Daya Tarik Wisata Damai
P
enguatan daya tarik adalah syarat penting dalam pengembangan pariwisata damai. Berdasarkan atas daya tarik monumen khususnya kebersihan monumen didapatkan bahwa sebagian besar responden menyatakan penting (56,90%) kemudian disusul dengan responden yang mengatakan cukup (36,21%) dan ada (5,17%) yang mengatakan sangat penting, ekspektasi komponen pariwisata terhadap kebersihan memiliki skor sebesar 424 dan skala 3,66 yang artinya bahwa rata-rata responden mengatakan penting terhadap daya tarik monumen.Selanjutnya harapan terhadap desain dan penataan monumen yaitu sebagian besar responden menyatakan penting (55,17%) kemudian posisi kedua yaitu (41,34%) yang menyatakan respon cukup. Untuk respon tidak penting dan sangat penting memiliki jumlah responden yang sama sebagai posisi ketiga yaitu sebanyak 2 orang (1,72%). Keseluruhan respon terhadap design dan penataan monumen yaitu sebesar 414 dengan skala 3.63, yang artinya, rata-rata harapan design dan penataan monumen termasuk kategori penting.
Ekspektasi terhadap arsitektur monumen merupakan jumlah responden yang paling tinggi diantara respon yang lainya, yaitu (60,34%) memberikan jawaban penting, kemudian posisi kedua ditempati oleh jawaban cukup (36,21%) kemudian disusul oleh respon sangat penting dan tidak penting (1,17%). Keseluruhan jawaban tersebut, didapatkan skor 420 dengan skala (3.62) yang dikategorikan penting.
Harapan terhadap atribut monumen juga sebagian besar memberikan pernyataan penting, yaitu (58,62%). Selanjutnya untuk posisi kedua ditempati oleh responden yang menyatakan cukup (32,76%) sebagai posisi kedua dan disusul oleh respon sangat penting sebagai posisi ketiga (5.17%). Dari keseluruhan respon terhadap atribut monumen merupakan jumlah skor dan skala paling besar diantara yang lainya yaitu skor sebesar 424 dan skala 3,66 tetapi setara dengan jumlah skor dan skala kebersihan monumen. Respon ini dikategorikan penting terhadap atribut monumen. Dari indikator nilai kemanusian terhadap keseluruhan aspeknya dapat disimpukan bahwa jumlah skornya adalah sebesar 421 dengan skala 3,63, angka ini menunjukan kategori penting terhadap nilai kemanusiaan.
No. Pertanyaan STP TP C P SP JMLH Skor Skala Ket
1 D a y a T a r i k M o n u -men K e b e r s i -han Mon-umen 2/ 1,72% 42/ 36,21% 66/ 56,90% 6/ 5,17% 116/ 100% 424 3.66 Penting D e s i g n dan pena-taan Mon-umen 2/ 1,72% 48/ 41,34% 64/ 55,17% 2/ 1,72% 116/ 100% 414 3.57 Penting Arsitektur Monumen 2/ 1,72% 42/ 36,21% 70/ 60,34% 2/ 1,72% 116/ 100% 420 3.62 Penting A t r i b u t Monumen 4/ 3,45% 38/ 32,76% 68/ 58,62% 6/ 5,17% 116/ 100% 424 3.66 Penting Rata-rata 421 3.63 Penting
Nilai Kemanusian
Ekspektasi Komponen Pariwisata Terhadap Nilai Kemanusiaan
NO Pertanyaan STP TP C P SP JMLH Skor Skala Ket
Nilai
Kem-anusiaan Bebas dari kekerasan 24/ 20,69% 66/ 56,90%26/ 22,41%116/ 100% 466 4.02 Penting Nilai Uni-versabilitas 18/ 15,52% 76/ 65,52%22/ 18,97%116/ 100% 468 4.03 Penting Nilai Lokal Masyarakat 26/ 22,41% 66/ 56,90%24/ 20,69%116/ 100% 462 3.98 Penting Pluralisme 20/ 17,24% 68/ 58,62%26/ 22,41%116/ 100% 462 3.98 Penting H a r m o n -isasi 18/ 15,52% 68/ 58,62%30/ 25,86%116/ 100% 476 4.10 Penting Rata-rata 467 4,02 Penting
Sumber: Hasil Penelitian 2012
Berdasarkan Tabel di atas, sebagian besar responden menjawab penting (66 orang /56,90%) terhadap indikator bebas dari kekerasan, kemudian posisi kedua di tempati oleh respon sangat penting, dengan jumlah responden sebanyak 26 orang (22,41%), disusul jawaban cukup sebagai posisi ketiga dengan jumlah responden sebanyak 24 orang (20,69%). Apabila dilihat dari jumlah skor dan skalanya dari keseluruhan respon didapat yaitu jumlah skor sebesar 466 dengan skala 4.02, sehingga ekspektasi terhadap subvariabel bebas dari kekerasan dikategorikan penting.
