• Tidak ada hasil yang ditemukan

Enam puluh detik, kami nba di rumah Ali yang seperti kasrel

Dalam dokumen / f Mv. f.. &S v " 5 m (Halaman 39-45)

itu. Kapsul perak

mengambang

sejenak.

Halaman

rumput di

belakang

rumah

Ali merekah,

membuat

lubang besar. Melalui lubang itu, kapsul perak meluncur cepat menuju basement,

ke-mudian berhenti, parkir tiga puluh senti di atas lantai. Ali

membuka

pintu kapsul.

Basement

rumah

Ali sama seperti yang aku lihat terakhir kali.

Ruangan besar dengan banyak peralatan. Meja-meja yang

di-penuhi percobaan ilmiah. Benda-benda yang tidak kukenali.

Ada

lapangan basket kecil di tengahnya, tempat Ali berlatih. Di pojok

kecil basement terdapat lemari pakaian, dipan, kursi, meja bela-jar

yang berantakan. Pakaian kotor terserak di lantai. Ali ber-gegas memungutinya, melemparkannya ke dalam keranjang

rotan. Inilah kamar Ali. pojok kecil di basement luas.

"Apakah Tuan

Muda

Ali tidak pernah minta kamarnya

di-bersihkan-" Seli bertanya.

'Jangan memanggilku dengan sebutan itu, Seli!" Ali melotot.

Seli tertawa. Dia hanya bergurau. Orangtua Ali pengusaha

sukses, pemilik perusahaan logistik dunia. Mereka punya banyak kapal kontainer, berlayar melintasi samudra,

membawa

barang-barang. Mereka amat sibuk mengurus bisnis, membiarkan Ali

dengan segala kegeniusannya bereksperimen di basement rumah.

Entahlah, apakah orangtua

Ah

tahu anak mereka sudah ber-tualang ke dunia paralel. Mereka mungkin tidak tahu sudah

39

berapa kali Ali meledakkan sesuatu di basement ini. Ali selalu dipanggil "Tuan

Muda

oleh pegawai orangtuanya.

"Ali, apa yang hendak

kamu

tunjukkan?” aku bertanya. "Bukan pojokan basemettt yang berantakan ini, kan?

Aku

ndak tertarik melihatnya."

"Tentu saja bukan.”

Ah

menjawab cepat, menyingkirkan

tumpukan

kertas di atas meja belajarnya, lalu meraih sebuah tabung kecil di dalam laci. Dia mengetuk tabung itu dan mengetik huruf-huruf yang tidak kumengerti.

Tabung itu mengedip pelan, lantas mengeluarkan proyeksi cahaya di dinding basement. Itu seperti teknologi milik Klan Bulan.

Av

pernah memberikan tabung serupa yang berisi seluruh

buku di Perpustakaan Sentral, tapi yang satu ini berbeda. Jika tabung milik

Av

terbuat dari material perak, tabung yang satu

ini sama sekali tidak memiliki materi pembentuk, terbentuk dan

proyeksi, benda transparan.

"Itu tabung apa?” Scli bertanya.

"Ini seperti ensiklopedia. Scli."

"Apa itu ensiklopedia?"

Ali menggaruk rambut kusutnya. "Aku tahu, sudah sedikit sekali yang

mau membaca

ensiklopedia. Mereka bahkan tidak suka

membaca

apa pun lagi. Ini buku. Scli, berisi kumpulan pengetahuan Klan Bintang. Ensiklopedia Klan Bintang volume

1-1.000.

Semua

ada di sini."

Aku

teringat sesuatu. Tabung transparan ini mirip dengan buku transparan di

rumah

Faar. Apakah Faar yang

memberikan-nya?

"Dan mana kamu

mendapatkannya, Ali?"

Ali nyengir. "Aku ambil dari ruangan Sekretaris

Dewan

Kota Zaramaraz."

Scli menatap Ali tidak percaya.

'Kapan?"

Aku

menyelidik.

“Saat kira merebut Buku Kehidupan di ruangan sekreraris iru.

aku mengambil beberapa benda yang menarik. Salah sarunya tabung transparan ini."

“Kamu

mencuri, ya?" Seli berseru.

Enak saja,” Ali langsung membantah. 'Aku hanya

meminjam-nyaf

Ietap saja,

kamu

mengambil benda milik orang lain tanpa

izin."

"Tapi sekretaris itu lebih dulu mengambil Buku Kehidupan milik Raib.

