dikeluarkan oleh Dewan Standar Akuntansi Keuangan Ikatan Akuntan Indonesia sampai
dengan penyelesaian laporan keuangan
konsolidasian Grup yang akan berlaku efektif pada tahun 2012:
Below are the SFAS and IFAS issued by the Board of Financial Accounting Standards of the Indonesian Institute of Accountants up to completion of the consolidated financial statements of the Group which will be applied effectively in 2012:
· PSAK 10 (Revisi 2010) “Pengaruh Perubahan
Kurs Valuta Asing”, menjelaskan bagaimana memasukkan transaksi-transaksi dalam mata uang asing dan kegiatan usaha luar negeri ke dalam laporan keuangan suatu entitas dan menjabarkan laporan keuangan ke dalam suatu mata uang pelaporan.
· SFAS 10 (Revised 2010), “The Effects of
Changes in Foreign Exchange Rates”, prescribes how to include foreign currency transactions and foreign operations in the financial statements of an entity and translate financial statements into a presentation currency.
· PSAK 16 (2011), “Aset Tetap”, mengatur
perlakuan akuntansi aset tetap, sehingga pengguna laporan keuangan dapat memahami informasi mengenai investasi entitas dalam aset tetap dan perubahan dalam investasi tersebut. Masalah utama dalam akuntansi aset tetap adalah pengakuan aset, penentuan jumlah tercatat, pembebanan penyusutan, dan rugi penurunan nilainya.
· SFAS 16 (2011), “Property, Plant and
Equipment”, prescribes the accounting treatment for property, plant and equipment so that users of the financial statements can discern information about an entity's investment in its property, plant and equipment and the changes in such investment. The principal issues in accounting for property, plant and equipment are the recognition of the assets, the determination of their carrying amounts and the depreciation charges and impairment losses to be recognized.
· PSAK 18 (Revisi 2010) “Akuntansi dan
Pelaporan Program Manfaat Purnakarya”, mengatur akuntansi dan pelaporan program manfaat purnakarya untuk semua peserta sebagai suatu kelompok. Pernyataan ini melengkapi PSAK 24 (Revisi 2010), “Imbalan Kerja”.
· SFAS 18 (Revised 2010), “Accounting and
Reporting of Retirement Benefit Plans”, governs the accounting and reporting of the plan to all participants as a group. This Standard complements SFAS 24 (Revised 2010), “Employee Benefits”.
· PSAK 24 (Revisi 2010) “Imbalan Kerja”,
mengatur akuntansi dan pengungkapan
imbalan kerja dan mensyaratkan pengakuan liabilitas dan beban jika pekerja telah memberikan jasanya dan entitas menikmati manfaat ekonomik yang dihasilkan dari jasa tersebut.
· SFAS 24 (Revised 2010), “Employee
Benefits”, governs the accounting and disclosures of employee benefits and requires the recognition of liability and expense when an employee has provided a service and the entity enjoys an economic benefit from that service.
37. PERNYATAAN YANG TELAH DIKELUARKAN TETAPI BELUM BERLAKU EFEKTIF (lanjutan)
37. STANDARDS ISSUED BUT NOT YET
EFFECTIVE (continued)
· PSAK 26 (Revisi 2011) “Biaya Pinjaman”,
menentukan biaya pinjaman yang dapat
diatribusikan secara langsung dengan
perolehan, konstruksi, atau produksi aset kualifikasian dikapitalisasi sebagai bagian biaya perolehan aset tersebut. Biaya pinjaman lainnya diakui sebagai beban.
· SFAS 26 (Revised 2011), “Borrowing Costs”,
determines the borrowing costs that are directly attributable to the acquisition, construction or production of a qualifying asset form part of the cost of that asset. Other borrowing costs are recognized as an expense.
· PSAK 30 (Revisi 2011) “Sewa”, mengatur
kebijakan akuntansi dan pengungkapan yang sesuai, baik bagi lessee maupun lessor terkait dengan sewa, yang berlaku untuk perjanjian yang mengalihkan hak untuk menggunakan aset meskipun penyediaan jasa substansial
oleh lessor tetap diperlukan dalam
mengoperasikan atau memelihara aset
tersebut.