Kedua, dari aspek nilai kemanusian khususnya nilai universalitas memiliki jumlah responden yang menjawab penting (65.52%). Posisi kedua ditempati oleh penyataan responden yang menjawab sangat baik (20,69%) disusul
dengan jumlah responden (18,52%) sebagai posisi ketiga. Jumlah skor keseluruhan responden yaitu sebesar 466 dengan skala 4,03 sehingga angka ini temasuk kategori penting tehadap nilai universalitas.
Ketiga, sebagian besar responden memberikan per-nyataan penting terhadap nilai lokal masyarakat, dengan jumlah responden sebanyak 66 orang (56,90%), kemudian disusul oleh jawaban cukup yang merupakan posisi kedua dengan jumlah responden sebanyak, 26 orang (22,41%). Selanjutnya posisi ketiga ditempati oleh respon sangat penting dengan angka responden sebanyak 24 (20,69%). Untuk jumlah skor dari keselurusan ekspektasi terhadap nilai lokal kemasyarakatan yaitu sebesar 462 dengan skala 3.98, angka ini apabila dikategorikan berada pada kategori penting.
Keempat. aspek plurarisme juga memiliki tingkat penting yang sama dengan yang lainya yaitu sebagian besar responden memberikan tanggapan yang penting yaitu sebanyak 68 orang (58,62%), kemudian posisi kedua dengan jumlah responden yaitu sebanyak 26 orang (22,41%) menyatakan sangat penting dengan adanya plurarisme ini. Posisi ketiga yaitu responden yang menyatakan cukup yaitu sebanyak 20 orang (17,24%). Jumlah skor dari perhitungan yaitu mengalikan masing-masing respon dengan ketetuan skala (kategori), maka didapatkan jumlah skor yaitu sebesar 462 dengan skala 3.98, hasil pembagian antara jumlah skor dibagi jumlah keseluruhan responden, sehingga angka skala ini menunjukan nilai plurarisme berada pada kategori penting.
Kelima, aspek harmonisasi memiliki jumlah responden yang tidak beda jauh dengan yang lainya yaitu setengah lebih responden menyatakan penting terhadap harmonisasi dengan jumlah responden sebanyak 68 orang(58,62) selanjutnya disusul respon sangat penting dengan jumlah responden sebanyak 30 orang (25,86%) sebagai posisi kedua. Posisi ketiga yaitu jawaban cukup dengan jumlah responden sebanyak 18 orang
(15,52%) kemudian untuk posisi yang paling rendah yaitu ditempati oleh jawaban sangat tidak penting. Keseluruhan respon yang ada dalam data respon nilai kemanusian yaitu sebesar 476 dengan skala sebesar yaitu 4,10. Apabila angka ini dikategorikan maka berada dalam kategori penting terhadap harmonisasi di monumen Ground Zero. Dari indikator nilai kemanusian terhadap keseluruhan indikatornya, dapat disimpukan bahwa jumlah skornya adalah sebesar 467 dengan skala 4,02, angka ini menunjukan kategori penting terhadap nilai kemanusiaan.