Aku

hanya membalasnya. Seli." Ali tidak terima.

“Benda ini penting sekali saat kita kembali ke Klan Bintang.

Kita tidak akan punya kesempatan melawan armada tempur Klan Bintang tanpa teknologi yang selevel dengan mereka.

Tabung transparan ini berisi semua pengetahuan milik mereka.

Kita bisa menggunakannya."

"Kenapa

kamu

tidak memberitahu sejak awal

bahwa kamu

punya tabung ini, Ali? aku bertanya lebih dulu

sebelum Seli

kembali

membahas

tentang mencuri.

Karena aku baru saja tahu bagaimana menggunakan tabung

ini. Yah... baru beberapa jam yang lalu." Ali mengangkat bahu.

"Berbeda dengan tabung milik

Av

yang tidak dikunci, tabung ini

memiliki sistem pengaman. Tiga minggu terakhir, apa pun cara yang kugunakan, tabung ini tidak bisa kubuka, hanya tergeletak

membisu. Ini

membuatku

kesal berkepanjangan."

Itu yang

membuatmu

jadi iseng bertengkar dengan Pak

Gun

tadi pagi?“

"Yeah. Tapi aku sudah berhasil memecahkannya."

Aku

menatap dinding basement yang dipenuhi tulisan,

gambar-41

gambar, dan video riga dimensi, proyeksi dari rabung transparan.

Huruf

dan bahasanya tidak kukenali, lapi jika buku transparan milik Faar punya teknologi penerjemah, mengubah bahasanya ke bahasa lain, tabung transparan ini pasti lebih canggih.

'Bagaimana

kamu

membukanya?"

"Sekretaris

Dewan

Kota Zaramaraz ternyata menggunakan

cara lama mengunci tabung ini agar tidak dibuka orang lain.

Aku

sudah memikirkan hal-hal paling canggih berminggu-minggu. teknologi keamanan yang paling hebat, ternyata cara

membukanya

sederhana sekali. Cara lama itu.”

"Cara lama apa?" aku bertanya. Ali suka sekali menjelaskan sesuatu sepotong-sepotong,

membuat

orang lain bertanya tidak sabaran.

"Kata sandi. Sekretaris

Dewan

Kota Zaramaraz menggunakan

kata sandi seperti warga bumi saat ini. Itu cara primitif bagi teknologi Klan Bintang, tapi itu cara paling aman. Tidak akan ada yang menduganya. Dia menggunakan kata sandi dari

rangkai-an huruf Klan Bintang.

Kamu

bisa menebak apa kata sandinya?

Zaramaraz1234. Itulah kata sandinya.

Aku

berhasil menebaknya lewat aplikasi kombinasi,

memerlukan

tiga hari

mencan

kombinasinya, tapi berhasil." Ali terlihat senang.

'Kamu

mencuri tabung ini dan sekarang meretas kata sandi-nya?

Membukanya

tanpa izin. Terlalu!" Scli menyergah.

Aku

menyikut Seli, menyuruhnya diam sebentar, agar Ali bisa

melanjutkan penjelasan.

"Aku

memang

sengaja meretas kata sandi tabung ini. Seli.

Tapi aku tidak punya solusi lain. Di luar teknologi armada tem-pur Pasukan Bintang yang tak tertandingi, ada hal lain yang amat penting dan mendesak harus kita ketahui sebelum kembali ke Klan Bintang. Kita

membutuhkan

peta."

"Peta?" tanya Seli.

“Iya. Petunjuk <ii

mana

pasak yang akan diruntuhkan itu ber-ada. lokasi persisnya.

Av

menyuruh kita mencarinya. Tabung

transparan ini bisa menjadi jawaban."

’Kamu menemukan

lokasi pasak itur” Seli jadi semangat

melupakan sebentar soal mencuri.

“Eh, tidak juga. Maksudku, tidak mungkin Sekretaris

Dewan

Kota akan

memasukkan

informasi di

mana

pasak itu berada di

dalam Ensiklopedui Klan Bintang. Lokasi pasak itu pasti

masuk

kategori ‘sangat rahasia', sedikit sekali yang mengetahuinya. Tapi

kita bisa menggabungkan beberapa informasi penting untuk menebak lokasinya. Sebentar, aku sudah mencobanya sejak tadi siang sepulang sekolah. Inilah yang akan kutunjukkan kepada

kalian."

