• Tidak ada hasil yang ditemukan

Energi kreatif

Dalam dokumen BAB II TINJAUAN TEORITIS (Halaman 53-59)

Dalam memproses informasi, semua otak bekerja secara serupa satu sama lain.

Batasan berapa banyaknya informasi yang dapat diproses dalam satu waktu dan seberapa cepat informasi tersebut dapat diproses juga hampir serupa antara otak yang satu dengan otak yang lain. Pada prinsipnya, karena kecenderungan yang sama antara kerja serebral otak maka hampir semua orang dapat bertukar pikiran tentang ilmu pengetahuan yang sama dan juga memperlihatkan kerja mental yang sama. Tetapi kita melihat betapa banyaknya perbedaan dalam cara berpikir orang-orang dan bervariasinya apa yang mereka pikirkan.

Dalam upaya menggunakan energi untuk menjadi kreatif, hal yang paling mendasar adalah perbedaan manusia dalam jumlah ketertarikan dan perhatiannya terhadap kebaruan (novelty). Pada kenyataannya, ada sejumlah batasan berapa banyak perhatian yang dapat diberikan seseorang dalam waktu bersamaan dan jika kelangsungan hidup membutuhkan semua perhatian orang tersebut maka orang tersebut tidak akan dapat menjadi seseorang yang kreatif.

Untuk memunculkan energi kreatif, kita perlu mengalihkan perhatian kita dari hal-hal biasa yang dapat diperkirakan ke hal-hal yang benar-benar baru dengan segala persoalannya tersendiri.

a. Rasa ingin tahu dan ketertarikan.

Hal pertama untuk membuat hidup menjadi lebih kreatif adalah dengan meningkatkan rasa ingin tahu dan ketertarikan, menaruh perhatian terhadap sesuatu dan segala persoalannya. Untuk hal ini, anak-anak lebih memiliki keuntungan karena keingintahuan dan ketertarikan mereka akan sesuatu lebih besar daripada orang dewasa. Sejalan dengan pertambahan usia, hampir semua orang kehilangan rasa ingin tahu terhadap sesuatu, perasaan terpesona akan variasi dalam dunia kita sendiri. Tanpa keterpesonaan, hidup akan menjadi sebuah rutinitas. Individual yang kreatif seperti anak-anak dalam hal keingintahuan mereka dan hal ini terus berlangsung. Keingintahuan mereka tidak berakhir dan kesukaan mereka terhadap sesuatu pun tidak berakhir meskipun mereka sudah tua.

Untuk meningkatkan keingintahuan dan ketertarikan, terdapat beberapa saran:

-Mencoba untuk selalu ingin mengetahui sesuatu setiap hari.

Hal-hal tersebut bisa saja apa yang kita dengar, kita lihat atau kita baca. Kita harus menghentikan pikiran bahwa kita mengetahui segala sesuatu dan hal itu akan berakhir begitu saja tanpa ada sesuatu yang bisa memancing rasa ingin tahu kita.

-Mencoba untuk selalu berhubungan sosial dengan orang lain

Dengan berhubungan sosial dengan orang lain, maka kita akan lebih banyak mendengar tentang berbagai pengalaman mereka, saling bertukar pikiran tentang segala sesuatu yang menarik minat kita. Hal ini akan menambah wawasan kita dan juga pengetahuan kita.

-Menulis setiap pengalaman yang membuat kita terkesan dan tertarik.

Kita dapat menulis pengalaman-pengalaman yang membuat kita tertarik atau terkesan. Tulisan-tulisan yang kita buat itu suatu saat dapat kita baca kembali dan di situ mungkin terdapat indikasi tentang beberapa hal (domain) yang bisa kita teliti lebih jauh.

-Jika seseorang mencetuskan suatu gagasan yang menarik, ikuti itu.

Sebenarnya banyak hal yang dapat menarik perhatian kita, seperti misalnya:

bahwa hal itu bukan urusan kita dan kita karena kita bukan seorang pemikir, atau seorang penyanyi misalnya. Pemikiran seperti ini salah karena dengan kita ingin tahu dan belajar banyak hal maka kita akan tahu hal-hal apa yang sesuai dengan kepribadian kita, potensi dalam diri kita.

b. Mengatur kehidupan sehari-hari

Kita menaruh perhatian dan konsentrasi ketika kita membutuhkannya seperti saat kita berpakaian, saat mengemudikan mobil, dan bekerja. Tetapi ketika tidak ada faktor luar yang menuntut kita untuk berkonsentrasi, maka pikiran kita akan kehilangan fokus. Ketika hal ini terjadi, kekacauan mental akan mengambil-alih.

Pikiran yang tidak nyaman akan muncul, kelupaan menjadi hal yang sering terjadi, dan hal ini akan membuat kita menjadi depresi. Tetapi jika kita belajar untuk menikmati energi kreatif yang kita miliki maka hal itu akan mengembangkan kemampuan konsentrasi kita. Kita tidak hanya menghindarkan diri dari depresi, tetapi juga meningkatkan kapasitas dalam diri kita sendiri.