Citra Monumen
Ekspektasi Terhadap Citra Monumen
No. Pertanyaan STP TP C P SP JMLH Skor Skala Ket
C i t r a M o n u -men K e s a n s e b e l u m b e r k u n -jung 4/ 3,45% 28/ 24,14% 62/ 53,45%22/ 18,97%116/ 100% 450 3.88 Pent-ing K e s a n s e t e l a h b e r k u n -jung 8/ 6.90% 26/ 22,41% 76/ 65,52%4/ 3,45% 116/ 100% 418 3.60 Pent-ing Citra seb-agai sim-bol perda-maian 8/ 6.90% 24/ 20,69% 76/ 65,52%8/ 6.90 % 116/ 100% 432 3.72 Pent-ing Citra mon-umen den-gan Brand-ing bali 8/ 6.90% 20/ 12,24% 80/ 68,97%8/ 6.90 % 116/ 100% 436 3.76 Pent-ing P e m a s a -ran dan Promosi 15/ 12,93%23/ 19,83% 63/ 54,31%15/ 12,93%116/ 100% 426 3.67 Pent-ing
Rata-rata 432 3.73 Pent-ing
Berdasarkan tabel di atas aspek kesan sebelum berkunjung setengah lebih responden menyatakan penting yaitu (53,45%), kemudian posisi kedua ditempati pada jawaban cukup yaitu (24,14%), selanjutnya peringkat ketiga responden menjawab sangat penting citra monumen terhadap aspek sebelum berkunjung yaitu (18,97%), disusul posisi keempat yaitu respon tidak penting (3.45%). Rata-rata jumlah skor terhadap aspek kesan sebelum berkunjung adalah 450 dengan skala 3,88. Angka ini dikategorikan penting terhadap citra monumen sebelum berkunjung.
Jumlah responden yang paling tinggi yang memberikan jawaban terhadap citra monumen setelah berkunjung yaitu berada pada jawaban penting (65,52%), kemudian jumlah responden dengan posisi kedua yaitu (22,41%), disusul respon tidak penting sebagai posisi ketiga yaitu (6,90%) selanjutnya untuk posisi keempat yaitu respon sangat penting (3,45%). Dari keseluruhan respon tehadap citra monumen setelah berkunjung didapat jumlah skor sebesar 418 dengan skala 3,60. Angka ini berada pada kategori penting terhadap respon setelah berkunjung.
Citra monumen yang dilihat dari aspek citra sebagai simbol perdamaian yaitu respon penting merupakan respon yang paling tinggi yaitu sebanyak 76 (65,52%), dilanjutkan dengan posisi kedua yaitu ditempati oleh jawaban cukup dengan jumlah responden yang menjawab yaitu sebanyak 24 orang (20,69%), untuk posisi ketiga yaitu ditempati oleh pernyataan tidak penting dan sangat penting yang memiliki jumlah responden yang sama yaitu sebanyak 8 orang(6,90%). Jumlah skor dari keseluruhan responden yaitu sebesar 432 dengan skala 3,72. Skala ini dikategorikan sebagai hal yang penting tehadap citra sebagai simbol perdamaian.
Citra monumen terkait dengan branding Bali sebagian besar responden menyatakan penting, yaitu sebanyak 80 orang (68.97%), ini merupakan angka yang paling tinggi di antara semua respon yang ada. Posisi kedua yaitu jawaban cukup (20 orang [12,24%]) kemudian disusul oleh angka yang setara yaitu 8 orang (6.90%). Posisi ketiga dengan pernyataan responden yang tidak penting dan sangat penting. Jumlah skor keseluruhan responden, yaitu sebesar 436 dengan skala 3,76 termasuk kategori penting.
Aspek pemasaran dan promosi, paling tinggi responden menjawab penting (53,31%) yaitu jawaban penting, dilanjutkan dengan jumlah responden sebanyak 19 orang (19,83%) sebagai posisi kedua yaitu jawaban cukup, disusul oleh respon tidak penting dan sangat tidak penting yang memiliki angka responden yang sama sebanyak 15 orang (12,93%). Jumlah skor dari keseluruhan respon yaitu 426 dengan skala 3,76. Angka ini dikategorikan penting terkait pemasaran dan promosi di Ground Zero. Kesimpulan dari indikator fasilitas dan aksesbilitas semua aspek, yang merupakan bagian dari variabel citra monumen, yaitu memiliki jumlah skor sebesar 432 dan 3,73 sehingga dikategorikan penting dalam usaha memanfaatkan Monumen Ground Zero sebagai wisata damai di Kuta.
