No Kegiatan Hasil Observasi Pada
4. Efektifitas Program Bimbingan Karier untuk Mengembangkan Identitas Karier Mahasiswa
Sebelum dilakukan pengujian efektivitas, terlebih dahulu dilakukan uji normalitas dan uji homogenitas sebagai prasyarat. Hasil keduanya menunjukkan bahwa data memiliki distribusi normal dan varians yang homogen. Selanjutnya dilakukan uji efektivitas hasil pretest dan posttest, dapat dilihat dalam tabel 4.5 berikut.
Tabel 4.8
Hasil Uji Paired T Test Hasil Pretest Dan Posttest
No Kondisi Mean StDev Min Max
Paired T Test T df Sig. (2-tailed) 1 Pretest 113,66 8,36 91 135 4,820 31 ,000 2 Posttest 134,28 14,2 108 173 3 Gain 20,62 5,84
Berdasarkan hasil perhitungan tabel 4.5 diperoleh p=0,000 dengan =0,05. Selain itu, hasil uji t berpasangan juga menunjukkan bahwa t hitung 4,820 > (lebih besar) dari t tabel 2,037 yang artinya terdapat perbedaan yang signifikan antara kondisi responden sebelum dengan sesudah memperoleh program bimbingan karier. Dapat dikatakan program bimbingan karier efektif untuk meningkatkan identitas karier mahasiswa.
Andi Kiswanto, 2014
PROGRAM BIMBINGAN KARIER UNTUK MENGEMBANGKAN IDENTITAS KARIER MAHASISWA Uni vers i ta s Pendi di ka n Indones i a | repos i tory.upi .edu | perpus ta ka a n.upi .edu
Secara umum terdapat peningkatan perolehan uji statistik antara pretest dan posttest pada profil identitas karier mahasiswa jurusan pendidikan akuntansi tahun akademik 2013/2014 dimana pada saat pretest rata-ratanya 113,66 menjadi 134,28 pada saat posttest begitu pula dengan skor standar deviasi, skor minimal dan skor maksimalnya terdapat perubahan yang signifikan. Lebih jelas diperlihatkan dalam grafik berikut ini.
Grafik 4.5
Pretest dan Posttest Identitas Karier Mahasiswa Jurusan Pendidikan Akuntansi Tahun Akademik 2013/2014
Selanjutnya, jika dilihat dari tiap aspek hasil uji t yang dilakukan dengan memanfaatkan software SPSS 17 For Windows disajikan dalam tabel sebagai berikut.
Tabel 4.9
Hasil Uji Paired Samples Test pada Setiap Aspek
Aspek Penghitungan PRETEST POSTTEST GAIN
Eksplorasi Standar Deviasi 7,32 6,51 - 0,81 Mean 50,44 58,8 8,36 T 5,060 Df 31 Sig.(2-tailed) ,000 0 2 4 6 8 10 12 14 16
Andi Kiswanto, 2014
PROGRAM BIMBINGAN KARIER UNTUK MENGEMBANGKAN IDENTITAS KARIER MAHASISWA Uni vers i ta s Pendi di ka n Indones i a | repos i tory.upi .edu | perpus ta ka a n.upi .edu
Aspek Penghitungan PRETEST POSTTEST GAIN
Komitmen Standar Deviasi 6,57 10,6 4,03 Mean 63,2 68,7 5,5 T 2,306 Df 31 Sig.(2-tailed) ,028
Berdasarkan tebel 4.7 hasil di atas pada aspek eksplorasi diperoleh p=0,000 dengan =0,05. Selain itu, hasil uji t berpasangan juga menunjukkan bahwa t hitung 5,060 > (lebih besar) dari t tabel 2,037 yang artinya dalam aspek eksplorasi terdapat perbedaan yang signifikan antara kondisi responden sebelum dengan sesudah memperoleh program bimbingan karier. Dalam aspek komitmenpun diperoleh p=0,028 dengan =0,05. Selain itu, hasil uji t berpasangan juga menunjukkan bahwa t hitung 2,306 > (lebih besar) dari t tabel 2,037 yang artinya dalam aspek eksplorasi terdapat perbedaan yang signifikan antara kondisi responden sebelum dengan sesudah memperoleh program bimbingan karier.