Ali mendekati dinding basement, proyeksi gambar di sana bisa disentuh seperti layar. Ali menyentuh tombol menu,

mengubah

huruf dan bahasa yang digunakan agar kami bisa memahaminya.

Kemudian

dia

membuka

daftar isi Ensiklopedia Klan Bintang.

memilih peta, dan menampilkan peta Klan Bintang.

Begitu Ali menekan tombol pemandangan, perut bumi se-ketika terlihat, dengan ribuan ruangan kubus di dalamnya.

Ada

yang berukuran kecil, dengan sisi lima kilometer, atau sepuluh kilometer.

Ada

yang besar seperti Kota Zaramaraz. dengan sisi ruangan kubus dua ratus kilometer.

Ada

yang lebih besar lagi,

dua kali lipat dibanding Kota Zaramaraz. Ruangan-ruangan itu

beragam.

Ada

yang berupa hamparan padang rumput, gunung-gunung, pantai, laut luas, desa-desa permai, dan kota-kota maju.

Tapi semuanya memiliki desain simetris. Inilah peta Klan Bintang. Tidak ada yang pernah menyangka Klan Bintang meletakkan peradabannya di kedalaman 2.000 kilometer perut

bumi.

43

Ali menyentuh

menu

peta. Garis-garis hijau mulai muncul, menghubungkan berbagai ruangan kubus.

"Lorong-lorong kuno level pertama." Ali menunjuk.

Aku

mengangguk.

Aku

pernah melihat peta ini di

rumah

Faar.

Ciaris -garis hijau itu adalah lorong-lorong kuno, menghubung-kan berbagai ruangan yang ada

ruangan berpenghuni.

Hmpat

gans hijau itu juga muncul ke permukaan bumi, menghubungkan

ke klan permukaan. Ali menyentuh lagi

menu

peta. Garis-garis

berwarna biru muncul. Seperti jaring lab.» laba, menghubungkan

ke ruangan-ruangan lain, ruangan tak berpenghuni. Ini lorong-lorong kuno level kedua.

Ah

menyentuh lagi

menu

peta, kali ini muncul garis-garis

berwarna merah, menyebar ke seluruh arah, seperti benang-benang halus, sebagian besar tanpa ujung ruangan, atau terputus begitu saja. Itulah lorong-lorong kuno level ketiga.

Dulu, saat pertama kali

membangun

peradaban di perut

bumi, ilmuwan Klan Bintang menggunakan lorong-lorong ini

sebagai akses transportasi berpindah tempat antar ruangan.

Lorong-lorong ini seperti jalan raya. Mereka menggunakan ken-daraan, melintasi lorong secara manual. Teknologi mereka se

makin maju. Mereka

menemukan

cara yang lebih ehsien. portal lorong berpindah, cara digital. Pindah ke ruangan yang jaraknya ratusan kilometer bisa dilakukan sekejap, dengan

membuka

portal yang bisa

menekuk

ruang dan dimensi. Sejak itu. per-jalanan lewat lorong kuno tidak lagi dilakukan.

"Kalian masih ingat penjelasan Faar? Garis-garis merah ini

adalah lorong kuno yang disegel

Dewan

Kota Zaramaraz.

Lorong-lorong ini buntu, atau menuju ke tempat yang berbahaya, misterius, tidak pernah didatangi. Banyak di antaranya bahkan

telah ada sebelum Klan Bintang dibangun. Maka, jika pasak

bumi

secara harfiah diartikan adalah aliran

magma

gunung

berapi, bisa dipastikan, lorong-lorong menuju ke sana adalah yang berwarna merah. Bukan yang berwarna biru, apalagi yang

hijau."

Ah

menyentuh lagi

menu

proyeksi, menampilkan daftar isi

F.nsiklopeJia Klan Bintang, mencari sesuatu di sana, memilih salah satunya. Di layar proyeksi sekarang muncul titik-titik

berwarna hitam.

"Aku

memunculkan

gambar lokasi seluruh aliran

magma

gunung berapi di seluruh bumi menurut data yang dimiliki Klan Bintang," Ali menjelaskan. 'Titik-titik hitam itu adalah aliran

magma

tersebut.

Semua

titik itu tersambung dengan garis

ber-warna merah.’’

"Tapi ada ribuan jumlahnya, Ali.”

Aku

menelan ludah.

Dalam dokumen / f Mv. f.. &S v " 5 m (Halaman 39-45)