BAB III METEDOLOGI PENELITIAN
J. Etika Penelitian
1. Menghormati harkat dan martabat manusia.
2. Menjaga rahasia subyek penelitian.
3. Memperhitungkan manfaat dan kerugian yang ditimbulkan.
Meminta izin ke informan ketika hendak ingin mengambil data
BAB IV
GAMBARAN HISTORIS LOKASI PENELITIAN
A. Sejarah Lokasi Penelitian
Desa Gentungan merupakan desa hasil pemekaran wilayah desa Mandalle yang berada pada wilayah kecamatan Bajeng Barat. Desa Gentungan terletak sekitar 2 km dari ibu kota kecamatan bajeng barat dengan batas-batas wilayah sebelah utara berbetasan dengan desa Tanabangka, kemudian sebelah timur dan selatan berbetasan dengan wilayah kecamatan Bontonompo, sebelah barat berbatasan dengan desa Parangmata dan desa Pa’rasangan Beru yang masing-masing berada pada wilayah kecamatan Galesong Kabupaten Takalar.
B. Letak Geografis
Kabupaten Gowa beradapada 119.3773 Bujur Barat dan 120.0317 Bujur Timur, 5.082934286 Lintang Utara dan 5.577305437 Lintang Selatan. Kabupaten yang berada di daerah selatan dari Selawesi Selatan merupakan daerah otonom ini, di sebelah Utara berbatasan dengan Kota Makassar dan Kabupaten Maros. Di sebelah Timur berbatasan dengan Kabupaten Sinjai, Bulukumba dan Bantaeng. Di sebelah Selatan berbatasan dengan Kabupaten Takalar dan Jeneponto sedangkan di bagian Baratnya dengan Kota Makassar dan Takalar.
Wilayah administrasi Kabupaten Gowa terdiri dari 18 kecamatan dan 167 desa/kelurahan dengan luas sekitar 1.883,33 kilometer persegi atau sama dengan 3,01 persen dari luas wilayah Propinsi Sulawesi Selatan. Wilayah
Kabupaten Gowa sebagian besar merupakan dataran tinggi yaitu sekitar 72,26 persen. Ada 9 wilayah kecamatan yang merupakan dataran tinggi yaitu Parangloe, Manuju, Tinggimoncong, Tombolo Pao, Parigi, Bungaya, Bontolempangan, Tompobulu dan Biringbulu. Dari total luas Kabupaten Gowa 35,30 persen mempunyai kemiringan tanah di atas 40 derajat, yaitu pada wilayah kecamatan Parangloe, Tinggimoncong, Bungaya dan Tompobulu. Kabupaten Gowa dilalui oleh banyak sungai yang cukup besar yaitu ada 15 sungai. Sungai dengan luas daerah aliran yang terbesar adalah Sungai Jeneberang yaitu seluas 881 km² dengan panjang 90 km.
Berdasarkan Peraturan Daerah Kabupaten Gowa Nomor 7 Tahun 2005, Kecamatan Bajeng Barat membawahi 7 desa, yaitu:
1. Desa Gentungang 2. Desa Tanabangka 3. Desa Borimatangkasa 4. Desa Mandalle 5. Desa Manjalling 6. Desa Kalemandalle 7. Desa Bontomanai
Ibukota Kecamatan Bajeng Barat adalah Romangbone Desa Borimatangkasa.Dengan jarak 15 km dari ibukota kabupaten gowa.Jumlah penduduk Kecamatan Bajeng Barat tercatat sebanyak 22.933 jiwa, terdiri dari laki-laki 11.171 jiwa dan perempuan 11.726 jiwa. Komposisi Penduduk menurut usia seperti tertera dalam tabel sebagai berikut :
Tabel 4.1.Komposisi Luas Wilayah, Rumah Tangga dan Jumlah Penduduk Berdasarkan Desa di Kecamatan Bajeng Barat Desa Luas Wilayah
(Km2) Rumah Tangga Penduduk
Gentungang 3,30 1.445 5.603
Tanabangka 2,40 874 3.502
Borimatangkasa 3,12 897 3.391
Mandalle 1,98 774 2.958
Manjalling 3,48 956 3.669
Kalemandalle 2,96 838 3.231
Bontomanai 1,79 594 2.303
Sumber : Badan Pusat Statistik (BPS)Bajeng Barat dalam angka 2020
Penduduk Kecamatan Bajeng Barat yang umumnya berprofesi sebagai petani, sedangkan sector non pertanian umumnya bergerak pada lapangan usaha perdagangan besar dan eceran.Partisipasi masyarakat dalam pembangunan cukup besar hal ini dapat dilihat dari konstribusi penerimaan pajak bumi dan bangunan (PBB) yang setiap tahunnya mencapai 100%.
