• Tidak ada hasil yang ditemukan

TINJAUAN PUSTAKA

2.1 Cabai Merah

2.3.3 Elastisitas Permintaan

Dalam pengertian yang sederhana, “hukum permintaan” atau law of demand menunjukkan kepekaan konsumen terhadap perubahan harga. Apabila

harga barang naik, maka jumlah barang yang diminta menurun. Sebaliknya bila harga barang turun, maka jumlah barang yang diminta akan naik. Meskipun demikian hukum permintaan tidak mengukur seberapa besar kepekaan permintaan konsumen terhadap perubahan harga tersebut. Untuk mengukur derajat kepekaan ini, para ekonom mengembangkan suatu konsep yang disebut “elastisitas permintaan harga” atau price elasticity of demand . Ada dua metode untuk menghitung elasitsitas harga yaitu “elastisitas nilai” (point price elasticity), dan

“elastisitas busur” (arc price elasticity). Metode elatisitas nilai digunakan bila persentase perubahan harga dan persentase perubahan jumlah barang yang diminta tidak besar. Akan tetapi bila persentase perubahan harga dan jumlah barang yang diminta besar, maka penggunaan elastisitas busur akan lebih realistis (Hartono,2006:60).

Tidak semua faktor yang mempengaruhi perubahan permintaan atau penawaran dapat diukur (Firdaus,2009 :77). Faktor-faktor yang mempengaruhi permintaan yang dapat diukur yakni: harga barang itu sendiri, harga barang lain

19 yang berkaitan, dan pendapatan konsumen, maka dari itu elastisitas permintaan dibagi tiga yakni:

1. Elastisitas harga

Koefisien elastisitas adalah suatu angka petunjuk yang menggambarkan sampai berapa besarkah perubahan jumlah barang yang diminta apabila dibandingkan dengan perubahan harga. Koefisien elastisitas permintaan terhadap harga dapat dihitung menggunakana rumus sebagai berikut (Sukirno, 2005:106) :

εh =

Adapun kriteria elastisitas harga sebagai berikut (Lipsesy, dkk,1997:85) : εh = 0 = inelastisitas sempurna adalah bahwa jumlah yang diminta

tidak terpengaruh dengan adanya perubahan harga

εh< 1 = inelastisitas adalah jumlah yang diminta berubah dengan persentase yang lebih kecil daripada perubahan harga.

εh = 1 = elastisitas uniter adalah bahwa jumlah yang diminta berubah sama dengan satu perubahan harga.

εh> 1 = elastis adalah jumlah yang diminta berubah dengan persentase yang lebih besar daripada perubahan harga.

εh = ∞ = elastisitas sempurna adalah pembeli siap membeli dengan segala kemampuan pada beberapa tingkat harga walaupun dengan harga yang sedikit lebih tinggi (lebih rendah).

2. Elastisitas pendapatan

Elastisitas pendapatan adalah koefisien ysng menunjukkan sampai dimana besarnya perubahan permintaan terhadap sesuatu barang sebagai akibat daripada perubahan pendapatan pembeli. Besarnya elastisitas pendapatan dapat dihitung dengan rumus berikut (Sukirno, 2005:116) :

20 εh =

Adapun kriteria elastisitas pendapatan sebagai berikut (Lipsesy, dkk,1997:85):

e = (-) dapat dikatakan komoditas inferior (komoditas bermutu rendah) e = (+) dapat dikatakan komoditas normal

e = (>1) dapat dikatakan komoditas mewah

e = (<1) dapat dikatakan komoditas sebaga kebutuhan pokok

3. Elastisitas silang

Elastisitas silang adalah koefisien yang menunjukkan sampai dimana besarnya perubahan permintaan terhadap sesuatu barang apabila terjadi perubahan terhadap harga barang lain. Apabila perubahan harga barang Y menyebabkan permintaan barang X berubah, maka sifat perhubungan di antara keduanya digambarkan oleh elastisitas silang. Besarnya elastisitas silang dapat dihitung dengan rumus berikut (Sukirno, 2005:116) :