Berdasarkan tabel 4.7 dapat dilihat bahwa perubahan aspek eksplorasi identitas karier dalam penelitian ini meningkat signifikan, seperti rata-rata aspek eksplorasi pada saat pretest 50,44 berubah menjadi 58,8 dan juga pada aspek komitmen saat pretest 63,2 pada saat posttest berubah menjadi 68,7, jika dibandingkan perubahannya lebih besar aspek eksplorasi dari pada aspek komitmen. Dapat ditarik kesimpulan bahwa program bimbingan karier efektif untuk mengembangkan aspek eksplorasi dan aspek komitmen dalam identitas karier mahasiswa. Lebih jelas dapat dilihat pada grafik 4.5 berikut.
Andi Kiswanto, 2014
PROGRAM BIMBINGAN KARIER UNTUK MENGEMBANGKAN IDENTITAS KARIER MAHASISWA Uni vers i ta s Pendi di ka n Indones i a | repos i tory.upi .edu | perpus ta ka a n.upi .edu
Grafik 4.6
Pretest dan Posttest Tiap Aspek Identitas Karier Mahasiswa
Lebih lanjut jika dilihat dari masing-masing indikator, maka perhitungan statistik menggunakan uji t dapat disajikan dalam tabel sebagai berikut.
Tabel 4.10
Nilai Uji t Identitas Karier Setiap Indikator
Indikator T df Sig.(2-tailed)
Eksplorasi
Pengetahuan diri (E1) 3,511 31 ,001
Aktifitas untuk mendapatkan informasi mengenai
karier (E2) 4,618 31 ,000
Mempertimbangkan berbagai alternatif karier
yang potensial (E3) 4,904 31 ,000
Keinginan untuk membuat keputusan lebih awal
(E4) 3,889 31 ,000
Komitmen Aktifitas untuk mengimplementasikan karier yang
telah dipilih (K1) 4,171 31 ,000
Tingkat Emosi (K2) 5,126 31 ,000
Identifikasi dengan orang yang dianggap penting
terhadap karier yang telah dipilihnya (K3) 7,716 31 ,000
Proyeksi masa depan (K4) 7,834 31 ,000
Daya tahan terhadap godaan untuk tetap pada
karier yang telah dipilihnya (K5) 3,095 31 ,004
Pre Test Post Test 0 10 20 30 40 50 60 70 Eksplorasi Komitmen
Andi Kiswanto, 2014
PROGRAM BIMBINGAN KARIER UNTUK MENGEMBANGKAN IDENTITAS KARIER MAHASISWA Uni vers i ta s Pendi di ka n Indones i a | repos i tory.upi .edu | perpus ta ka a n.upi .edu
Berdasarkan tabel 4.8 di atas dapat ketahui bahwa secara keseluruhan nilai t hitung dari tiap indikator seluruhnya lebih besar dari t tabel sebesar 2,037 dan nilai p seluruhnya berada di bawah nilai =0,05. Selain itu juga hasil uji t di atas ditunjang oleh perbandingan skor rata-rata pretest dan posttest pada masing-masing indikator identitas karier mahasiswa. Deskripsi lebih jelas dapat dilihat pada Tabel 4.9 berikut.