Keterlibatan Stakeholder Pariwisata
Ada 3 bagian terkait dengan keterlibatan stakeholder pariwisata, yaitu: Keterlibatan masyarakat lokal (local
community), Pemerintah dan pelaku industri pariwisata. Aspek
pertama yaitu keterlibatan masyarakat lokal, memiliki angka responden yang paling tinggi yaitu sebagian besar responden menjawab penting dengan jumlah responden sebanyak 59 orang (50,86%), selanjutnya disusul yang menjawab cukup
dengan jumlah responden sebanyak 39 orang (33,62%) sebagai posisi ketiga, berikutnya dengan jumlah responden sebanyak 16 orang (13,79) yaitu pernyataan sangat penting yaitu sebagai posisi ketiga. Kesimpulan dari seluruhan jawaban terhadap kategori ekspektasi adalah didapatkan skor 437 dengan skala 3,77, yang artinya rata responden menyatakan penting dalam aspek/indikator keterlibatan masyarakat.
Kebijakan pemerintah menunjukan bahwa setengah lebih dari jumlah keseluruhan responden mengatakan penting dengan jumlah responden sebanyak 74 orang (63,79%). Kedua yaitu respon sangat penting dengan jumlah responden sebanyak 21 orang (18,10%), disusul dengan angka responden sebanyak 18 orang (15,52%) yaitu respon cukup sebagai tertinggi ketiga sedangkan tertinggi keempat yaitu respon tidak penting dengan jumlah responden sebanyak 3 orang (2,59%). Konklusi, jumlah skor yang didapat dari hasil perkalian antara setiap respon dengan skala liket ditemukan jumlah skornya yaitu 461 dengan dengan skala 3,97 ,hasil pembagian jumlah skor dengan jumlah responden sebanyak 116 orang. apabila dikategorikan angka ini menunjukan respons penting keterlibatan stakeholder khusunya kebijakan pemerintah dalam pengembangan Monument Ground Zero sebagai wisata damai.
Keterlibatan praktisi pariwisata yaitu menunjukan angka yang tidak jauh beda dengan angka responden yang lainya yaitu sebanyak 60 orang 51,72% sebagai angka tertinggi dengan jawaban penting, setelah itu pernyataan cukup sebagai posisi kedua dengan jumlah responden sebanyak 37 orang (31,90%). Posisi ketiga dengan jumlah responden sebanyak 16 orang (13,79%) yaitu respons sangat penting, pada posisi keempat dengan jumlah responden sebanyak 3 orang (2,59%). Rata-rata skor dari tingakatan jawaban adalah sebesar 437 dengan skala 3,77. Angka ini menunjukan bahwa kategori
keterlibatan praktisi pariwisata adalah penting. Keterlibatan stakeholder terhadap semua aspek variabel didapatkan jumlah skornya sebesar 444 dengan skala 3,82, angka ini di kategorikan pentingnya keterlibatan stakeholder terhadap pengelolaan Monumen Ground Zero sebagai a new product of
peace tourism.
Ekspektasi Keterlibatan Stakeholder Pariwisata
No. Pertanyaan STP TP C P SP JMLH Skor Ska-la Ket
K e t e r -l i b a t a n Stakhold-er tStakhold-erha- terha-dap pari-wisata K e t e r -l i b a t a n m a -syarakat lokal 2/ 1,72% 39/ 33,62% 59/ 50,86% 16/ 13,79 116/ 100% 433 3.73 Pe n t-ing K e b i -j a k a n p e m e r-intah 3/ 2,59% 18/ 15,52% 74/ 63,79% 21/ 18,10%116/ 100% 461 3.97 Pe n t-ing K e t e r -l i b a t a n praktisi p a r i w i -sata 3/ 2,59% 37/ 31,90% 60/ 51,72% 16/ 13,79 116/ 100% 437 3.77 Pe n t-ing Rata-rata 444 3,82 Pe nt-ing
Sumber: Hasil Penelitian 2012
Jaminan dan Keamanan
Keramahtamahan adalah kunci penting dalam me-ngembangkan wisata damai. Kerahmahtamahan masyarakat didapatkan bah wa sebagian besar responden menyatakan penting (56,90%) kemudian disusul dengan respon cukup (32,27%), selanjutnya tertinggi ketiga yaitu (13,79%) yang mengatakan sangat penting, serta posisi keempat dengan respon tidak penting yaitu (1,72%). Dari semua hasil pernyataan responden didapatkan rata-rata skor sebesar 444
dan skala sebesar 3,83, yang dapat dikategorikan penting terhadap daya tarik monumen ground zero.