Desa Gentungang merupakan desa yang terletak di Kecamatan Bejeng Barat di Kabupaten Gowa, memiliki luas 572,87 Ha. Batas-batas administratifnya adalah sebelah timur berbatasan dengan Kecamatan Bontonompo, sebelah utara berbatasan dengan Desa Bontomnai dan Tanabangka, sebelah barat berbatasn dengan Kabupaten takalar, dan sebelah selatan berbatasan dengan Kecamatan Bontonompo. Secara astronomi terletak antara 119°23'0"E sampai 119°26'0"E dan 3°17'0"S sampai 3°19'0"S.
C. Keadaan Penduduk
Keadaan social masyarakat Desa Gentungan Kab.Gowa sebagian besar masyarakatnya bermata pencaharian penrajin batu merah dan bertani.Masyarakat Desa Gentungan menggunakan bahasa sehari-hari mereka dalam berinteraksi menggunakan bahasa Makassar.
Pada umumnya kebiasan masyarakat Desa Gentungan masih mengedepankan sikap saling tolong menolong dan saling bergotong royong, seperti masyarakat desa lainnya kehidupan masyarakat Desa Gentungan masih terbilang jauh dari kata sejahtera itu dikarenakan kondisi ekonominya yang kurang.
Jumah penduduk Desa Gentungang sebanyak 5603 jiwa, dan sebanyak 1445 rumah tangga dengan 2709 jiwa penduduk laki-laki dan 2917 jiwa penduduk perempuan. (Data Badan Pusat Statistik Bajeng Barat dalam angka 2020)
D. Jenis potensi umum Desa Gentungan
Tabel 4.2 Jenis Potensi umum Desa Gentungang
NO
Jenis Potensi Umum Volume Material
2
SD/MIS
SMA
SLTP/MTS
SPAS
TK
PAUD
4 Unit 1 Unit 0 Unit 2 Unit 4 Unit 4 Unit
7
Prasarana Olahraga
Lapangan sepak bola
Lapangan Volly
Lapangan Takraw
Tennis Meja
Lapangan Badminton
1 Unit 1 Unit 1 Unit 0 Unit 1 Unit
Sumber: Badan Pusat Statistik (BPS) Bajeng Barat dalam angka 2020
BAB V
HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN
A. Hasil Penelitian
1. Implementasi Program Keluarga Harapan dalam Kesejahteraan Masyarakat.
Implementasi merupakan tahap penting dalam sebuah kebijakan, tanpa implementasi suatu kebijakan tidak dapat berjalan baik.Kebijakan merupakan suatu tindakan yang berorientasi pada tujuan dan bukan merupakan keputusan tunggal atau sepihak, tetapi berdiri dari beberapa pilihan untuk mencapai tujuan tertentu demi kepentingan rakyat banyak.Kebijakan publik dibuat untuk merespon masalah suatu kelompok atau kebutuhna kongkret yang berkembang di masyarakat.Tindakan yang dibuat terangkum dalam keputusan Pemerintah yang tertuang dalam Undang-Undang ataupun peraturan-peraturan pemerintah yang terkait.
Program Keluarga Harapan (PKH) merupakan salah satu bentuk kebijakan public subtantif, kebijakan subtantif merupakan kebijakan yang memberikan tekanan pada subject metter dari apa yang dibutuhkan warga.
Jadi, PKH dikatakan sebagai kebijakan subtantif karena Program Keluarga Harapan merespon masalah kemiskinan dikalangan masyarakat serta berupaya untuk mensejaterakan masyarakat miskin suatu daerah melalui bidang pendidikan dan kesehatan.
a. Tahapan Pelaksanaan PKH
Pelaksanaan PKH di Desa Gentungang dibantu oleh pendamping yang tinggal di Desa Gentungang sehingga mampu memantau keberlangsungan PKH supaya lebih terjaga dan berhasil. Pendamping PKH lebih menghabiskan waktunya berada dilapangan dibandingkan di kantor.
