• Tidak ada hasil yang ditemukan

Efisiensi Anggaran dan Alokasi Sumber Daya

Dalam dokumen LAPORAN KINERJA BRSDM TAHUN 2020 (Halaman 41-93)

10

30

Laporan Kinerja BRSDM Tahun 2020

32

Bab III

Akuntabilitas Kinerja

A. Prestasi Indikator Kinerja Utama (IKU) Tahun 2020

Pengukuran capaian kinerja BRSDM tahun 2020 dilakukan dengan cara membandingkan antara target (rencana) dan realisasi indikator kinerja utama (key perfomance indicator, disingkat KPI) pada masing-masing perspektif. Pencatatan dan pengukuran kinerja dilakukan dengan bantuan perangkat lunak berbasis balanced scorecard dari Kementerian Kelautan Perikanan, yaitu pada http://kinerjaku.kkp.go.id. Dari hasil pengukuran kinerja tersebut, diperoleh data capaian kinerja BRSDM di tingkat korporat tahun 2020 sebesar 109,33%, sebagaimana dashboard kinerjaku sebagai berikut:

Gambar 4. Dashboard Kinerjaku Level 1 BRSDM

Selama tahun 2020, dari 19 IKU BRSDM, terdapat 18 IKU berstatus hijau, 1 IKU berstatus kuning karena tidak tercapai. Indikator tersebut adalah Jumlah unit kerja BRSDM berpredikat menuju WBK.

B. Evaluasi dan Analisis Kinerja

Pelaksanaan evaluasi dan analisis kinerja dilakukan melalui pengukuran kinerja dengan menggunakan formulir pengukuran kinerja sesuai Peraturan

A. Prestasi Indikator Kinerja Utama Tahun 2020

Gambar 4 Dashboard Kinerjaku Level 1 BRSDM

31

Laporan Kinerja BRSDM Tahun 2020

32

Bab III

Akuntabilitas Kinerja

A. Prestasi Indikator Kinerja Utama (IKU) Tahun 2020

Pengukuran capaian kinerja BRSDM tahun 2020 dilakukan dengan cara membandingkan antara target (rencana) dan realisasi indikator kinerja utama (key perfomance indicator, disingkat KPI) pada masing-masing perspektif. Pencatatan dan pengukuran kinerja dilakukan dengan bantuan perangkat lunak berbasis balanced scorecard dari Kementerian Kelautan Perikanan, yaitu pada http://kinerjaku.kkp.go.id. Dari hasil pengukuran kinerja tersebut, diperoleh data capaian kinerja BRSDM di tingkat korporat tahun 2020 sebesar 109,33%, sebagaimana dashboard kinerjaku sebagai berikut:

Gambar 4. Dashboard Kinerjaku Level 1 BRSDM

Selama tahun 2020, dari 19 IKU BRSDM, terdapat 18 IKU berstatus hijau, 1 IKU berstatus kuning karena tidak tercapai. Indikator tersebut adalah Jumlah unit kerja BRSDM berpredikat menuju WBK.

B. Evaluasi dan Analisis Kinerja

Pelaksanaan evaluasi dan analisis kinerja dilakukan melalui pengukuran kinerja dengan menggunakan formulir pengukuran kinerja sesuai Peraturan

33 Menteri Negara Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi Nomor 53 Tahun 2014 tentang Petunjuk Teknis Perjanjian Kinerja, Pelaporan Kinerja dan Tata Cara Reviu atas Laporan Kinerja Instansi Pemerintah. Pengukuran kinerja digunakan sebagai dasar untuk menilai keberhasilan atau kegagalan pelaksanaan kegiatan program sesuai dengan sasaran yang telah ditetapkan dalam rangka mewujudkan visi dan misi BRSDM. Pengukuran kinerja dimaksud merupakan hasil dari suatu penilaian yang didasarkan pada Indikator Kinerja Utama (IKU) yang telah diidentifikasi agar sasaran-sasaran strategis dan tujuan strategis sebagaimana telah ditetapkan dalam Peta Strategi BRSDM yang menjadi kontrak kinerja pada Tahun 2020 dapat tercapai.