Pengetahuan dan keterampilan menunjukkan angka tertinggi terhadap respon penting yaitu sebanyak 74 orang (63,79%) disusul dengan respon cukup menunjukan posisi kedua dengan jumlah responden sabanyak 24 orang (20,69%) kemudian untuk posisi ketiga dengan jumlah responden sebanyak 16 orang (13,79%) yaitu jawaban sangat penting, pada posisi keempat dengan jumlah responden sebanyak 2 orang (1,72%). Jumlah keseluruhan responden yaitu sebesar 452 dengan skala 3,90. Angka ini dikategorikan penting terhadap indikator pengetahuan dan keterampilan.
Aspek keamanan, responden menyatakan penting (58,52%). Posisi kedua adalah respon sangat penting (24,14%), untuk posisi ketiga yaitu ditempati jawaban cukup penting (15,52%). Posisi keempat dengan angka responden (1,72%) yaitu respons tidak penting. Rata-rata skor terhadap aspek keamanan yaitu sebesar 470. Angka ini merupakan yang paling tinggi jumlah skornya dibandingkan dengan jumlah skor dari masing-masing respon setiap aspek. Sedangkan skala 4,05 juga merupakan skala tertinggi sehingga ini dikategorikan penting terhadap respon keamanan.
Kemampuan komunikasi sebagian besar responden memberikan jawaban penting dengan jumlah responden sebanyak 76 orang (65,52%). Jawaban ini merupakan responden tertinggi diantara masing-masing respon dalam setiap aspek. Posisi kedua yaitu respon sangat penting dengan jumlah responden sebanyak 22 orang (18,97%), selanjutnya dengan angka responden sebanyak 16 orang (13,79%) yaitu respons cukup sebagai tertinggi ketiga, sedangkan tertinggi keempat yaitu respon tidak penting dengan jumlah responden sebanyak 2 orang (1,72%). Rata-rata skornya yaitu 461 dengan dengan skala 3,97 hasil pembagian jumlah skor dengan
jumlah responden sebanyak 116 orang. Apabila dikategorikan angka ini menunjukan respon penting terhadap subvariabel kemampuan komunikasi, kesimpulan dari indikator jaminan dan keamanan terhadap semua aspek indikator tersebut, didapatkan jumlah skornya sebesar 456 dengan skala 3,93. Angka ini di kategorikan pentingnya jaminanan dan keamanan dalam upaya untuk mengembangkan Monumen Ground Zero sebagai peace tourism.
Ekspektasi Terhadap Jaminan dan Keamanan
No. Pertanyaan STP TP C P SP JMLH Skor Skala Ket
Jaminan dan Ke-amanan K e r a - mahtama-han ma-syarakat 2/ 1,72%32/ 27,59% 66/ 56,90%16/ 13,79%116/ 100% 444 3.83 P e n -ting P e n g e t a -huan dan keterampi-lan 2/ 1,72%24/ 20,69% 74/ 63,79%16/ 13,79%116/ 100% 452 3.90 P e n -ting Keamanan 2/ 1,72%18/ 15,52% 68/ 58,62%28/ 24,14%116/ 100% 470 4.05 P e n -ting K e m a m -puan Ko-munikasi 2/ 1,72%16/ 13,79 76/ 65,52%22/ 18,97%116/ 100% 458 3.95 P e n -ting Rata-Rata 456 3.93
Fasilitas dan Aksesbilitas
Ekspektasi Komponen Pariwisata Terhadap Fasilitas dan Aksesbilitas
No. Pertanyaan STP TP C P SP JMLH Skor Skala Ket
Fasilitas dan ak-sesbilitas F a s i l i t a s Publik 29/ 25% 80/ 68,97% 7/ 6.03% 116/ 100% 442 3.81 Penting F a s i l i t a s s e k i t a r monumen 28/ 24,14% 74/ 63,79% 14/ 12,07%116/ 100% 450 3.88 Penting K e m u d a -han akses-bilitas 2/ 1,72%24/ 20,69% 74/ 63,79% 16/ 13,79 116/ 100% 452 3.90 Penting Rata-Rata 448 3.86 Penting
Sumber: Hasil Penelitian 2012
Berdasarkan data ekspektasi komponen pariwata terhadap fasilitas dan aksesbilitas khususnya aspek fasilitas publik, sebagian besar memberikan jawaban penting (80 orang [68,97%]). Kedua yaitu jawaban cukup dengan jumlah responden sebanyak 29 orang (25%) kemudian posisi ketiga yaitu respon sangat penting dengan jumlah skor sebanyak 7 orang (6,03%). Rata-rata skor terhadap fasilitas publik yaitu sebesar 442 dengan skala sebesar 3,81, Angka ini dapat dikategorikan penting.
