BAB II LANDASAN TEORI
A. Deskripsi Teoritik
9. Etika Dalam Pemasaran Syariah
Menurut Kertajaya dan Sula bahwa dalam islam terdapat pula sembilan macam etika yang harus dimiliki seorang tenaga pemasaran. Kesembilan etika tersebut adalah:
a. Memiliki Kepribadian Spiritual (Takwa)
Seorang Muslim diperintahkan untuk selalu mengingat Allah SWT dalam suasana mereka sedang sibuk dalam aktivitas mereka, misalnya ia harus menghentikan aktivitas bisnisnya saat datang panggilan shalat, sebagaimana Allah berfirman dalam Al-Quran surat Al-Jumu’ah ayat 9-10:
ِ َّللَّٱ ِش ۡكِر ََٰٗنِئ ْا َٕۡؼ ۡسٱَف ِخَؼًُُجۡنٱ ِو َٕۡٚ ٍِي ِح ََٰٕهَّصهِن َِ٘دَُٕ اَرِئ ْا َُُٕٓياَء ٍَِٚزَّنٱ بََُّٓٚأََٰٓٚ
َۡٛخ ۡىُكِنََٰر َِۚغَۡٛجۡنٱ ْأ ُسَر َٔ
ًٌََُٕهۡؼَر ۡىُزُُك ٌِئ ۡىُكَّن ٞش
.
ْأ ُشِشَزَٱَف ُح ََٰٕهَّصنٱ ِذَٛ ِعُل اَرِاَف
ٌَُٕحِه ۡفُر ۡىُكَّهَؼَّن ا ٗشِٛثَك َ َّللَّٱ ْأ ُشُكۡرٱ َٔ ِ َّللَّٱ ِم ۡعَف ٍِي ْإُغَزۡثٱ َٔ ِض ۡسَ ۡلۡٱ ِٙف
.
Hai orang-orang beriman, apabila diseru untuk menunaikan salat Jumat, maka bersegeralah kamu kepada mengingat
61
Allah dan tinggalkanlah jual beli. Yang demikian itu lebih baik bagimu jika kamu mengetahui. Apabila telah ditunaikan salat, maka bertebaranlah kamu di muka bumi; dan carilah karunia Allah dan ingatlah Allah banyak-banyak supaya
kamu beruntung. (QS. Al-Jumu‟ah: 9-10)62
Mengingat Allah SWT maka syariah marketer akan terbebas dari sifat-sifat kecurangan, kebohongan, kelicikan dan penipuan dalam melakukan pemasaran.
b. Berkepribadian Baik dan Simpatik (Shidiq)
Al-Qur’an mengajarkan untuk senantiasa berwajah manis, berperilaku baik dan simpatik. Allah berfirman dalam Al-Quran surat Al-Hijr ayat 88:
ۡطِف ۡخٱ َٔ ۡىَِٓۡٛهَػ ٌۡ َض ۡحَر َلَ َٔ ۡىُُِّٓۡي ب ٗج ََٰٔ ۡصَأ ٓۦِِّث بَُۡؼَّزَي بَي ََٰٗنِئ َكََُۡٛۡٛػ ٌََّّذًَُر َلَ
َكَحبََُج
ٍَُِِٛي ۡإًُ ۡهِن
.
Janganlah sekali-kali kamu menunjukkan pandanganmu kepada kenikmatan hidup yang telah Kami berikan kepada beberapa golongan di antara mereka (orang-orang kafir itu). dan janganlah kamu bersedih hati terhadap mereka dan berendah dirilah kamu terhadap orang-orang yang
beriman.(QS. Al-Hijr:88)63
Begitu pula bagi seorang Muslim yang hendak menjual barang dengannya harus dengan senang hati, ikhlas dan memberikan kesan baik terhadap pembeli, seperti yang diungkapkan dalam sebuah Hadits:
الله ىحس
ٗعزلا ارأ اشزشاارأ عبث ارا بحًس لاجس
“Allah mengasihi orang yang bermurah hati waktu menjual, waktu membeli, dan waktu menagih piutang,” (HR. Bukhari, dalam Mukhtashor Shahih al-Bukhari: 280)
c. Berlaku Adil dalam Berbisnis (Al-„Adl)
62
Al-Qur‟an Digital, Al-Qur‟an in Word Indonesia Versi 1.3, QS.Al-Jumu‟ah: 9-10
63
Berbisnis secara adil adalah hukumnya wajib. Allah SWT mencintai orang-orang yang berbuat adil dan membenci orang-orang yang berbuat zalim, bahkan melaknat mereka. Sebagaimana dengan Allah berfirman dalam Al-Quran surat Huud ayat 18 :
َٗهَػ َٰٖ َشَزۡفٱ ًٍَِِّي ُىَه ۡظَأ ٍَۡي َٔ
ُلُٕمَٚ َٔ ۡىِِّٓث َس ََٰٗهَػ ٌَُٕظ َش ۡؼُٚ َكِئََٰٓن ُْٔأ ِۚبًثِزَك ِ َّللَّٱ
ًٍَِِٛهََّٰظنٱ َٗهَػ ِ َّللَّٱ ُخَُۡؼَن َلََأ ِۚۡىِِّٓث َس ََٰٗهَػ ْإُثَزَك ٍَِٚزَّنٱ ِءٓ َلَُإََْٰٓ ُذ ََٰٓ ۡشَ ۡلۡٱ
.