- Bangun pagi dengan sebuah tujuan spesifik yang ingin dicapai hari itu.

Individual kreatif tidak seharusnya mengulur-ulur waktu untuk bangun dari tidurnya, mereka justru ingin memulai hari yang baru setiap hari. Mereka percaya bahwa ada sesuatu yang berarti dan berguna untuk dilakukan setiap harinya dan mereka bersemangat untuk memulainya. Kebiasaan seperti ini harus kita tumbuhkan dalam diri kita dan dimulai dari tujuan-tujuan yang sederhana dan perlahan-lahan meningkat ke tujuan yang lebih kompleks.

- Jika kita mengerjakan sesuatu dengan baik, maka kita akan menikmatinya.

Semakin banyak pekerjaan yang kita lakukan dengan baik dan memuaskan, akan semakin baik penghargaan kita terhadap apa yang kita lakukan.

- Untuk tetap menikmati sesuatu, kita perlu meningkatkan kompleksitasnya.

Kita tidak dapat menikmati aktivitas yang sama berulang-kali karena kita akan menjadi bosan karenanya. Tetapi dengan kompleksitas yang semakin baru dan beragam, maka kita akan menemukan kesempatan baru di dalamnya.

c. Kebiasaan yang ditanamkan

Setelah energi kreatif muncul, maka hal itu harus kita pelihara dan kembangkan dengan cara membebaskan pikiran, berani menerima tantangan dan resikonya.

Individu yang kreatif sekilas tampak memiliki energi yang lebih daripada orang-orang “biasa”, padahal sebenarnya mereka miliki energi dan disiplin yang sama dengan orang-orang “biasa”. Hanya saja bedanya, mereka mengembangkan dan memelihara kebiasaan disiplin dan energi yang mereka miliki sehingga membuat mereka menjadi individu yang lebih kreatif daripada orang-orang lainnya.

-Membuat jadwal.

Seringkali kita terjebak dalam rutinitas seperti jadwal kerja atau sekolah, waktu makan, tenggat waktu pekerjaan, dan lain-lain. Semua ini membelenggu kita dan pikiran kita karena sebenarnya belum tentu jadwal tersebut sesuai dengan saat-saat di mana energi kreatif kita berada pada puncaknya. Setiap orang memiliki kebiasaan yang berbeda dalam hal waktu di mana mereka dapat mengeluarkan energi kreatif mereka. Mungkin ada yang terbiasa di pagi hari atau larut malam.

Tetapi meskpun begitu, kita tidak dapat begitu saja keluar dari rutinitas kita sehari-hari. Karena itu hal yang bisa dilakukan adalah mengidentifikasi jadwal yang kita ikuti setiap hari apakah sesuai dan cocok dengan ritme kehidupan kita, seperti waktu makan, minum, tidur, yang terbaik untuk kita. Setelah itu kita dapat mengetahui apa yang kurang sesuai dan cocok dari jadwal tersebut. Kita dapat mengaturnya sehingga menjadi sesuai dengan kita karena ternyata waktu memang lebih fleksibel daripada yang kita pikirkan.

-Meluangkan waktu untuk refleksi dan relaksasi.

Banyak orang, khususnya mereka yang sukses dalam pekerjaan, merasa tidak nyaman, gelisah ketika mereka tidak memiliki kesibukan. Kesibukan yang konstan memang disarankan dan lebih baik dibandingkan tidak ada kesibukan dan hanya menyesali diri sendiri. Tetapi kesibukan yang terus-menerus bukan suatu saran yang baik untuk menjadi kreatif. Stres dan monoton juga bukan hal yang baik untuk kreativitas karena otak membutuhkan istirahat untuk bisa digunakan berpikir kreatif.

-Membentuk lingkungan kita sendiri.

Lingkungan juga berpengaruh terhadap kreativitas kita. Setiap orang membutuhkan lingkungan yang berbeda untuk memunculkan ide kreatif mereka.

Seperti misalnya, ada seseorang yang lebih menyukai pantai dan merasa ide

kreatifnya muncul ketika terhanyut dalam suasana pantai, atau misalnya seseorang yang lebih menyukai suasana pegunungan, dan lain-lain.

-Menemukan apa yang kita suka dan kita benci.

Bagi individual yang kreatif, emosi memegang peranan yang besar dalam hidup mereka. Mereka amat sensitif dan mudah merasa sakit hati, bosan, untuk merasa bahagia, merasa tertarik, dan lain-lain. Karena itu penting bagi seseorang untuk dapat mengenal dirinya sendiri dan emosinya sehingga dapat lebih meningkatkan energi kreatif saat emosi mereka memungkinkan untuk itu.

-Memulai dengan mengerjakan sesuatu yang kita suka lebih banyak dibandingkan apa yang kita benci.

Kita dapat menganalisis diri kita dan pola hidup kita di dalam catatan atau buku harian kita. Hal ini akan membuat kita lebih mengenal diri sendiri dan minat juga ketidaksukaan kita akan sesuatu hal. Dengan mengerjakan hal-hal yang menjadi minat kita, maka kita akan secara tidak langsung menghindarkan diri dari stres.