Pendamping PKH sebagian besar melakukan kegiatan dilapangan seperti mengadakan pertemuan dengan Ketua Kelompok PKH di Desa Gentungang, berkunjung serta berdiskusi. Pertemuan yang dilakukan bertujuan untuk memberikan motivasi dan dorongan untuk memiliki kemandirian setelah keluar dari anggota penerima PKH agar anggota PKH berkurang.
Adapun tahapan dalam pelaksanaan bantuan PKH, sesuai hasil wawancara terhadap pendamping PKH mengatakan:
“..Iya sudah berjalan dengan baik, itu tahapan-tahapannya, pertama melakukan observasi lapangan dan mendata orang yang tidak mampu kemudian berkoordinasi dengan pemerintah desa untuk memverifikasi apakah layak mendapatkan PKH atau tidak..” (Zulkifli/24/12/2020) 1. Melakukan Observasi Lapangan
Pendamping PKH melakukan observasi ke rumah - rumah masyarakat yang nantinya menerima bantuan PKH ini, 6 dusun di desa gentungang untuk memastikan atau mencocokkan apakah memang pantas untuk menerima ini bantuan atau tidak.
2. Mendata Orang Tidak Mampu
Setelah Melakukan Observasi pendamping PKH akan mendata masyarakat miskin yang nantinya menerima bantuan PKH, bantuan
PKH ini memiliki skema bantuan yang terbagi ke beberapa jenis bantuan yang berfokus pada ibu hamil, keluarga yang memiliki anak balita, dan anak yang masih sekolah baik SD, SMP dan SMA, selanjutnya bantuan kepada lanjut usia yang diatas 70 tahun serta disabilitas berat.
3. Berkordinasi dengan Pemerintah Desa
Setelah melakukan observasi dan mendata masyarakat miskin penerima bantuan PKH, tahapan selanjutnya yakni pendamping PKH akan berkordinasi dengan pemerintah desa tentang data yang sudah didapat mencocokkan apakah memang pantas menerima bantuan dan melihat lagi apakah memang masuk dalam skema bantuan PKH. Bantuan ini merupakan bantuan bersyarat memiliki beberapa persyaratan yang harus terpenuhi sehingga bisa mendapatkan bantuan ini.
4. Memperivikasi Layak Tidaknya Menerima Bantuan
Tahapan terakhir dalam pelaksanaan PKH ini setalah berkordinasi kepada pemerintah desa data yang didapat pendamping PKH akan disetor ke desa untuk di verifikasi kelayakannya kemudian disetor ke pusat untuk divalidasi datanya jadi penentu penemima bantuan PKH ini dari pusat karena nanti nama-nama penerima bantuan akan dikeluarkan oleh pusat atau KEMENSOS.
Kemudian setelah nama-nama penerima bantuan PKH keluar desa akan mengadakan pertemuan kepada masyarakat penerima bantuan dan sosialisasi tentang mekanisme nantinya dalam menerima bantuan PKH ini.
“..waktu itu saya dikasih surat undangan dan pemberitahuan dari kepala Dusun kalau keluarga saya berhak mendapatkan bantuan PKH. Terus saya sama ibu-ibu lain dikumpulkan di kantor Desa dan diberi arahan dari pendamping tentang PKH ..’”(Jumasiah/25/12/2020)
Penerima bantuan PKH membenarkan adanya sosialisasi yang dilakukan desa kepada masyarakat penrima bantuan PKH sebelum menerima bantuan agar masyarakat tidak bingung dalam menerima bantuan PKH nantinya.
b. Kriteria Keluarga Penerima Manfaat PKH
Program Keluarga Harapan (PKH) adalah program pemberian bantuan sosial bersyarat kepada keluarga miskin yang ditetapkan sebagai keluarga penerima manfaat PKH. Kriteria keluarga penerima manfaat PKH adalah keluarga miskin yang memenuhi minimal salah satu syarat, seperti
1) ibu hamil/menyusui,
2) memiki anak berusia 0 sampai dengan 5 tahun 11 bulan.
3) Memiliki anak SD/MI atau sederajat, memiliki anak SMP/MTs atau sederajat. Memiliki anak anak SMA/MA atau sederajat.