Dan siapakah yang lebih zalim daripada orang yang membuat-buat dusta terhadap Allah? Mereka itu akan dihadapkan kepada Tuhan mereka, dan para saksi akan berkata: “Orang-orang inilah yang telah berdusta terhadap Tuhan mereka”. Ingatlah, kutukan Allah (ditimpakan) atas
orang-orang yang zalim. (QS. Huud: 18)64
d. Melayani dengan Senyum dan Rendah Hati (Khidmah)
Sikap melayani merupakan sikap utama dari seorang pemasar. Pelayanan merupakan faktor yang paling penting dalam suatu bisnis.
ًقتسٌ ًلاعملا ىلإ ًقتلا هبو ًقتملا لاصخ هم عض اىتلا نإ
“Sesungguhnya rendah hati adalah salah satu ciri orang yang bertaqwa, dengannya, orang yang bertaqwa mencapai derajat kemuliaan.”
e. Selalu Menepati Janji dan Tidak Curang (Tathfif)
Seorang syariah marketer harus dapat menjaga amanah yang diberikan kepadanya sebagai wakil dari perusahaan dalam memasarkan dan mempromosikan produk kepada pelanggan. Allah berfirman tentang sikap amanah dalam surat Al-Baqarah ayat 283:
ىُكُع ۡؼَث ٍَِيَأ ٌِۡاَف ۖٞخَظُٕجۡمَّي ٍََْٰٞ ِشَف بٗجِربَك ْأُذ ِجَر ۡىَنَٔ ّٖشَفَس ََٰٗهَػ ۡىُزُُك ٌِئَٔ۞
ًٍَُِر ۡؤٱ ِ٘زَّنٱ ِّدَإُٛ ۡهَف ب ٗع ۡؼَث
بَٓ ًُۡز ۡكَٚ ٍَي َٔ َِۚحَذ َََّٰٓشنٱ ْإًُُز ۡكَر َلَ َٔ ۗۥَُّّث َس َ َّللَّٱ ِكَّزَٛۡن َٔ ۥَُّزَُ ََٰيَأ
ٞىِٛهَػ ٌَُٕهًَۡؼَر بًَِث ُ َّللَّٱ َٔ ۗۥُُّجۡهَل ٞىِثاَء ٓۥََُِّّاَف
.
Jika kamu dalam perjalanan (dan bermuamalah tidak secara tunai) sedang kamu tidak memperoleh seorang penulis, maka
64
hendaklah ada barang tanggungan yang dipegang (oleh yang berpiutang). Akan tetapi jika sebagian kamu mempercayai itu menunaikan amanatnya (hutangnya) dan hendaklah ia bertaqwa kepada Allah Tuhannya; dan
janganlah kamu (para saksi) menyembunyikan
persaksiannya. Dan barangsiapa yang menyembunyikannya, maka sesungguhnya ia adalah orang yang berdosa hatinya; dan Allah Maha Mengetahui apa yang kamu kerjakan. (QS.
Al-Baqarah: 283)65
Sikap sebaliknya adalah sikap curang (tathfif), sikap ini dapat muncul dalam menentukan harga, takaran, ukuran dan timbangan. Etika Rasulullah dalam membangun citra dagangnya salah satunya adalah tidak membohongi pelanggan, baik menyangkut besaran (kuantitas) maupun kualitas. Allah SWT berfirman:
َك ۡنٱ ْإُف َۡٔأ
َلَ َٔ َمۡٛ
ٍَٚ ِشِس ۡخًُۡنٱ ٍَِي ْإَُُٕكَر
.
ِىِٛمَز ۡسًُ ۡنٱ ِطبَط ۡسِم ۡنٱِث ْإَُ ِص َٔ
.
َلَ َٔ
ٍَِٚذِس ۡفُي ِض ۡسَ ۡلۡٱ ِٙف ْا َٕۡثۡؼَر َلَ َٔ ۡىَُْءٓبَٛ ۡشَأ َطبَُّنٱ ْإُسَخۡجَر
.