εs =

Adapun kriteria elastisitas silang sebagai berikut (Lipsesy, dkk,1997:85):

a. εs positif = barang subtitusi b. εs negatif = barang komplementer

21 2.4 Penelitian Terdahulu

Penelitian ini merujuk pada penelitian sebelumnya yang dilakukan oleh Dewi (2009) Tujuan dari penelitian ini adalah menganalisis faktor-faktor seperti harga cabai merah besar, harga cabai keriting, harga bawang merah, jumlah penduduk, dan pendapatan per kapita yang mempengaruhi permintaan cabai merah besar di Kota Surakarta serta menganalisis elastisitas permintaan cabai merah besar di Kota Surakarta. Dalam penelitian ini, alat analisis yang digunakan adalah metode deskriptif kualitatif serta metode kuantitatif yaitu metode regresi linear berganda dan analisis elastisitas permintaan. Dengan menggunakan data time series rentang waktu 15 tahun (1993-2007).

Penelitian rujukan selanjutnya yakni dilakukan oleh Hermawan (2015).

Tujuan dari penelitian ini adalah mengidentifikasi pola permintaan cabai rawit di PT. Karim Barokah Jaya serta mendapatkan metode peramalan yang sesuai dalam meramalkan permintaan cabai rawit di PT. Karim Barokah Jaya. Alat analisis yang digunakan adalah Metode Kuantitatif yaitu Metode Peramalan Time series dengan menggunakan metode naïf (Naïve Method) metode pemulusan eksponensial. Jenis dan sumber data yang digunakan yakni berdasarkan pengamatan langsung dilapangan serta dari bahan pustaka dan literatur-literatur terkait. Hasil dari penelitian ini adalah bahwa pola permintaan cabai rawit di PT.

Karim Barokah Jaya dipengaruhi oleh faktor musiman tertentu seperti menjelang bulan puasa dan Idul Fitri. Metode peramalan yang efektif yang dapat dijadikan suatu langkah bagi para pengambil keputusan tentunya di PT. Karim Barokah Jaya adalah metode dekomposisi aditif.

22 Penelitian rujukan berikutnya dilakukan oleh Hanafi (2014). Tujuan dari penelitian ini adalah mengetahui karakteristik masyarakat yang mengkonsumsi tempe di Kelurahan Jurangmangu Timur, mengetahui faktor-faktor yang mempengaruhi permintaan tempe di Kelurahan Jurangmangu Timur serta Mengukur besarnya respon masyarakat terhadap perubahan harga tempe di Kelurahan Jurangmangu Timur. Data yang digunakan dalam penelitian Hanafi termasuk data cross section. Alat analisis yang digunakan yaitu metode kualitatif untuk menjelaskan secara deskriptif karakteristik masyarakat yang mengkonsumsi tempe di Kelurahan Jurangmangu Timur dan metode kuantitatif yaitu regresi linear berganda digunakan untuk menjawab faktor-faktor apa saja yang mempengaruhi permintaan tempe di Kelurahan Jurangmangu Timur. Hasil dari penelitian ini disimpulkan bahwa faktor –faktor yang mempengaruhi permintaan tempe di Kelurahan Jurangmangu Timur adalah harga tempe, harga tahu sebagai barang subtitusi, harga telur sebagai komplementer, pendapatan keluarga, dan jumlah anggota keluarga.

Berdasarkan rujukan penelitian diatas maka dapat disimpulkan bahwa penelitian ini memilki kesamaan dalam alat analisis yang digunakan dengan penelitian Dewi (2009) yaitu Metode Regresi liniear berganda serta kesamaan dalam objek penelitian yaitu cabai merah besar dan ada perbedaan berdasarkan waktu dan lokasi penelitian serta jenis data yang digunakan yaitu data tine series.

Sedangkan penelitian yang dilakukan oleh Hermawan (2015) secara signifikan berbeda berdasarkan tujuan penelitian, alat analisis yang digunakan serta lokasi penelitian. penelitian yang dilakukan Hanafi (2014) memiliki perbedaan dari

23 waktu dan lokasi penelitian serta tidak menggunakan metode elastisitas permintaan.

Persamaan dalam penelitian ini dengan penelitian Hanafi yaitu berdasarkan tujuan untuk mengetahui faktor-faktor yang mempengaruhi permintaan dengan menggunakan metode analisis regresi berganda.

Dokumen terkait