4) PKH juga diberikan kepada keluarga dengan anak usia 6 sampai dengan 21 tahun yang belum menyelesaikan wajib belajar 12 tahun.
5) Selain itu PKH juga diberikan untuk keluarga lanjut usia diutamakan mulai dari 70 tahun dan
6) penyandang disabilitas diutamakan penyandang disabilitas berat.
Penerima bantuan PKH, masyarakat yang pantas mendapat bantuan sesuai dengan persyaratan penerima bantuan PKH ini. Sesuai dengan wawancara terhadap informan:
“..Yang dapat ini yang benar-benar orang miskin yang pantas dapat.
Kalau masalah tepat sasarannya, tugas kita ini sebagai pendamping PKH cuman pergi mendata orang-orang miskin baru nanti di validasi datanya kemudian di kirim ke kemensos, kalau masalah yang dapatnya, dari pihak kemensos yang menetukan siapa yang dapat setelah divalidasi ulang itu data-data..”(Zulkifli/2412/2020)
Adapun hasil wawancara terhadap masyarakat penerima bantuan PKH di desa Gentungang
“..Kalau masalah tepat sasarannya kurasa tepat sasaranmi karna orang tidak mampuji yang dapat tapi masih banya yang kurang mampu yang tidak dapat karna tidak memenuhi syarat karna PKH ini bantuan nia syaratna contona saya nia’ anakku sekolah dan tidak mampuka jadi dapatka.”(Jumasiah/25/12/2020)
Dari hasil wawancara diatas menunjukkan bahwa yang menerima bantuan PKH ini adalah orang-orang yang memang pantas mendapat bantuan ini karena sebelum menentukan penerima bantuan ada pendataan yang dilakukan pendamping PKH yang nantinya akan divalidasi datanya apakah memang pantas menerima, dalam pelaksanaan bantuan PKH ini sudah bisa dikatakan berjalan sesuai dengan aturan dilihat data penerima bantuan PKH ini.
c. Besar Bantuan yang Diterima Peserta PKH
Besar bantuan PKH sesuai dengan skema bantuan kriteria besar bantuan yang didapat dari hasil wawancara terhadap pendamping PKH mengatakan:
“..Iya sesuaimi, karena memang sudah ada ketentuannya ada skemanya, kaya kategori Ibu hamil dan Anak Usia Dini atau memiliki balita yang na dapat itu 3.000.000/tahun. Tapi na dapat pertiga bulan jadi 750.000 nadapat. Kategori Anak Sekolah SD,SMP,SMA berbeda-beda na dapat kaya SD 900.000/tahun jadi yang na dapat pertiga bulan 225.000, SMP 1.500.000/tahun pertiga bulan 375.000, SMA 2.000.000/tahun jadi pertiga bulan 500.000 itu kalau anak sekolah, kalau lanjut usia sama disabilitas berat yang na dapat pertahun 2.400.000/tahun pertiga bulan 600.000..” (Zulkifli/24/12/2020)
Adapun data table besar bantuan yang diterima peserta PKH beserta status penerima.