Sempurnakanlah takaran dan janganlah kamu termasuk orang-orang yang merugikan dan timbanglah dengan timbangan yang lurus Dan janganlah kamu merugikan manusia pada hak-haknya dan janganlah kamu merajalela di
muka bumi dengan membuat kerusakan.66
Rasulullah SAW bersabda:
ةب لاخ لا لقف تعٍب اذا
“Apabila dilakukan penjualan maka katakanlah tidak ada penipuan.” (Muttafaq‟alaih, dalam al Bukhori III: 137)
f. Jujur dan Terpercaya (Amanah)
Antara akhlak yang menghiasi pelayanan dalam setiap gerak-geriknya adalah kejujuran. Terkadang sifat jujur dianggap mudah untuk dilaksanakan bagi orang-orang awam manakala tidak
65
Al-Qur‟an Digital, Al-Qur‟an in Word Indonesia Versi 1.3, QS.Al-Baqarah: 283
66
Al-Qur‟an Digital, Al-Qur‟an in Word Indonesia Versi 1.3, QS.Asy-Syu‟araa: 181-183
dihadapkan pada ujian yang berat atau tidak dihadapkan pada godaan duniawi. Di sinilah Islam menjelaskan bahwa kejujuran yang hakiki itu terletak pada muamalah mereka, Rasulullah SAW bersabda:
ءادهشلاو هٍقٌدصلا هٍٍبنلا عم هٍم لاا قودصلا سجاتلا لاق صلى الله عليه وسلم ًبنلا هع دٍعس ًبا هع
Dari abu Sa‟id dari Nabi SAW bersabda: “berdagang yang jujur dan terpercaya akan bersama para Nabi, para shodiqin, orang-orang yang meninggal syahid dalam peperangan dan orang-orang yang saleh.” (HR. Tirmidzi, dalam maushu‟ah al Hadits al Syarif versi 2, 1991-1997)
Menjauhi sumpah yang berlebihan dalam menjual suatu barang sebagaimana Rasulullah SAW bersabda:
ةكسبلل ةقحمم ةعلسلل ةقفنم فلحلا
“Sumpah dengan maksud melariskan barang dagangan adalah penghapusan berkah.” (HR. Bukhari Muslim, dalam al Bukhari:126)
g. Tidak Suka Berburuk Sangka (Su‟uzhon)
Saling menghormati satu sama lain merupakan ajaran Rasulullah SAW yang harus di implementasikan dalam perilaku bisnis modern. Tidak boleh pengusaha menjelekkan perusahaan yang lain. Allah berfirman dalam Al-Quran surat Al-Hujuraat ayat 12:
بََُّٓٚأََٰٓٚ
ْإُسَّسَجَر َلَ َٔ ۖٞىۡثِئ ٍَِّّظنٱ َطۡؼَث ٌَِّئ ٍَِّّظنٱ ٍَِّي ا ٗشِٛثَك ْإُجَُِز ۡجٱ ْإَُُياَء ٍَِٚزَّنٱ
بٗز َۡٛي ِّٛ ِخَأ َى ۡحَن َمُكۡأَٚ َمُكۡأَٚ ٌَأ ۡىُكُذَحَأ ُّت ِحَُٚأ ِۚبًعۡؼَث ىُكُعۡؼَّث تَزۡغَٚ َلَ َٔ
ََّللَّٱ ٌَِّئ ََِّۚللَّٱ ْإُمَّرٱ َٔ ًُُُِِٕۚز ْۡ ِشَكَف
ٞىٛ ِح َّس ٞةا ََّٕر
.
Hai orang-orang yang beriman, jauhilah kebanyakan purbasangka (kecurigaan), karena sebagian dari burba-sangka itu dosa. Dan janganlah mencari-cari keburukan orang dan janganlah menggunjingkan satu sama lain. Adakah seorang di antara kamu yang suka memakan daging saudaranya yang sudah mati? Maka tentulah kamu merasa
Sesunguhnya Allah Maha Penerima Taubat lagi Maha
Penyayang. (QS. Al-Hujuraat: 12)67
h. Tidak Suka Menjelek-Jelekan (Ghibah)
Biasanya seorang pemasar senang apabila telah mengetahui kelemahan atau kejelekan lawan bisnisnya, dan biasanya kelemahan dan kejelekkan ini dijadikan senjata untuk memenangkan pertarungan di pasar dengan cara menjelek-jelekkan (karena faktanya benar) atau memfitnah (karena faktanya tidak benar). Perbuatan tersebut ghibah. Allah berfirman dalam Al-Quran surat An-Nuur ayat 19:
بََُّٛۡذنٱ ِٙف ٞىِٛنَأ ٌةاَزَػ ۡىَُٓن ْإَُُياَء ٍَِٚزَّنٱ ِٙف ُخَش ِحََٰفۡنٱ َغِٛشَر ٌَأ ٌَُّٕج ِحُٚ ٍَِٚزَّنٱ ٌَِّئ
ًٌََُٕهۡؼَر َلَ ۡىُزََأ َٔ ُىَهۡؼَٚ ُ َّللَّٱ َٔ ِِۚح َش ِخٓ ۡلۡٱ َٔ
.
