulan II 10.864 Triwulan III 10.889 Triwulan IV 10.906 2 Meningkatnya

kontribusi

1. Indikator kinerja dan target kinerja tidak berubah, tetapi volume anggaran berkurang 29,3% sehubungan adanya refocusing kegiatan dan realokasi anggaran untuk penangangan pandemi COVID-19.

2. Data capaian kinerja tersedia pada triwulan IV.

3. Mengelola Anggaran BTT sebesar Rp. 2.206.446.500,00 untuk kegiatan Pemberdayaan UMKM untuk pembuatan masker, Pemberdayaan UMKM untuk pembuatan wastafel gerabah, Subsidi biaya administrasi pemasaran via marketplace, Aplikasi hub pemasaran, Media campaign promosi digital, Belanja ongkos kirim produk, Campaign pemulihan ekonomi produk UMKM, Penumbuhan Wirausaha Baru, Fasilitasi menuju izin edar produk UMKM, Pendampingan Sertifikasi IUMK dan Pendampingan Sertifikasi PIRT.

4. Mengelola Anggaran Dekonsentrasi sebesar Rp. 1.623.041.000,00 untuk kegiatan Dukungan Pemberdayaan KUMKM di Daerah.

27

2.5. Instrumen Pendukung Capaian Kinerja 1. SENGGUH

Instrumen pendukung penerapan Sistem Akuntabilitas Kinerja Pemerintah (SAKIP) di lingkungan Pemerintah Daerah DIY adalah aplikasi sengguh.jogjaprov.go.id yang mengintegrasikan perencanaan termasuk Rencana Operasional Pelaksanaan Kegiatan (ROPK), anggaran kas, monitoring dan evaluasi capaian kinerja bulanan, triwulan, semesteran dan tahunan OPD.

Gambar II.1. Sistem Integrasi ROPK, Monitoring dan Evaluasi, E-SAKIP

Sumber:http://sengguh.jogjaprov.go.id/

2. ONLINE DATA SYSTEM (ODS)

Selain itu Dinas Koperasi dan UKM DIY juga menggunakan instrument pengolah data yang disebut aplikasi ODS atau Online Data System. Dalam hal ini data yang diolah adalah data Koperasi dan UMKM. Aplikasi ODS merupakan Aplikasi yang dimiliki Kementerian Koperasi dan UKM RI yang dapat diakses oleh Dinas Koperasi dan UMKM di seluruh Indonesia.

Aplikasi ODS dibagi menjadi dua yaitu ODS Koperasi yang memuat data Koperasi dan ODS UMKM yang memuat data UMKM nasional. Data Koperasi diperoleh dari gabungan data Koperasi kabupaten/kota sedangkan data UMKM merupakan rekap data by name by address UMKM seluruh kabupaten/kota yang telah dikompilasi dengan data UMKM hasil Sensus ekonomi dari BPS. ODS Koperasi telah berjalan sejak tahun 2015, namun ODS UMKM baru mulai di launching pada tahun 2018. Aplikasi ODS juga mengelola proses sertifikasi Nomor Induk Koperasi (NIK) bagi Koperasi dan Nomor Catatan Usaha (NCU) bagi UMKM.

28

Dengan adanya Aplikasi ODS sangat mendukung pencapaian indikator kinerja Dinas Koperasi dan UMKM khususnya dalam hal kelengkapan data yang menjadi dasar perhitungan capaian indikator kinerja.

Gambar II.2. Tampilan aplikasi ODS

3. SIBAKUL JOGJA

Untuk mendukung pelaksanaan program kegiatan terkait pendataan Koperasi dan UKM kabupaten kota di wilayah DIY, Dinas Koperasi dan UKM DIY membangun Aplikasi SIBAKUL JOGJA. Hal ini sangat diperlukan agar pembinaan lebih efektif dan tepat sasaran mengingat Pembinaan Koperasi dan UMKM yang masih belum terstruktur, belum sesuai dengan kebutuhan dan masih bersifat umum. Selain itu rentang kriteria ukuran omset pada masing-masing skala usaha yang cukup jauh, menyulitkan pelaku usaha untuk memenuhi kriteria usaha yang naik kelas. Aplikasi SIBAKUL Jogja diharapkan dapat memudahkan proses bisnis pelaksanaan kegiatan dalam mencapai sasaran indikator kinerja dengan dukungan fitur penilaian kesehatan koperasi secara online serta pendataan Koperasi, aduan anggota koperasi serta klastering Koperasi dan UKM.