Fasilitas sekitar monumen memiliki angka yang tidak terlalu berbeda jauh dengan yang lainya yaitu sebagian besar menjawab penting dengan jumlah responden sebanyak 74 orang (63,79%). Posisi kedua yaitu respon cukup yaitu sebanyak 28 orang (24,14%). Ada 14 (12,07%) yang menjawab penting. Rata-rata skor keseluruhan responden sebanyak 450, skalanya 3,88, angka ini menunjukan kategori penting
terhadap respon fasilitas sekitar monumen.
Aspek kemudahan aksesbilitas yang paling tinggi yaitu respon penting yaitu 74 orang (63,79%). Posisi kedua adalah harapan cukup penting dengan jumlah responden sebanyak 24 orang (20,69%). Ketiga yaitu ditempati respon sangat baik dengan jumlah responden sebanyak 16 orang (13,79). Posisi keempat dengan angka responden sebanyak 2 orang (1,72%) yaitu respon tidak penting. Rata-rata jumlah skor terhadap aspek keamanan yaitu sebesar 452. Angka ini merupakan paling tinggi jumlah skornya dibandingkan dengan jumlah skor dari masing-masing respons. Kesimpulan indikator fasilitas dan aksesbilitas semua yaitu termasuk kategori penting (448 dan skala 3,86).
Dengan menggabungkan hasil ekpektasi/harapan responden terhadap keberadaan Monumen Groun Zero, maka ditemukan hasil rata-rata pernyataan adalah penting yaitu dengan skor ekspestasinya sebesar 445 yang skalanya sebesar 3,84. Apabila dicermati per variabel maka ditemukan hasil sebagai berikut : daya tarik monumen adalah penting (3,63). Nilai kemanusian penting (4.02), Citra monumen, penting (3,73) Keterlibatan stakeholder pariwisata, penting (3,82), Jaminan dan Keamanan, penting (3,93), Fasilitas dan aksesbilitas, penting (3,86).
Konklusi Ekspektasi Komponen Pariwisata Terhadap Wisata Damai
NO Pertanyaan Jumlah
Skor Skala Keterangan
1 Daya Tarik
Monumen Kebersihan Monumen 424 3.66 Penting Design dan penataan
Monu-men 414 3.57 Penting Arsitektur Monumen 420 3.62 Penting Atribut Monumen 424 3.66 Penting
2 Nilai
Kemanu-siaan Bebas dari kekerasan 466 4.02 Penting Nilai Universabilitas 468 4.03 Penting Nilai Lokal Masyarakat 462 3.98 Penting Pluralisme 462 3.98 Penting Harmonisasi 476 4.10 Penting 3 Citra
Monu-men Kesan sebelum berkunjung 450 3.88 Penting Kesan setelah berkunjung 418 3.60 Penting Citra sebagai simbol
perda-maian 432 3.72 Penting Citra monument dengan
Branding bali 436 3.76 Penting Pemasaran dan Promosi 426 3.67 Penting 4 Keterlibatan
S t a k h o l d e r t e r h a d a p pariwisata
Keterlibatan masyarakat
lo-kal 433 3.73 Penting Kebijakan pemerintah 461 3.97 Penting Keterlibatan praktisi
pariwi-sata 437 3.77 Penting 5 Jaminan dan
Keamanan Keramahtamahan masyara-kat 444 3.83 Penting Pengetahuan dan
keterampi-lan 452 3.90 Penting Keamanan 470 4.05 Penting Kemampuan Komunikasi 458 3.95 Penting 5 Fasilitas dan
aksesbilitas Fasilitas Publik 442 3.81 Penting Fasilitas sekitar monument 450 3.88 Penting Kemudahan aksesbilitas 452 3.90 Penting Rata-rata 445 3.84 Penting Sumber : Hasil Penelitian : 2012
Wisata Damai dan Skala Prioritas Pengembangan
Guna mengarahkan pengembangan wisata damai di Monumen Ground Zero Kuta yang lebih baik dan terencana, maka perlu dibuatkan strategi yang relevan. Salah satu bagian penting dalam penetapan strategi tersebut, yaitu dikemasnya penetapan skala prioritas pengembangan wisata damai. Skala ini bisa dipilah menjadi 4 prioritas yaitu : prioritas utama, prioritas rendah, pertahankan prestasi dan berlebihan. Apabila prioritas ini diperhatikan oleh seluruh stakeholder dengan sinergi dan koordinatif, maka pengembangan Monumen Ground Zero sebagai wisata damai akan mampu diwujudkan. Lebih lanjut, agar wisata damai lebih nyata menjadi bagian dari bentuk produk baru dalam pengembangan wisata, maka perlu ditambah hasil pemikiran dari Mak (2008) yang mempertegas, ada beberapa syarat dalam pengembangan pariwisata yaitu : 1) dibutuhkan koordinasi yang efektif antara pemerintah dalam mengelola pariwisata. (2) Lebih memperhatikan penyebab munculnya berbagai persoalan dalam mengelola wisata, dan (3) perlu menjaga kehidupan sosial melalui pemerataan yang adil kepada masyarakat (enhance social equity).