Tabel 2. Capaian Kinerja Tahun 2020

Sasaran Strategis Indikator Kinerja Target Capaian %

1. Pendampingan kelompok pelaku usaha/utama mendukung terwujudnya kesejahteraan masyarakat KP 1. Kelompok kelautan dan perikanan yang ditingkatkan

kelasnya (kelompok)

1.500 1.597 106,47

2. Kelompok kelautan dan perikanan yang dibentuk (kelompok) 2.000 3437 171,85 2. Hasil riset WPP dan mendukung sumber daya kelautan dan perikanan berkelanjutan 3. WPP yang terpetakan potensi sumber daya perikanan untuk pengelolaan berkelanjutan (paket) 4 4 100,00 3. Kapasitas dan kompetensi SDM KP meningkat 4. Persentase lulusan pendidikan dan pelatihan yang terserap di Dunia Usaha dan Dunia Industri (%)

60

64,55 107,58

5. Lulusan pendidikan dan pelatihan yang membentuk start up (usaha rintisan) (orang)

123 225,00 182,93

4. Hasil riset dan inovasi dimanfaatkan 6. Desa mitra/kawasan mitra yang menerapkan Iptek KP (paket) 10 11 110,00

B. Evaluasi dan Analisis Kinerja

Tabel 2 Capaian Kinerja Tahun 2020

32

Laporan Kinerja BRSDM Tahun 2020

34

Sasaran Strategis Indikator Kinerja Target Capaian %

7. Data, informasi dan peta hasil riset KP yang digunakan dalam penyusunan kebijakan (paket)

11 13 118,18

8. Hasil riset yang dimanfaatkan oleh sektor industri (paket) 2 2 100,00 9. Rekomendasi hasil riset KP yang digunakan dalam penyusunan kebijakan (paket) 25 30 120,00 5. Tatakelola pemerintahan yang baik 10. Indeks Profesionalitas ASN BRSDM (Indeks) 72 77,88 108,17 11. Persentase unit kerja

BRSDM yang menerapkan sistem manajemen pengetahuan yang terstandar (%) 82 98,42 120,02 12. Penilaian Mandiri Reformasi Birokrasi BRSDM (Nilai) 30 32,03 106,77 13. Penilaian Mandiri AKIP BRSDM (nilai) A (86) 87,93 102,24 14. Level Maturitas SPIP

BRSDM (level) 3 3,95 131,67 15. Nilai Kinerja Pelaksanaan Anggaran BRSDM (nilai) Baik (88) 95,55 108,58 16. Batas Tertinggi Persentase Nilai Temuan LHP BPK Atas LK BRSDM dibandingkan Realisasi Anggaran BRSDM TA. 2019 (%) 1 0,25 399,28

17. Jumlah unit kerja BRSDM berpredikat menuju WBK (satker, kumulatif) 10 8,00 80,00 18. Persentase jumlah rekomendasi hasil pengawasan yang dimanfaatkan untuk 60 84,09 140,15

33

Laporan Kinerja BRSDM Tahun 2020

34

Sasaran Strategis Indikator Kinerja Target Capaian %

7. Data, informasi dan peta hasil riset KP yang digunakan dalam penyusunan kebijakan (paket)

11 13 118,18

8. Hasil riset yang dimanfaatkan oleh sektor industri (paket) 2 2 100,00 9. Rekomendasi hasil riset KP yang digunakan dalam penyusunan kebijakan (paket) 25 30 120,00 5. Tatakelola pemerintahan yang baik 10. Indeks Profesionalitas ASN BRSDM (Indeks) 72 77,88 108,17 11. Persentase unit kerja

BRSDM yang menerapkan sistem manajemen pengetahuan yang terstandar (%) 82 98,42 120,02 12. Penilaian Mandiri Reformasi Birokrasi BRSDM (Nilai) 30 32,03 106,77 13. Penilaian Mandiri AKIP BRSDM (nilai) A (86) 87,93 102,24 14. Level Maturitas SPIP

BRSDM (level) 3 3,95 131,67 15. Nilai Kinerja Pelaksanaan Anggaran BRSDM (nilai) Baik (88) 95,55 108,58 16. Batas Tertinggi Persentase Nilai Temuan LHP BPK Atas LK BRSDM dibandingkan Realisasi Anggaran BRSDM TA. 2019 (%) 1 0,25 399,28

17. Jumlah unit kerja BRSDM berpredikat menuju WBK (satker, kumulatif) 10 8,00 80,00 18. Persentase jumlah rekomendasi hasil pengawasan yang dimanfaatkan untuk 60 84,09 140,15 35

Sasaran Strategis Indikator Kinerja Target Capaian %

perbaikan kinerja lingkup BRSDM (%) 19. Nilai Kinerja Anggaran BRSDM

(Nilai) 85

93,41 109,89

Sasaran Program 1

Pendampingan kelompok pelaku usaha/utama mendukung terwujudnya kesejahteraan masyarakat KP

Indikator Kinerja 1

Kelompok kelautan dan perikanan yang ditingkatkan kelasnya (kelompok) Jumlah kelompok kelautan dan perikanan yang ditingkatkan kelasnya pada tahun 2020 ditargetkan sebanyak 1.500 kelompok. Indikator kenaikan kelas mengacu pada Kepmen KP No. 14 Tahun 2012 tentang Pedoman Umum Penumbuhan dan Pengembangan Kelembagaan Pelaku Utama Perikanan.

