itu. Kapsul perak
mengambang
sejenak.Halaman
rumput dibelakang
rumah
Ali merekah,membuat
lubang besar. Melalui lubang itu, kapsul perak meluncur cepat menuju basement,ke-mudian berhenti, parkir tiga puluh senti di atas lantai. Ali
membuka
pintu kapsul.Basement
rumah
Ali sama seperti yang aku lihat terakhir kali.Ruangan besar dengan banyak peralatan. Meja-meja yang
di-penuhi percobaan ilmiah. Benda-benda yang tidak kukenali.
Ada
lapangan basket kecil di tengahnya, tempat Ali berlatih. Di pojok
kecil basement terdapat lemari pakaian, dipan, kursi, meja bela-jar
—
yang berantakan. Pakaian kotor terserak di lantai. Ali ber-gegas memungutinya, melemparkannya ke dalam keranjangrotan. Inilah kamar Ali. pojok kecil di basement luas.
"Apakah Tuan
Muda
Ali tidak pernah minta kamarnyadi-bersihkan-" Seli bertanya.
'Jangan memanggilku dengan sebutan itu, Seli!" Ali melotot.
Seli tertawa. Dia hanya bergurau. Orangtua Ali pengusaha
sukses, pemilik perusahaan logistik dunia. Mereka punya banyak kapal kontainer, berlayar melintasi samudra,
membawa
barang-barang. Mereka amat sibuk mengurus bisnis, membiarkan Alidengan segala kegeniusannya bereksperimen di basement rumah.
Entahlah, apakah orangtua
Ah
tahu anak mereka sudah ber-tualang ke dunia paralel. Mereka mungkin tidak tahu sudah39
berapa kali Ali meledakkan sesuatu di basement ini. Ali selalu dipanggil "Tuan
Muda
oleh pegawai orangtuanya."Ali, apa yang hendak
kamu
tunjukkan?” aku bertanya. "Bukan pojokan basemettt yang berantakan ini, kan?Aku
ndak tertarik melihatnya.""Tentu saja bukan.”
Ah
menjawab cepat, menyingkirkantumpukan
kertas di atas meja belajarnya, lalu meraih sebuah tabung kecil di dalam laci. Dia mengetuk tabung itu dan mengetik huruf-huruf yang tidak kumengerti.Tabung itu mengedip pelan, lantas mengeluarkan proyeksi cahaya di dinding basement. Itu seperti teknologi milik Klan Bulan.
Av
pernah memberikan tabung serupa yang berisi seluruhbuku di Perpustakaan Sentral, tapi yang satu ini berbeda. Jika tabung milik
Av
terbuat dari material perak, tabung yang satuini sama sekali tidak memiliki materi pembentuk, terbentuk dan
proyeksi, benda transparan.
"Itu tabung apa?” Scli bertanya.
"Ini seperti ensiklopedia. Scli."
"Apa itu ensiklopedia?"
Ali menggaruk rambut kusutnya. "Aku tahu, sudah sedikit sekali yang
mau membaca
ensiklopedia. Mereka bahkan tidak sukamembaca
apa pun lagi. Ini buku. Scli, berisi kumpulan pengetahuan Klan Bintang. Ensiklopedia Klan Bintang volume1-1.000.
Semua
ada di sini."Aku
teringat sesuatu. Tabung transparan ini mirip dengan buku transparan dirumah
Faar. Apakah Faar yangmemberikan-nya?
"Dan mana kamu
mendapatkannya, Ali?"Ali nyengir. "Aku ambil dari ruangan Sekretaris
Dewan
Kota Zaramaraz."Scli menatap Ali tidak percaya.
'Kapan?"
Aku
menyelidik.“Saat kira merebut Buku Kehidupan di ruangan sekreraris iru.
aku mengambil beberapa benda yang menarik. Salah sarunya tabung transparan ini."
“Kamu
mencuri, ya?" Seli berseru.Enak saja,” Ali langsung membantah. 'Aku hanya
meminjam-nyaf
Ietap saja,
kamu
mengambil benda milik orang lain tanpaizin."
"Tapi sekretaris itu lebih dulu mengambil Buku Kehidupan milik Raib.