Dari dua hasil temuan berdasarkan hasil analisis, yaitu domein skala wisata damai, dan disinkrunisasi dengan temua Mark tersebut, maka bisa dikatakan tidak begitu sulit untuk mengkondisikan bahwa Monumen Ground Zero layak dijadikan sebagai wisata damai di Kuta. Secara lebih spesifik, mengenai skala prioritas, pengembangan wisata damai, digambarkan pada ilustrasi diagram kartesius di bawah ini.
Prioritas mana yang perlu diperhatikan dalam usaha mengembangkan pariwisata damai, maka perlu diinterpretasi dari diagram kartesius di atas yang dapat dijelaskan sebagai berikut :
1.Kuadran A
Kuadran yang menunjukan bahwa indikator yang dianggap sangat penting oleh responden, namun hasil penilaian/ pandangan stakeholder pariwisata terhadap komponen Monument Ground Zero untuk dikembangkan sebagai wisata damai, masih perlu di tingkatkan. Ada enam indikator yang merupakan bagian dari kuadran A yaitu sebagai berikut :
a. Harmonisasi (9)
b. Kesan Sebelum Berkunjung (10) c. Kebijakan Pemerintah (16) d. Keamanan (20)
e. Fasilitas Sekitar Monumen (23) f. Kemudahan Aksesbilitas (24)
2. Kuadran B
Pada kuadran ini perlu dipertahankan. Stakeholder pariwisata memandang sangat baik, bilamana monumen dijadikan sebagai wisata damai. Hasil ini simultan terhadap penilaian harapan/ekspektasi adalah sangat penting. Indikator yang merupakan bagian pada domein ini adalah sebagai berikut :
a. Bebas dari kekerasan (5) b. Nilai universalitas (6) c. Nilai lokal masyarakat (7) d. Pluralisme (8)
e. Harmonisasi (9)
f. Kemampuan Komunikasi (21)
3. Kuadran C
Pada Kuadran C menunjukkan bahwa variabel dan indikator yang mempengaruhi kesesuian Monument Ground Zero sebagai wisata damai, dinilai dengan anggapan (ekspektasi) kurang penting bagi seluruh stakeholder pariwisata. Sedangkan pembandingnya yaitu penilaian kinerja atau pandangan komponen pariwisata mengganggap monumen sebagai produk wisata damai adalah, biasa saja (netral).
a. Kebersihan Monumen (1) b. Arsitektur Monumen (3)
c. Keterlibatan Masyarakat Lokal (15) d. Pemasaran dan Promosi (14)
e. Keterlibatan Praktisi Pariwisata (17) f. Fasilitas Publik (22)