Capaian Indikator Kinerja Utama (IKU) Kelompok kelautan dan perikanan yang ditingkatkan kelasnya (kelompok) dapat dilihat pada tabel berikut:

Tabel 3. Capaian Kinerja Kelompok Kelautan dan Perikanan yang Ditingkatkan Kelasnya (Kelompok)

SP-1 Pendampingan kelompok pelaku usaha/utama mendukung terwujudnya kesejahteraan masyarakat KP IKU-1 Kelompok kelautan dan perikanan yang ditingkatkan kelasnya (kelompok)

Realisasi 2020 Renstra BRSDM Tahun 2020-2024

2019 Target Realisasi Capaian %

% Kenaikan 2019-2020 Target 2020 % Capaian thd Target 2020 Target 2024 % Capaian thd Target 2024 1903 1500 1597 106,47 -16,08 1500 106,47% 1500 106,47%

Pada tahun 2020, target jumlah kelompok yang meningkat kelasnya dari kelas Pemula ke Madya dan kelas Madya ke Utama mencapai 1.597 kelompok (106,47%) dari target 1.500 kelompok, meliputi 1.595 kelompok yang naik dari

pemula ke madya dan 2 kelompok yang naik dari madya ke utama. Sebaran kelompok yang meningkat kelasnya berdasarkan satminkal sebagai berikut:

Tabel 3 Capaian Kinerja Kelompok Kelautan dan Perikanan yang Ditingkatkan Kelasnya (Kelompok)

34

Laporan Kinerja BRSDM Tahun 2020

36

Tabel 4. Capaian Satminkal Penyuluhan Telah Berhasil Meningkatkan Kelas

Kelompok KP

No Saminkal Kelasnya Dinilai Meningkat Kelasnya Persentase

1 BPPP Medan 580 223 38,45 2 BPPP Tegal 337 250 74,18 3 BPPP Banyuwangi 5.075 572 11,27 4 BPPP Bitung 220 28 12,73 5 BPPP Ambon 39 26 66,67 6 BRPPUPP Palembang 1.032 158 15,31 7 BRPBATPP Bogor 756 45 5,95 8 BRPBAPPP Maros 1.299 91 7,01 9 BBRBLPP Gondol 215 204 94,88 Total 9.553 1.597 16,72

Capaian tahun 2020, dari sisi target telah melampui. Namun demikian, apabila dibandingkan dengan capaian tahun 2019, mengalami penurunan sebanyak 306 kelompok (16,08%). Kondisi ini disebabkan faktor pandemi Covid-19 yang berimbas pada penurunan nilai produksi dan mempengaruhi pendapatan pelaku utama/usaha.

Pencapaian target 2020 didukung oleh beberapa kondisi yang mendukung pencapaian, yaitu:

1. Pelaksanaan manajemen kinerja di BRSDM dengan cascading IKU yang terstruktur mulai dari Puslatluh KP, Satminkal Penyuluhan, sampai ke Penyuluh Perikanan.

2. Pendampingan yang terprogram oleh Penyuluh Perikanan, baik PNS dan PPB dengan target kinerja yang sama terhadap IKU peningkatan kelas kelompok serta pendampingan proses administrasi pengukuhan kelas kelompok.

Kegiatan penunjang keberhasilan pencapaian IKU ini antara lain kegiatan monitoring capaian IKU yang dilaksanakan oleh Satminkal Penyuluhan dengan instrumen monitoring yang dimulai dari Perjanjian Kinerja antara Kepala Satminkal dengan Penyuluh Perikanan, pelaporan online penyuluh, SKP yang disertai dengan dokumen pendukung capaian SKP, serta evaluasi kinerja penyelenggaraan penyuluhan.