Aku
hanya membalasnya. Seli." Ali tidak terima.“Benda ini penting sekali saat kita kembali ke Klan Bintang.
Kita tidak akan punya kesempatan melawan armada tempur Klan Bintang tanpa teknologi yang selevel dengan mereka.
Tabung transparan ini berisi semua pengetahuan milik mereka.
Kita bisa menggunakannya."
"Kenapa
kamu
tidak memberitahu sejak awalbahwa kamu
punya tabung ini, Ali? aku bertanya lebih dulu
—
sebelum Selikembali
membahas
tentang mencuri.Karena aku baru saja tahu bagaimana menggunakan tabung
ini. Yah... baru beberapa jam yang lalu." Ali mengangkat bahu.
"Berbeda dengan tabung milik
Av
yang tidak dikunci, tabung inimemiliki sistem pengaman. Tiga minggu terakhir, apa pun cara yang kugunakan, tabung ini tidak bisa kubuka, hanya tergeletak
membisu. Ini
membuatku
kesal berkepanjangan."Itu yang
membuatmu
jadi iseng bertengkar dengan PakGun
tadi pagi?“
"Yeah. Tapi aku sudah berhasil memecahkannya."
Aku
menatap dinding basement yang dipenuhi tulisan,gambar-41
gambar, dan video riga dimensi, proyeksi dari rabung transparan.
Huruf
dan bahasanya tidak kukenali, lapi jika buku transparan milik Faar punya teknologi penerjemah, mengubah bahasanya ke bahasa lain, tabung transparan ini pasti lebih canggih.'Bagaimana
kamu
membukanya?""Sekretaris
Dewan
Kota Zaramaraz ternyata menggunakancara lama mengunci tabung ini agar tidak dibuka orang lain.
Aku
sudah memikirkan hal-hal paling canggih berminggu-minggu. teknologi keamanan yang paling hebat, ternyata caramembukanya
sederhana sekali. Cara lama itu.”"Cara lama apa?" aku bertanya. Ali suka sekali menjelaskan sesuatu sepotong-sepotong,
membuat
orang lain bertanya tidak sabaran."Kata sandi. Sekretaris
Dewan
Kota Zaramaraz menggunakankata sandi seperti warga bumi saat ini. Itu cara primitif bagi teknologi Klan Bintang, tapi itu cara paling aman. Tidak akan ada yang menduganya. Dia menggunakan kata sandi dari
rangkai-an huruf Klan Bintang.
Kamu
bisa menebak apa kata sandinya?Zaramaraz1234. Itulah kata sandinya.
Aku
berhasil menebaknya lewat aplikasi kombinasi,memerlukan
tiga harimencan
kombinasinya, tapi berhasil." Ali terlihat senang.
'Kamu
mencuri tabung ini dan sekarang meretas kata sandi-nya?Membukanya
tanpa izin. Terlalu!" Scli menyergah.Aku
menyikut Seli, menyuruhnya diam sebentar, agar Ali bisamelanjutkan penjelasan.
"Aku
memang
sengaja meretas kata sandi tabung ini. Seli.Tapi aku tidak punya solusi lain. Di luar teknologi armada tem-pur Pasukan Bintang yang tak tertandingi, ada hal lain yang amat penting dan mendesak harus kita ketahui sebelum kembali ke Klan Bintang. Kita
membutuhkan
peta.""Peta?" tanya Seli.
“Iya. Petunjuk <ii
mana
pasak yang akan diruntuhkan itu ber-ada. lokasi persisnya.Av
menyuruh kita mencarinya. Tabungtransparan ini bisa menjadi jawaban."
’Kamu menemukan
lokasi pasak itur” Seli jadi semangat—
melupakan sebentar soal mencuri.
“Eh, tidak juga. Maksudku, tidak mungkin Sekretaris
Dewan
Kota akan
memasukkan
informasi dimana
pasak itu berada didalam Ensiklopedui Klan Bintang. Lokasi pasak itu pasti
masuk
kategori ‘sangat rahasia', sedikit sekali yang mengetahuinya. Tapi
kita bisa menggabungkan beberapa informasi penting untuk menebak lokasinya. Sebentar, aku sudah mencobanya sejak tadi siang sepulang sekolah. Inilah yang akan kutunjukkan kepada
kalian."