Tabel 4.11
Nilai Rata-rata Skor Pre-test dan Post-test Identitas karier Tiap Indikator
Indikator Pretest Posttest Gain
stdev Mean stdev Mean stdev Mean Eksplorasi
Pengetahuan diri (E1) 2,67 15,3 2,54 17,5 -0.13 2.2
Aktifitas untuk mendapatkan informasi
mengenai karier (E2) 2,2 11,9 2,21 14 0.01 2.1
Mempertimbangkan berbagai alternatif
karier yang potensial (E3) 1,73 10,3 1,47 12,2 -0.26 1.9 Keinginan untuk membuat keputusan
lebih awal (E4) 2,24 12,8 2,2 15,1 -0.04 2.3
Komitmen Aktifitas untuk mengimplementasikan
karier yang telah dipilih (K1) 2,22 15,3 2,59 17,5 0.37 2.2
Tingkat Emosi (K2) 1,93 14,5 2,52 17,1 0.59 2.6
Identifikasi dengan orang yang
dianggap penting terhadap karier yang telah dipilihnya (K3)
1,5 7,13 1,36 10 -0.14 2.87
Proyeksi masa depan (K4) 1,74 13,2 1,74 16,3 0 3.1
Daya tahan terhadap godaan untuk tetap
pada karier yang telah dipilihnya (K5) 2,2 13,1 2,19 14,7 -0.01 1.6
Pada tabel 4.9 tersebut mengambarkan bahwa seluruh indikator identitas karier jika dilihat dari rata-rata (mean) meningkat signifikan, artinya program bimbingan karier dapat mengembangkan seluruh indikator identitas karier mahasiswa. Pertimbangan hasil penelitian ini menunjukkan bahwa seluruh aspek dan indikator yang terdapat pada penelitian ini dapat digunakan sebagai deskripsi
Andi Kiswanto, 2014
PROGRAM BIMBINGAN KARIER UNTUK MENGEMBANGKAN IDENTITAS KARIER MAHASISWA Uni vers i ta s Pendi di ka n Indones i a | repos i tory.upi .edu | perpus ta ka a n.upi .edu
kebutuhan dalam pembuatan program. Seperti yang digambarkan pada grafik berikut.
Grafik 4.7
Pretest dan Posttest Indikator Identitas Karier Mahasiswa Program Studi Pendidikan Akuntansi Tahun Akademik 2013/2014
Grafik 4.6 di atas terlihat jelas bahwa hasil perolehan skor rata-rata antara aspek eksplorasi dan aspek komitmen identitas karier antara pretestt dan posttest, terjadi peningkatan di setiap indikator yang diujikan. Dengan kata lain, dapat kita ambil kesimpulan bahwa program bimbingan karier efektif untuk mengembangkan seluruh indikator identitas karier mahasiswa.
Selain berdasarkan dari uji efektifitas dengan paired t test, efektifitas program bimbingan karier dapat dilihat berdasarkan jalur perkembangan (path development) dari setiap status identitas setelah mendapatkan program bimbingan karier. Hasilnya dapat dilihat pada tabel 4.10 berikut.
Tabel 4.12
Perubahan Status Identitas Pretestt Dan Posttest
PRETESTT POSTTEST
Status Identitas f Status Identitas f Diffusion 6 Achievement 6 Foreclosure 10 Achievement 10 0 2 4 6 8 10 12 14 16 18 20 E1 E2 E3 E4 K1 K2 K3 K4 K5 R A T A R A T A (M e a n ) INDIKATOR Pre Tes Pos Tes
Andi Kiswanto, 2014
PROGRAM BIMBINGAN KARIER UNTUK MENGEMBANGKAN IDENTITAS KARIER MAHASISWA Uni vers i ta s Pendi di ka n Indones i a | repos i tory.upi .edu | perpus ta ka a n.upi .edu
Moratorium 16
Diffusion 1 Moratorium 1 Achievement 14
Jumlah 32 Jumlah 32
Berdasarkan tabel 4.10 dapat dilihat bahwa yang memiliki status identitas diffusion yakni enam orang setelah mendapatkan program bimbingan karier status identitasnya berubah menjadi achievement keseluruhannya, begitu juga dengan status identitas foreclosure yang didapatkan dengan pretestt setelah mendapatkan program bimbingan karier seluruhnya status identitasnya berubah menjadi achievement, kecuali mahasiswa dengan status identitas moratorium di pretestt setelah mendapatkan program bimbingan karier 14 orang statusnya menjadi achievement, satu orang tetap dalam status moratorium dan satu orang lainnya berubah statusnya menjadi diffusion.