Tabel 4 Capaian Satminkal Penyuluhan Telah Berhasil Meningkatkan Kelas Kelompok KP

35

Laporan Kinerja BRSDM Tahun 2020

36

Tabel 4. Capaian Satminkal Penyuluhan Telah Berhasil Meningkatkan Kelas

Kelompok KP

No Saminkal Kelasnya Dinilai Meningkat Kelasnya Persentase

1 BPPP Medan 580 223 38,45 2 BPPP Tegal 337 250 74,18 3 BPPP Banyuwangi 5.075 572 11,27 4 BPPP Bitung 220 28 12,73 5 BPPP Ambon 39 26 66,67 6 BRPPUPP Palembang 1.032 158 15,31 7 BRPBATPP Bogor 756 45 5,95 8 BRPBAPPP Maros 1.299 91 7,01 9 BBRBLPP Gondol 215 204 94,88 Total 9.553 1.597 16,72

Capaian tahun 2020, dari sisi target telah melampui. Namun demikian, apabila dibandingkan dengan capaian tahun 2019, mengalami penurunan sebanyak 306 kelompok (16,08%). Kondisi ini disebabkan faktor pandemi Covid-19 yang berimbas pada penurunan nilai produksi dan mempengaruhi pendapatan pelaku utama/usaha.

Pencapaian target 2020 didukung oleh beberapa kondisi yang mendukung pencapaian, yaitu:

1. Pelaksanaan manajemen kinerja di BRSDM dengan cascading IKU yang terstruktur mulai dari Puslatluh KP, Satminkal Penyuluhan, sampai ke Penyuluh Perikanan.

2. Pendampingan yang terprogram oleh Penyuluh Perikanan, baik PNS dan PPB dengan target kinerja yang sama terhadap IKU peningkatan kelas kelompok serta pendampingan proses administrasi pengukuhan kelas kelompok.

Kegiatan penunjang keberhasilan pencapaian IKU ini antara lain kegiatan monitoring capaian IKU yang dilaksanakan oleh Satminkal Penyuluhan dengan instrumen monitoring yang dimulai dari Perjanjian Kinerja antara Kepala Satminkal dengan Penyuluh Perikanan, pelaporan online penyuluh, SKP yang disertai dengan dokumen pendukung capaian SKP, serta evaluasi kinerja penyelenggaraan penyuluhan.

37

Indikator Kinerja 2

Kelompok kelautan dan perikanan yang dibentuk (kelompok)

Jumlah kelompok pelaku utama/pelaku usaha KP yang dibentuk pada tahun 2020 memiliki target sebanyak 2.000 kelompok setelah mendapatkan pendampingan oleh Penyuluh Perikanan, dengan kriteria pembentukan kelompok sesuai dengan Kepmen KP No. 14 Tahun 2012 tentang Pedoman Umum Penumbuhan dan Pengembangan Kelembagaan Pelaku Utama Perikanan.

Capaian Indikator Kinerja Utama (IKU) Kelompok kelautan dan perikanan yang dibentuk (kelompok) dapat dilihat pada tabel berikut:

Tabel 5. Capaian Kinerja Indikator Kinerja 2

SP-1 Pendampingan kelompok pelaku usaha/utama mendukung terwujudnya kesejahteraan masyarakat KP IKU-2 Kelompok kelautan dan perikanan yang dibentuk (kelompok)

Realisasi 2020 Renstra BRSDM Tahun 2020-2024

2019 Target Realisasi Capaian %

% Kenaikan 2019-2020 Target 2020 % Capaian thd Target 2020 Target 2024 % Capaian thd Target 2024 - 2.000 3.437 171,85 - 2.000 171,85% 2.000 171,85%

Capaian IKU Kelompok kelautan dan perikanan yang dibentuk (kelompok) mencapai 3.437 Kelompok (171,85%) dari target 2.000 kelompok. Bukti pembentukan kelompok berupa penerbitan sertifikat pengukuhan yang ditandatangani oleh pejabat wilayah setempat (lurah, kepala desa atau sejenisnya) dan dilaporkan kepada Dinas yang menangani penyuluhan perikanan kabupaten/kota. Sebaran kelompok yang dibentuk berdasarkan Satminkal dapat dilihat pada tabel sebagai berikut:

Tabel 6. Sebaran Kelompok yang Dibentuk per Balai/Satminkal

No Saminkal Kelompok Calon Kelompok dibentuk

1 BPPP Medan 377 377

2 BPPP Tegal 343 343

36

Laporan Kinerja BRSDM Tahun 2020

38

No Saminkal Kelompok Calon Kelompok dibentuk

3 BPPP Banyuwangi 655 655 4 BPPP Bitung 267 186 5 BPPP Ambon 136 136 6 BRPPUPP Palembang 693 693 7 BRPBATPP Bogor 466 258 8 BRPBAPPP Maros 534 510 9 BBRBLPP Gondol 279 279 Total 3.750 3.437

Dalam melakukan kegiatan penumbuhan kelompok, Penyuluh perikanan melakukan identifikasi Pelaku Utama yang memiliki kriteria sebagai berikut: 1. Mempunyai tujuan, minat dan kepentingan yang sama terutama dalam

bidang usaha sektor kelautan dan perikanan. 2. Memiliki usaha sektor kelautan dan perikanan.