Sedangkan untuk hal-hal yang tidak kita sukai, kita dapat menambahkan sesuatu yang menarik sehingga hal-hal yang tidak kita sukai itu menjadi menarik minat kita.

Untuk dapat terus menjadi kreatif, diperlukan teknik-teknik untuk mengorganisasikan waktu, tempat dan juga aktivitas yang kita lakukan sehingga bermanfaat untuk kita.

Faktor internal

Kita sering berpikir apakah mungkin membentuk ulang kepribadian untuk membuatnya menjadi lebih kreatif? Sulit bagi orang dewasa untuk mengubah kepribadian. Banyak dari kebiasaan yang membentuk kepribadian berdasarkan pada temperamen, atau kekhususan genetik yang membuat seseorang menjadi pemalu, atau agresif, dan lain-lain. Meskipun sulit, tetapi mengubah kepribadian bukan hal yang tidak mungkin.

a. Mengembangkan kekurangan kita.

Setiap orang memiliki kekurangan dan kelebihan. Dengan kekurangan yang kita miliki, kita tidak harus menjadi terhambat untuk maju dan berkembang. Banyak hal yang dapat kita lakukan untuk mengembangkannya asalkan kita memiliki kemauan dan tekad untuk

mengembangkannya. Dan tidak menjadi sesuatu yang mustahil jika suatu saat kekurangan kita itu akan menjadi kelebihan kita. Berikut ini ada contoh orang yang memiliki kekurangan tetapi menjadikan kekurangan itu suatu kelebihan:

Richard Branson bukan murid cemerlang ketika bersekolah, ia menderita disleksia parah dan berjuang keras selama menempuh pendidikan akademisnya, ia merasa malu akan kekurangannya dalam membaca sehingga menghabiskan berjam-jam menghafal setiap kata dari teks bila ia tahu ia harus membaca di depan umum. Nilai tingkat kecerdasannya rendah dan bagi guru-gurunya ia jelas bukan siswa pandai.

Bagaimana Richard Branson beranjak dari posisi yang tidak menjanjikan semasa kanak-kanak menjadi seorang otak besar di belakang 150 perusahaan yang membawa nama Virgin, dengan kekayaan pribadi yang diperkirakan sekitar tiga miliar poundsterling?

Yang gagal diukur tes kecerdasan (IQ) adalah ambisinya yang menyala-nyala, yang mndorongnya menemukan jalan keluar kreatif terlepas dari apa pun masalahnya, dan untuk tekun bertahan ketika orang lain telah menyerah jauh sebelumnya. Tes-tes itu juga tidak pernah mengenali kemampuannya mambagi visi dan impiannya kepada orang lain, dan meleburkan impian mereka dengan impiannya.

Sebagai remaja, Richard Branson menjadi semakin frustasi (seperti semua orang kreatif lainnya) karena kekakuan aturan sekolah. Tindakan pemberontakan kreatif pertamanya adalah memulai koran siswanya sendiri.

Cara orisinal yang digunakan Branson untuk mengarahkan korannya adalah ia tidak memfokuskannya pada sekolah, tetapi memutuskan mengambil pandangan yang sebaliknya dan berfokus pada siswa. Daripada koran standar yang membosankan, Richard menginginkan korannya penuh warna dan semarak, yang menarik bagi setiap orang, dan terutama perusahaan-perusahaan besar yang akan membeli iklannya.

Branson memutuskan tampil beda dengan bukan saja mengundang siswa wartawan, tetapi juga mengundang bintang musik rock, selebriti film, “nama-nama” kreatif, dan bintang olahraga untuk menyumbang

Mulai saat itu, Branson mengembangkan ide orisinalnya, memulai perusahaan-perusahaan baru, menciptakan produk-produk baru, memunculkan ide-ide baru, dan terus menarik bagi impian orang lain.

Perusahaan penerbangannya, Virgin Airlines, adalah contoh sempurna kreativitas. Bukannya ikut-ikutan memotong harga tiket dan mengurangi layanan, ia justru memutuskan membalik pemikiran normal, dengan mempertahankan harga tiket tetapi menambah layanan, yang termasuk ide-ide yang sangat orisinal seperti pesan-pesan selama penerbangan, ek krim dan film, shower, sarana olahraga, dan kamar tidur pribadi.

b. Berpikir secara terbuka dan kritis.

Individual kreatif mengintegrasikan cara berpikir yang terbuka dan mau menerima, dan sisi lain memfokuskan diri dan bekerja keras. Mereka membiarkan pikiran mereka berkelana untuk mencari kemungkinan-kemungkinan baru, hubungan baru, pola baru, dan secara bersamaan mereka juga mengevaluasi secara kritis setiap kebaruan yang mereka temukan, melupakan segala sesuatu yang bersifat palsu, lalu mengkonsentrasikan pikiran mereka untuk mengembangkan dan menyadari kemungkinan-kemungkinan yang paling menjanjikan.

Dalam dokumen BAB II TINJAUAN TEORITIS (Halaman 53-59)

Dokumen terkait