Ali mendekati dinding basement, proyeksi gambar di sana bisa disentuh seperti layar. Ali menyentuh tombol menu,
mengubah
huruf dan bahasa yang digunakan agar kami bisa memahaminya.
Kemudian
diamembuka
daftar isi Ensiklopedia Klan Bintang.memilih peta, dan menampilkan peta Klan Bintang.
Begitu Ali menekan tombol pemandangan, perut bumi se-ketika terlihat, dengan ribuan ruangan kubus di dalamnya.
Ada
yang berukuran kecil, dengan sisi lima kilometer, atau sepuluh kilometer.
Ada
yang besar seperti Kota Zaramaraz. dengan sisi ruangan kubus dua ratus kilometer.Ada
yang lebih besar lagi,dua kali lipat dibanding Kota Zaramaraz. Ruangan-ruangan itu
beragam.
Ada
yang berupa hamparan padang rumput, gunung-gunung, pantai, laut luas, desa-desa permai, dan kota-kota maju.Tapi semuanya memiliki desain simetris. Inilah peta Klan Bintang. Tidak ada yang pernah menyangka Klan Bintang meletakkan peradabannya di kedalaman 2.000 kilometer perut
bumi.
43
Ali menyentuh
menu
peta. Garis-garis hijau mulai muncul, menghubungkan berbagai ruangan kubus."Lorong-lorong kuno level pertama." Ali menunjuk.
Aku
mengangguk.Aku
pernah melihat peta ini dirumah
Faar.
Ciaris -garis hijau itu adalah lorong-lorong kuno, menghubung-kan berbagai ruangan yang ada
—
ruangan berpenghuni.Hmpat
gans hijau itu juga muncul ke permukaan bumi, menghubungkan
ke klan permukaan. Ali menyentuh lagi
menu
peta. Garis-garisberwarna biru muncul. Seperti jaring lab.» laba, menghubungkan
ke ruangan-ruangan lain, ruangan tak berpenghuni. Ini lorong-lorong kuno level kedua.
Ah
menyentuh lagimenu
peta, kali ini muncul garis-garisberwarna merah, menyebar ke seluruh arah, seperti benang-benang halus, sebagian besar tanpa ujung ruangan, atau terputus begitu saja. Itulah lorong-lorong kuno level ketiga.
Dulu, saat pertama kali
membangun
peradaban di perutbumi, ilmuwan Klan Bintang menggunakan lorong-lorong ini
sebagai akses transportasi berpindah tempat antar ruangan.
Lorong-lorong ini seperti jalan raya. Mereka menggunakan ken-daraan, melintasi lorong secara manual. Teknologi mereka se
makin maju. Mereka
menemukan
cara yang lebih ehsien. portal lorong berpindah, cara digital. Pindah ke ruangan yang jaraknya ratusan kilometer bisa dilakukan sekejap, denganmembuka
portal yang bisa
menekuk
ruang dan dimensi. Sejak itu. per-jalanan lewat lorong kuno tidak lagi dilakukan."Kalian masih ingat penjelasan Faar? Garis-garis merah ini
adalah lorong kuno yang disegel
Dewan
Kota Zaramaraz.Lorong-lorong ini buntu, atau menuju ke tempat yang berbahaya, misterius, tidak pernah didatangi. Banyak di antaranya bahkan
telah ada sebelum Klan Bintang dibangun. Maka, jika pasak
bumi
secara harfiah diartikan adalah aliranmagma
gunungberapi, bisa dipastikan, lorong-lorong menuju ke sana adalah yang berwarna merah. Bukan yang berwarna biru, apalagi yang
hijau."
Ah
menyentuh lagimenu
proyeksi, menampilkan daftar isiF.nsiklopeJia Klan Bintang, mencari sesuatu di sana, memilih salah satunya. Di layar proyeksi sekarang muncul titik-titik
berwarna hitam.
"Aku
memunculkan
gambar lokasi seluruh aliranmagma
gunung berapi di seluruh bumi menurut data yang dimiliki Klan Bintang," Ali menjelaskan. 'Titik-titik hitam itu adalah aliran
magma
tersebut.Semua
titik itu tersambung dengan garisber-warna merah.’’
"Tapi ada ribuan jumlahnya, Ali.”