Susungguhnya orang-orang yang ingin agar (berita) perbuatan yang amat keji itu tersiar dikalangan orang-orang yang beriman, bagi merka azab yang pedih di dunia dan di akhirat. Dan Allah mengetahui, sedang, kamu tidak
mengetahui.(QS. An-Nuur:19)68
i. Tidak Melakukan Suap (Risywah)
Syariah menyuap hukumnya haram dan menyuap termasuk dalam kategori makan harta orang lain dengan cara batil. Allah berfirman dalam Al-Quran surat Al-Baqarah ayat 188:
ۡيَأ ٍۡ ِّي بٗمٚ ِشَف ْإُهُكۡأَزِن ِوبَّكُحۡنٱ َٗنِئ ٓبَِٓث ْإُنۡذُر َٔ ِمِطََٰجۡنٱِث ىُكََُۡٛث ىُكَن ََٰٕ ۡيَأ ْا ُٕٓهُكۡأَر َلَ َٔ
ِل ََٰٕ
ًٌََُٕهۡؼَر ۡىُزََأ َٔ ِىۡثِ ۡلۡٱِث ِطبَُّنٱ
.
Dan janganlah sebagian kamu memakan harta sebagian yang lain di antara kamu dengan jalan yang bathil dan (janganlah) kamu membawa (urusan) harta itu kepada hakim, supaya dapat memakan sebagian daripada harta
67
Al-Qur‟an Digital, Al-Qur‟an in Word Indonesia Versi 1.3, QS.Al-Hujuraat: 12
68
benda orang lain itu dengan (jalan berbuat dosa, padahal
kamu mengetahui.(QS Al-Baqarah: 188)69
Rasulullah SAW bersabda:
ًنعٌ شئاسلاو ًشتسملا صلى الله عليه وسلم الله لىسز هعل
يرلا
امهنٍب ًشمٌ
“Rasulullah SAW melaknat menyuap, penerima suap dan yang menjadi perantaranya.” (HR. Ahmad dan Hakim, Ahmad bin Hambal II: 164)
Selain itu ada lima hal sifat yang harus dimiliki oleh seorang pemasar, yaitu:
1) Benar dan jujur (Shiddiq).
Seorang pemasar haruslah memiliki sifat benar dan jujur (Shiddiq) dalam menjiwai seluruh perilakunya dalam melakukan pemasaran, yang berhubungan dengan pelanggan, dalam bertransaksi dengan nasabah, dan dalam membuat perjanjian dengan mitra bisnisnya.
2) Terpercaya dan kredibel (amanah).
Seorang pemasar haruslah mempunyai sifat dapat dipercaya, bertanggung jawab dan kredibel juga untuk memenuhi sesuatu yang sesuai dengan ketentuan, juga dalam melakukan pemasaran, yang terkait dengan pelanggan, dalam bertransaksi dengan nasabah dan membuat perjanjian dengan mitra bisnisnya.
3) Cerdas (fathanah).
Dapat di artikan sebagai intelektual, kecerdikan dan kebijsanaan. Pemimpin yang fathanah adalah pemimpin yang memahami, mengerti dan menghayati secara mendalam segala hal yang menjadi tugas dan kewajibannya.
4) Komunikatif (tabligh).
Komunikatif dan argumentatif, orang yang memiliki sifat ini akan menyampaikannnya dengan benar dan dengan tutur kata yang tapat berbicara dengan orang lain dengan sesuatu yang mudah dipahaminya, dengan berdiskusi dan melakukan presentasi bisnis
69
Al-Qur‟an Digital, Al-Qur‟an in Word Indonesia Versi 1.3, QS.Al-Baqarah (2) : 188
dengan bahasa yang mudah dipahami sehingga orang tersebut mudah memahami pesan bisnis yang ingin kita sampaikan.
5) Konsisten (istiqomah).
Seorang pemasar syariah dalam praktik pemasarannya haruslah selalu istiqomah dalam penerapan aturan syariah.70