Table 5.1 skema bantuan PKH
No Kategori Indeks/Tahun (Rp) Indeks/Per 3 Bulan (Rp)
1. Ibu Hamil 3.000.000 750.000
2. Anak Usia Dini 3.000.000 750.000
3. Anak Sekolah SD 900.000 225.000
4. Anak Sekolah SMP 1.500.000 375.000
5. Anak Sekolah SMA 2.000.000 500.000
6. Lanjut Usia 70+ 2.400.000 600.000
7. Disabilitas Berat 2.400.000 600.000
Sumber:kementrian sosial republik Indonesia
Adapun tentang besar bantuan PKH ini menurut masyarakat penerima bantuan mengatakan:
“..Kalau masalah besarnya, ya begitumi setidaknya sudah memenuhi kebutuhan lah cuman kaya berkurangmi sekarang beda sebelumnya, karena kan 2 anak ku yang masih sekolah kemarin dapat semuai tapi sekarang satumami dapat karena ada pengurang bede..”(Nursina/26/12/2020)
Dari hasil wawancara diatas besar bantuan PKH ini sudah memenuhi kebutuhan penerima bantuan baik digunakan untuk keperluan sehari-hari serta digunakan untuk membelikan keperluan sekolah anaknya. Sesuai dengan tujuan bantuan PKH ini untuk keperluan pendidikan, kesehatan, keperluan sahari-hari
d. Efektifitas Pelaksanaan PKH
Adapun dari hasil wawancara tentang efektivitas pelaksanaan PKH ini menurut informan antara lain:
“..Iya sudah efektif tapi tetap ada saja masalah yang dihadapi misalnya ada beberapa masyarakat yang sudah didata tapi tidak dapat bantuan namun yang terlibat dalam pelaksanaan PKH dari pihak pemerintahan setempat sampai dengan pendamping PKH, saya rasa semua sudah menjalankan tugasnya dengan baik kami turun lansung ke lapangan untuk mendata dan melihat secara langsung masyarakat yang kurang mampu..” (Zulkifli/24/12/2020)
Dari wawancara orang terlibat dalam bantuan ini sudah melaksanakan tugasnya masing-masing.Dengan adanya program PKH tersebut dapat membantu para masyarakat yang kurang mampu dalam memenuhi kebutuhan hidupnya dan biaya pendidikan untuk anak-anaknya.Dari implementasi dari PKH tersebut bisa tersalurkan tepat sasaran sesuai dengan kondisi masyarakat dilapangan.
2. Faktor yang mempengaruhi Implementasi Program Keluarga Harapan Melihat implementasi PKH dilapangan ada beberapa faktor yang mempengaruhinya.faktor-faktor ini yang menunjang berjalannya program tersebut apakah dapat berjalan dengan sebagaimana mestinya. Diharapkan implementasi program PKH ini bisa tepat sasaran dan dapat membantu masyarakat yang kurang mampu dalam segi ekonomi dan pendidikan.
Masyarakat Desa Gentungang pada umumnya menggantungkan hidup dari hasil penrajin batu bata merah dan dari hasil pertanian, namun dengan kondisi sekarang masyarakat sangat sulit untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari, dimana penghasilan keluarga jadi menurun akibat gagal panen atau kurangnya permintaan batu bata merah.Menjadi persoalan pemerintah setempat untuk senantiasa melihat kondisi masyarakatnya, agar bisa meminimalisir ketimpangan social yang terjadi dalam masyarakat.
Adapun hasil penelitian peneliti mengenai faktor-faktor yang mempengaruhi implementasi PKH di Desa Gentungang antara lain :
a. Pendorong dalam Pelaksanaan bantuan PKH.
1) Kebutuhan Masyarakat Terhadap Bantuan PKH
Faktor pendorong yang pertama dalam pelaksanaan bantuan ini yakni kebutuhan masyarakat terhadap bantuan PKH ini, adapun hasil wawancara dari informan masyarakat penerima bantuan PKH:
“..Sangat bermanfaat, karena di pake untuk pembeli ikan sama beras, sama juga dipake belikan baju sekolah untuk anak jadi sangat membantu ini bantuanga..” (nursina 26/12/2020)
”..Banyak sekali manfaatnya karena terbantuka masalah ekonomi sama ku pembelikan juga baju sekolah untuk anakku napake ke sekolah..”(Suriani/28/12/2020)
“..Dampak positifna ke saya bisaka buat usaha kecil-kecilan, kalau dampak negatifna najadikan ketergantunganki.”(Jumasiah/25/12/2020) Adapun penerima bantuan PKH ini dipermuda dalam penerimaan bantuannya, bantuan ini langsung masuk ke rekening masih-masing para penerima bantuan PKH sesuai hasil wawancara :
“..Ya berjalanmi dengan baik karena kalau cairmi dana PKH langsung masuk ke rekening itu bagusnya tidak pergi maki antri kaya bantuan lain..”(Jumasia/25/12/2020)
Dari hasil wawancara diatas dapat disimpulkan bahwa bantuan PKH ini sudah membantu masyarakat yang kurang mampu untuk setidaknya memenuhi kebutuhan masyarakat baik dari kebutuhannya dalam pendidikan, kesehatan dan sebagai kebutuhan sehari-hari dan adapula bantuan ini digunakan masyarakat sebagai modal untuk membuka usaha kecil-kecilan.