· SFAS 30 (Revised 2011), “Rent”, prescribes,
for lessees and lessors, the appropriate accounting policies and disclosures that apply in the case of agreements that transfer the right to use assets even though substantial services by the lessor may be called for in connection with the operation or maintenance of such assets.
· PSAK 46 (Revisi 2010) “Akuntansi Pajak
Penghasilan”, mengatur perlakuan akuntansi untuk pajak penghasilan dalam menghitung konsekuensi pajak kini dan masa depan untuk pemulihan (penyelesaian) nilai tercatat aset (liabilitas) di masa depan yang diakui pada laporan posisi keuangan, serta transaksi-transaksi dan kejadian-kejadian lain pada tahun kini yang diakui pada laporan keuangan.
· SFAS 46 (Revised 2010), “Accounting for
Income Taxes”, prescribes the accounting treatment for income taxes to account for the current and future tax consequences of the future recovery (settlement) of the carrying amount of assets (liabilities) that are recognized in the statement of financial position, and for transactions and other events of the current period that are recognized in the financial statements.
· PSAK 50 (Revisi 2010) “Instrumen Keuangan:
Penyajian”, menetapkan prinsip penyajian instrumen keuangan sebagai liabilitas atau ekuitas dan saling hapus aset keuangan dan liabilitas keuangan.
· SFAS 50 (Revised 2010), “Financial
Instruments: Presentation”, establishes the principles for presenting financial instruments as liabilities or equity and for offsetting financial assets and financial liabilities.
· PSAK 55 (Revisi 2011) ”Instrumen Keuangan:
Pengakuan dan Pengukuran”, mengatur
prinsip-prinsip dasar pengakuan dan
pengukuran aset keuangan, liabilitas
keuangan, dan kontrak pembelian atau penjualan item nonkeuangan. Persyaratan penyajian informasi instrumen keuangan diatur dalam PSAK 50 (Revisi 2010): Instrumen
Keuangan: Penyajian. Persyaratan
pengungkapan informasi instrumen keuangan diatur dalam PSAK 60: Instrumen Keuangan: Pengungkapan.
· SFAS 55 (Revised 2011), “Financial
Instruments: Recognition and Measurement”, establishes principles for recognising and measuring financial assets, financial liabilities and contracts to buy or sell non-financial items. Requirements for presenting information about financial instruments are governed in SFAS 50 (Revised 2010): Financial Instruments: Presentation. Requirements for disclosing information about financial instruments are governed in SFAS 60: Financial Instruments: Disclosures.
37. PERNYATAAN YANG TELAH DIKELUARKAN TETAPI BELUM BERLAKU EFEKTIF (lanjutan)
37. STANDARDS ISSUED BUT NOT YET
EFFECTIVE (continued)
· PSAK 56 (Revisi 2011) “Laba per Saham”,
menetapkan prinsip penentuan dan penyajian laba per saham, sehingga meningkatkan daya banding kinerja antar entitas berbeda pada periode pelaporan sama, dan antar periode pelaporan berbeda untuk entitas sama.
· SFAS 56 (Revised 2011) “Earnings per
Share”, prescribes principles for the determination and presentation of earnings per share, so as to improve performance comparison between different entities in the same period and between different reporting periods for the same entity.
· PSAK 60 “Instrumen Keuangan:
Pengungkapan”, mensyaratkan pengungkapan dalam laporan keuangan yang memungkinkan
para pengguna untuk mengevaluasi
signifikansi instrumen keuangan atas posisi dan kinerja keuangan, dan jenis dan besarnya risiko yang timbul dari instrumen keuangan yang mana entitas terekspos selama periode dan pada akhir periode pelaporan, dan bagaimana entitas mengelola risiko-risiko tersebut.
· SFAS 60 “Financial Instruments: Disclosures”,
requires disclosures in financial statements that enable users to evaluate the significance of financial instruments for financial position and performance, and the nature and extent of risks arising from financial instruments to which the entity is exposed during the reporting period and at the end of the reporting period, and how the entity manages those risks.