29

Gambar II.3. Tampilan aplikasi SIBAKUL JOGJA

30

BAB 3

Akuntabilitas Kinerja

3.1. Capaian Kinerja Tahun 2020

Dinas Koperasi dan UKM DIY telah melaksanakan pengukuran kinerja atas kinerja yang diperjanjikan Kepala Dinas Koperasi dan UKM DIY dengan Bapak Gubernur DIY tahun 2020. Pengukuran mengacu Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 86 Tahun 2017 tentang Tata Cara Perencana-an, Pengendalian dan Evaluasi Pembangunan Daerah dengan skala nilai peringkat kinerja sebagaimana tabel berikut:

Tabel III.1 Skala Nilai Peringkat Kinerja

Sumber: Permendagri Nomor 86 Tahun 2017 No. Interval Nilai Realisasi

Kinerja Kriteria Penilaian Realisasi

Kinerja Kode

1. 91 ≤ 100 Sangat Baik Hijau Tua

2. 76 ≤ 90 Tinggi Hijau Muda

3. 66 ≤ 75 Sedang Kuning Tua

4. 51 ≤ 65 Rendah Kuning Muda

5. ≤ 50 Sangat Rendah Merah

Bab 3 Berisi :

1. Capaian Kinerja Tahun 2020

2. Realisasi Anggaran 3. Inovasi

31

Tabel III.2 Capaian Kinerja Tahun 2020 NO SASARAN

STRATEGIS

INDIKATOR / META

INDIKATOR SATUAN Base line

2017 Capaian 2019

TAHUN 2020 TARGET

AKHIR RPJMD TARGET REALISASI PERSENTASE KRITERIA/ KODE

1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11

1

Meningkat nya kapasitas usaha

rupiah 3,679,342 4,325,217 4,141,478 4,142,871 100.03 Sangat

Baik 4,308,794 nya kontribusi wirausaha

Adapun analisis capaian kinerja per sasaran stategis diuraikan sebagai berikut:

32

3.1.1. Sasaran 1: Meningkatnya kapasitas usaha koperasi dan UMKM

Kinerja sasaran Meningkatnya kapasitas usaha koperasi dan UMKM diukur dengan 2 (dua) indikator. Penjelasan hubungan sasaran, indikator dan meta indikator adalah sebagai berikut:

Tabel III.3 Rumusan Indikator dan Formulasi Perhitungan Sasaran 1

NO Sasaran Indikator Meta Indikator

1 2 3 4

1 Meningkatnya kapasitas usaha koperasi dan UMKM

1. Prosentase nilai omzet koperasi tahun n (Juta Rupiah)

Jumlah Omset Koperasi di DIY tahun n

2. nilai omset UKM tahun n Jumlah Omset UKM di DIY tahun n

Omset disebut juga Volume usaha sedangkan Jumlah Omset Koperasi didapatkan dari total omset Koperasi sektor riil dan simpan pinjam baik badan hukum provinsi maupun kabupaten kota pada tahun 2020.

Gambar III.1 Rekap Omset Koperasi pada Aplikasi ODS

Disisi lain target capaian indikator sasaran Omset UKM tahun 2020 didapatkan dari jumlah Omset UMKM kabupaten dan Kota dalam satu tahun.

33

Rekap data diperoleh dari kabupaten kota maupun dari pendataan langsung pada saat UMKM mengikuti pembinaan melalui bimtek maupun diklat.

Kinerja sasaran Meningkatnya kapasitas usaha koperasi dan UMKM pada Tahun 2020 adalah sebagai berikut :

Tabel III.4 Target dan Realisasi Kinerja Tahun 2020

No Indikator

Sasaran Capaian 2019 2020 Target

Akhir

Berdasarkan Tabel 3.4 Capaian Kinerja Tahun 2020, dapat dilakukan analisis sebagai berikut:

Capaian sasaran strategis 1 “Meningkatnya kapasitas usaha Koperasi dan UMKM” diukur dengan

a) indikator Omset Koperasi (Omset Koperasi tahun n).

Target capaian indikator sasaran Omset Koperasi tahun 2020 sebesar 4,141,478 Juta Rupiah, sampai dengan bulan Desember 2020 terealisir 4,142,871 Juta Rupiah. Dengan demikian capaian ini telah melampaui target. Prosentase realisasi terhadap target (capaian dibagi target dikalikan 100%) mencapai 100.3%.

Capaian Omset Koperasi tahun 2020 jika dibandingkan dengan tahun sebelumnya mengalami penurunan, dimana Omset Koperasi Tahun 2019 sebesar 4.325.218 Juta Rupiah. Namun demikian target capaian omset Koperasi tahun 2020 telah tercapai. Penurunan Omset Koperasi disebabkan adanya penurunan aspek kelembagaan koperasi.

34

- Pada masa pandemi, pembatasan jam operasional koperasi disertai daya beli masyarakat yang cenderung turun drastis karena mengalami penurunan pendapatan berdampak pada omset koperasi sektor riil.