2) Andanya Sosialisasi dalam Pelaksanaan Program bantuan PKH Dalam bantuan ini juga baik dari aparatur desa hingga pelaksana bantuan PKH ini akan melaksanakan sosialisasi kepada masyarakat penerima bantuan tentang pelaksanaan program PKH ini, dari wawancara kepada informan baik pendamping PKH hingga masyarakat penerima bantuan, adapun wawancara kepada masyarakat penerima bantuan antara lain:
”Sosialisasai dilakukan dengan mengadakan pertemuan ,saat melakukan pertemuan rutin kita memberikan motivasi kepada anggota penerima PKH agar bisa menggunakan dana bantuan PKH dengan sebaik-baiknya dan bisa secara mandiri meneruskan hidupnya ketika sudah tidak lagi menjadi anggota penerimaPKH.”(Zulkifli/24/12/2020)
Ini sesuai dengan wawancara salah satu penerima PKH Ibu Nursina 41 tahun mengatakan bahwa :
“sosialisasi PKH sangat membantu untuk memberikan pemahaman dan memberikan motivasi agar kami para penerima PKH bisa mendiri dalam mengelolah dana yang diberikan” (Nursina/25/12/2020)
Pelaksanaan sosialisai tentang bantuan PKH ini khususnya di Desa Gentungang Kabupaten Gowa mengadakan pertemuan sosialisasi sesuai dengan wawancara yang dilakukan membenarkan adanya sosialisasi ini.
b. Penghambat dalam Pelaksanaan Bantuan PKH.
1) Penetapan sasaran PKH yang kurang maksimal
Dalam hal ini sasaran dari para penerima PKH biasa tidak sesuai dengan kondisi masyarakat dilapangan, mulai dari pengumpulan data sampai verifikasi data yang kadang kala tidak tepat sasaran. Ini menjadi persoalan yang serius karena bias saja hak orang lain diambil oleh oknum yang tidak bertanggung jawab. Tetapi dari pihak pendamping para PKH sudah mendata sesuai prosedur yang ditentukan tinggal dari pihak kemensos yang menentukan. Seperti hasil wawancara yang dilakukan dengan pendamping PKH Bapak Zulkifli 36 tahun menyatakan bahwa :
”Yang dapat ini yang benar-benar orang miskin yang pantas dapat.
Kalau masalah tepat sasarannya, tugas kita ini sebagai pendamping PKH cuman pergi mendata orang-orang miskin baru nanti di validasi datanya kemudian di kirim ke kemensos, kalau masalah yang dapatnya, dari pihak kemensos yang menetukan siapa yang dapat setelah divalidasi ulang itu data-data.”(24/12/2020)
Sebenarnya ada pemberian informasi ke para penerima PKH yang tidak maksimal mengenai pendataan karena banyak masyarakat menganggap bahwa yang didata maka akan dapat, namun kenyataannya tidak. Seperti
hasil wawancara dengan salah satu penerima PKH Ibu Nursina 41 tahun mengatakan bahwa :
“..kurangi informasi dimasyarakat kaya penyampainya siapa-siapa yang dapat karena pergi ma data belum tentu yang na data dapat i juga.
Karena tidak semua na data dapat. Sama tidak jelas juga kaya waktunya kapan masuk biasa dikira masuk mi padahal belum karena bulannya ji di tau kalau tanggalnya tidak..”(Nurlela/26/12/2020)
Ini menjadi persoalan ketika ada informasi yang tidak disampaikan dengan jelas, namun perlu diketahui bahwa baik pendamping dan penerima sudah menjalankan prosedur dan para penerima harus disampaikan informasi yang utuh agar tidak terjadi kesalahpahaman.Disamping itu, semua pihak yang terlibat sudah melakukan dengan maksimal untuk program PKH ini.
2) Penyaluran PKH yang sering terlambat
Menjadi persoalan selanjutnya keterlambatan penyaluran bantuan PKH kepada penerima.Keterlambatan menjadi faktor implementasi program PKH ini sehingga penyalurannya tidak sesuai dengan jadwal yang ditentukan.
Seperti hasil wawancara yang dilakukan bersama Ibu Nurlela 54 tahun menyatakan bahwa :
“kurangi informasi dimasyarakat kaya penyampainya siapa-siapa yang dapat karena pergi ma data belum tentu yang na data dapat i juga.