3. Memiliki kesamaan dalam tradisi kebiasaan, domisili, lokasi usaha, status ekonomi, atau bahasa.

4. Mandiri dan partisipatif.

5. Merupakan binaan dari penyuluh perikanan.

Penumbuhan kelembagaan pelaku utama dilaksanakan melalui tahapan: (1) Tahap Identifikasi Potensi Wilayah, (2) Tahap Pelaksanaan Penumbuhan, (3) Tahap Kemitraan Usaha, (4) Tahap Monitoring dan Evaluasi.

Sasaran Program 2

Hasil riset WPP mendukung sumber daya kelautan dan perikanan berkelanjutan

Indikator Kinerja 3

WPP yang terpetakan potensi sumber daya perikanan untuk pengelolaan berkelanjutan (paket)

Wilayah Pengelolaan Perikanan Negara Republik Indonesia, yang selanjutnya disingkat WPPNRI, merupakan wilayah pengelolaan perikanan untuk penangkapan ikan, pembudidayaan ikan, konservasi, penelitian, dan pengembangan perikanan yang meliputi perairan pedalaman, perairan kepulauan, laut teritorial, zona tambahan, dan zona ekonomi eksklusif Indonesia.

37

Laporan Kinerja BRSDM Tahun 2020

38

No Saminkal Kelompok Calon Kelompok dibentuk

3 BPPP Banyuwangi 655 655 4 BPPP Bitung 267 186 5 BPPP Ambon 136 136 6 BRPPUPP Palembang 693 693 7 BRPBATPP Bogor 466 258 8 BRPBAPPP Maros 534 510 9 BBRBLPP Gondol 279 279 Total 3.750 3.437

Dalam melakukan kegiatan penumbuhan kelompok, Penyuluh perikanan melakukan identifikasi Pelaku Utama yang memiliki kriteria sebagai berikut: 1. Mempunyai tujuan, minat dan kepentingan yang sama terutama dalam

bidang usaha sektor kelautan dan perikanan. 2. Memiliki usaha sektor kelautan dan perikanan.

3. Memiliki kesamaan dalam tradisi kebiasaan, domisili, lokasi usaha, status ekonomi, atau bahasa.

4. Mandiri dan partisipatif.

5. Merupakan binaan dari penyuluh perikanan.

Penumbuhan kelembagaan pelaku utama dilaksanakan melalui tahapan: (1) Tahap Identifikasi Potensi Wilayah, (2) Tahap Pelaksanaan Penumbuhan, (3) Tahap Kemitraan Usaha, (4) Tahap Monitoring dan Evaluasi.

Sasaran Program 2

Hasil riset WPP mendukung sumber daya kelautan dan perikanan berkelanjutan

Indikator Kinerja 3

WPP yang terpetakan potensi sumber daya perikanan untuk pengelolaan berkelanjutan (paket)

Wilayah Pengelolaan Perikanan Negara Republik Indonesia, yang selanjutnya disingkat WPPNRI, merupakan wilayah pengelolaan perikanan untuk penangkapan ikan, pembudidayaan ikan, konservasi, penelitian, dan pengembangan perikanan yang meliputi perairan pedalaman, perairan kepulauan, laut teritorial, zona tambahan, dan zona ekonomi eksklusif Indonesia.

39 WPPNRI dibagi dalam 11 (sebelas) wilayah pengelolaan perikanan yaitu: 1) WPPNRI 571 meliputi perairan Selat Malaka dan Laut Andaman; 2) WPPNRI 572 meliputi perairan Samudera Hindia sebelah Barat Sumatera dan Selat Sunda; 3) WPPNRI 573 meliputi perairan Samudera Hindia sebelah Selatan Jawa hingga sebelah Selatan Nusa Tenggara, Laut Sawu, dan Laut Timor bagian Barat; 4) WPPNRI 711 meliputi perairan Selat Karimata, Laut Natuna, dan Laut China Selatan; 5) 5. WPPNRI 712 meliputi perairan Laut Jawa; 6) WPPNRI 713 meliputi perairan Selat Makassar, Teluk Bone, Laut Flores, dan Laut Bali; 7) WPPNRI 714 meliputi perairan Teluk Tolo dan Laut Banda; 8) WPPNRI 715 meliputi perairan Teluk Tomini, Laut Maluku, Laut Halmahera, Laut Seram dan Teluk Berau; 9). PPNRI 716 meliputi perairan Laut Sulawesi dan sebelah Utara Pulau Halmahera; 10). WPPNRI 717 meliputi perairan Teluk Cendrawasih dan Samudera Pasifik; dan 11) WPPNRI 718 meliputi perairan Laut Aru, Laut Arafuru, dan Laut Timor bagian Timur. Capaian Indikator Kinerja Utama (IKU) WPP yang terpetakan potensi sumber daya perikanan untuk pengelolaan berkelanjutan (paket) dapat dilihat pada tabel berikut:

Tabel 7. Capaian Kinerja Indikator Kinerja 3

SP-2 Hasil riset WPP mendukung sumber daya kelautan dan perikanan berkelanjutan IKU-3 WPP yang terpetakan potensi sumber daya perikanan untuk pengelolaan berkelanjutan (paket)

Realisasi 2020 Renstra BRSDM Tahun 2020-2024

2019 Target Realisasi Capaian %

% Kenaikan 2019-2020 Target 2020 % Capaian thd Target 2020 Target 2024 % Capaian thd Target 2024 4 4 4 100,00 - 4 100,00% 4 100,00%

IKU WPP yang terpetakan potensi sumber daya perikanan untuk pengelolaan berkelanjutan (paket) merupakan IKU baru di Tahun 2020. Pada Tahun 2020, IKU ini memiliki target 4 (empat) paket rekomendasi dari hasil riset di 11 (sebelas) lokasi Wilayah Pengelolaan Perikanan (WPP) dan sudah tercapai di akhir Tahun 2020. Paket rekomendasi ini merupakan hasil sintesa potensi sumber daya perikanan di 11 (sebelas) WPP NRI. Adapun rekomendasi potensi sumberdaya perikanan ini dituangkan kedalam policy paper dengan judul:

38

Laporan Kinerja BRSDM Tahun 2020

40

1. Kajian Potensi, JTB, Status Stok, Penutupan Musim Dan Penentuan Lokasi Penangkapan Rajungan,

2. Strategi Pemanfaatan (Harvest Strategy) Perikanan Kakap dan Kerapu di WPPNRI 713,

3. Status Sumberdaya Ikan Tuna di Perairan Indonesia Sebagai Bahan Masukan RPP Tuna 2020-2025,

4. Status pemanfaatan perikanan dan kebijakan pengelolaan untuk optimasi pemanfaatan sumberdaya cumi-cumi di laut adafura (WPP 718).

Wilayah pengelolaan perikanan (WPP) yang menjadi fokus riset ditetapkan untuk selanjutnya dihasilkan rekomendasi terpadu bagi pengembangan ekonomi wilayah sebagai rekomendasi potensi sumberdaya kelautan dan perikanan yang terpetakan dan berkelanjutan. Dalam mendukung rekomendasi potensi sumberdaya perikanan diperlukan data-data pendukung untuk diolah menjadi bahan rekomendasi. Data-data tersebut terkait pemetaan sumberdaya kelautan dan perikanan untuk pengembangan ekonomi kelautan dan perikanan dengan riset kajian sumber daya ikan, biologi perikanan, habitat sumber daya dan potensi produksi sumber daya ikan, yang nantinya akan diolah sebagai sintesa dan menjadi rekomendasi.

Sasaran Program 3

Kapasitas dan kompetensi SDM KP meningkat

Indikator Kinerja 4

Persentase Lulusan pendidikan dan pelatihan yang terserap di Dunia Usaha dan Dunia Industri (%)

Persentase Lulusan pendidikan dan pelatihan yang terserap di Dunia Usaha dan Dunia Industri pada tahun 2020 ditargetkan sebanyak 60%, berdasarkan jumlah pelaku utama/pelaku usaha KP yang meningkat pendapatannya setelah mendapatkan pelatihan berbasis teknologi tepat guna/inovatif.

Capaian Indikator Kinerja Utama (IKU) Persentase Lulusan pendidikan dan pelatihan yang terserap di Dunia Usaha dan Dunia Industri (%) sebagai berikut:

39

Laporan Kinerja BRSDM Tahun 2020

40

1. Kajian Potensi, JTB, Status Stok, Penutupan Musim Dan Penentuan Lokasi Penangkapan Rajungan,

2. Strategi Pemanfaatan (Harvest Strategy) Perikanan Kakap dan Kerapu di WPPNRI 713,

3. Status Sumberdaya Ikan Tuna di Perairan Indonesia Sebagai Bahan Masukan RPP Tuna 2020-2025,

4. Status pemanfaatan perikanan dan kebijakan pengelolaan untuk optimasi pemanfaatan sumberdaya cumi-cumi di laut adafura (WPP 718).