4. Kuadran D.
Kuadran terakhir menunjukkan bahwa kelayakan atau kualitas Monumen Ground Zero bila dikemas menjadi produk wisata damai, dipandang berlebihan. Terjadi kondisi seperti ini disebabkan karena bagi komponen Pariwisata Kuta ekspektasinya tidak terlalu penting, namun padangan terhadap kinerja (pelaksanaan) disediakan baik sekali. Adapun indikator yang merupakan bagian dari kuadaran D adalah sebagai berikut :
a. Design dan Penataan Monumen (2) b. Atribut Monumen (4)
c. Kesan Setelah Berkunjung (11)
d. Citra sebagai symbol perdamaian (12) e. Citra monument dengan branding Bali (13) f. Keramahtamahan Masyarakat (18)
Langkah untuk memudahkan melakukan ordinalisasi (pe-rengkingan) terhadap seluruh indikator wisata damai, maka yang menjadi prioritas dalam usaha pengembangan, melalui pemanfaatan Monumen Ground Zero, adalah dengan formulasi membandingkan kinerja (pandangan) dengan ekspektasi (harapan). Adapun penyajian peringkingan prioritas, dihitung berdasarkan tingkat kesesuaian (Tki). Ilustrasinya, semakin rendah tingkat kesesuaiannya, menandakan semakin tinggi skala prioritasnya. Sebaliknya apabila tingkat kesesuainnya tinggi, maka fokus/prioritasnya rendah terhadap Monument Ground Zero sebagai wisata damai. Urutan skala prioritas pengembangan usaha damai, disajikan pada tabel di bawah ini.
Tingkatan Prioritas dalam Pengembangan Wisata Damai
NO INDIKATOR T I N G K A T KESESUAIAN PRIORITAS 1 Kesan sebelum berkunjung 91.1% I
2 Keamanan 95.3% II 3 Kebijakan pemerintah 94.8% III 4 Fasilitas sekitar monumen 96.0% IV 5 Kemudahan aksesbilitas 96.9% V 6 Pengetahuan dan keterampilan 96.9% VI 7 Fasilitas Publik 97.3% VII 8 Nilai Universalitas 97.4% VIII 9 Harmonisasi 98.3% IX 10 Bebas dari kekerasan 99.1% X 11 Nilai Lokal Masyarakat 99.6% XI 12 Kemampuan Komunikasi 100.0% XII 13 Pluralisme 100.9% XIII 14 Keterlibatan praktisi pariwisata 102.1% XIV 15 Keterlibatan masyarakat lokal 103.2% XV 16 Arsitektur Monumen 103.8% XVI 17 Pemasaran dan Promosi 104.2% XVII 18 Kebersihan Monumen 105.2% XVIII 19 Keramahtamahan masyarakat 105.4% XIX 20 Citra monumen dengan Branding bali 109.6% XX 21 Citra sebagai symbol perdamaian 111.1% XXI 22 Atribut Monumen 111.3% XXII 23 Kesan setelah berkunjung 113.9% XXIII 24 Design dan penataan Monumen 116.9% XXIV Sumber : Hasil Penelitian : 2012
Berdasarkan Tabel di atas, dari keseluruhan indikator ditemukan bahwa yang menjadi prioritas untuk dibenahi dalam pengembangan wisata damai adalah penciptaan kesan (image) yang baik terhadap produk wisata damai. Hal ini bernilai penting, mengingat image monumen belum dipahami sebagai sebuah simbol perdamaian secara utuh oleh tourist. Namun kedatangannya baru sebatas ingin melihat keberadaan monumen secara fisik. Untuk itu pemangku kepentingan dan kebijakan (decision maker), perlu lebih seksama untuk memfokuskan pengembangan citra, misalnya dengan cara meberikan video interpretasi tentang sejarah pendirian monumen dan nilai-nilai universalitas masyarakat. Selanjutnya prioritas yang merupakan urutan kedua adalah aspek keamanan. Bagi responden indikator keamanan sangat penting diperhatikan. Walaupun di sekitar monumen telah siaga aparat kepolisian (Polsek Kuta), namun gangguan keamanan, seperti kriminalitas masih tinggi di daerah pariwisata Kuta. Untuk itu dalam inisiatif membangun embrio wisata damai, seluruh stakeholder perlu bersama-sama menjaga suasana kondusif untuk memberikan kenyamanan (comfort ) bagi wisatawan. Sedangkan indikator yang mendapat prioritas ketiga dari keseluruhan indikator adalah aspek kebijakan pemerintah (government policies). bagi responden, pemerintah belum oftimal mengarahkan dan merencanakan monumen sebagai wisata damai, pendapat ini diperkuat berdasarkan hasil observasi, petugas monumen