Karena tidak semua na data dapat. Sama tidak jelas juga kaya waktunya kapan masuk biasa dikira masuk mi padahal belum karena bulannya ji di tau kalau tanggalnya tidak.” (Nurlela/26/12/2020)
Ini juga menjadi hambatan tersendiri jika ada keterlambatan saat penyaluran bantuan, sama seperti yang disampaikan oleh salah satu pendamping Bapak Zulkifli umur 36 tahun menyatakan bahwa :
“Biasanya hambatan yang sering terjadi penyaluran dana yang terlambat yang membuat sebagian masyarakat sering mengeluh.”(24/12/2020)
Keterlambatan ini bukan kesalah penuh para pendamping PKH, akan tetapi bantuan dari pemerintahlah yang sering terlambat yang kadang membuat masyarakat sering mengeluh. Dari harapan pendamping dan penerima PKH untuk bisa bersadar dalam kondisi ini.
Dalam hal ini faktor keterlambatan ini menjadi penunjang berhasilnya implementasi program PKH ini. Melihat faktor-faktor tersebut bahwasanya dalam hal apapun kendala dalam penerapan suatu program tidak terlepas dari berbagi faktor baik dari pendataan sampai ke implementasinya dalam masyarakat guna untuk melancarkan program tersebut, diharapkan semua stakeholder yang terlibat harus teransparan dan menyampaikan informasi yang sebenar-benarnya supaya terjalin integrasi dan kerjasama yang baik untuk membangun masyarakat yang sejahtera.
B. Pembahasan
Program Keluarga Harapan (PKH) merupakan program penanggulangan kemiskinan dan kedudukan PKH merupakan bagian dari program-program penanggulangan kemiskinan lainnya.Program Keluarga Harapan (PKH) memberikan bantuan tunai kepada Rumah Tangga Sangat Miskin (RSTM), jika mereka memenuhi persyaratan yang terkait dengan upaya peningkatan kualitas hidup dalam bidang pendidikan dan kesehatan.Tujuan utama dari PKH adalah untuk mengurangi kemiskinan dan meningkatkan kualitas sumberdaya manusia terutama pada kelompok
masyarakat miskin.Tujuan tersebut sekaligus sebagai upaya mempercepat pencapaian target.Dalam pelaksanaannya PKH memiliki tujuan umum dan tujuan khusus.Adapun tujuan umum adalah untuk mengurangi angka dan memutus rantai kemiskinan, meningkatkan kualitas sumber daya manusia, serta merubah prilaku RTSM yang relative kurang peningkatan kesejahteraan.
Berkaitan dengan pelaksanaan Program Keluarga Harapan di Desa Gentungan yaitu dengan membuat strategi dan melakukan sosialisasi. Adapun strategi pelaksanaan yang dilakukan oleh pelaksana program yaitu dengan melakukan kunjungan rutin pada setiap RTSM dan memantau kebutuhan sekolah maupun kondisi Ibu hamil peserta PKH, pemantauan penggunaan dana setiap kali pencairan agar sesuai dengan fungsinya, membuat sebuah inovasi berupa pengadaan baju PKH bagi para ibu ibu PKH, memantau penggunaan kartu PKH agar sesuai dengan penggunaannya, dan sering mengadakan rapat koordinasi. Dengan sikap pendamping yang demikian, strategi dalam mesukseskan pelaksanaan PKH di Desa Gentungan dapat berjalan dengan baik. Sedangkan proses sosialisasi yaitu dengan melakukan
Berkaitan dengan pelaksanaan Program Keluarga Harapan di Desa Gentungan yaitu dengan membuat strategi dan melakukan sosialisasi. Adapun strategi pelaksanaan yang dilakukan oleh pelaksana program yaitu dengan melakukan kunjungan rutin pada setiap RTSM dan memantau kebutuhan sekolah maupun kondisi Ibu hamil peserta PKH, pemantauan penggunaan dana setiap kali pencairan agar sesuai dengan fungsinya, membuat sebuah inovasi berupa pengadaan baju PKH bagi para ibu ibu PKH, memantau penggunaan kartu PKH agar sesuai dengan penggunaannya, dan sering mengadakan rapat koordinasi. Dengan sikap pendamping yang demikian, strategi dalam mesukseskan pelaksanaan PKH di Desa Gentungan dapat berjalan dengan baik. Sedangkan proses sosialisasi yaitu dengan melakukan