Wilayah pengelolaan perikanan (WPP) yang menjadi fokus riset ditetapkan untuk selanjutnya dihasilkan rekomendasi terpadu bagi pengembangan ekonomi wilayah sebagai rekomendasi potensi sumberdaya kelautan dan perikanan yang terpetakan dan berkelanjutan. Dalam mendukung rekomendasi potensi sumberdaya perikanan diperlukan data-data pendukung untuk diolah menjadi bahan rekomendasi. Data-data tersebut terkait pemetaan sumberdaya kelautan dan perikanan untuk pengembangan ekonomi kelautan dan perikanan dengan riset kajian sumber daya ikan, biologi perikanan, habitat sumber daya dan potensi produksi sumber daya ikan, yang nantinya akan diolah sebagai sintesa dan menjadi rekomendasi.

Sasaran Program 3

Kapasitas dan kompetensi SDM KP meningkat

Indikator Kinerja 4

Persentase Lulusan pendidikan dan pelatihan yang terserap di Dunia Usaha dan Dunia Industri (%)

Persentase Lulusan pendidikan dan pelatihan yang terserap di Dunia Usaha dan Dunia Industri pada tahun 2020 ditargetkan sebanyak 60%, berdasarkan jumlah pelaku utama/pelaku usaha KP yang meningkat pendapatannya setelah mendapatkan pelatihan berbasis teknologi tepat guna/inovatif.

Capaian Indikator Kinerja Utama (IKU) Persentase Lulusan pendidikan dan pelatihan yang terserap di Dunia Usaha dan Dunia Industri (%) sebagai berikut:

41

Tabel 8. Persentase Lulusan Pendidikan dan Pelatihan yang Terserap di Dunia Usaha dan Dunia Industri (%)

SP-3 Kapasitas dan kompetensi SDM KP meningkat

IKU-4 Persentase Lulusan pendidikan dan pelatihan yang terserap di Dunia Usaha dan Dunia Industri (%)

Realisasi 2020 Renstra BRSDM Tahun 2020-2024

2019 Target Realisasi Capaian %

% Kenaikan 2019-2020 Target 2020 % Capaian thd Target 2020 Target 2024 % Capaian thd Target 2024 - 60 64,55 107,58 - 60 107,58% 75 86,07%

Indikator kinerja ini telah mencapai target yang telah ditetapkan dengan capaian sebesar 64,55% atau sebanyak 8.036 lulusan pendidikan dan pelatihan yang terserap di DU/DI (107,58% dari target 2020). Capaian ini terdistribusi atas 73,14% (1.792 Orang) lulusan pendidikan yang terserap dunia kerja KP dan 62,44% (6.244 Orang) Jumlah lulusan pelatihan pelaku utama/usaha yang menerapkan hasil pelatihan dan/atau bekerja di DUDI. Distribusi serapan lulusan pada satuan pendidikan KP Tahun 2020 sebagai berikut:

Tabel 9. Sebaran Serapan Lulusan Satuan Pendidikan KP Tahun 2020

No Satuan Kerja Tahunan Target

Capaian Target Lulusan (Org) Lulusan Terserap (Org) Persentase

1 Politeknik AUP Jakarta 75% 434 289 66.59% 2 Politeknik KP Sidoarjo 75% 150 114 76.00% 3 Politeknik KP Bitung 75% 138 111 80.43% 4 Politeknik KP Sorong 75% 86 69 80.23% 5 Politeknik KP Karawang 75% 66 54 81.82% 6 Politeknik KP Bone 75% 82 70 85.37% 7 Politeknik KP Kupang 75% 65 54 83.08% 8 Politeknik KP Dumai 75% 64 53 82.81% 9 Politeknik KP Pangandaran 75% 69 57 82.61% 10 Politeknik KP Jembrana 75% 68 31 45.59% 11 AK Wakatobi 75% 45 38 84.44% 12 SUPM Ladong 75% 107 85 79.44% 13 SUPM Pariaman 75% 148 121 81.76% 14 SUPM Kotaagung 75% 122 96 78.69% 15 SUPM Tegal 75% 170 114 67.06% 16 SUPM Pontianak 75% 135 92 68.15%

Tabel 8 Persentase Lulusan Pendidikan dan Pelatihan yang Terserap di Dunia Usaha dan Dunia Industri (%)

40

Laporan Kinerja BRSDM Tahun 2020

42

No Satuan Kerja Tahunan Target

Capaian Target Lulusan (Org) Lulusan Terserap (Org) Persentase 17 SUPM Bone 75% 140 62 44.29% 18 SUPM Waiheru 75% 167 134 80.24% 19 SUPM Sorong 75% 120 90 75.00% 20 SUPM Kupang 75% 74 58 78.38% Total 75% 2,450 1792 73.14%