- Selain itu aspek likuiditas koperasi juga mengalami penurunan.

Sebagian besar anggota koperasi tidak dapat membayar angsuran karena tidak punya pendapatan, sehingga kredit macet meningkat dan menurunkan likuiditas koperasi. Selain itu sebagian besar anggota koperasi menarik simpanan wajib sehingga koperasi simpan pinjam tidak dapat menyalurkan dana pinjaman.

Faktor Pendukung keberhasilan

Upaya pembinaan dan pendampingan yang menyeluruh yang telah dilaksanakan oleh Dinas Koperasi dan UKM DIY diharapkan dapat meningkatkan kapasitas Koperasi sehingga berdampak pada peningkatan volume usaha / omset Koperasi. Faktor pendukung peningkatan volume usaha koperasi dilakukan melalui:

1. sosialisasi akses pembiayaan yang menjadi sarana penyebaran informasi tentang prosedur untuk mendapatkan akses pembiayaan baik dari Lembaga Keuangan Bank (LKB) maupun Lembaga Keuangan Bukan Bank (LKBB).

2. Adanya Pandemi Covid-19, pemerintah pusat melalui LPDB memberikan kemudahan skema permodalan dalam rangka Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN), sehingga banyak Koperasi terbantu dalam mendapatkan modal usaha, diantaranya melalui Subsidi bunga bagi Koperasi dan UMKM dan Pinjaman Bunga Ringan sebesar 3%. Realisasi pembiayaan LPDB untuk koperasi pada tahun 2020 tercatat sebesar Rp. 2.000.000.000,00 yang sangat mendukung usaha koperasi sehingga dapat menaikkan omset di masa pandemi. Hal ini dapat dilihat pada tabel keragaan Koperasi berikut :

35

Tabel III.5. Tabel Keragaan Koperasi Tahun 2016 s.d 2020

No Uraian 2016 2017 2018 2019 2020

1 Koperasi Aktif 2.427 1.782 1.926 1.722 1.758

2 Volume Usaha

(RpJuta) 4.473.800 3.678.342 4.394.362 4.325.218 4.142.871

b) indikator Omset UKM (Omset UKM tahun n).

Target capaian indikator sasaran Omset UKM tahun 2020 sebesar 10,906 Milyar Rupiah; sampai dengan bulan Desember 2020 terealisir 10,964 Milyar Rupiah. Dengan demikian capaian ini telah melampaui target. Prosentase realisasi terhadap target (capaian dibagi target dikalikan 100%) mencapai 100.53% dan jika dibandaingkan dengan target sampai dengan target akhir RPJMD, Sasaran Strategis 1 akan diproyeksikan sasaran akan berhasil tercapai. Capaian omset tersebut didapat dari akumulasi omset Galeri YIA sebesar Rp.

615.668.786,00 , Omset SMESCO Rp. 54.118.800,00 , Markethub Free Ongkir Rp. 2.689.249.395,00 , Omset UKM Peserta Diklat/Pelatihan Rp.

873.965.000,00 dengan jumlah UMKM per 31 Desember 2020 sebanyak 287.682 UMKM.

Faktor Pendukung keberhasilan

Pandemi Covid-19 mengakibatkan lesunya perekonomian, lokasi wisata sepi ditinggalkan pengunjung, pelaku UMKM banyak yang menutup usaha karena menurunnya daya beli masyarakat, banyaknya pemutusan atau dirumahkannya sebagian pekerja, dan menurunnya omset pelaku usaha pada sektor jasa/perdagangan. Dalam upaya untuk mengungkit kenaikan omset UMKM Dinas Koperasi UKM DIY berinisiatif membantu pemasaran KUMKM yang ada pada wilayah DIY dengan cara sebagai berikut :

36

1. Memberikan subsidi kemudahan ongkos kirim atau free-ongkir.

Kemudahan pemberian ongkos kirim yang ditanggung pemerintah daerah dilakukan untuk menguatkan aspek pemasaran dalam membantu UMKM terdampak covid-19.

2. Selain itu penyaluran Bantuan Presiden untuk UMKM melalui skema Bantuan Bagi Pelaku Usaha Mikro (BPUM) yang pendataannya dikelola oleh Dinas Koperasi dan UKM berdampak langsung pada UMKM yang telah

2. Selain itu penyaluran Bantuan Presiden untuk UMKM melalui skema Bantuan Bagi Pelaku Usaha Mikro (BPUM) yang pendataannya dikelola oleh Dinas Koperasi dan UKM berdampak langsung pada UMKM yang telah

Dalam dokumen LAPORAN KINERJA INSTANSI PEMERINTAH (Halaman 15-0)

Dokumen terkait