· ISAK 15, “PSAK 24 - Batas Aset Imbalan
Pasti, Persyaratan Pendanaan Minimum dan
Interaksinya”, memberikan pedoman
bagaimana menilai pembatasan jumlah
surplus dalam program imbalan pasti yang dapat diakui sebagai aset dalam PSAK 24 (Revisi 2010), “Imbalan Kerja”.
· IFAS 15, “SFAS 24 - The Limit on a Defined
Benefit Asset, Minimum Funding Requirements and their Interaction”, provides guidance on how to assess the limit on the amount of surplus in a defined scheme that can be recognized as an asset under SFAS 24 (Revised 2010), ”Employee Benefits”.
· ISAK 20 “Pajak penghasilan - Perubahan
Dalam Status Pajak Entitas atau Para Pemegang Saham”, membahas bagaimana suatu entitas memperhitungkan konsekuensi pajak kini dan pajak tangguhan karena perubahan dalam status pajaknya atau pemegang sahamnya.
· IFAS 20, “Income Taxes - Changes in the Tax
Status of an Entity or its Shareholders”, prescribes how an entity should account for the current and deferred tax consequences of a change in tax status of an entity or its shareholders.
· ISAK 25 “Hak atas Tanah”, membahas apakah
biaya perolehan hak atas tanah dalam bentuk Hak Guna Usaha, Hak Guna Bangunan dan Hak Pakai diakui sebagai aset tetap dan disusutkan sesuai dengan sisa umur haknya, dan juga bagaimana perlakuan atas biaya yang dikeluarkan dalam pengurusan legal hak atas tanah awal dan perpanjangan atau pembaruannya.
· IFAS 25, “Land Rights”, prescribes whether
the costs of land rights in the form Business Usage Rights, Building Usage Rights and Usage Rights are recognized as fixed assets and depreciated over the remaining useful live of the rights, and also how the treatment of the costs incurred in the legal arrangements of initial land rights and its extension or renewal.
Grup sedang mengevaluasi dan belum menentukan dampak dari Standar dan
The Group is presently evaluating these revised and new Standards and Interpretations
38. REKLASIFIKASI AKUN 38. RECLASSIFICATION OF ACCOUNTS Akun dalam laporan posisi keuangan konsolidasian
pada tanggal 31 Desember 2010 dan
1 Januari 2010/31 Desember 2009 telah
direklasifikasi agar sesuai dengan penyajian akun dalam laporan keuangan konsolidasian pada tanggal 31 Desember 2011. Rincian akun tersebut adalah sebagai berikut:
The account in the consolidated statements of financial position as of December 31, 2010 and January 1, 2010/December 31, 2009 has been reclassified to conform with the presentation of account in the consolidated financial statements as of December 31, 2011. The account details are as follows:
Disajikan kembali - Catatan 2
dan 4/
Dilaporkan sebelumnya/ Diklasifikasikan kembali/ As restated - Alasan/
As previously reported As reclassified Notes 2 and 4 Reason
31 Desember 2010/
December 31, 2010
Hak minoritas atas aset bersih Kepentingan nonpengendali 58 Reklasifikasi untuk menyesuaikan
Anak Perusahaan yang Noncontrolling interests dengan persyaratan penyajian dalam
dikonsolidasi/ PSAK 1 (Revisi 2009) dan PSAK 4
Minority interests in net assets (Revisi 2009)/
of consolidated Subsidiaries Reclassification toconform with
the presentation requirement of SFAS 1 (Revised 2009) and SFAS 4 (Revised 2009)
1 Januari 2010/ 31 Desember 2009/
January 1, 2010/ December 31,2009
Hak minoritas atas aset bersih Kepentingan nonpengendali 30 Reklasifikasi untuk menyesuaikan
Anak Perusahaan yang Noncontrolling interests dengan persyaratan penyajian dalam
dikonsolidasi/ PSAK 1 (Revisi 2009) dan PSAK 4
Minority interests in net assets (Revisi 2009)/
of consolidated Subsidiaries Reclassification toconform with
the presentation requirement of SFAS 1 (Revised 2009) and SFAS 4 (Revised 2009)
39. PENYELESAIAN LAPORAN KEUANGAN
KONSOLIDASIAN
39. COMPLETION OF CONSOLIDATED FINANCIAL
STATEMENTS