Capaian jumlah lulusan pelatihan pelaku utama/usaha yang menerapkan hasil pelatihan dan/atau bekerja di DUDI dihasilkan oleh 5 (lima) BPPP, dengan rincian target tahun 2020 dan capaian IKU tahun 2020 adalah sebagai berikut:

Tabel 10. Sebaran Jumlah lulusan Pelatihan Pelaku Utama/Usaha yang Menerapkan Hasil Pelatihan dan/atau Bekerja di DUDI 2020

No Satuan Kerja Lulusan Pelatihan Masyarakat KP Terserap Dudi Persentase 1 BPPP Medan 2.075 1.245 60,00 2 BPPP Tegal 2.820 1.788 63,40 3 BPPP Banyuwangi 2.420 1.570 64,88 4 BPPP Bitung 1.520 923 60,72 5 BPPP Ambon 1.165 718 61,63 Total 10.000 6.244 62,44

Indikator ini tidak dapat dibandingkan dengan capaian tahun sebelumnya karena merupakan indikator baru pada tahun 2020. Selain itu, terdapat perbedaan komponen perhitungan dimana pada tahun sebelumnya untuk bidang pelatihan dan penyuluhan KP menggunakan perhitungan hasil pelatihan yang meningkat pendapatannya.

Keberhasilan pencapaian kinerja tersebut disebabkan antara lain oleh: 1. Penyelenggaraan pelatihan dan penyuluhan yang dlaksanakan pada awal

tahun, yang bertujuan untuk menyiapkan SDM calon maupun penerima program bantuan KKP dan untuk mendukung program–program prioritas KKP.

Tabel 10 Sebaran Jumlah Lulusan Pelatihan Pelaku Utama/Usaha yang Menerapkan Hasil Pelatihan dan/atau Bekerja di DUDI 2020

41

Laporan Kinerja BRSDM Tahun 2020

42

No Satuan Kerja Tahunan Target

Capaian Target Lulusan (Org) Lulusan Terserap (Org) Persentase 17 SUPM Bone 75% 140 62 44.29% 18 SUPM Waiheru 75% 167 134 80.24% 19 SUPM Sorong 75% 120 90 75.00% 20 SUPM Kupang 75% 74 58 78.38% Total 75% 2,450 1792 73.14%

Capaian jumlah lulusan pelatihan pelaku utama/usaha yang menerapkan hasil pelatihan dan/atau bekerja di DUDI dihasilkan oleh 5 (lima) BPPP, dengan rincian target tahun 2020 dan capaian IKU tahun 2020 adalah sebagai berikut:

Tabel 10. Sebaran Jumlah lulusan Pelatihan Pelaku Utama/Usaha yang Menerapkan Hasil Pelatihan dan/atau Bekerja di DUDI 2020

No Satuan Kerja Lulusan Pelatihan Masyarakat KP Terserap Dudi Persentase 1 BPPP Medan 2.075 1.245 60,00 2 BPPP Tegal 2.820 1.788 63,40 3 BPPP Banyuwangi 2.420 1.570 64,88 4 BPPP Bitung 1.520 923 60,72 5 BPPP Ambon 1.165 718 61,63 Total 10.000 6.244 62,44

Indikator ini tidak dapat dibandingkan dengan capaian tahun sebelumnya karena merupakan indikator baru pada tahun 2020. Selain itu, terdapat perbedaan komponen perhitungan dimana pada tahun sebelumnya untuk bidang pelatihan dan penyuluhan KP menggunakan perhitungan hasil pelatihan yang meningkat pendapatannya.

Keberhasilan pencapaian kinerja tersebut disebabkan antara lain oleh: 1. Penyelenggaraan pelatihan dan penyuluhan yang dlaksanakan pada awal

tahun, yang bertujuan untuk menyiapkan SDM calon maupun penerima program bantuan KKP dan untuk mendukung program–program prioritas KKP.

43 2. Kerjasama dengan dunia usaha dan dunia industri untuk lulusan pelatihan penangkapan ikan (BST, Ankapin, Atkapin,dll) dan perusahaan olahan hasil perikanan.

3. Pendampingan bagi lulusan pelatihan oleh penyuluh di Kab/kota sehingga hambatan dalam usaha kelautan dan perikanan dapat diatasi.

4. Sistem pendataan alumni yang mulai berjalan dan terorganisir di satuan pendidikan KP.

5. Kerja sama yang baik yang dilakukan antara Pusat Pendidikan, Satuan

Dalam dokumen LAPORAN KINERJA BRSDM TAHUN 2020 (Halaman 41-93)

Dokumen terkait